ALLAH TELAH MEMILIH DAN MENAKDIRKAN BANYAK ORANG UNTUK MENJADI PUTRA-PUTRA-NYA
Pembacaan Alkitab
Ef. 1:4-5; Rm. 9:11-13; 8:29; Yoh. 8:44; 1:12.
Garis Besar
I. Pemilihan Allah
II. Penakdiran Allah
III. Keputraan—sasaran pemilihan Allah
I. PEMILIHAN ALLAH
Untuk menggenapi tujuan kekal Allah, Allah perlu menciptakan manusia. Tetapi sebelumnya, Dia harus memilih beberapa dari mereka dari antara milyaran orang untuk menjadi putra-putra-Nya. Maka, sebelum Allah menciptakan segala sesuatu, Dia telah memilih orang-orang tertentu. Anda mungkin heran, bagaimana kita dapat mengetahui hal ini. Tetapi, Alkitablah yang memberitahu kita di dalam Efesus 1:4, ”Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya, di dalam kasih.”
Anda mungkin bertanya, ”Mengapa Dia memilih saya dan bukan orang lain?” Dia memilih Anda karena Dia menginginkannya, karena ini merupakan kerelaan kehendak-Nya, bukan menurut kebaikan atau kemampuan Anda. Ayat ini juga memberitahu bahwa Dia memilih kita di dalam Kristus, ”di dalam Dia,” bukan karena apa adanya diri kita sendiri.
Menurut apa yang disebut Alkitab sebagai ”yang diketahui-Nya lebih dulu,” Allah telah mengetahui kapan, di mana, dan dari siapa kita akan dilahirkan. Roma 9:11 mengilustrasikan hal ini dengan cerita Yakub. Sebelum Yakub dilahirkan, sebelum dia berkesempatan untuk berbuat baik atau buruk, Allah telah memilih dia dan bukan kakaknya Esau. Demikian juga kita. Betapa menakjubkan. Pemilihan oleh Allah ini adalah berkat-Nya yang pertama kepada kita, dan kita semua harus berterima kasih kepada-Nya.
II. PENAKDIRAN ALLAH
Setelah Dia memilih kita, Allah ”menakdirkan” kita untuk menjadi putra-putra-Nya. ”Menakdirkan” berarti ”memberi tanda sebelumnya untuk suatu tujuan tertentu.” Sebelum Allah menciptakan kita, Dia telah memberi tanda pada kita untuk memperlihatkan bahwa kita adalah milik-Nya. Dapatkah Anda melihat ”tanda” yang ada pada Anda? Tentu saja tidak, tetapi Allah dapat melihatnya, dan Satan juga dapat melihatnya. Allah mengenalnya, Satan mengenalnya, dan bahkan para malaikat mengenal bahwa kita adalah yang dipilih dan diberi tanda sebelumnya oleh Allah untuk diisi Allah dan mengekspresikan Dia sebagai putra-putra-Nya. Di dalam pengalaman kita, ini berarti bahwa walaupun kita tidak peduli untuk menjadi putra-putra-Nya, Dia masih akan tetap memiliki cara/jalan bagi kita dan membawa kita menuju kepada sasaran-Nya.
III. KEPUTRAAN—SASARAN PEMILIHAN ALLAH
Sasaran dari pemilihan dan penakdiran Allah adalah ”keputraan.” Di dalam Alkitab, kata ini mempunyai dua arti yang utama: kematangan dalam hayat Allah dan posisi untuk menerima warisan segala apa adanya Allah. Seorang anak memiliki hayat ayahnya, tetapi karena dia belum bertumbuh sepenuhnya, dia tidak dapat mewarisi segala yang akan diberikan oleh ayahnya. Dia dapat menerima warisan hanya bila dia telah bertumbuh sepenuhnya, bila dia telah matang. Demikian juga dengan kita. Allah telah memilih kita untuk menjadi putra-putra-Nya, penuh dengan hayat ilahi, dan matang. Anda mungkin memiliki hayat ilahi Bapa, yang membuat Anda menjadi anak-Nya. Tetapi Allah telah memilih dan menakdirkan Anda bukan hanya untuk menjadi anak-Nya, tetapi bahkan untuk menjadi putra-Nya, yang matang sepenuhnya dalam hayat ilahi-Nya. Hanya dengan demikianlah Anda layak mewarisi seluruh keberadaan-Nya dan segala yang telah Dia lakukan bagi Anda. Kita perlu berterima kasih kepada-Nya karena telah memilih kita, dan kita perlu menerima hayat-Nya. Hal ini memungkinkan kita untuk menjadi banyak putra-Nya untuk bertumbuh ke dalam-Nya, dan mengekspresikan Dia (Yoh. 1:12).
Setelah kejatuhan manusia, seluruh ras manusia telah berdosa, menjadi putra-putra Iblis (Yoh. 8:44). Tetapi Allah telah memilih kita untuk menjadi putra-putra-Nya. Betapa menakjubkan! Walaupun kita tidak banyak mirip dengan Dia hari ini, kita yakin pada pemilihan-Nya bahwa pada suatu hari kita akan menjadi banyak putra Allah yang telah bertumbuh sepenuhnya, penuh dengan hayat-Nya untuk mengekspresikan Dia dan penuh dengan kuasa-Nya untuk mewakili Dia. Satu ekspresi Allah ini adalah gereja hari ini, Tubuh Kristus, dan akan menjadi Yerusalem Baru di masa yang akan datang.
Pertanyaan
1. Di dalam keselamatan penuh-Nya, Allah telah memberkati kita dengan banyak hal. Apakah berkat besar yang pertama dari keselamatan penuh-Nya?
2. Kapan Allah memilih kita dan menakdirkan kita, dan bagaimana?
3. Apakah perbedaan antara pepilihan Allah dan penakdiran Allah?
4. Allah telah memilih kita dan menakdirkan kita, tetapi dapatkah kita menolak Dia? Lalu apakah yang perlu kita lakukan?