← Daftar isi Wahyu (3) · bab 2/18

PELACUR BESAR YANG DUDUK DI ATAS SEEKOR BINATANG YANG MERAH TUA (2)

Dalam berita yang lalu kita telah membahas tentang pelacur besar. Sekarang kita akan membahas binatang merah tua yang ditungganginya, yang tercantum dalam Wahyu 17.

II. BINATANG YANG MERAH TUA

A. Muncul dari Jurang Maut

Kita telah nampak bahwa penunggangnya adalah gereja tertentu (yang dilambangkan oleh gereja di Tiatira. Red.), sedangkan binatang itu adalah Kekaisaran Romawi, teruta-ma Antikristus, Kaisar ketujuh dari Kekaisaran Romawi yang akan datang. Wahyu 17:8 mengatakan, “Adapun binatang yang telah kaulihat itu, pernah ada, namun tidak ada lagi, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan.” Binatang itu, yang adalah Antikristus, “telah ada” dalam diri Kaisar Nero sebelum Yohanes menulis kitab ini. Pada saat Yohanes menulis kitab ini, dia “tidak ada” karena saat itu Nero telah mati. “Ia akan muncul dari jurang maut”, ini menyiratkan bahwa roh Nero sekarang berada di jurang maut, dan akan muncul dari sana untuk merasuk tubuh Antikristus yang telah terbunuh namun hidup kembali, seperti yang dinyatakan dalam 13:3.

B. Warnanya

Binatang itu berwarna merah tua (17:3). Merah tua atau merah padam adalah warna naga yang besar (12:3). Binatang itu dan naga mempunyai warna yang sama, menyatakan Antikristus adalah satu dengan Iblis dalam penampilannya.

C. Penuh dengan Nama-nama Hujat

Binatang itu penuh dengan nama-nama hujat (17:3). Ketujuh kaisar yang dilambangkan dengan ketujuh kepala binatang itu menyebut diri mereka itu Allah. Kata-kata hujat itu sangat menghujat Allah. Kaisar-kaisar itu menganggap dirinya Allah dan menyuruh orang banyak menyembah mereka. Orang-orang yang tidak menyembah mereka akan dianiaya.

D. Mempunyai Tujuh Kepala

1. Tujuh Gunung yang di Atasnya Dibangun Kota Roma

Ayat 3 juga menunjukkan bahwa binatang itu mem-punyai tujuh kepala. Ayat 9 mengatakan, “Ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk.” Kota Roma dibangun di atas tujuh buah gunung, yang dilambangkan oleh ketujuh kepala binatang yang ditunggangi oleh pelacur itu.

2. Tujuh Raja

Ayat 10 membicarakan ketujuh gunung, yaitu ketujuh kepala binatang itu, katanya, “Ketujuhnya adalah juga tujuh raja: Lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja.” Ketujuh raja adalah ketujuh kaisar dari Kekaisaran Romawi. Menurut sejarah, Kekaisaran Romawi mempunyai dua belas kaisar; Antikristus akan menjadi kaisar yang ketiga belas. Dari kedua belas kaisar itu, hanya enam yang tercantum dalam nubuat Kitab Wahyu. Lima kaisar yang pertama telah jatuh; maksudnya, mereka telah mati secara tragis (Hak. 3:25; 2 Sam. 1:10, 25, 27). Mereka adalah Yulius, Tiberius, Caligula, Claudius, dan Nero. Mereka itu mati dibunuh atau bunuh diri sebelum Yohanes menulis kitab ini. Domitian, kaisar yang keenam, yang juga dibunuh, masih hidup ketika Yohanes menulis kitab ini. Sebab itu di sini dikatakan dia masih “ada”. “Yang lain”, yaitu yang ketujuh, yaitu Antikristus, pada saat itu dia “belum datang”. Pada waktu dia datang, dia hanya tahan sebentar, kemudian terbunuh, dan akan hidup kembali karena roh kaisar yang kelima, yaitu Nero, menjadi yang kedelapan.

Ayat 11 mengatakan, “Binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kede-lapan, termasuk satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.” Antikristus adalah kaisar ketujuh yang akan datang, tetapi juga yang kedelapan. Menurut 13:3, Antikristus akan terbunuh dan hidup kembali. Ketika hidup kembali, roh Nero (kaisar yang kelima) akan muncul dari jurang maut, masuk ke dalam tubuh Antikristus (kaisar ketujuh) yang telah mati serta menggerakkan dan menghidupkan tubuh itu; dengan demikian meniru kebang-kitan Kristus. Kaisar ini, gabungan dari kaisar kelima dan ketujuh, adalah kaisar yang kedelapan. Karena itu, dia “berasal dari yang ketujuh itu”, mempunyai tubuh dari yang ketujuh dan roh dari yang kelima. Sebab itu ia akan lebih cakap, lebih pandai, lebih hebat dalam memikat, memperdaya, menipu, menyelewengkan orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus. Tidak heran, orang akan takjub meli-hat oknum yang demikian istimewa ini, lalu mengikutinya (ayat 8).

E. Menuju kepada Kebinasaan

Ayat 8 dan 11 menunjukkan bahwa binatang itu menuju kepada “kebinasaan”. Hal ini menyatakan bahwa Antikristus akan binasa, seperti yang ditunjukkan dalam 19:20 dan 20:10. Ia akan dilemparkan ke dalam lautan api.

F. Memiliki Sepuluh Tanduk

Ayat 12 dan 13 mengatakan, “Kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu. Mereka seia sekata untuk memberikan kekuatan dan kekuasaan mereka kepada binatang itu.” Sebelum kesusahan besar, dalam Kekaisaran Romawi yang dipulihkan akan bangkit sepuluh raja. Mereka akan bersatu dengan Anti-kristus dalam menentang Allah dan menganiaya umat-Nya — orang Yahudi dan orang Kristen. Kesepuluh raja itu diumpamakan dengan kesepuluh jari kaki patung besar yang dilihat oleh Nebukadnezar dalam mimpinya (Dan. 2:42). Mereka dan kerajaan mereka akan menuruti Antikristus (ayat 17).

Kesepuluh raja itu akan menerima kerajaan dalam waktu satu jam bersama binatang itu. Sungguh mengherankan! Banyak orang yakin bahwa kesepuluh negara yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Eropa akan menjadi kesepuluh kerajaan yang dimaksud di sini. Pendapat tersebut tidak tepat, karena raja-raja itu akan menerima kerajaan mereka dalam satu jam. Sebelum waktu itu, tidak seorang pun yang tahu siapakah mereka itu. Tiba-tiba, dalam satu jam, mereka semua akan menerima kerajaan. Kesepluh raja itu akan menerima otoritas atau kekuasaan dalam waktu yang sangat singkat. Inilah sesuatu yang mengherankan yang dilakukan oleh Iblis, dan akan merupakan suatu kejutan besar bagi orang banyak.

Ayat 13 mengatakan bahwa kesepuluh raja itu seia sekata dan mereka memberikan kekuatan dan kekuasaan mereka kepada binatang itu. Mereka mutlak tunduk kepada Antikristus, yang pembawaannya sangat cerdas, mengesankan, meyakinkan, dan menaklukkan.

Bersama Antikristus, kesepuluh raja itu akhirnya akan berperang melawan Anak Domba secara langsung. Ayat 14 mengatakan, “Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Dialah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka yang bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” Perang di sini sama seperti yang dikatakan dalam 19:11-21, juga adalah perang besar Harmagedon (16:14, 16). Orang-orang yang bersama Anak Domba itu adalah orang-orang yang telah dipanggil, dipilih dan yang setia. Perhatikan, di sini “dipilih” disinggung setelah “terpanggil”. Terpanggil ialah beroleh selamat, sedangkan dipilih adalah di-perkenan oleh Tuhan berdasarkan kehidupan yang menang. Hari ini yang terpanggil banyak, tetapi kelak yang dipilih hanya sedikit (Mat. 22:14). Kita semua telah dipanggil. Namun untuk termasuk di antara orang-orang yang dipilih di waktu mendatang itu, kita harus menempuh kehidupan yang menang pada hari ini.

Ayat 16 dan 17 mengatakan, “Kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang; mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi.” Kesepuluh tanduk dan binatang itu akan membenci pelacur itu dan membuatnya sunyi (gersang). Ini berarti Antikristus dan kesepuluh raja-nya akan menganiaya gereja yang murtad itu. Hal ini akan terjadi pada awal kesusahan besar. Mereka akan menjadikan gereja itu sunyi (gersang) dan telanjang, berarti mere-ka akan membinasakannya, merampas kekayaannya, melucutinya tanpa sisa; mereka akan “memakan dagingnya”, berarti mereka akan membunuh anggota-anggotanya; dan mereka akan “membakarnya dengan api sampai habis”, berarti mereka akan membasminya dengan tuntas. Hal ini juga menyatakan bahwa Babel besar yang dibicarakan dalam pasal ini adalah Babel yang agamawi. Antikristus dan kesepuluh rajanya akan membinasakan gereja yang murtad. Hal ini berasal dari Allah. Pembinasaan yang demikian tidak seharusnya dipandang sebagai martir, melainkan suatu penghakiman pembalasan Allah.

Pada tahun 1929, Mussolini menandatangani sebuah perjanjian dengan Paus Pius XI, isinya ialah menjadikan kota Vatikan sebagai negara yang berdiri sendiri dan berdaulat. Hari ini, Vatikan menjalankan kekuatan, kekuasaan, serta pengaruhnya atas banyak bangsa; duta besar dari berbagai bangsa dikirim ke Vatikan. Mungkin pengaruh itu akan menimbulkan kebencian dalam kesepuluh raja itu, sehingga mereka mengusulkan kepada binatang itu untuk memusnahkannya. Menurut gambaran dalam pasal ini, perempuan itulah yang menunggang binatang itu. Karena si penunggang selalu mengontrol tunggangannya, bukan tunggangan yang mengatur si penunggang, jadi si pelacurlah yang mengawasi dan menguasai binatang itu, bukan sebaliknya. Sebagai contoh, sewaktu Anda mengemudikan mobil Anda, tentu bukan mobil yang menyetir Anda, melainkan Anda yang menguasai dan menyetirnya. Hari ini, gereja itu menunggangi politik. Akhirnya, keadaan itu akan membangkitkan rasa benci kesepuluh raja itu kepada pelacur itu, dan bersama Antikristus mereka akan membinasakan dan memusnahkannya.

Dalam kebenciannya terhadap pelacur itu, kesepuluh raja itu akan menjadikan dia sunyi dan telanjang. Hari ini, keadaan gereja itu jauh dari sunyi, malah makin semarak. Tahun 1970-an saya mendengar bahwa gereja itu memiliki sepertiga dari tanah kota Roma. Memang keadaannya saat ini semarak, namun suatu hari Antikristus dan sepuluh raja akan menjadikannya sunyi, karena mereka akan merampas segala kekayaannya. Selain itu, mereka juga akan menjadikannya telanjang. Ini berarti mereka akan me-nyingkapkan semua selubung dan kemunafikannya dan menelanjanginya sama sekali. Antikristus akan dipakai oleh Tuhan untuk menyingkapkan gereja itu sepenuhnya.

Hari ini keadaan gereja itu masih terselubung, dan kita belum bisa melihat keadaannya yang sesungguhnya. Kita tidak bisa melihat betapa hebat kenajisan, kedosaan, keduniawian, kejahatan, kekejaman, dan aroma setani dalam segala perkara yang tersembunyi di dalamnya. Ia berbuat cabul dalam perkara rohani maupun jasmani. Betapa mengerikan! Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan sebuah sumur kering di Spanyol diisi dengan tulang-tulang bayi. Kita tidak bisa menyebutkan betapa dosa, jahat, dan najisnya perkara-perkara dalam gereja itu. Namun, suatu hari Antikristus dan kesepuluh rajanya akan menyingkapkan semuanya.

Mereka juga akan memakan daging pelacur itu, artinya mereka akan melukai dan membunuh anggota-anggotanya. Antikristus akan mengenyahkan dan membunuh anggota-anggotanya dan membakarnya dengan api sampai habis. Jika perkataan ini bukan digenapkan atas gereja yang murtad, lalu atas siapakah penghakiman itu?

Di antara pembaca berita ini mungkin ada yang secara alamiah berhati lunak dan penuh perasaan simpatik.

Mungkin mereka berpendapat perkataan saya mengenai gereja itu terlalu keras. Seandainya perkataan saya ini keras, ketahuilah saya bukanlah orang pertama yang mengatakan-nya. Yang pertama kali mengatakannya adalah Tuhan Yesus sendiri, karena Kitab Wahyu adalah firman-Nya. Dalam 10:9 Tuhan memberi tahu Rasul Yohanes untuk menelan gulungan kitab itu. Ia juga berkata bahwa gulungan kitab itu terasa manis seperti madu di mulut, namun terasa pahit di perut. Saya tidak bisa menyangkal bahwa saya telah nampak visi ini, dan saya pun tidak memiliki pilihan selain mengutarakan perkataan Tuhan. Hari ini, Tuhan harus memiliki kesaksian yang tegas. Saya harap Anda lebih kuat daripada saya. Untuk itu Anda perlu memiliki visi yang jelas. Dalam pemulihan Tuhan hari ini visinya harus jelas, terutama setelah semua berita ini dilepaskan. Kita harus menekankan agar memiliki kesaksian Yesus yang kuat, segar, hidup, dan mutakhir. Saya tahu, tidak banyak yang mau mengambil jalan ini. Namun, sejumlah orang akan berpaling dan masuk ke dalam pemulihan Tuhan. Tuhan akan mengumpulkan semua orang yang berhati tulus dan orang-orang yang mencari-Nya dengan hati murni untuk menjadi kesaksian-Nya yang hidup dan mutakhir. Kesaksian ini bukan hanya akan menghasilkan buah bungar, tetapi juga membantu umat Kristen yang masih tertinggal di bumi selama kesusahan besar.

Ayat 17 mengatakan, “Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya.” Saya senang karena ada ayat ini. Antikristus dan kesepuluh rajanya akan melakukan sesuatu menurut kehendak Allah untuk mengakhiri gereja itu dan menggenapkan kehendak Allah. Betapa menakjubkan! Allah akan menaruh hal tersebut di dalam hati mereka. Apakah Anda lebih baik hati daripada Allah? Allah membenci gereja itu. Dalam pandangan-Nya, dia adalah pelacur besar, suatu kekejian. Suatu hari, pada akhir zaman ini, Allah akan membuat penguasa-penguasa jahat dan kejam di bumi ini melakukan kehendak-Nya untuk membinasakan gereja itu dan membakarnya. Sekalipun ba-nyak di antara kita telah memiliki Alkitab selama bertahun-tahun, namun kita tidak pernah melihat makna kedua ayat ini. Puji Tuhan, sekarang ini banyak di antara kita telah nampak hal ini! Dengan jelas kita tahu bahwa gereja itu akan dibakar. Karena itu, kita harus memberi tahu teman-teman dan kerabat kita agar keluar darinya.

Jika Anda ingin kerabat dan teman-teman Anda keluar dari dalam gereja itu, Anda harus mendekati mereka dengan cara yang tepat. Mungkin Anda berbeban terhadap ibu Anda. Jangan berkata kepadanya, “Ibu, suatu hari Anti-kristus akan membakar gerejamu.” Bukan demikian, Anda harus berbicara padanya dengan cara yang bijaksana namun terus terang. Mula-mula, Anda boleh mengajaknya membaca Alkitab bersama Anda. Tetapi jangan langsung membaca Wahyu 17. Akan lebih baik kalau Anda memulai-nya dengan pasal 12 dan membaca tentang perempuan terang universal yang terwahyu di sana. Sudah tentu, ibu Anda akan tertarik dengan hal ini, dan ia akan berkata, “Selama hidupku dalam gereja itu, aku tidak pernah mendengar hal ini.” Waktu berikutnya ketika Anda mengunjunginya lagi, Anda boleh mengajaknya membaca pasal 13 yang membahas binatang itu, Antikristus, dan waktu beri-kutnya, baru pasal 17. Secara berangsur-angsur bantulah dia melihat bahwa perempuan yang menunggang binatang yang merah tua itu adalah gereja itu. Namun, janganlah memberi tahu dia secara langsung. Sebaliknya, bacalah pasal ini dengan ibu Anda dan mintalah dia memikirkan hal ini. Akhirnya, ia akan menyimpulkan bahwa perempuan yang menunggang binatang itu adalah gereja itu. Ia bahkan akan berkata, “Kelihatannya si penunggang ini adalah gerejaku.” Biarkan dia menarik kesimpulan sendiri. Setelah ia menarik kesimpulan, barulah Anda bertanya apakah ia yakin tentang hal ini. Kita harus belajar menjadi orang yang berhikmat, bagaimana berbicara dengan orang tanpa menyakiti mereka. Janganlah memberi tahu orang banyak secara langsung bahwa gereja itu sebenarnya bersifat setani.

Gereja itu telah berakar sangat dalam bahkan masuk ke dalam peredaran darah umatnya, karena itu sangatlah sulit memalingkan mereka. Jika Anda ingin teman-teman Anda dan kerabat Anda keluar dari dalam gereja itu, Anda harus berdoa bagi mereka dengan sungguh-sungguh, mohon Tuhan merahmati mereka dan membuka mata mereka. Kadang-kadang Anda merasa sangat berbeban sehingga Anda berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, aku benar-benar memohon untuk ibuku. Sungguh aku tidak tahan bila ibuku belum keluar dari dalamnya. Tuhan, ini adalah perkara hayat dan maut. Tuhan, Engkau harus memalingkan ibuku.” Saya jamin Tuhan akan menjawab doa Anda. Tetapi sewaktu Anda berbicara dengan ibu Anda, bertindaklah bijaksana dan penuh dengan urapan minyak. Janganlah berbantahan dengannya.

Sewaktu Anda berhubungan dengan orang-orang yang ada di dalam gereja itu, janganlah bersikap keras terhadap mereka. Dekatilah mereka dengan tulus, jujur, lunak, dan bijaksana. Sewaktu berhubungan dengan mereka, Anda perlu banyak berdoa. Bahkan sewaktu berbincang-bincang dengan kerabat atau teman-teman Anda, Anda juga perlu berdoa, “Tuhan, rahmatilah mereka, bukalah mata hati mereka, agar mereka nampak siapa pelacur besar itu.” Jika demikian, kita akan menjadi saksi yang hidup bagi orang banyak. Namun, kita sama sekali tidak bermaksud menambah jumlah kita dengan menarik mereka masuk ke dalam kita. Pertambahan jumlah ada di tangan Tuhan. Meskipun kita tidak bermaksud menarik mereka, namun kita berbeban mempersaksikan hal ini kepada semua orang. Sebagai kesaksian Yesus yang hidup, kita harus belajar bagaimana mengekspresikan Tuhan sesuai dengan apa yang telah kita lihat. Jangan berbantahan dengan mereka atau menyakiti mereka — berbicaralah kepada mereka dengan cara yang menyenangkan. Tuhan akan memberi kita cukup anugerah untuk menjadi kesaksian yang demikian.