← Daftar isi Wahyu (3) · bab 5/18

PERANG HARMAGEDON

Dalam berita ini kita sampai pada perang Harmagedon (19:11-21). Setelah pesta nikah-Nya, Kristus akan datang sebagai Panglima perang dengan mempelai perempuan-Nya, yaitu kaum beriman pemenang yang menjadi pasukan-Nya, berperang melawan Antikristus beserta raja-raja dan pasukan yang ada di bawahnya di Harmagedon. Meskipun pihak ketiga, pelacur besar telah dibinasakan, Tuhan masih mempunyai tiga musuh: Iblis, yaitu naga; Antikristus, yaitu binatang yang keluar dari laut; dan nabi palsu, yaitu binatang yang keluar dari dalam bumi. Ketiganya masih terus menentang Kristus. Atas hasutan Antikristus, manusia bahkan menyatakan perang langsung melawan Tuan di atas segala tuan, dan Raja di atas segala raja. Antikristus, nabi palsu, dan kesepuluh raja dengan pasukannya akan berperang melawan Anak Domba. Sungguh mengerikan! Kalau bukan tercantum demikian dalam Alkitab, saya tidak akan dapat percaya bahwa manusia begitu berani menyatakan perang terhadap Allah.

Dalam Wahyu 19:11-21 kita nampak Mempelai Lakilaki datang untuk berperang melawan musuh-Nya dengan bantuan mempelai perempuan-Nya. Mempelai Laki-laki itu adalah Panglima Tertinggi dan mempelai perempuan adalah pasukan-Nya. Suatu bulan madu yang bagus! Selama bulan madu-Nya, Kristus akan membersihkan alam semesta. Antikristus dan nabi palsu akan dibuang ke dalam lautan api, dan Iblis akan dibelenggu dan dilemparkan ke ju-rang maut. Saat itu, Kristus akan bersukacita, dan kita, mempelai perempuan-Nya, juga ikut bersukacita menikmati bulan madu yang ajaib sekali bersama Mempelai Laki-laki kita.

Sebelum perang Harmagedon, sejumlah peristiwa penting akan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Peristiwa itu mencakup pengangkatan buah bungar, anak laki-laki, pemenang belakangan, dan sebagian besar kaum beriman; kebinasaan gereja yang murtad dan agama Yahudi; penghakiman di takhta penghakiman Kristus di angkasa untuk menentukan siapa yang berhak menjadi mempelai perempuan selama Kerajaan Seribu Tahun, menghadiri pesta nikah, dan berperang bersama Kristus melawan musuh-Nya; binasanya Babilon materi; dan pernikahan di angkasa. Setelah semuanya dirampungkan, masih ada satu perkara lagi yang terjadi yaitu perang Harmagedon. Musuh Kristus akan menjadi lebih jahat, bahkan berani menyatakan perang melawan-Nya. Maka Kristus, Mempelai Laki-laki itu, akan datang bersama mempelai perempuan-Nya untuk berperang melawan mereka.

I. SETELAH PERNIKAHAN ANAK DOMBA

Dalam pasal 19 pernikahan dan peperangan dicantumkan bersama-sama. Kita bahkan boleh memberi nama pasal ini “Pernikahan dan Peperangan”. Segera setelah pernikahan-Nya, Kristus akan datang untuk berperang melawan musuh-Nya. Dia tidak ingin menunda satu hari pun.

II. SEBELUM KERAJAAN SERIBU TAHUN

Perang Harmagedon akan menyingkirkan semua halangan terhadap Kerajaan Seribu Tahun yang akan datang. Sebelum kita berpesta, kita harus menyapu bersih ruangan pesta. Alam semesta akan menjadi ruangan pesta, dan Kristus dengan mempelai perempuan-Nya akan bekerja ber-sama menyapu kotoran, yang akan dibuang ke “tempat sampah”, yaitu lautan api. Allah menyapu alam semesta mulai dari Kejadian 1. Mula-mula, Allah menyapu kotoran ke dalam samudera raya (Kej. 1:2), sebab saat itu samudera raya adalah “tempat sampah” alam semesta. Akhirnya, semua kotoran akan dimasukkan ke dalam “tempat sam-pah” yang terakhir, yaitu lautan api. Dalam Matius 25:41 Tuhan Yesus berkata, “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Karena kambing mengikuti Iblis, mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api yang disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Allah menyediakan lautan api sebagai “tempat sampah” untuk membereskan semua sampah alam semesta. Antikristus, nabi palsu, dan pasuk-annya akan disapu ke dalam “pengki”, lalu dibuang ke dalam lautan api. Setelah Kerajaan Seribu Tahun, Iblis sendiri akan pergi ke sana. Setelah penghakiman di takhta putih besar, semua orang yang tidak percaya yang telah mati juga akan dilemparkan ke lautan api. Sejak saat itu, tidak ada perkara yang kotor (najis) lagi. Di Yerusalem Baru tidak akan ada perkara-perkara yang kotor, yang ada hanya emas, mutiara, dan batu permata. Dalam perang Harmagedon, Tuhan menyapu kotoran ke dalam “tempat sampah” alam semesta. Tuhan akan berkata kepada Anti-kristus, “Apa yang kamu lakukan di sini? Apakah kamu menyatakan perang terhadap-Ku. Ini memberikan kesem-patan bagi-Ku untuk menyapumu bersih. Mempelai perem-puanKu akan bekerja sama dengan-Ku melakukan hal ini.”

Puji Tuhan, kita bukan sampah, kita adalah mutiara! Kita tidak akan dibuang ke lautan api, malahan dikumpul-kan di Yerusalem Baru. Supaya Tuhan dapat menikmati bulan madu dan memerintah dengan menyenangkan selama seribu tahun, semua sampah harus disapu bersih. Saya harap saya ada bagian dalam pekerjaan pembersihan itu. Peristiwa itu sungguh menyenangkan!

III. PANGLIMA PERANG

A. Mengendarai Kuda Putih

Ayat 11 mengatakan, “Lalu aku melihat surga terbuka: Sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: ‘Yang Setia dan Yang Benar’, Ia menghakimi dan berperang dengan adil.” Di sini Kristus, Mempelai Laki-laki sebagai Panglima tertinggi muncul menunggang kuda putih. Kuda pada meterai pertama juga putih warnanya, melambangkan pemberitaan Injil (6:2). Kare-na itu, Kristus dan Injil menunggang kuda putih. Dalam Kitab Wahyu, warna putih menunjukkan murni, cemerlang, dibenarkan, dan diperkenan; sangat berbeda dengan yang ditunjukkan oleh warna 3 kuda lainnya dalam pasal 6, merah, hitam, dan abu-abu. Sampai hari ini, kita tetap menunggang kuda putih. Pemberitaan Injil kita murni, cemerlang, dibenarkan, dan mutlak diperkenan Tuhan. Ketika berperang melawan musuh-Nya, Kristus akan menunggang kuda ini.

B. Disebut Yang Setia dan Yang Benar

Dalam ayat 11, Kristus disebut “Yang Setia dan Yang Benar”. Kristus setia terhadap Allah dan terhadap orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dalam kesetiaan-Nya, Dia mengalahkan dan membinasakan orang-orang yang menentang Allah dan menganiaya kaum beriman. Ia pun benar atas perihal merampungkan ekonomi Allah, dan atas hal memelihara orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dia dapat dipercaya, dan pada diri-Nya tidak ada kepalsuan.

C. Menghakimi dan Berperang dengan Adil

Ayat 11 mengatakan, “Ia menghakimi dan berperang dengan adil.” Kristus akan menghakimi dan berperang dengan adil. Dia menghakimi melalui berperang. Hari ini keadaannya juga sama. Kalau pemerintah tidak memiliki tenaga kepolisian untuk mendukung pelaksanaan hukum, orang-orang yang melanggar hukum tidak akan menerima penghakiman pengadilan. Penghakiman hanya dapat dija-lankan dengan bantuan tenaga polisi. Ketika Kristus menghakimi Antikristus, Antikristus akan memberontak dengan hebat. Sebab itu, Kristus harus berperang, menaklukkan pemberontakan itu dan menghakimi para pemberontak itu dengan adil. Penghakiman yang dilaksanakan-Nya melalui perang itu, tidak hanya adil, juga untuk menegakkan keadilan.

D. Mata-Nya Bagaikan Nyala Api

Ayat 12 mengatakan, “Mata-Nya bagaikan nyala api.” Ini menunjukkan mata penghakiman Kristus. Dia akan menghakimi menurut apa yang dilihat-Nya. Mata-Nya yang me-nyala itu akan melaksanakan penghakiman-Nya.

E. Di Atas Kepala-Nya Terdapat Banyak Mahkota

Sebagai pejuang, “di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota” (ayat 12). Setiap mahkota merupakan satu kemuliaan. Kristus telah dimahkotai dan dimuliakan. Karena Dia telah dimahkotai dengan berbagai kemuliaan (Ibr. 2:9; 1 Ptr. 1:11), maka Ia mengenakan banyak mahkota.

F. Pada-Nya Tertulis Suatu Nama yang Hanya Diketahui oleh Dia

Sebagai Yang menunggang kuda putih, pada-Nya tertulis “suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri” (ayat 12). Mengalami Kristus itu tidak ada habisnya. Setiap kali kita mengalami-Nya, kita akan mengenal salah satu aspek dari Dia. Tetapi masih ada aspek lain dari Kristus yang belum kita alami. Hanya Dia yang tahu aspek yang mana itu. Ini menunjukkan Kristus yang kita alami itu tidak ada habisnya. Karena kita telah mengalami penebusan-Nya, kita mengenal-Nya sebagai Penebus kita. Karena kita mengalami-Nya sebagai terang, hayat, manna, kekuatan, tenaga, kekudusan, dan penghiburan, maka kita mengenal-Nya dalam aspek-aspek tersebut. Kita telah menikmati begitu banyak aspek dari kelimpahan Kristus, tetapi karena masih banyak aspek Kristus yang belum kita alami, Dia masih mempunyai nama yang hanya Dia sendiri yang tahu. Sebab itu, kita tidak tahu nama itu. Tidak peduli berapa banyak kita telah mengalami Kristus, masih ada sesuatu tentang Dia yang tidak kita ketahui, karena kita belum mengalaminya.

G. Memakai Jubah yang

Telah Dicelup dalam Darah-Nya

Ayat 13 mengatakan, “Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah.” Kristus yang memakai jubah yang telah dicelup dalam darah, berkaitan dengan perihal Dia menginjak gilingan anggur kegeraman murka Allah (ayat 15; Yes. 63:1-3), di Harmagedon (16:14, 16). Di sana, darah akan setinggi kekang kuda (14:20).

H. Nama-Nya Ialah Firman Allah

Ayat 13 mengatakan, “Nama-Nya ialah: ‘Firman Allah.’” Firman Allah adalah definisi, penjelasan, dan ekspresi Allah. Sebagai Firman Allah, Kristus berbicara bagi Allah tidak hanya dengan menyalurkan hayat-Nya sebagai anugerah kepada umat pilihan Allah dalam Injil Yohanes (Yoh. 1:1, 4, 14), tetapi juga dengan melaksanakan penghakiman Allah atas umat pemberontak di dalam Kitab Wahyu. Bahkan ketika berperang, Tuhan masih berbicara bagi Allah dan mengekspresikan Allah. Peperangan Kristus ialah pengutaraan Firman Allah. Allah itu adil dan berdaulat atas segala. Dia juga Allah yang mempunyai aturan; Dia tidak dapat membiarkan kekacauan dan pemberontakan. Ketika berperang melawan musuh, Kristus akan berkata bahwa Allah itu berdaulat, adil, dan beraturan. Dia akan mengumumkan bahwa Allah adalah Allah yang mengatur setiap orang, Dia tidak dapat membiarkan pemberontakan terhadap kekuasaan-Nya. Karena itu, peperangan-Nya adalah pengutaraan Firman Allah.

Misalnya, saya masuk ke balai sidang, dan nampak semua yang di dalamnya itu kacau. Tanpa berkata apa-apa, saya mulai membersihkan balai sidang. Reaksi pembersihan saya ini menunjukkan bahwa saya adalah seorang yang rapi, dan saya tidak tahan dengan suasana yang kotor. Tidak perlu saya berkata apa, tindakan pembersihan saya itu sudah berbicara bagi saya. Sama halnya, peperangan Kristus di Harmagedon juga merupakan pernyataan yang penuh kekuatan untuk memberi tahu Iblis, Antikristus, nabi palsu, dan alam semesta bahwa Dialah Allah yang berdaulat, dan tidak seorang pun boleh memberontak terhadap-Nya. Allah juga adalah Allah yang mempunyai aturan dan Dia akan menyapu bersih semua pemberontakan.

“Firman Allah” disebutkan dalam Injil Yohanes (1:1) dan juga dalam Kitab Wahyu. Dalam Injil Yohanes, Firman Allah tidak menyinggung apa pun yang berkaitan dengan perang, hanya membicarakan penebusan, terang, hayat, dan pembangunan. Firman Allah dalam Injil Yohanes membicarakan hayat dan pembangunan. Tetapi dalam Kitab Wahyu, Firman Allah bukan hanya membicarakan hayat dan pembangunan, tetapi juga membicarakan perang. Sebelum mendapatkan pembangunan yang diinginkan-Nya, mula-mula Allah harus membersihkan alam semesta. Dalam kitab ini, berperangnya Kristus juga merupakan pembicaraan-Nya bagi Allah. Sebagai Firman Allah, peperangan-Nya mengumumkan kepada alam semesta, Allah yang bagaimana Dia itu. Allah bukan Allah yang kacau, Dia adalah Allah yang berdaulat, Allah yang mempunyai aturan, dan tidak akan membiarkan pemberontakan. Melalui peperangan, Kristus mengumumkan hal ini kepada alam semesta.

I. Dari Mulut-Nya Keluar Sebilah Pedang Tajam

Ayat 15 mengatakan, “Dari mulut-Nya keluarlah sebi-lah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.” Pedang yang keluar dari mulut Kristus, yaitu Firman Allah, adalah perkataan yang akan menghakimi para pemberon-tak (Yoh. 12:48). Ketika Tuhan Yesus datang untuk berperang melawan Antikristus, Dia tidak perlu menggunakan senjata nuklir. Dia cukup mengatakan sepatah kata. Seandainya Dia berkata, “Antikristus, pergilah ke lautan api!” Antikristus segera dilemparkan ke lautan api. Firman Tuhan lebih hebat daripada senjata nuklir. Ketika Tuhan berkata-kata, kita yang mengikuti-Nya akan mengatakan, “Amin.” Tuhan berkata, “Antikristus, pergilah ke lautan api!” kita akan mengatakan, “Amin,” dan Antikristus dengan segera dilemparkan ke lautan api. Inilah cara Tuhan berperang. Tidak perlu diragukan, Antikristus akan menggunakan senjata yang paling modern, tetapi Kristus akan mengalahkan-nya dengan pedang yang tajam, yaitu Firman yang mahakuasa yang keluar dari mulut-Nya.

J. Menggembalakan Bangsa-bangsa dengan Gada Besi

Tuhan tidak saja akan memukul segala bangsa, Ia pun akan menggembalakan mereka dengan gada besi (ayat 15). Menggembalakan di sini berarti mengatur. Gada besi melambangkan kekuatan yang besar. Mula-mula Kristus dengan firman penghakiman-Nya akan memukul bangsa-bangsa, kemudian dengan kekuatan yang besar, Dia akan menggembalakan orang-orang yang masih tertinggal. Dia memerintah dengan kekuatan yang besar, itulah penggembalaan-Nya. Dia akan mengatur bangsa-bangsa melalui menggembalakan mereka. Hari ini, para penatua menggembalakan gereja dengan kasih, bukan dengan gada besi. Tetapi karena semua bangsa masih menyimpan sifat manusia alamiah yang suka memberontak, Tuhan akan menggembalakan mereka selama Kerajaan Seribu Tahun dengan gada besi. Masih adanya sifat pemberontak pada bangsa-bangsa terbukti dari fakta bahwa mereka akan mengikuti Iblis un-tuk memerangi Kristus pada akhir Kerajaan Seribu Tahun (20:7-9).

K. Menginjak Kilang Murka Allah

Ayat 15 mengatakan, “Ia akan memeras anggur dalam gilingan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.” Peperangan Tuhan di Harmagedon adalah menginjak gilingan anggur. Semua anggur yaitu pasukan kafir akan dikumpulkan di gilingan anggur dan akan diinjak-injak oleh Tuhan Yesus.

L. Pada Jubah-Nya dan Paha-Nya Tertulis

Suatu Nama: Raja Segala Raja dan

Tuan di Atas Segala Tuan

Ayat 16 mengatakan, “Pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: ‘Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.’” Kristus sebagai Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan, tidak lagi tersembunyi atau rahasia. Nama ini akan ditulis pada jubah-Nya dan paha-Nya, jadi ini akan diwahyukan secara terbuka dan diketahui oleh semua orang. Jubah melambangkan atribut (karakter) Kristus, khususnya keadilan-Nya dalam sifat insani-Nya. Sedangkan paha-Nya melambangkan kekuatan-Nya untuk berdiri, kestabilan-Nya. Gelar-Nya sebagai Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan ternyata dalam keadilan dan kestabilan-Nya.

IV. SEMUA PASUKAN

Ayat 14 mengatakan, “Semua pasukan yang di surga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.” Semua pasukan di sini adalah kaum beriman yang terpanggil dan terpilih pada 17:14. Mereka juga adalah mempelai perempuan, juga tamu yang diundang untuk menghadiri pesta nikah Anak Domba (ayat 7-9). Tamu yang diundang dalam pesta nikah itu sama dengan mempelai perempuan. Mempelai perempuan mencakup semua tamu yang diundang dan tamu yang diundang ini terbentuk menjadi mempelai perempuan. Setelah pesta nikah, semua tamu akan menjadi pasukan.

Ayat 14 mengatakan, semua pasukan memakai lenan halus yang putih bersih. Telah kita katakan dalam berita sebelumnya bahwa kaum beriman pemenang mempunyai dua pakaian, satu untuk keselamatan, yang satu lagi untuk pahala. Lenan halus pada ayat ini adalah pakaian kedua. Pakaian kedua dari para pemenang melayakkan mereka menghadiri perjamuan nikah Anak Domba, juga bersama Tuhan berperang melawan musuh. Karena itu, pakaian pesta menjadi pakaian perang. Pakaian yang kedua tidak hanya melayakkan kita menghadiri perjamuan nikah, juga melayakkan kita menjadi pasukan. Telah kita lihat bahwa pakaian kedua adalah Kristus diperhidupkan melalui diri kita, menjadi kebenaran dalam hidup kita sehari-hari. Sampai hari ini kita sedang berperang dengan memakai Kristus sebagai pakaian perang kita. Efesus 6 menunjukkan selu-ruh perlengkapan senjata Allah adalah Kristus. Lagi pula, pasukan Kristus akan menunggang kuda putih. Kita bukan gerilyawan, kita adalah tentara surgawi yang dibentuk dengan resmi. Haleluya!

V. PERJAMUAN BESAR ALLAH

Menurut ayat 17-18, ada seorang malaikat berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang tinggi di langit, katanya, “Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,” dan burung-burung itu akan makan daging raja-raja, dan daging semua panglima, dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar. Peperangan Tuhan di Harmagedon akan mempersiapkan perjamuan yang besar bagi semua burung. Perjamuan besar Allah itu berlawanan dengan perjamuan nikah Anak Domba. Perjamuan nikah Anak Domba adalah untuk para pemenang yang telah diundang, sedangkan perjamuan besar Allah untuk burung-burung yang diundang. Meskipun burung-burung itu akan makan daging raja-raja, mereka tidak dapat makan Anti-kristus dan nabi palsu, karena Antikristus dan nabi palsu akan dilemparkan ke lautan api.

VI. MUSUH-MUSUH

Dalam ayat 19 kita nampak musuh-musuh Tuhan. Ayat ini mengatakan, “Kemudian aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.” Menurut ayat ini, musuh-musuh Kristus adalah binatang, Antikristus (yang mencakup rekannya, nabi palsu) dan raja-raja di bumi serta tentara mereka. Raja-raja di bumi (16:12-16) khususnya meliputi kesepuluh raja yang ada di bawah Antikristus (17:12-14) dan tentara-tentara meliputi 200 juta pasukan berkuda dari “sebelah timur” (9:16; 16:12).

VII. KEKALAHAN ANTIKRISTUS

DAN TENTARA-TENTARA-NYA

Dalam ayat 20 dan 21 kita nampak kekalahan Anti-kristus dan tentara-tentaranya. Ayat 20 mengatakan, “Binatang itu pun tertangkap dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya sehingga menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala dengan belerang.” Anti-kristus dan nabi palsu akan menjadi yang pertama dilemparkan ke dalam lautan api. Selebihnya akan dibunuh “dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda”

(ayat 21), dan semua burung akan kenyang oleh daging mereka, berpesta besar.

VIII. PEPERANGAN DI LEMBAH YOSAFAT

Perang yang disebut dalam pasal ini adalah perang di lembah Yosafat (Yl. 3:9-16; Za. 14:2-3, 12-15). Lembah Yosafat itu sangat dekat dengan Yerusalem.

IX. PENGINJAKAN GILINGAN ANGGUR

Peperangan Kristus di Harmagedon adalah penginjakan gilingan anggur. Hal itu akan merupakan penghakiman terhadap segala kuasa kejahatan di dunia ini, juga pukulan yang mematikan terhadap mereka semua.

Kita perlu melihat situasi dunia hari ini dalam terang dari nubuat mengenai perang yang akan terjadi di Harmagedon. Pertama kali saya membaca nubuat ini pada tahun 1920-an, situasi dunia waktu itu sangat berbeda de-ngan hari ini. Waktu itu negara Israel belum terpulihkan, Yerusalem belum dikembalikan kepada orang Yahudi, dan hampir tidak ada orang memperhatikan wilayah Timur Tengah. Setelah Perang Dunia II, negara Israel dipulihkan pada tahun 1948, orang mulai memperhatikan Timur Tengah. Saya sangat terkejut dan gemetar ketika membaca berita tentang dibentuknya kembali negara Israel. Pada tahun 1967, saya gembira mendengar berita bahwa Yerusalem telah dikembalikan kepada orang Yahudi. Hari ini Timur Tengah menjadi pusat situasi dunia.

Rusia secara diam-diam berusaha sekuatnya mengalahkan Israel. Akan kita lihat dalam berita selanjutnya bahwa hal ini sesuai dengan nubuat dalam Yehezkiel 38 dan 39. Kedua pasal itu menyatakan bahwa Rusia akan memimpin usaha pemusnahan Israel. Semua negara Arab di sekitar Israel bersekongkol untuk melawan Israel. Tidak satu pun negara di Timur Tengah yang menunjang Israel. Hampir semuanya siap untuk perang di Harmagedon. Namun, situasi di Eropa masih belum jelas. Tetapi lambat atau cepat, suatu peristiwa akan terjadi di Eropa, karena Eropa dan Timur Tengah sedang mencari seorang pemimpin yang kuat.

Orang Yahudi juga mencari kesempatan untuk membangun kembali Bait Suci. Saat ini, tempat Bait Suci itu di-duduki orang-orang yang menyatakan bahwa tempat itu adalah tempat suci mereka yang kedua. Tempat Bait Suci adalah tempat Abraham mempersembahkan Ishak. Tidak jauh dari tempat itu ada Dinding Ratapan, satu-satunya bagian Bait Suci yang masih ada. Kita sangat mengharapkan kembalinya tempat Bait Suci itu, agar Bait Suci dapat dibangun kembali. Saya percaya tidak terlalu lama lagi tempat itu akan dikembalikan.

Situasi dunia hari ini terjadi dengan hal-hal yang sebelumnya tidak ada. Masalah minyak pun dapat dipakai Tuhan untuk menggenapkan nubuat yang berhubungan dengan perang Harmagedon. Menjelang saat perang Harmagedon, dua pertiga bangsa Yahudi akan dibunuh. Sepertiga yang masih tertinggal akan diuji dalam api dan mendapatkan perlindungan (Za. 13:8-9). Pada saat itu, Tuhan akan turun dari langit dan menjejakkan kaki-Nya di bukit Zaitun (Za. 14:4). Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dan di tengahnya akan terbentuk suatu lembah. Ke sanalah orang-orang Yahudi yang teraniaya akan melarikan diri. Pada waktu itu mungkin akan terjadi gempa bumi yang dahsyat. Menurut Zakharia 14, tentara Antikristus akan dimusnahkan. “Da-ging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut me-reka” (Za. 14:12).

Alkitab telah mewahyukan nasib negara Israel. Karena banyak orang Israel masih tidak mau percaya, di pandangan Allah, sebelum Tuhan Yesus kembali, Yerusalem akan seperti kota Sodom (11:18). Sebab itu, Allah akan menggu-nakan Antikristus dan kesepuluh raja dengan tentara mere-ka untuk membersihkan dan memurnikan negara Israel. Orang-orang Yahudi yang tertinggal akan dilindungi oleh Allah, untuk memasuki Kerajaan Seribu Tahun. Yesaya 2:2-3 dan Zakharia 8:20, 23 dengan jelas mewahyukan, di dalam kerajaan itu, orang Yahudi yang beroleh selamat dan yang dilindungi itu akan menjadi imam-imam yang meng-ajar bangsa-bangsa mengenal Allah dan melayani Allah.