← Daftar isi Keluaran (9) · bab 2/20

PENGUDUSAN HARUN DAN ANAK-ANAKNYA UNTUK MENJADI IMAM (2)

Pembacaan Alkitab:

Kel. 29:1-14; 40:12-15; Im. 8:1-9, 12-17

Kita telah melihat bahwa para imam secara lahiriah perlu mengenakan pakaian imam, dan secara batiniah perlu dipenuhi dengan makanan. Baik pakaian imam maupun makanan imam, keduanya melambangkan aspek yang berbeda dari Kristus. Keluaran 29:1, 10-14 menyinggung tentang lembu jantan yang dipersembahkan sebagai kurban penghapus dosa para imam. Kurban penghapus dosa di sini ialah Kristus yang membukakan satu jalan agar kehampaan kita terpenuhi. Kehampaan ini merupakan masalah rasa lapar batiniah. Jika kita lapar, berarti di dalam kita hampa atau kosong. Pakaian imam melambangkan Kristus yang menutupi ketelanjangan kita. Bila kita memiliki Kristus sebagai pakaian kita, kita tidak lagi telanjang. Sebaliknya, secara lahiriah kita memiliki ekspresi yang mulia dan indah. Ini berarti bahwa secara lahiriah ketelanjangan kita telah tertutupi, dan sekarang kita memiliki Kristus untuk menutupi ketelanjangan kita. Namun, kita masih memerlukan Kristus untuk memenuhi kita secara batiniah. Agar kehampaan batiniah kita terpenuhi, Kristus harus menjadi kurban penghapus dosa kita.

DUA MACAM PEMBAKARAN

Kurban penghapus dosa bukanlah makanan untuk para imam. Kurban ini dibakar semuanya. Keluaran 29:13-14 mengatakan, “Kemudian kauambillah segala lemak yang menutupi isi perut, umbai hati, kedua buah pinggang dan segala lemak yang melekat padanya, dan kau bakarlah di atas mezbah. Tetapi daging lembu jantan itu, kulitnya dan kotorannya haruslah kaubakar habis dengan api di luar perkemahan, itulah kurban penghapus dosa.” Kedua ayat ini berbicara tentang dua macam pembakaran yang berbeda. Pembakaran yang pertama, yang dijelaskan dalam ayat 13, ialah pembakaran lemak, umbai hati, dan buah pinggang di atas mezbah. Pembakaran ini menghasilkan bau harum yang membubung kepada Allah bagi kepuasan-Nya. Pembakaran ini seperti pembakaran ukupan, yaitu pembakaran yang bukan untuk penghakiman atau penyucian, melainkan untuk kenikmatan Allah. Kata Ibrani yang diterjemahkan “bakar” dalam ayat 13 adalah istilah yang digunakan untuk pembakaran ukupan (lihat ayat 18 dan 25). Ketika para imam membakar ukupan kemenyan sebagai bau-bauan yang harum, itu adalah untuk kepuasan Allah. Allah menikmati aroma ukupan tersebut. Mengenai kurban penghapus dosa, lemak yang menutupi isi perut, dan bagian dalam perut tertentu dibakar untuk kenikmatan Allah.

Pembakaran ini memuaskan tuntutan Allah, yang sebagian besar terdiri atas tiga kategori: tuntutan atas keadilan-Nya, kekudusan-Nya, dan kemuliaan-Nya. Allah itu adil, Allah itu kudus, dan Allah itu penuh dengan kemuliaan. Jadi, keadilan-Nya, kekudusan-Nya, dan kemuliaan-Nya mengajukan tuntutan pada kita. Jika kita kekurangan kemuliaan Allah dan tidak sepadan dengan keadilan dan kekudusan-Nya, kita tidak berdaya memuaskan tuntutan-tuntutan-Nya, akibatnya kita berada di bawah penghukuman-Nya.

Lemak dari kurban penghapus dosalah yang memuaskan tuntutan Allah. Lemak ternak berasal dari kelimpahan ternak. Ini melambangkan keharuman dan kelimpahan kesempurnaan Kristus, yang memuaskan tuntutan keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Allah. Pembakaran lemak dan isi perut menghasilkan bau-bauan yang harum bagi kepuasan Allah; Ia sepenuhnya puas dengan bau-bauan tersebut. Karena itu, macam pembakaran pertama yang berhubungan dengan kurban penghapus dosa ialah untuk kepuasan Allah.

Macam pembakaran kedua, seperti yang dijelaskan dalam ayat 14, adalah pembakaran daging, kulit, dan kotoran di luar perkemahan. Bagian-bagian dari kurban penghapus dosa ini dibakar dengan api penghakiman. Karena itu, pembakaran kedua adalah pembakaran penghakiman. Pembakaran ini tidak dilakukan di atas mezbah, melainkan di luar perkemahan, yang melambangkan pembuangan dan penghakiman. Di satu aspek, Kristus diterima sebagai bau-bauan yang harum bagi Allah untuk memenuhi semua tuntutan Allah; di aspek lain, Kristus ditinggalkan, dihukum, dihakimi, dan dibakar di luar perkemahan, yaitu di luar tempat kediaman Allah dan jauh dari umat Allah.

KRISTUS SEBAGAI KURBAN PENGHAPUS DOSA

Kurban penebus salah berhubungan dengan dosa-dosa kita yaitu perbuatan dosa kita; sedangkan kurban penghapus dosa berhubungan dengan dosa kita, yaitu sifat kita. Jika kita ingin menjadi imam yang melayani Allah, kita harus menyadari bahwa meskipun kita telah beroleh selamat, kita masih memiliki sifat dosa.

Kita akan tetap memiliki sifat dosa ini sampai tubuh kita diubah. Saya dapat bersaksi bahwa tidak peduli berapa lama kita telah beroleh selamat, sifat dosa kita tidak akan berubah. Saya telah beroleh selamat lebih dari lima puluh lima tahun. Namun, saya harus mengakui bahwa sifat dosa saya masih tetap ada. Kita tidak boleh mempercayai doktrin tentang penghapusan, yaitu ajaran yang menyatakan bahwa sifat dosa terhapus ketika seseorang menjadi orang beriman di dalam Kristus. Tidak, sifat dosa kita masih tetap ada. Karena itu, kapan saja kita datang untuk melayani Allah sebagai imam, kita harus ingat bahwa kita memiliki sifat dosa, dan kita memerlukan Kristus sebagai kurban penghapus dosa untuk menanggulangi sifat ini.

Kristus telah memenuhi tuntutan Allah sehingga memuaskan hati-Nya, dan Dia menanggung penghakiman Allah sebagai ganti kita. Di dalam Dialah sifat dosa kita dihakimi. Kapan saja kita menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa kita, kita menghakimi diri sendiri sebagai orang dosa, bahkan sebagai dosa. Sekali lagi, kita memerlukan Kristus sebagai kurban penghapus dosa, dan kita harus dihakimi. Paulus menunjukkan Kristus sebagai kurban penghapus dosa dalam Roma 8:3, ketika ia mengatakan bahwa Allah mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, dan telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.

Keluaran 29:10 berkata tentang kurban penghapus dosa, “Kemudian haruslah kaubawa lembu jantan itu ke depan Kemah Pertemuan, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan itu.” Hari ini kita harus meletakkan tangan kita atas Kristus, dan sepenuhnya bersatu dengan-Nya. Jika kita ingin melayani Allah sebagai imam, pertama-tama kita harus menyadari bahwa kita masih memiliki sifat dosa, dan dalam pengalaman kita memerlukan Kristus untuk menjadi kurban penghapus dosa kita. Di dalam diri kita sendiri, kita ini penuh dengan dosa. Kita adalah orang dosa, bahkan adalah dosa itu sendiri. Sungguh kita memerlukan Kristus sebagai kurban penghapus dosa kita! Itulah sebabnya dalam 2Korintus 5:21 Paulus berkata, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”

Keharuman dan kelimpahan kesempurnaan Kristus memuaskan Allah, membubung melalui pembakaran bagi kepuasan-Nya. Sebagai kurban penghapus dosa, Kristus juga ditinggalkan oleh Allah dan dihakimi oleh Allah karena kita. Pembasuhan oleh firman terutama untuk menanggulangi kecemaran yang di luar; kurban penghapus dosa untuk menanggulangi sifat dosa yang di dalam. Untuk menjadi imam, kita tidak cukup hanya dengan mengakui bahwa kita telah dicemari oleh kontak dunia dan perlu dibasuh. Kita juga harus menyadari dan mengakui, bahkan kita yang ingin menjadi imam yang melayani Allah pun masih memiliki sifat dosa. Kita tetap adalah orang dosa. Karena itu, kita memerlukan Kristus untuk menjadi kurban penghapus dosa kita. Kita memerlukan Dia berikut semua kesempurnaan-Nya untuk dibakar bagi kepuasan Allah. Kita juga memerlukan Kristus yang dibakar untuk memikul penghakiman Allah sebagai ganti kita.

MENYADARI BAHWA KITA MEMILIKI SIFAT DOSA

Jika kita menyadari bahwa kita memiliki sifat dosa dan meletakkan tangan kita atas Kristus agar sepenuhnya bersatu dengan-Nya, kita akan terlindung, dan sesuai dengan perlambangan, kita telah siap untuk menikmati makanan imam. Jika kita mau menjadi imam melayani Allah, kita memerlukan pembasuhan yang di luar oleh firman, mengenakan Kristus sebagai pakaian kita, di samping itu kita juga memerlukan perawatan dan pengisian yang di dalam. Perawatan ini memerlukan pencucian yang lebih dalam, yaitu pencucian oleh Kristus sebagai kurban penghapus dosa pencucian ini menanggulangi sifat dosa kita. Kapan saja Anda datang untuk melayani Allah sebagai imam, Anda harus menyadari dan mengakui bahwa sifat Anda masih penuh dengan dosa. Jika Anda tidak menyadari hal ini, Anda tidak akan dapat menikmati Kristus yang dilambangkan oleh domba jantan, roti yang tidak beragi, roti bundar tidak beragi, dan roti tipis tidak beragi. Kita tidak dapat menikmati Kristus sepenuhnya tanpa menyadari bahwa kita memiliki sifat dosa dan memerlukan Kristus untuk menjadi kurban penghapus dosa kita.

Lima puluh lima tahun yang lalu saya mulai menyadari bahwa sifat saya penuh dengan dosa. Namun, hari ini saya memiliki kesadaran yang jauh lebih dalam mengenai hal ini. Berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun, saya menyadari bahwa saya dilahirkan penuh dosa, yaitu dilahirkan sebagai orang dosa dengan sifat dosa. Sesungguhnya, saya terlahir dalam dosa. Sifat dosa ini tidak berubah meskipun telah bertahun-tahun saya bersama Tuhan. Semakin saya menyadari hal ini, saya semakin menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa saya. Di satu pihak, karena menyadari bahwa saya memiliki sifat dosa dan menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa saya, saya dihakimi dan ditaklukkan. Di pihak lain, hal ini melindungi saya, karena hal ini menyebabkan saya tidak memiliki kepercayaan sedikit pun terhadap diri saya sendiri. Saya selalu diingatkan bahwa di dalam daging, saya tak lain adalah dosa.

Kadang-kadang kaum beriman merasa heran bagaimana seorang saudara yang begitu rohani dan berpengalaman dapat jatuh ke dalam dosa yang serius. Kita harus menya-dari bahwa kita pun berkemungkinan melakukan dosa yang demikian. Perhatikan Daud sebagai satu contoh. Memang, Daud termasuk kaum beriman Perjanjian Lama, Ia benar-benar saleh dan menulis banyak sekali kidung rohani. Namun apakah sifat dosanya telah tersingkir lenyap? Belum. Karena nafsunya ia telah membunuh seseorang, dan kemudian mengambil istri orang tersebut. Bahkan orang sesaleh Daud pun dapat melakukan dosa demikian. Daud bukan menjadi orang saleh setelah melakukan dosa itu; sebelumnya ia adalah orang saleh. Namun, ia masih saja jatuh ke dalam dosa.

Andaikata ketika Daud tergoda untuk melakukan dosa itu, ia ingat bahwa ia penuh dosa dan mempersembahkan kurban penghapus dosa kepada Allah, saya yakin ia tidak akan melakukan dosa itu. Mungkin pada saat itu Daud tidak ingat betapa penuh dosanya dirinya. Ia kehilangan kesadaran bahwa sifatnya penuh dengan dosa. Dari pengalaman Daud kita harus belajar bahwa sedikit pun kita tidak boleh memiliki kepercayaan terhadap diri kita sendiri.

Di tempat lain pernah saya tunjukkan bahwa saudara dan saudari tidak seharusnya bercakap-cakap secara pribadi dalam suatu ruangan yang tertutup. Melakukan hal tersebut menunjukkan bahwa kita tidak menyadari keperluan kita atas Kristus sebagai kurban penghapus dosa. Jika kita ingat bahwa kita memerlukan Kristus sebagai kurban penghapus dosa kita, kita tidak akan terlibat dalam percakapan yang panjang dengan lawan jenis kita dalam ruang yang tertutup. Tidak hanya demikian, dalam banyak hal lain, kita tidak akan percaya kepada diri kita sendiri, karena kita tahu bahwa kita masih penuh dosa.

Setiap hari kita memerlukan Kristus sebagai kurban penghapus dosa kita. Setelah bangun pagi, sekali lagi kita harus ingat dan sadar bahwa sifat kita penuh dosa, kita dilahirkan sebagai orang dosa, dan kita memerlukan Kristus sebagai kurban penghapus dosa kita. Ya, memang kita telah dilahirkan kembali, namun sifat dosa kita masih ada bersama kita. Kita memiliki Roh Kudus di dalam roh kita, namun sifat kita masih tetap penuh dosa. Karena itu, jika kita ingin menikmati Kristus sebagai domba jantan, roti tipis, roti bundar, dan roti tidak beragi, pertama-tama kita harus menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa. Menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa berarti mempersiapkan kita untuk kenikmatan yang lebih lanjut atas Kristus.

Istilah kurban penghapus dosa ini janganlah hanya menjadi doktrin bagi kita. Kita semua perlu memiliki lebih banyak pengalaman atas Kristus sebagai kurban penghapus dosa. Semoga kita terdorong untuk lebih banyak mengalami Kristus secara demikian.

PENJELASAN YANG RINCI TENTANG KURBAN PENGHAPUS DOSA

Menurut Keluaran 29:1, kurban penghapus dosa yang digunakan untuk menguduskan Harun dan anak-anaknya adalah seekor lembu jantan muda. Lembu jantan muda ini melambangkan Kristus yang kuat dan limpah dalam hayat. Kita telah melihat bahwa Harun dan anak-anaknya yang meletakkan tangan mereka di atas kepala lembu jantan muda tersebut melambangkan kaum beriman yang bersatu dengan Kristus. Menurut ayat 11, Musa harus menyembelih lembu jantan muda itu di hadapan Tuhan di depan pintu Kemah Suci. Ini menunjukkan bahwa Kristus disembelih oleh Allah, yang diwakili oleh Musa, di hadapan Allah sendiri dan di depan umat-Nya (Yes. 53:10).

Selanjutnya ayat 12 berkata, “Haruslah kau ambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan kau bubuh dengan jarimu pada tanduk-tanduk mezbah, dan segala darah selebihnya haruslah kaucurahkan pada bagian bawah mezbah.” Ini melambangkan menjadikan penebusan Kristus penuh kekuatan dengan dasar yang kokoh.

Sebagaimana telah saya tunjukkan, membakar lemak yang menutupi isi perut, umbai hati, dan dua buah pinggang berikut lemak yang melekat padanya melambangkan mempersembahkan kelimpahan dan kemanisan yang ada di dalam Kristus kepada Allah bagi kepuasan-Nya. Membakar daging lembu jantan dengan kulit dan kotorannya di luar perkemahan melambangkan mempersembahkan Kristus yang lahiriah untuk kaum beriman di bumi bagi penebusan mereka.

KITA PERLU DIPENUHI KRISTUS

Satu butir penting yang telah kita bahas sejauh ini ialah untuk menjadi seorang imam, kita perlu dipenuhi dengan Kristus. Kita semua harus menyadari bahwa terpisah dari Kristus, kita sama sekali hampa, tak berisi apa pun untuk memuaskan Allah dan diri kita sendiri. Sebelum kita beroleh selamat, kita sama sekali hampa. Kita tidak memiliki apa pun untuk memenuhi kita dan membuat kita bersyarat melayani Allah. Namun, Allah mau supaya kita kudus, memisahkan kita untuk menjadi imam-imam-Nya. Untuk melaksanakan hal ini, Ia perlu memenuhi kehampaan kita, sehingga kita dapat memuaskan Dia. Pada aspek lahiriah dan batiniah, Ia memenuhi tangan kita dengan Kristus. Pada aspek lahiriah, kita diberi Kristus sebagai jubah, gamis baju efod, efod, tutup dada. Semua pakaian ini melambangkan berbagai aspek Kristus yang menutupi ketelanjangan kita. Sekarang, karena kita telah tertutup oleh-Nya, kita tidak lagi telanjang. Sebaliknya, Kristus sebagai pakaian kita membuat kita bersyarat untuk melayani-Nya sebagai imam.

Pakaian yang dikenakan oleh para imam membuat mereka bersyarat untuk melayani Allah. Pakaian imam mereka bisa diibaratkan dengan pakaian seragam. Dalam berbagai macam pekerjaan, orang harus mengenakan seragam yang tepat agar memenuhi syarat untuk bekerja. Sebagai contoh, baik polisi maupun perawat harus mengenakan seragam yang tepat. Dalam prinsip yang sama, hakim dan dokter pun harus mengenakan pakaian yang tepat. Bila kita mengenakan Kristus, Ia menjadi pakaian yang membuat kita memenuhi syarat untuk melayani Allah sebagai imam. Ia adalah penutup ketelanjangan kita.

Dikatakan dari aspek batiniah, Kristus adalah perawatan dan tenaga kita. Dia memenuhi kehampaan batiniah kita. Agar dapat memenuhi kehampaan batiniah kita, Kristus harus menanggulangi masalah yang mendasar antara kita dengan Allah, yaitu masalah sifat dosa kita. Dalam daging kita, kita penuh dengan dosa. Sebenarnya, kita adalah dosa itu sendiri. Menurut Roma 7, tidak ada sesuatu yang baik di dalam kita, yaitu dalam daging kita, karena kita tak lain adalah dosa. Karena itu, Kristus telah menjadi kurban penghapus dosa untuk menanggulangi masalah yang mendasar antara kita dengan Allah, sehingga kekosongan batiniah kita bisa terpenuhi.

SIAP UNTUK MENIKMATI KRISTUS

Butir penting kedua yang berhubungan dengan melayani Allah sebagai imam ialah: Setiap kali kita melayani Allah dalam cara demikian, kita harus menyadari dan mengakui bahwa kita memiliki sifat jahat dosa. Setiap pagi kita harus mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini untuk mengingatkan kita bahwa di dalam daging kita, kita tak lain adalah dosa. Jika kita menyadari dan mengakui bahwa kita memiliki sifat jahat dosa, mungkinkah kita bertengkar dengan orang lain? Tentu saja tidak. Karena sifat kita penuh dosa, hak apakah yang kita miliki untuk bertengkar dengan orang lain? Alasan apakah yang kita miliki untuk dibanggakan atau menganggap diri kita hebat? Alasan yang menyebabkan kita bertengkar dengan orang lain ialah karena kita menganggap diri kita lebih hebat daripada orang lain. Sikap demikian merupakan tanda bahwa kita telah melupakan apa adanya kita, yaitu bahwa kita berdosa. Jika kita ingat bahwa sifat kita penuh dosa, bahkan dosa itu sendiri, kita tidak akan berbangga diri.

Mempersembahkan Kristus sebagai kurban penghapus dosa berarti mempersiapkan jalan untuk menikmati Kristus. Jika di pagi hari Anda mempersembahkan Kristus sebagai kurban penghapus dosa, pasti sepanjang hari Anda akan menikmati-Nya, mungkin sebagai domba jantan, roti tidak beragi, roti bundar, atau roti tipis. Jika Anda melupakan kurban penghapus dosa, Anda tidak akan memiliki dasar untuk menikmati Kristus. Kemungkinan besar Anda akan kekurangan kenikmatan atas Kristus sepanjang hari itu. Sebagai akibat dari tidak menikmati Kristus, Anda akan menjadi kosong. Jika demikian, bagaimana batin Anda dapat dipuaskan untuk melayani Allah sebagai imam? Anda akan menjadi imam dalam nama (sebutan) dan posisi, tetapi bukan realitas. Semua orang beriman di dalam Kristus adalah imam, namun sebenarnya sebagian besar di antara mereka tidak memiliki dasar untuk melayani sebagai imam.

CARA UNTUK MAKAN KRISTUS

Beban saya mengenai Keluaran 29 ini bukanlah untuk mencakup butir-butir doktrinal seperti membubuhkan darah pada tanduk-tanduk mezbah, atau mencurahkan darah pada bagian bawah mezbah. Beban saya ialah menunjukkan betapa kita perlu dipenuhi dengan Kristus dan makan Kristus. Keluaran 29 menunjukkan kepada kita cara untuk makan Kristus. Namun, cara yang diwahyukan dalam pasal ini sangat tidak umum. Bahkan ajaib jika kita bisa menyadari bahwa pasal ini memberi tahu kita cara untuk makan Kristus. Banyak orang telah berkali-kali membaca pasal ini tanpa memahami bahwa pasal ini memberi tahu kita cara untuk makan Kristus. Mungkin kita melihat kurban-kurban, pembasuhan, dan penerapan darah, tetapi bukan makan Kristus.

MEMPERHATIKAN PENGALAMAN HAYAT

Saya sangsi apakah ada buku-buku yang mengatakan bahwa Keluaran 29 mewahyukan cara untuk makan Kristus. Sebagian besar orang Kristen tidak melihat hal ini, karena mereka tidak berada di jalan hayat. Namun oleh anugerah Allah, kita berada di jalan ini. Itulah sebabnya kita menyebut pengkajian Alkitab kita sebagai “Pelajaran-Hayat”. Setiap kali kita membaca suatu bagian firman, yang kita perhatikan ialah hayat. Demikian pula dengan pengkajian kita tentang Keluaran 29 ini. Dari pasal ini kita melihat bahwa kita perlu dipenuhi dengan Kristus. Apa yang kita perlukan ialah pengalaman hayat. Jadi, kapan saja saya menyinggung masalah hayat pada suatu pasal dalam Alkitab, saya sepenuhnya diduduki dan hanya sedikit saja memberikan tekanan pada butir-butir yang doktrinal.

Guru-guru Alkitab tertentu memiliki banyak perkataan mengenai kurban penghapus dosa. Penelaahan mereka secara doktrinal mungkin sangat menarik dan dalam. Boleh jadi Anda dapati bahwa penelaahan ini menarik, namun akhirnya, penelaahan ini akan memisahkan Anda dari hayat kepada pengertian otak atas pengajaran lambang doktrinal. Akibatnya Anda tidak menerima suplai hayat apa pun. Kita mempelajari Keluaran 29 dari perspektif lain. Itulah sebabnya saya menunjukkan bahwa kita perlu mempersembahkan kurban penghapus dosa agar siap menikmati Kristus.

Semoga kita semua melihat bahwa kita perlu diisi dengan Kristus. Semoga kita juga menyadari bahwa kita masih memiliki sifat jahat dosa; setiap pagi kita perlu mempersembahkan Kristus sebagai kurban penghapus dosa kita. Sifat jahat dosa ini patut dihukum, dibakar, sebagaimana kurban penghapus dosa dibakar di luar perkemahan. Jika kita dengan pemahaman demikian mempersembahkan Kristus sebagai kurban penghapus dosa, kita akan terlindung, dan kita akan memiliki cara untuk lebih banyak menikmati Kristus.