Keselamatan oleh Baptisan
Pembacaan Alkitab:
Kej. 6:1-9, 8:1a, 4-5, 13-21; 1 Ptr. 3:20-21; Mrk. 16:16a.
Kita semua pernah mendengar kisah Nuh. Sebagian besar orang-orang dalam gereja juga sangat mengenal kisah ini. Mungkin kita pun sering mendengar kisah bahtera Nuh. Kali ini kita ingin membahas apa yang sebenarnya hendak diajarkan oleh Alkitab sehubungan dengan kisah bahtera Nuh. Dalam Alkitab terdapat beberapa arti yang berbeda terhadap keselamatan: Ada yang membicarakannya berhubungan dengan posisi kita di hadapan Allah, ada yang berhubungan dengan perkenan Allah terhadap kita, ada yang berhubungan dengan persekutuan kita dengan Tuhan, ada yang berhubungan dengan posisi kita di dunia. Kesemuanya ini sepertinya kurang enak didengar, sepertinya agak membingungkan. Tetapi saya dapat menjelaskan dan menguraikan hal ini dengan sedikit ilustrasi.
BEBERAPA LAMBANG KESELAMATAN
Dalam kitab Kejadian 3:21, kita membaca mengenai pakaian kulit binatang. “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.” Ini adalah satu lambang keselamatan. Tetapi aspek keselamatan mana yang dilambangkan olehnya? Ini melambangkan pembenaran kita di hadapan Allah. Kurban persembahan Habel dalam Kejadian 4, juga merupakan satu lambang keselamatan. Tuhan tidak berkenan kepada kurban persembahan Kain, tetapi berkenan kepada kurban persembahan Habel. Kain mempersembahkan kurban bersandarkan dirinya sendiri, karena itu tidak diperkenan Allah. Kurban persembahan Habel bersandarkan domba yang menebus dan diperkenan oleh Allah. Seluruh kurban persembahan dalam Alkitab melambangkan perkenan Allah. Kisah anak yang hilang dalam Lukas 15 juga melambangkan perkenan Allah terhadap orang berdosa. Efesus 1 menyatakan bahwa Tuhan menerima kita di dalam Anak-Nya yang terkasih. Karena itu, Kejadian 4 adalah satu lambang keselamatan yang di dalamnya Allah berkenan kepada manusia. Pengangkatan Henokh dalam Kejadian 5, juga merupakan satu lambang keselamatan. Ini adalah lambang keselamatan dalam aspek mengalahkan maut.
Kejadian 3 adalah lambang pembenaran. Kejadian 4 adalah lambang perkenan Allah, sedangkan Kejadian 5 adalah lambang kemenangan atas maut. Kisah bahtera dalam Kejadian 6 juga merupakan satu lambang keselamatan. Tetapi lambang ini berbeda dengan lambang-lambang dalam Kejadian 3 sampai 5. Lambang yang pertama berbicara tentang pembenaran di hadapan Allah, lambang yang kedua mengenai perkenan di hadapan Allah, sedangkan yang ketiga adalah mengenai kemenangan kita atas maut dan memiliki hidup kekal. Pada pasal 6 kita melihat hubungan antara orang Kristen dengan dunia. Bagaimana orang Kristen dapat terlepas dari segala sesuatu yang dihukum Allah? Bagaimana dia dapat terlepas dari segala sesuatu yang berada di bawah penghakiman Allah? Cara menerima keselamatan Allah menyatakan cara dilepaskan dari penghukuman dan penghakiman Allah. Kelepasan ini sepertilah kelepasan yang meloloskan seseorang dari suatu kurungan.
Ada berbagai macam dosa. Dosa yang disebutkan dalam Kejadian 3 sampai 6 semuanya berlainan. Dosa yang disebutkan dalam pasal 3 adalah dosa di hadapan Allah, dosa tidak taat kepada Allah, dosa menentang Allah. Pasal ini juga memberi tahu kita, karena dosa itu, manusia membutuhkan pakaian kulit binatang dari Allah untuk menutupi dirinya sehingga dia dapat dibenarkan di hadapan Allah. Dosa terhadap Allah dan terhadap sesama manusia disebutkan dalam pasal 4. Kain berdosa karena membunuh saudaranya sendiri. Dia melanggar dua perintah Allah: mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi, dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dosa ini menuntut satu kurban persembahan agar seseorang dapat diterima di hadapan Allah. Bahkan, meskipun seseorang berbuat dosa di hadapan manusia, dia harus diterima di hadapan Tuhan lebih dahulu; jika tidak, dia tidak bisa lewat. Dosa melalaikan Allah disebutkan dalam pasal 5; ini berbeda dengan dosa-dosa yang disebutkan dalam pasal 3 dan 4. Manusia melalaikan Allah dan bertindak menuruti keinginan diri sendiri. Hari demi hari mereka makan roti mereka sendiri dan hidup menurut cara mereka sendiri. Tetapi dalam pasal ini kita melihat seorang yang berjalan bersama Allah. Saat itu, seluruh dunia dipenuhi dengan maut dan manusia melalaikan Allah. Allah menyelamatkan Henokh dari dunia kematian itu, dan membuat dia tidak mengalami kematian. Dosa yang disebutkan dalam pasal 6 adalah dunia berdosa, menentang Allah. Dosa dalam pasal 3 adalah dosa perorangan; dosa dalam pasal 4 adalah dosa manusia terhadap sesamanya; dosa dalam pasal 5 adalah dosa kebanyakan orang; sedangkan dosa dalam pasal 6 adalah dosa korporat. Pasal 6 menyinggung seluruh umat manusia sebagai organisasi, asosiasi, dan ruang lingkup dunia ini. Maka, dosa dalam pasal 6 menyinggung semua manusia di dunia ini berdosa menentang Allah. Pasal 6 membentangkan ruang lingkup dunia ini dan mengatakan bahwa dunia telah berdosa.
PENGHUKUMAN AIR BAH
Sekarang mari kita melihat pasal 6. Permulaan pasal ini menyinggung tentang para malaikat yang jatuh dan manusia yang berdosa, dan bagaimana mereka bersatu dalam dosa. Kita tidak perlu menanyakan arti khusus dari bagian ini. Yang perlu kita mengerti ialah bahwa anak-anak Allah, yakni para malaikat yang jatuh, dan putri-putri manusia yang berdosa, keduanya diciptakan oleh Allah, mereka semua memiliki roh. Ketika mereka bersatu dalam dosa, itu merupakan akhir dari dunia ini. Dalam dunia yang pertama, yang berbuat dosa adalah para malaikat; dalam dunia yang kedua, manusialah yang berbuat dosa. Jadi, kita tampak, saat para malaikat dan manusia itu bersama-sama berbuat dosa, kita tahu bahwa akhir dunia ini sudah dekat; para malaikat dan manusia yang berdosa itu akan segera dihakimi oleh Allah.
Pada saat itu, manusia telah menjadi milik daging. Entah dia sedang berbuat baik berdasarkan daging atau berbuat dosa berdasarkan daging, dia telah menjadi milik daging
Karena itu, Allah tidak mau bergumul dengannya lagi. Pada mulanya Roh Allah bergumul dengan manusia. Tetapi kini manusia tidak mau mendengarkan Allah dan jatuh sedemikian rupa sehingga Roh Allah tidak dapat bergumul dengannya lagi. Dengan kata lain, manusia telah menjadi begitu bobrok sedemikian rupa sehingga Roh Allah tidak berdaya mengubahnya lagi. Dengan kata lain lagi, manusia telah menjadi begitu bobrok sampai-sampai Roh Kudus pun tidak dapat memperbaikinya, apa lagi dengan cara manusia! karena itu, Roh Kudus hanya dapat mundur dan membiarkan dunia ini mengalami penghakiman. Ingatlah, daging kita saat ini tidak lebih baik daripada daging manusia pada zaman Nuh. Kalau seseorang belum menyalibkan daging beserta seluruh hawa nafsunya di salib, Roh Kudus tidak dapat bekerja di atas dirinya. Roh Kudus tidak menganjuri manusia untuk memperbaiki dirinya sendiri, karena manusia tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri. Roh Kudus hanya mendorong manusia agar dilahirkan kembali. Daging tidak memiliki kemampuan untuk berbuat baik dan tidak berbuat dosa. Hanya mereka yang dilahirkan kembali dan yang telah menerima hayat baru yang dapat berbuat baik. Jadi dilahirkan kembali bukan hanya sekadar menangis, mengakui dosa, bergairah, senang membaca Alkitab, atau sering berdoa. Dilahirkan kembali berarti menerima hayat lain, yaitu hayat yang berasal dari Allah. Dilahirkan kembali berarti mewarisi hayat lain dari Allah. Dilahirkan kembali berarti dilahirkan untuk kali kedua.
Karena dunia ini penuh dengan dosa, maka sebelum Roh Kudus bekerja, Ia harus melakukan satu perkara. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Roh Kudus akan sia-sia melakukan sesuatu. Hal pertama yang dilakukan Allah setelah manusia jatuh ke dalam dosa ialah mengutus Tuhan Yesus ke dalam dunia. Karena manusia telah berdosa, Tuhan Yesus harus datang terlebih dahulu. Sia-sialah bila Roh Kudus yang datang lebih dahulu. Tuhan Yesus harus menghakimi orang dosa lebih dulu sebelum Roh Kudus dapat memulai pekerjaan-Nya. Inilah sebabnya perumpamaan pertama dalam Lukas 15 mengetengahkan Gembala yang baik, yakni Tuhan Yesus, yang datang untuk mencari domba yang hilang. Perumpamaan kedua mengetengahkan seorang perempuan, yakni Roh Kudus, yang datang untuk menyapu seisi rumah dan mencari dinar yang hilang. Tanpa karya penebusan Kristus, Roh Kudus tidak dapat bekerja. Pekerjaan Roh Kudus baru dapat dimulai bila karya Kristus telah rampung. Karena karya Kristus telah rampung, maka Roh Kudus dapat memulai pekerjaan-Nya. Karena itu, terlebih dulu harus ada karya penebusan dalam Kejadian 6, kemudian baru ada pekerjaan Roh Kudus, seperti yang dilambangkan oleh burung merpati dalam pasal 8. Allah harus melakukan sesuatu lebih dahulu, baru Roh Kudus dapat datang untuk melaksanakan pekerjaan-Nya.
Kejadian 6:13 mengatakan, “Berfirmanlah Allah kepada Nuh: ‘Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.’” Di mata Allah, seluruh bumi telah penuh dengan dosa dan kekerasan; dunia ini benar-benar telah rusak. Allah berkata bahwa kesudahan dunia telah tiba. Manusia telah sampai kepada kesudahannya. Allah tidak dapat berbuat apa-apa selain membawa mereka kepada kesudahannya. Pada saat Allah melihat bahwa dunia ini penuh dengan dosa dan kekerasan, Dia menghakiminya. Allah meletakkan semua daging dan makhluk hidup di bawah penghakiman melalui air bah dan membinasakan mereka.
Banyak orang Kristen tidak memahami dengan jelas posisi dunia ini di hadapan Allah. Hari ini, menganjuri saudara saudari untuk meninggalkan dunia sama sulitnya seperti seorang ibu yang mencoba mengambil sebatang coklat dari mulut seorang anak. Ini adalah hal yang sangat sulit, karena manusia tidak melihat kedudukan dunia ini dalam pandangan Allah. Keselamatan bukan hanya sesuatu yang bersifat individu, tetapi juga bersifat korporat. Dosa bukan hanya suatu masalah individu, melainkan masalah korporat. Yang menyalibkan Tuhan Yesus bukan hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga dunia. Bukan orang-orang Yahudi itu saja yang bermusuhan dengan Allah, melainkan seluruh dunia ini juga bermusuhan dengan Allah. Bila suatu negara bermusuhan dengan negara lainnya, permusuhan itu masalah perorangan atau masalah nasional? Kita tahu bahwa itu bukan masalah perorangan. Jika beberapa orang rakyat dari suatu negara itu bersikap baik terhadap beberapa orang dari negara lainnya, hubungan itu bersifat pribadi. Masalahnya bukanlah rakyat dari negara musuh itu baik atau tidak, melainkan seluruh negara itu bermusuhan dengan negara lainnya; seseorang membenci negara musuh bukan karena ada orang tua dari negaranya dibunuh oleh orang-orang negara musuh. Ini adalah hubungan antar satu negara. Jadi bukan hanya orang-orang tertentu saja di dunia ini sebagai musuh Allah, bahkan seluruh wilayah, organisasi, tradisi, sistem, dan segala sesuatu di dalam dunia ini adalah musuh Allah. Asalkan Anda turut mengambil bagian dalam wilayah, organisasi, tradisi, atau sistem dunia ini, berarti Anda bermusuhan dengan Allah, dan Anda belum diselamatkan dari dunia. Jika Anda memahami perkara ini, Anda tidak perlu mendorong orang lain untuk melakukan ini dan itu, untuk memperbaiki diri, untuk mengatasi kekurangan, untuk berubah, untuk berbuat baik, atau untuk melepaskan diri dari semua masalah yang lain. Semua usaha itu sia-sia belaka. Dalam pandangan Allah, seluruh dunia ini telah rusak. Allah bermusuhan dengan dunia ini. Orang-orang yang mengasihi dunia tidak dapat mengasihi Allah. Jika seseorang mengasihi dunia, kasih akan Allah tidak ada di dalam dirinya. Mereka yang ingin bersahabat dengan dunia berarti memusuhi Allah. Inilah pandangan Allah.
Saudara saudari, inginkah Anda terhindar dari neraka, lautan api itu? Saya rasa, semua orang menginginkannya. Kita semua ingin mencapai Yerusalem Baru. Banyak orang ingin diselamatkan karena ingin terhindar dari neraka, lautan api itu, dan masuk ke surga, yakni Yerusalem Baru. Itulah keselamatan yang diinginkan oleh banyak orang. Tetapi Alkitab sedikit sekali membicarakan keselamatan jenis ini. Alkitab menyebut keselamatan jenis ini sebagai pembenaran atau penerimaan oleh Allah. Namun dalam Alkitab masih ada keselamatan jenis lain, yakni keselamatan dari dunia ini. Kalau kita tidak diselamatkan dari dunia ini, kita juga tidak dapat diselamatkan dari telaga api.
Kejadian 6:8 mengatakan bahwa Allah hanya mendapatkan satu orang, yakni Nuh. Manusia pertama telah bobrok dan sampai pada kebinasaannya; dia tidak dapat diharapkan. Karena itu, Allah mencari manusia yang kedua selain manusia yang pertama; manusia yang kedua ini diperkenan oleh Allah; dia adalah Nuh, melambangkan Kristus. Melalui dia, Allah menetapkan jalan keselamatan bagi manusia agar terlepas dari dunia. Allah memerintahkan Nuh untuk membuat satu bahtera dari kayu gofir, dan dari segala yang hidup — burung, ternak, dan semua binatang melata, masing-masing menurut jenisnya — dibawa ke dalam bahtera itu. Kemudian Dia menurunkan hujan ke bumi, dan air bah datang meliputi seluruh bumi. Siapakah yang diselamatkan? yaitu orang-orang yang dikeluarkan dari dunia, yang berada di dalam bahtera itu. Orang-orang yang dilepaskan dari dunia adalah orang-orang yang terhindar dari air bah. Orang-orang yang dilepaskan dari dunia adalah mereka yang dilepaskan dari lautan api. Bukan orang dosa yang akan masuk neraka, melainkan dunia ini yang akan masuk neraka. Para pengkhotbah selalu mengatakan bahwa orang-orang dosa akan masuk ke neraka. Sesungguhnya, dunia inilah yang akan masuk neraka. Asalkan Anda adalah orang yang berada di dalam dunia, Anda akan masuk neraka.
Suatu kali, saya bertemu dengan seseorang di atas kapal. Orang itu bertanya, “Siapa yang pantas masuk neraka?” Saya menjawab, “Orang-orang seperti tuan.” Setiap orang, asalkan dia manusia, pantas masuk neraka. Arti keselamatan ialah diselamatkan dari kumpulan orang-orang yang binasa, diselamatkan dari wilayah yang binasa. Meskipun kita bukan penjahat, kita tetap adalah orang dosa. Alkitab tidak menyebut kita sebagai penjahat, melainkan orang dosa. Alkitab mengatakan bahwa setiap orang di dunia ini adalah orang dosa. Misalnya, seorang saudara tidak terlibat dalam satu kejahatan tertentu, dia tidak melanggar hukum, maka dia bukan penjahat. Itulah sebabnya kita tidak dapat mengatakan bahwa setiap orang di dunia ini adalah penjahat. Namun setiap orang adalah orang dosa. Karena itu, beroleh selamat berarti dilepaskan dari dunia ini, yaitu Allah menyelamatkan manusia keluar dari dunia yang dihakimi Allah.
KESELAMATAN BAHTERA
Pada saat itu, Nuh dan segala makhluk hidup — burung, ternak, dan semua binatang melata — diselamatkan. Nuh melambangkan Penyelamat. Bahtera juga melambangkan Penyelamat. Nuh melambangkan Putra Allah, sedangkan bahtera melambangkan Putra Manusia. Bahtera terbuat dari kayu gofir, ini melambangkan keinsanian Tuhan Yesus. Keselamatan yang mereka alami adalah keselamatan dari dunia ini. Pada hari itu, terbelah segala mata air samudera raya yang dashyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit, dan air bah meliputi seluruh bumi. Ini bukan penghukuman terhadap masing-masing orang, melainkan penghukuman terhadap seluruh dunia. Keselamatan berati diselamatkan dari kumpulan dunia ini. Mereka yang berada dalam bahtera diselamatkan dari dunia ini. Orang yang beroleh selamat tidak dapat diselamatkan pada satu pihak, tetapi di pihak lain, dia masih tetap berada dalam dunia ini. Dia tidak dapat seperti orang duduk di atas pagar, dengan satu kaki dalam bahtera dan kaki yang lainnya berada di dunia. Setiap orang yang masuk ke dalam bahtera, dikunci di dalam bahtera itu. Setelah seseorang diselamatkan, dia tidak dapat mengasihi dunia di satu pihak, dan di lain pihak mengasihi Allah. Anda mungkin secara diam-diam berbuat demikian, namun Allah tidak akan mengizinkan Anda berbuat seperti itu di hadapan-Nya. Karena itu, setiap orang yang diselamatkan harus benar-benar menolak dunia dan tidak mengasihinya. Kita tidak boleh berpikir bahwa meskipun beberapa perkara bersifat duniawi, kita hanya perlu mengubahnya sedikit atau mengoreksinya sedikit. Sesungguhnya, Tuhan telah melepaskan kita sama sekali dari dunia. Karena kita keluar dari dunia ini, maka kita harus menempuh hidup yang sama sekali berbeda dengan dunia. Ini berbeda dengan menganjuri orang agar tidak mengasihi dunia. Orang-orang dari suatu negara bermusuhan dengan orang-orang yang berada dalam negara musuh karena di antara kedua negara tersebut terjadi permusuhan, bukan karena pipi mereka ditampar oleh seseorang dari negara musuhnya. Inilah masalah kita hari ini.
Kita adalah orang-orang yang telah dilepaskan dari dunia. Bagaimana caranya kita dilepaskan dari dunia? Allah menampakkan kepada kita bahwa dunia ini telah diduduki oleh manusia, dan umat manusia telah menentang Allah. Karena itu, Allah menyelamatkan manusia keluar dari dunia ini. Karena itu, Allah mempersiapkan satu bahtera dan mengeluarkan manusia dari dunia serta memasukkan mereka ke dalam bahtera. Allah membinasakan semua makhluk hidup di bumi, tetapi orang-orang dan semua mahkluk hidup di dalam bahtera itu dikeluarkan dari dunia dan terhindar dari kematian. Kemudian Allah membawa mereka keluar dari bahtera, supaya mereka memenuhi bumi ini. Pada saat itu, bumi menjadi suatu dunia yang baru. Ini berarti bahwa kepala yang lama, yakni Adam, beserta segala sesuatu di dalam Adam, telah ditolak Allah, dan kepala yang baru, yakni Nuh, beserta segala sesuatu di dalam Nuh, seharusnya mengekspresikan hayat yang baru, agar keturunannya dapat memenuhi seluruh bumi. Orang-orang yang saat itu berada di bumi baru melambangkan orang-orang di masa mendatang yang karena di dalam Kristus, akan berada di dalam langit baru dan bumi baru. Orang-orang yang berada di dalam bahtera melambangkan orang-orang yang berada dalam Kristus. Karena itu, orang-orang yang di dalam Kristus juga adalah orang-orang yang berada di dalam langit baru dan bumi baru kelak. Orang-orang yang berada di luar bahtera melambangkan orang-orang yang berada di dalam Adam, yang kelak akan dihakimi oleh Allah. Orang-orang yang ada di dalam bahtera melambangkan orang-orang yang ada di dalam Kristus, memiliki hayat yang baru dan dapat masuk ke dalam langit baru dan bumi baru. Karena itu keturunan yang dihasilkan dari hayat yang baru ini akan memenuhi bumi yang baru. Setiap orang yang masuk ke dalam bahtera dibawa Allah melintasi air penghakiman menuju bumi yang baru. Ini melambangkan Kristus akan memenuhi langit baru dan bumi baru.
“Terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat” (8:4). Nama “Ararat” berarti “tanah suci”. Ini melambangkan kebangkitan — keluar dari kematian, juga melambangkan kenaikan Tuhan Yesus. Bahtera itu kandas pada pegunungan Ararat, dari sana bisa melihat puncak-puncak gunung. Hari ini kita juga berada di puncak “Ararat” kita, kita telah melihat puncak gunung dan sedang menantikan keringnya tanah itu, karena Tuhan kita telah mati, bangkit, dan naik ke surga. Kita berada di pegunungan Ararat menantikan keringnya tanah itu, berarti kita menantikan Allah datang menghakimi dunia ini.
BAHTERA DAN BAPTISAN
Saat ini, perhatian kita terutama bukan tertuju kepada banyak perkara yang telah disebutkan dalam bahasan di atas. Perhatian kita khusus tertuju kepada masalah baptisan. Kita telah melihat apa yang dilakukan Nuh, dan bagaimana dia melewati kematian. Kita juga telah melihat air bah, dan bagaimana orang-orang yang diselamatkan masuk ke dalam bahtera untuk melewati kematian dan mencapai bumi yang baru. Satu Petrus 3 mengatakan bahwa kisah bahtera yang melintasi air adalah lambang dari baptisan. Hari ini, orang-orang yang duduk di sini ada yang telah dibaptis, ada juga yang belum dibaptis. Air bah itu adalah lambang dari air baptisan. Satu Petrus 3:20-21 mengatakan, “Yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan melalui air bah itu. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan.” Apakah subjek klausa ini? Subjeknya adalah baptisan yang dilambangkan oleh air. Kata kerjanya adalah “diselamatkan”. Apa yang bisa menyelamatkan kita? Baptisan bisa menyelamatkan kita. Bukankah ini mengagumkan? Dapatkah baptisan menyelamatkan seseorang? Saya harus berkata dengan tegas kepada Anda bahwa bila Anda tidak dibaptis, Anda tidak akan diselamatkan. Petrus juga mengatakan hal yang sama bahwa baptisan, yang dilambangkan oleh air bah, menyelamatkan kita melalui kebangkitan Tuhan Yesus. Selain itu, Markus 16:16 mengatakan, “Siapa yang percaya dan dibaptis pasti diselamatkan” (Tl.).
Banyak orang yang telah mengubah Markus 16:16 ini menjadi, “Siapa yang percaya dan diselamatkan akan dibaptis.” Tetapi Alkitab mengatakan bahwa baptisan mendahului keselamatan. Banyak orang yang bingung dan mengira bahwa harus diselamatkan lebih dahulu baru dapat dibaptis. Namun Alkitab menyatakan bahwa tidak dibaptis, tidak dapat diselamatkan; begitu seseorang dibaptis, dia diselamatkan. Seseorang diselamatkan, karena dia telah dibaptis.
Jangan salah memahami arti keselamatan oleh baptisan. Alkitab menyinggung keselamatan dalam berbagai aspek. Pembenaran, bagian dari keselamatan, berhubungan dengan posisi manusia di hadapan Allah. Bagian keselamatan tentang perkenan Allah terhadap manusia menekankan perbedaan antara orang beriman dengan orang berdosa. Bagian keselamatan tentang pengampunan menyinggung pendamaian atas dosa-dosa kita di masa lampau. Bagian keselamatan tentang mendapatkan hidup kekal khusus membicarakan terpisahnya kita dari kematian. Bagian keselamatan tentang beroleh selamat seperti yang dibicarakan di sini sangat erat kaitannya dengan hubungan kita dengan dunia. Keselamatan tidak semata-mata berarti terluputnya kita dari neraka di kemudian hari. Dengan tegas dikatakan, menurut Alkitab, keselamatan mengacu kepada terlepasnya kita dari dunia saat ini. Bagaimana orang dapat mengetahui bahwa kita telah diselamatkan? Bagaimana orang dapat mengetahui bahwa kita milik Kristus? Kita berkata bahwa kita telah diselamatkan, tetapi dapatkah kita membuka hati kita untuk ditunjukkan kepada orang lain bahwa kita telah diselamatkan? Kita tidak dapat melihat iman dengan mata jasmani kita. Siapakah yang dapat melihat iman? Allah dapat melihatnya. Allah melihat dan mengetahui bahwa kita telah dibenarkan, telah diperkenan, telah diampuni, dan telah menerima hidup kekal, tetapi manusia tidak melihat semua itu. Yakobus mengatakan bahwa manusia tidak dapat melihat iman, manusia hanya dapat melihat perbuatan. Perbuatan pertama setiap orang Kristen di hadapan manusia adalah menerima baptisan. Perbuatan pertama kita di hadapan Allah adalah percaya, namun perbuatan pertama kita di hadapan manusia adalah dibaptis. Baptisan adalah keluar dari dunia dan masuk ke dalam Kristus. Ini berarti keluar dari rumah untuk masuk ke dalam bahtera. Baptisan adalah sebuah pernyataan terhadap dunia, sebagaimana Nuh telah menyatakan bahwa penghakiman, murka, dan penghukuman Allah akan menimpa dunia ini karena dunia menentang, memberontak, dan menolak Allah. Nuh tidak lagi menjadi bagian dari dunia, dia telah meninggalkan semua itu untuk masuk ke bahtera yang telah disiapkan Allah baginya. Karena itu, baptisan bukan sekadar memercikkan air pada kepala atau membenamkan tubuh ke dalam air. Baptisan adalah sebuah pernyataan kepada dunia bahwa dunia tidak lagi berhubungan denganku dan aku telah dilepaskan dari dunia. Arti baptisan yang sesungguhnya ialah tadinya aku adalah orang yang hidup di dunia, tetapi kini aku telah mati melalui penghakiman terhadap Tuhan Yesus, dan aku tidak akan pernah bangun lagi. Meskipun Anda berada dalam air hanya selama beberapa detik, secara rohani itu berarti Anda tidak mungkin keluar dari air lagi. Sejak saat itu, dalam pandangan orang dunia, Anda selamanya terpisah dari dunia dan tidak lagi menjadi bagian dunia; Anda tidak akan kembali lagi. Manusia di dunia ini sangat dekat dengan orang tua, istri, dan anak-anaknya. Tetapi jika salah seorang dari antara orang yang mereka kasihi itu meninggal, mereka tidak akan mau lagi ditemani oleh orang yang telah meninggal itu. Mereka tidak mungkin mengeluarkan jenazahnya dari kubur dan menempatkannya di rumah untuk tinggal bersama mereka. Demikianlah seharusnya pandangan terhadap orang Kristen. Orang Kristen seharusnya dipandang oleh orang dunia sebagai orang mati yang telah dikuburkan.
Ada dua kelompok orang dalam dunia ini: yang satu adalah kelompok orang dunia, lainnya adalah kelompok yang telah diselamatkan dalam Kristus. Diselamatkan berarti dilepaskan dari kelompok orang dunia yang menentang Allah, yang berdosa, dan yang najis, agar masuk ke dalam kelompok Kristus. Inilah sebabnya kita harus dibaptis. Melalui baptisan kita diselamatkan. (Tentu saja sebelumnya kita harus percaya kepada Tuhan. Orang yang tidak percaya kepada Tuhan tidak dapat diselamatkan). Markus 16:16 mengatakan, “Siapa yang percaya dan dibaptis pasti diselamatkan.” Baptisan merupakan tanda kelepasan; yakni satu kelepasan yang besar. Baptisan melepaskan kita dari dunia dan segala sesuatu yang berasal dari dunia. Namun baptisan bukan hanya suatu kelepasan, tetapi juga suatu jalan masuk. Baptisan adalah jalan masuk yang mulia, jalan masuk ke dalam Kristus, ke dalam kematian-Nya.
Setiap orang yang percaya memiliki hidup kekal, ini karena darah Tuhan Yesus. Kita tidak dapat menyangkal ini. Kita diselamatkan dari dunia ini karena kita masuk ke dalam bahtera. Baptisan menandakan bahwa kita dilepaskan dari kelompok dunia ini. Andaikata ada orang bertanya, “Apakah Anda benar-benar percaya kepada Tuhan?” Anda harus menjawab, “Ya, aku benar-benar percaya Tuhan. Oleh darah Tuhan, dosa-dosaku telah diampuni. Alkitab mengatakan bahwa “Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup.” Anda tahu bahwa Anda memiliki hidup, dan Anda dengan sangat jelas telah percaya kepada Anak Allah sebagai Juruselamat Anda. Tetapi seandainya Anda kehilangan kesabaran, berdebat, dan bahkan bertengkar dengan dua atau tiga orang saudara. Setelah pertengkaran itu, bila Anda memeriksa diri Anda sendiri, Anda akan menyadari bahwa Anda masih tetap orang percaya dan tetap beroleh selamat. Anda tidak meragukan hal ini. Tetapi saudara-saudara yang lain akan meragukan bahwa Anda sudah diselamatkan. Apa artinya? Saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa banyak orang yang memenuhi syarat untuk ke surga, tetapi mereka tidak memenuhi syarat untuk hidup di bumi. Banyak orang memenuhi syarat untuk hidup di hadapan Allah, tetapi tidak memenuhi syarat untuk hidup di hadapan keluarga mereka. Banyak orang cukup baik untuk hidup di surga, tetapi tidak cukup baik untuk hidup di bumi. Itulah sebabnya Anda tidak dapat membiarkan orang lain membaptis Anda berdasarkan percaya yang Anda sendiri katakan. Anda sendiri harus memahami apa arti baptisan, baru Anda dapat dibaptis. Anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa Anda telah dilepaskan dari dunia ini. Baptisan adalah pernyataan dan pemberitahuan kepada dunia bahwa Anda tidak lagi menjadi bagian dari dunia ini dan tidak lagi berpihak kepadanya. Anda dilepaskan dari dunia ini, dan baptisan adalah pernyataan Anda, bahwa sejak hari ini Anda berpihak kepada Kristus.
Saya bukan membujuk Anda agar dibaptis. Saya sedang menunjukkan kepada Anda bahwa sebelum Anda dibaptis, Anda harus menyadari ada dua kelompok yang saling berlawanan, kelompok Adam dan kelompok Kristus. Tidak ada jalan tengah di antara kedua kelompok ini. Pada zaman Nuh, Allah menyatakan bahwa dunia adalah musuh-Nya dan bahwa dunia memusuhi Allah. Dia menunjukkan satu jalan keselamatan — setiap orang yang masuk ke dalam bahtera berarti berdiri di pihak Allah dan menaati Dia. Karena itu, Alkitab dengan sangat menakjubkan berkata bahwa masuk ke dalam bahtera dan luput dari air bah adalah satu lambang baptisan. Maka, kita harus memberitakan hal ini kepada semua orang yang akan dibaptis, juga kepada semua saudara saudari. Hari ini banyak orang yang telah dibaptis, dan banyak pula yang dibaptis di tengah-tengah kita. Mengapa Anda dibaptis? Apakah karena dibaptis merupakan satu kebiasaan dalam gereja? Apakah itu suatu liturgi agama? atau itu perintah dalam Alkitab? Atau itu adalah tanda kesungguhan menjadi orang Kristen? Atau karena umumnya orang-orang Kristen melakukan hal yang serupa? Baptisan berarti membelakangi dunia dan berpaling kepada Kristus. Ini juga berarti terpisah dari kelompok dunia dan masuk ke dalam kelompok Kristus. Tidak ada jalan tengah di antara dunia dengan Kristus. Pada bahtera itu ada sebuah pintu. Segala sesuatu yang berada di dalam pintu berarti berada dalam wilayah Kristus, dan segala sesuatu yang ada di luar pintu berarti berada dalam wilayah dunia. Bila kita memahami ini, kita tidak memerlukan orang lain untuk memberi tahu kita pada saat pembaptisan, bahwa kita harus mengubah diri kita dalam hal-hal tertentu. Dengan sendirinya kita akan tahu apa yang harus kita perbuat. Kita tidak akan berurusan dengan dunia seperti menarik rambut dan mencabutinya satu demi satu; sebaliknya, kita dapat mencukurnya sekaligus. Sayang sekali, banyak di antara kita yang tidak memahami hal ini.
Kita ingin mengubah dunia ini, tetapi Allah memberi kita satu dunia yang baru. Tidak ada satu pun metode manusia, seperti ajaran agama, sastra, ilmu pengetahuan, filsafat, maupun ajaran moralitas, yang sanggup mengubah dunia ini. Allah menunjukkan kepada kita bahwa bagaimanapun menyenangkan dan memikatnya dunia ini, dunia ini tetap adalah musuh Allah. Anda hidup di dunia ini, mengharapkan dunia ini akan berubah. Tetapi Allah tidak berharap mengubah dunia. Dia tidak memiliki cara lain dalam menghadapi dunia ini, selain menghakiminya. Ingin memperbaiki dan memperbaharui dunia dengan metode-metode manusia, entah membutuhkan berapa banyak waktu. Syukur kepada Allah, Dia hanya perlu membersihkan dunia ini dengan air, demikianlah dunia ini menjadi dunia yang baru. Pada masa Nuh, Allah membersihkan dunia dengan air. Pada masa yang akan datang, Allah akan membakarnya dengan api. Hari ini, apakah kita seperti Lot, yang tinggal di Sodom dan Gomora dan menunggu dihanguskan oleh api? Atau, apakah kita tidak terjamah oleh dunia ini? Sayang sekali, banyak orang seperti istri Lot; mereka hidup di dunia ini. Apakah kita hidup di dunia, atau apakah kita membiarkan semua perkara ini berlalu dan kemudian kita memandang kepada langit baru dan bumi baru, tempat kebenaran bersemayam?
Pada bagian atas bahtera itu terdapat satu jendela, ada satu tempat yang “tembus cahaya.” Dalam Perjanjian Lama, kata ini digunakan sebanyak dua puluh empat kali. Kata ini diartikan sebagai bulan sebanyak dua puluh tiga kali. Di sinilah satu-satunya tempat yang mengartikannya jendela atau “tempat yang tembus cahaya”. Cahaya yang masuk melalui jendela itu bukanlah cahaya yang lemah, melainkan cahaya yang sangat terang. Inilah hidup dalam terang Allah.
PERCAYA DAN DIBAPTIS, PASTI DISELAMATKAN
Saya harus mengatakan beberapa patah kata kepada orang-orang yang belum diselamatkan bahwa kita tidak dapat memperbaiki dunia ini, dan Allah akan menghakimi dunia. Bagaimana Anda dapat terhindar dari penghakiman Allah? Di dalam dan di luar bahtera ada pakal. Kata pakal sama dengan kata penebusan dalam bahasa aslinya. Maka, pakal melambangkan penebusan dosa, penutupan dosa. Bahtera itu diberi pakal di dalam dan di luarnya, yang merupakan suatu lambang penebusan Tuhan. Penebusan dibawa masuk melalui darah Tuhan Yesus, dan hidup dari semua orang yang berada dalam bahtera itu terpelihara. Air bah itu berada di luar bahtera. Bumi dipenuhi dengan air bah dan binasa karena air bah itu. Namun dalam bahtera itu, segala sesuatunya tetap hidup. Seluruh penghukuman tertanggung pada Kristus, yakni bahtera itu; tidak lagi tertanggung atas kita. Satu-satunya cara bagi mereka yang merindukan damai sejahtera, pengampunan, dan kelepasan, adalah masuk ke dalam bahtera itu. Bahkan seandainya orang-orang dunia ini membuat ribuan kapal pun, itu akan sia-sia.
Dunia ini penuh dengan penghakiman Allah, tetapi bahtera telah diberi pakal di dalamnya. Ini adalah satu lambang karya penebusan Kristus. Bahtera itu juga diberi pakal di bagian luarnya, inipun merupakan satu lambang karya penebusan Kristus. Bila Anda berada di dalam bahtera, penghakiman Allah tidak akan menimpa Anda. Andaikata ada seorang, katakanlah dia adalah istri Yafet atau istri Nuh, sedang meratap di dalam bahtera dan berkata, “Apa yang akan kita perbuat bila bahtera ini bocor dan tenggelam?” Kita semua akan menertawakan dia. Izinkan saya bertanya, “Jika Anda telah mengakui karya penebusan Kristus dan percaya bahwa penyaliban-Nya di atas salib adalah untuk menebus Anda, mengapa Anda takut menyatakan bahwa Anda sudah diselamatkan? Mengapa Anda masih merasa gelisah? Anda mungkin memikirkan apa yang akan terjadi bila darah Tuhan Yesus tidak berkhasiat. Anda seharusnya bertanya kepada diri sendiri, apakah Anda sungguh-sungguh percaya Tuhan? Apakah Anda benar-benar beriman kepada karya Kristus yang telah digenapkan? Apakah bahtera itu akan bocor? Suatu kali, ada seorang datang kepada D.L. Moody dengan air mata di pipinya. Ketika Moody menanyakan sebabnya, dia menjawab, “Aku takut kepada kebinasaan. Aku telah percaya kepada Tuhan. Tetapi apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan diriku dari kebinasaan?” Moody berkata, Alkitab mengatakan, “Siapa yang percaya, memiliki hidup kekal. Siapa yang datang kepada Tuhan, tidak akan ditolak. Allah akan menyelamatkan dengan sempurna setiap orang yang oleh Dia datang kepada Bapa.” Moody menggunakan teks yang sejenis dalam berbicara kepada orang itu selama dua sampai tiga jam, tetapi masalah orang itu masih belum terselesaikan. Orang itu berkata, “Sebenarnya aku telah sungguh-sungguh percaya kepada Allah, tetapi aku masih takut binasa.” Moody menjawab, “Aku tahu sekarang, Anda seperti salah seorang menantu perempuan Nuh, yang mungkin meratap di dalam bahtera karena ketakutan bahwa bahteranya mungkin bocor.” Orang ini berkata, “Tuan, bagaimana mungkin? Bahtera itu tidak mungkin bocor.” Moody berkata, “Anda adalah orang yang sedang meratap di dalam bahtera itu. Anda takut bahtera itu akan bocor.” Ketika orang itu mendengar perkataan ini, dia segera memahaminya.
Tuhan Yesus sanggup menyelamatkan dengan sempurna setiap orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Tidak peduli Anda pandai atau bodoh. Diselamatkan atau tidaknya Anda tergantung pada apakah Anda berada di dalam bahtera itu, tidak ada hubungan dengan keadaan Anda yang pandai atau bodoh, kaya atau miskin. Hal-hal itu tidaklah terhitung. Yang penting adalah Anda di dalam bahtera atau tidak. Hanya orang-orang yang masuk ke dalam bahtera melalui karya Kristus yang diselamatkan. Jumlah orang yang masuk ke dalam bahtera akan sama dengan jumlah orang yang keluar dari bahtera. Jumlah jiwa yang ada di dalam bahtera itu adalah jumlah jiwa yang dipelihara oleh Allah.
Jika Anda ingin menjadi orang Kristen sejati, Anda harus berada di dalam bahtera itu; Anda tidak dapat tetap berada di dunia. Anda tidak dapat diselamatkan oleh perbuatan Anda. Anda harus berkata kepada Tuhan, “Segala sesuatu yang berasal dari dunia tidak ada hubungannya denganku. Aku berdiri di pihak-Mu.” Keselamatan disempurnakan pada saat Anda memasuki pintu itu. Namun sayang, banyak orang yang hanya percaya kepada Tuhan; mereka belum memutuskan semua ikatan dengan dunia ini. Karena itu, Anda tidak hanya harus setia melayani Allah, Anda juga harus setia terhadap apa yang telah Anda lakukan sewaktu Anda dibaptis.
Baptisan tidak dapat menyelamatkan orang. Keselamatan hanya terjadi melalui kematian dan kebangkitan Tuhan. Tetapi, baptisan merupakan suatu pernyataan dari keselamatan Anda. Darah Tuhan Yesus menyelamatkan Anda ke dalam hadirat Allah, sedangkan air baptisan menyelamatkan Anda keluar dari dunia. Bahkan bila Anda lupa akan semua yang kita bahas hari ini, asalkan Anda ingat perbedaan antara kedua keselamatan ini, itu sudahlah cukup.