← Daftar isi Keselamatan DI dalam Rencana Allah · bab 1/24

KESELAMATAN DI DALAM RENCANA ALLAH

Pembacaan Alkitab

Ef. 3:9-11; 1:9-11; 1 Tim. 1:4; Ef. 3:2; Kej. 1:26.

Garis Besar

I. Rencana Allah di dalam kekekalan yang lampau

II. Kerelaan kehendak Allah

III. Tujuan kekal Allah

IV. Ekonomi Allah

V. Musuh Allah

VI. Keselamatan Allah

Buku pelajaran ini meliput perihal tentang keselamatan penuh Allah. Apa yang dimaksud dengan keselamatan penuh Allah? Mengapa kita perlu diselamatkan? Dari apa dan ke dalam apa kita perlu diselamatkan? Mengapa Allah ingin menyelamatkan kita dan mengapa Dia sendiri dapat menyelamatkan kita? Bagaimana Dia menyelamatkan kita dan apa yang harus kita lakukan supaya dapat diselamatkan? Ini adalah suatu daftar pertanyaan yang panjang yang harus kita pertimbangkan. Buku ini akan menjawab semua pertanyaan ini dan memberitahu Anda lebih banyak tentang keselamatan Allah. Di dalam pelajaran pertama ini kita akan meliput beberapa hal yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya, sesuatu yang telah terjadi di dalam kekekalan yang lampau.

I. RENCANA ALLAH DI DALAM KEKEKALAN YANG LAMPAU

Kitab Efesus memberitahu bahwa sebelum Allah menciptakan segala sesuatu, ketika Dia masih menyendiri, Dia mempunyai satu kerelaan kehendak, suatu kedambaan. Menurut kerelaan kehendak-Nya ini, Dia membuat suatu rencana, suatu kehendak. Alkitab menyebutnya ”tujuan sepanjang jaman” atau ”tujuan kekal” (Ef. 3:11). Allah juga membuat suatu pengaturan atau suatu jalan agar Dia dapat menggenapi tujuan kekal ini. Alkitab menyebut pengaturan ini sebagai ekonomi Allah atau dispensasi Allah (1 Tim. 1:4; Ef. 1:10; 3:2). Jadi, Alkitab mengungkapkan bahwa dalam kekekalan yang lampau Allah telah memiliki suatu tujuan kekal menurut kerelaan kehendak-Nya dan suatu ekonomi atau suatu sarana untuk menggenapkan tujuan tersebut.

II. KERELAAN KEHENDAK ALLAH

Apakah yang dimaksud dengan kerelaan kehendak Allah? Ini adalah segala sesuatu yang berkenan kepada-Nya dan membuat-Nya bahagia. Semua yang telah dilakukan Allah adalah menurut kerelaan kehendak ini, sama seperti kita juga melakukan segala hal menurut apa yang menjadi kesukaan kita dan yang membuat kita bahagia.

III. TUJUAN KEKAL ALLAH

Apakah yang dimaksud dengan tujuan kekal Allah yang menurut kerelaan kehendak-Nya? Tujuan kekal Allah adalah untuk mendapatkan sekelompok orang, suatu manusia korporat, yang diciptakan di dalam gambar dan rupa-Nya. Allah mendambakan manusia ini untuk diisi oleh Dia sebagai hayat agar dapat mengekspresikan Dia dan memiliki kuasa-Nya untuk mewakili Dia. Ini adalah tujuan kekal Allah sebab hal ini sudah direncanakan oleh Allah sebelum waktu dimulai dan tidak akan pernah berubah.

IV. EKONOMI ALLAH

Dan apakah yang dimaksud dengan ekonomi Allah atau jalan-Nya untuk menggenapi tujuan ini. Jalan/cara Allah untuk memperoleh manusia korporat yang demikian adalah dengan mendispensikan Diri-Nya sendiri ke dalam manusia sebagai hayat. Tanpa mendispensikan Diri-Nya sendiri ke dalam manusia, tujuan-Nya tidak akan pernah dapat terampungkan.

V. MUSUH ALLAH

Tetapi, sebelum Dia dapat melakukan-Nya, Satan, musuh Allah, datang untuk menipu manusia dan menginjeksikan hayat dan sifat dosanya ke dalam manusia. Sehingga manusia jatuh ke dalam suatu kondisi yang menyedihkan, penuh dengan tindakan-tindakan yang berdosa dan sifat dosa yang merusak dirinya dari tujuan agung Allah.

VI. KESELAMATAN ALLAH

Namun, Allah tidak dapat dikalahkan! Walaupun manusia telah jatuh dan rencana Allah telah dirusak, Allah masih mengasihi manusia dan tidak akan berubah dari tujuan-Nya. Maka, Allah mengambil tindakan untuk menyelamatkan manusia agar tujuan kekal-Nya dapat terampungkan. Tindakan ini adalah keselamatan-Nya yang penuh.

Pertanyaan

1. Apakah ”kerelaan kehendak” Allah itu?

2. Berikan suatu ilustrasi dari kehidupan Anda sendiri untuk menjelaskan apa yang dimaksud Alkitab dengan kerelaan kehendak Allah, tujuan Allah, dan ekonomi-Nya.

3. Apakah tujuan kekal Allah itu?

4. Uraikan kata ”kekal.”

5. Mengapa kita mengatakan bahwa tujuan Allah itu kekal?

6. Uraikan kata ”ekonomi.” Apa itu ekonomi Allah?