← Daftar isi Keselamatan DI dalam Rencana Allah · bab 9/24

DASAR KESELAMATAN — KEBENARAN ALLAH

Pembacaan Alkitab

Rm. 3:21-22; 1:17; 10:13; Flp. 3:9; 2 Ptr. 1:1; Rm. 8:3.

Garis Besar

I. Kebenaran Allah adalah Diri Allah sendiri

II. Manusia berada di bawah kutukan Allah karena kebenaran Allah

III. Kristus mati untuk memenuhi tuntutan kebenaran Allah

IV. Kasih, kebenaran, dan hikmat Allah

Di dalam pelajaran ini, kita akan meliput perkara kebenaran Allah. Ini adalah dasar agar kita dapat diselamatkan. Jangan takut dengan istilah ”kebenaran” itu. Jika Anda mengetahui apa kebenaran itu, Anda akan bersukacita dan memuji Dia. Tanpa kebenaran Allah, kita tidak dapat dengan berani datang kepada Allah untuk menerima dan menikmati penyelamatan-Nya.

I. KEBENARAN ALLAH ADALAH

DIRI ALLAH SENDIRI

Pertama-tama, mari kita melihat apa kebenaran Allah itu. Kita dapat mengatakan bahwa kebenaran Allah itu adalah apa adanya Allah dalam hal keadilan dan kebenaran (Rom. 3:21-22; 1:17; 10:3; Flp. 3:9). Allah itu adil dan benar. Apa adanya Allah dalam keadilan dan kebenaran-Nya menyusun kebenaran-Nya. Lebih jauh lagi, apa adanya Allah dalam keadilan dan kebenaran-Nya sebenarnya adalah Diri-Nya sendiri. Maka, kebenaran Allah adalah Diri Allah sendiri. Kebenaran Allah itu adalah suatu Persona, bukan semata-mata hanya suatu atribut ilahi.

II. MANUSIA BERADA DI BAWAH KUTUKAN ALLAH

KARENA KEBENARAN ALLAH

Allah mempunyai satu problema yang besar karena dosa kita. Ingatlah, Dia berfirman dalam Kejadian 2:17 yaitu apabila manusia yang Dia kasihi makan dari pohon pengetahuan, dia pasti akan mati. Manusia telah makan dari pohon terkutuk itu, dengan demikian menurut kebenaran Allah kita harus mati. Kebenaran dan keadilan adalah pondasi takhta Allah. Jika Allah tidak menghukum manusia, Satan berhak datang menuduh bahwa Allah itu tidak benar. Jika hal ini terjadi, Allah tidak akan mempunyai otoritas untuk memerintah dan seluruh alam semesta akan jungkir balik.

III. KRISTUS MATI UNTUK MEMENUHI

TUNTUTAN KEBENARAN ALLAH

Allah mengasihi manusia, namun Dia harus menghukumnya karena apa yang telah manusia lakukan. Sekarang, apakah yang dapat Allah lakukan untuk memenuhi kebenaran-Nya namun tetap memelihara manusia yang Dia kasihi? Bagaimana Dia dapat mengampuni manusia yang Dia kasihi tanpa melanggar kebenaran-Nya? Jawabannya adalah kebenaran Allah yang rangkap dua.

Supaya Allah dapat mengampuni kita, Kristus, Putra Allah, telah menjadi daging. Seperti Roma 8:3 berkata, Allah telah mengutus Putra-Nya sendiri dalam keserupaan dengan daging dari dosa. Melalui inkarnasi, Tuhan mengenakan atas Diri-Nya keserupaan dengan daging dari dosa dan menyamakan Diri-Nya dengan orang-orang berdosa dalam daging. Demi kebenaran Allah, Tuhan Yesus mati di atas kayu salib. Di sana, di atas salib, Dia dijadikan berdosa untuk kita, dan Allah menghukum dosa di dalam daging. Dengan mati bagi kita, Tuhan Yesus telah merampungkan penebusan dan memenuhi semua tuntutan kebenaran Allah. Sekarang Allah mempunyai posisi yang benar untuk mengampuni kita. Dalam kenyataannya, Dia bukan hanya dapat mengampuni kita, tetapi, demi kebenaran-Nya, Dia bahkan harus mengampuni kita. Allah mengampuni kita terutama bukan karena Dia mengasihi kita, melainkan karena Dia terikat oleh kebenaran-Nya untuk melakukannya.

IV. KASIH, KEBENARAN, DAN HIKMAT ALLAH

Kebenaran Allah menghukum kita, tetapi oleh kematian Kristus yang benar kita dibenarkan. Kematian Kristus yang benar memenuhi tuntutan-tuntutan kebenaran Allah. Oh, betapa menakjubkan! Manusia diampuni—diselamatkan. Pada saat yang bersamaan, kebenaran Allah dipertahankan dan mulut Satan dibungkam. Sekarang, Allah tidak dapat menghukum mereka yang percaya dalam kematian Kristus yang benar, demikian juga Satan. Dengan melihat hal ini, kita akan mengasihi dan menghargai Allah kita. Melalui kebenaran Allah yang rangkap dua, kita nampak kasih-Nya, kebenaran-Nya, dan hikmat-Nya

Pertanyaan

1. Apakah kebenaran Allah itu?

2. Mengapa manusia harus mati karena dosa-dosanya walaupun Allah mengasihinya?

3. Langkah-langkah apa yang dilakukan Allah untuk memuaskan kebenaran-Nya sambil menyelamatkan manusia bagi tujuan-Nya?

4. Bagaimanakah kematian Kristus memenuhi kebenaran Allah?

5. Ketika Allah mengampuni dan menyelamatkan kita, apakah itu berdasarkan kasih-Nya kepada manusia atau berdasarkan kebenaran-Nya? Mengapa?