PENDAMAIAN
Pembacaan Alkitab
Rm. 5:1, 10-11; Kol. 1:20-22; 2 Kor. 5:18-19; Ef. 2:13-18.
Garis Besar
I. Manusia—musuh Allah
II. Didamaikan oleh kematian Kristus
Sekarang, kita sampai pada butir obyektif yang terakhir dari keselamatan penuh Allah—pendamaian. Pendamaian berarti tindakan yang membawa dua pihak kembali ke dalam keesaan atau keharmonisan.
Rasul Paulus berkata, ”Sebab itu, kita yang telah dibenarkan oleh iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan kita, Yesus Kristus” (Rm. 5:1). Dia juga berkata, ”Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh karena kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu” (Rm. 5:10-11).
I. MANUSIA—MUSUH ALLAH
Asalnya, kita bukan hanya adalah orang-orang yang berdosa, tetapi juga adalah musuh-musuh Allah. Melalui kematian penebusan Kristus, Allah telah membenarkan kita, orang-orang berdosa, dan telah mendamaikan kita, musuh-musuh-Nya, dengan Diri-Nya sendiri (5:1, 10-11). Ini terjadi ketika kita percaya dalam Tuhan Yesus. Kita telah menerima pembenaran Allah dan pendamaian oleh iman. Ini telah membuka jalan dan membawa kita masuk ke alam kasih karunia untuk kenikmatan Allah.
Pada saat kejatuhan, manusia tidak hanya berdosa terhadap Allah, tetapi juga menjadi musuh Allah. Untuk dosa-dosa, cukup dengan pengampunan; tetapi karena manusia telah menjadi musuh Allah, dia memerlukan sesuatu yang lain lagi. Dia perlu didamaikan.
Jika Anda menjadi musuh seseorang, Anda perlu didamaikan dengan dia. Tanpa pendamaian, Anda mungkin tidak akan pernah berbicara lagi padanya. Jika Anda bertemu dengannya, Anda mungkin menghindari dia. Ketika Anda berada di dalam kelas, Anda tidak akan mau melihat kepadanya. Tetapi jika ada teman yang lain yang mendamaikan Anda dengan dia, maka Anda dapat membereskannya dan menjadi temannya lagi.
Allah mengasihi manusia dan ingin menjadi hayat-Nya. Manusia dapat menggenapi tujuan kekal Allah melalui diisi dengan Allah. Tetapi sekarang, karena kita telah menjadi musuh Allah, tujuan-Nya tidak dapat digenapi oleh kita. Pendamaian itu perlu bagi kita untuk membawa kita kembali kepada Allah. Kita memuji Allah karena Dia telah datang di dalam Putra untuk mati bagi kita.
II. DIDAMAIKAN OLEH KEMATIAN KRISTUS
Kematian Kristus menyelesaikan masalah pelanggaran kita terhadap kebenaran Allah. Maka, oleh kematian-Nyalah kita didamaikan dengan Allah (Rm. 5:10a). Manusia telah didamaikan dengan Allah, sehingga manusia dan Allah sekarang dapat berada dalam keharmonisan. Haleluya untuk kematian penebusan-Nya! Hal ini telah menyelesaikan semua masalah obyektif kita. Kristus telah membayar harga untuk dosa-dosa kita untuk menebus kita kembali. Ketika kita percaya dalam-Nya, penebusan-Nya diterapkan pada kita dan kita diampuni dan dibersihkan dari dosa-dosa kita. Sekarang Allah menganggap kita sama benarnya dengan Dia. Haleluya! Satan masih mempunyai masalah dengan Allah, tetapi kita tidak lagi. Puji Tuhan! Allah berbahagia. Malaikat-malaikat-Nya berbahagia. Gereja-Nya berbahagia!
Pertanyaan