"ROH ITU SENDIRI DENGAN ROH KITA" KUNCI UNTUK MEMBUKA KEDELAPAN BAGIAN KESELAMATAN ORGANIK ALLAH (1)
GARIS BESAR
Catatan : Maksud Allah dalam keselamatan organik-Nya adalah menyatukan roh kaum beriman dengan Roh-Nya sebagai satu roh - satu roh perbauran - I Kor. 6:17.
I. Membuka bagian pertama tentang kelahiran kembali :
A. Roh kebenaran datang untuk menginsafkan orang-orang berdosa akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yoh. 16:8-11), membuat mereka bertobat dari keadaan mereka yang jatuh dan masuk ke dalam kematian dan penguburan Kristus (Mat. 3:2, 5-6).
B. Pada titik ini, Roh kebenaran menunaskan kaum beriman yang bertobat dengan hayat kebangkitan Kristus untuk melahirkan mereka kembali, melahirkan mereka lagi dalam roh - I Ptr. 1:3; Yoh. 3:3, 5.
C. Inilah yang dimaksud dengan "apa yang lahir dari Roh [Allah] adalah roh [manusia]" - roh dilahirkan dari Roh - Yoh. 3:6.
D. Dengan segera Roh Allah bersaksi bersama-sama dengan roh kaum beriman yang telah dilahirkan kembali bahwa mereka adalah anak-anak (rohani) Allah Rm. 8:16.
II. Membuka bagian kedua tentang pemberian makan :
A. Tuhan menghendaki agar kaum beriman yang telah dilahirkan kembali sebagai bayi-bayi yang baru lahir makan susu (rohani) firman, firman yang adalah roh dan hayat (Yoh. 6:63), agar mereka dapat bertumbuh dalam hayat-Nya hingga keselamatan sehari-hari mereka - I Ptr. 2:2.
B. Saat mereka bertumbuh dalam hayat ilahi, mereka juga harus makan makanan keras, bukan hanya susu, yaitu dengan melatih roh mereka untuk berhubungan dengan Roh firman Allah agar mereka dapat menerima suplai hayat - Ibr. 5:13-14; Mat. 4:4b.
III. Membuka bagian ketiga tentang pengudusan watak :
A. Watak kaum beriman yang telah dilahirkan kembali dan sedang bertumbuh perlu dikuduskan oleh Roh Kudus (Rm. 15:16) dengan unsur hayat kebangkitan Kristus yang telah mereka terima melalui pernberian makan sehingga watak alamiah mereka yang sesat dan bengkok, yang penuh dengan perangai aneh dapat dikuduskan dengan sifat Allah yang kudus dan ilahi (2 Ptr. 1:4) agar mereka dapat menjadi kudus bagi Allah (Ef 1:4).
B. Pengudusan watak oleh Roh Kudus ini dimulai dan roh kita melalui jiwa kita hingga mencapai tubuh kita agar seluruh diri kita dapat dikuduskan sepenuhnya - I Tes. 5:23.
IV. Membuka bagian keempat tentang pembaruan :
A. Seiring dengan pengudusan watak, Tuhan memperbarui kita oleh Roh-Nya - Tit. 3:5.
B. Roh yang memperbarui berbaur dengan roh kita yang telah dilahirkan kembali menjadi satu roh perbauran untuk menyebar ke dalam pikiran kita demi memperbarui seluruh diri kita sebagai anggota manusia. baru melalui menanggalkan manusia lama kita, yaitu dengan meninggalkan dan menyangkal diri kita yang usang (Mat. 16:24), dan melalui mengenakan manusta baru, yaitu dengan menerapkan apa yang telah Kristus rampungkan dalam menciptakan manusia baru (Ef 2:15), dengan memperhidupkan dan memperbesar Kristus melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus (Flp. 1: 19-2 1) - Ef 4:22-24.
C . Tuhan menggunakan penderitaan-penderitaan akibat lingkungan kita untuk menghabisi, menamatkan manusia lahiriah kita agar manusia batin kita dapat diperbarui dari sehari ke sehari - 2 Kor. 4:16.
D. Karena kita (seluruh kaum beriman) akan menjadi bagian yang menyempumakan Yerusalem Baru, kita harus diperbarui hingga sebaru Yerusalem Baru - Why. 21:2.
V. Membuka bagian kelima tentang pengubahan :
A. Pengubahan terjadi melalui pernbaruan pikiran kita (Rm. 12:2b). Ini bukanlah sejenis koreksi atau perbaikan di lahir (luaran), melainkan suatu metabolisme batin melalui penambahan unsur hayat ilahi Kristus ke dalam diri kita untuk diekspresikan secara lahiriah menurut gambar Kristus. Hal ini terjadi melalui Tuhan Roh (Kristus yang berwujud Roh) yang mengubah kita ke dalam gambar kemuliaan Kristus - 2 Kor. 3:18.
B. Kita harus hidup dan berjalan oleh Roh itu (Gal. 5:16, 25), dan berjalan menurut roh perbauran (Rm. 8:4b), agar hayat ilahi Kristus dapat mengatur kita untuk mengubah kita ke dalam gambar Tuhan dalam kemuliaan.
VI. Membuka bagian keenam tentang pembangunan
A. Satu Korintus 3:9 dan 12 menyatakan bahwa kita adalah bangunan Allah dan kita harus membangun dengan emas (melambangkan sifat emas Allah Bapa), perak (pekerjaan penebusan Allah Putra), dan batubatu permata (pekedaan pengubahan Allah Roh), bukan dengan kayu (melambangkan sifat manusia alamiah, rumput (manusia yang jatuh, manusia daging), dan jerami (pekerjaan dan kehidupan yang dihasilkan dari sumber tanah). Ini menandakan bahwa pembangunan Allah yang di dalamnya kita ada bagian, haruslah dikerjakan dengan benda-benda yang telah diubah seperti emas, perak, dan batu-batu permata, bukan dengan sifat kita, daging kita , dan hat-hat yang berasal dari sumber tanah.
B. Pembangunan Allah sebagai pembangunan gereja, Tubuh Kristus, yang terjadi karena pengubahan Roh itu, dengan jelas dinyatakan oleh tembok yaspis Yerusalem Baru beserta fondasi-fondasinya (Why. 21:18-20). Yaspis adalah batu permata yang telah diubah dan tembok Yerusalem Baru tampak seperti satu potong yaspis besar, menandakan bahwa pada saat batu-batu itu sedang diubah, batu-batu itu juga sedang dibangun bersama. Maka, pembangunan dan pengubahan dilakukan oleh Roh yang sama, yaitu Roh yang mengubah dan membangun.
C. Tulisan-tulisan Paulus menyingkapkan bahwa gereja, Tubuh Kristus, sebagai tempat kediaman Allah ada di dalam roh kita yang dihuni oleh Roh Allah - Ef 2:22; Rm. 8:11.
D. Kristus membuat (membangun) tempat tinggal-Nya di dalam hati kita melalui Roh Allah yang menguatkan kita hingga ke dalam manusia batin kita (roh kita yang telah dilahirkan kembali), tempat Kristus berada (2 Tim. 4:22), hingga mencapai kepenuhan (ekspresi) Allah - Ef 3:16-19.
E. Berdasarkan fakta bahwa Roh Allah tinggal di dalam sang pengasih Kristus (Yoh. 14:17), Allah Bapa dan Putra datang kepada sang pengasih Kristus dan tinggal bersama-sama dengannya (saling huni - TI.) (ay. 23).
Doa : Tuhan, kami tidak akan pernah melupakan rahmat dan kasih karunia yang begitu besar karena. Engkau adalah Roh, bahkan Roh pemberi hayat dan Roh yang diperkuat tujuh ganda. Tuhan, Engkau sudah menciptakan Roh manusia untuk kami, dan hat pertama yang Engkau lakukan dalam keselamatan organik-Mu adalah melahirkan roh kami kembali. Tuhan, akhirnya Engkau meletakkan diri-Mu sebagai roh yang sedemikian di dalam roh kami, dan berbaur dengan roh kami untuk menjadikan kami satu roh. Oh, barangsiapa mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu roh! Kita tidak pernab dapat melupakan semuanya ini. Kami menyembah-Mu karena hat ini. Buatlah kami terkesan dan ingatkanlah kami selalu bahwa diri kami satu roh dengan Engkau. Apakah kami hidup di dalam roh kami bersama RohMu? Apakah kami bergerak di dalam roh kami bersama RohMu? Tuhan, apakah kami bersekutu dengan Engkau di dalam roh kami bersama Roh-Mu? Tuhan, ingatkanlah kami senantiasa. Tuhan, berbicaralah kepada kami sehingga kami menerima visi lebih lanjut. Amin.
Dalam berita ini, kami tidak ingin hanya mengulangi butir-butir keselamatan organik Allah. Sebaliknya, kami ingin melihat bahwa kunci keselamatan organik Allah adalah Roh itu sendiri dengan roh kita. Kita tidak seharusnya lupa bahwa dalam Alkitab, yaitu dalam Roma 8:16 ada frase yang sangat menakjubkan. Bahkan setelah kita masuk ke dalam Yerusalem Baru, di sana kita masih akan melihat spanduk yang mengatakan - "Roh itu sendiri dengan roh kita". Roh itu sendiri dengan roh kita melakukan satu hat yaitu bersaksi bahwa kita adalab anak-anak Allah. Hanya disebut sebagai umat Allah tidaklah begitu penting, tetapi disebut sebagai anak-anak Allah begitu luar biasa.
Roh itu sendiri adalah saksi pertama, dan Roh itu adalah Roh hayat, Roh yang memberikan hayat, Roh yang adalah Roh Kristus. Roh itu juga adalah Kristus yang berwujud Roh (Pneumatik) dan Roh yang menghuni. Roh kita diciptakan oleh Allah tetapi menjadi mati karena manusia jatuh. Namun kernudian roh kita dilahirkan kembali oleh Allah. Bukan hanya demikian, setelah kelabiran kembali, Roh yang melahirkan kembali tetap tinggal di dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali dan membaurkan diri-Nya sendiri dengan roh kita untuk membuat keduanya menjadi satu. Satu Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan diri-Nya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia."
Kita bukan hanya manusia Allah tetapi kita juga satu dengan Allah, satu. roh dengan Allah. Roh manusia dan Roh ilahi tidak hanya bersatu dan berbaur tetapi juga satu roh. Roh itu adalah hayat dan yang memberikan hayat. Allah adalah Roh itu dan dalam keselamatan organik-Nya yang menakjubkan, Ia sudah menjadikan kita satu roh dengan Dia. Ini adalah perkataan yang sederhana dalam I Korintus 6:17, tetapi saya tidak pernah melihat kebenaran ini sebelumnya, saya melihat kebenaran ini setelah saya mempelajari Alkitab paling sedikit tiga puluh tahun. Suatu hari saya menyadari bahwa saya satu roh dengan Allah. Ini bukan perkara kecil. Sayang sekali, bahkan dalam pemulihan Tuhan banyak para penatua dan para sekerja tidak mengenal status mereka yang sebenarnya. Status kita yang sebenarnya adalah satu roh dengan Allah. Kita telah diselamatkan hingga taraf yang sedernikian tinggi. Apa adanya Allah, kita pun demikian.
Ketika kita menyadari status kita, maka kehidupan kita akan terpengaruh. Jika saya bergurau dengan orang lain maka di dalam batin, saya ditegur karena telah begitu kendor dan semba rangan, tanpa kendali. Saya diingatkan akan status saya, dan saya harus mengaku dosa kepada Tuhan. Berkenaan dengan status rohani saya, saya tidak berani kendor atau sembarangan. Saya tidak berani bergurau. Bahkan terhadap cucu saya, saya tidak berani berkata sembarangan karena saya bukan hanya kakek mereka. Saya adalah seorang kakek yang berstatus sama dengan Allah.
Menurut I Korintus 6:17, maksud Allah dalam keselamatan organik-Nya adalah membaurkan roh kaum beriman dengan Roh-Nya hingga menjadi satu roh - satu roh perbauran. Pada akhimya, ini bukan hanya roh perbauran tetapi roh yang bersatu dengan Allah, yaitu sarna seperti Allah dalam hayat dan sifat-Nya tetapi tidak dalam ke-Allahan-Nya. Inilah kunci untuk membuka kedelapan bagian dari keselamatan organik Allah. Jika kita tidak mempunyai kunci ini, pintu itu akan tertutup. Jika kita mempunyai kunci ini, pintu itu akan terbuka sehingga kita dapat melihat segala sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.
I. MEMBUKA BAGIAN PERTAMA TENTANG
KELAHIRAN KEMBALI
A. Roh Kebenaran Datang
untuk Menginsafkan Orang-orang Berdosa
Roh kebenaran datang untuk menginsafkan orang-orang berdosa akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yoh. 16:811). Dosa itu berhubungan dengan Adam. Adam adalah sumber dosa. Kebenaran berhubungan dengan Kristus. Kristus adalah kebenaran kita. Penghakiman pasti adalah penghakiman Satan. Di sini ada Adam, sumber dosa; Kristus, sumber kebenaran; dan Satan, yang harus menerima penghakiman. Dalam alam semesta, penghukuman Allah bukan ditujukan kepada orang lain tetapi kepada Satan. Hari ini, seluruh alam semesta penuh dengan pernberontakan yang disebabkan oleh satu kepala malaikat yaitu Satan, karena itu, penghakiman seharusnya adalah untuk dia. Dosa datang dari Adam, kebenaran diberikan oleh Kristus, dan penghakiman ditujukan kepada Satan. Roh kebenaran datang untuk menginsafkan kita mengenai hal ini, membuat kita bertobat dari keadaan kita yang jatuh sehingga kita masuk ke dalam kematian dan penguburan Kristus (Mat. 3:2, 5-6). Penginsafan ini membawa kita kepada kematian dan kebangkitan Kristus untuk menerima Dia dan dilahirkan kembali.
B. Roh Kebenaran Menunaskan
Kaum Beriman yang Bertobat
Pertama-tama, kita diyakinkan bahwa kita dilahirkan dari Adam dalam dosa, karena itu kita seharusnya menerima Kristus sebagai kebenaran kita. Jika tidak, kita akan menerima penghakiman bersama Satan. Penginsafan ini membawa kita masuk ke dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Pada titik ini, Roh kebenaran menunaskan kita, kaum beriman yang bertobat, dengan hayat kebangkitan Kristus untuk melahirkan kita kembali, memperanakkan kita lagi dalam roh kita (I Ptr. 1:3; Yoh. 3:3, 5). Kita harus memperhatikan kedua roh di sini. Roh itu menunaskan roh kita. Inilah kunci kita untuk memahami kelahiran kembali.
C. Roh Dilahirkan dari Roh
"Apa yang lahir dari Roh [Allah] adalah roh [manusia]" roh dilahirkan dari Roh (Yoh. 3:6).
D. Roh Itu Bersaksi Bersama-sama dengan Roh Kita
Dengan segera Roh Allah bersaksi bersama-sama dengan roh kaum beriman yang telah dilahirkan kembali bahwa mereka adalah anak-anak (rohani) Allah (Rm. 8:16). Anak-anak Allah itu ilahi dan rohani. Kita tidak seharusnya mengatakan bahwa mereka itu misterius karena sudah sangat jelas dan nyata bahwa mereka adalah anak-anak Allah.
II. MEMBUKA BAGIAN KEDUA
TENTANG PEMBERIAN MAKAN
A. Memberi Makan Susu Rohani Firman
Tuhan menghendaki agar kaum beriman yang telah dilahirkan kembali sebagai bayi-bayi yang baru lahir diberi makan susu (rohani) firman, firman yang adalah roh dan hayat (Yoh. 6:63), agar mereka dapat bertumbuh dalam hayat-Nya hingga keselamatan sehari-hari mereka (I Ptr. 2:2). Langkah pertama dari keselamatan organik Allah adalah kelahiran kembali. Setelah kelahiran kembali, bayi-bayi yang baru lahir perlu diberi makan susu Firman kudus. Pemberian makan ini dilakukan supaya hayat mereka dapat bertumbuh hingga keselamatan sehari-hari mereka. Setiap hari kita perlu diselamatkan karena sikap kita, nada bicara kita, dan roh kita yang tidak begitu benar. Bahkan cara kita memandang orang lain juga tidak benar. Kita perlu dibenahi, diselamatkan dari banyak hal. Kita perlu bertumbuh hingga keselamatan yang sedemikian. Kata hingga berarti "berakibat" atau "untuk". Kita perlu bertumbuh untuk keselamatan dan kita perlu pertumbuhan yang mengakibatkan keselamatan. Jika kita tidak mempunyai peitumbuhan, kita tidak dapat menikmati keselamatan yang kita perlukan.
B. Memberi Makan Makanan Keras dari Firman
Saat mereka bertumbuh dalam hayat ilahi, kaum beriman yang dilahirkan kembali juga harus diberi makan makanan keras, bukan hanya susu, yaitu dengan melatih roh mereka untuk berhubungan dengan Roh firman Allah agar mereka dapat menerima suplai hayat (Ibr. 5:13-14; Mat. 4:4b). Kita menerima suplai hayat adalah untuk kernatangan kita dalam hayat. Bahkan pada bagian pemberian makan, Roh itu dan roh kita keduanya terlibat.
III. MEMBUKA BAGUN KETIGA
TENTANG PENGUDUSAN WATAK
(Bagian ketiga dari berita ini disusun kembali untuk menggantikan apa yang telah dibicarakan dalam konferensi. Semua peserta konferensi perbauran internasional antara para sekerja dan penatua diminta dalam kasih untuk membaca bagian yang disusun kembali ini)
A. Dalam Roh Kudus
Pengudusan Allah terhadap kita beraspek tiga. Aspek pertama adalah pencarian pengudusan-Nya oleh Roh Kudus melalui Firman yang menerangi pada mulanya (I Ptr. 1:2; Luk. 15:8); aspek kedua adalah pengudusan secara kedudukan melalui darah penebusan Kristus secara yuridis (Ibr. 13:12; 10:29); aspek ketiga adalah pengudusan watak oleh Roh Kudus secara organik (Rm. 15:16; 6:19, 22). Kita telah membahas dua aspek pertama pada kesempatan yang lain. Apa yang akan dibahas dalam berita ini adalah aspek ketiga. Roma 15:16 mewahyukan kepada kita bahwa kaum beriman di dalam Kristus dikuduskan dalam Roh Kudus agar diperkenan Allah, khususnya kaum beriman bukan Yahudi, yang lebih umum. Semua kaum beriman yang telah dilahirkan kembali dan sedang bertumbuh, wataknya perlu dikuduskan dengan unsur hayat kebangkitan Kristus yang telah mereka terima melalui pernberian makan sehingga mereka dikuduskan dengan sifat Allah yang kudus (2 Ptr. 1:4) agar mereka dapat menjadi kudus bagi Allah (Ef 1:4). Pengudusan yang disebutkan dalam Roma 6:19 dan 22 mengacu kepada pengudusan yang semacam ini. Sifat kita yang jatuh menjadi watak yangjatuh, bengkok, bobrok, dan bejat, yang perlu secara khusus dibenahi dan dikuatkan dalam pengudusan Allah dengan sifat kudus-Nya.
B. Dari Roh Kita, melalui Jiwa Kita,
hingga Mencapai Tubuh Kita
Pengudusan watak dan pengudusan organik oleh Roh Kudus ini dimulai dari roh kita, melalui jiwa kita, hingga mencapai tubuh kita, agar seluruh diri kita dapat dikuduskan sepenuhnya. Satu Tesalonika 5:23 dengan jelas mengatakan bahwa pengudusan Roh Kudus terhadap diri kita dimulai dari roh kita (bukan dari j iwa kita atau tubuh kita), melalui j iwa kita, hingga mencapai tubuh kita, sehingga seluruh diri kita dapat sepenuhnya bagi Allah.
IV. MEMBUKA BAGIAN KEEMPAT
TENTANG PEMBARUAN
A. Pembaruan Roh Kudus
Seiring dengan pengudusan watak, Tuhan memperbarui kita oleh Roh-Nya (Tit. 3:5).
B. Diperbarui dalam Roh Pikiran Kita
Roh yang memperbarui berbaur dengan roh kita yang telah dilahirkan kembali menjadi satu roh perbauran untuk menyebar ke dalam pikiran kita (Ef 4:23) demi memperbarui seluruh diri kita sebagai anggota manusia baru melalui menanggalkan manusia lama kita (Ef 4:22), yaitu dengan meninggalkan dan menyangkal diri kita yang usang (Mat. 16:24), dan melalui mengenakan manusia baru (Ef 4:24), yaitu dengan menerapkan apa yang telah Kristus rampungkan dalam menciptakan manusia baru (Ef 2:15).
Efesus 4:23 mengatakan bahwa kita diperbarui dalam roh dan pikiran kita (dalam roh pikiran - TI.). Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru berarti diperbarui dalam roh pikiran. Ketika Roh Kudus yang tinggal di dalam roh kita dan berbaur dengan roh kita menyebar ke dalam pikiran kita, roh yang berbaur itu menjadi roh dalam pikiran kita. Oleh roh perbaruan inilah pikiran kita dapat diperbarui.
Kita telah dijadikan manusia baru oleh Kristus di atas salib. Efesus 2:15 mengatakan bahwa Kristus di atas salib menciptakan keduanya, orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi (kafir), menjadi satu manusia baru. Ia sudah menciptakan manusia baru, tetapi kita masih harus menerapkan manusia baru. Kita harus menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru melalui Roh yang memperbarui yang membaurkan diri-Nya sendiri dengan roh kita untuk menyebar ke dalam pikiran kita dan memperbarui pikiran kita. Inilah cara mengubah pikiran kita.
Dalam Matius 16:24 Tuhan Yesus mengatakan jika kita mau mengikut Dia, kita harus menyangkal diri dan memikul salib kita. Menyangkal diri adalah meninggalkan diri sendiri, menerapkan salib pada diri sendiri. Inilah menanggalkan manusia lama. Mengenakan manusia baru adalah memperhidupkan dan memperbesar Kristus melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus (Flp. 1: 19-2 1). Pembaruan mutlak dilakukan olch Roh itu beserta roh kita yang dilahirkan kembali yang menjadi satu roh. Satu roh ini adalah roh perbaruan dalam pikiran kita untuk mengubah pikiran kita.
C. Penghabisan Manusia Lahiriah Kita
Tuhan menggunakan penderitaan-penderitaan akibat lingkungan kita untuk menghabisi, menamatkan manusia lahiriah kita agar manusia batin kita dapat diperbarui dari sehari ke sehari. Dua Korintus 4:16 mengatakan, "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibarui dari sehari ke sehari." Manusia lahiriah harus dihabisi, ditamatkan, sehingga manusia batin kita, roh kelahiran kembali kita, yaitu persona yang memiliki jiwa yang telah diperbarui sebagai organnya, dapat diperbarui dari sehari ke sehari. Pembaruan ini terjadi karena pekerjaan Allah melalui setiap keadaan dalam lingkungan kita. Setiap hari kita terganggu dari segala arah. Gangguan ini dapat berasal dari pasangan kita, anak-anak kita, atau kawan sekerja kita. Gangguan ini menghabiskan manusia lahiriah kita, manusia alamiah kita, sehingga manusia batin kita dapat diperbarui melalui suplaian dari hayat kebangkitan.
D. Menjadi Sebaru Yerusalem Baru
Karena kita (seluruh kaum beriman) akan menjadi bagian yang menyempurnakan Yerusalern Baru, kita harus diperbarui hingga sebaru Yerusalem Baru (Why. 21:2). Yerusalem Baru, pertama-tama disebut sebagai kota kudus, karena itu kita harus menjadi kudus. Setelah itu baru disebut Yerusalem Baru, maka kita harus menjadi baru. Jika kita tidak diperbarui kita tidak layak berada dalam Yerusalan Baru. Kita harus sebaru Yerusalem Baru.
V. MEMBUKA BAGIAN KELIMA
TENTANG PENGUBAHAN
A. Pengubaban melalui Penbaruan Pikiran Kita
Pengubahan terjadi melalui pembaruan pikiran kita, Pengubahan adalah hasil dari pembaruan. Roma 12:2b mengatakan bahwa kita diubah melalui pembaruan pikiran. Ketika pikiran Anda diperbarui, Anda diubah. Pengubahan bukanlah sejenis koreksi atau perbaikan di lahir (bersifat luaran), melainkan suatu metabolistne batin melalui penambahan unsur hayat ijahi Kristus ke dalam diri kita untuk diekspresikan secara lahiriah menurut gambar Knstus. Kita mencerna dan mengasimilasi makanan itu adalah sejenis metabolisme untuk menerima unsur baru dan melepaskan unsur lama. Karena kita mempunyai unsur hayat Kristus yang ditambahkan ke dalam Roh kita, maka ada semacam metabolisme untuk menghasilkan sesuatu yang di ekspresikan secara luaran menurut gambar Kristus. Jika seseorang tidak makan selama beberapa hari, wajahnya akan pucat. Agar memiliki warna wajah sehat, ia perlu diberi makan secara tepat. Dengan demikian wajahnya akan menjadi sehat dan kemerah-merahan. Ini adalah untuk ekspresi. Hari ini pengubahan rohani pun demikian. Kita harus mempunyai unsur hayat Kristus yang ditambahkan ke dalam kita melalui makan Dia sebagai makanan rohani kita. Dengan demikian akan ada metabolisme untuk menanggalkan unsur lama melalui menambahkan unsur baru dan hayat Kristus. Lalu, semuanya itu akan diekspresikan secara luaran menjadi gambar Kristus. Pengubahan ini, metabolisme semacam ini terjadi melalui Tuhan Roh (Kristus yang berwujud Roh) untuk mengubah kita ke dalam gambar mulia Kristus (2 Kor. 3:18). Sekarang, Tuhan sudah menjadi Roh itu, dan Tuhan Roh itu adalah Roh yang mengubah.
B. Hidup dan Berjalan oleh Roh Itu
Kita harus hidup dan berjalan oleh Roh itu (Gal. 5:16, 25), dan berjalan menurut roh perbauran (Rm. 8:4b) agar hayat ilahi Kristus dapat mengatur kita untuk mengubah kita ke dalam gambar Tuhan dalam kemuliaan. Roh itu tidak hanya menyebabkan metabolisme ilahi di dalam kita tetapi juga mengatur kita. Ia mengatur jalan kita, dan hal ini juga menyebabkan pengubahan di dalam kita. Dari batin, ada metabolisme; dari lahir ada pengaturan.
VI. MEMBUKA BAGLALN KEENAM
TENTANG PEMIBANGUNAN
A. Membangun dengan Emas, Perak, dan Batu Permata
Satu Korintus 3:9 dan 12 menyatakan bahwa kita adalah bangunan Allah dan kita harus membangun dengan emas (melambangkan sifat emas Allah Bapa), perak (pekerjaan penebusan Allah Putra), dan batu-batu permata (pekerjaan pengu bahan Allah Roh), bukan dengan kayu (melambangkan sifat manusia alamiah), rumput (manusia yang jatuh, manusia daging), dan jerami (pekerjaan dan kehidupan yang dihasilkan dari sumber tanah). Ini menandakan bahwa pernbangunan Allah yang di dalamnya kita ada bagian, haruslah dikerjakan dengan benda-benda yang telah diubah seperti emas, perak, dan batu-batu permata, bukan dengan sifat kita, daging kita, dan hal-hal yang berasal dari sumber tanah.
B. Dilambangkan dengan Tembok Yaspis
Beserta Fondasi-fondasi Yerusalem Baru
Pembangunan Allah sebagai pembangunan gereja, Tubuh Kristus, yang terjadi karena pengubahan Roh itu, dengan jelas dinyatakan oleh tembok yaspis Yerusalem Baru beserta fondasi-fondasinya (Why. 21:18-20). Yaspis adalah batu permata yang telah diubah dan tembok Yerusalem Baru tampak seperti satu potong yaspis besar, menandakan bahwa pada saat batu-batu itu sedang diubah, batu-batu itu juga sedang dibangun bersama. Maka, pembangunan dan pengubahan dilakukan oleh Roh yang sama, yaitu Roh yang mengubah dan membangun. Roh yang membangun justru adalab Roh yang mengubah. Keduanya saling berkaitan. Di mana ada pengubahan, di sana juga ada pernbangunan. Hari ini di dalam gereja pun demikian - jika tidak ada pengubahan, maka tidak ada pernbangunan. Koordinasi bukan pernbangunan. Pembangunan terjadi melalui hayat yang mengubah. Ketika kita diubah, kita dibangun bersama dengan orang lain. Misalnya, ada sejumlah saudara yang bekerja bersama-sama, ketika perangai aneh masing-masing saudara itu muncul, maka akan sulit bagi mereka untuk berkoordinasi, jangankan mengatakan untuk tumbuh bersama sebagai suatti bangunan. Saudara-saudara ini hanya dapat dibangun bersama jika mereka diubah. Melalui pengubahan, mereka bertumbuh bersama. Pengubahan menghasilkan pertumbuhan hayat, dan pertumbuhan ini membangun mereka bersama. Inilah pembangunan gereja yang sejati hari ini. Pernbangunan gereja yang sejati bukan hanya koordinasi. Koordinasi kita, cepat atau ]ambat akan hancur jika kita tidak diubah. Mungkin seorang saudara tertentu merasa bahwa ia tidak dapat selaras dengan saudara lain karena perangai aneh saudara tersebut yang keterialuan. Apa yang seharusnya dilakukan oleh saudara ini? Ia harus pergi ke atas salib untuk menjadi teladan yang dapat dicontoh oleh saudara yang lain. Setelah sejangka waktu, mereka semua akan belajar bagaimana disalibkan agar dapat diubah. Dengan demikian, mereka tidak perlu kuatir mengenai koordinasi, karena mereka akan bertumbuh bersama. Anggota-anggota tubuh jasmani kita tidak hanya berkoordinasi, mereka bertumbuh bersama melalui sirkulasi darah.
C. Tempat Kediaman Allah dalam Roh Kita
Tulisan-tulisan Paulus menyingkapkan bahwa gereja, Tubuh Kristus, sebagai tempat kediaman Allah ada di dalam roh kita yang dihuni oleh Roh Allah (Ef 2:22; Rm. 8:11). Ini menunjukkan bahwa pernbangunan gereja itu mutlak melibatkan kedua roh, Roh ilahi dan roh insani. Roh ilahi adalah yang menghuni, dan roh kita adalah tempat kediamannya. Diri kita yang dibangun menjadi tempat kediaman Allah terbungkus de ngan kedua roh itu.
D. Kristus Membuat (Membangun) Tempat Tinggal-Nya
di dalam Hati Kita
Kristus membuat (membangun) tempat tinggal-Nya di dalam hati kita melalui Roh Allah yang menguatkan kita hingga ke dalam manusia batin kita (roh kita yang telah dilahirkan kembali), tempat Kristus berada (2 Tim. 4:22), hingga mencapai kepenuhan (ekspresi) Allah (Ef 3:16-19). Efesus 3 memberi tahu kita bahwa hari ini Kristus sedang membuat rumah-Nya di dalam hati kita. Pernbuatan rumah ini adalah pernbangunan. Pertama-tama, hal ini terjadi melalui diri kita yang diperkuat dengan kuasa melalui Roh itu ke dalam manusia batin kita, ke dalam roh kita. Lalu Kristus mempunyai kesempatan untuk membangun rumah-Nya dalam hati kita. sehingga kita dapat dipenuhi, hingga menghasilkan kepenuhan Allah Tritunggal bagi ekspresi Allah Tritunggal.
E. Allah Bapa dan Putra
Membuat Tempat Saling Huni dengan Pengasih Kristus
Berdasarkan fakta bahwa Roh Allah tinggal di dalam sang pengasih Kristus (Yoh. 14:17), Allah Bapa dan Putra datang kepada sang pengasih Kristus dan tinggal bersama-sama dengannya (saling huni - Tl.) (ay. 23). Yohanes 14:23 mengatakan, jika seseorang mengasihi Putra maka Bapa dan Putra akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengannya (saling huni dengannya - Tl.). Ini berarti membuat tempat saling huni bagi Allah Tritunggal dan kaum beriman. Roh yang menghuni disebutkan dalam ayat 17. Berdasarkan fakta ini, Bapa dan Putra datang untuk membuat tempat saling huni dengan kita. Inilah pernbangunan. Dalam Yohanes 14:2 Tuhan mengatakan, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal." Ayat 23 memberi tahu kita bagaimana tempat-tempat kediaman ini dibangun. Ini terjadi rnelalui Roh itu yang hidup di dalam kita sebagai fondasi; kemudian Bapa dan Putra datang kepada kita untuk membuat tempat saling huni dengan kita. Semua ayat-ayat ini sangat misterius.
Dalam keselamatan organik Allah, pertama-tama hayat kitalah yang dibereskan, yaitu melalui kelahiran kembali Allah meletakkan diri-Nya sendiri ke dalam roh kita untuk menjadi hayat kita. Sekarang, hayat kita ada tambahan. Dulu, kita hanya mempunyai hayat manusia. Tetapi melalui kelahiran kembali, kita mempunyai hayat lain yang ditambahkan ke dalam hayat lama kita, hayat ini adalah hayat Allah. Ini bukan suatu pertukaran, melainkan penambahan hayat lain. Dengan demikian, sifat kita dikuduskan dengan sifat Allah. Lalu, pikiran kita diubah dengan mendapatkan pikiran Allah di dalam pikiran kita melalui roh perbauran. Ini berarti seluruh diri kita diubah.