PEMULIHAN ALLAH OLEH HAYAT
Pembacaan Alkitab:
Yeh. 33:7, 11; 34:11-16, 23-31
Dalam berita terakhir kita mempertimbangkan penghakiman Allah atas tujuh bangsa yang mewakili di sekeliling bangsa Israel: Amon, Moab, Edom, Filistin, Tirus, Sidon, dan Mesir.
Tanggal-tanggal visi Yehezkiel adalah bermakna. Misalnya, visi dalam pasal dua puluh enam mengenai Tirus ada di tahun ke sebelas, dan visi dalam pasal dua puluh sembilan mengenai Mesir ada di tahun kesepuluh. Ini menunjukan bahwa catatan Yehezkiel tidak menurut kronologi, tetapi menurut maknanya. Dia menulis tidak menurut urutan sejarah, tetapi berdasarkan urutan makna. Menurut makna atau arti rohani, Tirus muncul sebelum Mesir, meskipun dalam faktanya Yehezkiel melihat visi mengenai Mesir sebelum ia melihat visi mengenai Tirus. Catatan megenai tujuh bangsa ini disusun bukan menurut peristiwa sejarah tetapi menurut maknanya. Ini adalah bukti yang kuat bahwa tujuh bangsa ini memiliki makna rohani.
Tiga bangsa yang terakhir—Tirus, Sidon, dan Mesir—memiliki arti yang berhubungan dengan kemakmuran duniawi dan sumber yang alamiah. Tirus mewakili kekayaan dan kemakmuran duniawi, yang merusak penghidupan gereja. Kita mungkin berkata bahwa kita mengasihi gereja, tetapi jika kita mengejar kemakmuran dan kekayaan dunia, kita akan menjadi hal yang merusak bagi hidup gereja. Kita perlu menengadah kepada Tuhan, dalam belas kasihan-Nya, supaya tidak seorang pun dari kita yang berada dalam gereja lokal di dalam Pemulihan Tuhan akan memperhatikan kekayaan duniawi. Daripada memperhatikan kekayaan dunia, kita seharusnya lebih memilih untuk menjadi miskin.
Dari memperhatikan kekayaan duniawi, tampillah Sidon sebagai tanaman berduri yang menusuk dan semak duri, yang ditunjukkan oleh perumpamaan Tuhan dalam Matius 13:3-23. Gereja adalah seumpama sebuah ladang untuk menghasilkan sesuatu (1 Kor. 3:9). Tanaman berduri dan semak duri menghimpit pertumbuhan dari tanaman yang tepat di ladang. Dalam penghidupan gereja tidak seorang pun dari kita seharusnya memperhatikan kemakmuran dan kekayaan dunia. Jika kita memperhatikan kekayaan, kita dapat menghalangi bukan hanya pertumbuhan kita, tetapi juga pertumbuhan yang lain.
Bangsa yang terakhir, Mesir, berhubungan erat dengan Tirus dan Sidon dan mewakili perkembangan dari sumber daya alamiah bagi orang lain untuk dipercaya. Ketika umat Allah menjadi miskin dan kekurangan makanan, mereka meletakkan kepercayaan mereka pada Mesir. Tetapi Allah berkata bahwa Mesir adalah sebuah tongkat yang terbuat dari buluh dan tidak cukup kuat untuk dipercayai (Yeh. 29:6-7). Jika kamu mempercayai Mesir, kamu akan melukai dirimu sendiri. Ini menunjukan bahwa sumber daya alamiah tidak dapat dipercaya. Bahkan beberapa orang dunia menyadari hal ini. Jika kamu meletakkan kepercayaanmu pada sumber daya alamiah atau pada kekayaan yang berasal dari perkembangan sumber daya alamiah, kamu akan menjadi hal yang merusak penghidupan gereja.
Kita tidak seharusnya menganggap pemahaman dari makna rohani tentang tujuh bangsa ini hanya sebatas pengetahuan. Melainkan, kita harus menerapkan pemahaman ini kepada diri kita sendiri di dalam hidup gereja.
PENGHAKIMAN ALLAH DAN PEMULIHAN ALLAH
Dalam berita ini kita sampai pada bagian ketiga dari kitab Yehezkiel—bagian pemulihan (pasal 33—39). Penghakiman Allah selalu dengan sebuah tujuan, dan Allah tidak pernah melaksanakan penghakiman-Nya tanpa sebuah tujuan. Tujuan penghakiman Allah adalah untuk membawa masuk pemulihan. Dia tidak melaksanakan penghakiman-Nya terlepas dari tujuan-Nya untuk memulihkan sesuatu.
Kita perlu ingat bahwa penghakiman Allah adalah berdasarkan pada keadilbenaran-Nya, kekudusan-Nya, dan kemuliaan-Nya. Kapan saja kondisi di antara umat Allah atau di dunia tidak sesuai dengan keadilbenaran, kekudusan, dan kemuliaan-Nya, Allah akan melaksanakan penghakiman-Nya untuk tujuan pemulihan. Allah ingin memulihkan umat-Nya menurut keadilbenaran, kekudusan, dan kemuliaan-Nya. Seperti yang akan kita lihat, penghakiman Allah adalah oleh api, sedangkan pemulihan Allah adalah oleh hayat.
MENETAPKAN PENJAGA
Dalam pemulihan-Nya oleh hayat, hal pertama yang dilakukan Tuhan adalah menetapkan penjaga. Yehezkiel 33:7 mengatakan, “Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.” Seorang penjaga adalah orang yang telah diberi amanat oleh Allah untuk memberikan peringatan kepada umat-Nya, untuk meniup terompet yang membuat umat Allah berpaling kepada Dia dan bertobat. Prinsip ini sama di dalam Perjanjian Baru, dimana Allah mengutus Yohanes Pembaptis sebagai seorang penjaga besar. Ketika Yohanes Pembaptis datang, Ia meniup terompet pertobatan, berseru-seru, “Bertobatlah!” (Mat. 3:1-2). Dalam prinsipnya, Yehezkiel menyuarakan sesuatu ketika dia mendesak umat untuk berpaling dari jalan mereka yang jahat. Allah tidak ingin mereka mati; kedambaan-Nya adalah agar mereka berpaling dan hidup. Mengenai hal ini, Yehezkiel 33:11 berkata, “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”
DATANG UNTUK MENJADI SEORANG GEMBALA
Setelah menetapkan penjaga, Allah Sendiri datang untuk menjadi Gembala (34:11-31). Setelah peringatan dari penjaga, Allah tidak mengirimkan seorang malaikat atau orang lain; Dia Sendiri datang sebagai Gembala. Betapa indahnya! Kita melihat hal ini tidak hanya dalam kitab Yehezkiel, tetapi juga di dalam Perjanjian Baru. Setelah Yohanes Pembabtis meniup terompet pertobatan, Tuhan Yesus datang sebagai Gembala (Mat. 9:36; Luk. 15:1-7; Yoh. 10:11).
Dalam pemulihan Allah oleh hayat, Dia pertama-tama mengutus penjaga kepada umat-Nya untuk bertobat, berpaling, dan hidup, kemudian Dia sendiri tampil sebagai Gembala. Di dalam pengalaman pribadi kita, hal ini persis sama. Pertama, kita mungkin mendengar peringatan dari Tuhan yang menyebabkan kita bertobat. Kemudian kita menyadari bahwa Tuhan Yesus bukan hanya Juru Selamat kita, tetapi juga Gembala kita, yang mencari dan mennyelidiki kita.
Memperhatikan Domba-Domba-Nya dan Mencari Mereka
Yehezkiel 34:11 berkata, “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya”. Sebagai Gembala, Tuhan tidak hanya mencari, tetapi juga mennyelidiki. Karena kondisi kita yang jatuh, kita semua terkubur di bawah banyak hal jahat, sehingga kita memerlukan Allah menyelidiki kita. Dalam Lukas 15 kita memiliki baik gembala (melambangkan Kristus sebagai Gembala) yang mencari domba yang hilang dan perempuan (melambangkan Roh) menyalakan pelita dan menyelidiki di dalam rumah untuk koin yang hilang. Anak yang hilang kemudian tertarik pulang ke rumah oleh penyelidikan Roh.
Tuhan telah melakukan hal yang sama dengan kita. Dia menyelidiki kita untuk menyelamatkan kita dan memulihkan kita. Sebelum kita diselamatkan, kita terkubur di bawah banyak dosa, tetapi Tuhan Yesus mencari kita. Kemudian, setelah kita diselamatkan, kita kembali ke dalam Kekristenan yang merosot, dan kita terkubur ke bawah banyak hal, seperti doktrin, bentuk, dan karunia. Namun, sekali lagi Tuhan Yesus menyelidiki kita; Dia mencari dan membawa kita keluar. Sekarang kita adalah orang yang telah dicari oleh Tuhan Yesus sebagai Gembala. Bagaimana mungkin bagi kita untuk berada di sini di dalam hidup gereja? Ini bukan karena kita, tetapi mutlak karena Dia. Kita berada disini karena sebagai Gembala, Dia mencari dan menyelidiki kita.
Membawa Mereka Keluar dari Bangsa-Bangsa
Yehezkiel 34:12-13a berkata, “Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri”. Disini kita melihat bahwa Yehezkiel bernubuat sebagai Gembala, Tuhan akan membawa umat-Nya, keluar dari bangsa-bangsa.
Ini juga telah menjadi pengalaman kita. Ketika kita jatuh sebagai orang dosa atau ketika kita berbalik murtad, kita berada di tengah-tengah bangsa-bangsa hidup seperti bangsa kafir. Meskipun kita hidup seperti orang yang tidak beriman di antara miliaran orang di bumi, Tuhan Yesus mencari dan membawa kita keluar dari bangsa-bangsa, keluar dari orang-orang yang tidak beriman. Kamu mungkin telah menjadi guru sekolah di antara banyak orang,, tetapi hanya kamu yang dicari dan dibawa keluar oleh Tuhan Yesus, kemudian siapa yang menyebabkan kamu berbeda dari orang kafir. Mula-mula kamu sama seperti orang yang tidak beriman, tetapi pada satu hari Tuhan Yesus sebagai Gembala mencari dan membawa kamu keluar dari antara orang-orang yang tidak beriman dan membawa kamu kepada Diri-Nya Sendiri.
Membawa Mereka Kembali ke Tanah Kepunyaan Mereka
Dalam ayat 13b Tuhan selanjutnya berkata bahwa Ia akan membawa umat-Nya kembali ke tanah miliknya sendiri. Mereka berada dalam penawanan di negara-negara kafir, tetapi Tuhan berjanji untuk membawa mereka kembali ke negeri mereka sendiri, ke tanah permai Kanaan. Tanah permai kita adalah Kristus. Sebelum kita diselamatkan atau setelah kita murtad, kita terpisah dari Kristus. Tetapi Tuhan mencari dan membawa kita kembali kepada Diri-Nya sendiri dan bahkan ke dalam Diri-Nya sendiri sebagai tanah permai kita. Hari ini kita berada di dalam Kristus sebagai tanah permai. Hari ini tanah permai juga ada dalam penghidupan gereja. Jadi, ketika kita dibawa kembali kepada Kristus, kita juga dibawa ke penghidupan gereja, dimana kita memiliki kekayaan dan kenikmatan tanah permai.
Membawa Mereka Kembali ke Gunung-Gunung yang Tinggi
Tuhan berjanji untuk membawa umat-Nya kembali tidak hanya ke tanah kepunyaan mereka sendiri, tetapi juga ke gunung-gunung yang tinggi (ay. 13-14). Karena gunung-gunung yang tinggi melambangkan Kristus yang bangkit dan naik, ini menunjukan bahwa Tuhan Yesu membawa kita kembali pada pengalaman akan Kristus yang bangkit dan naik. Jadi, dalam pemulihan Tuhan hari ini, kita tidak menikmati Kristus hanya pada tingkat permukaan, tetapi pada gunung tertinggi sebagai Kristus yang bangkit dan naik.
Membawa Mereka Kembali kepada Sungai-Sungai
Tuhan juga berkata bahwa Dia akan membawa umat-Nya kembali kepada sungai-sungai (ay. 13). Sungai-sungai ini melambangkan Roh pemberi hayat, air hidup dari Roh itu. Dari gunung-gunung, Kristus yang bangkit dan naik, air hidup dari Roh itu mengalir. Roh hayat mengalir keluar dari Kristus di dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya. Setelah Tuhan mencari kita dan membawa kita kembali kepada Diri-Nya sendiri, kita tidak hanya kembali pada Kristus dalam posisi terangkat pada kenaikan-Nya, tetapi kita juga mulai minum Roh itu sebagai air hidup.
Memberi Makan Kawanan Domba-Nya oleh Sungai-Sungai
Lagipula, ayat 13 berkata bahwa Tuhan akan memberi makan kawana domba-Nya oleh sungai-sungai. Kita dapat bersaksi bahwa di dalam gereja-gereja lokal kita memiliki perasaan bahwa Tuhan Yesus sedang memberi makan kita hari demi hari oleh sungai-sungai air hidup. Ketika kita berada di denominasi, kita memiliki perasaan kekeringan dan masa kekeringan, tetapi sekali kita datang ke dalam sidang dari gereja-gereja lokal, kita mulai memiliki perasaan bahwa kita telah dibawa kembali ke sungai dan bahwa oleh sungai ini, kita diberi makan oleh Tuhan Yesus. Sesuatu sedang mengalir di sana sebagai sungai, dan dengan tepi sungai, kita menikmati kekayaan Kristus. Ini bukan sesuatu dari manusia; itu adalah sesuatu dari Gembala kita, yang sedang memberi makan kita oleh sungai-sungai. Dalam sidang-sidang gereja lokal, kita memiliki sungai, aliran, dan pengairan itu.
Membawa Mereka Kembali ke Padang Rumput yang Baik dan Limpah
Ayat 14 selanjutnya berkata, “Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel”. Di sini kita melihat bahwa Tuhan akan membawa umat-Nya kembali bukan hanya ke sungai-sungai, tetapi juga ke padang rumput yang baik dan limpah. Sungai-sungai melambangkan Roh Pemberi Hayat, sedangkan padang rumput melambangkan Kristus. Di tepi sungai kita memiliki Kristus yang kaya sebagai padang rumput kita. Sungai-sungai adalah untuk minuman kita, dan padang rumput adalah untuk makanan kita. Dalam sidang-sidang gereja lokal, kita memiliki perasaan bahwa kita berada di tepi sungai dan padang rumput, dimana kita minum dan makan. Puji Tuhan bahwa kita berada di bawah perhatian dari Gembala kita, minum di tepi sungai dan diberi makan di padang rumput!
Jika para tamu datang ke gereja lokalmu dan tidak memiliki perasaan bahwa mereka berada di bawah pengairan dan pemberian makan dengan sungai mengalir dan dengan padang rumput yang baik, limpah, dan hijau, ini menunjukkan bahwa kehidupan gereja salah. Jika kehidupan gereja benar, maka ketika orang lain datang ke sidang-sidang, mereka akan merasa bahwa mereka berada di tepi sungai yang mengalir dan di padang rumput yang baik.
Membuat Mereka Berbaring
Dalam ayat 15 Tuhan, Gembala, berkata, “Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring”. Berbaring berarti tidak bekerja, bergumul, dan berjuang. Dalam Alkitab berbaring adalah memiliki perhentian. Dalam Kidung Agung 1:7 pencari bertanya pada Tuhan, dimana Dia memberi makan domba-Nya, dimana Dia memberi kawanan domba-Nya perhentian pada siang hari. Kapan saja Tuhan Yesus memberi makan kita, menggembalakan kita, dan memberi kita sesuatu untuk diminum, Dia juga memberi kita perhentian. Dalam sidang-sidang gereja, kita seringkali memiliki perasaan bahwa kita sedang berbaring untuk memiliki perhentian. Secara lahiriah kita sedang duduk, tetapi secara batiniah kita sedang berbaring untuk memiliki perhentian.
Membalut yang Luka
Yehezkiel 34:16a selanjutnya berkata, “Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan”. Di sini menguatkan berarti menyembuhkan. Sebagai Gembala, Tuhan akan membalut yang luka dan menyembuhkan yang sakit. Betapa kita memerlukan pembalutan dan penyembuhan Tuhan! Seringkali, dalam sidang-sidang gereja, kita memiliki perasaan bahwa berada di bawah pembalutan Tuhan yang lembut dan bahwa bagian yang luka dan patah dibalut oleh Dia. Pada waktu yang lain kita mungkin merasakan bahwa kita mengalami penguatan-Nya, penyembuhan-Nya. Puji Tuhan bahwa ketika kita sedang makan, minum, dan memiliki perhentian, kita berada di bawah pembalutan, penguatan, dan penyembuhan-Nya.
Menghakimi Domba Jantan dan Kambing Jantan
Ayat 17 berkata, “Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan” Ayat 18 sampai 21 melanjutkan perkataan Tuhan mengenai penghakiman-Nya, dan kemudian ayat 22 menyimpulkan, “maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba”. Ini menunjukkan bahwa ketika kita telah mengalami pemulihan Tuhan oleh hayat—yaitu, ketika kita dibawa kembali ke gunung, sungai, dan padang rumput dan telah mengalami perhentian dan penyembuhan—akan ada penghakiman yang adil benar di antara kita. Ketika kita jatuh atau murtad, kita berdebat dengan yang lain atau menyalahkan mereka untuk situasi kita. Tetapi setelah kita dibangunkan, dipulihkan oleh hayat, kita mulai menyadari bahwa diri kita sendiri telah salah. Hanya demikian akan ada penghakiman yang adil benar yang terjadi diantara kita. Sebenarnya, hanya Tuhan yang menggembalakan kita, menyuplai kita, dan menyembuhkan kita dapat membuat penghakiman demikian. Hanya setelah Dia memberi suplai hayat, membalut luka kita, dan menyembuhkan kita, dapat membersihkan semua yang tidak benar di antara kita.
Namun, jika kita kekurangan suplai, pembalutan, dan penyembuhan Tuhan, kita akan menghakimi yang lain, menyalahkan yang lain, dan mengeluh tentang yang lain. Jika kita menghakimi dan menyalahkan yang lain, kita tidak dapat menjadi harmonis dengan yang lain. Tetapi sebagai Tuhan yang memulihkan kita oleh hayat, kita memiliki kebangunan sejati, kita memiliki kenikmatan Kristus, yang membuat kita menjadi puas, penuh perhentian, dan penuh damai sejahtera, dan kita mengalami pembalutan dan penyembuhan Tuhan. Dia yang merawat dan mensuplai kita membuat kita memiliki perasaan yang tepat mengenai hubungan kita dengan para saudara dan saudari. Ketika kita memiliki perasaan demikian, kita menghakimi diri kita sendiri, dan sebagai hasilnya kita memiliki keesaan sejati dengan kaum saleh sebagai satu kawanan.
Mengangkat Daud sebagai Gembala atas Mereka
Ayat 23 selanjutnya berkata, “Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya”. Daud melambangkan Kristus. Kristus adalah Daud sejati, Gembala sejati, memberi makan kita dan membuat kita dikenyangkan dan dipuaskan.
Memperhatikan Kita
Sebagai Gembala kita, Kristus memperhatikan kita, termasuk semua masalah dan tanggung jawab kita. Dia memperhatikan kita bukan hanya dalam hal rohani, tetapi juga dalam hal yang berkaitan dengan keperluan insani kita. Ini berarti bahwa, menurut Mazmur 23, Dia memperhatikan kita dalam segala aspek penghidupan kita.
Karena Tuhan Yesus adalah Gembala kita yang memperhatikan kita, kita tidak seharusnya kuatir tentang masalah kita atau tentang penghidupan kita. Sebaliknya, Sebaliknya kita perlu belajar menaruh kepercayaan kita di dalam Dia. Pada akhir dari satu hari, sangatlah baik untuk berdoa kepada Tuhan sebagai Gembala kita. Tidak perlu berdoa panjang secara formal, agamawi. Dengan sederhana berkata, “Tuhan Yesus, aku berterima kasih kepada-Mu bahwa aku berada di bawah perhatian-Mu. Sekarang aku harus tidur, aku meminta Engkau untuk datang dan memperhatikan aku”. Doa sederhana demikian sudah cukup. Ketika kamu bangun di pagi hari, kamu berkata, “Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu bahwa aku masih berada di bawah perhatian-Mu”. Tidak perlu menjadi agamawi, meminta Tuhan untuk melindungi kamu dan melakukan banyak hal lain untuk kamu. Jika kamu berdoa secara agamawi, Tuhan mungkin berkata, “Anak, Aku tahu apa yang kamu perlukan. Jangan membuang waktumu dan jangan membebani aku dengan doa semacam itu. Dengan sederhana, nikmatilah perhatian-Ku.”
Tuhan Yesus sungguh-sungguh Gembala kita. Saya dapat memberikan banyak kesaksian bagaimana saya menikmati perhatian-Nya sepanjang tahun. Kapankala saya telah pergi dan kapankala saya bekerja, saya telah berada di bawah perhatian penggembalaan-Nya. Saya menikmati bahwa kita berada di bawah perhatian Gembala kita. Kita bukan kawanan domba tanpa Gembala. Dalam pemulihan-Nya, kita sebagai kawanan domba-Nya, berada di bawah penggembalaan-Nya yang konstan. Saat Dia memperhatikan kita, Dia memberi makan kita dan kita memiliki pengalaman yang riil dari Mazmur 23: Tuhan adalah Gembala kita, dan kita tidak kekurangan. Semoga kita semua belajar untuk mengalami Kristus sebagai Gembala kita.
Datang untuk menjadi Raja
Ketika Tuhan Yesus datang sebagai Gembala, Dia datang juga sebagai Raja. Hasil dari perhatian Tuhan untuk kita sebagai Gembala kita adalah bahwa kita menaati Dia sebagai Raja kita dan datang ke bawah martabat-Nya. Tuhan sebagai Gembala kita untuk menjadi Raja kita, dan Dia adalah Raja kita untuk menjadi Gembala kita. Pada satu pihak Dia menggembalakan kita; pada pihak lain, Dia memerintah kita. Saat kita menerima penggembalaan Tuhan, kita memahami takhta, kerajaan, dan kekuasaan Tuhan. Dia sedang menggembalakan kita dengan perhatian dan suplai-Nya sehingga kita dapat tunduk kepada martabat-Nya dan bahwa Dia dapat mendirikan takhta-Nya dan kerajaan-Nya di dalam kita.
Membuat Perjanjian Damai dengan Mereka
Bagian-bagian tertentu dari Yehezkiel berbicata tentang perjanjian Allah dengan Israel. Yehezkiel 16:60 dan 62 berkata, “Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal.… Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan engkau, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN”. Dalam pasal 37:26a Tuhan berjanji, “Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka”. Jika satu perkara telah dibuat perjanjian, hal itu didirikan dan dijamin dan tidak dapat diubah. Oleh karena itu, perjanjian damai ini didirikan, dijamin, dan tidak dapat diubah. Saat kita mengalami penggembalaan-Nya dan tetap berada di bawah martabat-Nya, kita menikmati damai sejahtera-Nya dan kita tidak lagi tunduk kepada masalah-masalah dan gangguan-gangguan rohani. Mengenai perjanjian ini
Ada sejumlah poin yang pantas mendapat perhatian kita.
Menyebabkan Binatang Buas yang Jahat Ditiadakan dari Tanah itu
Yehezkiel 34:25a berkata, “Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu”. Di sini kita diberitahu bahwa di bawah penggembalaan Tuhan, semua binatang buas akan ditiadakan dari umat yang dipulihkan Tuhan. Menurut perkataan Paulus di dalam Kisah Para Rasul 20:29 binatng-binatang buas (“serigala-serigala yang ganas”) mengacu kepada orang-orang jahat yang mengganggu umat Allah. Dalam kehidupan gereja yang tepat, tidak ada serigala, hanya ada anak domba. Dalam pemulihan-Nya, Tuhan membuat binatang-binatang buas ditiadakan.
Menghancurkan Semua Kuk Mereka
Dalam Yehezkiel 34:27 Tuhan berjanji untuk menghancurkan semua kuk, termasuk kuk dosa dan dunia. Bersama Dia sebagai Gembala kita, kita tidak memiliki kuk dan belenggu. Yesus menghancurkan setiap belenggu! Dalam gereja-gereja lokal kita tidak memiliki kuk. Sebaliknya, kita memiliki kebebasan penuh dan kelepasan penuh.
Membebaskan Mereka dari Perbudakan
Ayat 27 juga menunjukkan bahwa Tuhan membebaskan kita dari segala macam perbudakan. Dalam gereja kita tidak memiliki perasaan bahwa kita berada di bawah perbudakan. Sebaliknya, kita memiliki perasaan kebebasan. Semakin kita menikmati penggembalaan Tuhan, semakin kita dibebaskan dari segala macam perbudakan.
Tidak Pernah Menjadi Jarahan bagi Musuh
Ayat 28a berkata, “Mereka tidak lagi menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa”. Di sini Tuhan berjanji bahwa mereka yang berada dalam pemulihan-Nya tidak akan pernah menjadi jarahan bagi musuh. Ini berarti bahwa mereka tidak akan pernah dikalahkan atau ditawan oleh musuh. Dalam hidup gereja kita berbagian dengan jarahan dari pemulihan Tuhan, dari kemenangan Tuhan. Daripada bergumul untuk mendapatkan kemenangan, lebih baik kita dengan sederhana menikmati kemenangan Tuhan.
Diam dengan Tenteram dan Aman
Akhirnya, Tuhan berjanji bahwa semua orang dalam pemulihan-Nya akan diam dengan tenteram dan aman. Ayat 25b berkata, “sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan”; ayat 27b berkata, “Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya”; dan ayat 28b berkata, “sehingga mereka akan adiam dengan aman tenteram dengan tidak dikejutkan oleh apa pun”. Ini menunjukkan bahwa kita akan diam dengan aman dan dengan penuh perhentian di dalam Kristus, tanpa ketakutan apapun. Dalam Kristus kita memiliki damai sejahtera.
Dalam ayat 15 kita memiliki frase berbaring, dan dalam ayat 25, kita memiliki kata tidur. Di bawah penggembalaan Tuhan, sangatlah aman untuk tidur bahkan di hutan-hutan. Dalam pemulihan Tuhan, tidak perlu bagi kita untuk takut apapun. Jika kamu pergi ke satu gereja lokal dimana kamu harus berhati-hati karena situasinya lekas marah dan kamu takut, itu bukan gereja lokal yang tepat di dalam pemulihan Tuhan. Dalam hidup gereja yang tepat dalam pemulihan Tuhan, tidak ada sesuatu bagimu untuk ditakuti. Dalam gereja demikian kita memiliki perasaan aman. Dalam setiap aspek hidup gereja, kita seharusnya merasa aman. Tidak seharusnya pernah ada situasi dalam hidup gereja yang membuat kamu menjadi penuh ketakutan. Misalnya, kamu tidak seharusnya pernah menjadi takut untuk berbicara kepada penatua atau kepada saudari yang lebih tua.
Beberapa orang bertanya kepada saya mengapa saya dapat begitu terus terang berbicara untuk Tuhan. Saya dapat berterus terang karena dalam pemulihan Tuhan kita memiliki damai sejahtera dan keamanan; oleh karena itu, saya tidak takut apapun.
Menjadikan Mereka Berkat
Yehezkiel 34:26 berkata, “Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat”
Di sini Tuhan berjanji bukan hanya umat-Nya akan menerima berkat-Nya, tetapi juga supaya Dia menjadikan mereka berkat. Jika ada damai yang adalah damai dari perjanjian, berkat Tuhan akan mengikuti. Pertama, kita sendiri akan menikmati berkat Tuhan, kemudian Dia akan membuat kita menjadi sumber berkat bagi yang lain sehingga mereka adapat disuplai. Kita perlu memberitahu secara singkat tentang lima aspek dari berkat ini.
Hujan Turun di Awal Musim
Allah akan mendatangkan hujan berkat untuk turun di setiap awal musim. Ini berarti turunnya tepat pada waktunya. Akan ada hujan tepat pada waktunya. Saat kita tinggal dalam Kristus, hujan, Roh Kudus, akan sering datang kepada kita.
Hujan Berkat
Tuhan berjanji bahwa akan ada “hujan berkat”. Tidak akan ada kekurangan air, karena tidak hanya akan ada sungai, tetapi juga hujan. Seringkali di dalam sidang gereja-gereja lokal, kita merasa bahwa sesuatu tidak hanya mengalir, tetapi juga turun seperti hujan. Kadang-kadang bahkan di rumah setelah sidang, kita merasa bahwa hujan berkat tetap turun atas kita. Ini adalah tanda yang paling kuat bahwa berkat Tuhan menimpa gereja lokal. Dia mengirim hujan berkat di awal musim, begitu tepat pada waktunya.
Pohon di Padang Menghasilkan Buahnya
dan Bumi Menhasilkan Pertambahan
Ayat 27 memberitahu kita pohon di padang akan menghasilkan buahnya dan bahwa bumi akan menghasilkan pertambahannya. Hujan akan membuat pohohon menghasilkan buahnya dan membuat bumi menghasilkan hasilnya yang kaya. Ini menunjukkan bahwa akan ada kelimpahan makanan rohani bukan hanya bagi kita untuk menikmati diri kita sendiri, tetapi bagi kita untuk menyuplai yang lain. Karena gereja-gereja lokal kaya dengan makanan rohani, di dalam pemulihan Tuhan tidak lagi ada kelaparan, tidak kekurangan makanan. Pada permulaan sidang, kita mungkin kelihatannya hanya memiliki lima roti kecil, tetapi setelah sidang kita memiliki dua belas bakul penuh yang tersisa. Inilah berkat yang sejati.
Sejauh ini kita telah melihat bahwa ada tiga tanda dari gereja-gereja lokal berada di bawah berkat Tuhan: hujan di awal musim, pohon yang menghasilkan buah, dan kelimpahan hasil dari tanah permai. Kita seharusnya tidak pernah memiliki perasaan bahwa sidang-sidang gereja lokal kekurangan makanan. Jika kita kekurangan makanan, kita salah. Jika kita dalam pemulihan Tuhan di bawah berkat-Nya, kita akan menjadi kaya dengan makanan.
Tuhan Menjadi Taman Kebahagiaan
Yehezkiel 34:29a berkata, “Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan”. Di sini Tuhan berjanji untuk membangun taman kebahagiaan, yang buahnya akan menjadi kenikmatan umat pulihan-Nya. Sekali lagi, taman ini adalah Kristus sebagai suplai makanan yang kaya. Apapun yang menjadi keperluaan kita dan apapun kesulitan yang kita hadapi, Dia akan memberi kita suplai yang kaya.
Tidak Lagi Mati Kelaparan di Tanah itu
Akhirnya, ayat 29b berkata, “sehingga di tanah itu tidak seorang pun akan mati kelaparan”. Tidak ada kelaparan rohani, tetapi akan ada suplai makanan yang kaya.
Allah Menjadi Allah Mereka, dan Mereka Menjadi Umat-Nya
Ayat 30 dan 31 menyimpulkan, “Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka dan mereka, kaum Israel, adalah umat-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH”. Di sini Tuhan berjanji bahwa Dia akan menyertai mereka, supaya mereka menjadi umat-Nya, dan supaya Dia menjadi Allah mereka. Mereka memiliki hadirat Allah, Allah di antara mereka, dan mereka di hadapan Allah. Ini adalah persekutuan yang sempurna dengan Allah, persekutuan dalam keesaan—pemulihan yang sejati.
Dalam pemulihan Tuhan kita memiliki hadirat Allah. Allah menyertai kita. Kita adalah umat-Nya, dan Dia adalah Allah kita. Kita adalah milik-Nya dan Dia adalah milik kita. Kita memiliki persekutuan demikian, keesaan demikian, karena kita bersatu dengan Allah, dan Allah bersatu dengan kita. Inilah pemulihan kehidupan gereja—perbauran yang riil antara Allah dan manusia. Dari hal ini kita melihat pemulihan kehidupan gereja bukanlah pengajaran dan karunia, tetapi perkara hadirat Tuhan. Kita di sini di bumi menikmati keesaan demikian dan perbauran dengan Tuhan. Inilah pemulihan Tuhan oleh hayat.