← Daftar isi Keselamatan DI dalam Rencana Allah · bab 5/24

POHON HAYAT DAN SUNGAI ITU MELAMBANGKAN ALLAH SEBAGAI HAYAT BAGI MANUSIA

Pembacaan Alkitab

Kej. 2:9-10; Yoh. 1:4; 14:6; 10:10; 6:57; 7:37-38; Why. 22:1.

Garis Besar

I. Manusia ditempatkan di dalam taman Eden

II. Pohon hayat di tengah taman

III. Hayat diperlukan untuk ekspresi Allah

IV. Pohon hayat melambangkan Kristus

V. Sungai hayat memuaskan dahaga kita

I. MANUSIA DITEMPATKAN DI DALAM

TAMAN EDEN

Setelah Allah menciptakan manusia, Dia menanami suatu taman yang indah dan meletakkan manusia di sana. Di dalam taman itu terdapat banyak pohon buah-buahan yang baik untuk dimakan. Di tengah taman itu ada pohon hayat dan sebuah sungai. Di depan pohon itulah Allah meletakkan manusia.

Pada saat itu, apakah kebutuhan manusia yang paling penting? Apakah dia memerlukan pekerjaan untuk memperoleh uang agar dapat makan? Tidak, semua kebutuhan hidupnya telah disediakan oleh Allah. Apakah Allah menyuruh manusia untuk berbuat baik dan untuk menjadi orang yang baik? Tidak, Dia hanya menciptakan manusia dan meletakkannya di depan pohon hayat di dalam taman itu. Untuk mengenal kebutuhan utama manusia, Anda harus ingat apa tujuan Allah menciptakan manusia. Manusia diciptakan bukan untuk hidup atau menjadi orang baik dan berbuat baik; manusia diciptakan untuk mengekspresikan Allah dalam gambar-Nya yaitu dengan dipenuhi oleh hayat Allah. Maka, kebutuhan manusia yang paling utama adalah Allah sebagai hayatnya.

II. POHON HAYAT DI TENGAH TAMAN

Anda telah mendengar tentang taman Eden, tetapi tahukah Anda apa ciri khas taman itu? Anda mungkin berpikir bahwa ciri khasnya adalah kecantikan atau keindahannya, namun bukan itu jawabannya. Ciri khasnya adalah pohon hayat yang ada di tengahnya. Pohon ini melambangkan Allah sebagai hayat manusia. Taman Eden bukan hanya suatu tempat yang indah, melainkan merupakan suatu taman di mana manusia dapat menerima Allah sebagai hayat dan diisi oleh Allah agar dapat memenuhi tujuan kekal Allah dan memuaskan Allah.

III. HAYAT DIPERLUKAN UNTUK EKSPRESI ALLAH

Walaupun Allah telah menciptakan manusia dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya, manusia tidak mungkin dapat mengekspresikan Allah tanpa menerima Dia sebagai hayat. Hanya memiliki bentuk luaran dan otoritas Allah tidaklah cukup. Agar manusia dapat mengekspresikan Allah dan mewakili-Nya, dia memerlukan hayat Allah. Tanpa hayat Allah, kita sama sekali tidak dapat dan tidak layak untuk mengekspresikan Allah dan mewakili-Nya. Bola lampu adalah suatu ilustrasi yang baik. Bola lampu dibuat untuk mengekspresikan listrik dengan cara bersinar, tetapi bila listrik tak pernah masuk ke dalamnya, bola lampu itu tidak akan pernah memenuhi fungsinya. Demikian juga dengan manusia. Manusia adalah ”bola lampu” untuk mengekspresikan Allah, terang ilahi. Namun untuk hal ini, listrik ilahi, yaitu hayat Allah, harus masuk ke dalam manusia. Walaupun manusia telah dibuat dalam gambar dan rupa Allah untuk mengekspresikan Dia, namun manusia masih memerlukan hayat Allah masuk ke dalamnya sebelum dia benar-benar dapat mengekspresikan Allah.

IV. POHON HAYAT MELAMBANGKAN KRISTUS

Sekarang, mari kita melihat Kejadian 2:9-10. Setelah Allah menciptakan manusia, Dia tidak menyuruh manusia untuk berbuat baik atau melakukan sesuatu bagi-Nya agar dapat mengekspresikan Dia. Melainkan, Dia menempatkan manusia di depan pohon hayat sehingga manusia dapat mengambil Dia sebagai hayat. Cara untuk mendapatkan Allah sebagai hayat ke dalam dirinya adalah dengan makan Dia. Perjanjian Baru memberitahu bahwa pohon hayat ini melambangkan Allah berinkarnasi dalam Kristus. Yohanes 1:4 memberitahu bahwa ”Dalam Dia adalah hayat.” Di dalam Yohanes 14:6, Tuhan Yesus berkata bahwa Dia adalah ”jalan, dan realitas, dan hayat.” Di dalam Yohanes 10:10, Dia memberitahu bahwa Dia datang agar kita ”bisa mendapatkan hayat dan bisa memilikinya dengan berlimpah.” Di dalam Yohanes 6:57, Tuhan Yesus menberitahu kita untuk memakan Dia. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus sendiri adalah hayat bagi manusia, seperti yang digambarkan oleh pohon hayat. Bukankah hal ini sangat menakjubkan? Yesus tidak datang untuk memberi kita hukum-hukum yang olehnya kita harus hidup. Dia tidak datang untuk memberi kita pekerjaan, rumah atau mobil yang lebih baik. Melainkan, Dia datang hanya untuk memberikan Diri-Nya sendiri kepada kita untuk menjadi hayat kita.

V. SUNGAI HAYAT MEMUASKAN DAHAGA KITA

Di dalam taman itu bukan hanya ada sebuah pohon, yang melambangkan Kristus sebagai hayat kita, melainkan juga sebuah sungai. Di dalam Kejadian tidak dikatakan ”sebuah sungai hayat,” tetapi di dalam Wahyu 22:1 dikatakan, ”Dan dia menunjukkan kepadaku sebuah sungai air hayat.” Sungai ini terlihat di dalam seluruh Alkitab. Sungai ini melambangkan Allah sebagai Roh itu yang mencapai kita sebagai hayat dan melegakan dahaga kita. Di dalam Yohanes 7:37 Tuhan Yesus berkata, ”Barangsiapa haus, datanglah kepadaKu dan minum.” Ayat ini memperlihatkan bahwa Yesus datang untuk menjadi hayat bagi manusia dengan cara yang sama seperti air memuaskan dahaga kita. Kadang-kadang Anda mungkin merasa tidak ada yang dapat memuaskan Anda. Ini sama dengan kasus orang-orang di dalam Yohanes 7 (lihat Yoh. 7:37-38). Mereka tidak mengetahui tujuan Allah menciptakan mereka, mereka juga tidak menyadari bahwa mereka memerlukan Allah untuk menjadi hayat mereka. Walaupun mereka baru saja selesai berpesta besar yang memakan waktu 1 minggu penuh, mereka masih lapar dan haus akan sesuatu. Lalu Yesus menawarkan Diri-Nya sendiri kepada mereka untuk menjadi minuman yang memuaskan, membawa Allah sebagai hayat kepada mereka agar mereka dan Allah dapat dipuaskan

Hari ini, Allah masih menawarkan Diri-Nya sendiri kepada kita semua. Kita semua perlu datang kepada Dia dan minum.

Pertanyaan

1. Allah meletakkan manusia di depan pohon hayat di dalam taman Eden, melambangkan apakah hal ini?

2. Mengapa kita dapat berkata bahwa manusia tidak perlu hidup dan berbuat baik untuk memenuhi tujuan Allah dalam menciptakan manusia?

3. Coba jelaskan mengapa manusia memerlukan hayat Allah selain gambar Dia agar dapat mengekspresikan Dia. Anda boleh menggunakan suatu ilustrasi bila perlu.

4. Ayat-ayat apa di dalam Perjanjian Baru yang memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus adalah pohon hayat bagi manusia?

5. Apakah keperluan manusia yang paling utama hari ini?

6. Bagaimana kita dapat makan pohon hayat dan minum sungai hayat hari ini?