← Daftar isi Wahyu (3) · bab 6/18

KERAJAAN SERIBU TAHUN

Dalam berita ini kita sampai pada Kerajaan Seribu Tahun. Dalam Perjanjian Lama banyak ayat mengenai Krajaan Seribu Tahun (Mzm. 2:6, 8-9; Yes. 2:2-5; 11:1-10; 65:20-25; 30:26; Za. 8:20-23; Mzm. 72:1-17; Yes. 4:2-6; 9:6; 12:1-5; 16:5; 32:1-2; 40:9-11; 61:4-9; Za. 14:16-21). Dalam Perjanjian Lama, kerajaan adalah kabar baik yang diumum-kan kepada umat manusia melalui nabi-nabi.

Setelah pengangkatan kaum pemenang dan sebelum di-mulainya Kerajaan Seribu Tahun, banyak peristiwa akan terjadi. Segera setelah pengangkatan anak laki-laki, suara yang nyaring dari surga berkata, “Sekarang telah tiba keselamatan dan kekuatan dan kerajaan Allah kita dan kekuasaan Kristus-Nya” (12:10 Tl.). Namun sesungguhnya saat itu kerajaan belum datang, karena tiga setengah tahun kesusahan besar masih belum tiba. Meskipun demikian, dalam pandangan orang-orang yang telah diangkat ke surga, kerajaan sudah datang. Selama tiga setengah tahun itu akan terjadi peristiwa-peristiwa ini: pengangkatan sebagian besar orang-orang kudus; pembinasaan Babilon agamawi; pemusnahan ajaran Yahudi; dan runtuhnya Babilon materi. Setelah semuanya itu, akan ada perang Harmagedon. Seluruh bumi harus dibersihkan sebagai satu persiapan bagi kedatangan kerajaan Allah. Sampai pada pasal 20, hampir semuanya telah dibersihkan. Hanya satu yang masih tinggal, yaitu Iblis, dia adalah sumber segala masalah. Karena itu, hal pertama yang disebutkan dalam pasal 20, pasal yang mengenai Kerajaan Seribu Tahun, adalah pengikatan Iblis.

I. PEMENJARAAN IBLIS

Dalam 20:1-3 kita melihat pemenjaraan Iblis. Setelah Antikristus dikalahkan, Iblis diikat dan dipenjarakan untuk membersihkan bumi yang memberontak sehingga kerajaan Kristus dapat datang (ayat 4-6). Iblis akan diikat dan dicampakkan ke dalam jurang maut, yang berada di jantung bumi. Iblis akan dipenjarakan di sana selama seribu tahun. Setelah itu, “ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (ayat 3). Tuhan Yesus akan melemparkan Anti-kristus dan nabi palsu langsung ke dalam lautan api, karena Dia tidak membutuhkan mereka lagi. Akan tetapi, setelah perang Harmagedon, Iblis masih berguna bagi Tuhan.

Setelah perang Harmagedon, Tuhan akan mendirikan takhta kemuliaan-Nya di Yerusalem dan mengumpulkan di hadapan-Nya semua bangsa yang masih ada di bumi. Kemudian Dia akan melaksanakan penghakiman-Nya atas mereka. Seperti yang telah dijelaskan, itu adalah penghakiman Kristus atas orang yang hidup menurut Injil kekal yang diberitakan oleh malaikat di langit (14:6). “Kambing-kambing” akan pergi ke api kekal yang disiapkan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya, dan “domba-domba” akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun sebagai warga negara (Mat. 25:34). Meskipun “domba-domba” ini akan dipulihkan, mereka tidak akan dilahirkan kembali. Mereka masih mempunyai sifat yang suka memberontak, dan dengan demikian mereka perlu menempuh ujian seribu tahun lagi. Karena Tuhan akan memakai Iblis untuk menguji mereka, Dia tidak akan membuang Iblis ke dalam lautan api pada permulaan Kerajaan Seribu Tahun, melainkan Iblis akan disekap di dalam jurang maut selama seribu tahun. Ketika seribu tahun lewat, Tuhan akan melepaskan Iblis dari jurang maut dan memakai dia untuk menguji bangsa-bangsa yang ada di bumi selama seribu tahun itu. Dalam berita yang akan datang kita akan melihat bahwa Gog dan Magog, orang-orang Rusia, akan tidak lulus. Di bawah hasutan Iblis, mereka akan sekali lagi memberontak melawan Allah. Di sini kita dapat melihat bahwa Iblis masih berguna di tangan Allah untuk membersihkan umat manusia.

II. KERAJAAN SERIBU TAHUN

Kisah Para Rasul 3:21 mengatakan, “Sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” Pemulihan ini tidak hanya akan mempengaruhi manusia, tetapi juga seluruh ciptaan — langit, bumi, binatang-binatang, dan bahkan tumbuh-tumbuhan. Segala se-suatu yang dikutuk karena kejatuhan manusia akan dipulihkan. Yesaya 30:26 mengatakan, “Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari.” Hari ini matahari dan bulan tidak normal, sebab mereka telah dikutuk karena pemberontakan Iblis dan kejatuhan manusia. Seperti Kejadian 3:17-18 menunjukkan, bumi telah dikutuk karena kejatuhan manusia. Jadi, bumi hari ini juga tidak normal.

Ketika bani Israel akan masuk ke dalam tanah permai yang mengalirkan susu dan madu, Musa mengirim dua belas pengintai untuk menyelidiki tanah itu (Bil. 13:1-2). Peng-intai-pengintai itu membawa pulang setandan anggur yang besar sehingga perlu 2 orang untuk mengangkutnya (Bil. 13:23). Pada tahun 1958, saya mengunjungi daerah itu dan saya sengaja ingin tahu anggur macam apa yang ada di sana. Pemandu wisata membawakan saya setandan anggur kecil. Ketika saya bertanya mengapa begitu kecil, saya diberi tahu bahwa tanahnya tidak subur dan hujannya sangat sedikit. Sepanjang abad, angin telah meniup semua humus. Karena itulah, hampir tidak ada yang dapat tumbuh di sana. Menurut nubuat dalam Kitab Ulangan, tanah itu telah dikutuk karena berdosanya bani Israel. Karena itu, tanah itu telah menjadi abnormal. Demikian pula, alam semesta sudah abnormal. Tetapi, ketika Kerajaan Seribu Tahun datang, segala sesuatu akan dipulihkan.

Dalam Kitab Yesaya, Zakharia, dan Mazmur banyak nubuat mengenai Kerajaan Seribu Tahun. Pada waktu pemulihan, tidak hanya umat manusia, tetapi juga seluruh ciptaan, akan dipulihkan pada keadaannya yang semula. Binatang buas dan ternak akan dipulihkan sedemikian rupa sehingga “srigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing” (Yes. 11:6). Ini tidaklah aneh, melainkan normal dan biasa. Yesaya 11:8 mengatakan, “Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.” Bahkan nyamuk yang suka mengganggu akan termasuk yang dipulihkan. Ketika seekor nyamuk menggigit saya, saya teringat bahwa nyamuk itu perlu dipulihkan. Setelah dipulihkan, mereka akan membuat suara musik; mereka tidak akan menggigit. Jangan membenci mahluk seperti nyamuk, lalat, atau tikus tanah. Sebaliknya, Anda harus menyalahkan Adam, karena kejatuhannya mendatangkan kutukan atas mahluk ciptaan. Tetapi ketika Kristus datang kembali, segala sesuatu akan dipulihkan. Pohon-pohon akan tumbuh dengan subur, dan bunga-bunga akan mekar dengan semarak. Yesaya 35:1-2 mengatakan, “Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai.” Selanjutnya, “mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air” (Yes. 35:6-7). Juga, “Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus” (Yes. 35:8). Kitab Yesaya penuh dengan gambaran tentang Kerajaan Seribu Tahun.

Menurut nubuat-nubuat Alkitab, Kerajaan Seribu Tahun terbagi atas dua bagian: bagian yang di atas, surgawi, dan bagian yang di bawah, bumiah. Kerajaan Seribu Tahun yang bagian atas disebut Kerajaan Bapa (Mat. 13:43), dan bagian yang di bawah disebut kerajaan Anak Manusia (Mat. 13:41). Kerajaan Mesias adalah nama lain untuk Kerajaan Seribu Tahun bagian bawah.

Dalam Kerajaan Seribu Tahun ada tiga golongan orang. Yang pertama adalah orang-orang kudus pemenang, meliputi orang-orang kudus pemenang dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Orang-orang kudus pemenang ini akan meraja bersama Kristus. Kristus adalah Raja yang tertinggi, dan kita akan menjadi raja-raja di bawah-Nya. Karena itu, bagian yang di atas adalah bagian rajani dari Kerajaan Seribu Tahun.

Golongan yang kedua, ada di bagian yang bawah, adalah bangsa Yahudi yang dilindungi dan yang baik, yang akan diselamatkan pada waktu Tuhan datang kembali. Menurut Zakharia 12:10-14, orang-orang Yahudi ini akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan kemudian mereka akan bertobat. Ini adalah sepertiga bagian orang Yahudi yang akan melewati api dan dimurnikan (Za. 13:9). Orang-orang Yahudi yang diselamatkan ini akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun sebagai imam-imam dan akan mengajar bangsa-bangsa untuk mencari Allah dan mengenal Dia. Yesaya 2:2-3 akan tergenapi pada waktu itu. Ayat 3 mengatakan, “Dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ‘Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke ru-mah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” Bangsa-bangsa akan belajar tentang Allah melalui pengajaran orang-orang Yahudi, yang adalah imam-imam. Yesaya 61:6 dengan jelas mengatakan, “Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita.” Firman ini juga akan digenapi selama Kerajaan Seribu Tahun, ketika bangsa-bangsa mengakui orang-orang Yahudi sebagai imam-imam Allah.

Zakharia 8:23 mengatakan, “Beginilah firman TUHAN semesta alam: ‘Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar bahwa Allah menyertai kamu!” Ayat ini menyatakan bahwa setiap orang Yahudi akan menjadi berharga. Pada waktu itu jumlah orang Yahudi yang diselamatkan sangat sedikit sehingga sepuluh orang dari bangsa-bangsa akan memegang seorang Yahudi dan berkata, “Tolonglah kami mengenal Allah. Kami ingin diajar olehmu, karena kami telah mendengar bahwa Allah telah memberkati kamu. Kami ingin menikmati berkatmu. Beritahukanlah kepada kami tentang Allah dan ajarlah kami bagaimana menyembah Dia.” Pada hari-hari itu orang-orang Yahudi akan disambut dengan hangat.

Kelompok ketiga dari orang-orang dalam Kerajaan Seribu Tahun adalah “domba” dalam Matius 25. Kita telah melihat bahwa “domba” ini akan dipindahkan ke dalam Kerajaan Seribu Tahun untuk menjadi bangsa-bangsa di sana.

Dalam Kerajaan Seribu Tahun bagian bawah, yang di-sebut kerajaan Anak Manusia, Yesus sebagai keturunan Daud akan menjadi Raja atas bangsa Yahudi dan melalui bangsa Yahudi memerintah segala bangsa. Dia akan berada di takhta Daud menjadi Raja atas segala bangsa melalui bangsa Yahudi. Inilah kerajaan Anak Manusia dan kerajaan Mesias; ini juga adalah kemah Daud yang dibicarakan dalam Kisah Para Rasul 15:16. Kemah Daud telah roboh. Tetapi ketika Kerajaan Seribu Tahun tiba, Kristus akan mendirikan lagi kemah Daud. Kemah Daud adalah kerajaan Daud. Dalam 2 Samuel 7:16 Allah berjanji untuk mengokohkan kerajaan Daud selamanya. Kerajaan kekal ini adalah bagian bawah dari Kerajaan Seribu Tahun, kerajaan Anak Manusia dan Mesias. Pemenang yang meraja ada di Kerajaan Seribu Tahun bagian atas, dan orang-orang Yahudi yang menjadi imam dan bangsa-bangsa ada di bagian bawah.

Bila kita jelas terhadap hal-hal ini, kita akan menda-patkan bantuan yang besar. Jika Anda memahaminya, ketika Anda membaca Alkitab, Anda akan tahu ayat mana yang menunjukkan bagian atas dan ayat mana yang mengacu kepada bagian bawah. Anda akan tahu ayat mana mengacu kepada raja-raja, mana yang mengacu kepada imam-imam, dan mana yang mengacu kepada bangsa-bangsa.

A. Takhta-takhta dan Penghakiman

Wahyu 20:4 mengatakan, “Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi.” Kata “mereka” mengacu kepada para pemenang. Mereka sekarang duduk di atas takhta-takhta, dan kuasa untuk menghakimi telah diberikan kepada mereka. Mendapat kuasa untuk menghakimi berarti mendapatkan kerajaan (lihat Dan. 7:10, 18, 22). Hal ini menunjukkan bahwa para pemenang telah mendapatkan kerajaan dan kini sedang menikmatinya.

B. Kaum Beriman Pemenang Meraja

Bersama Kristus Selama Seribu Tahun

Ayat 4 juga mengatakan, “Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak me-nyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan me-reka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.” Orang-orang yang telah “dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah” adalah para martir sepanjang zaman gereja, seperti yang disebutkan dalam 6:9. Tidak perlu diragukan, Petrus, Paulus, Yakobus, Stefanus, dan banyak lagi yang terbunuh sepanjang abad termasuk di dalamnya. Orang-orang kudus itu, yang menjadi martir bagi kesaksian Yesus dan bagi firman Allah, akan bangkit untuk meraja bersama Kristus.

Para martir dalam kesusahan besar adalah orang-orang yang tidak menyembah binatang itu atau patungnya dan tidak menerima tandanya pada dahi atau tangan mereka. Setelah pengangkatan para pemenang, banyak orang kudus akan menjadi martir karena mereka tidak mau menyembah Antikristus atau menerima tandanya pada dahi atau tangan mereka. Orang-orang kudus yang menjadi martir ini juga akan dibangkitkan untuk meraja di dalam Kerajaan Seribu Tahun.

Dalam prinsipnya, raja-raja ini seharusnya mencakup para pemenang yang diangkat hidup-hidup. Jika anak lakilaki akan menjadi raja, tentu buah bungar juga akan menjadi raja.

Dalam Matius 25:21 dan 23 Tuhan berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam hal kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Ayat-ayat ini mengacu kepada kenikmatan para pemenang dalam Kerajaan Seribu Tahun. Kepada hamba yang rajin Tuhan akan berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu! Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Aku mempunyai sesuatu untuk kau atur.” Inilah kenikmatan kaum beriman pe-menang dalam Kerajaan Seribu Tahun.

C. Kebangkitan yang Pertama

1. Kebangkitan yang Terbaik

Para pemenang akan menikmati kebangkitan yang terbaik. Ayat 6 mengatakan tentang “kebangkitan pertama”. Kata “pertama” di sini sama dengan kata “terbaik” dalam Lukas 15:22. Dalam Lukas 15, bapa itu berkata tentang anak hilang yang telah kembali, “Bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya.” Karena itu, kebangkitan yang pertama dalam ayat 6 sesungguhnya dapat diterjemahkan “kebangkitan yang terbaik”. Para pemenang akan menikmati kebangkitan ini.

2. Kebangkitan Ekstra

Kebangkitan yang pertama juga adalah kebangkitan yang luar biasa yang dikejar Rasul Paulus (Flp. 3:11). Dalam bahasa Yunani dapat diterjemahkan “kebangkitan yang menonjol”. Ini berarti kebangkitan ini lain dari kebangkitan yang umum. Kebangkitan ini adalah kebangkitan dengan kehormatan, dapat diumpamakan dengan lulus dengan kehormatan. Kebangkitan ini adalah kebangkitan rajani sebagai pahala yang dianugerahkan kepada para pemenang, supaya mereka dapat menjadi raja bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun. Jadi, berbahagia dan kuduslah orang yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu (20:6). Yang berbagian dalam hasil kebangkitan ini bukan hanya para pemenang yang dibangkitkan, seperti anak laki-laki dalam 12:5 dan para martir belakangan dalam 15:2, tetapi juga mencakup para pemenang yang terangkat hidup-hidup, seperti buah bungar dalam 14:1-5.

3. Kebangkitan Hayat

Ketika saya masih muda, saya mengira hanya kaum beriman yang akan dibangkitkan dan orang-orang yang tidak percaya tidak akan dibangkitkan. Seolah-olah bagi saya kebangkitan adalah berkat khusus yang diberikan kepada kaum beriman. Akhirnya saya tahu bahwa orang-orang yang tidak percaya juga akan dibangkitkan. Yohanes 5:29 berbicara tentang “kebangkitan hayat” dan “kebangkitan penghakiman”. Kebangkitan hayat adalah kebangkitan kaum beriman yang diselamatkan sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Kebangkitan penghakiman adalah kebangkitan orang-orang yang tidak beroleh selamat setelah Kerajaan Seribu Tahun. Kaum beriman yang telah mati akan dibangkitkan untuk menikmati hayat kekal pada kedatangan kembali Tuhan Yesus. Karena itu, kebangkitan mereka disebut kebangkitan hayat. Tetapi semua orang tidak percaya yang mati akan dibangkitkan setelah seribu tahun untuk dihakimi pada takhta putih besar (20:11-15). Karena itu, kebangkitan mereka disebut kebangkitan penghakiman.

4. Kebangkitan Pahala

Kebangkitan pertama juga adalah kebangkitan pahala. Lukas 14:14 mengatakan, “Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya ke-padamu. Sebab engkau akan mendapat balasannya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” Kebangkitan ini ada-lah kebangkitan dengan satu pahala.

Tidak semua orang kudus yang telah mati dibangkit-kan pada saat yang sama. Sedikitnya, kedua saksi dalam pasal 11 akan dibangkitkan tersendiri. Tiga setengah hari setelah kematian mereka, mereka akan dibangkitkan (11:11). Selain itu, anak laki-laki, yang akan diangkat sebelum sangkakala kelima, akan dibangkitkan lebih awal daripada sebagian besar kaum beriman, yang akan dibangkitkan pada waktu sangkakala ketujuh ditiup. Kita dapat memakai 1 Korintus 15 dan 1 Tesalonika 4 untuk membicarakan kebangkitan secara umum, mengatakan kepada orang-orang bahwa kaum beriman yang telah mati akan dibangkitkan ketika Tuhan datang kembali. Namun, kita masih perlu mengetahui rincian mengenai kebangkitan kaum beriman. Contohnya, anak laki-laki akan dibangkitkan sebelum kesusahan besar, dan sebagian besar kaum saleh yang telah mati akan dibangkitkan menjelang berakhirnya kesusahan besar. Selanjutnya, kebangkitan para pemenang belakangan yang akan berdiri di atas lautan kaca mungkin terjadi pa-da waktu yang lain lagi. Tentu saja, mereka tidak akan di-bangkitkan bersama anak laki-laki, karena mereka akan menjadi martir selama kesusahan besar. Mereka juga belum tentu akan dibangkitkan bersama dengan sebagian besar kaum saleh yang telah mati. Karena itu, ada tiga atau empat macam kebangkitan kaum beriman: kebangkitan anak laki-laki, kebangkitan kedua orang saksi, kebangkitan para pemenang belakangan, dan kebangkitan sebagian besar kaum beriman yang telah mati. Jangan merasa puas hanya dengan kebangkitan kaum beriman secara umum, kita harus mendambakan berbagian dalam kebangkitan yang terbaik.

5. Berbahagialah Orang yang Berbagian dalam Kebangkitan Ini

Ayat 6 mengatakan, “Berbahagia dan kuduslah orang yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu.” Ini tentu berkat bahagia yang paling tinggi — mewarisi kera-jaan yang terwujud di bumi dan bahkan menjadi raja di dalamnya.

6. Kematian yang Kedua Tidak Berkuasa

atas Orang-orang yang Berbagian

dalam Kebangkitan Ini

Mengenai orang yang berbagian dalam kebangkitan yang pertama, ayat 6 mengatakan, “Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka.” Ini sulit untuk dimengerti. Lautan api disebut kematian yang kedua (20:14). Ada orang mengatakan, “Kaum beriman akan dibangkitkan sebelum Kerajaan Seribu Tahun dan tidak mungkin dimasukkan ke dalam lautan api, yaitu kematian kedua.” Alki-tab tidak sesederhana itu. Kita telah nampak bahwa Iblis berguna di dalam tangan Allah. Demikian juga, maut adalah sesuatu yang berguna bagi Dia. Segala keadaan yang negatif berhubungan dengan maut. Contohnya kelemahan. Semua kelemahan — jasmani, mental, dan rohani — berasal dari maut. Kelemahan adalah kartu kunjungan maut. Ketika maut hendak mengunjungi seseorang, ia tidak datang secara langsung. Sebaliknya, mula-mula ia datang dalam bentuk kelemahan. Kelemahan diikuti penyakit, dan penyakit diikuti oleh kematian. Dengan demikian, kelemahan dan penyakit berasal dari maut. Selain itu, semua masalah dan kesukaran yang kita hadapi dalam hidup juga milik maut. Ketika para pemenang masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun bagian atas untuk meraja bersama Kristus, mereka tidak memiliki kelemahan, penyakit, masalah, dan kesukaran. Dengan kata lain, mereka tidak lagi diganggu oleh kematian.

Kematian sebelum kebangkitan adalah kematian yang pertama, dan kematian setelah kebangkitan adalah kemati-an yang kedua. Kematian yang kedua, lautan api, mengacu kepada kematian setelah kebangkitan. Pada kematian yang pertama, roh dan jiwa meninggalkan tubuh, tubuh dikubur, dan roh dan jiwa menuju ke alam maut — roh dan jiwa kaum beriman ke bagian yang menyenangkan di alam maut; roh dan jiwa orang yang tidak percaya ke bagian yang sengsara. Tuhan Yesus akan memutuskan siapa di antara orang-orang yang telah mati itu akan dibangkitkan sebelum Kerajaan Seribu Tahun dan siapa yang ditinggalkan dalam kubur selama seribu tahun untuk dibangkitkan setelah Ke-rajaan Seribu Tahun. Setelah orang-orang yang tidak percaya dibangkitkan, mereka akan dihakimi pada takhta putih besar (20:11-15). Orang-orang tidak percaya yang telah mati akan dicampakkan ke dalam lautan api, kematian yang kedua. Ini berarti setelah mereka dibangkitkan pun mereka masih akan menderita kematian yang kedua.

Jangan mengira, seperti pendapat kebanyakan orang Kristen bahwa setelah dibangkitkan, segalanya akan beres. Setelah dibangkitkan, kita harus berdiri di depan takhta penghakiman Kristus (2 Kor. 5:10). Jika kita pasti tidak lagi mempunyai masalah, mengapa kita akan dihakimi setelah kebangkitan? Ketika kita berdiri di depan takhta penghakiman Kristus, kita pasti takut dan gentar, bertanya-tanya apa yang akan Tuhan Yesus katakan mengenai kita. Ya, Anda diselamatkan, dan Anda diselamatkan untuk selamanya. Dalam hal ini tidak ada masalah. Kita tidak percaya bahwa seorang yang telah diselamatkan dapat bi-nasa lagi. Yohanes 10: 28-29 menyatakan bahwa sekali kita telah menerima hayat kekal, selamanya kita tidak akan binasa. Tetapi, dalam 1 Korintus 3:15 Paulus mengatakan, “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian; ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” Meskipun kita diselamatkan, kita masih mungkin menderita kerugian, yaitu kita masih mungkin bermasalah. Jangan mengira, setelah dibangkitkan dan diangkat, Anda akan langsung pergi ke surga. Tidak, Anda harus diperiksa dahulu. Jangan mengharapkan langsung masuk ke Kerajaan Seribu Tahun menjadi raja bersama Kristus. Anda ha-rus terlebih dulu berdiri di depan takhta penghakiman Kristus.

Saat kita berdiri di depan takhta penghakiman ini, “setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah” (Rm. 14:12). Mungkin Anda akan berkata, “Tuhan, setelah aku diselamatkan, aku masih mabuk dan nonton bioskop. Aku diberi tahu bahwa aku harus mengasihi-Mu, tetapi aku tidak mempunyai hati untuk mengasihi-Mu. Aku mendengar berita-berita tentang kerajaan, tetapi aku tidak begitu mempedulikannya. Tuhan, ampunilah aku.” Hari ini, Anda dapat mengkritik orang lain, tetapi hari itu, saat Anda berdiri di depan takhta penghakiman, Anda akan mengkritik diri Anda sendiri. Penghakiman pada takhta penghakiman Kristus akan menentukan apakah kita akan menerima pahala untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya atau menerima hukuman. Hukuman itu adalah sesuatu yang berhubungan dengan kematian yang kedua, seperti halnya kelemahan, penyakit, kesulitan, dan penderitaan berhubungan dengan kematian yang pertama.

Hari ini Allah memakai kelemahan, penyakit, kesulitan dan penderitaan untuk mendisiplinkan dan menghajar kita agar kita dapat bertumbuh dalam hayat. Jika Anda mati sebelum matang, jangan mengira Anda akan dengan tiba-tiba menjadi matang setelah dibangkitkan. Tidak, Anda akan dibangkitkan dan diangkat dalam keadaan yang belum matang. Anda mati dalam keadaan belum matang, Anda juga akan dibangkitkan dalam ketidakmatangan. Bandingkan dengan sekolah sebagai contohnya. Jika Anda mening-galkan sekolah sebelum Anda lulus dan kembali beberapa waktu kemudian, Anda masih harus menyelesaikan pelajaran sekolah Anda. Anda harus melanjutkan pelajaran An-da sampai Anda menyelesaikan pelajaran Anda untuk di-nyatakan lulus.

Kita harus bertumbuh dan matang dengan cepat. Jangan menunda proses pertumbuhan dan kematangan. Anda harus takut kemungkinan mati dalam ketidakmatangan. Jika Anda mati dalam ketidakmatangan, setelah dibangkitkan, Anda akan berdiri di depan takhta penghakiman Tuhan da-lam ketidakmatangan. Tidak perlu Tuhan mengatakan sesuatu. Andalah yang akan mengatakan, “Ampunilah aku, Tuhan. Aku mati dalam ketidakmatangan, dan aku masih tidak matang. Tuhan, belaskasihani aku dan beri aku waktu lagi untuk matang.” Tetapi Tuhan akan berkata, “Zaman telah berubah. Kamu akan diletakkan ke dalam satu situasi yang akan membantumu bertumbuh.” Dapat dipastikan bahwa situasi itu sangat tidak menyenangkan. Setiap orang dalam situasi itu akan dijamah sesuatu yang berhubungan dengan kematian yang kedua. Itu berarti setelah dibangkitkan, orang beriman pun masih dapat dijamah oleh sesuatu dari kematian yang kedua; yaitu kematian kedua masih memiliki kuasa atas dia. Hanya para pemenang, orang-orang yang berbagian dalam kebangkitan yang terbaik, tidak akan dapat dikuasai oleh apa pun dari kematian yang kedua. Mereka akan lulus dari semua kelemahan, penyakit, kesulitan, dan penderitaan. Inilah pengertian yang tepat dari ayat 6.

Jangan percaya pada pengajaran-pengajaran yang tidak tepat, yang mengatakan bahwa jika Anda telah dibasuh di dalam darah dan dilahirkan oleh Roh, segala sesuatu akan beres. Meskipun Anda diselamatkan untuk selamanya, Anda masih perlu bertumbuh, dewasa dan disempurnakan sehingga Anda dapat meraja bersama Kristus. Jika Anda tidak matang, Anda akan menderita kerugian. Jika Anda menderita kerugian sebelum kebangkitan, kerugian Anda terma-suk kematian yang pertama. Tetapi jika Anda menderita kerugian setelah kebangkitan, kerugian Anda akan berhubungan dengan kematian yang kedua. Meskipun Anda mungkin orang beriman yang dibangkitkan, Anda masih di bawah kuasa kematian yang kedua, dan sesuatu dari kematian yang kedua akan menyulitkan Anda. Ini adalah kebe-naran yang murni, terang dan serius! Oh, kita semua perlu diterangi, digugah dan serius terhadapnya.

Bagaimana keadaan Anda hari ini? Masihkah Anda bersifat daging? Masihkah Anda mengasihi dunia? Masihkah Anda bertengkar dengan istri Anda atau memberontak melawan suami Anda? Jika keadaan Anda demikian, apa yang akan Anda katakan kepada Tuhan ketika Anda berdiri di depan takhta penghakiman Kristus setelah Anda dibangkitkan? Apa pula yang akan Dia katakan kepada Anda? Dia akan memberi tahu Anda bahwa Anda perlu menderita sesuatu supaya matang, bahwa Anda memerlu-kan sesuatu dari kematian kedua menggarap Anda. Tetapi puji Tuhan atas para pemenang yang berbagian dalam ke-bangkitan yang terbaik dan atas orang-orang yang atasnya kematian kedua tidak berkuasa!

D. Menikmati Jabatan Imam dan Jabatan Raja di Dalam Kerajaan Seribu Tahun

Ayat 6 juga mengatakan para pemenang “akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia selama seribu tahun”. Dalam Kerajaan Seribu Tahun, para pemenang akan menjadi imam-imam, menghampiri Allah dan Kristus. Selain itu, mereka akan menjadi raja, bersama Kristus memerintah bangsa-bangsa (2:26-27; 12:5). Sebagai imam-imam, mereka memuaskan Allah dan Kristus yang menikmati pelayanan mereka sebagai raja-raja, mereka memerintah bagi Allah dan mewakili Allah, menggembalakan manusia, supaya manusia memperoleh kenikmatan dan kepuasan. Inilah pahala yang diberikan kepada mereka. Kaum beriman yang gagal pada zaman ini akan kehilangan pahala ini. Tetapi, setelah ditanggulangi oleh Tuhan di dalam Kerajaan Seribu Tahun, mereka akan mendapat bagian dalam berkat pahala ini, yaitu melayani Allah dan mewakili Allah dalam jabatan raja di langit baru dan bumi baru, sampai kekal (22:3-5).

Hari ini orang-orang Kristen yang normal tidak hanya membawa manusia dan keperluan manusia kepada Allah dan Kristus, tetapi juga meministrikan Allah dan Kristus kepada manusia. Mereka juga membawakan kekuasaan Allah kepada manusia dan mewakili Allah di depan manusia. Jika kita berbagian di dalam Kerajaan Seribu Tahun, bagian atas, kita akan menjadi imam-imam dan raja-raja. Kita akan memenuhi keperluan Allah dan manusia, membawa manusia kepada Allah dan membawa Allah kepada manusia. Melalui keimaman dan jabatan raja kita, Allah dan manusia akan dipuaskan sepenuhnya. Kita adalah orang-orang yang berstatus imam dan raja, orang-orang yang melampaui segala sesuatu milik kematian yang kedua. Dalam ruang lingkup ini tidak akan ada kelemahan, penyakit, kesulitan dan penderitaan. Betapa indahnya hal ini!