KOORDINASI DARI EMPAT MAKHLUK HIDUP (2)
Pembacaan Alkitab:
Yeh. 1:11-14; Rm. 12:4-5
Mengenai visi dalam pasal satu dari Yehezkiel, kita memiliki perhatian yang akrab pada angin, awan, api, dan suasa, pada empat muka dari makhluk-makhluk hidup—muka manusia, singa, lembu, dan rajawali—dan pada sayap-sayap rajawali, tangan-tangan manusia, dan kuku-kuku anak lembu. Dalam berita sebelumnya kita mulai mempertimbangkan perihal koordinasi dari empat makhluk, dan dalam berita ini kita akan memperhatikan perkara ini lebih lanjut.
EKSPRESI, PERGERAKAN, DAN ADMINISTRASI ALLAH
BAGI PENGGENAPAN TUJUANNYA
Sangatlah penting bagi kita untuk menyadari bahwa Yehezkiel 1 memperlihatkan pada kita kehendak hati Allah dan menyingkapkan pada kita kehendak yang ingin Allah rampungkan. Seperti yang kita baca pada pasal ini, kita mungkin berpikir bahwa pasal ini berbicara mengenai empat makhluk hidup. Namun, jika kita membaca pasal ini secara teliti, kita akan melihat bahwa pasal ini membicarakan kehendak hati Allah yang diekpresikan di dalam Putra-Nya. Empat muka dari empat makhluk hidup melambangkan ekspresi Kristus yang lengkap dan tepat. Lagipula, empat makhluk hidup dengan empat muka melambangkan kesatuan yang berkoordinasi, korporat, Kristus yang korporat (1 Kor. 12:12). Kristus yang korporat ini adalah ekspresi Allah yang korporat di antara manusia.
Keberadaan empat makhluk hidup setidaknya untuk tiga alasan. Pertama, makhluk-makhluk hidup ini adalah untuk ekspresi Allah. Allah di dalam Putra ingin mengekspresikan diriNya sendiri di antara manusia. Kedua, makhluk-makhluk hidup adalah bagi pergerakan Allah. Saat mereka berkoordinasi bersama, mereka dipenuhi dengan pembakaran, penyinaran, dan penerangan, dan roda yang besar dan tinggi, yang adalah bagi pergerakan Allah, mengikuti mereka. Satu kesatuan ini terdiri ari empat makhluk hidup baik bagi ekspresi Allah maupun pergerakan-Nya. Ekspresi mereka dari Allah adalah bagi pergerakan Allah. Ketiga, makhluk-makhluk hidup adalah bagi administrasi Allah. Di atas kepala mereka ada yang menyerupai cakrawala, atau hablur es (Ezek. 1:22), dan “di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta” (ay. 26). Takhta adalah untuk pemerintahan Allah, administrasi Allah. Ketika Allah memiliki ekspresi, pergerakan, dan administrasi-Nya, Ia dapat menyatakan Diri-Nya Sendiri di dalam kemuliaan-Nya dan melengkapi tujuan dan rencana kekal-Nya.
Hari ini banyak Orang Kristen berpikir bahwa alasan untuk percaya dalam Tuhan Yesus adalah bahwa mereka dapat memiliki damai sejahtera dan menjadi lebih baik pada masa sekarang, dan bahwa di masa yang akan datang mereka dapat pergi ke surga untuk menikmati kebahagiaan yang kekal. Pemikiran ini jatuh sangat dalam dari wahyu ilahi. Dalam Yehezkiel 1, Allah mewahyukan bahwa Ia memerlukan sekelompok makhluk hidup yang dapat berkoordinasi bersama sebagai satu kesatuan bagi ekspresi, pergerakan dan administrasi-Nya. Ketika Allah mendapatkan ekspresi koorporat yang demikian, tujuan-Nya akan terampungkan.
Dalam penghidupan gereja rencana Allah digenapkan pada skala kecil. Kita yang telah menerima kasih karunia dan telah mengalami angin, awan, api dan suasa adalah sekelompok makhluk hidup dengan empat muka untuk mengekspresikan Kristus. Kita memiliki kasih karunia dan kuasa Allah sebagai sayap-sayap untuk pergerakan dan penudungan. Kita juga memiliki kuku-kuku anak lembu and dengan demikian memiliki jalan yang penuh pembedaan, penerangan, dan penyegaran. Sekarang kita dapat berkoordinasi bersama bagi ekspresi, pergerakan, dan adiministrasi Allah. Jika ini adalah situasi kita dalam kehidupan gereja, maka ketika orang lain berkontak dengan kita, mereka akan berkata, “Allah ada di antara kamu”. Ada keperluan untuk ekspresi Kristus demikian dalam kehidupan gereja hari ini.
Mengenai koordinasi dari makhluk-makhluk hidup, ada lima poin yang perlu kita pertimbangkan: dasar koordinasi, keperluan koordinasi, prasyarat koordinasi, kondisi yang praktis dari koorninasi, dan hasil dari koordinasi.
Dasar Koordinasi
Dasar koordinasi dari makhluk-makhluk hidup memiliki sejumlah aspek.
Semua Berasal dari Kristus
Dasar koordinasi kita sebagai makhluk hidup adalah, pertama, bahwa kita semua berasal dari Kristus. Kamu berasal dari Kristus dan saya berasal dari Kristus; oleh karena itu, kita dapat berkoordinasi bersama.
Oleh darah-Nya Tuhan telah membeli kita bagi Allah “dari tiap-tiap suku dan bahasa dan umat dan bangsa” (Why. 5:9). Tidak perduli apa suku atau kebangsaan kita, kita semua berasal dari Kristus dan kita dapat berkoordinasi bersama sebagai satu kesatuan di dalam Kristus. Jika kita bukan berasal dari Kristus dan jika kita tidak di dalam Kristus, kita tidak akan berkoordinasi bersama. Tetapi meskipun di dalam Adam kita memiliki banyak perbedaan, di dalam Kristus kita dapat dibaurkan bersama dan kita dapat berkoordinasi bersama.
Memiliki Hayat yang Sama
Kita tidak hanya keluar dari Kristus—kita juga memiliki hayat yang sama, hayat Kristus. Secara luaran kita berbeda, tetapi di dalam kita semua memiliki Kristus sebagai hayat kita (Kol. 3:4). Karena itu,
Kita memiliki hayat yang sama.
Pada tahun 1933 saya mengunjungi beberapa saudara dan saudari di dalam Tuhan yang berkebangsaan Jepang. Saya tidak mengerti bahasa Jepang, dan mereka tidak mengerti bahasa Cina. Namun demikian, ketika kami berlutut untuk berdoa bersama, kami memiliki perasaan yang segar dan manisdi dalam roh kami. Ini menunjukan bahwa kami, makhluk hidup, semua berasal dari Kristus dan bahwa kami semua memiliki hayat yang sama, hayat Kristus. Jika kita menolak segala sesuatu yang bukan Kristus, kita akan menjadi satu kesatuan dan kita akan mampu untuk berkoordinasi bersama.
Memiliki hati yang Sama untukMengekspresikan Kristus
Aspek lain dari dasar koordinasi adalah kehendak hati yang sama untuk mengekspresikan Kristus. Didalam hati banyak kaum beriman, termasuk mereka yang telah terjatuh jauh dari Dia, terdapat kehendak untuk mengekpresikan Kristus dan memuliakan-Nya. Untuk memuliakan Tuhan, untuk mengekpresikan Dia, adalah untuk memperhidupkan Dia keluar. Sebagai seorang makhluk hidup yang sejati, setiap orang Kristen yang mengalami angin, awan,awan dan suasa memiliki kedambaan demikian untuk mengekspresikan Kristus.
Dasar dari koordinasi kita adalah bahwa kita berasal dari Kristus, bahwa kita memiliki hayat Kristus dan bahwa kita berharap untuk memuliakan Kristus dan mengekpresikan Kristus. Sekarang, karena hal ini, kita dapat berkoordinasi bersama.
Amsal berkata, “bulu dari burung-burung dalam satu kawanan”. Karena kita semua berasal dari Kristus dan memiliki hayat yang sama dan kedambaan yang sama untuk mengekpresikan Kristus, kita adalah “bulu dari burung-burung” dan kita “dalam satu kawanan” untuk menjadi satu kesatuan di dalam Kristus. Ini adalah dasar koordinasi kita.
PERLUNYA KOORDINASI
Saya berharap bahwa setiap kaum beriman akan memahami bahwa kita tidak dapat menjadi orang Kristen yang terisolasi. Secara mendasar, sebagai kaum beriman di dalam Kristus kita adalah satu kesatuan yang kolektif, dan kita tidak dapat melakukan apapun sendirian. Visi dalam Yehezkiel 1 memperlihatkan kita bahwa kita perlu menjadi koorporat dan bahwa kita perlu berada di dalam koordinasi.
Keperluan untuk Ekspresi Allah
Koordinasi diperlukan untuk ekspresi Allah. Kita telah menunjukkan bahwa empat makhluk hidup adalah bagi ekspresi Allah di dalam Kristus. Agar Allah memiliki ekspresi korporat dari Diri-Nya Sendiri di dalam Kristus, kita perlu disatukan bersama dan dirajut bersama dengan semua kaum saleh dan dengan demikian menjadi satu kesatuan. Jika kita terisolasi, kita tidak dapat mengekspresikan Kristus secara tepat.
Masing-masing dari makhluk-makhluk hidup memiliki empat muka. Namun, jika kita melihat pada makhluk-makhluk hidup satu demi satu, kita tidak dapat melihat keempat muka itu pada saat yang sama. Hanya ketika makhluk-makhluk hidup berkoordinasi bersama kita dapat melihat keempat mukanya secara serempak. Ini menunjukkan bahwa sebagai kaum beriman individu kita tidak dapat mengekspresikan Kristus secara lengkap dan tepat. Bagi ekspresi korporat Kristus kita perlu disatukan bersama, dirajut bersama, dan berkoordinasi bersama-sama.
Keperluan untuk Pergerakan Allah
Koordinasi juga diperlukan untuk pergerakan Allah. Penyebaran injil Allah, kemajuan pergerakan Allah di atas bumi, pelaksanaan kehendak Allah, kemajuan gereja Allah—semua ini memerlukan koordinasi. Sangatlah tidak mungkin bagi kita untuk menggenapkan hal-hal ini sebagai orang Kristen individu. Melalui pengalaman kita dalam melayani Tuhan, kita telah belajar bahwa koordinasi diperlukan untuk setiap aspek pergerakan Allah. Roda besar dari pergerakan Allah adalah menurut koordinasi dari makhluk-makhluk hidup.
Keperluan untuk Administrasi Allah
Lagipula, koordinasi adalah keperluan untuk administrasi Allah. Dalam Yehezkiel 1 takhta administrasi Allah ditopang makhluk hidup individu manapun, tetapi oleh koordinasi dari semua makhluk hidup. Jadi, koordinasi diperlukan bagi ekspresi Allah, pergerakan Allah, dan administrasi Allah.
PRASYARAT KOORDINASI
Sekarang kita perlu melihat prasyarat dari koordinasi.
Mengalami Angin, Awan, Api, dan Suasa
Prasyarat koordinasi termasuk perkara angin, awan, api dan suasa. Untuk berkoordinasi dengan orang Kristen yang lain, kita perlu melalui pengalaman angin, awan, api, dan suasa untuk menjadi makhluk-makhluk hidup mengemban gambar manusia dan, di dalam kasih karunia Allah, memanifestasikan Kristus dalam empat aspek sebagai seorang manusia, seekor singa, seekor lembu, dan seekor rajawali. Memiliki sayap-sayap rajawali, kita harus menyangkal diri dan bersandar pada kasih karunia dan kuasa Allah. Kita juga perlu tangan-tangan manusia dan kuku-kuku anak lembu. Semua hal ini adalah prasyarat dari koordinasi.
Seandainya seseorang belum melewati pengalaman dari angin, awan, api, dan suasa, ia adalah orang Kristen KTP. Orang yang demikian tidak dapat berpartisipasi di dalam koordinasi dari empat makhluk hidup.
Membiarkan Tuhan Melanjutkan Pekerejaan-Nya pada Kita
Dan Mengelami Penanggulangan Salib
Seandainya seorang yang lain, seorang kaum beriman yang sejati di dalam Kristus, memiliki pengalaman angin, awan, api, dan suasa dan karena itu telah menjadi makhluk hidup. Namun, dia tidak rela membiarkan Tuhan melanjutkan pekerjaan-Nya padanya. Sebagai hasilnya, ia tidak memanifestasikan ekspresi seorang manusia, seekor singa, seekor lembu, dan seekor rajawali, dan oleh karena itu, dia tidak dapat berkoordinasi dengan yang lain bagi ekpresi, pergerakan, dan administrasi Allah. Karena dia tinggal dalam dirinya sendiri dan mengekspresikan dirinya sendiri dalam setiap perkataan dan perbuatannya, tidaklah mungkin baginya untuk berkoordinasi dengan yang lain.
Kita tidak seharusnya mengira bahwa mudah bagi kita untuk mengekspresikan, untuk memperhidupkan, muka seorang manusia, seekor singa, seekor lembu, dan seekor rajawali. Hal ini memerlukan pengalaman yang banyak atas penanggulangan salib. Hari ini, meskipun saudara-saudara dan saudari-saudari telah melalui pengalaman angin, awan, api dan suasa, mereka tidak mau untuk membiarkan salib bekerja di dalam mereka. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki ekspresi dari empat makhluk hidup.
Daripada memiliki ekspresi rajawali dalam hidup sehari-hari, beberapa kaum beriman mungkin memiliki ekspresi binatang yang merayap. Efesus 4:26 berkata, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu”. Menjadi marah bukanlah sebuah dosa, tetapi ada kemungkinan melakukan dosa. Kita tidak seharusnya melanjutkan amarah, tetapi harus melepasnya sebelum matahari terbenam. Namun, ketika seorang saudara dan saudari marah, mereka tidak membiarkan kemarahannya pergi. Karena mereka tidak mengalahkan amarah mereka dan tidak membiarkannya pergi, mereka memiliki ekspresi binatang yang merayap, bukan rajawali.
Situasi ini sama dengan kaum beriman yang tidak mau memaafkan mereka yang telah bersalah kepadanya. Sekali seorang saudara dan saudari bersalah karena perkataannya kepada mereka atau perkataannya mengenai mereka, mereka akan menolak untuk memaafkan kesalahan itu. Mereka mungkin menjalani seluruh hidup mereka tanpa memaafkan seseorang yang telah bersalah kepada mereka. Kaum beriman yang kurang kemauan untuk mengampuni kesalahan-kesalahan sudah tentu tidak memiliki sayap rajawali, dan mereka sudah tentu tidak dapat berkoordinasi dengan kaum saleh yang lain. Mereka yang tidak menerima penanggulangan salib dan menikmati kasih karunia tidak bersyarat untuk berbagian dalam koordinasi dari empat makhluk hidup.
Ada beberapa saudara dan saudari yang enggan berbagian dengan dan melupakan hal-hal demikian seperti pendidikan, uang, dan karir mereka. Oleh karena itu, mereka juga memiliki ekspresi bukan seekor rajawali, tetapi binatang yang merayap. Namun, seorang yang menikmati kasih karunia akan menganggap karir atau pendidikannya sebagai kerugian (Flp. 3:7). Bahkan jika dia memiliki gelar doktor, dia akan menganggapnya sebagai sampah (ay. 8). Karena dia rela menerima penanggulangan salib dan karena dia menikmati kasih karunia, dia memiliki sayap-sayap rajawali dan dia dapat berkoordinasi dengan yang lain.
Saudara-saudara dan saudari-saudari yang tidak memahami kasih karunia dan kuasa Allah, tetapi melakukan segala sesuatu di dalam diri mereka sendiri dan dengan kepandaian dan kemampuan alamiah mereka tidak dapat berkoordinasi dengan yang lain. Mereka yang dapat berkoordinasi adalah mereka yang menyangkal diri mereka sendiri, menolak diri mereka sendiri, menganggap diri mereka bukanlah apa-apa, dan percaya dalam kasih karunia, kuasa, dan pekerjaan Allah di dalam segala sesuatu dan bagi segala sesuatu. Orang macam ini dapat dengan mudah berkoordinasi dengan yang lainnya. Sesungguhnya, tidak perlu bagi mereka untuk berusaha berkoordinasi; mereka berkoordinasi secara spontan dan tanpa usaha karena mereka berada di dalam Tuhan, tidak berada di dalam diri mereka sendiri. Mereka yang berada di dalam diri sendiri tidak dapat berkoordinasi, tetapi mereka yang berada di dalam Allah dapat berkoordinasi dengan mudah.
Menjadi seorang Manusia yang Tepat
Untuk berbagian dalam koordinasi dari makhluk-makhluk hidup, kita harus memiliki tangan-tangan manusia. Ini berarti bahwa kita perlu menjadi manusia yang tepat. Jika kita kurang memiliki keinsanian yang tepat, akan ada masalah di dalam koordinasi kita.
Ini adalah situasi dimana seorang saudara yang bersikukuh untuk mengunjungi satu keluarga pada waktu yang tidak tepat bagi mereka. Saudara itu menetapkan untuk mengunjungi keluarga ini pada waktu makan, meskipun kaum saleh di dalam keluarga itu merasa bahwa waktu makan bukan waktu yang cocok baginya untuk berkunjung. Saudara ini mungkin telah memiliki sayap-sayap rajawali, tetapi dia tidak memiliki tangan manusia. Beberapa hari setelah kunjungannya, kami menerima sebuah laporan dari anggota keluarganya mengenai hal yang terjadi. Saudara ini mengunjungi keluarganya pada waktu makan siang, menunggu dilayani untuk makan. Namun, Isterinya sedang sakit dan tidak dapat menyediakan makanan apa pun untuknya. Meskipun demikian, saudara itu duduk di dalam rumah, menunggu makan siang disediakan, meskipun sang suami sedang sibuk merawat isterinya dan tidak dapat menyediakan makanan apa pun untuk dimakan oleh pengunjung. Saudara ini tidak memiliki tangan manusia; ia tidak memiliki keinsanian yang tepat. Orang macam ini tidak dapat berkoordinasi dengan kaum saleh yang lain.
Di dalam visi dalam Yehezkiel 1 kita tidak hanya melihat sayap-sayap rajawali, tetapi juga tangan manusia. Wahyu ilahi memperlihatkan pada kita bahwa kita perlu seimbang. Tidak perduli seberapa rohaninya kita, kita masih perlu menjadi manusia yang tepat. Sebagai contoh, seorang saudara muda mungkin cukup rohani, tetapi ketika ia sedang bersama seseorang yang lebih tua, ia harus memiliki rasa hormat insani yang tepat. Jika kita tidak memiliki tangan seorang manusia dan jika kita tidak memiliki keseimbangan kerohanian dan keinsanian yang tepat, kita tidak dapat berkoordinasi dengan orang lain.
Memiliki Kuku-kuku Anak Lembu
Prasyarat lain dari koordinasi adalah memiliki kuku-kuku anak lembu. Jika seorang saudara tidak memiliki kuku-kuku anak lembu, jalannya akan bengkok, dan ini akan membuat tidak mungkin baginya untuk berkoordinasi dengan yang lain.
Kita semua perlu jelas mengenai prasyarat koordinasi. Angin, awan, api, suasa, muka seorang manusia, seekor singa, seekor lembu, dan seekor rajawali, sayap-sayap rajawali, dan tangan-tangan manusia—semuanya ini adalah prasyarat untuk masuk ke dalam koordinasi empat makhluk hidup.
KONDISI PRAKTIS DARI KOORDINASI
Marilah kita sekarang mempertimbangkan kondisi praktis dari koordinasi.
Hidup dan Bertindak oleh Kasih Karunia Allah
dan Kuasa Allah
Yehezkiel 1:11b mengatakan, “Sayap-sayap mereka dikembangkan ke atas; mereka saling menyentuh dengan sepasang sayapnya dan sepasang sayap yang lain menutupi badan mereka”. Ini menunjukan bahwa empat makhluk hidup diatur bukan dalam satu baris, tetapi sebuah persegi. Kita telah menunjukkan bahwa di dalam Alkitab sayap-sayap rajawali melambangkan kasih karunia dan kuasa Allah. Jika empat makhluk hidup tidak bersatu bersama oleh sayap-sayap untuk membentuk persegi, mereka tidak dapat berkoordinasi. Ini menunjukan bahwa koordinasi dari makhluk-makhluk hidup ada di dalam Tuhan dan oleh kasih karunia Allah.
Jika sebagai kaum beriman di dalam Kristus kita tidak berada di dalam Tuhan dan di dalam kasih karunia Allah, kita tidak dapat disatukan dengan yang lain. Namun jika kita tinggal di dalam Allah, bersandar pada Allah, dan mengekspresikan Allah, kita dapat berkoordinasi bersama di dalam Allah. Oleh karena itu, koordinasi kita bukan berdasarkan pada kemampuan kita dan talenta kita, tetapi berdasarkan pada tinggalnya kita di dalam Allah dan bergantung pada Allah. Jika kita semua tinggal di dalam Allah, percaya di dalam Allah, dan mengekspresikan Allah, Allah akan menjadi kuasa dan sarana dari koordinasi kita. Kemudian kita akan berkoordinasi dan bergerak di dalam kesatuan karena kita berada di dalam Allah.
Sama seperti papan-papan dari Tabernakel di dalam Perjanjian Lama disatukan bersama oleh emas menjadi satu kesatuan, demikian juga makhluk-makhluk hidup disatukan oleh sayap-sayap untuk menjadi satu unit. Jika pelapisan emas dibuang dari papan-papan tabernakel, maka tabernakel akan runtuh. Jika makhluk-makhluk hidup tidak memiliki sayap-sayap, mereka tidak dapat disatukan bersama. Makna dari kedua kasus ini adalah sama: Kita disatukan bersama karena kita berada di dalam Allah. Poin penting disini adalah keesaan dan koordinasi dari empat makhluk hidup bergantung pada sayap-sayap rajawali, yaitu bergantung pada kasih karunia dan kuasa Allah. Kasih karunia dan kuasa Allah membuat empat makhluk hidup menjadi satu kesatuan dan adalah sarana yang olehnya mereka berkoordinasi.
Gambaran koordinasi ini berkaitan dengan pengajaran pada Perjanjian Baru. Roma 12:5 mengatakan, “demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain”. Satu Korintus 12:13 mengatakan, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah cdibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh”. Ayat-ayat ini mewahyukan bahwa kita disatukan bersama sebagai satu tubuh dan dikoordinasikan bersama sebagai satu Tubuh karena Kristus dan Roh itu. Jika Kristus dan Roh itu diambil dari kita, kita tidak akan menjadi satu dan koordinasi menjadi tidak mungkin. Koordinasi dalam gereja memerlukan kita semua untuk menyangkal diri dan tinggal di dalam Tuhan. Tanpa sayap-sayap rajawali kita terpisah, tetapi dengan sayap-sayap rajawali kita berkoordinasi.
Berjalan Menurut Roh
Aspek kedua dari kondisi praktis koordinasi adalah berjalan menurut Roh itu (Yeh. 1:20). Makhluk-makhluk hidup mengikuti Roh itu. Kemanapun Roh itu pergi, kesana juga makhluk hidup itu pergi. Ini menunjukan bahwa kita sebagai makhluk-makhluk hidup di dalam Kristus, akan berkoordinasi, jika kita berjalan oleh Roh itu (Gal. 5:16, 25). Kita harus tidak mengikuti diri kita sendiri. Jika kita menyangkal diri kita sendiri dan berjalan menurut Roh itu (Rom. 8:4), kita akan memiliki koordinasi yang sejati. Namun, jika kita berjalan dengan sewenang-wenang menurut kehendak ego dan jika kita hidup dalam daging, kita tidak dapat berkoordinasi bersama.
Bergerak Maju ke Depan
Dan Mengakomodasi yang Lain
Aspek lain dari kondisi praktis koordinasi adalah bergerak maju ke depan dan mengakomodasi yang lain. Ketika makhluk-makhluk hidup itu bergerak, mereka bergerak maju ke depan; mereka tidak melakukan belokan apapun. Jika satu makhluk hidup mengambil pimpinan untuk bergerak maju ke depan ke arah timur, makhluk-makhluk hidup lainnya juga bergerak dalam arah ini. Ini menunjukkan bahwa setiap orang berfungsi secara tepat di dalam koordinasi. Dalam penghidupan gereja hari ini, setiap anggota memiliki fungsinya masing-masing (1 Kor. 12:14-30) dan bergerak dalam arah maju ke depan untuk menggenapkan fungsinya, tanpa berbelok untuk melakukan hal yang lain.
Ketika salah satu dari empat makhluk hidup bergerak maju dalam arah tertentu, makhluk hidup yang lain mengakomodasinya dengan bergerak dalam arah yang sama, berjalan mundur, menyamping ke kanan, atau menyamping ke kiri. Pada satu waktu, hanya satu makhluk hidup yang dapat bergerak maju ke depan. Namun, dalam bergerak bersamanya, makhluk hidup lainnya tidak berbelok; melainkan, mereka berjalan mundur atau menyamping. Tidak peduli ke arah mana makhluk-makhluk hidup itu bergerak, satu bergerak maju, satu bergerak mundur, dan yang lain bergerak menyamping. Jadi, mereka yang bergerak mundur dan menyamping mengakomodasi dia yang bergerak maju.
Ini seharusnya menjadi situasi di dalam hidup gereja hari ini. Seringkali kita perlu bergerak mundur atau menyamping untuk untuk mengakomodasi dia yang bergerak ke depan. Dalam sidang-sidang atau dalam pelayanan praktis, ketika seseorang melatih fungsinya, bergerak maju, kita perlu mengakomodasinya dengan bergerak mundur atau menyamping. Inilah koordinasi.
Namun, jika setiap orang melakukan caranya sendiri dan tidak mengakomodasi yang lain, kita tidak dapat menjadi satu kesatuan korporat dan kita tidak dapat berkoordinasi bersama. Pergerakan makhluk-makhluk hidup bukan individu—melainkan korporat. Makhluk-makhluk hidup bergerak dengan berkoordinasi bersama. Jika kita ingin berpartisipasi dalam koordinasi demikian, kita perlu menyangkal diri kita, mengalami kasih karunia Allah, dan mengikuti Roh itu secara korporat.
Saya percaya bahwa dalam Alkitab, gambaran yang paling jelas tentang koordinasi ditemukan di dalam Yehezkiel pasal satu. Ciri-ciri utama visi dari empat makhluk hidup adalah koordinasi mereka. Di sini kita tidak melihat pergerakan makhluk hidup secara individu, tetapi pergerakan korporat dari empat makhluk hidup. Ini menggambarkan pergerakan kaum beriman bukan secara individu, tetapi pergerakan gereja secara korporat. Kita, persona yang hidup yang berada dalam kasih karunia dan kuasa Allah, telah menjadi satu kesatuan. Setiap orang memiliki ministrinya dan melaksanakan fungsinya dengan tepat. Ini berarti bahwa setiap orang bergerak maju dalam arahnya sendiri tanpa membuat belokan apapun. Meskipun arahnya mungkin berbeda, pergerakannya adalah sama. Ketika seseorang pergi ke arah uatara, semua orang yang lain mengikuti dia bergerak dalam arah ini. Jika seorang lainnya bergerak ke selatan, semua orang lain bergerak bersamanya ke arah selatan. Kapankala seseorang bergerak maju, semua orang lainnya mengakomodasi dia dengan bergerak mundur atau menyamping. Jika kita mempelajari gambaran yang jelas dari koordinasi makhluk-makhluk hidup di dalam Yehezkiel 1, kita akan memahami apa koordinasi itu.
HASIL DARI KOORDINASI
Terakhir, kita perlu melihat berbagai aspek dari hasil koordinasi.
Ekspresi Korporat Kristus
Pertama, koordinasi menghasilkan ekspresi korporat Kristus.
Menjadi Membara dan Penuh Terang
Kedua, koordinasi mereka yang berkoordinasi bersama menjadi membara dan penuh terang. Karena mereka membara dan bersinar, mereka dapat menerangi yang lain.
Pergerakan Roda Besar
Hasil lainnya dari koordinasi adalah pergerakan Allah, dilambangkan oleh roda besar (ay. 16-19). Saat makhluk-makhluk hidup berkoordinasi bersama, roda besar tampak. Ini menunjukkan bahwa pergerakan Allah mengikuti koordinasi dari empat makhluk hidup. Jika tidak ada koordinasi, tidak akan ada pergerakan roda besar.
Administrasi Allah
Koordinasi dari empat makhluk hidup juga menghasilkan administrasi Allah. Takhta dari administrasi ilahi bergantung pada koordinasi makhluk-makhluk hidup. Tanpa koordinasi yang demikian, Allah tidak akan memiliki sarana pemerintahan dan Dia tidak akan memiliki sarana untuk mengekspresikan kekuasaan-Nya dan kemuliaan-Nya.
Pelaksanaan Kehendak Allah
Hasil selanjutnya dari koordinasi adalah pelaksanaan kehendak Allah dan rencana-Nya. Karena koorninasi dari empat makhluk hidup, ada satu jalan bagi kehendak Allah dan rencana Allah untuk dilaksanakan.
Kita perlu terkesan dengan pentingnya koordinasi. Sebelum kita dapat berkoordinasi bersama, kita perlu mengalami angin, awan, api, dan suasa dan dengan demikian menjadi makhluk-makhluk hidup. Kemudian kita perlu memiliki gambar manusia dan muka manusia, singa, lembu, dan rajawali. Lagipula, kita harus memiliki sayap-sayap rajawali, tangan-tangan manusia, dan kuku-kuku anak lembu. Jika kita memiliki semua hal ini, kemudian kita akan sanggup berkoordinasi bersama. Koordinasi ini akan menghasilkan ekspresi Kristus yang korporat, dengan cara kita menjadi membara, bersinar, dan penuh terang, dalam pergerakan Allah, dalam pemerintahan Allah, dan dalam penggenapan rencana kekal-Nya.
Kita perlu melihat bahwa koordinasi adalah kunci untuk memahami visi dalam Yehezkiel 1. Di satu pihak, banyak hal adalah bagi koordinasi; di pihak lain, banyak hal adalah berdasarkan koordinasi. Koordinasi adalah kunci. Semoga kita semua melihat perkara ini dan semoga Tuhan membawa kita semua ke dalam koordinasi dengan banyak makhluk hidup lainnya bagi kepentingan ekspresi Kristus yang korporat, pergerakan Allah, dan administrasi Allah.