← Daftar isi Yehezkiel (1) · bab 15/26

PENGHAKIMAN ALLAH ATAS BANGSA-BANGSA

Pembacaan Alkitab:

Yeh. 25:2-3, 7-8, 12-16; 26:2, 4; 28:21-22, 24, 26; 29:3,

6-7, 16; 30:6, 10; 31:16, 18

Dalam berita ini kita sampai kepada perkara penghakiman Allah atas bangsa-bangsa. Hal ini dibahas dalam pasal dua puluh lima sampai tiga puluh dua.

ISRAEL MENJADI PUSAT EKONOMI ALLAH

DI ANTARA RAS MANUSIA DI BUMI

Menurut Kejadian 11 manusia yang memberontak menuntut untuk melakukan sesuatu untuk membangun menara dan kota Babel untuk menghimpun diri mereka sendiri dan membuat nama bagi diri mereka sendiri. Namun, Tuhan turun untuk melaksanakan penghakiman-Nya atas orang-orang yang memberontak ini. Di bawah penghakiman Tuhan, Babel menjadi pusat bukan untuk perhimpunan, tetapi untuk penyerakan, dan ras manusia diserakkan dari Babel sebagai pusatnya.

Ulangan 32:8 mengatakan, “Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel”. Di sini kita melihat bahwa Allah menetapkan perbatasan semua bangsa menurut jumlah umat Israel. Ini menunjukkan bahwa dalam ekonomi-Nya di bumi di antara ras manusia, Allah membuat Israel sebagai pusat. Israel adalah pusat dari populasi bumi. Allah tentu melakukan hal ini dengan satu tujuan.

Jika kita melihat peta, kita akan melihat bahwa Palestina, yang adalah tanah permai dimana Allah meletakkan Israel, adalah pusat yang sejati dari bumi yang berpenghuni. Palestina terletak pada pusat dari tiga benua, yaitu Eropa, Asia, dan Afrika, benua-benua ini adalah tempat dimana ras manusia dimulai. Kemudian, populasi manusia menyebar ke Amerika dan juga ke Autralia. Tanah Israel yang terletak di pusat menyediakan kesempatan yang baik untuk penyebaran injil. Kita mengetahui dari sejarah bahwa pemberitaan injil dimulai dari Yerusalem dan kemudian menyebar ke Eropa, Mesir, dan Asia. Akhirnya, pemberitaan injil menyebar ke Amerika dan Aus tralia. Inilah tujuan Allah dalam meletakkan umat-Nya pada pusat dari populasi manusia. lagipula, menurut nubuat mengenai zaman yang akan datang, seribu tahun, umat Israel akan menjadi para imam di bumi ini, mengajarkan semua bangsa untuk menyembah Allah (Yes. 61:6; 2:3). Nubuat ini juga menunjukkan pada kita bahwa Palestina adalah pusat bumi.

Namun, pada zaman Yehezkiel, umat Israel, menjadi merosot dan tidak cocok untuk tujuan Allah. Situasi mereka yang merosot memaksa Allah untuk melaksanakan penghakiman-Nya atas mereka dan dengan sementara menyerahkan Palestina sebagai pusat-Nya. Allah berpaling ke Babel lagi dan membangkitkan Raja Nebukadnezar, yang membangun kerajaan Babel besar. Kerajaan Babel kemudian menjadi pusat Allah untuk melaksanakan pemerintahan-Nya. Melalui kerajaan Babel di bawah Raja Nebukadnezar, Allah melaksanakan penghakiman-Nya tidak hanya atas umat-Nya Israel, tetapi juga atas bangsa-bangsa.

TUJUH BANGSA YANG MEWAKILI

Yehezkiel pasal dua puluh lima sampai tiga puluh dua berbicara tentang tujuh bangsa yang mengelilingi bangsa Israel. Sebenarnya, Ada lebih banyak bangsa di sekeliling Israel, tetapi catatannya hanya menyebutkan tujuh. Ini sama dengan menyebutkan tujuh gereja di Asia dalam Wahyu 1—3. Ketika Tuhan berbicara tentang gereja-gereja di Asia, Dia memilih tujuh (1:11). Ini tidak berarti hanya ada tujuh gereja di Asia, tetapi Tuhan memilih tujuh gereja yang mewakili. Prinsipnya sama dengan kitab Yehezkiel. Ada lebih dari tujuh bangsa di sekeliling Israel, tetapi Tuhan memilih tujuh bangsa sebagai perwakilan dari semua bangsa. Tujuh bangsa ini adalah Amon, Moab, Edom, Filistin, Tirus, Sidon, dan Mesir.

Terbagi ke dalam Tiga Kelompok

Tujuh bangsa ini terbagi ke dalam tiga kelompok. Empat bangsa pertama—Amon, Moab, Edom, dan Filistin—membentuk kelompok pertama; Tirus dan Sidon membentuk kelompok kedua; dan Mesir berdiri sendiri. Kita tahu bahwa bangsa-bangsa ini terbagi ke dalam tiga kelompok ini karena Yehezkiel melihat tiga visi yang terpisah pada tiga waktu yang berbeda mengenai kelompok-kelompok ini. Visi pertamanya membahas empat bangsa pertama; visi keduanya, Tirus dan Sidon; dan visi ketiganya, Mesir. Lebih jauh lagi, dua bangsa yang pertama, Amon dan Moab, cocok sebagai satu pasang; bangsa ketiga dan keempat, Edom dan Filistin, berdiri sebagai satu pasang; dan bangsa kelima dan keenam, Tirus dan Sidon, satu pasang. Hanya Mesir yang sendiri.

Penerapan pada Situasi Hari Ini

Perjanjian Lama bukan hanya sebuah catatan sejarah, tetapi sebuah catatan yang dapat diterapkan kepada gereja hari ini. Kita perlu menyimpan hal ini dalam pikiran, saat kita membaca kitab Yehezkiel dan terkesan dengan fakta bahwa Yehezkiel tidak menulis hanya untuk kepentingan sejarah. Sebaliknya, catatan dalam kitab inbi dapat diterapkan kepada situasi hari ini. Oleh karena itu, kita perlu tahu penerapan rohani dari tujuh bangsa yang mewakili ini. Sebelumnya kita menunjukkan bahwa penerapan rohani dari binatang buas yang berbahaya adalah beberapa orang jahat dapat berada dalam gereja sebagai serigal-serigala (Yeh. 14:21; Kis. 20:29). Di sini kita memiliki penerapan rohani dari perkataan Yehezkiel mengenai binatang buas. Sekarang kita perlu melihat penerapan rohani dari tujuh bangsa. Kalau tidak, kita membaca pasal-pasal ini hanya sebagai nubuat yang telah digenapi dalam sejarah.

AMON DAN MOAB

Amon dan Moab adalah saudara yang dilahirkan dari Lot oleh anak perempuannya. Asal mula mereka adalah hal yang buruk, jahat. Namun, Lot adalah saudara Abraham, nenek moyang pertama dari umat Israel. Maka, dalam darah Amon dan Moab agaknya dekat dengan Israel.

Menurut catatan dalam Yehezkiel, Amon melukai hati Allah. Pertama, ketika tempat kudus Allah tercemar, mereka gembira dan berkata, “Aha” (25:2-3). Kedua, ketika tanah kudus Allah menjadi gersang, bangsa Amon juga gembira. Lagipula, ketika keluarga Yehuda dibawa ke dalam penawanan, bangsa Amon gembira lagi. Mereka gembira tentang tiga hal: tempat kudus yang tercemar, tanah permai menjadi gersang, dan keluarga Yehuda ditawan. Ini menunjukan bahwa mereka membenci tempat kudus, tanah kudus, dan keluarga Yehuda.

Tempat kudus adalah sebuah lambang dari Kristus yang berinkarnasi bertabernakel di atas bumi sebagai tempat kediaman Allah, tempat kudus Allah (Yoh 1:14). Tanah permai juga melambangkan Kristus dengan segala kekayaan dan kasih karunia-Nya yang Allah berikan kepada kita. Menurut perlambangan keluarga Yehuda melambangkan gereja. Jadi, tempat kudus melambangkan Kristus, tanah permai melambangkan seluruh kekayaan kasih karunia Allah di dalam Kristus, dan keluarga Yehuda melambangkan gereja. Bangsa Amon hari ini membenci tiga perkara ini. Mereka membenci Kristus, mereka membenci kasih karunia Allah di dalam Kristus, dan mereka membenci gereja.

Selama abad pertama setelah masehi Kaisar Roma adalah semacam bangsa Amon. Kaisar Roma membenci Kristus yang berinkarnasi, tabernakel sebagai tempat kudus Allah di bumi, dan membenci kasih karunia yang kaya yang diberikan oleh Allah kepada umat-Nya. Kaisar Roma juga membenci gereja. Hari ini masih ada “bangsa Amon” di atas bumi, yaitu orang-orang yang membenci Kristus, kasih karunia Allah, dan gereja. Di dalam negara ini dan bahkan tetanggamu, ada beberapa “orang Amon”.

Bangsa Moab berkata, “Sungguh, kaum Yehuda adalah sama dengan semua bangsa lain” (Yeh. 25:8). Bangsa Moab gembira melihat bahwa Yerusalem tidak lagi terpisah dari bangsa-bangsa. Ini melambangkan jenis orang yang senang membawa gereja ke dalam persahabatan dengan dunia dan yang senang membuat gereja sama dengan bangsa-bangsa. Selama dua abad pertama dari zaman gereja, Kaisar Roma adalah seorang “bangsa Amon”, membenci Kristus, kasih karunia Allah, dan gereja. Kemudian Kaisar Roma, Konstantin, memerintah bukan sebagai “orang Amon” tetapi sebagai “orang Moab”. Dia membawa gereja masuk ke dalam dunia, membuat gereja hampir sama seperti bangsa-bangsa.

Situasi hari ini tetap sama. Beberapa “orang Amon” membenci gereja, tetapi beberapa “orang Moab” telah datang ke dalam gereja dan telah berusaha untuk membuat gereja bersahabat dengan dunia dan membuat gereja sama seperti dunia.

Meskipun Amon dan Moab bersaudara, apa yang mereka lakukan terhadap umat Israel sangat berbeda. Hari ini kita masih memiliki dua macam orang ini. Saya memperhatikan bahwa di dalam beberapa gereja lokal ada orang-orang tertentu yang dipakai oleh Satan untuk menjadi “orang Moab” untuk membawa gerreja kembali pada dunia dan untuk membuat gereja bersahabat dengan dunia. Mereka ingin gereja menjadi sama dengan dunia, sama dengan bangsa kafir.

EDOM DAN FILISTIN

Seperti Amon dan Moab, Edom juga berhubungan dekat dengan Israel. Edom adalah anak Esau, saudara Yakub. Oleh karena itu, menurut darah, Edom dan anak-anak Israel adalah sepupu. Edom melambangkan manusia lama; dia melambangkan kita sebagai manusia lama. Manusia lama kita yang belum dilahirkan kembali adalah Edom, dan manusia baru kita yang telah dilahirkan kembali adalah Israel. Kita dapat berkata bahwa, dalam satu makna, manusia lama dan manusia baru adalah “sepupu,” karena mereka cukup dekat satu dengan lainnya.

Menurut catatan Yehezkiel, Edom penuh kebencian terhadap Israel, terus menerus melakukan balas dendam. Ini adalah cara hidup kita di dalam manusia lama. Manusia lama kita membenci gereja. Kamu dapat berkata, “aku mencintai gereja”, dan saya percaya bahwa kamu demikian. Namun, kadang-kadang kamu juga membenci gereja. Pernahkah kamu menemukan bahwa kamu adalah dua macam manusia? Pada satu pihak, kamu adalah israel sejati mengasihi gereja; di pihak lain, kamu juga Edom sejati, membenci gereja. Kadang-kadang kamu mengasihi gereja dan semua orang yang memimpin, tetapi di waktu yang lain kamu membenci gereja dan semua penatua.

Bersama dengan Edom, pasangan yang kedua adalah Filistin. Untuk mengenal bangsa Filistin, kita perlu mempelajari Hakim-Hakim dan 1 Samuel. Bangsa Filistin bahkan lebih dekat dengan Israel daripada bangsa Edom. Bangsa Filistin tinggal sangat dekat dengan tanah permai dan bahkan berbaur dengan bangsa Israel. Beberapa waktu bangsa Filistin datang kepada bangsa Israel dan campu tangan dalam penyembahan mereka kepada Allah. Satu kali tabut diangkut oleh bangsa Filistin dan dijaga oleh mereka untuk sejangka waktu.

Bangsa Filistin melambangkan kamu dan saya bukan sebagai manusia lama, tetapi sebagai manusia alamiah. Kita memiliki manusia lama, dan kita juga memiliki manusia alamiah. Manusia alamiah lebih sulit untuk dikenali daripada manusia lama. Sebuah ilustrasi dapat membantu kita untuk memahami perbedaannya. Misalnya, ada tiga penatua di dalam sebuah gereja lokal. Mereka semua mengasihi Tuhan. Ketika satu dari mereka mulai mengambil pimpinan di antara mereka, yang lainnya bereaksi. Reaksi mereka adalah ekspresi dari manusia lama. Kemudian saudara yang mengambil pimpinan mungkin berusaha untuk melakukan banyak hal untuk gereja, melatih hikmat, kuasa, dan kapasitasnya. Dia bahkan mungkin bertingkah laku dengan cara yang politis, menggerakkan dalam berbagai situasi dan melakukan pengendalian untuk mengerjakan sesuatu. Ini adalah manusia alamiah. Sebagai hasilnya, sidang-sidang penatua menjadi sidang-sidang manusia lama dengan manusia alamiah. Ini merusak penghidupan gereja. Beberapa gereja sulit untuk maju karena mereka dihalangi oleh manusia lama dan manusia alamiah dari saudara-saudara yang memimpin

Gereja adalah ciptaan baru Allah di dalam Kristus. Maka, di dalam gereja tidak ada tempat untuk hal-hal yang berasal dari manusia lama, seperti cemburu, bangga diri, persaingan, dan perpecahan. Semua hal ini berasal dari ciptaan lama. Didalam gereja juga tidak ada tempat bagi hikmat, talenta, dan permainan manusia. Perkara-perkara, baik manusia lama, ciptaan lama, dan manusia alamiah adalah merusak penghidupan gereja. Pada satu pihak, sejarah memperlihatkan kepada kita bahwa gereja telah dirusak oleh orang-orang duniawi di luar gereja yang menganiaya gereja atau mencoba untuk membawa gereja ke dalam persahabatan dengan dunia. Di pihak lain, sejarah mengajari kita bahwa gereja telah dirusak oleh orang yang telah diselamatkan di dalam gereja yang terus menerus hidup di dalam manusia lama dan menurut manusia alamiah.

Dalam penghidupan gereja di dalam pemulihan Tuhan, kita tidak takut terhadap “bangsa Amon,” dan kita hanya memiliki sedikit ketakutan terhadap “bangsa Moab.” Perhatian kita yang sesungguhnya adalah terhadap “bangsa Edom,” manusia lama, dan dengan “bangsa Filistin”, manusia alamiah. “Bangsa Edom” dan “bangsa Filistin” menyebabkan kerusakan yang terbesar bagi penghidupan gereja.

TIRUS DAN SIDON

Tirus melambangkan mereka yang mencari kemakmuran duniawi, mereka yang damba untuk membuat persetujuan besar dengan uang dan untuk menjadi kaya. Mereka akan mengorbankan segala sesuatu yang berkaitan dengan Tuhan untuk kepentingan bisnis mereka. Mereka tidak perduli terhadap kepentingan Tuhan, tetapi mereka hanya peduli dengan kemakmuran, kekayaan, dan bisnis mereka.

Orang Tirus dapat ditemukan di antara orang yang tidak percaya dan juga di antara orang percaya. Beberapa dari sanak saudaramu, teman sekelasmu, dan teman-temanmu yang belum percaya mungkin adalah “orang Tirus”. Jika kamu berbicara dengan mereka mengenai Kristus, gereja, atau kesaksian Tuhan, mereka tidak mengerti apa yang kamu bicarakan. Mereka hanya tertarik dengan apa yang akan membantu mereka untuk memiliki penghidupan yang lebih baik, untuk membuat lebih banyak uang, atau untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi. Beberapa Orang Kristen yang sejati juga adalah “orang Tirus”. Jika kamu berbicara dengan mereka mengenai pemulihan Tuhan, mereka mungkin mengira bahwa kamu bodoh dan berkata bahwa kamu menghabiskan waktumu terlalu banyak dalam menghadiri sidang-sidang, dalam memiliki persekutuan, dan dalam membaca Alkitab. Mereka mungkin mengira bahwa kamu tidak cukup memperhatikan mengenai mendapatkan uang. Karena itu, baik kaum beriman dan kaum tidak beriman dapat menjadi “orang Tirus” hari ini.

Seperti yang tercatat dalam kitab Yehezkiel, orang Tirus mendeklarasikan bahwa Yerusalem akan jatuh, dan mereka bergembira karena hal itu. Situasinya sama pada hari ini. mereka yang mengejar kemakmuran duniawi akan bergembira melihat gereja berakhir dan akan bahagia jika pintu-pintu balai sidang ditutup secara permanen, karena mereka berpikir bahwa menghadiri sidang-sidang gereja adalah membuang-buang waktu. Mungkin bahkan orang-orang tertentu di antara kita di dalam penghidupan gereja memegang sikap yang demikian. Damba untuk mendapatkan lebih banyak uang dan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri, mereka tidak peduli terhadap gereja atau kepentingan Tuhan. Mereka hanya perduli pada bisnis, kemakmuran, dan posisi dalam dunia. Ketika mereka mendengar mengenai beberapa orang yang murtad, mereka bergembira.

Bersamaan dengan Tirus adalah Sidon. Yehezkiel mengatakan bahwa Sidon adalah tanaman berduri yang menusuk dan semak duri bagi rumah Israel (28:24). Tuhan Yesus berkata bahwa kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan seperti duri yang menghimpit pertumbuhan hayat (Mat. 13:22). Jika Tirus ada, Sidon sangat dekat. Jika ada “orang Tirus” di antara kaum saleh, akan ada juga “orang Sidon”. Ini berarti bahwa jika kaum saleh mengasihi dunia dan mempedulikan kekayaan dunia, mereka akan menjadi tanaman berduri dan semak duri. Banyak orang Kristen telah menjadi tanaman berduri yang menusuk dan semak duri yang berduka yang merusak kehidupan gereja.

MESIR

Menurut Alkitab, Mesir adalah bangsa yang tidak bergantung pada Allah, tetapi sumber dayanya sendiri. Mesir memiliki Sungai Nil sebagai sumber daya kekayaannya. Jadi, orang Mesir tidak bergantung pada hujan dari langit, tetapi pada air dari Sungai Nil mereka. Sebagai tambahan, mereka melatih hikmat mereka untuk mengembangkan sumber daya alami mereka untuk menjadi kaya dan memiliki suplai yang cukup. Kapan saja umat Israel kekurangan makanan, mereka turun ke Mesir untuk suplai itu. Dari semua ini kita melihat bahwa Mesir mewakili orang-orang yang melatih hikmat alamiah mereka untuk mengembangkan sumber daya alami mereka untuk menjadi kaya dan memiliki suplai. Pada zaman Yehezkiel, Israel berpaling ke Mesir dan bersandar pada Mesir, mempercayai Mesir sebagai tongkat. Tetapi Tuhan berkata bahwa Mesir adalah tongkat yang dibuat dari buluh, mudah dipatahkan (Yeh. 29:2-9).

Ketika Yehezkiel berbicara tentang Tirus dan Mesir, dia membandingkan mereka dengan taman Eden (28:13; 31:9, 16). Dengan kekayaan dan sumber daya mereka, Tirus dan Mesir membuat dunia sementara mereka “taman Eden”. Ini bukanlah taman Eden yang dipersiapkan oleh Allah, tetapi “taman Eden” dibuat oleh mereka yang tidak mempedulikan Allah, tetapi hanya untuk kenikmatan mereka yang kaya di bumi. Namun, Allah berkata bahwa Dia akan mengirim Mesir, dengan “taman Eden”-nya ke Alam Maut, ke lubang, ke kedalaman bumi. Ini mewahyukan bahwa Allah akan menghakimi semua orang yang hanya mempedulikan kegembiraan dan kenikmatan bumiah, tetapi yang tidak memerlukan Allah.

Dalam berita ini, kita telah mempertimbangkan tujuh macam orang yang dapat merusak hidup gereja. Beberapa orang menentang gereja, membenci Kristus, keselamatan Allah, dan kasih karunia Allah. Ini adalah “orang Amon”. Orang lain menyusup ke dalam gereja dan mencoba membawa gereja ke dalam persahabatan dengan dunia dan membuat gereja sama dengan dunia. Ini adalah “orang Moab”. Lalu ada “orang Edom”, manusia lama, dan “orang Filistin”, manusia alamiah. “Orang Tirus” mencari kekayaan dunia, dan “orang Sidon” menjadi tanaman berduri dan semak duri bagi gereja karena mencari kekayaan. Akhirnya, ada “orang Mesir”, mereka yang, merdeka dari Allah, mencari kekayaan duniawi dengan mengembangkan sumber daya mereka sendiri untuk menjadi kaya dalam suplai dan untuk menjadi sumber suplai bagi yang lain. Orang-orang yang berbeda ini yang dapat merusak hidup gereja. Kita semua perlu berjaga-jaga supaya tidak seorang pun akan menjadi orang semacam ini.

PENGHAKIMAN ALLAH

Sekarang kita perlu melanjutkan untuk melihat bagaimana Allah melaksanakan penghakiman-Nya atas tujuh bangsa ini. Allah melaksanakan penghakiman dengan empat cara: dengan menghancurkan bangsa-bangsa ini, dengan membuat mereka gersang, dengan membuat mereka sangat rendah, dan dengan menyerahkan mereka ke bumi bagian bawah, yaitu, ke bagian bumi paling bawah (31:14). Dimanakah mereka yang ada di Kekaisaran Roma yang membenci gereja? Mereka berada di bagian bawah bumi, tempat dimana setiap penganiaya gereja yang pada akhirnya pergi ke sana.

Adalah penting bahwa kita menanggulangi manusia lama kita. Jika kita tidak menghakimi manusia lama kita, Allah akan melaksanakan penghakiman-Nya atas kita, membuat kita rendah dan “merosot” di dalam roh. Jika kita menghakimi manusia lama kita, tidak mempedulikan untuk menjadi yang pertama atau untuk memiliki posisi apapun di dalam gereja, kita akan gembira dalam hidup gereja, kita akan menjadi “terangkat” dan roh kita menjadi “membumbung”. Menjadi “merosot” berarti bahwa kikta berada di bawah penghakiman Allah.

Karena kita berjalan bersama manusia lama kita, di dalam penghakiman-Nya, kadang-kadang Allah bahkan akan menghancurkan kita dan membuat kita gersang. Ketika kita gersang, kita tidak memiliki sesuatu yang segar, baru, hidup, dan bertumbuh. Sebaliknya, kita seperti padang gurun. Kegersangan adalah hasil dari perjalanan kita bersama manusia lama kita. Semakin kita melatih hikmat alamiah kita, semakin kita akan menjadi gersang. Tetapi jika kita menghakimi manusia lama kita, roh kita akan bangkit dan akan menjadi segar, hidup, dan maju.

Tentu saja manusia lama kita dan manusia alamiah kita perlu ditanggulangi oleh Allah. Kita tidak dapat bertanggung jawab untuk “orang Amon”, “orang Moab”, “orang Tirus”, “orang Sidon”, dan “prang Mesir”, tetapi kita dapat, dan kita seharusnya, bertanggung jawab untuk “orang Edom” dan “orang Filistin”, yang melambangkan manusia lama kita dan manusia alamiah kita. Oleh kasih karunia Allah, kita perlu ditanggulangi secara menyeluruh pada manusia lama dan manusia alamiah kita, tidak membiarkan mereka melakukan pekerjaan pengrusakan di dalam gereja. Satu Korintus 3:17a berkata, “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia”. Jika manusia lama kita dan manusia alamiah kita membinasakan gereja Allah, Allah akan membinasakan kita dengan manusia lama dan manusia alamiah kita. Mengenai hal ini, kita perlu belajar takut akan Allah.

HASIL PENGHAKIMAN ALLAH ATAS BANGSA-BANGSA

Hasil pertama dari penghakiman Allah atas bangsa-bangsa adalah semua bangsa (termasuk Israel) tahu bahwa Dia adalah Tuhan. “Supaya mereka tahu bahwa Aku adalah Tuhan”: ekspresi yang sering digunakan di dalam kitab Yehezkiel. Sekali demi sekali kelihatannya Tuhan berkata, “Aku akan menghancurkan mereka supaya mereka tahu bahwa Aku adalah Tuhan. Aku akan membuat mereka gersang supaya mereka tahu bahwa aku adalah Tuhan. Aku akan membuat mereka rendah supaya mereka tahu bahwa Aku adalah Tuhan. Aku akan menaruh mereka ke bagian bawah bumi supaya mereka tahu bahwa Aku adalah Tuhan” (25:7, 11, 17; 26:6; 29:6). Semua yang menentang Tuhan dan yang sekarang ada di bagian bawah bumi, seperti Kaisar Nero, Hitler, dan Musolini, sekarang tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Akhirnya, semua yang masih menentang Allah dan menganiaya gereja akan ditaruh ke bagian bawah bumi, dimana mereka akan tahu bahwa Yesus adalah Tuhan.

Hasil yang kedua, dari penghakiman Allah atas bangsa-bangsa adalah bahwa tujuan Allah dilaksanakan dan digenapi.