PENGUDUSAN
Pembacaan Alkitab
1 Tes. 5:23; Rm. 5:10; 1 Ptr. 2:2; Rm. 1:4;
Ef. 5:26; Yoh. 17:17; 6:63
Garis Besar
I. Untuk dijadikan kudus
II. Kekudusan adalah Diri Allah sendiri
III. Pertumbuhan
IV. Oleh hayat-Nya
V. Melalui Roh itu dan Firman itu
Puji Tuhan untuk kelahiran kembali. Melalui kelahiran kembali kita telah menerima suatu hayat yang baru, hati yang baru, dan roh yang baru. Roh Allah sekarang berhuni di dalam kita. Roh kita, yang telah mati karena kejatuhan manusia, sekarang telah dihidupkan kembali oleh Roh pemberi hayat. Sekarang kita mulai mengalami keselamatan penuh Allah secara subyektif. Puji Dia bagi permulaan baru yang menakjubkan ini!
Tetapi apakah keselamatan Allah ini hanya sedemikian? Tentu tidak. Beberapa hal harus terjadi agar keselamatan penuh Allah dapat dilengkapi. Di dalam pelajaran ini kita akan membicarakan pengudusan. Pengudusan adalah penelanan sifat dosa kita oleh penggarapan sifat kudus Allah ke dalam kita.
I. UNTUK DIJADIKAN KUDUS
Supaya sifat kudus Allah digarapkan ke dalam kitalah, pengudusan itu diperlukan. Pengudusan adalah proses di mana sesuatu dijadikan kudus. Banyak orang yang mengira bahwa jika Anda berusaha untuk tidak berdosa, maka Anda itu kudus. Beberapa orang mengira bahwa jika Anda menjauhi hal-hal yang jahat, maka Anda itu kudus. Tetapi, bagaimana kita orang-orang yang tidak kudus yang penuh dengan sifat Satani ini dapat menjadi kudus hanya dengan melakukan atau tidak melakukan hal-hal tertentu? Ini tidak mungkin!
II. KEKUDUSAN ADALAH DIRI ALLAH SENDIRI
Di dalam alam semesta, hanya Allah yang kudus. Hayat dan sifat-Nya adalah kudus. Jika Anda tidak memiliki Allah, Anda tidak dapat menjadi kudus. Jika Anda memiliki sedikit Allah, Anda memiliki sedikit kekudusan. Jika Anda memiliki Allah lebih banyak, Anda memiliki kekudusan lebih banyak. Jika Anda penuh dengan Allah, Anda penuh dengan kekudusan. Kekudusan adalah Diri Allah sendiri.
III. PERTUMBUHAN
Anda telah dilahirkan kembali oleh iman di dalam Yesus Kristus. Apakah Anda kudus? Jika Anda berkata ya, lalu seberapa banyak? Kelahiran kembali adalah kelahiran baru. Petrus memberitahu kita bahwa orang-orang Kristen yang muda adalah bayi-bayi yang baru lahir (1 Ptr. 2:2). Pada saat dilahirkan kembali, kita dilahirkan dari Allah dan menerima sebagian hayat dan sifat kudus Allah ke dalam kita. Oleh karena itu, kita adalah sedikit kudus. Ketika kita bertumbuh di dalam hayat dan sifat ilahi, kita menjadi lebih kudus. Pertumbuhan hayat adalah pertambahan sifat kudus Allah ke dalam kita. Proses pertumbuhan ini disebut pengudusan.
IV. OLEH HAYAT-NYA
Roma 5:10 berkata, ”Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hayat-Nya.” Ayat ini dengan jelas memberitahu kita bahwa keselamatan dalam hayat adalah ”lebih” daripada pendamaian. Pendamaian hanya menyelesaikan masalah luaran kita dengan Allah. Tetapi diselamatkan dalam hayat-Nya menyelamatkan kita dari sifat dosa kita ke dalam sifat Allah yang ilahi dan kudus. Inilah pengudusan. Rasul Paulus menggunakan kata ”lebih” untuk memperlihatkan pentingnya pengudusan dalam hayat.
V. MELALUI ROH ITU DAN FIRMAN ITU
Jalan untuk dikuduskan adalah menjamah Roh kekudusan (Rm. 1:4). Tuhan telah datang ke dalam roh kita melalui kelahiran kembali. Ketika kita berpaling kepada Tuhan dan berdoa, kita menjamah Roh kekudusan. Pada saat itu, sifat kudus menyebar ke dalam jiwa kita untuk menguduskan kita. Yohanes 17:17 juga memberitahu kita bahwa kita dikuduskan dalam kebenaran Firman itu. Jadi, kita juga perlu menjamah Tuhan melalui Firman itu.
Di dalam pelajaran ini, kita dapat melihat bahwa kita tidak boleh puas hanya karena telah diampuni atau dibasuh oleh Allah atau bahkan telah dilahirkan kembali. Hal-hal ini adalah menakjubkan tetapi kita harus terus maju lagi. Kita harus terus maju hingga mencapai kematangan yang penuh dalam hayat ilahi. Ketika kita mencapai sasaran ini, kita akan dikuduskan sepenuhnya; yaitu, kita akan dijenuhi dengan hayat dan sifat kudus Allah, dan dapat mengekspresikan dan mewakili Dia secara penuh.
Pertanyaan