← Daftar isi Keselamatan DI dalam Rencana Allah · bab 6/24

KEJATUHAN MANUSIA

Pembacaan Alkitab

Kej. 2:9-10, 17; 3:1-6; 1 Tim. 2:14; Rm. 5:18-19

Garis Besar

I. Dua pohon

A. Bergantung dan tidak bergantung

B. Hayat dan maut

II. Satan—musuh Allah

III. Satan menipu manusia

IV. Tragedi alam semesta

V. Dua masalah besar

A. Obyektif

B. Subyektif

VI. Ilustrasi

I. DUA POHON

Di dalam pelajaran terakhir, Anda mungkin telah memperhatikan Kejadian 2:9 bahwa ada pohon lain selain pohon hayat. Pohon itu adalah pohon pengetahuan baik dan jahat. Karena manusia memakannya, maka manusia jatuh dan dirusak dari tujuan Allah. Di dalam pelajaran ini, kita akan lebih banyak mempelajari tentang kedua pohon ini, bagaimana manusia ditipu agar makan pohon pengetahuan, dan apa akibatnya.

A. Bergantung dan Tidak Bergantung

Pohon hayat dan pohon pengetahuan mewakili dua prinsip hubungan manusia dengan Allah. Prinsip pohon hayat adalah bergantung kepada Allah. Menerima Allah sebagai hayat menjadikan manusia bergantung kepada Allah. Prinsip pohon pengetahuan adalah tidak bergantung kepada Allah. Bila kita tidak mengambil Allah sebagai hayat kita, tetapi memilih hidup menurut pengetahuan, kita tidak hidup bergantung kepada Allah dan tidak dapat diisi oleh Dia dan mengekspresikan Dia seperti yang telah Dia rencanakan.

B. Hayat dan Maut

Sementara pohon hayat mewakili hayat Allah atau Allah sebagai hayat bagi manusia, maka pohon pengetahuan mewakili Satan sebagai sumber maut. Dalam Kejadian 2:17, Allah memberitahu manusia bahwa pada hari dia makan pohon pengetahuan dia pasti akan mati. Ini menunjukkan bahwa pohon pengetahuan baik dan jahat sebenarnya adalah pohon maut. Dengan mengambil pohon pengetahuan, manusia memasukkan elemen dan sifat Satan, yang adalah sumber maut.

II. SATAN—MUSUH ALLAH

Di dalam Alkitab, diperlihatkan bahwa Satan asalnya adalah Lucifer, penghulu malaikat Allah. Lucifer artinya ”bintang siang hari” atau ”bintang fajar.” Di antara semua makhluk ciptaan Allah pada saat itu, dia adalah yang paling elok dan bijaksana. Karena inilah, dia berhasrat untuk menjadi lebih tinggi dari Allah dan tidak bergantung pada Allah. Dia ingin agar makhluk-makhluk ciptaan Allah menyembah dia. Untuk ini, dia memberontak terhadap Allah dan menjadi musuh Allah, selalu berusaha meninggikan dirinya melebihi Allah dan merusak tujuan Allah.

III. SATAN MENIPU MANUSIA

Sebelum manusia sempat mengambil hayat Allah, Satan datang kepada Hawa, istri Adam, mencobai dia agar dia makan dari pohon pengetahuan. Dia melakukannya dengan menginjeksikan pikiran iblisnya sendiri ke dalam pikiran Hawa. Satan menyebabkan Hawa ragu-ragu terhadap Allah, firman-Nya, dan tujuan-Nya. Satan menipu agar perempuan ini berpikir bahwa dia dapat merdeka (tidak bergantung) dari Allah dan bahkan menjadi seperti Allah. Karena dia tertipu, Hawa mengambil buah itu dan memakannya, dan memberikannya kepada suaminya yang juga memakannya.

IV. TRAGEDI ALAM SEMESTA

Tindakan manusia ini adalah tragedi yang terbesar di dalam alam semesta. Manusia yang diciptakan oleh Allah untuk diisi dan mengekspresikan Dia sebagai hayat telah mengingkari Dia dan menerima hayat Satani. Sekarang, manusia tidak mengekspresikan Allah, melainkan manusia yang diciptakan Allah ini mengekspresikan hayat dan sifat dosa musuh Allah, Satan. Akibat dari tindakan tragis ini, manusia terjatuh dari maksud dan tujuan Allah yang sebenarnya. Kita menyebut tindakan ini dan akibatnya sebagai kejatuhan manusia.

V. DUA MASALAH BESAR

A. Obyektif

Tindakan ini menyebabkan dua masalah besar bagi manusia. Pertama, pada segi obyektif, manusia melanggar kebenaran Allah dengan mengingkari perintah-Nya untuk tidak makan dari pohon pengetahuan. Sebagai akibatnya, manusia berada di bawah penghakiman Allah dan kehilangan haknya untuk mendapatkan pohon hayat. Manusia tidak diisi oleh Allah, melainkan ia terpisah dari Allah. Akhirnya ia akan mati di dalam dosa-dosanya dan menghadapi penghakiman Allah dan telaga api setelah mati.

B. Subyektif

Pada segi subyektif, manusia mengambil hayat Satani dan hayat itu menjadi racun baginya, menjadikan ia seorang pendosa dengan sifat dosa. Manusia yang sangat dikasihi Allah dan diciptakan untuk menjadi wadah dan ekspresi-Nya telah dirusak oleh tindakan berdosa ini.

Tragedi besar ini adalah sejarah manusia. Ini terjadi sekitar 6000 tahun yang lalu, tetapi efeknya terhadap manusia masih dapat dilihat hari ini. Dengan mengambil pohon pengetahuan dan dengan memilih untuk tidak bergantung pada Allah, manusia telah terjatuh dari tujuan Allah, masuk ke dalam hayat yang penuh dengan dosa-dosa dan tersusun dari sifat Satani. Ia sama sekali tidak mengenal Allah dan tujuan-Nya terhadap manusia.

VI. ILUSTRASI

Kita dapat mengilustrasikan kedua masalah ini sebagai berikut. Seorang anak dilarang minum dari botol racun oleh ibunya, tetapi ia tidak taat kepada ibunya dan meminumnya. Ia bukan hanya tidak taat kepada ibunya dan mendapat masalah dengan ibunya, namun lebih dari itu, ia telah minum racun dan akan mati bila tidak dilakukan sesuatu.

Dengan makan dari pohon pengetahuan, manusia bukan hanya tidak taat kepada Allah dan berada di bawah hukuman Allah. Dia juga telah memasukkan sifat Satan yang beracun. Dalam penyelamatan-Nya, Allah harus membereskan masalah pembangkangan dan masalah racun manusia, hayat dosa Satan yang telah masuk ke dalam manusia. Bila Dia tidak melakukan apa-apa, manusia akan mati di dalam dosa-dosanya; ia akan dihukum oleh Allah dan tidak berguna bagi tujuan kekal Allah.

Pertanyaan

1. Melambangkan apakah pohon hayat dan pohon pengetahuan bagi manusia?

2. Bagaimana Satan menipu perempuan itu untuk mengambil pohon pengetahuan? Untuk menjawabnya, Anda perlu membaca Kejadian 3:1-6.

3. Apakah dua akibat utama dari kejatuhan manusia? Gunakan ilustrasi yang ada untuk menerangkannya.

4. Bagaimana kita mengambil dari pohon hayat atau dari pohon pengetahuan? Anda mungkin perlu mendiskusikannya dengan guru Anda.