KELAHIRAN KEMBALI
Pembacaan Alkitab
Yoh. 3:2-6; 1:12-13; 1 Yoh. 5:12; Yeh. 36:26-27.
Garis Besar
I. Maksud Allah
II. Perlu hayat Allah
III. Dilahirkan dari Allah
IV. Hati yang baru, roh yang baru, dan Roh yang berhuni
Dengan pelajaran ini, kita sampai pada bagian pertama dari lima aspek subyektif keselamatan penuh Allah—kelahiran kembali. Kelahiran kembali berarti selain hayat yang telah kita terima pada saat kelahiran kita, kita menerima hayat yang lain, hayat Allah. Inilah yang dimaksudkan oleh Alkitab ketika membicarakan ”dilahirkan kembali” atau ”lahir baru.” Kelahiran kembali adalah pusat pengalaman keselamatan kita. Ini adalah butir yang memulai hubungan hayat kita dengan Allah.
I. MAKSUD ALLAH
Tujuan Allah adalah mendapatkan sekelompok orang yang dipenuhi dengan Diri-Nya sendiri sebagai hayat mereka sehingga mereka dapat mengekspresikan Dia dalam gambar-Nya dan mewakili Dia dengan otoritas-Nya. Ketidak-taatan Adam menyebabkan dia jatuh ke dalam dosa dan kehilangan hak lahir. Kematian Kristus menyelesaikan semua permasalahan manusia di hadapan Allah. Sehingga Allah dapat menebus, mengampuni, membasuh, dan membenarkan manusia menurut kebenaran yang Dia miliki, bukan semata-mata karena Dia mengasihi manusia. Sekarang kita telah sepenuhnya dibawa kembali kepada Allah. Bila manusia belum diisi Allah sebagai hayat sehingga dapat mengekspresikan Dia, baik Allah maupun manusia tidak dapat dipuaskan.
Langkah selanjutnya yang Allah lakukan dalam keselamatan penuh-Nya adalah masuk ke dalam manusia untuk meletakkan hayat-Nya ke dalam manusia. Ini adalah langkah yang paling penting. Sebab walaupun manusia seluruhnya diampuni dan didamaikan, tetapi bila tidak menerima hayat-Nya dia masih tidak dapat mengekspresikan Allah.
II. PERLU HAYAT ALLAH
Di dalam Yohanes 3, Yesus berkata kepada seseorang yang baik yang bernama Nikodemus. Dia adalah orang yang sangat bijaksana dan bermoral, tetapi Tuhan Yesus mengatakan padanya bahwa dia perlu dilahirkan dari air dan dari Roh. Dalam tingkah laku dan penghidupannya Nikodemus adalah orang yang bermoral, tetapi di mata Allah, dia mempunyai hayat dan sifat Satani. Oleh sebab itu, dia perlu dilahirkan dari air. Saat itu Yesus sedang membicarakan baptisan air. Di dalam Alkitab, baptisan berarti pengakhiran. Pengakhiran ini mengakhiri hayat dosa dan alamiah kita. Hayat dan sifat Satani yang telah diterima Nikodemus dari kejatuhan di dalam Adam harus diakhiri. Kemudian, hayat Allah, yang telah datang dari Roh pemberi hayat di dalam kebangkitan Kristus, dapat dikembangbiakkan di dalamnya.
III. DILAHIRKAN DARI ALLAH
Menjadi seorang Kristen bukanlah perkara diperbaiki. Menjadi seorang Kristen adalah dilahirkan dari Allah, yang berarti bahwa selain hayat insani kita, kita menerima hayat Allah. Karena kita semua lahir di dalam dosa, kita semua adalah orang-orang berdosa. Bagaimana seorang berdosa dapat berhenti berbuat dosa? Itu tidak mungkin. Bagaimana Anda dapat memerintahkan seekor anjing untuk berhenti menggonggong dan mulai mengeong? Apa yang Anda lakukan diperintah oleh hayat Anda. Walaupun Anda telah diampuni oleh Allah atas dosa-dosa Anda, sifat dosa Anda akan menyebabkan Anda berbuat dosa lagi. Yang Anda perlukan adalah hayat yang lain, suatu hayat yang tanpa dosa. Satu-satunya hayat yang tanpa dosa adalah hayat Allah. Kelahiran kembali membawa hayat ini ke dalam Anda. Ini adalah hayat yang telah Adam tolak ketika ia berpaling dari pohon hayat kepada pohon pengetahuan. Sekarang, dengan percaya ke dalam Kristus, kita dapat dilahirkan dari Allah dan menerima Dia sebagai hayat. Puji Tuhan!
Setelah menerima hayat Allah, sifat Satani di dalam manusia akan tertelan secara bertahap. Manusia-manusia yang penuh dosa, rendah seperti kita sekarang dapat bertumbuh dalam hayat Allah untuk menjadi putra-putra Allah untuk mengekspresikan Dia.
IV. HATI YANG BARU, ROH YANG BARU, DAN ROH YANG BERHUNI
Yehezkiel 36:26-27 memberitahu kita bahwa pada kelahiran kembali, kita menerima tiga hal yang indah. Pertama, kita menerima sebuah ”hati yang baru,” sebuah ”hati yang lembut,” untuk menggantikan ”hati batu” kita yang lama. Dengan mengalami kasih Allah dalam kasih karunia, hati kita yang lama, yang dahulunya dingin dan keras terhadap Tuhan, sekarang menjadi lunak sehingga mengasihi dan mendambakan Dia. Kedua, kita menerima sebuah ”roh yang baru.” Ini adalah roh kita yang lama dan mati, diperbaharui dan dihidupkan oleh Roh pemberi hayat. Sekarang, roh kita hidup dan dapat berfungsi secara penuh untuk berkontak dengan Roh Allah dan untuk menikmati keselamatan penuh-Nya. Ketiga, kita menerima Roh Allah sendiri untuk datang menghuni kita. Betapa indahnya keselamatan yang kita terima melalui percaya dalam Tuhan! Kelahiran kembali adalah pusat dan permulaan keselamatan ini.
Pertanyaan
1. Apa maksudnya dilahirkan kembali?
2. Mengapa kita memerlukan kelahiran kembali?
3. Mengapa Yesus memberitahu Nikodemus bahwa selain dilahirkan dari Roh ia juga perlu dilahirkan dari air? Bagaimana hal ini diterapkan kepada kita?