← Daftar isi Wahyu (3) · bab 4/18

PERNIKAHAN DAN PESTA NIKAH ANAK DOMBA

Setelah Allah menghakimi semua perkara negatif yang tercantum dalam pasal 16, 17 dan 18, tibalah pernikahan dan pesta nikah Anak Domba (19:5-10). Mungkin Anda tidak pernah mengira bahwa sebagai Anak Domba, Kristus perlu menikah. Konsepsi ini bukan konsepi agamawi. Siapa yang pernah berpikir bahwa Penebus juga perlu menikah. Suatu hari Yohanes Pembaptis mengumumkan, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Ayat ini jelas mewahyukan Kristus sebagai Anak Dom-ba yang menghapus dosa dunia. Lalu Yohanes Pembaptis juga menyebut Kristus sebagai Mempelai Laki-laki. Yohanes mengatakan, “Yang punya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh” (Yoh. 3:29). Karena itu, di samping mewahyukan Kristus sebagai Anak Domba Allah yang datang untuk menghapus dosa dunia; Injil Yohanes juga mewahyukan Kristus sebagai Mempelai Laki-laki yang datang untuk mempersunting mempelai perempuan-Nya. Tujuan Kristus bukanlah menghapus dosa, melainkan ingin mendapatkan mempelai perempuan. Dalam Kitab Wahyu yang juga ditulis oleh Rasul Yohanes, kita nampak bahwa Kristus, Penebus kita, adalah Anak Domba, juga Mempelai Laki-laki yang akan datang. Jadi, kalau Dia adalah Mempelai Laki-laki, Dia pasti menikah.

Pernikahan Anak Domba akan merupakan pernikahan universal yaitu pernikahan Penebus dengan orang tebusan-Nya. Pada akhir Alkitab kita nampak sebuah kota, yaitu Yerusalem Baru. Kota ini adalah istri (21:2, 9-10) dan Allah Penebus adalah Suaminya. Walaupun konsepsi pernikahan antara Allah dengan manusia sangat asing bagi agama, te-tapi dalam pemulihan Tuhan, kita justru menekankan hal ini. Kita menyatakan bahwa posisi kita adalah mempelai perempuan dan posisi Kristus yang akan datang adalah Mempelai Laki-laki. Di bumi, kita dipersiapkan menjadi mempelai perempuan untuk menyambut Dia. Di takhta, di langit ketiga, Dia dipersiapkan menjadi Mempelai Laki-laki untuk menjemput kita. Jadi, Dia datang sebagai Mempelai Laki-laki, dan kita pergi sebagai mempelai perempuan. Pertemuan antara Mempelai Laki-laki dengan mempelai perempuan ini bukan terjadi di surga atau di bumi, melainkan di angkasa. Ketika kita bertemu dengan Dia di angkasa, kita akan menikah.

I. SETELAH BABEL BESAR DIMUSNAHKAN

Pernikahan Anak Domba akan berlangsung sesudah Babel Besar dibinasakan (19:1-4). Di alam semesta ini tidak hanya ada seorang mempelai perempuan yang murni dan suci, tetapi juga ada yang palsu yaitu pelacur besar. Bahkan sebagian dari mempelai perempuan ada yang ditawan oleh pelacur itu dan terlibat dengannya. Madame Guyon, misalnya. Telah kita singgung, dia bahkan berdiri di depan patung Maria. Situasi hari ini sangatlah ruwet. Alkitab menghakimi pelacur itu, dan kita juga menghakiminya, tetapi di dalam pelacur itu terlibat banyak orang Kristen yang sejati. Banyak di antara mereka lebih rajin mencari Tuhan dari-pada mereka yang di denominasi. Karena situasinya begitu kacau, visi kita harus jelas. Kita harus tahu, di mana se-harusnya kita berada dan jangan melibatkan diri kita dengan yang tiruan yaitu pelacur itu.

Alkitab mewahyukan bahwa Iblis selalu ingin melibatkan dirinya dengan hal-hal milik Allah. Pergerakan Allah selalu merangsang timbulnya kegiatan Iblis. Menurut Alki-tab, setiap kali Allah bergerak, Iblis selalu ingin mengganggunya. Ke mana Allah pergi, Iblis ikut ke sana. Dia bahkan sangat aktif dalam pengabaran Injil dan bermaksud menginjeksikan dirinya ke dalam pekerjaan pembangunan gereja. Pada hari Pentakosta, Allah dan Iblis sama-sama beraktivitas. Demikian pula dalam pemulihan Tuhan hari ini, karena Iblis masih meniru apa yang ingin dilakukan oleh Allah. Sering kali pekerjaan Iblis malah mendahului pekerjaan Allah. Misalnya, sebelum Yerusalem dibangun oleh Allah, Iblis lebih dulu mendirikan menara dan kota Babel. Iblis tahu maksud Allah, dan sebelum Allah merampungkan rencana-Nya, ia berusaha lebih dulu menciptakan tiruannya. Sungguh licik! Kita harus jelas mengenai perempuan tiruan yang diciptakan oleh Iblis, dan jangan melibatkan diri dengan dia. Kita adalah bagian dari mempelai perempuan, bagaimana mungkin kita melibatkan diri dengan pelacur itu?

Pada tahun-tahun belakangan ini, banyak orang Kristen yang terkasih datang kepada saya, berusaha berdebat dengan saya, dan ingin menaklukkan saya. Ada yang ber-kata, “Saudara Lee, tidak tahukah Anda bahwa aku adalah saudara yang sejati di dalam Tuhan? Tidak tahukah Anda bahwa di denominasi banyak orang beriman yang sejati? Lalu mengapa Anda menolak kami?” Orang-orang Kristen yang perkasa itu terus memberondong saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang demikian. Saya selalu menjawab, “Anda adalah saudara yang terkasih, saya tidak menolak Anda. Tetapi tahukah Anda, di mana Anda berada? Anda berada di tempat yang dihakimi Allah. Meskipun Anda benar-benar saudara, Anda masih di tempat yang salah.” Kita harus dapat membedakan dengan jelas orang dan tempat-nya. Orangnya mungkin mutlak benar, tetapi tempat dia berdiri itu salah.

Pada tahun 1957, seorang hamba Tuhan diundang un-tuk mengunjungi Taiwan. Ketika dia tinggal di sana, saudara-saudara yang memimpin banyak bersekutu dengan dia. Seorang saudara bertanya kepadanya, “Di Taipei ada beberapa kelompok Kristen menyatakan dirinya bukan denominasi, melainkan orang-orang yang berhimpun dalam nama Tuhan Yesus. Katakanlah kepada kami, dari kelompok-kelompok itu manakah yang benar.” Ia menjawab, “Tidak satu pun dari mereka yang mutlak benar, semuanya relatif benar.” Saudara-saudara terkejut mendengar jawaban yang demikian, lalu segera bertanya kepadanya, dengan ukuran apa ia mengatakan kelompok-kelompok itu relatif benar. Ia menjawab, “Mereka relatif benar menurut kapasitas Kristusnya. Semakin banyak kapasitas Kristus pada diri kita, kita akan semakin benar dalam hal gereja; sebaliknya, semakin sedikit kapasitas Kristus pada diri kita, kita akan semakin tidak benar dalam hal gereja.” Selama dua kali persekutuan dengan saudara itu, saya hanya sebagai penerjemah. Tetapi pada butir ini saya ikut ambil bagian dan berkata, “Sekarang kita membicarakan kapasitas Kristus. Ada orang berkata bahwa semakin banyak kapasitas Kristus pada diri kita, kita semakin benar dalam masalah gereja. Kita mengakui, 300 tahun yang lampau Madame Guyon mungkin memiliki kapasitas Kristus paling banyak. Tetapi dapatkah kita mengatakan bahwa dalam hal gereja dia sudah tepat? Dia berada di gereja yang setani. Lihat juga perlambangan dalam Perjanjian Lama. Bani Israel ditawan dan berada dalam pembuangan selama 70 tahun. Pada akhir dari 70 tahun itu, Allah turun tangan memerintahkan mereka kembali ke Yerusalem. Seandainya ada seorang penginjil berkata, ‘Tidak perlu kembali ke Yerusalem. Lihatlah, betapa rohaninya Daniel, bukankah dia masih diam di Babilon. Asal kita rohani, di mana pun tidak menjadi masalah’”. Setujukah Anda dengan perkataan ini? Menjadi rohani adalah satu hal; berada di tempat yang tepat adalah satu hal lain. Anda boleh saja sama rohaninya dengan Daniel, tetapi kalau Anda masih tinggal di Babilon, Anda masih tertawan. Mungkin Anda sangat rohani, tetapi Anda masih dalam pembuangan. Jangan menggunakan Daniel sebagai alasan. Meskipun ia masih tinggal di Babilon, tetapi tiga kali sehari ia berdoa sambil membuka jendela mengarah ke Yerusalem (Dan. 6:10). Jangan meremehkan masalah posisi. Gereja yang murtad dan semua kelompok yang terpecah-belah dihakimi oleh Perjanjian Baru. Siapa-kah yang dapat membenarkan mereka? Tidak peduli betapa rohaninya Anda, asal Anda ada di gereja yang murtad atau kelompok-kelompok yang terpecah-belah, Anda sudah berada di posisi yang dihakimi oleh Alkitab.”

Meskipun orang-orang yang di denominasi dan kelom-pok bebas membenarkan dirinya, tetapi di dalam hati nurani mereka, mereka tahu bahwa mereka berada di tempat yang salah. Setiap kali ada orang yang mau berbantahan dengan saya, saya selalu dengan tersenyum mengatakan, “Meskipun sekarang ini Anda berbantahan dengan saya; tetapi Dia yang ada di dalam Anda setuju dengan saya dan menentang Anda. Persona yang tinggal di dalam Anda itu tidak berdiri di pihak Anda, Dia berada di pihak saya.” Banyak orang di antara kita yang berpaling ke jalan gereja tidak segera nampak visi, tetapi masih berada di tempat semula, dan mencoba berdamai dengan situasi. Akhirnya, persona yang tinggal di dalam kita, yang lebih kuat daripada kita, menawan kita, dan kita mau tidak mau harus berpaling ke tempat yang tepat. Ingatlah, menjadi orang yang benar itu satu masalah; berada di tempat yang benar itu masalah lainnya.

Kita hidup di hari-hari yang kompleks dan kacau. Mempelai perempuan dan tiruannya ada di sini. Kelihatannya pelacur itu lebih unggul daripada mempelai perempuan. Mempelai perempuan seperti sebatang rumput kecil, dan pelacur itu seperti sebatang pohon besar (Mat. 13:31-32). Kalau Anda hanya melihat penampilan luarnya, Anda pasti disesatkan dan diselewengkan. Kebanyakan orang Kristen sulit membedakan kedua hal itu. Penampilan luar keduanya itu sama, yaitu emas, mutiara dan permata. Mereka sama-sama mempunyai sesuatu yang berasal dari Allah, sesuatu dari Kristus, dan sesuatu dari Alkitab. Tetapi da-lam pemulihan Tuhan hari ini, visi ini jelas, dan terang juga cemerlang. Terang ini dapat menyingkapkan dan membedakan. Bersandarkan terang dalam pemulihan Tuhan kita tahu apa yang sejati dan apa yang palsu, kita tahu apa itu mempelai perempuan dan apa itu pelacur, dan kita dengan mudah dapat membedakan yang satu dengan yang lain. Haleluya! Kita dalam mempelai perempuan, dan tidak ada sangkut-pautnya dengan pelacur itu! Pula kita tahu, suatu hari Tuhan akan turun tangan menghakimi pelacur itu. Sebab itu, pernikahan Tuhan akan berlangsung setelah pelacur itu dibinasakan.

Mungkin di antara kalian masih ada yang bersimpati kepada pelacur itu. Tetapi dapat saya pastikan, ketika hari pernikahan Anak Domba tiba, tidak seorang pun akan bersimpati lagi kepada pelacur itu. Meskipun hari ini Anda berbantah-bantahan demi dia, tetapi akhirnya dia akan dibakar dan dibinasakan. Tuhan membenci pelacur itu, dan sebelum Dia menikmati pernikahan yang menyenangkan dengan mempelai perempuan-Nya, Ia akan menyingkirkan pelacur itu sama sekali. Tidak ada seorang mempelai laki-laki ingin bercinta segitiga, dan Tuhan sebagai Mempelai Laki-laki tidak akan membiarkan hal itu. Dalam pernikahan Anak Domba dan mempelai perempuan tidak ada pihak yang ketiga. Pihak ketiga yaitu pelacur itu akan dibakar sampai musnah. Puji Tuhan untuk hal ini! Saya akan senang nampak pemusnahan tiruan, Babilon Besar itu.

II. SETELAH PENGANGKATAN

SEBAGIAN BESAR ORANG BERIMAN

Pernikahan Anak Domba akan terjadi setelah pengang-katan sebagian besar orang beriman (1 Tes. 4:15-17). Pengangkatan ada beberapa macam: pengangkatan buah bungar, pengangkatan anak laki-laki, pengangkatan pemenang di atas lautan kaca, pengangkatan dua orang saksi, pengangkatan sebagian besar orang beriman, pengangkatan yang tersisa. Pernikahan Anak Domba akan terjadi setelah pengangkatan tersebut.

III. SETELAH TAKHTA PENGHAKIMAN KRISTUS

Pernikahan Anak Domba juga akan terjadi setelah penghakiman di atas takhta penghakiman Kristus (2 Kor. 5:10). Setelah pengangkatan dan sebelum pernikahan, akan ada penghakiman di takhta penghakiman Kristus untuk memutuskan orang kudus mana yang layak menghadiri pesta nikah. Seandainya Anda memperoleh pahala di depan takhta penghakiman Kristus, Anda akan mempunyai bagian dalam pesta nikah. Kalau Anda tidak mendapat pahala, sebaliknya dicela oleh Tuhan, Anda tidak akan binasa tetapi akan menderita kerugian seperti yang diuraikan dalam 1 Korintus 3:15. Ayat ini mengatakan, “Jika pekerjaan-nya terbakar, ia akan menderita kerugian; ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api”. Orang yang beroleh selamat tetapi menderita kerugian, tentu tidak ada bagian dalam pesta nikah. Menurut Matius 25:1-13, lima gadis yang bijaksana diperbolehkan mengikuti pesta, dan lima gadis yang bodoh, ditolak.

Penghakiman di takhta penghakiman Kristus bukan untuk menentukan kita beroleh selamat atau binasa, melainkan menentukan apakah kita beroleh pahala dari Tuhan atau menderita kerugian. Hanya orang yang sudah beroleh selamat yang dapat berdiri di depan takhta penghakiman ini. Ketika turun dari surga ke bumi, Tuhan akan tinggal di angkasa sejangka waktu, membereskan hal tertentu. Takhta penghakiman Kristus akan didirikan di angkasa, dan pernikahan juga akan berlangsung di angkasa. Setelah penghakiman dan pernikahan, Kristus akan turun ke bumi bersama tentara pilihan-Nya, berperang melawan Antikristus dalam perang Harmagedon. Sebab itu, takhta penghakiman dan pernikahan akan berlangsung di angkasa. Pernikahan akan terjadi setelah dibinasakannya pelacur itu, setelah semua pengangkatan, dan setelah penghakiman di takhta penghakiman Kristus. Kelak kita nampak orang pilihan yang di depan takhta penghakiman akan menjadi mempelai perempuan, juga tamu dalam pesta itu. Tamu-tamu itu akan menjadi mempelai perempuan yang korporat.

IV. PERNIKAHAN ANAK DOMBA

A. Puji-pujian Orang Banyak

Dalam ayat 5-7 tercantum puji-pujian orang banyak. Setelah Babel agamawi dibinasakan (17:16) mayoritas orang-orang kudus terangkat (14:16; 1 Tes. 4:15-17), dan pengha-kiman untuk memberi pahala di hadapan takhta pengadilan Kristus (11:18; 2 Kor. 5:10), peristiwa yang segera menyusul tentu pernikahan Anak Domba, kemudian pembinasaan Antikristus dan Babel besar materi (19:19-21; 18:1—19:4), yang mendatangkan pemerintahan Allah — kerajaan Allah (ayat 6). Untuk itu, himpunan besar orang banyak yang telah beroleh selamat bersukacita dan memuji-muji dengan haleluya (ayat 1, 3, 6), dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk hidup juga memuji Allah bersama mereka (ayat 4).

Yang tercantum dalam beberapa ayat ini sungguh menyenangkan! Saat itu kita akan menyaksikan pembinasaan pelacur itu. Kita juga telah melewati takhta penghakiman dan akan hadir dalam pernikahan itu. Haleluya! Sungguh baik! Saya damba berada di sana, dan dengan penuh harap saya menunggu tibanya saat itu.

Ayat 6 menggambarkan suara orang banyak itu “seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat”. Pujian itu seperti desau air bah, terus berlanjut tiada henti; juga seperti deru guruh yang hebat, menyatakan kewibawaan.

B. Kesiapan Mempelai Perempuan

Sekarang kita melihat perkara yang amat penting, yaitu kesiapan mempelai perempuan. Ayat 7 mengatakan, “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan (pernikahan) Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.” “Pengantin-Nya” dalam bahasa aslinya adalah “istri-Nya”, mengacu pada gereja (Ef. 5:24-25, 31-32), yaitu mempelai perempuan Kristus (Yoh. 3:29). Tetapi menurut ayat 8-9, istri, di sini (mempelai perempuan Kristus), hanya meliputi kaum beriman pemenang dalam Kerajaan Seribu Tahun; sedangkan pengantin perempuan (istri) dalam 21:2, meliputi semua orang kudus yang sudah beroleh selamat, dari Kerajaan Seribu Tahun sampai selamanya. Kesiapan mempelai perempuan tergantung pada kematangan hayat para pemenang. Selain itu, pemenang bukanlah individu-individu yang terpisah, melainkan pengantin perempuan korporat. Untuk aspek ini, diperlukan pembangunan. Mereka bukan hanya matang atas hayat, lebih-lebih terbangun bersama menjadi satu pengantin perempuan.

1. Kristus Diperlukan dari Orang-orang Kudus Sebagai Kebenaran Subyektif Mereka

Ayat 8 mengatakan, “Kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]” Bersih, atau murni, mengacu kepada sifat, sedangkan berkilau-kilauan mengacu kepada ekspresi. Kata “benar” di sini, dapat juga diterjmahkan sebagai “perilaku yang benar”. Benar di sini berbentuk jamak, bukan mengacu kepada kebenaran (Kristus) yang kita terima untuk keselamatan kita (1 Kor. 1:30). Kebenaran yang kita terima untuk keselamatan kita bersifat obyektif dan memungkinkan kita memenuhi tuntutan Allah yang adil; sedangkan di sini kebenaran orang-orang kudus pemenang bersifat subyektif (Flp. 3:9), dan memungkinkan mereka memenuhi tuntutan Kristus yang menang. Sebab itu, kain lenan halus menunjukkan kehidupan kita yang menang, yaitu diri Kristus yang kita perhidupkan dari dalam kita.

2. Pakaian Pesta dalam Matius 22

Berdasarkan wahyu seluruh Alkitab, kita yang beroleh selamat memerlukan dua pakaian: satu pakaian untuk keselamatan, yang satu lagi untuk pahala kita. Untuk kese-lamatan kita, kita perlu pakaian untuk menutupi kita. Pakaian ini adalah jubah yang dikenakan pada anak hilang yang diuraikan dalam Lukas 15. Anak hilang itu berkata kepada bapanya, “Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebut anak bapa” (Luk. 15:21). Dia mengira dirinya tidak layak di hadapan bapanya. Tetapi bapanya itu berkata kepada hamba-hamba-nya, “Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya” (Luk. 15:22). Jubah ini adalah Kristus sebagai kebenaran kita, agar kita dibenarkan di hadapan Allah. Kita semua telah mempunyai jubah ini, pakaian per-tama, yaitu Kristus sebagai kebenaran kita, sehingga kita dapat berdiri di depan Allah yang adil.

Namun kita masih memerlukan pakaian yang kedua, yaitu pakaian pesta yang dikatakan dalam Matius 22:11-12. Pakaian ini bukan untuk karunia keselamatan kita, melainkan untuk pahala kita, yang melayakkan kita menghadiri pesta nikah Anak Allah. Pakaian pertama melayakkan kita berjumpa dengan Allah, agar kita mendapatkan karunia keselamatan. Pakaian kedua melayakkan kita berjumpa dengan Kristus, untuk mendapatkan pahala. Pakaian kedua adalah Roh Kudus di dalam diri kita. Jubah ini sebenarnya adalah Kristus yang berdasarkan dia kita hidup dan yang kita ekspresikan. Ini adalah Kristus yang terekspresi mela-lui kehidupan kita sehari-hari. Inilah yang disebut perbuat-an-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus dalam Wahyu 19:8.

Pakaian kedua juga adalah kebenaran yang dikatakan dalam Matius 5:20. Dalam ayat ini Tuhan Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu: Jika kebenaranmu tidak melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Surga”

(Tl.). Ini adalah perkataan yang berat, sedikit sekali orang Kristen yang memahaminya. Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa kebenaran kita harus melebihi kebenaran orang-orang Farisi. Kebenaran ini bukan Kristus yang obyektif yang kita terima sebagai jubah kita, agar kita dibenarkan, melainkan Kristus yang subyektif yang kita perhidupkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini bukan jubah untuk pembenaran, melainkan pakaian yang mela-yakkan kita menerima pahala.

Pakaian pesta dalam Matius 22:11-12 menjelaskan ini. Dalam perumpamaan ini, Tuhan membicarakan orang yang tidak memakai pakaian pesta menghadiri pesta nikah. Ketika raja melihatnya, raja berkata, “Hai Saudara, bagaimana engkau masuk ke mari tanpa mengenakan pakaian pesta?” Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya, “Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi” (Mat. 22:13). Pakaian pesta di sini bukanlah pakaian pembenaran, melainkan pakaian khusus. Menurut tradisi Yahudi kuno, siapa pun tidak boleh menghadiri pesta nikah tanpa mengenakan pakaian pesta yang khusus. Kalau kita ingin berba-gian dalam pesta nikah Anak Domba, kita harus mengenakan pakaian yang demikian. Kalau Anda ingin dianggap layak menghadiri pesta nikah Kristus, Anda perlu hidup berdasarkan Kristus, dan memperhidupkan Dia dalam kehidupan Anda sehari-hari. Kristus yang subyektif ini akan menjadi pakaian pesta yang melayakkan Anda menghadiri pesta nikah. Jadi, kita perlu pakaian pembenaran, juga perlu pakaian pesta.

Wahyu 3:4-5,18 juga menyinggung tentang pakaian kedua. Dalam 3:4-5 Tuhan memberi tahu gereja di Sardis, “Ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih.” Pakaian di sini adalah untuk pesta nikah. Dalam 3:18 Tuhan menyuruh gereja di Laodikia membeli dari Dia “pakaian putih”. Jadi, Kitab Wahyu menekankan pakaian kedua. Kalau kita tidak mempunyai pakaian ini, kita tidak akan dapat menghadiri pesta nikah.

3. Pakaian Sulaman dalam Mazmur 45

Mazmur 45 juga menyinggung tentang kedua pakaian ini. Mazmur 45 mengatakan putri raja (permaisuri) memiliki dua pakaian (ayat 14-15): yang satu sesuai dengan kebenaran yang obyektif untuk keselamatan kita, dan yang lain sesuai dengan kebenaran yang subyektif untuk kemenangan kita. Pakaian yang kedua sama dengan pakaian pesta dalam Matius 22:11-12. Permaisuri dalam Mazmur 45 melambangkan gereja. Pakaian pertamanya “berpakankan emas”, dan pakaiannya yang kedua adalah “pakaian bersulam”. Dalam Alkitab, emas melambangkan sifat ilahi Allah. Ketika beroleh selamat, kita menerima satu pakaian emas, sehingga kita dapat datang ke hadapan Allah. Selain itu, kita masih memerlukan pakaian yang kedua yaitu pakaian sulaman. Sulaman melambangkan pekerjaan pengubahan Roh Kudus. Hari ini Roh Kudus sedang bekerja di atas diri kita untuk mengubah kita, sama seperti orang yang menyulam menusukkan jarumnya satu demi satu pada kain. Walaupun kita telah mempunyai pakaian pertama, pakaian kita yang kedua kini sedang disiapkan di bawah pekerjaan penyulaman Roh Kudus. Pakaian ini melayakkan kita nam-pak Kristus di depan takhta penghakiman-Nya. Hari demi hari kita berada di bawah jarum pengubahan Roh Kudus. Kita sangat membutuhkan pakaian kedua ini. Ini adalah perkara yang serius.

Meskipun perkara ini sangat serius, tetapi sebagian besar orang Kristen hanya memperhatikan pakaian pertama. Bahkan ada orang yang mengatakan, “Asal kita telah dibenarkan, ditebus, dan beroleh selamat, cukuplah.” Jangan hiraukan perkataan semacam itu. Mungkin Anda baik dari segi keselamatan, tetapi bagaimana dengan pahala? Anda tidak hanya perlu pembenaran, juga perlu pengakuan. Ketika Anda tampil di depan takhta penghakiman Kristus, apakah Dia mengakui Anda? Matius 22:14 dengan jelas mengatakan bahwa ada orang yang dipilih, dan yang lain tidak. Hanya orang yang mengenakan pakaian kedua, yang disulam oleh Roh Kudus, baru dapat terpilih dan layak menghadiri pesta nikah Anak Domba.

C. Mendatangkan Pemerintahan Tuhan

Dalam ayat 6 banyak orang berseru, “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.” Pemerintahan Allah, yaitu kerajaan, berhubungan dengan pernikahan Anak Domba, dan pernikahan Anak Domba adalah hasil dari perampungan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah mendapatkan satu mempelai perempuan, yakni gereja, bagi Kristus melalui penebusan dan hayat ilahi-Nya. Melalui pekerjaan Roh Kudus yang tidak henti-hentinya dari zaman ke zaman, sasaran ini akan tercapai pada akhir zaman ini. Saat itu mempelai perempuan, yaitu kaum beriman pemenang akan siap sedia, dan Kerajaan Allah akan tiba. Ini sesuai dengan nubuat yang dikatakan Tuhan dalam Matius 26:29.

Pernikahan itu akan mendatangkan pemerintahan Tuhan, kerajaan, karena semua tamu yang diundang untuk menghadiri pernikahan itu adalah mempelai perepuan yang korporat, juga para raja yang memerintah bersama Mempelai Laki-laki. Mempelai Laki-laki yang akan mendapatkan seluruh bumi sebagai kerajaan-Nya, tentu membutuhkan banyak raja untuk meraja bersama-Nya. Semua yang meraja bersama-Nya adalah mempelai perempuan-Nya yang korporat.

Saya tidak dapat memastikan berapa lamanya pernikahan itu berlangsung. Pernikahan itu sendiri, yang ber-langsung di angkasa, tidak menghabiskan banyak waktu. Setelah pernikahan, ada pesta nikah. Pesta nikah biasanya menghabiskan waktu lebih banyak daripada upacara pernikahannya. Meskipun saya percaya pesta nikah itu akan menghabiskan waktu 1000 tahun, tetapi tidak ada dasar Alkitab, untuk lebih memastikan perkataan ini. Dalam pandangan Tuhan 1000 tahun seperti satu hari (2 Ptr. 3:8). Matius 22 menunjukkan bahwa pesta nikah adalah Kerajaan Seribu Tahun. Bagi kita, seribu tahun dalam Kerajaan Seribu Tahun merupakan pesta nikah. Setiap orang yang diundang ke pesta nikah itu juga akan berbagian dalam memerintah sebagai raja selama 1000 tahun. Raja kita akan menjadi Mempelai Laki-laki; kita yang meraja bersama-Nya adalah mempelai perempuan-Nya. Seribu tahun itu adalah bulan madu kita. Seribu tahun pemerintahan Kristus adalah pesta kita.

Saya yakin banyak orang beriman tidak mendapatkan pahala memerintah bersama Kristus pada kerajaan yang akan datang. Meskipun Anda bisa beroleh selamat, tetapi kalau Anda ingin mendapatkan kerajaan sebagai pahala, Anda harus menjadi pemenang. Bagi para pemenang, me-merintah bersama Kristus di dalam kerajaan-Nya adalah menikmati pesta nikah.

V. PERJAMUAN NIKAH ANAK DOMBA

Ayat 9 mengatakan, “Lalu ia berkata kepadaku, ‘Tulis-kanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.’ Katanya lagi kepadaku, ‘Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.’” Perjamuan nikah Anak Domba di sini adalah pesta nikah dalam Matius 22:2. Inilah pahala yang diberikan kepada kaum beriman pemenang. Bukan semua orang yang beroleh selamat bisa berbagian dalam pesta ini, melainkan hanya para pemenang yang diundang menghadiri perjamuan ini. Lima gadis yang bodoh dalam Matius 25:8-13 kehilangan hal ini. Namun, setelah ditanggulangi Tuhan pada zaman kerajaan, mereka akan berbagian dalam Yerusalem Baru sampai selamanya. Sebab itu, berbahagialah orang yang diundang ke perjamuan nikah Kristus, yang akan membawa kaum beriman pemenang ke dalam kenikmatan atas Kerajaan Seribu Tahun. Kaum beriman pemenang yang diundang ke perjamuan nikah Anak Domba, juga akan menjadi mempelai perempuan Anak Domba. Berkat yang dikatakan dalam ayat 9 adalah berkat berbagian dalam Kerajaan Seribu Tahun.

Matius 22:14 mengatakan, “Sebab banyak yang dipang-gil, tetapi sedikit yang dipilih,” dan Wahyu 17:14 mengatakan, “Mereka yang bersama-sama dengan Dia (Anak Domba) juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” Dipanggil itu satu hal, dan dipilih adalah hal yang lain. Orang-orang yang mengikuti Tuhan berperang melawan Antikristus tidak hanya dipanggil, tetapi juga dipilih. Meskipun kita dapat dengan pasti mengatakan bahwa kita telah dipanggil, tetapi kita tidak berani mengatakan bahwa kita juga dipilih. Ini akan ditentukan pada saat tibanya takhta penghakiman Kristus. Setelah diangkat, kita akan berdiri di depan takhta penghakiman Tuhan. Dia akan menentukan apakah kita ini layak dipilih. Hanya orang yang terpilih baru bisa diundang untuk menghadiri pesta nikah Anak Domba.

VI. KESAKSIAN YESUS

Ayat 10 mengatakan, “Aku pun sujud di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku, ‘Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudara seimanmu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” Ayat ini menunjukkan bahwa mempelai perempuan, tamu yang diundang, adalah kesaksian Yesus. Meskipun gereja hari ini seharusnya adalah kesaksian Yesus, tetapi di antara kita masih ada orang yang di bawah standar kesaksian Yesus. Namun sampai di ayat 10, para pemenang yang diundang semuanya telah mencapai standar itu. Setelah Tuhan mendapatkan mempelai perempuan-Nya, Dia akan dapat bermegah kepada Iblis dan alam semesta, kata-Nya, “Mempelai perempuan itu adalah kesaksian-Ku.”

Ayat 10 mengatakan, “Kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” Seluruh Kitab Wahyu memiliki satu roh, dan roh ini adalah kesaksian Yesus. Roh nubuat adalah realitas, hakiki, watak, dan ciri khas nubuat. Jadi, kesaksian Yesus ialah realitas, hakiki, watak, dan ciri khas nubuat kitab ini. Hari ini, kesaksian Yesus adalah gereja, tetapi tidak semua anggota gereja telah mencapai standar Tuhan. Karena itu, Tuhan harus menunggu sampai Dia mendapatkan mempelai perempuan, baru dapat mengumumkan kepada Iblis, “Ini adalah kesaksian-Ku, yang lengkap dan sangat sempurna!” Karena itu, mempelai perempuan adalah reali-tas, hakiki, dan unsur dari nubuat Kitab Wahyu. Kitab ini untuk hidup gereja, untuk mempelai perempuan.