← Daftar isi Yehezkiel (1) · bab 18/26

TULANG-TULANG KERING, DUA PAPAN, DAN TENTARA

Pembacaan Alkitab:

Yeh. 37:1, 5-17, 21-28

Kitab Yehezkiel memiliki empat bagian utama, setiap bagiannya berisi satu poin penting. Bagian pertama, terdiri dari pasal satu, membicarakan visi Allah yang mulia dan mewahyukan Allah yang kudus di dalam kemuliaan-Nya. Bagian kedua, terdiri dari pasal dua sampai tiga puluh dua, membicarakan penghakiman Allah untuk menanggulangi segala hal dan perkara yang tidak sesuai dengan keadilbenaran, kekudusan, dan kemuliaan-Nya. Allah menghakimi segala sesuatu di antara bangsa Israel dan di antara bangsa kafir yang bertentangan dengan sifat-Nya. Bagian ketiga, yang mencakup pasal tiga puluh tiga sampai tiga puluh sembilan, mengenai pemulihan Allah atas umat-Nya yang tersisa. Ketika Allah datang untuk menghakimi, Ia ingat terhadap perjanjian kasih karunia-Nya, dan karena itu Ia menjaga sekelompok umat pilihan-Nya dan membawa mereka kembali ke tanah milik mereka sendiri. Ini menunjukkan bahwa topik utama dalam bagian ketiga dari Yehezkiel adalah pemulihan Tuhan. Bagian keempat, terdiri dari pasal empat puluh sampai empat puluh delapan, berbicara tentang Allah datang untuk membangun umat-Nya yang terkasih yang telah dipulihkan menjadi tempat kediaman-Nya. Ini berarti bahwa bagian terakhir menekankan perkara bangunan Allah.

Dalam kitab Yehezkiel, ada tiga pasal yang mungkin dianggap pasal yang penting di dalam Alkitab—pasal satu, pasal tiga puluh tujuh, dan pasal empat puluh tujuh. Pasal-pasal ini menduduki posisi yang khusus tidak hanya di dalam Yehezkiel, tetapi juga di dalam Alkitab secara keseluruan. Setiap pasal-pasal ini mungkin diwakili oleh satu kata tunggal: pasal satu—api; pasal tiga puluh tujuh—nafas; dan pasal empat puluh tujuh—air. Tidak ada pasal yang berbicara tentang Allah sebagai api dengan cara Yehezkiel 1 lakukan. Yohanes 4 dan 7 dan Wahyu 22 berbicara tentang air, tetapi bukan dengan cara Yehezkiel 47 lakukan. Demikian pula, Yehezkiel 37 adalah unik dalam caranya membicarakan nafas Allah. Pasal ini mewahyukan bagaimana Roh Allah datang ke dalam kita untuk menghidupkan kita supaya kita dapat menjadi satu tubuh korporat, dibentuk menjadi sebuah tentara, dan juga dibangun sebagai tempat kediaman Allah. Hanya dalam pasal ini, kita dapat melihat hasil dari dihidupkannya kita oleh nafas hayat. Dari hal ini, kita melihat bahwa Yehezkiel 37 menduduki posisi yang khusus di dalam Alkitab.

Yehezkiel pasal tiga puluh tiga sampai tiga puluh tujuh menjelaskan pemulihan Allah atas umat-Nya dari berbagai aspek. Pasal tiga puluh empat menekankan kedatangan Tuhan sebagai gembala untuk mencari domba-Nya yang hilang dan untuk membawa mereka kembali ke tanah milik-Nya sendiri. Dalam pasal tiga puluh enam kita melihat bahwa Tuhan memulihkan umat-Nya oleh hayat bukan hanya secara luaran, tetapi juga secara batini, dengan memberi mereka hati baru dan roh baru dan dengan menaruh Roh-Nya di dalam mereka. Pasal tiga puluh tujuh mewahyukan bahwa Tuhan datang untuk membangunkan umat-Nya yang mati dan terserak dan untuk membuat mereka menjadi satu. Dari hal ini kita melihat bahwa umat Allah yang tertawan perlu dipulihkan dalam berbagai aspek. Karena mereka telah disimpangkan dan diserakkan seperti domba, mereka perlu Tuhan menyelidiki mereka sebagai Gembala mereka. Karena kondisi batin mereka najis dan usang, mereka perlu satu hati yang baru dan roh yang baru. Karena mereka telah menjadi mati, tulang-tulang kering, mereka perlu dihidupkan dan disatukan bersama.

TAMAN KEBAHAGIAAN DAN TAMAN EDEN

Sebelum kita mulai mempertimbangkan pasal tiga puluh tujuh, Saya ingin mengatakan tentang dua perkara—taman kebahagiaan (34:29) dan taman Eden (36:35). Taman kebahagiaan, taman yang terkenal, adalah Kristus. Kristus bukan hanya tanah permai, memiliki banyak pohon yang buahnya baik untuk dimakan; Kristus juga adalah taman kebahagiaan. Mengenai ekspresi seperti taman Eden, kita perlu melihat bahwa akhirnya pemulihan Tuhan seharusnya sampai pada poin dimanan pemulihan Tuhan seperti taman Eden. Lalu dimana pun kita berada dalam pemulihan Tuhan, kita akan menjadi taman Eden. Seringkali dalam sidang-sidang gereja lokal, kita memiliki perasaan bahwa kita berada dalam taman Eden. Dalam taman Eden, kita memiliki Kristus sebagai taman yang terkenal, taman kebahagiaan. Ini berarti bahwa dalam kehidupan gereja, kita menikmati kekayaan Kristus dengan cara khusus hari demi hari.

SATU PASAL YANG MENUNJUKKAN BAGAIMANA ALLAH MEMPERBARUI KITA

DAN MELAHIRKAN KITA KEMBALI

Yehezkiel 34 terutama membahas tentang aspek lahiriah dari pemulihan Tuhan. Dalam pasal ini, Allah datang sebagai Gembala untuk menyelidiki dan mencari umat-Nya dan membawa mereka kembali ke tanah permai-Nya. Yehezkiel 36 membahas aspek batiniah dari pemulihan Tuhan. Dalam pemulihan-Nya, Tuhan tidak hanya membawa kita kembali secara lahiriah, tetapi juga secara batiniah Dia memberi kita hati yang baru dan roh yang baru dan meletakkan Roh-Nya ke dalam roh kita. Jika kita melihat hal ini, kita akan menyedari bahwa pemulihan Tuhan bukan hanya perkara posisi dan lingkungan lahiriah, tetapi juga perkara sifat dan watak batiniah. Dalam pemulihan Tuhan, yang adalah sesuatu yang lahiriah dan batiniah, bukan hanya posisi, lingkungan, perubahan sekeliling kita, tetapi kita juga memiliki pembaruan hati dan roh kita secara batini, dan kita menerima Roh Allah. Secara lahiriah ada perubahan, dan secara batiniah ada pengubahan.

Namun, Yehezkiel 36 tidak memberitahu kita secara jelas dan menyeluruh bagaimana kita dapat memiliki pengubahan, bagaimana kita dapat memiliki hati yang baru dan roh yang baru, dan bagaimana kita dapat memperoleh Roh Allah. Kita hanya diberitahu secara umum bahwa Tuhan akan memberi kita hati yang baru dan roh yang baru dan meletakkan Roh-Nya sendiri di dalam kita. Jadi, kita perlu Yehezkiel 37 untuk menunjukkan kita bagaimana Allah memperbarui kita dan melahirkan kita kembali.

MENJADI MATI DAN TULANG-TULANG YANG KERING

Sebelu Allah datang untuk memperbarui dan melahirkan kita kembali, kita seperti orang mati dan tulang-tulang yang kering. Jika kita hanya memiliki Yehezkiel 36, kita akan menyadari bahwa kita berdosa dan najis, tetapi kita tidak akan berpikir bahwa kita mati. Yehezkiel 37 mewahyukan bahwa kita tidak hanya mati, tetapi kita juga tulang-tulang yang kering. Ini menunjukkan bahwa keselamatan Allah bukan hanya bagi mereka yang berdosa, tetapi juga bagi mereka yang mati.

Dalam pandangan Allah, ketika kita jatuh, baik sebagai orang dosa atau sebagai kaum beriman yang murtad, kita mati dan dikubur dalam sebuah kuburan. Kita berada dalam “kuburan” dari berbagai hal dosa dan hiburan duniawi. Sebelum kita diselamatakan atau sebelum kita dibangunkan, kita terkubur dalam semacam kuburan. Kita berdosa, mati, terkubur, dan kering. Kita tidak memiliki darah, daging, otot, kulit—hanya tulang-tulang kering. Ini adalah gambaran yang menunjukkan apa adanya kita dan dimana kita berada.

DISERAKKAN

Karena kita mati dan kering, kita juga diserakkan. Menurut Yehezkiel 37 tidak ada satu pun tulang yang bersatu dengan tulang lainnya. Semua tulang terpisah dan terserak, tidak memiliki kesatuan. Baik kita adalah orang dosa yang belum diselamatkan atau kaum beriman yang murtad, ini adalah situasi kita.

Hari ini banyak orang Kristen terkubur dalam kuburan denominasi, perpecahan, kelompok-kelompok bebas, dan berbagai pergerakan. Semua denominasi, sekte, kelompok, dan pergerakan adalah kuburan. Banyak dari kita dapat bersaksi bahwa tadinya kita seperti berada dalam kuburan, kematian, kekeringan, terserak, terpisah, dan tidak berkaitan dengan yang lain.

UMAT ALLAH KELUAR DARI KUBURAN MEREKA

Yehezkiel 37:11-13 berkata, “Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya”. Tidak hanya orang dosa yang tidak percaya perlu dilepaskan dari kuburan mereka, tetapi bahkan banyak saudara dan saudari perlu dibangunkan dan dilepaskan dari kematian dan dari kuburan mereka. Beberapa kaum saleh telah menjadi jatuh dan gersang dan sekarang terbatasi dalam kuburan mereka. Saya tidak tahu dengan apa kamu terbunuh atau dengan kuburan macam apa kamu ditahan. Tetapi saya harap angin Allah akan meniup atasmu, bahwa terang Allah akan bersinar ke dalam kamu, dan bahwa hayat Allah akan bekerja di dalammu untuk membelah kuburanmu dan membuat kamu keluar dari kuburan ini dan dibangunkan.

Alkitab mewahyukan bahwa Tuhan adalah Juruselamat orang mati. Dalam Yohanes 5:25 Tuhan Yesus berkata, “Saatnya akan tiba, dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup”. Dalam Yehezkiel 37 Allah tidak berbicara kepada yang sakit, tetapi yang mati. Adalah diberkati untuk menyadari bahwa kita mati dan kita perlu Tuhan menghidupkan kita. Firman Allah dalam pasal ini bukan untuk membuat orang sakit menjadi sembuh dan bukan untuk memalingkan orang jahat menjadi orang baik; firman Allah di sini membuat orang mati menjadi orang hidup. Saya harap bahwa banyak orang akan merendahkan diri mereka sendiri di hadapan Tuhan dan berdoa, “Tuhan, aku mengaku bahwa aku bukan hanya orang sakit dan berdosa—aku mengaku bahwa aka adalah orang mati. Hatiku dan rohku mati. Tuhan, aku sepenuhnya mati dan kering. Aku seperti setumpukan orang mati, tulang-tulang kering. O Tuhan, aku perlu hayat-Mu masuk ke dalamku. Aku memerlukan Engkau menghembuskan nafas hayat ke dalamku supaya aku dapat hidup.”

PEMULIHAN MELALUI NUBUAT

Puji Tuhan bahwa Dia tidak meninggalkan kita dalam situasi kita, tetapi datang untuk menolong kita! Namun, tetapi Tuhan tidak datang secara langsung untuk menjadi Gembala kita, tetapi, mengikuti Yehezkiel 37, Dia datang melalui nubuat firman-Nya.

Banyak orang Kristen telah salah memahami tentang nubuat, mengira bahwa nubuat hanyalah meramal. Tetapi ada kesulitan pada ramalan dalam Yehezkiel 37. Sebaliknya, nubuat di sini adalah perkara mendeklarasikan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Ini menunjukkan bahwa nubuat dalam pasal ini terutama tidak berarti meramal, tetapi memberitahukan, untuk membuat semacam deklarasi. Ketika Tuhan memberitahu Yehezkiel untuk bernubuat, Dai bermaksud agar Yehezkiel menyampaikan. Tuhan memberitahu Yehezkiel bahwa ketika dia bernubuat, Dia akan menghembuskan nafas dan angin. Ketika Yehezkiel menyampaikan, Allah memberikan Roh kepada umat-Nya. Dari hal ini kita dapat melihat dengan jelas bahwa makna utama dari nubuat bukanlah meramal, tetapi untuk menyempaikan sesuatu bagi Tuhan.

Orang Kristen lain mengira bahwa bernubuat adalah mengajar. Tetapi tidak peduli berapa banyak seseorang mengajar tulang-tulang kering, mereka tetap tulang kering. Seseorang mungkin mengajar tulang-tulang kering tentang keperluan angin, nafas, dan Roh, tetapi tidak ada yang terjadi pada tulang-tulang ini. Dalam pasal ini, Yehezkiel juga tidak meramalkan sesuatu kepada tulang-tulang kering atau mengajar mereka. Sebaliknya, ketika Yehezkiel bernubuat, dia berbicara sesuatu bagi Allah, dan Allah mengikutinya. Saat Yehezkiel bernubuat, Allah meniup atas tulang-tulang kering, menghembuskan angin, nafas, dan Roh.

ANGIN, NAFAS, DAN ROH

Dalam Yehezkiel 37 tiga hal yang berkaitan dengan bernubuat: angin, nafas, dan Roh. Dalam bahasa Inggris, ini adalah tiga kata yang berbeda, tetapi dalam bahasa Ibrani, mereka hanya satu kata, ruach. Ayat 9 menggunakan kata angin dan kata nafas, tetapi dalam teks bahasa Ibrani, keduanya adalah kata yang sama, ruach. Dalam ayat 14 ada Roh,tetapi kata ini juga adalah terjemahan dari ruach. Sangat sulit bagi penerjemah untuk memutuskan bagaimana menerjemahkan kata ruach dalam ayat-ayat ini. Penerjemahan berdasarkan pada konteks dan pada pemahaman dari penerjemah.

Jika kita menerapkan hal ini kepada pengalaman rohani kita, kita dapat berkata bahwa ketika Allah meniup atas kita, yang adalah angin; ketika kita menghirup angin, itu adalah nafas; dan ketika nafas masuk ke dalam kita, itu adalah Roh. Pertama, angin datang, kemudian nafas, dan kemudian Roh. Ketika Yehezkiel bernubuat, Allah meniupkan angin, orang menerima nafas, dan nafas menjadi Roh, Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b).

SUATU SUARA DAN SUATU GUNCANGAN

Dalam pasal ini Yehezkiel bernubuat dua kali, dalam ayat 7 dan sekali lagi dalam ayat 10. Ayat 7 berkata, “Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu guncangan, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain”. Di sini kita melihat bahwa ketika Yehezkiel bernubuat ada suatu suara dan suatu guncangan.

Kadang-kadang orang lain mengeluh bahwa sidang-sidang kita terlalu ribut. Jawaban saya adalah jika semua adalah tulang-tulang kering, semuanya akan diam. Tidak akan ada keributan atau suara, hanya ada kesunyiaan. Semua tulang di lembah dalam Yehezkiel 37 diam dan tidak bergerak. Tetapi ketika Yehezkiel datang dan bernubuat, ada suatu suara dan suatu guncangan, dan semua tulang berkumpul bersama. Saya tidak dapat menjelaskan mengapa ini terjadi. Namun, kita tahu, bahwa ketika kita berkumpul bersama di dalam sidang-sidang dan membuat keributan sukacita (Mzm. 95:1), kita adalah yang sejati.

Misalnya kita semua datang ke dalam sidang dan duduk dengan tenang selama tiga puluh menit. Segera kita akan mengkritik satu sama lain, dan akhirnya kita akan kehilangan keesaan kita. Tetapi ketika kita bersorak dengan sukacita kepada Tuhan Yesus, memuji Dia dan berseru kepada nama-Nya, kita menjadi esa. Itu kedengarannya tidak baik bagimu, tetapi semakin kita membuat keributan dengan cara ini, semakin kita menjadi satu. Jika kita keluar dari diri kita sendiri dengan berseru kepada Tuhan dan memuji Dia, kita akan menjadi satu.

NAFAS MASUK

Yehezkiel 37:8 berkata, “Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas”. Setelah keributan, guncangan, dan berkumpulnya tulang-tulang itu bersama, sesuatu yang sangat khusus terjadi. Urat-urat, daging, dan kulit datang pada tulang-tulang, menutupi tulang-tulang itu dan membuat penampilan mereka memiliki banyak perbaikan. Tadinya mereka hanyalah tulang-tulang kering; sekarang mereka adalah suatu tubuh yang tanpa hayat dengan bagian-bagian berkumpul, disatukan, dan diikatkan. Tubuh itu tanpa hayat karena tidak memiliki nafas.

Penjelasan dalam ayat 8 dapat diterapkan pada pengalaman kita. Pertama, tulang-tulang kering harus berkumpul bersama, lalu nafas akan masuk ke dalam mereka. Jika kita tidak berkumpul bersama, kita tidak akan memiliki nafas Allah. Kita tidak seharusnya menunggu sampai memiliki nafas Allah lalu berkumpul bersama. Sebaliknya, pertama, kita harus berkumpul bersama, dengan “suatu suara” dan “suatu guncangan”, lalu nafas Allah akan dihembuskan pada kita.

Ayat 9 dan 10 melanjutkan, “Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar”. Ketika Yehezkiel bernubuat lagi, Allah mengirimkan nafas untuk masuk ke dalam tubuh-tubuh yang mati, lalu mereka berdiri di atas kaki mereka dan menjadi suatu “tentara yang sangat besar” untuk berperang dalam peperangan bagi Allah.

DUA PAPAN KERING DISATUKAN

Dalam ayat 16 dan 17 Tuhan berkata kepada Yehezkiel, “Hai engkau anak manusia, ambillah sepotong papan dan tulis di atasnya: Untuk Yehuda dan orang-orang Israel yang bersekutu dengan dia. Kemudian ambillah papan yang lain dan tulis di atasnya: Untuk Yusuf - papan Efraim - dan seluruh kaum Israel yang bersekutu dengan dia. Gabungkanlah keduanya menjadi satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu” Pertama, Yehezkiel berkaitang dengan tulang-tulang kering, lalu papan-papan kering. Sebuah papan adalah sesuatu dari kayu, tetapi tanpa hayat dan kering. Dua papan yang mati ini melambangkan dua kerajaan Israel, kerajaan bagian selatan (Yehuda) dan kerajaan bagian utara (Israel, atau Efraim). Dua kerajaan ini, tidak pernah dapat menjadi satu, dan di mata Tuhan mereka mati dan kering secara menyeluruh.

Tuhan memiliki cara untuk membuat papan-papan yang mati ini, dan caranya adalah cara hayat. Cara-Nya adalah membuat papan itu hidup, lalu meletakkan mereka bersama supaya mereka dapat bertumbuh bersama. Ini sama dengan pengokulasian, dimana dua cabang disatukan dan akhirnya bertumbuh bersama. Ini sebenarnya adalah apa yang disebutkan di sini. Dua papan adalah seperti dua cabang. Mula-mula mereka tidak memiliki hayat, tetapi kemudian mereka dibuat hidup. Setelah dihidupkan, sekarang mereka mampu untuk bertumbuh bersama dan menjadi satu.

Tulang-tulang adalah untuk membentuk tentara, papan-papan adalah untuk pembangunan rumah Allah. Papan-papan telah dipotong, tetapi sekarang mereka adalah satu dan adalah tempat kediaman Allah. Oleh karena itu, di sini kita memiliki baik tentara untuk berperang dalam peperangan bagi Allah maupun rumah Allah sebagai tempat kediaman-Nya.

CARA HAYAT

Kekristenan hari ini, berbicara banyak tentang Tubuh, gereja, dan rumah Allah, tetapi kebanyakan tidak melihat cara praktis untuk memiliki Tubuh, gereja, dan rumah Allah. Yehezkiel 37 dengan jelas mewahyukan bahwa satu-satunya cara, cara yang unik, adalah cara hayat. Dua papan kering dapat bertumbuh bersama bukan dengan karunia atau pengajaran, tetapi dengan hayat.

Tuhan tidak memberitahu Yehezkiel untuk melakukan karunia tertentu atau mengajar hal-hal tertentu. Tuhan menyuruh Yehezkiel untuk bernubuat, untuk mengutarakan, atau menyampaikan, beberapa perkataan bagi Allah. Saat Yehezkiel mendeklarasikan sesuatu kepada orang mati bagi Allah, Dia menghembus atas mereka dan mereka menerima nafas. Ketika nafas masuk ke dalam mereka, itu menjadi hayat bagi mereka. Lalu dengan cara hayat, dua papan kering dapat bertumbuh bersama.

Kita dapat menjadi satu bukan oleh karunia atau pengajaran, tetapi oleh hayat. Oh, kita semua perlu penghembusan angin itu! Lalu kita perlu menerima nafas, dan nafas akan menjadi Roh pemberi hayat di dalam kita. Lalu kita akan mampu bertumbuh dalam hayat.

Hayat itu ajaib. Hayat memecahkan begitu banyak masalah. Tubuh fisik kita dapat mengalahkan banyak masalah karena tubuh itu hidup. Ini adalah sebuah ilustrasi dari sebuah fakta bahwa yang kita perlukan dalam kehidupan gereja adalah hayat, bukan karunia atau pengajaran. Oleh hayat cabang yang mati dapat dihidupkan dan bertumbuh ke dalam satu sama lain. Lalu cabang-cabang ini akan memiliki keesaan yang menghasilkan pertumbuhan dalam hayat. Jika kita memperhatikan karunia atau pengajaran, kita akan terpecah. Kita semua perlu sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang lebih tinggi, dan sesuatu yang lebih baik dan lebih tinggi ini adalah hayat.

Pertama, datanglah hembusan angin, yang diikuti oleh nafas dan Roh pemberi hayat. Ini menyebabkan tulang-tulang kering menjadi hidup dan menjadi satu. Akhirnya, tulang-tulang menjadi tentara yang berperang dalam peperangan bagi Tuhan. Demikian pula, papan-papan kering menjadi hidup dan bertumbuh bersama. Oleh pertumbuhan dalam hayat mereka menjadi satu dan tidak lagi memiliki perpecahan apapun. Selama bertahun-tahun, di sini di dalam gereja di Los Angeles, kita menaruh perhatian kita bukan pada karunia atau pengajaran, tetapi pada hayat. Jika kita menaruh perhatian kita pada karunia dan pengajaran, kita akan memiliki perpecahan lagi dan lagi. Tetapi karena kita memperhatikan cara Tuhan, yaitu hayat, kita adalah esa.

KEESAAN OLEH HAYAT

Kita memuji Tuhan untuk keesaan dalam pemulihan-Nya. Meskipun kita berasal dari berbagai latar belakang, kita adalah esa. Kita bukan oleh karunia atau pengajaran, tetapi oleh hayat. Di antara kita, kita memiliki banyak bekas minister, pendeta, misionari, dan pengajar Alkitab, tetapi semuanya sekarang esa dalam hayat. Karena kita memiliki hayat dan ada dalam hayat, kita adalah esa. Sekarang kita adalah tentara yang berperang dalam peperangan dan kita adalah tempat kediaman bagi Tuhan.

Ketika kaum saleh bermigrasi untuk penyebaran hidup gereja, mereka adalah tentara yang berperang dalam peperangan. Kita tidak dapat memiliki migrasi yang tepat jika kita tidak memiliki keesaan. Sangatlah baik bahwa dalam migrasi kaum saleh berasal hari berbagai bagian dari negara untuk menjadi esa dalam kota tertentu. Mereka berkumpul bersama untuk menjadi esa bukan dalam pengajaran atau karunia, tetapi dalam hayat. Karena kita esa dalam hayat, kita adalah tentara dan tempat kediaman dari Tuhan. Tentara dibentuk dengan tulang-tulang kering yang telah dihidupkan, dan tempat kediaman dibangun dengan papan-papan kering yang telah dihidupkan dan disatukan bersama. Sekarang, tidak satupun yang kering. Setiap bagian dari tentara dan dari tempat kediaman penuh hayat dan hidup dalam keesaan. Inilah pemulihan Tuhan.

PENGHAKIMAN LEBIH LANJUT

Mengikuti pasal tiga puluh tujuh, ada dua pasal selanjutnya yang berbicara tentang penghakiman lebih lanjut. Pasal-pasal ini menunjukkan bahwa jika kita maju bersama Tuhan dalam keesaan sebagai tentara dan sebagai tempat kediaman bagi Tuhan di bumi, Dia akan mengatasi semua musuh kita.

Kita tidak seharusnya mengira bahwa karena kita tentara, kita tidak akan memiliki musuh. Kita juga tidak seharusnya mengira bahwa karena kita adalah esa sebagai tempat kediaman Tuhan, kita tidak akan memiliki peperangan. Tetap masih ada musuh, tetapi Tuhan akan menanggulanginya. Dalam pasal tiga puluh lima ada Edom, musuh di dalam, dan dalam pasal tiga puluh delapan dan tiga puluh sembilan ada musuh di luar. Kita harus menghakimi Edom, manusia lama, musuh di dalam kita, tetapi Tuhan akan mengatasi musuh yang di luar. Kita dapat memiliki jaminan bahwa sepanjang kita esa, Tuhan akan berperang dalam peperangan bagi kita. Dia akan menanggulangi musuh kita, yang juga adalah musuh-Nya. Puji Tuhan bahwa kita dapat berada dalam hidup gereja dalam damai sejahtera dan keamanan. Saat kita menanggulangi musuh yang di dalam, Tuhan akan menanggulangi musuh yang di luar, dan hidup gereja yang kuat akan dibangun menjadi “tentara yang luar biasa besar” dan tempat kudus Tuhan di bumi. Hanya ketika Allah telah menghakimi semua musuh, umat-Nya dapat tinggal dengan penuh damai sejahtera tanpa takut. Ketika umat-Nya berada dalam kondisi yang penuh damai sejahtera demikian, pembangunan tempat kediaman Tuhan akan lengkap, dan Tuhan akan memiliki tempat perhentian di antara umat-Nya.