PEMBERONTAKAN TERAKHIR UMAT MANUSIA DAN PENGHAKIMAN DI DEPAN TAKHTA PUTIH BESAR
Dalam berita ini kita akan membahas pemberontakan terakhir umat manusia (20:7-10) dan penghakiman di depan takhta putih besar (20:11-15). Keduanya akan terjadi setelah seribu tahun itu dan sebelum datangnya langit baru dan bumi baru. Meskipun keadaan segala sesuatu di dalam Kerajaan Seribu Tahun akan ajaib, tetapi dalam umat manusia masih ada sifat alamiah yang suka memberontak. Karena Allah tahu bahwa meskipun sudah dipulihkan, manusia masih mempunyai masalah ini, maka Dia menyekap Iblis di jurang maut selama seribu tahun agar Dia dapat memakainya untuk menguji umat manusia setelah seribu tahun berlalu. Melalui ujian ini sifat alamiah manusia yang suka memberontak akan disingkapkan dan dibersihkan. Dengan demikian, hal pertama yang dibersihkan setelah Kerajaan Seribu Tahun adalah sifat alamiah manusia yang suka memberontak.
Setelah itu, yang akan dibersihkan adalah orang-orang yang tidak percaya yang telah mati, yang menunggu penghakiman di depan takhta putih besar. Penghakiman di depan takhta putih besar menanggulangi orang-orang tidak percaya yang telah mati, maut dan alam maut yang menahan orang mati, serta roh-roh jahat. Jadi, dalam bagian firman ini kita melihat pembersihan terakhir dalam alam semesta sebagai satu persiapan bagi kedatangan langit baru dan bumi baru.
Sebelum Kerajaan Seribu Tahun, banyak hal akan ditanggulangi: pelacur besar, Antikristus, nabi palsu, kekuatan dunia yang jahat. Selama Kerajaan Seribu Tahun, Tuhan akan menanggulangi ketidakmatangan umat-Nya. Jika kita tidak matang dan tidak sempurna dalam hayat kekal Allah, kita akan mempermalukan Allah. Ketidakmatangan umat Allah benar-benar memalukan Allah dan selama seribu tahun Allah akan menghapus bersih umat-Nya dari hal yang memalukan ini.
Banyak orang Kristen memiliki konsepsi yang keliru bahwa pada masa Kerajaan Seribu Tahun akan sempurna mutlak. Beberapa pengajar Kristen mengatakan bahwa ketika Kerajaan Seribu Tahun tiba, segala sesuatu dalam ekonomi Allah akan lengkap dan sempurna. Kita harus dengan tegas menyatakan bahwa konsepsi itu tidak tepat. Kerajaan Seribu Tahun masih berada pada langit lama dan bumi lama. Allah memakai setiap zaman untuk menanggulangi orang-orang dengan cara yang khusus. Dia memakai berbagai zaman untuk membuat umatnya sempurna, lengkap, dan matang, guna membangun Yerusalem Baru sebagai tempat kediaman-Nya yang kekal. Semua zaman adalah untuk tujuan ini. Seribu tahun dalam Kerajaan Seribu Tahun itu adalah zaman terakhir; dalam zaman ini hal-hal yang belum sempurna masih perlu ditanggulangi. Karena itu, langit baru dan bumi baru akan datang setelah Kerajaan Seribu Tahun, bukan sebelumnya. Dengan demikian, Kerajaan Seribu Tahun, juga merupakan zaman yang dipakai Allah untuk menyempurnakan umat-Nya yang belum matang.
Jika Anda telah matang dalam zaman ini, Anda tidak perlu menunggu zaman yang akan datang untuk dimatangkan. Tetapi jika Anda belum matang dalam zaman ini, Anda harus matang dalam zaman yang akan datang. Dalam zaman ini Allah memberikan hayat-Nya dan karunia-Nya kepada kita, dan Dia juga menyiapkan lingkungan dan ke-adaan yang kita perlukan untuk bertumbuh ke dalam kematangan. Dia memakai hal-hal dari kematian pertama, seperti kelemahan, penyakit, kesulitan dan penderitaan untuk membantu kita bertumbuh. Tetapi kalau setelah ada hayat, karunia dan lingkungan, kita masih tidak matang dalam zaman ini, lalu dalam hikmat-Nya, Allah akan memakai za-man terakhir, zaman kerajaan, untuk membuat kita matang. Bagi orang-orang yang matang dan sempurna, Kerajan Seribu Tahun adalah satu pahala dan satu kenikmatan. Tetapi bagi orang yang belum matang, Kerajaan Seribu Tahun adalah suatu kerugian dan penanggulangan.
Dalam zaman yang terakhir Allah bahkan akan menggunakan hal-hal yang berhubungan dengan kematian kedua untuk mendisiplin dan menghajar kaum beriman yang belum matang. Dia akan melakukannya dengan tujuan positif yang memaksa mereka bertumbuh ke dalam kematangan sehingga mereka dipersiapkan untuk masuk ke dalam Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru. Syukur kepada Tuhan bahwa dalam zaman ini Allah telah membuat banyak orang dari antara kita bertumbuh dewasa. Dalam zaman ini Dia juga akan menanggulangi Babel agamawi, agama Yahudi, Antikristus, nabi palsu, dan kekuatan dunia yang jahat. Kemudian Kerajaan Seribu Tahun, zaman kerajaan, akan datang sebagai satu pahala bagi orang-orang yang matang. Selama Kerajaan Seribu Tahun, orang-orang yang belum matang di antara umat Allah akan ditanggulangi sehingga mereka mencapai kematangan.
Setelah Kerajaan Seribu Tahun, sifat alamiah manusia yang suka memberontak masih terdapat pada bangsa-bangsa yang sebagai rakyat dalam Kerajaan Seribu Tahun, dan itu perlu disingkapkan dan dibersihkan. Tidak hanya demikian, orang-orang tidak percaya yang telah mati, maut dan alam maut, serta roh-roh jahat, semuanya juga perlu di-tanggulangi. Semua perkara negatif itu masih perlu dibuang ke dalam “tong sampah”. Sebab itu, selama Kerajaan Seribu Tahun, Allah akan mendisiplinkan kaum beriman yang belum matang untuk membersihkan mereka dari malu mereka dan membawa mereka ke dalam kematangan. Setelah seribu tahun, Iblis akan dilepaskan dan dipakai oleh Tuhan untuk menguji umat manusia yang suka memberontak dan membersihkan sifat alamiah manusia yang su-ka memberontak itu. Kemudian, orang-orang tidak percaya yang telah mati dan roh-roh jahat akan dihakimi di depan takhta putih besar, dan semua hal negatif, termasuk maut dan alam maut, akan disapu ke dalam “tong sampah” alam semesta, yaitu lautan api. Pada waktu itu, segala hal negatif dalam alam semesta ada di dalam lautan api, dan langit baru dan bumi baru akan datang dengan Yerusalem Baru.
I. PEMBERONTAKAN TERAKHIR UMAT MANUSIA
A. Iblis Dilepaskan dari Penjaranya
Ayat 7 mengatakan, “Setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya.” Jurang maut adalah penjara sementara bagi Iblis. Seperti yang telah kita lihat, sesudah seribu tahun, dia akan dilepaskan dari penjaranya, menjadi alat Allah untuk menguji umat manusia untuk kali terakhir.
B. Iblis Menyesatkan Bangsa-bangsa untuk Memberontak Melawan Allah
Ayat 8 mengatakan, Iblis “akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut”. Bangsa-bangsa akan pergi “ke seluruh dataran bumi dan mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu” (ayat 9). Di sini kita melihat bahwa Iblis akan menyesatkan bangsa-bangsa untuk memberontak melawan Allah. Sulit dipercaya bahwa setelah masa seribu tahun yang menyenangkan, banyak di antara bangsa-bangsa akan memberontak melawan Allah dan berperang melawan Allah. Namun, faktanya demikian. Perang itu adalah perang terakhir di bumi, juga pemberontakan terakhir umat manusia. Meskipun umat manusia dipulihkan selama seribu tahun, sifat alamiahnya yang suka memberontak masih tetap ada. Ini disingkapkan oleh hasutan Iblis yang terakhir dan dibersihkan oleh penghakiman Tuhan yang terakhir atas umat manusia.
Menurut Yehezkiel 38:2-3 dan 39:1-2, Gog dan Magog pasti mengacu kepada Rusia. Yehezkiel 38:2 (American Standard Version) menyatakan bahwa Gog dan Magog adalah milik Rosh, Mesekh, dan Tubal. Rosh sama dengan Rusia; Mesekh sama dengan Moskow; Tubal sama dengan Tobolsk. Yehezkiel 39:2 (ASV) mengatakan tempat-tempat tersebut ada di lokasi yang paling utara. Perihal Gog dan Magog yang dibicarakan dalam Yehezkiel 38 dan 39, akan terjadi sebelum Kerajaan Seribu Tahun, sedangkan yang tercantum mengenai mereka dalam Wahyu 20 akan terjadi setelah Kerajaan Seribu Tahun. Wahyu 20:8 menampakkan bahwa penyesatan Iblis atas bangsa-bangsa di keempat pen-juru bumi adalah penyesatannya terhadap Gog dan Magog. Ini mungkin menunjukkan bahwa dalam pemberontakan terakhir manusia terhadap Allah yang dikarenakan hasutan Iblis, Gog dan Magog akan bertindak sebagai pemimpin dan bangsa-bangsa akan mengikuti mereka.
Ingatlah bahwa Iblis akan “menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog”. Menurut ayat ini, Gog dan Magog sama dengan bangsa-bangsa di empat penjuru bumi. Tetapi apakah Gog dan Magog sesungguhnya adalah bangsa-bangsa di keempat penjuru bumi? Tidak. Sebab itu, ini pasti menyatakan bahwa Gog dan Magog akan memimpin bangsa-bangsa untuk memberontak melawan Allah di bawah hasutan Iblis. Lihatlah situasi dunia hari ini. Semua negara komunis berada di bawah pengaruh atau kendali Rusia, yaitu di bawah Gog dan Magog. Ketika Iblis menghasut Gog dan Magog untuk memberontak, dia sesungguhnya menghasut bangsa-bangsa di empat penjuru bumi untuk memberontak, karena semua negara komunis akan mengikuti Rusia. Dengan demikian, ayat ini menyatakan bahwa karena pengaruhnya yang kuat, Rusia akan mempengaruhi bangsa-bangsa lain dan memimpin mereka dalam pemberontakan. Karena sifat alamiah manusia yang suka memberontak sudah berakar dalam dirinya, maka sifat itu masih ada setelah seribu tahun. Bagian manakah dari bumi ini yang orang-orangnya paling memberontak melawan Allah? Jawabnya tentu saja Rusia. Alkitab tidak membiarkan kita tidak jelas dalam hal ini. Jika kita membaca Alkitab dengan teliti dalam terang mengenai situasi dunia hari ini, kita akan menyembah Allah. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa sumber pemberontakan umat manusia adalah bagian yang paling utara, tanah Gog dan Magog, Rusia. Pikiran memberontak melawan Allah berakar sangat dalam pada orang-orang di bumi bagian ini.
Saya percaya bahwa bumi bagian ini adalah sesuatu yang dalam Kitab Wahyu disebut “bagian yang ketiga” (8:7). Lima puluh tahun yang lalu saya mengenal nubuat-nubuat alkitabiah, tetapi saya tidak melihat banyak penggenapannya. Tetapi hari ini sejumlah nubuat telah digenapi. Mungkin sedikit waktu lagi, lebih banyak nubuat juga akan digenapi. Menurut yang saya pelajari mengenai nubuat alkitabiah, bumi hari ini mempunyai satu bagian, bagian ketiga, yang sangat gelap. Bahkan setelah seribu tahun, orang-orang bumi bagian ini akan bekerjasama dengan Iblis memberontak melawan Allah. Jumlah orang-orang yang memberontak melawan Allah adalah “seperti pasir di laut”. Negara mana yang dapat membangkitkan orang-orang sejumlah ini? Jawabnya tentu saja Rusia dan negara-negara komunis yang di bawah pengaruhnya. Negara-negara komunis mempunyai satu cara untuk menggerakkan orang-orang, dan mereka akan mengumpulkan orang-orangnya bersama-sama untuk peperangan yang terakhir ini.
Ayat 9 mengatakan bahwa bangsa-bangsa akan mengepung kemah orang-orang kudus dan kota yang dikasihi. Perkemahan orang-orang kudus adalah tempat tinggal sementara kaum beriman pemenang, pasukan surgawi (19:14) yang berkemah di bumi. Kita, pasukan surgawi, akan berkemah di sana, dan bangsa-bangsa di bawah pengaruh Gog dan Magog akan menyerang kita. Kota yang dikasihi adalah kota Yerusalem, tempat tinggal bangsa Israel yang tersisa. Dalam Kerajaan Seribu Tahun, kaum beriman pemenang dan bangsa Israel yang tersisa adalah umat Allah yang setia di bumi, berdiri di pihak Allah dan bagi Allah. Pada akhir Kerajaan Seribu Tahun, Iblis akan menghasut umat manusia pemberontak dari tempat yang paling utara untuk menyerang umat Allah. Iblis sangat membenci kedua tempat ini, perkemahan orang-orang kudus dan kota yang dikasihi! Akan tetapi, api akan turun dari langit dan menghangus-kan pemberontak-pemberontak itu. Puji Tuhan, Dia dengan mudah menaklukkan orang-orang yang menyerang itu!
C. Iblis Dilemparkan ke Dalam Lautan Api
Ayat 10 mengatakan, “Dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka di-siksa siang malam sampai selama-lamanya.” Lautan api disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41). Namun, binatang itu dan nabi palsu, juga kambing-kambing dalam Matius 25:32-33, 41, akan dilemparkan ke dalam lautan api lebih awal seribu tahun daripada Iblis (19:20). Setelah seribu tahun, Iblis pun akan dilemparkan ke dalam lautan api. Setelah Kerajaan Seribu Tahun, sifat alamiah manusia yang suka memberontak akan dibersihkan sama sekali, dan Iblis akan dilemparkan ke dalam lautan api.
Tidak semua bangsa akan berbagian dalam pemberontakan terakhir itu. Bangsa-bangsa dari Kerajaan Seribu Tahun yang tidak memberontak melawan Allah akan dipindahkan ke dalam langit baru dan bumi baru untuk menjadi bangsa-bangsa di sana. Wahyu 21:24-27 membicarakan tentang bangsa-bangsa sekeliling Yerusalem Baru. Bangsa-bangsa itu akan dibersihkan sepenuhnya dari sifat alamiah mereka yang suka memberontak. Sungguh pembersihan yang tuntas! Pada akhir Kerajaan Seribu Tahun, ketidakmatangan umat Allah yang belum matang akan terselesaikan, sifat alamiah umat manusia yang suka memberontak akan dibersihkan, dan Iblis akan dilemparkan ke dalam lautan api. Hanya orang-orang tidak percaya yang telah mati, maut dan alam maut, serta roh-roh jahat yang masih perlu ditanggulangi. Ini akan dilaksanakan di depan takhta putih besar.
II. PENGHAKIMAN DI DEPAN
TAKHTA PUTIH BESAR
A. Takhta Putih Besar Melambangkan Penghakiman Tuhan Itu Adil
Ayat 11 mengatakan, “Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.” Putih di sini melambangkan keadilan, menyatakan bahwa takhta besar penghakiman Allah itu adil.
B. Dia yang Duduk di Atas Takhta
Kristus adalah Dia yang duduk di atas takhta putih besar. “Dia” dalam ayat 11 pasti mengacu kepada Tuhan Yesus. Allah Bapa telah “menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak” (Yoh. 5:22) dan telah menentukan Dia menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati (Kis. 10:42; 17:31; 2 Tim. 4:1; Rm. 2:16). Matius 25:31-46 mengatakan bahwa sebelum Kerajaan Seribu Tahun Tuhan akan menghakimi orang-orang hidup. Di sini dikatakan bahwa setelah Kerajaan Seribu Tahun, Dia akan menghakimi orang-orang mati.
C. Lenyaplah Bumi dan Langit
Ayat 11 mengatakan bahwa bumi dan langit akan lenyap dari hadapan Dia yang duduk di atas takhta, dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Langit yang lama dan bumi yang lama akan berubah (Ibr. 1:11-12). Langit yang lama akan berlalu, unsur-unsurnya akan dibakar habis; dan bumi yang lama pun akan dibakar habis (2 Ptr. 3:10).
D. Orang Tidak Percaya yang Mati Akan Dihakimi
Ayat 12 mengatakan, “Aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.” Kata “berdiri” di sini menunjukkan bahwa orang-orang mati telah dibangkitkan. Ini mengacu kepada kebang-kitan orang-orang yang tidak percaya, kebangkitan pengha-kiman, setelah Kerajaan Seribu Tahun (Yoh. 5:28-29; 1 Kor. 15:23-24). Orang-orang tidak percaya yang telah mati akan dihakimi oleh hal-hal yang tertulis dalam kitab-kitab itu. Kitab-kitab itu mencantumkan pekerjaan dan perbuatan orang-orang yang tidak percaya. Mereka akan dihakimi menurut apa yang tercantum dalam kitab itu. Kitab lain yang dibuka, kitab kehidupan, adalah catatan nama-nama kaum beriman (13:8; 17:8; Luk. 10:20). Orang-orang yang tidak percaya akan dihakimi berdasarkan hal-hal yang tercatat dalam kitab-kitab itu, menurut perbuatan mereka. Semua yang telah mereka katakan dan lakukan tercatat dalam kitab-kitab itu. Dalam Matius 12:36 Tuhan Yesus berkata, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang di-ucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” Setiap kata sia-sia akan direkam. Perekam alam semesta akan merekam setiap perkataan yang diucap-kan manusia. Pada takhta putih besar, kitab-kitab akan dibuka, dan Tuhan akan mengatakan kepada orang tidak percaya yang mati, “Inilah yang telah kaukatakan, dan ini-lah yang telah kauperbuat.” Setiap mulut akan terkatup. Allah adalah Allah; Dia memperhatikan setiap orang.
E. Roh-roh Jahat Dihakimi
Ayat 13 mengatakan, “Lalu laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya.” Karena orang-orang tidak percaya yang mati tenggelam di laut tercakup dalam orang-orang mati di dalam alam maut, maka orang-orang mati yang diserahkan oleh laut di sini tidak mencakup umat manusia yang tidak percaya. Mereka yang mati ini mungkin adalah roh-roh makhluk hidup sebelum zaman Adam, yaitu roh-roh jahat hari ini — Mat. 8:31-32; 12:43 (lihat Pelajaran-Hayat Kejadian, berita kedua). Ini pun mungkin menunjukkan bahwa roh-roh jahat hari ini akan dihakimi bersama umat manusia yang tidak percaya di depan takhta putih besar.
Anda mungkin heran mendengar bahwa tidak hanya umat manusia tetapi juga roh-roh jahat akan dihakimi pada takhta putih besar. Sekali lagi saya katakan, bukan-lah hal yang mudah untuk memahami Alkitab. Kebanyakan pembaca Alkitab mengira bahwa orang-orang mati yang diserahkan oleh laut adalah mereka yang tenggelam di laut. Tetapi mereka yang tenggelam di laut sesungguhnya termasuk di antara mereka yang diserahkan oleh maut dan kerajaan maut. Ingatlah bahwa ayat 13 juga mengatakan, “dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya”. Dengan ini kita nampak bahwa orang-orang mati yang diserahkan oleh laut pastilah jenis makhluk yang lain. Dalam Pelajaran-Hayat Kejadian berita kedua telah kami jelaskan bahwa pada zaman sebelum Adam, ada makhluk-makhluk hidup yang memiliki roh. Setelah penghakiman Allah atas Iblis dan mereka yang mengikutinya dalam pemberontakannya, makhluk-makhluk itu menjadi roh-roh jahat, dan laut menjadi tempat tinggal mereka. Karena itulah roh-roh jahat menyebabkan babi-babi masuk ke dalam laut (Mat.8:31-32). Dengan demikian, laut akan memberikan semua roh jahat, yang akan diha-kimi di depan takhta putih besar.
F. Maut dan Kerajaan Maut
Dilemparkan ke Dalam Lautan Api
Ayat 14 mengatakan, “Kemudian maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api.” Lautan api adalah “tong sampah” alam semesta. Semua hal negatif, termasuk maut dan kerajaan maut, akan dilemparkan ke dalamnya. Maut adalah musuh terakhir yang dibinasakan oleh Tuhan (1 Kor. 15:26).
Pada kematian pertama, jiwa dan roh manusia yang jatuh terpisah dengan tubuhnya, dan binasa di tempat pen-deritaan dalam alam maut (Luk. 16:22-24). Pada kematian yang kedua, jiwa dan roh bersatu kembali dengan tubuh yang bangkit, kemudian dilemparkan ke dalam lautan api bersama tubuhnya. Itu berarti, seluruh diri orang yang tidak percaya — roh, jiwa, dan tubuh mereka — akan binasa dalam siksaan kekal di lautan api.
G. Setiap Orang yang Namanya
Tidak Ditemukan dalam Kitab Hayat
akan Dilemparkan ke dalam Lautan Api
Ayat 15 mengatakan, “Setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia di-lemparkan ke dalam lautan api itu.” Orang-orang yang tidak percaya yang binasa akan dihakimi menurut kitab-kitab itu, yaitu catatan perbuatan-perbuatan mereka (ayat 12-13), namun mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api menurut kitab kehidupan (hayat). Ini menunjukkan, meskipun mereka dijatuhi hukuman oleh Tuhan karena perbuatan-perbuatan jahat mereka, tetapi mereka binasa karena ketidakpercayaan mereka, karena nama mereka tidak tertulis dalam kitab hayat. Tidak percaya kepada Tuhan Yesus adalah satu-satunya dosa yang menyebabkan orang binasa (Yoh. 16:9). Lautan api pada mulanya disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41). Karena orang-orang yang tidak percaya mengikuti Iblis, mereka akan berbagian dalam penghakiman atas Iblis (Yoh. 16:11), dan akan bersama-sama menerima siksaan kekal yang diderita Iblis. Karena roh-roh jahat mengikuti Iblis, mereka juga akan mengalami nasib yang sama.