PENGHAKIMAN PEMERINTAHAN ALLAH (2)
Pembacaan Alkitab: 1Ptr. 1:17; 2:23; 4:5-7, 12, 17-19
Dalam berita ini kita akan melanjutkan melihat tentang penghakiman pemerintahan Allah seperti yang diwahyukan dalam empat pasal pertama dalam Surat 1Petrus.
PENGHAKIMAN DIMULAI DARI RUMAH ALLAH
Satu Petrus 4:17 mengatakan, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai dari rumah Allah sendiri. Jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimana pula kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?” Kitab ini memperlihatkan pemerintahan Allah, khususnya dalam hubungannya dengan penanggulangan-Nya terhadap pilihan-Nya. Penderitaan-penderitaan yang mereka alami dalam penganiayaan yang kejam dipakai-Nya sebagai sarana untuk menghakimi mereka, supaya mereka didisip-linkan, dimurnikan, dan dipisahkan dari orang-orang yang tidak percaya yang tidak memiliki nasib yang sama seperti mereka. Jadi, penghakiman penanggulangan itu dimulai dari rumah-Nya sendiri, dan tidak dilaksanakan hanya satu kali, atau dua kali, melainkan dilaksanakan terus-menerus sampai kedatangan Tuhan. Rumah Allah atau keluarga Allah adalah gereja yang tersusun dari orang-orang beriman (2:5; Ibr. 3:6; 1Tim. 3:15; Ef. 2:19). Dari rumah ini, yaitu rumah-Nya sendiri, Allah memulai administrasi pemerintahan-Nya dengan penghakiman penanggulangan-Nya atas anak-anak-Nya sendiri, agar Dia memiliki dasar yang kuat untuk menghakimi orang-orang yang tidak taat kepada Injil-Nya dan yang memberontak terhadap pemerintahan-Nya, dalam kerajaan universal-Nya. Ini adalah untuk mendirikan kerajaan-Nya yang dibahas dalam Surat Petrus yang kedua (2Ptr. 1:11).
Kita perlu terkesan lebih dalam atas 4:17 bahwa penghakiman dimulai dari rumah Allah. Ini adalah administrasi pemerintahan Allah yang dilaksanakan melalui penghakiman penanggulangan-Nya atas anak-anak-Nya sendiri. Tujuan penghakiman penanggulangan yang dimulai pada rumah Allah adalah agar Allah dalam kerajaan-Nya yang universal mempunyai satu dasar yang kuat untuk menghakimi semua yang tidak taat kepada Injil-Nya dan memberontak melawan pemerintahan-Nya. Ini khususnya berlaku untuk bangsa Yahudi yang tidak percaya. Hasil dari penghakiman ini akan menegakkan Kerajaan Allah.
Dalam 4:17 Petrus bertanya, “Bagaimana pula kesudah-annya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?” Petrus bertanya, jika penghakiman dimulai dari kita, apa yang akan terjadi pada mereka yang tidak menaati Injil Allah? Pertanyaan ini menyatakan bahwa orang-orang yang tidak percaya, yang tidak taat pada Injil Allah, akan mengalami sebuah penghakiman yang lebih keras daripada yang dialami kaum beriman.
ORANG BENAR
DENGAN SULIT DISELAMATKAN
Dalam ayat 18 Petrus selanjutnya bertanya, “Jika orang benar pun dengan sulit diselamatkan, apa yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?” (Tl.). Di sini “orang benar” mengacu kepada kaum beriman, yang menjadi benar karena dibenarkan oleh iman mereka kepada Kristus (Rm. 5:1), dan dengan menempuh hidup yang benar dalam Kristus (Flp. 3:9; 2Kor. 5:21; Why. 19:8).
Kata “dengan sulit” mengacu kepada penghakiman, penganiayaan, dan kesukaran. Ini juga termasuk penyakit. Banyak orang beriman mempunyai konsepsi bahwa karena mereka percaya Tuhan Yesus dan diselamatkan, segala hal dalam hidup mereka akan lancar. Kenyataannya adalah sangat berkebalikan. Dalam kehidupan kristiani, kita mengalami kesulitan demi kesulitan. Akan tetapi, beberapa orang mungkin mengira karena mereka di dalam hidup gereja, mereka tidak akan memiliki masalah apa pun. Mereka membayangkan bahwa mereka akan benar-benar sehat, mempunyai penghasilan tinggi, dan akan dipuji oleh orang lain. Kenyataannya, baik dalam hidup sebagai orang Kristen maupun dalam hidup gereja, ada banyak kesulitan. Karena itu, Petrus mengatakan bahwa orang benar dengan sulit diselamatkan.
Dalam 4:18 “diselamatkan” bukanlah dari kebinasaan kekal melalui kematian Kristus, melainkan diselamatkan melalui ujian penganiayaan sebagai penghakiman penanggulangan Allah dari kebinasaan yang akan datang (1Tes. 5:3, 8). Kaum beriman menerima pendisiplinan Allah melalui menderita penganiayaan agar hayatnya bisa dimurnikan, agar diselamatkan dari kebinasaan oleh murka Allah terhadap dunia, melalui kesukaran penganiayaan, khususnya terhadap orang Yahudi yang tidak percaya, dan dari kebinasaan yang akan datang atas Yerusalem.
Surat ini ditulis hanya beberapa tahun sebelum penghancuran Yerusalem oleh Titus, Pangeran Romawi. Tuhan Yesus telah menubuatkan hal ini dalam Matius 24:2, ketika Dia berkata tentang Bait Suci di mana tidak ada satu batu pun akan terletak di atas batu yang lain. Tuhan telah menubuatkan bahwa penghakiman akan datang atas bangsa-bangsa Yahudi yang tidak taat dan tidak percaya. Petrus, dengan semua rasul lainnya, mengetahui hal ini.
Kita perlu ingat bahwa kitab ini ditulis khususnya untuk kaum beriman Yahudi. Petrus memperingatkan kaum beriman ini mengenai pembinasaan yang akan datang. Namun, dia mengatakan kepada mereka bahwa siapa saja yang percaya Tuhan akan diselamatkan dari pembinasaan ini, tetapi mereka akan diselamatkan melalui kesulitan, yaitu melalui penganiayaan dan penderitaan-penderitaan. Kesulitan ini adalah semacam penghakiman pemerintahan.
Di kalangan rasul-rasul terdahulu ada keyakinan yang kuat bahwa Tuhan Yesus segera datang kembali untuk menghakimi orang dosa yang tidak percaya, yang fasik dan tidak taat kepada Injil-Nya (2Tes. 1:6-9). Perkataan Petrus di sini tentu mengacu kepada hal ini. Dalam pemerintahan Allah, jika orang benar yang sudah mematuhi Injil Allah dan menempuh hidup yang benar di hadapan Allah, dengan sulit diselamatkan, menderita aniaya sebagai sarana penghukuman penanggulangan Allah agar hayatnya bisa dimurnikan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik, yang tidak taat kepada Injil Allah dan menempuh hidup yang penuh dosa, bertentangan dengan pemerintahan-Nya, ketika kebinasaan karena murka-Nya menimpa?
MENYERAHKAN JIWA KITA
KEPADA PENCIPTA YANG SETIA
Dalam ayat 19 Petrus melanjutkan, “Karena itu, baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan dirinya kepada Pencipta yang setia, sambil terus berbuat baik.” Penganiayaan hanya dapat mencelakai tubuh kaum beriman yang menderita; tidak dapat mencelakai jiwa mereka (Mat. 10:28). Jiwa mereka dijaga oleh Tuhan Pencipta yang setia. Mereka seharusnya bekerja sama dengan Tuhan melalui penyerahan mereka di dalam iman. Kata “menyerahkan” di sini secara harfiah berarti menyerahkan sebagai suatu simpanan, deposito; seperti dalam Lukas 12:48; Kisah Para Rasul 20:32; 1Timotius 1:18; dan 2Timotius 2:2. Ketika kaum beriman menderita aniaya atas tubuh mereka, khususnya dalam hal martir, mereka seharusnya menyerahkan jiwa mereka sebagai deposito kepada Allah, Pencipta yang setia, seperti Tuhan menyerahkan Roh-Nya kepada Bapa (Luk. 23:46).
Pencipta yang dikatakan dalam ayat 19 bukan Pencipta dari ciptaan baru dalam kelahiran baru, melainkan Pencipta dari ciptaan lama. Penganiayaan adalah penderitaan dalam ciptaan lama. Sebagai Pencipta kita, Allah sanggup melindungi jiwa yang diciptakan-Nya bagi kita. Bahkan, Dia menghitung rambut kita (Mat. 10:30). Dia penuh kasih dan setia. Perawatan-Nya yang penuh kasih dan setia (1Ptr. 5:7) menyertai keadilan-Nya dalam administrasi pemerintahan-Nya. Ketika Dia menghakimi kita, keluarga-Nya, dalam pemerintahan-Nya, kasih-Nya tetap merawat kita dengan setia. Ketika kita mengalami penghakiman pendisiplinan-Nya yang adil atas tubuh kita, kita harus menyerahkan jiwa kita kepada perawatan-Nya yang setia.
KEHIDUPAN ORANG KRISTEN
DI BAWAH PEMERINTAHAN ALLAH
Surat 1Petrus adalah sebuah kitab mengenai kehidupan orang Kristen di bawah pemerintahan Allah. Kita mudah memperhatikan kehidupan orang Kristen dan mengabaikan pemerintahan Allah. Sebenarnya, kehidupan orang Kristen berjalan seiring dengan pemerintahan Allah. Allah Tritunggal telah melalui proses yang panjang dan menjadi Roh pemberi-hayat yang berhuni di dalam kita. Ini adalah untuk kehidupan kita sebagai orang Kristen. Pada saat yang sama, Allah Tritunggal masih sebagai Pencipta alam semesta dan penguasa alam semesta. Di satu pihak, kita telah dilahirkan kembali agar mempunyai satu hayat rohani, hayat ilahi. Di pihak lain, kita masih di dalam ciptaan lama. Karena itulah kita perlu penanggulangan pemerintahan Allah. Agar hayat orang Kristen kita bertumbuh, perlu pendisiplinan pemerintahan Allah.
Berharganya tulisan-tulisan Petrus terletak pada dia menggabungkan kehidupan orang Kristen dengan pemerintahan Allah. Paulus melakukan hal yang sama, tetapi dia tidak melakukannya sejelas yang dilakukan Petrus. Tulisan-tulisan Petrus menampakkan kepada kita bahwa kehidupan orang Kristen berjalan seiring dengan pemerintahan Allah sebagai pasangan. Jika kita membaca dengan teliti kedua surat Petrus, kita akan melihat bahwa Petrus sungguh dalam (berbobot) atas masalah hayat. Khususnya pasal pertama dari Surat 2Petrus, kaya, dalam, dan menakjubkan atas masalah hayat. Tetapi pada saat yang sama dalam tulisan-tulisannya, Petrus memberikan satu kata yang serius mengenai penanggulangan pemerintahan Allah atas umat-Nya yang telah dilahirkan kembali. Karena itu, dalam surat-surat Petrus kita perlu melihat kehidupan orang Kristen dan pemerintahan Allah, juga melihat bagaimana keduanya berjalan seiring.
MENGENAL KEBENARAN
MENURUT FIRMAN ALLAH YANG MURNI
Pada waktu-waktu yang lalu, kebanyakan dari kita menerima sedikit pengajaran kekristenan tradisional. Melalui catatan-catatan dalam Versi Pemulihan dan melalui semua berita Pelajaran-Hayat, saya berbeban untuk menyampaikan hal-hal dasar dalam firman kepada umat Tuhan. Jika kita menerima hal-hal ini ke dalam kita dan membiarkannya sejangka waktu yang lama menanamkan kesan dalam diri kita, saya percaya dalam tahun-tahun mendatang kita akan melihat satu perubahan yang besar, satu perubahan yang akan merombak manusia batiniah kita. Saya berharap beberapa tahun lagi berita-berita ini akan memberikan hasil yang sangat positif. Hasrat saya adalah melihat bahwa kebenaran Allah, menurut firman-Nya yang murni, akan tersebar ke seluruh negara ini. Meskipun banyak penentangan, saya percaya bahwa akhirnya mereka yang mencari Tuhan akan membaca berita-berita ini dan mengenal kebenaran.
Perhatian saya saat ini adalah kita yang di dalam pe-mulihan Tuhan mempunyai visi yang jelas tentang hal-hal dasar dalam firman. Namun, saya sangat gundah bahwa beberapa orang yang sudah bertahun-tahun dalam pemulihan Tuhan masih tidak dapat mengucapkan perkataan yang memadai mengenai banyak hal. Dalam 3:15 Petrus berkata, “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” Hal ini menunjukkan bahwa kita semua perlu menjadi orang yang dapat membicarakan kebenaran Allah. Saya berharap waktu yang Anda pergunakan dalam seluruh berita Surat 1Petrus ini akan membantu Anda dalam hal ini. Saya tidak senang jika kaum beriman hanya bergembira atas apa yang mereka lihat dan dengar dalam pemberitaan. Keinginan saya adalah tangan-tangan semua orang beriman dapat dipenuhi dengan hal-hal yang solid dari firman Allah.
Jika Anda tidak dapat mengingat semua seluk-beluk tentang apa yang dikatakan Petrus mengenai penghakiman pemerintahan Allah, saya berharap Anda sedikitnya mengingat butir-butir dasar dan juga tahu di mana bahan (keterangan) yang lebih rinci dapat ditemukan. Contohnya, Anda perlu mengingat ayat-ayat 1:17; 2:23; dan 4:5. Anda juga boleh memperkenalkan catatan kaki dalam Versi Pemulihan kepada kaum beriman yang Anda kontaki. Anda boleh berkata kepada mereka, “Anda mengatakan bahwa kami mengajarkan bidah. Aku mendorong Anda untuk membaca sendiri apa yang telah diajarkan Witness Lee. Jika Anda melaksanakannya, Anda akan menyadari bahwa orang ini memimpin kita kepada kebenaran dalam Alkitab. Tidakkah Anda ingin mengenal firman Allah? Mari kita buka Surat 1Petrus dan melihat beberapa ayat mengenai penghakiman Allah. Aku mohon Anda terbuka dan membedakan siapakah yang bidah dan apakah kebenaran Allah menurut firman-Nya yang murni.”
Kita semua perlu melaksanakan sendiri kebenaran Allah melalui hayat, pengetahuan, dan pengalaman kita. Kemudian Allah akan mempunyai satu jalan untuk merampungkan kehendak-Nya. Kalau tidak, Dia harus menunggu, mungkin selama ratusan tahun. Umat Tuhan telah diselubungi dan dibius terlalu lama oleh pengajaran-pengajaran tradisional. Saya berbeban, semoga Tuhan mempunyai satu jalan dan semua orang beriman mempunyai satu pengenalan yang tepat tentang kebenaran Allah menurut firman yang murni.
Semua penatua perlu jelas mengenai keadaan gereja-gereja berkenaan dengan pengenalan akan kebenaran. Para penatua mungkin perlu mempertimbangkan kembali cara mereka menggembalakan dan menilik kaum beriman. Kita perlu menemukan satu cara untuk menanamkan kebenaran ke dalam kaum beriman sehingga setiap orang akan dipenuhi kebenaran dan penuh pengalaman hayat menurut kebenaran. Contohnya, kaum beriman harus mengenal Injil Matius. Mereka harus bisa membuka Injil ini bagi orang-orang lain dan menerangkan kebenaran kepada mereka. Kita harus dapat melakukan hal yang sama atas Injil Yohanes, Surat-surat Petrus, Kitab Wahyu, dan semua Kitab Perjanjian Baru. Kita harus dapat membantu orang-orang lain memiliki definisi yang jelas tentang banyak aspek dari kebenaran Allah. Jika kita dapat melakukan hal ini, kita akan mempunyai jalan yang lebih baik untuk maju.
Saya khawatir banyak di antara kita yang hanya memiliki pandangan yang dangkal terhadap kebenaran. Saya tidak suka mendengar teriakan seruan, dan apa yang dinamakan membebaskan roh, namun yang kurang dalam isinya. Memang baik untuk berseru memuji Tuhan dan membebaskan roh kita, tetapi hal itu harus penuh dengan isi. Jika kita penuh dengan isi yang solid akan kebenaran di dalam pengetahuan, hayat, dan pengalaman, kita akan mempunyai dasar yang kuat bagi pujian dan kebebasan kita. Kita juga bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa kita mempunyai dasar bagi seruan pujian dan membebaskan roh.
MENERIMA FIRMAN ALLAH DENGAN SERIUS
Kebanyakan di antara kita telah kecanduan praktek-praktek tradisional. Ketika kita membaca Alkitab, mempelajari Alkitab, atau mendengarkan sebuah berita, mungkin kita menerapkan apa yang kita baca atau dengar secara tradisional, bahkan secara ringan. Kita tidak serius mengenai firman. Mungkin kita tidak memperhatikan atau menyampaikan setiap butir yang ada di dalam firman melalui satu berita sebagai sesuatu yang penting. Sehubungan dengan masalah ini, kita perlu berjaga-jaga dan tenang di dalam doa. Khususnya para penatua perlu berdoa mengenai gereja di mana mereka memimpin. Para penatua harus mengetahui berapa banyak kebenaran yang telah diserap oleh kaum beriman. Jika para penatua memeriksa keadaan gereja di lokal-lokal mereka, mereka akan menemukan bahwa sangat banyak unsur tradisional dalam jalan yang telah kita tempuh dahulu, dan penyajian kita belum begitu riil.
Saya berbeban bahwa semua orang beriman menerima firman dengan serius. Ketika kita berbicara tentang hayat ilahi, kita harus merasakan keseriusan masalah hayat. Kita perlu menyadari bahwa sebagai kaum beriman, sebagai orang yang mengasihi Tuhan dan mencari Dia, kita harus mengerti firman-Nya, memperhidupkan firman-Nya, melaksanakan firman-Nya, dan menerapkan firman-Nya pertama-tama untuk diri kita sendiri dan kemudian untuk orang lain. Bersandar belas kasihan Tuhan, saya telah dengan riil mempersiapkan semua catatan dalam Versi Pemulihan dan semua bahan bagi berita-berita Pelajaran-Hayat. Karena inilah, jika kita membaca catatan-catatan dalam Versi Pemulihan atau suatu bagian berita Pelajaran-Hayat, kita akan mengetahui bahwa bagian itu penuh makanan. Kita perlu menerima firman ke dalam kita sebagai makanan kita, dan kita juga perlu belajar bagaimana mempergunakannya bagi diri kita sendiri dan orang lain.
Saya khawatir bahwa kaum beriman tertentu telah mengikuti banyak pelatihan selama bertahun-tahun, tetapi belum menerima makanan yang memadai dari semua berita. Selain itu, mereka tidak tahu bagaimana menyampaikan kebenaran firman Allah kepada orang lain. Misalnya, dalam berita-berita mengenai Surat 1Petrus ini Anda telah mendengar mengenai penghakiman pemerintahan Allah. Anda mungkin mempunyai gambaran umum mengenai hal ini, tetapi Anda mungkin tidak tahu bagaimana menggunakan kebenaran ini atau bagaimana menyampaikannya dengan tepat kepada orang lain.
MENGONTAKI ORANG LAIN DENGAN HIKMAT
Begitu kita mempunyai pengertian yang jelas terhadap penghakiman pemerintahan Allah, ini tidak berarti kita harus keluar dan berbicara mengenai hal ini kepada setiap orang yang kita temui. Jika kita terus berbicara tentang penghakiman pemerintahan Allah tanpa kecuali, kita akan menyinggung orang lain. Karena itu, penting bagi kita untuk belajar bagaimana mengontak orang. Kita mungkin menyadari bahwa orang tertentu tidak benar-benar jelas tentang keselamatan. Dia mungkin disebut orang beriman, tetapi dia mungkin tidak mempunyai pengenalan atau pengalaman tentang keselamatan Allah. Mungkin kita akan bertemu orang lain yang beroleh selamat, tetapi tidak mempunyai jaminan keselamatan. Untuk ini kita perlu menjadi orang yang terampil dalam menangani kebenaran, sehingga kita tahu bagaimana membantu orang-orang semacam itu untuk mempunyai pengalaman keselamatan atau jaminan keselamatan. Demikian juga, kita harus tahu bagaimana membantu orang-orang lain mengerti kebenaran mengenai berhuninya Kristus di dalam. Anda mungkin berkontak dengan seorang Kristen yang tidak tahu bahwa Kristus adalah hayat baginya atau Roh pemberi-hayat yang berhuni di dalamnya. Sebab itu, Anda perlu berdoa bagi orang tersebut dan membantu dia untuk mengerti sesuatu dari firman mengenai Kristus sebagai hayat dan Roh pemberi-hayat yang berhuni di dalam. Anda juga harus membantu dia memasuki pengalaman akan hal ini.
Setelah Anda bersekutu dengan kaum beriman yang lain, Anda mungkin merasa bahwa waktunya tepat untuk bersekutu dengan mereka bahwa kita jangan hanya mengasihi Tuhan, tetapi juga melayani Dia. Selanjutnya, Anda boleh menunjukkan kepada mereka bahwa kita perlu memiliki takwa (takut) yang sehat terhadap Tuhan. Rasul Paulus tidak hanya mengasihi Tuhan, tetapi juga takwa kepada-Nya. Dalam 2Korintus 5:14 Paulus berkata bahwa Tuhan itu pengasih. Pada saat yang sama Paulus menunjukkan dalam pasal ini bahwa kita perlu takwa kepada-Nya sebab suatu hari kita semua akan berdiri di depan takhta penghakiman-Nya (2Kor. 5:10). Selanjutnya, kita tahu dari 1Korintus 11 bahwa hari ini pun Tuhan sedang melaksanakan penghkiman pendisiplinan atas anak-anak-Nya. Di satu pihak, kita sendiri perlu mengenal kebenaran ini; di pihak lain, kita harus tahu waktu dan cara yang tepat untuk menyampaikan kebenaran ini kepada orang lain. Jika kita berbicara mengenai hal ini pada saat yang tepat, orang lain akan terbantu dan akan memperoleh hasil yang positif dari apa yang kita katakan. Kalau tidak, meskipun kita berbicara tentang satu kebenaran penting dalam Alkitab, orang lain akan tersinggung. Kita perlu mengucapkan kata yang tepat pada waktu yang tepat. Kalau kita tidak mengucapkan kata yang tepat pada waktu yang tepat kepada orang yang tepat, apa yang kita katakan adalah sia-sia. Sudah pasti hal ini memerlukan pelatihan. Kita perlu dilatih untuk mempunyai pengenalan yang tepat terhadap kebenaran, bertumbuh menurut pengenalan ini, dan belajar bagaimana menyampaikan kebenaran kepada orang lain.
SATU SASARAN GANDA
Sasaran saya menyampaikan berita-berita Pelajaran-Hayat ini ada dua. Pertama, keinginan saya adalah melalui berita-berita ini, firman Allah bisa masuk ke dalam kaum beriman. Kedua, saya mengharapkan berita-berita ini, ketika dicetak, akan menjadi benih yang ditaburkan di antara umat Allah. Tidak peduli berapa banyak penentangan yang mungkin ada, saya akan melanjutkan menyebarkan benih ini. Di satu pihak, benih ini adalah satu suplai hayat; di pihak lain, adalah satu suntikan. Saya percaya bahwa suatu hari benih yang telah kita taburkan akan menghasilkan panen.
Masa depan pemulihan Tuhan sangat menjanjikan. Pada saat ini, di Amerika Serikat sedikitnya ada 7.000 orang beriman yang mencari Tuhan dalam pemulihan Tuhan. Sepuluh tahun kemudian, banyak dari anak-anak kita akan menjadi anggota-anggota gereja. Ketika beberapa dari mereka berumur 20 tahun, mereka akan sangat berguna bagi Tuhan. Contohnya, Saudara Watchman Nee dibangkitkan oleh Tuhan ketika dia baru berumur 19 tahun. Akan tetapi, masa depan pemulihan Tuhan bergantung pada pelaksanaan kita terhadap kebenaran. Jika kita memustikakan firman dan memegang setiap kesempatan untuk memasukinya dan menerimanya ke dalam kita, akhirnya kita akan dilengkapi sepenuhnya. Kita akan mengenal kebenaran, kita akan mengenal hayat, dan kita akan tahu bagaimana bertumbuh di dalam Tuhan. Kita akan mempunyai pengenalan yang penuh dan pengalaman yang memadai tentang hal-hal rohani. Kemudian Tuhan akan mempunyai jalan untuk menerobos dan memperoleh apa yang telah Dia cari selama berabad-abad.
Bagaimana Tuhan bisa memperoleh apa yang dicari-Nya hari ini? Menurut keadaan kebanyakan orang Kristen, Tuhan tidak ada jalan. Hampir di mana-mana pintu tertutup bagi-Nya. Inilah sebabnya Tuhan harus mendapatkan satu jalan untuk mengadakan satu pemulihan. Tetapi kekhawatiran saya adalah dalam pemulihan Tuhan pun masih sangat banyak praktek tradisional di antara kita. Kita perlu meninggalkan cara tradisional dan menerima satu cara baru untuk mengenal kebenaran, mengalaminya, dan menyampaikannya kepada orang lain.