← Daftar isi Yehezkiel (1) · bab 2/26

PENDAHULUAN (2)

Pembacaan Alkitab:

Yeh. 1:1-3; Bil. 4:2-3; 1 Taw. 23:3a; Luk. 3:23a; Yeh. 40:17; 41:6a;

46:22; Bil. 8:24; Kej. 11:6, 31

Dalam berita ini kita akan melanjutkan to con sider Eze kiel 1:1-3, tiga ayat yang adalah pendahuluan kitab ini. Kita telah melihat tanggal visi, dan sekarang kita akan melanjutkan untuk melihat tempat visi, orang yang melihat visi, dan syarat untuk melihat visi.

TEMPAT

Poin kedua dalam pendahuluan adalah tempat dimana Yehezkiel melihat visi. Ayat 3 memberitahu kita bahwa visi itu datang pada Yehezkiel ketika ia berada “di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar.”

di Kasdim

Tempat— di negeri orang Kasdim —bukanlah tempat yang baik, karena Kasdim adalah tempat dimana Babel dimulai. Nama Babel dalam bahasa Ibrani adalah sama dengan Babiloniadalam bahasa Yunani. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa Kasdim sesungguhnya adalah Babilonia dan bahwa Babilonia adalah Babel, tempat dimana Satan mengumpulkan umat yang jatuh untuk memberontak melawan Allah. Tempat dimana Yehezkiel melihat visi adalah tempat dimana Satan menghasut pemberontakan terbesar melawan Allah di antara umat yang jatuh. Ini juga merupakan tempat dimana Allah memanggil Abraham untuk keluar sehingga Dia dapat memiliki umat yang terpilih (Kej. 11:6, 31). Sangat disayangkan, pada jaman Yehezkiel sebagian besar umat pilihan Allah telah kembali ke tempat itu. Penawanan mereka adalah kejatuhan mereka. Mereka telah jatuh ke dalam tempat yang darinya nenek moyang mereka Abraham telah dipanggil oleh Allah.

Saya ingin bertanya kepada kamu untuk mempertimbangkan situasi orang Kristen hari ini. Apakah kebanyakan orang Kristen berada di tanah Kanaan atau di negeri orang Kasdim? Tentu saja sebagian besar orang Kristen tidak berada di tanah permai, tetapi di dalam sebuah tempat yang merosot. Untuk alasan inilah kitab Yehezkiel cocok sekali dengan situasi orang Kristen hari ini.

Di Tepi sebuah Sungai

Ketika Yehezkiel melihat visi, ia berada di tepi sungai. Dia berkata dalam ayat 1, “aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar”. Sungai Kebar melambangkan kekuatan musuh yang merusak umat Allah (cf. Yes. 8:7-8). Kebar artinya “kuat,” “banyak,” “berkuasa”. Sungai ini adalah sungai dari Babilonia, menunjukkan bahwa Babilonia kuat dan berkuasa, jadi melambangkan kekuatan Babilonia dalam melawan umat Allah. Hari ini “sungai Kebar” adalah zaman pasang setani yang membawa umat dari Allah ke Babionia.

Ada dua sungai dalam kitab Yehezkiel: sungai Kebar di dalam pasal satu dan sungai yang mengalir keluar dari bait di dalam pasal empat puluh tujuh. Sungai Kebar membawa umat Allah menjauh dari Allah, tetapi sungai yang mengalir keluar dari bait membawa umat ke dalam hayat Allah. Kita perlu menyadari bahwa kedua sungai ini masih tetap ada di bumi hari ini. Sungai yang pertama adalah kecenderungan, jalan, gelombang pasang, dari dunia ini. Ini adalah sungai dari Babilonia, sungai di dalam dunia yang telah jatuh, yang membawa umat menjauh dari Allah. Kita memuji Tuhan karena masih ada sungai yang lain dan ke mana saja sungai itu mengalir segala makhluk hidup di sana akan hidup.

Dua sungai mengalir hari ini. sungai yang pertama adalah dari dunia; sungai yang lainnya adalah dari tanah yang kudus. Sungai yang pertama membawa umat menjauh dari Allah; sungai yang lainnya menbawa umat kembali kepada Allah di dalam hayat. Sungai yang pertama menghancurkan bangunan Allah; sungai yang lain membangun tempat kediaman Allah.

Di tepi sungai manakah kamu berada—sungai Kebar atau sungai yang mengalir keluar dari tempat kediaman Allah? Kamu mungkin berkata bahwa kamu berada di tepi sungai air hidup yang mengalir keluar dari tempat kediaman Allah, tetapi kamu mungkin masih memiliki sesuatu dari jalan zaman ini, dari kecenderungan dunia hari ini. Jika kamu masih berada dalam kecenderungan dunia hari ini, kamu bukanlah di tepi sungai air hidup, tetapi di tepi sungai Kebar, dan kamu tidak berada di dalam tanah yang kudus, tetapi di dalam negeri orang Kasdim.

Ketika langit terbuka kepada Yehezkiel, dia berada di tepi sungai Kebar, tetapi dia tidak berada di dalam sungai ini. Banyak dari umat Israel terbunuh oleh tentara Babilonia; yang lainnya mati karena kelaparan, penyakit, dan binatang buas. Namun, situasinya bukanlah tanpa harapan, karena Allah masih menyisakan sedikit “tanah kering” di tepi sebuah sungai yang telah membawa umat-Nya menjauh. Dengan memberikan kepada mereka “tanah kering”, Allah membuat mereka tetap hidup dan terjaga. Ini menunjukkan bahwa kasih karunia Allah tetap tinggal bersama Yehezkiel, bersama Raja Yoyakhin, dan dengan banyak orang lain yang telah dibawa ke dalam penawanan. Jika mereka tidak pernah berada di tepi sungai Kebar, tetapi sebaliknya berada di dalam sungai, mereka semua akan binasa. Karena kasih karunia Allah mereka tetap dapat hidup di tepi sungai di negeri penawanan. Meskipun mereka tidak dapat hidup di Kanaan sehingga tidak dapat menikmati kelimpahan kasih karunia di dalam Kristus, mereka tetap dapat menikmati sedikit belas kasihan di negeri penawanan.

Visi yang dicatat dalam kitab Yehezkiel secara mendesak diperlukan oleh orang-orang Kristen hari ini dan oleh gereja hari ini. Semakin saya berkontak dengan Allah dan bersekutu dengan-Nya dan semakin saya menyelidiki situasi hari ini, semakin saya menyadari bahwa visi Yehezkiel adalah surat dari Allah untuk zaman hari ini. Visi yang diberikan Allah kepada Yehezkiel adalah untuk orang-orang yang berada di dalam penawanan di tepi sungai Kebar. Hari ini sebagian besar anak-anak Allah juga berada di dalam negeri penawanan. Daripada tinggal di dalam Kristus sebagai tanah permai Kanaan, mereka telah jatuh ke dalam penawanan di Babilonia, dimana mereka tidak hidup di dalam Kristus secara tepat dan terus-menerus dan dimana mereka tidak menikmati kekayaan kristus. Ini adalah kondisi keseluruan dari orang Kristen hari ini. Karena alasan inilah, saya percaya bahwa visi dalam kitab Yehezkiel memenuhi kebutuhan dari umat Allah hari ini.

ORANG

Poin berikutnya yang dipertimbangkan adalah orang—Yehezkiel—yang melihat visi.

Di antara Para Tawanan

Dalam ayat 1 Yehezkiel memberitahu kita bahwa ia “bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar”. Sebagai seorang tawanan di negeri penawanan, Yehezkiel diuji dan tentu saja memiliki perasaan bingung, tertekan, dan depresi. Hal ini mungkin juga merupakan pengalaman kita hari ini. Kadangkala ketika kita datang bersama-sama dengan saudara-saudara dan saudari-saudari, kita merasa bahwa kita berada dalam negeri penawanan dan kita merasa tertekan dan depresi.

Seorang Imam

Secara tersirat ayat 3 berbicara tentang “Yehezkiel seorang imam”. Sebagai seorang imam Yehezkiel adalah seorang yang hidup di dalam hadirat Allah, melayani Allah dan berbaur bersama Allah. Yehezkiel adalah orang yang semacam demikian. Meskipun ia berada di dalam negeri penawanan, ia masih tetap hidup di hadirat Allah dan meministrikan di hadapan Allah. Ia berada di tepi sungai Kebar, bukan di dalam bait kudus, namun sebagai seorang imam ia memandang kepada Allah, berdoa kepada Allah, berkontak dengan Allah, bersekutu degnan Allah, dan menantikan Allah. Karena Yehezkiel adalah persona yang demikian dan berkontak dengan Allah secara demikian, maka langit terbuka kepadanya, dan ia “melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah” (ay. 1).

Kami mendorong semua saudara-saudara dan saudari-saudari di dalam Tuhan untuk melayani Dia sebagai imam . Kita perlu belajar untuk berdoa kepada Allah, untuk berkontak dengan Allah, untuk memiliki persekutuan dengan Allah, dan untuk hidup di hadapan Allah. Jika kita berlatih sebagai imam secara demikian, langit akan terbuka bagi kita, dan kita akan melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.

Anak Busi, namun Dikuatkan oleh Allah

Yehezkiel adalah Anak Busi. Busi artinya “jijik” atau “dipandang rendah.” Yehezkiel adalah seorang nabi yang sangat dipandang rendah oleh orang-orang dan yang diperlakukan dengan jijik. Dalam ministrinya ia tidak menerima kemuliaan. Jika kamu adalah Yehezkiel di dalam pemulihan Tuhan hari ini, kamu seharusnya mengharapkan untuk menjadi orang yang dipandang rendah. Jangan mengira bahwa kamu akan memiliki kemuliaan macam apapun. Orang lain akan memandang rendah kamu dan dan memperlakukan kamu dengan jijik.

Yehezkiel artinya “Allah akan menguatkan”. Juga berarti “Dia yang Mahakuasa adalah kekuatanmu”. Nama Yehezkiel diakhiri dengan akhiran el,yang berarti “Dia yang berkuasa”. Pada satu pihak, ia adalah anak Busi, dipandang rendah oleh orang lain. Pada pihak lain, ia adalah Yehezkiel, dikuatkan oleh Allah, Dia yang berkuasa. Dalam pasal 3:8-9a Tuhan berkata kepada Yehezkiel, “Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka. Seperti batu intan, yang lebih keras dari pada abatu Kuteguhkan hatimu”. Ia dipandang rendah dan diperlakukan dengan jijik, tetapi ia dikuatkan oleh Allah.

Bagi Yehezkiel untuk menjadi anak Busi berarti ia adalah anak yang memalukan, anak yang terhina. Kita mungkin mengira seorang nabi dengan ministri nubuatnya akan mulia. Namun, ketika kita membaca Yehezkiel, kita melihat bahwa dalam memenuhi ministrinya sebagai seorang nabi, ia terus-menerus dipandang rendah dan dipermalukan. Allah menetapkan Yehezkiel untuk menjadi tanda bagi umat Israel, tanda bahwa mereka dipermalukan (12:6, 11; 24:24, 27). Allah memerlukan dia untuk menampilkan pertunjukan tertentu, dan dalam pertunjukan ini dia menjadi seorang nabi yang dipandang rendah. Misalnya, Allah memberitahu dia untuk berbohong pada sisi kirinya tiga ratus sembilan puluh hari dan pada sisi kanannya empat puluh hari (4:4-6) dan makan roti yang disiapkan dengan kotoran lembu (ay. 9-15). Allah juga memberitahu dia untuk membuat lubang di tembok kota dan membawa barang-barangya melalui tembok, dan Yehezkiel melakukan seperti yang diperintahkan (12:1-7). Lagipula, satu hari isterinya mati (24:16-18). Pasti Yehezkiel adalah anak yang dipandang rendah.

Mereka yang meministrikan firman Tuhan hari ini juga akan menjadi anak yang dipandang rendah. Ketika umat Allah berada dalam penawanan, mereka yang dibangkitkan untuk menjadi minister Allah, melayani sebagai imam-Nya dan melihat visi-Nya, akan memikul kemaluan umat Allah. Karena umat tawanan Allah dipandang rendah, minister Allah juga kan dipandang rendah saat mereka meministrikan firman Allah.

Meskipun Yehezkiel adalah anak yang dipandang rendah yang menderita malu dan hinaan, Allah yang Mahakuasa adalah kekuatannya. Karena dia dikuatkan oleh Allah, Yehezkiel dapat dikuatkan di tengah-tengah hinaan. Sebagai manusia yang dikuatkan dan diberi kuasa oleh Allah, ia dapat memikul semua kemaluan dan hinaan untuk memenuhi ministrinya sebagai seorang nabi Allah, juru bicara Allah.

SYARAT UNTUK MELIHAT VISI

Akhirnya, mengenai pendahuluaan dalam pasal 1:1-3 kita perlu mempertimbangkan syarat-syarat untuk melihat visi.

Langit Terbuka

“Terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah” (ay. 1b). Langit yang terbuka adalah lawatan khusus Allah. Kapankala orang-orang di bumi bersatu dengan Allah, langit akan terbuka bagi mereka. Di negeri penawanan ada seorang manusia, Yehezkiel, yang matang dan yang bersatu dengan Allah, dan langit terbuka kepadanya. Hari ini prinsipnya sama. Kita perlu langit terbuka kepada kita, tetapi supaya langit terbuka dalam pengalaman kita, kita perlu menjadi Yehezkiel-Yehezkiel. Jika kita adalah Yehezkiel-Yehezkiel hari ini, kita akan meiliki langit yang terbuka.

Kali pertama Alkitab menyebutkan langit terbuka adalah ketika Yakub bermimpi dalam usahanya melepaskan diri dari kakaknya Esau. Dia memiliki mimpi, dan di dalam mimpinya langit terbuka kepadanya (Kej. 28:11-17). Ini menandakan bahwa maksud Allah adalah untuk mendapatkan Yakub sebagai tempat meletakkan kepala-Nya di bumi sehingga langit terbuka ke bumi. Ketika Tuhan Yesus dibaptis, langit terbuka untuk memberitakan ada manusia di bumi yang adalah satu dengan Allah di langit (Mat. 3:16-17). Ketika Stefanus martir, langit terbuka kepadanya (Kis. 7:56). Ketika Tuhan Yesus datang kembali, langit akan terbuka sekali lagi. Adalah berkat yang besar untuk memiliki langit terbuka kepada mereka.

Setelah bumi telah diduduki oleh Satan dan orang-orang di bumi telah dirusak oleh Satan, Allah tidak dapat datang ke bumi, dan langit, dimana Allah berada, tidak dapat terbuka kepada orang-orang di bumi. Ini adalah situasi di zaman Yehezkiel. Umat Israel telah dirusak oleh Satan dan dibawa ke dalam penawanan, dan, sebagai hasilnya, langit tidak dapat terbuka kepada mereka. Namun, di antara mereka yang ditawan, ada seorang imam yang mencari Allah dan mengontaki Dia dan yang berkaitan dengan langit. Oleh karena itu, langit dapat terbuka kepadanya dan bahkan turun ke bumi, memampukan hal-hal surgawi Allah dilihat oleh orang-orang di bumi dan digenapi di antara mereka di atas bumi. Ini sungguh-sungguh perkara besar.

Allah selanjutnya memerlukan orang yang dapat membuat langit-Nya terbuka. Hari ini bumi masih diduduki oleh Satan; orang-orang di bumi masih berada di tangan Satan; dan kebanyakan umat Allah masih dalam penawanan. Jadi, ada keperluan mendesak untuk beberapa orang, seperti Yehezkiel, yang akan mencari Allah, mengontaki Allah, dan menjadi imam Allah meminitrikan di hadapan Allah. Jika Allah memiliki Yehezkiel demikian hari ini, langit akan terbuka, orang-orang di bumi akan sanggup melihat visi surgawi, dan hal-hal surgawi akan digenapi di bumi. Di hari-hari ini semoga kita mencari Allah dan mengontaki Dia, dan semoga langit terbuka kepada kita!

Visi Diterima

Tidak hanya langit terbuka kepada Yehezkiel, tetapi juga visi datang, dan sesuatu diwahyukan, disingkapkan kepadanya. Allah berkata kepada Yehezkiel, “lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu” (40:4). Langit terbuka bagi tujuan untuk membiarkan Yehezkiel melihat visi Allah. Visi Allah adalah wahyu-Nya, yang memampukan kita untuk melihat hal-hal ilahi, rohani, surgawi. Mereka yang kepadanya langit tidak terbuka, tidak dapat melihat hal-hal surgawi Allah.

Dalam pasal satu, Allah membuka selubung di langit dan membiarkan Yehezkiel melihat apa yang ada di balik selubung. Yehezkiel melihat empat makhluk hidup dan takhta Allah yang mulia. Karena apa yang dilihatnya, dia berbeban untuk menyampaikan visi ini kepada yang lain. Apa yang dia katakan bukanlah suatu pengajaran atau sesuatu khayalan tetapi suatu visi surgawi yang telah dia lihat di dalam roh. Setiap minister firman Allah seharusnya menyampaikan visi rohani, surgawi kepada yang lain. Dalam berita ini, saya tidak meministrikan teori, konsep, doktrin, atau sesuatu dari teologi sistematik; saya sedang meministrikan visi dari langit yang terbuka.

Semua gereja dan semua kaum saleh perlu melihat visi surgawi. Oleh karena itu, apa yang kita sajikan kepada anak-anak Allah tidak seharusnya hanya pengajaran atau doktrin atau pengetahuan yang diperoleh dari membaca, tetapi sebuah visi yang kita lihat di dalam roh di bawah langit yang terbuka melalui kontak kita dengan Tuhan. Ini akan membuat umat Allah dipulihkan dari penawanan mereka, dan ini akan memimpin kepada pembangunan gereja Allah. Saya harap bahwa semua berita yang dilepaskan di antara kita di dalam pemulihan Tuhan akan dipenuhi dengan visi Allah.

Firman Allah Datang dengan Jelas

Allah tidak hanya memberikan visinya kepada Yehezkiel—Dia juga memberikan firman-Nya. Visi adalah wahyu Allah, yang membuat kita melihat sesuatu. Firman Allah adalah penjelasan-Nya, yang membuat kita mendengar sesuatu. Karena Allah menginginkan Yehezkiel tidak hanya melihat dengan matanya, tetapi juga mendengar dengan telinganya (40:4), Dia memberikan dia firman bersamaan dengan visi-Nya. Dia menjelaskan visi-Nya dengan firman-Nya.

Firman yang datang kepada Yehezkiel adalah tidak umum atau biasa; tetapi khusus. Firman yang diberikan kepada Yehezkiel, adalah khusus, segar, dan hidup, berbeda dengan firman yang diberikan kepada Musa, Yesaya, dan Yeremia. Faktanya, mereka berbeda dari firman di dalam kitab lain dari Alkitab. Ketika kita membaca kitab Yehezkiel, kita merasa bahwa firman di dalam kitab ini adalah khusus.

Firman di dalam kitab Yehezkiel adalah firman khusus Allah, yang datang dengan cara yang khusus kepada manusia yang memiliki kontak dekat dengan Allah.

Yehezkiel 1:3a berkata, “Datanglah firman TUHAN dengan jelas kepada imam Yehezkiel”. Ini bukanlah firman biasa—ini adalah firman yang jelas. Hari ini, kita juga tidak memerlukan firman biasa, tetapi firman yang jelas. Karena firman jelas yang demikian, jangan pergi kepada penjelasan Alkitab, dan bahkan jangan pergi kepada buku-buku Watchman Nee dan Witness Lee. Kamu perlu firman yang jelas dari Tuhan. Pada Yehezkiel, langit terbuka, visi datang, dan firman datang dengan jelas.

Mereka yang meministrikan firman Allah memerlukan Allah memberi mereka tidak hanya visi, tetapi juga firman khusus, firman yang segar. Kita perlu melihat visi surgawi Allah, dan kita perlu mendengar firman khusus Allah. Kita perlu firman yang akan memampukan kita untuk melihat visi, dan kita perlu firman yang memampukan kita untuk memberitakan dan menjelaskan apa yang telah kita lihat. Semoga firman Allah datang kepada kita dengan jelas bersamaan dengan visi Allah!

Tangan Allah Berada di Atasnya

Yehezkiel 1:3b selanjutnya berkata, “Tangan Tuhan berada di atasnya”. Di sini kita melihat bahwa tangan Tuhan mengikuti firman Tuhan. Urutan ini bermakna: langit terbuka, visi-visi, firman Allah, dan tangan Allah. Tangan Allah selalu mengikuti pembicaraan-Nya. Apapun yang Dia katakan, Dia lakukan. Jika apa yang kita ministrikan sungguh-sungguh firman Allah, tangan Allah akan mengikuti. Namun, jika kamu meministrikan banyak hal dan tidak ada yang terjadi, ini berarti kamu memiliki mulut yang membual, tetapi tangan Allah tidak bekerja. Kamu perlu tangan Allah yang Mahakuasa untuk mengerjakan apa yang sedang kamu katakan.

Hari ini kita perlu langit terbuka; kita perlu visi datang kepada kita; kita perlu firman Tuhan datang dengan jelas kepada kita; dan kita perlu tangan Tuhan ada pada kita. Jika kita berbicara dan tangan ilahi tidak mengikuti, pembiacaraan kita adalah bualan yang sia-sia, dan orang lain tidak harus memperhatikannya. Namun, jika apa yang kita ministrikan adalah firman jelas Allah, orang lain harus berhati-hati tentang bagaimana mereka berurusan dengan firman demikian. Seseorang yang berbicara firman jelas Allah mungkin bukan seorang yang berarti, tetapi tangan Allah bukan perkara yang tidak berarti. Allah akan datang untuk melakukan apa yang Dia katakan dan bekerja menurut pembicaraan-Nya.

Tangan Allah atas manusia juga untuk memimpin manusia dan membuat dia bertindak (cf. 1 Raj. 18:46). Visi adalah untuk dilihat; firman adalah untuk didengar; dan tangan adalah untuk bertindak. Tangan Tuhan atas Yehezkiel memegang dia, memimpin dia, mengangat dia, dan membawanya sehingga dia dapat bertindak. Setelah tangan Tuhan datang atas Yehezkiel, segala sesuatu yang dia lakukan adalah karena pimpinan dan pengaturan tangan Tuhan. Tangan Allah memimpin dan mengatur Yehezkiel sebagai seorang yang berbicara bagi Allah. Setiap tindakan-Nya berada di bawah tangan Allah. Kemanapun dia pergi, apapun yang dia lakukan, dan bagaimana dia bertindak dan berperilakukan, semua karena pimpinan and dan pengaturan tangan Allah. Baik dia dibelenggu atau bebas, baik dia berdukacita atau bersukacita, baik dia pergi atau datang—segala sesuatu berada di bawah pimpinan dan pengaturan tangan Allah.

Di sini kita melihat seorang manusia yang berbicara bagi Allah yang tidak lagi memiliki kebebasan pribadinya dan tidak dapat melakukan hal-hal menurut kesenangan pribadinya. Jika tangan Allah memimpinnya untuk pergi ke tempat tertentu, dia harus pergi ke sana. Jika tangan Allah mengatur dia untuk melakukan sesuatu, dia harus melakukannya. Tindakannya adalah menurut pimpinan tangan Allah dan berada di bawah pengaturan tangan Allah yang ketat. Kemana dia pergi dan apa yang dia lakukan tidak menurut pilihannya, tetapi di bawah dan menurut pimpinan dan pengaturan tangan Allah. Ini memerlukan seseorang yang berbicara bagi Allah untuk membayar harga yang besar.

Setiap minister firman Allah perlu memenuhi empat syarat untuk melihat visi-visi Allah. Setiap orang yang berbicara firman Allah dengan cara yang normal haruslah seorang yang baginya langit terbuka, seorang yang telah melihat visi-visi Allah, seorang yang kepadanya firman Allah datang dengan jelas, dan seorang yang memiliki tangan Allah atasnya.

Semoga kita semua sampai ke “tahun ketiga puluh”, dan semoga kita semua berada di tepi sungai Kebar, bukan dalam gelombang pasang Babilonia. Semoga kita semua memiliki langit terbuka, melihat visi-visi Allah, menerima perkataan Allah, dan memiliki pimpinan Allah dan tangan Allah yang mengatur kita. Allah memerlukan orang yang demikian hari ini, dan gereja juga memerlukan mereka. Semoga kita semua menjadi orang yang demikian untuk memenuhi keperluan Allah!