SATU ROH – SATU PENERAPAN
I. Roh Kudus adalah Roh Allah, adalah yang ketiga dari Trinitas Ilahi - Kej. 1:2; Rm. 8:9; 1 Kor. 2:11; Mat. 28:19; 2 Kor. 13:13.
II. Dia itu swa-ada, kekal-ada, dan sating huni dengan Bapa dan Putra dalam kekekalan.
III. Dia, bersama-sama dengan Bapa dan Putra, adalah satu-satunya Allah - Kis. 5:3-4.
IV. Dia adalah Roh Kud6s Allah dari kekekalan sampai waktu inkarnasi Kristus (Luk. 1:35-, Mat. 1:18, 20), tetapi Dia bukan Roh itu sebelum kebangkitan Kristus (Yoh. 7:39).
V. Di dalam kebangkitan Kristus Dia dibaurkan dengan keilahian Kristus, keinsanian Kristus, kematian Kristus dengan khasiatnya, dan kebangkitan Kristus dengan kuat kuasanya untuk menjadi Roh pmberi-hayat, minyak urapan ilahi sebagai Roh Majemuk - Kel. 30:22-31; 1 Kor. 15:45.
VI. Dia adalah esens Allah (Yoh. 4:24) juga Allah yang mencapai manusia (Mat. 28:19).
VII.Dia adalah realisasi Kristus, yang pneumatik (Yoh. 14:16-20) dan realitas kebangkitan Kristus.
VIII. Jadi, Dia tlah menjadi :
A. Roh yang rampung dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung, bahkan menjadi perampungan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung.
B. Tuhan Roh - 2Kor. 3-18.
C. Roh Yesus - Kis. 161.
D. Roh Kristus - Rm. 8:9.
E. Roh Yesus Kristus – Flp. 1:19.
IX. Setelah gereja didirikan dan kemudian merosot, sebagai Roh pemberi-hayat dan majemulk, Dia menjadi tujuh Roh Allah; artinya, Dia adalah satu Roh pemberi-hayat yang majemuk, tetapi diperkuat tujuh kali - Why. 1:4; 4:5; 5:6.
X. Sebagai Roh hayat, Dia dihembuskan ke dalam kaum beriman oleh Kristus pada malam kebangkitan-Nya, sebagai hembusan yang lembut untuk menjadi Roh yang menghuni mereka guna memenuhi mereka secara batini - Yoh. 20:22; Kis. 13:52.
XI. Dia menerapkan segala apa adanya Allah Tritunggal di dalam Kristus, segala apa adanya Kristus yang almuhit, dan segala yang telah dirampungkan, diperoleh, dan dicapai-Nya kepada semua orang yang telah dipilih oleh Allah; demikianlah Dia menjadi satu penerapan yang ilahi :
1. Dia menguduskan, memisahkan umat pilihan Allah dari orang-orang dunia yang jatuh, memimpin mereka agar bertobat kepada Allah dan menerima Kristus - 1 Ptr. 1:2.
2. Dia melahirkan kembali orang-orang yang menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka dengan hayat kebangkitan-Nya, sehingga mereka menjadi putra-putra Allah - 1 Ptr. 1:3; Tit. 15; Yoh. 3:5; 1:12.
3. Dia menguduskan putra-putra Allah, yang telah dilahirkan kembali, dengan sifat kudus Allah - Rm. 15:16; 6.19, 22.
4. Dia memperbarui orang-orang kudus yang telah dikuduskan - Tit. 3:5.
5. Dia mengubah secara metabolik orang-orang kudus yang telah diperbarui ke dalam gambar mulia Kristus - Rm. 12:2a; 2 Kor. 3:18; Rm. 8:29.
6. Dia menyerupakan orang-orang kudus, yang telah diubah, dengan gambar Putra sulung Allah - Rm. 8:29.
7. Dia memeteraikan kaum beriman dengan segala apa adanya Kristus dan segala yang telah dirampungkan, diperoleh, dan dicapai oleh Dia, dengan demikian menyalurkan segala elemen ilahi Kristus ke dalam diri kaum beriman sampai tubuh mereka ditebus, yaitu ditransfigurasi menjadi seperti tubuh mulia Kristus - Ef. 1:13; 4:30; 2 Kor. 1:22; Rm. 8:23; F1p. 3:21.
8 Dia adalah jaminan yang Allah berikan kepada kaum beriman yang menjamin bahwa Allah Tritunggal adalah warisan mereka - Ef. 1:14; 2 Kor. 1:22; 5:5.
9. Dia, sebagai minyak urapan majemuk, mengurapi kaum beriman dengan elemen ilahi Kristus - 2 Kor. 1:21; 1 Yoh. 2:20, 27.
10. Dia bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah - Rm. 8:16.
11. Dia, sebagai Roh hayat dan Roh Allah, tinggal di dalam kaum beriman, menyalurkan hayat dan damai sejahtera kepada mereka, dan bahkan memberikan hayat kepada tubuh fana mereka - Rm. 8: 2, 9, 11, 6.
12. Dia bersyafaat dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan bagi kaum beriman yang telah ditransformasi oleh Allah yang turut bekerja dalam segala sesuatu - Rm. 8:26-28.
13. Dia, sebagai Roh yang menghuni, adalah yang di dalam-Nya kaum beriman berdoa dalam roh mereka - Yud. 20; Ef. 6:18.
14. Dia memegang pedang Roh Allah bagi kaum beriman untuk menyerang dalam peperangan rohani - Ef. 6:17-18.
15. Dia menghibur kaum beriman - Yoh. 14:16; Kis. 9:31.
16. Dia memimpin putra-putra Allah - Rm. 8:14.
17. Dia, yang menyelidiki segala sesuatu, bahkan kedalaman Allah, mewahyukan segala sesuatu yang telah ditakukan Allah bagi kaum beriman - 1 Kor. 2:10.
18. Dia, sebagai Roh pemberi-hayat, memberikan hayat kepada firman Allah, yang melaluinya para minister perjanjian baru melayankan firman Allah - 2 Kor. 15-6.
19. Dia adalah Roh ministri kebenaran Perjarijian Baru - 2 Kor. 3:8-9; 4:1.
20. Dia menyalurkan kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita ke dalam kaum beriman sebagai realitas kerajaan Allah -Rm. 14:17.
21. Sebagai aliran Allah (Yoh. 7:38), dalam persekutuan-Nya, Dia mentransmisikan kasih karunia Kristus (elemen hayat ilahi) beserta kasih Allah (sumber kasih karunia Kristus) - 2 Kor. 13:13.
22. Sebagai penyalur apa adanya Allah di dalam Kristus kepada kaum beriman, Dia menyalurkan realitas Allah kepada mereka - Ibr. 10:29.
23. Dia memisahkan dan mengutus para rasul untuk menyebarkan Injil Kristus - Kis. 132, 4.
24. Dia memimpin para rasul dalam perjalanan penyebaran injil mereka - Kis. 16:6-7.
25. Dia bernubuat melalui para nabi tentang penderitaan dan penganiayaan terhadap para rasul - Kis. 21:11.
26. Dia memimpin para rasul membicarakan hal-hal mengenai penanggulangan Allah atas umat-Nya - 1 Kor. 7:40.
27. Dia memberikan berbagai karunia kepada kaum beriman -1 Kor. 12:4:11.
28. Dia, sebagai realitas Kristus yang berbicara, berbicara kepada semua gereja, memanggil para pemenang di tengah-tengah kemerosotan gereja - Why. 2:7, 1, 17, 26, 29; 3:5-6, 12-13, 21-22.
29. Sebagai esens Tubuh Kristus, segala yang Dia kerjakan di dalam dan atas kum beriman adalah untuk penyusunan, pembangunan Tubuh Kristus di dalam Dia sebagai kesatuannya - Ef. 4:34.
XII. Sebagai Roh kuasa, Dia dicurahkan ke atas kaum beriman oleh Kristus dalam kenaikan ke sorga sebagai angin keras untuk menjadi kuat kuasa yang memenuhi mereka secara luaran demi menyebarkan Injil Kristus - Kis. 22-4, 17-18, 33; 1:8.
XIII. Roh pemberi-hayat yang almuhit, majemuk, dan yang telah rampung sempurna ini, yaitu Allah Tritunggal yang telah rampung sempurna sebagai Mempelai Laki-laki, dan gereja yang telah ditebus, dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan Allah sebagai mempelai perempuan, berkata, "Marilah!"- Why. 22:17.
Doa :
Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau mengumpulkan kami bersama, mengitari Engkau Sang Roh majemuk yang aimuhit. Tuhan, berilah kami wahyu, berilah kami perkataan, berilah kami pengutaman pada saat ini untuk mengutarakan Engkau Sang ajaib ini. Tuhan, berilah kami hati yang condong kepada-Mu, kami mengasihi Engkau, mengasihi Engkau Sang Roh. Tuhan, curahkan Roh itu kepada kami, urapilah kami satu persatu. Amin.
Berita ini menyinggung tentang Satu Roh - Satu Penerapan. Kita telah melihat satu Alkitab, satu Allah, satu Kristus. Sekarang kita akan melihat satu Roh.
ROH KUDUS
Roh Kudus adalah Roh Allah, adalah yang ketiga dari Trinitas Ilahi (Kej.1:2; Rm. 8:9; 1 Kor. 2:11; Mat. 28:19; 2 Kor. 13:13). Dia itu swa-ada, kekal- ada, dan saling huni dengan Bapa dan Putra dalam kekekalan. Dia bersama-sama dengan Bapa dan Putra, adalah satu-satunya Allah (Kis. 5:34). Kisah Para Rasul 5 memberitahu kita bahwa Dia adalah Allah; tetapi Dia bukannya Allah lain di luar Allah Tritunggal. Dia adalah bagian dari Allah Tritunggal; Dia bersama-sama dengan Bapa dan Putra, adalah satusatunya Allah.
Dia adalah Roh Kudus Allah dari kekekalan sampai inkamasi Kristus (Luk. 1:35; Mat. 1:18; 20), tetapi Dia bukan Roh itu sebelum kebangkitan Kristus (Yoh. 7:39). Dia baru menjadi Roh itu di dalam kebangkitan Kristus.
ROH PEMBERI HAYAT –
ROH MAJEMUK
Di dalam kebangkitan Kristus, Dia dibaurkan dalam keilahian Kristus, keinsanian Kristus, kematian Kristus dengan khasiatnya, dan kebangkitan Kristus dengan kuat kuasa-Nya untuk menjadi Roh pemberi-hayat, minyak urapan ilahi sebagai majemuk (Kel. 30:22-31; 1 Kor. 15:45). Di dalam kebangkitan-Nya, Kristus telah menjadi Roh pernberi-hayat, di dalam-Nya dibaurkan empat elemen yaitu keilahian, keinsanian, kematian, dan kebangkitan Kristus. Karena itu Dia boleh disebut sebagai Roh majemuk. Menurut ajaran agama Kristen, orang Kristen pada umumnya tidak bisa berkata bahwa di dalam Roh itu terkandung elemen insani. Tentu, hampir semua orang Kristen mengaku bahwa di dalam Kristus ada sifat insani, karena Dia telah menjadi seorang manusia, mengenakan tubuh daging manusia. Tetapi mereka menyanggahinya dengan berkata, "Bagaimana mungkin dalam Roh Allah terkandung unsur insani?"
Saya mendapatkan bantuan yang sangat besar dari buku karangan Andrew Murray mengenai di dalam Roh majemuk terkandung insani Kristus. Dalam bab lima dari bukunya yang berjudul The Spirit of Christ (Roh Kristus), dia menyinggung tentang Roh Yesus yang mendapatkan kemuliaan. Dengan tegas dan kuat dia menunjuk-kan bahwa di dalam Roh Yesus yang mendapatkan kemuliaan itu terkandung sifat insani. Hari ini Yesus yang mendapatkan kemuliaan itu adalah Kristus yang telah bangkit dan berada di dalam kemuliaan. Roh Yesus yang mendapatkan kemuliaan memiliki Kristus yang mendapatkan kemuliaan sebagai elemen. Karena Kristus yang mendapatkan kemuliaan memiliki sifat ilahi, insani, kematian, dan kebangkitan; maka Roh Kristus yang mendapatkan kemuliaan ini seharusnya juga memiliki elemen yang sama dengan Kristus yang mendapatkan kemuliaan. Itu membuka mata saya sehingga saya nampak dengan jelas, bahwa di dalam Roh Kristus juga terkandung keinsanian-Nya. Karena itu saya mulai mengerti tentang minyak urapan yang disinggung dalam kitab Keluaran 30:23-25. Dalam buku-buku the Brethren (Kaum Saudara) dikatakan, bahwa minyak urapan itu adalah lambang dari Roh Kudus. Setiap orang yang mempelajari Alkitab dengan tepat juga mengakui hal ini. Tetapi baik the Brethren (Kaum Saudara) atau orang-orang lain belurn pernah menyatakan bahwa itu mengacu kepada Roh majemuk.
Kita tahu, setiap macam minyak urapan tentu merupakan barang campuran (majemuk). Minyak urapan yang disinggung dalam kitab Keluaran memakai minyak zaitun sebagai bahan dasar, sebagai elemen dasar, ditambah dengan empat macam rempah-rempah menjadi satu pernbauran dari minyak zaitun dengan empat macam ien pah-rempah. Semua pembaca Alkitab tahu, bahwa dalam Pedanjian Lama minyak zaitun melambangkan Roh Allah. Namun, dalam Keluaran pasal 30, Roh Allah telah berbaur dengan empat macarn elemen. Pembauran yang majemuk ini melambangkan Roh majemuk yang di dalamnya terbaur keilahian Kristus, keinsanian Kristus, kematian Kristus dan khasiatnya, kebangkitan dan kuat kuasa Kristus. Paling baik Anda membaca dan memeriksa Keluaran pasal 30:23-25 dalam Pelajaran-hayat kitab Keluaran, di sana hal ini diuraikan dengan sangat jelas.
Satu Korintus 15:45 mengatakan, Adam yang akhir yaitu Kristus, telah menjadi Roh pemberi-hayat. Hari ini kebanyakan Sekolah Teologia tidak mengenal, bahkan menyangkal hal ini. Saya pernah berbincang-bincang dengan mereka. Saya bertanya kepada mereka, "Siapakah Adam yang akhir itu?" Mereka semua tahu bahwa itu mengacu kepada Kristus dalam tubuh daging. Kemudian saya menunjukkan kepada mereka bahwa Kristus ini telah menjadi Roh pemberi-hayat. Jika Roh pemberi-hayat ini adalah satu Roh lain di luar Roh Allah yang memberi hayat, maka akan ada dua Roh. Kristus Sang Roh pemberi-hayat adalah Roh Allah, adalah Roh itu.
Roh ini adalah esens Allah (Yoh. 4:24), juga adalah Allah yang mencapai manusia (Mat. 28:19). Kristus adalah elemen Allah Tritunggal; Roh itu adalah esens, yaitu esens Allah, juga adalah Allah mencapai manusia. Selain itu, Roh ini adalah realisasi Kristus yang pneumatik (Yoh. 14:1620) dan realitas kebangkitan Kristus. Roh majemuk ini adalah realisasi Kristus yang pneumatik. Kristus adalah Kristus yang pneumatik,- Roh majemuk ini adalah realitas Kristus ini, juga adalah realitas kebangkitan Kristus, dan kebangkitan adalah satu persona yaitu Roh itu.
ROH ALLAH TRITUNGGAL YANG RAMPUNG SEMPURNA,
ROH TUHAN, ROH YESUS,
ROH KRISTUS, ROH YESUS KRISTUS
Karena itu, Roh ini menjadi Roh yang rampung sempurna dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna, bahkan menjadi perampungan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna. Jika Anda tidak memahami apa yang dikatakan di sini, saya harap Anda dengan baik-baik membaca pelajaran-hayat; dalam pelajaran-hayat telah tercakup semua berita ini. Kemudian Dia menjadi Roh Tuhan (2 Kor. 3:18), yaitu Kristus yang pneumatik. Dia juga adalah Roh Yesus (Kis. 16:7), Roh Kristus (Rm. 8:9). Roh Yesus mengacu kepada Kristus yang menjadi tubuh daging, Roh Kristus mengacu kepada Kristus dalam kebangkitan. Dia juga adalah Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19). Hari ini di dalam kekristenan tidak ada satu sekolah teologia pun yang bisa memberitahu Anda bahwa Dia adalah Roh Vesus Kristus, bahkan pengakuan iman Nicea pun kekurangan butir ini. Dalam pemulihan-Nya, Tuhan telah menampakkan kepada kita berbagai aspek dari Roh ini.
TUJUH ROH
Setelah gereja didirikan dan kemudian merosot, sebagai Roh pemberi-hayat dan majemuk, Dia menjadi tujuh Roh Allah; artinya, Dia adalah satu Roh pemberi-hayat yang majemuk tetapi diperkuat tujuh kali (Why. 14; 4:5; 5:6). Saya masih harus berkata, jika Anda tidak mengerti ini, silakan Anda membaca pelajaran-hayat; semua ini ada di sana, karena itu tidak perlu saya berkata panjang lebar. Wahyu tentang tujuh Roh tidak tercatat dalam kitab pertama dari Perjanjian Baru, melainkan tercatat pada kitab yang terakhir.
ROH HAYAT
Dia adalah Roh hayat, Dia dihembuskan ke dalam kaum beriman oleh Kristus pada malam kebangkitan-Nya, sebagai hembusan yang lembut untuk menjadi Roh yang menghuni mereka guna memenuhi mereka secara batini (Yoh. 20:22, Kis. 13:52). Inilah yang dilakukan Tuhan dalam Yohanes 20:22. Pada malam kebangkitan-Nya, Tuhan datang, menghembuskan diri-Nya ke dalam kaum beriman sebagai hembusan yang lembut menjadi Roh yang dihembuskan ke dalam mereka, memenuhi mereka.
SATU PENERAPAN ILAHI
Selanjutnya, Roh ini menerapkan apa adanya Allah Tritunggal dalam Kristus, segala apa adanya Kristus yang almuhit, dan segala yang telah dirampungkan, diperoleh, dan dicapai-Nya, ke atas diri semua orang yang telah dipilih Allah; demikian Dia menjadi satu penerapan yang ilahi. Bapa merencanakan ekonomi, Putra melaksanakan dan menggenapkan, Roh itu menerapkan ke atas diri kita apa yang telah digenapkan, didapatkan, dan dicapai oleh Putra. Penerapan ini memiliki 29 butir :
(1) Dia menguduskan, memisahkan umat pilihan Allah dari orang-orang dunia yang jatuh, memimpin mereka agar bertobat kepada Allah dan menerima Kristus -1 Ptr. 1:2.
(2) Dia melahirkan kembali orang-orang yang menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka dengan hayat kebangkitan-Nya, sehingga mereka menjadi putra-putra Allah - 1 Ptr. 1:3; Tit. 35; Yoh. 35; 1:12.
(3) Dia menguduskan putra-putra Allah, yang telah dilahirkan kembali, dengan sifat kudus Allah - Rm. 15:16; 6:19, 22.
(4) Dia memperbarui orang-orang kudus yang telah dikuduskan - Tit. 3:5.
(5) Dia mengubah secara metabolik orang-orang kudus yang telah diperbarui ke dalam gambar mulia Kristus - Rm. 12:2a; 2 Kor. 3:18; Rm. 8:29.
(6) Dia menyerupakan orang-orang kudus, yang telah diubah, dengan gambar Putra sulung Allah - Rm. 8:29.
(7) Dia memeteraikan kaum beriman dengan segala apa adanya Kristus dan segala yang telah dirampungkan, diperoleh, dan dicapai oleh Dia, dengan demikian menyalurkan segala elemen ilahi Kristus ke dalam diri kaum beriman sampai tubuh mereka ditebus, yaitu ditransfigurasi menjadi seperti tubuh mulia Kristus Ef. l: 13; 4:30; 2 Kor. 1:22; Rm. 8:23; F1p. 3:21.
(8) Dia adalah jaminan yang Allah berikan kepada kaum beriman yang menjamin bahwa Allah Tritunggal adalah warisan mereka - Ef. 1:14; 2 Kor. 1:22; 5:5.
(9) Dia, sebagai minyak urapan majemuk, mengurapi kaum beriman dengan elemen ilahi Kristus - 2 Kor. 1:21; 1 Yoh. 2:20, 27.
(10) Dia bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah - Rm. 8:16.
(11) Dia, sebagai Roh hayat dan Roh Allah, tinggal di dalam kaum beriman, menyalurkan hayat dan damai sejahtera kepada mereka, dan bahkan memberikan hayat kepada tubuh fana mereka - Rm. 8: 2, 9, 11, 6.
(12) Dia bersyafaat dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan bagi kaum beriman yang telah ditransformasi oleh Allah dengan segala sesuatu yang bekerjasama - Rm. 8:26-28.
(13) Dia, sebagai Roh yang menghuni, adalah yang di dalam-Nya kaum beriman berdoa dalam roh mereka Yud. 20; Ef. 6:18.
(14) Dia memegang pedang Roh Allah bagi kaum beriman untuk menyerang dalam peperangan rohani - Ef. 6:17-18.
(15) Dia menghibur kaum beriman - Yoh. 14:16; Kis. 9:31.
(16) Dia memimpin putra-putra Allah - Rm. 8:14.
(17) Dia, yang menyelidiki segala sesuatu, bahkan kedalaman Allah, mewahyukan segala sesuatu yang telah dilakukan Allah bagi kaum beriman - 1 Kor. 2:10.
(18) Dia, sebagai Roh pemberi-hayat, memberikan hayat kepada firman Allah, yang melaluinya para minister poanjian baru melayankan firman Allah - 2 Kor. 3:5-6.
(19) Dia adalah Roh ministri kebenaran Perjanjian Baru - 2 Kor. 3:8-9; 4:1.
(20) Dia menyalurkan kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita ke dalam kaum beriman sebagai realitas kerajaan Allah - Rm. 14:17.
(21) Sebagai aliran Allah (Yoh. 7:38), dalam persekutuanNya, Dia mentransmisikan kasih karunia Kristus (elemen hayat ilahi) beserta kasih Allah (sumber kasih karunia Kristus) - 2 Kor. 13:13.
(22) Sebagai penyalur apa adanya Allah di dalam Kristus kepada kaum beriman, Dia menyalurkan realitas Allah kepada mereka - Ibr. 10:29.
(23) Dia memisahkan dan mengutus para rasul untuk menyebarkan Injil Kristus - Kis. 132, 4.
(24) Dia memimpin para rasul dalam pedalanan penyebaran Injil mereka - Kis. 16:6-7.
(25) Dia bernubuat melalui para nabi tentang penderitaan dan penganiayaan terhadap para rasul - Kis. 21:11.
(26) Dia memimpin para rasul membicarakan hal-hal mengenai penanggulangan Allah atas umat-Nya - 1 Kor. 7:40.
(27) Dia memberikan berbagai karunia kepada kaum beriman - 1 Kor. 12:4-11.
(28) Dia, sebagai realitas Kristus yang berbicara, berbicara kepada semua gereja, memanggil para pemenang di tengah-tengah kemerosotan gereja - Why. 2:7, 11, 17, 26, 29; 3:5-6, 12-13, 21-22.
(29) Sebagai esens Tubuh Kristus, segala yang Dia kerjakan di dalam dan atas kaum beriman adalah untuk penyusunan, pembangunan Tubuh Kristus di dalam Dia sebagai kesatuannya - Ef. 4:34.
ROH KUASA
Dia adalah Roh Kuasa yang dicurahkan ke atas kaum beriman oleh Kristus dalam kenaikan-Nya ke sorga sebagai angin keras untuk menjadi kuat kuasa yang memenuhj mereka secara luaran demi menyebarkan Injil Kristus (Kis. 2:2-4, 17-18, 33; 1:8). Pertama-tama Kristus menghembuskan Roh itu ke dalam murid- murid menjadi Roh yang berhuni di dalam; kemudian dalam kenaikan-Nya, Dia mencurahkan Roh itu bagaikan angin keras. Hembusan itu lembut, di dalam, angin keras itu kuat, di luar. Semoga orang-orang dari aliran Kharismatik bisa merendahkan diri mereka, mau mendengarkan berita ini, nampak dua aspek dari Roh itu. Dia adalah Roh Kuasa yang menjadi kuat kuasa, secara luaran memenuhi kaum saleh, agar mereka menyebarkan Injil Kristus; ini adalah untuk pelayanan dan pekerjaan. Tetapi Dia juga di dalam kaum saleh sebagai Roh yang berhuni di dalam, ini adalah untuk hayat dan penghidupan.
ALLAH TRITUNGGAL
YANG RAMPUNG SEMPURNA
SEBAGAI MEMPELAM LAKI-LAKI
Roh pemberi-hayat yang almuhit, majemuk, dan yang telah rampung sempurna ini, yaitu Allah Tritunggal yang telah rampung sempurna sebagai mempelai laki-laki, dan gereja yang telah ditebus, dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan Allah sebagai mempelai perempuan, berkata "Marilah!" (Why. 22:17). Akhirnya, Roh yang almuhit ini menjadi mempelai laki-laki (Allah, untuk menjadi jodoh dari orang-orang tebusan Allah). Dalam alam semesta ini muncullah satu pasangan yang demikian. Allah Trinitas yang telah rampung sempuma ini menjadi pasangan dari orang-orang yang telah ditebus-Nya, yaitu orang-orang yang telah dilahirkan kembali, diubah, diserupakan, dan dimuliakan oleh-Nya. Sekelompok orang ini telah dilahirkan kembali di dalam roh mereka, telah diubah di dalam jiwa mereka, telah dimuliakan di dalam tubuh mereka, untuk dinikahkan dengan Allah yang menjadi pasangan mercka. Dia bagaimana, mempelai perempuan-Nya juga bagaimana; atas hayat, sifat, dan ekspresi mutlak sama dengan Dia, seperti Hawa dengan Adam. Mempelai laki-laki yang aimuhit ini adalah penggenapan dari nubuat atas Adam. Yang dinikahi-Nya adalah yang berasal dari diri-Nya, yang diubah menjadi serupa dengan-Nya, dimuliakan dengan kemuliaan-Nya, dan untuk Dia, dengan-Nya menjadi satu pasangan. Inilah akhir dari Alkitab.
KATA PENUTUP
Sekarang kita telah melihat satu Alkitab, satu Allah Bapa, satu Kristus Putra, satu Roh yang adalah Roh itu. Satu Alkitab menyingkapkan Allah Tritunggal ini, Bapa adalah hakiki dan sumber, Putra adalah elemen, Roh adalah esens yang menerapkan Allah Tritunggal ke dalam orangorang pilihan-Nya. Saya harap perkataan-perkataan ini bisa masuk ke dalam kalian. Saya ulangi lagi, Alkitab adalah satu kitab wahyu, mewahyukan Allah Tritunggal; Bapa adalah hakiki dan sumber, Putra adalah elemen, Roh adalah esens, esens ini menerapkan apa yang telah dirampung-sempurnakan oleh Allah Tritunggal ke dalam sekelompok orang yang telah diubah, dimuliakan, dan ditebus. Inilah faktor yang sesungguhnya untuk pembangunan Tubuh Kristus.
Saya khusus membentangkan semuanya ini di hadapan kalian, karena saya tidak tahu berapa lama lagi Tuhan masih mempertahankan saya di bumi, maka saya harus mempersekutukan kepada kalian sepuluh butir dasar yang almuhit tentang pemulihan-Nya. Kalian harus dengan teguh mempertahankan butir-butir ini. Kalian semua adalah para sekeda dan para penatua, saya harap kalian bisa mengenal hal ini. Melaluinya kalian dapat nampak dengan jelas apa pemulihan Tuhan.
Saya sungguh-sungguh menyadari bahwa saya senantiasa berada di tangan Tuhan, terjaga untuk menyelesaikan penafsiran seluruh Alkitab; kini saya memberikan kalian satu kesimpulan yang sesungguhnya. Tahun demi tahun saya selalu berkata kepada peserta pelatihan sepenuh waktu, saya menasihati mereka untuk mempelajari hal-hal ini. Masa pelatihan mereka adalah dua tahun, tetapi masa penyelidikan mereka harus berlangsung sampai dua puluh tahun. Semuanya ini tidak sederhana.