← Daftar isi Mengenal Zaman ini · bab 3/6

ALAM ILAHI DAN MISTERIUS DARI ROH YANG RAMPUNG DAN KRISTUS YANG PNEUMATIK

(BERWUJUD ROH)

Pembacaan Alkitab :

Yoh. 14:10-11; Flp. 1:19; Rm. 8:9; 2 Kor. 3:17-18;

Yoh. 14:16-20; 1 Kor. 15:45b;

Yoh. 20:22; 16:12-15; 15:4-5, 8; 17:21, 23

GARIS BESAR

I. Alam Ilahi dan Misterius

A. Putra ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Putra - Yoh. 14: 10-11.

B. Ini menandakan bahwa Bapa diwujtidkan dalam Putra dan Putra adalah perwujudan Bapa, membentuk suatu alam ilahi dan misterius.

II. Alam ilahi dan misterius dari Roh yang rampung dan Kristus yang pneumatik (berwujud Roh) - Flp. 1:19; Rm. 8:9; 2 Kor. 3:17-18.

A. Penghibur yang lain, Roh kebenaran (realitas), akan menjadi realitas Putra yang diwujudkan sebagai kehadiran Putra di dalam kaum beriman - Yoh. 14:1618.

B. Pada hari kebangkitan Putra, ketika Putra menjadi Roh pemberi hayat (I Kor. 15:45b), Dia datang kepada murid-murid pada malam hari itu untuk mengembus ke dalam mereka dan menyuruh mereka menerima Roh Kudus (Yoh. 20:22). Melalui semuanya ini kita dapat mengenal bahwa Putra ada di dalam Bapa, kaum beriman ada di dalam Putra, dan Putra ada di dalam kaum beriman - Yoh. 14:19-20.

III. Sebelum dan setelah hari kebangkitan Kristus itu :

A. Sebelum hari kebangkitan Kristus itu:

1. Kristus masih memiliki banyak hal yang harus diungkapkan kepada murid-murid-Nya.

2. Tetapi murid-murid-Nya tidak sanggup menerimanya (Yoh. 16:12) karena mereka belum menerima Roh kebangkitan Kristus dan belum masuk ke dalam alam ilahi dan misterius.

B. Setelah hari kebangkitan Kristus itu :

C. Apabila Roh kebenaran (realitas) itu datang, Dia akan membimbing murid-murid (saat itu mereka ada di dalam Roh kebangkitan Kristus) ke dalam semua realitas mengenai ekonomi Allah bagi Tubuh Kristus, yaitu Kristus yang pneumatik dan Roh yang rampung. Dia akan membicarakan apa yang telah Dia dengar dari Kristus dan akan memberitakannya kepada murid-murid dalam kedua puluh dua surat rasul dalam Perjanjian Baru dari Roma sampai Wahyu - Yoh. 16:13.

IV. Peralihan ilahi bagi ekonomi kekal Trinitas Ilahi :

A. Segala yang dimiliki Bapa adalah kepunyaan Putra, terwujud dalam Putra.

B. Segala kepunyaan Putra diterima oleh Roh itu, direalisasikan oleh Roh itu yang telah menjadi Roh pemberi hayat di dalam kebangkitan Kristus bagi realisasi Kristus yang pneumatik.

C. Roh itu menerima segala yang dimiliki Kristus dan memberitakannya kepada murid-murid (mereka pada saat itu berada dalam realitas kebangkitan Kristus dan dalam alam ilahi dan misterius dari Kristus yang pneumatik) untuk memproduksi gereja-gereja yang menghasilkan Tubuh Kristus, yang merampungkan Yerusalem Baru untuk mengekspresikan Kristus yang almuhit bagi pemuliaan-Nya dalam kekekalan - Yoh. 16:14-15.

V. Seluruh kaum beriman harus berada dalam alam ilahi dan misterius dari Roh yang rampung ini untuk dibaurkan dengan Allah Tritunggal bagi pemeliharaan keesaan :

A. Seluruh kaum beriman harus tinggal di dalam Putra agar Putra dapat tinggal di dalam mereka sehingga mereka dapat berbuah banyak bagi pemuliaan (ekspresi) Bapa - Yoh. 15:4-5, 8.

B. Seluruh kaum beriman harus menjadi satu, sama seperti Bapa ada di dalam Putra dan Putra ada di dalam Bapa sehingga mereka juga dapat berada di dalam Bapa dan Putra - Putra ada di dalam kaum beriman dan Bapa ada di dalam Putra sehingga, mereka dapat disempurnakan menjadi satu - Yoh. 17:21, 23.

VI. Ministri surgawi Kristus dilaksanakan dalam. alam misterius ini, dan keselamatan organik Allah itu secara praktis digenapi dalam alam ini.

VII. Kaum beriman harus mempertimbangkan baik-baik jalan masuk ke dalam alam ini, yaitu dengan menyadari bahwa tanpa Kristus menjadi Roh pemberi hayat, tanpa Kristus sebagai Kristus yang pneumatik, tanpa Kristus sebagai Tuhan Roh, dan tanpa Kristus sebagai Kristus yang berada di dalam kebangkitan dan bukan hanya di dalam daging, maka mutlak tidak ada jalan bagi kaum beriman untuk berbagian dalam, mengalami, dan menikmati bagian organik dari keselamatan Allah yang lengkap di dalam Kristus.

Doa : Tuhan, kami percaya bahwa di hari-hari ini Engkau sedang berbicara kepada kami, mewahyukan kedalaman isi hatiMu. Kami sungguh bahagia. Terima kasih, Tuhan. Sekarang kami datang kepada-Mu untuk mempelajari bahwa Engkau, Allah Tritunggal adalah suatu alam dan untak melihat bahwa Engkau ingin kami masuk ke dalam alam ini, yaitu masuk ke dalamMu. Tuhan, bukalah mata kami. Singkirkan semua ketidakmampuan kami dan buatlah agar kami dapat mengenal perkara-perkara misterius seperti Engkau mengenalnya. 0 Tuhan, naungilah kami, basuhlah kami, dan urapilah kami. Tuhan, anugerahilah kami, agar kami dapat merasakan kehadiran-Mu dan mengenal bahwa Engkau ada di sini, sedang berbicara dengan kami. Semoga kami semua mendengar suara-Mu. Tuhan, Engkau begitu penuh rahmat. Kami tidak berharga sedikit pun. Kami bukan apa-apa, kami tidak mempunyai apa-apa, dan kami tidak dapat melakukan apa-apa. Tetapi kami memiliki Engkau sebagai segala sesuatu kami. Amin.

Dalam berita ini, kita sampai pada puncaknya - alam ilahi dan misterius. Sesuatu yang rahasia tidak hanya Rohani tetapi juga misterius.

I. ALAM ILAHI DAN MISTERIUS

Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh itu swaada (ada dengan sendirinya), kekal ada, dan saling huni, ketiganya dari Trinitas Ilahi ini saling huni. MenuTut Yohanes 14:10 dan 11, Putra ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Putra. Ini menunjukkan bahwa Bapa terwujud di dalam Putra dan Putra adalah perwujudan Bapa, membentuk alam ilahi dan misterius, alam Allah Tritunggal. Karena itu, Allah Tritunggal sendiri adalah alam ilahi dan misterius.

Alam ilahi dan misterius yang ke dalamnya kita dapat masuk hari ini, sesungguhnya bukan hanya alam, ilahi dan misterius dari Allah Tritunggal, tetapi juga alam ilahi dan misterius dan Roh yang rampung dan Kristus yang pneumatik (berwujud Roh). Istilah Roh yang rampung dan Kristus yang pneumatik ini sangat spesial.

Siapakah Roh yang rampung itu? Roh yang rampung itu adalah Roh majemuk yang dilambangkan oleh minyak urapan campuran satu hin minyak zaitun dengan empat macam rempah-rempah serta khasiatnya (Kel. 30:23-25). Sebelum Roh itu rampung, Ia adalah Roh Allah, Roh Yehova, dan Roh Kudus. Ia berbagian dalam ciptaan Allah hanya sebagai Roh Allah (Kej. 1:2). Selain itu, ketika bangsa Israel, umat pilihan Allah, sedang menghadapi masalah, Allah datang untuk menolong mereka sebagai Roh Yehova (Hak. 3:10; 6:34; 11:29; 13:25). Roh Yehova adalah Allah yang datang mendekati umat-Nya untuk menolong mereka secara objektif tetapi bukan secara subjektif.

Perjanjian Lama terutama adalah catatan mengenai dua perkara : Penciptaan Allah dan sejarah Israel, umat pilihan Allah. Karena sejarah bangsa Israel sangat menyedihkan, mereka terusmenerus memerlukan pertolongan Allah. Tanpa kedatangan-Nya untuk menolong umat pilihan-Nya saat menghadapi masalah, mereka tidak akan bertahan hidup. Dalam penciptaan Allah, Roh itu adalah Roh Allah, dan saat menolong orang Israel, Roh itu adalah Roh Yehova.

Melalui inkarnasi, Allah menjadi scorang manusia. Allah menjadi seorang manusia merupakan perkara yang sama sekali baru, dan untuk perkara baru ini, sebutan khusus digunakan untuk Roh Allah - Roh Kudus (Mat. 1:18, 20; Luk. 1:3 5). Dalam bahasa Yunani, Roh Kudus sering disebut "Roh Kekudusan (Alkitab bahasa Indonesia tetap menggunakan istilah Roh Kudus)" (Luk. 2:26; 3:22; 10:2 1; Yoh. 14:26). Istilah Roh Kudus digunakan dalam hubungannya dengan inkarnasi karena inkarnasi adalah sesuatu yang sangat kudus. Allah datang untuk menjadi seorang manusia adalah perkara yang paling kudus, dan Lukas 1:35 bahkan menggunakan ungkapan yang kudus (Roh Kudus - LAI). Karena pengandungan manusia Allah berasal dari Roh Kudus, maka apa yang dilahirkan dari pengandungan itu adalah yang kudus. Roh yang melaksanakan perkara ini bukan hanya Roh Allah juga bukan hanya Roh Yehova, tetapi Roh Kudus. Karena itu, dalam Alkitab Roh itu disebut Roh Allah, Roh Yehova, dan Roh Kudus.

Dalam Yohanes 7, kita melihat bahwa Tuhan Yesus, manusia Allah, menghadiri hari raya Pondok Daun. Pada hari terakhir perayaan itu, yaitu puncak perayaan itu, Ia berdiri dan berseru, "Barangsiapa haus, baiklah Ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku ... dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (ay. 37-38). Pada ayat berikutnya, Yohanes, penulis Injil ini, memberikan penjelasan, "Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang (belum ada T1.), karena Yesus belum dimuliakan" (ay. 39). Kita perlu menaruh perhatian khusus pada istilah Roh itu belum ada. Roh Allah sudah ada di sana sejak semula, yaitu saat penciptaan; Roh Yehova datang berkali-kali untuk menolong orang Israel saat menghadapi kesulitan; dan Roh Kudus aktif pada saat inkarnasi. Bagaimana mungkin Yohanes dapat mengatakan bahwa Roh itu "belum ada"? Ya, Roh itu memang ada di sana sebagai Roh Allah dalam Kitab Kejadian, sebagai Roh Yehova dalam kitab Hakim-hakim, dan sebagai Roh Kudus dalam kitab Matius dan Lukas, tetapi Roh itu - Roh itu sebagai Roh yang majemuk dan rampung - "belum ada" dalam Yohanes 7:39 karena pada saat itu Yesus belum dimuliakan. Manusia Yesus dimuliakan pada saat kebangkitan (Luk. 24:26). Jadi Roh itu "belum ada" sampai kebangkitan Kristus. Dalam kebangkitan, Kristus sebagai Adam yang akhir, di dalam daging, menjadi Roh pemberi hayat, Roh yang memberikan hayat (I Kor. 15:45b).

Sekarang kita dapat melihat sesuatu mengenai sejarah perampungan Roh itu. Meskipun Roh itu adalah Roh Allah, Roh Yehova, dan Roh Kudus, namun Roh yang memberikan hayat "belum ada" dalam Yohanes 7 karena Tuhan Yesus belum menempuh kematian demi dosa manusia dan belum masuk ke dalam kebangkitan. Sebaliknya, pada saat Yohanes 7 itu, Ia masih di dalam daging dan tidak dapat masuk ke dalam orang-orang untuk menjadi hayat mereka. Tetapi dalam kebangkitan, Kristus menjadi Roh pemberi hayat sehingga sekarang Ia dapat masuk ke dalam kaum beriman untuk membagikan hayat kepada mereka.

Dalam kebangkitan, Roh Allah berbaur dengan insani Kristus, dengan kematian-Nya dan khasiatnya, dengan kebangkitan-Nya dan kuat kuasanya. Hasil perbauran ini adalah Roh yang majemuk dan rampung.

Alkitab mewahyukan fakta bahwa Roh itu telah menjadi Roh yang rampung. Karena banyak orang Kristen belum melihat wahyu dalam Alkitab mengenai Roh yang telah rampung, mereka perlu dididik ulang. Mungkin ada yang mengatakan, "Allah itu sama sejak kekekalan; Ia tidak pernah berubah sedikit pun." Tetapi, Alkitab dengan jelas mewahyukan bahwa Allah yang adalah Roh, menjadi daging (Yoh. 1:14). Apakah hal itu bukan suatu. perubahan? Selain itu, di dalam daging, Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat. Apakah itu juga bukan suatu perubahan? Mula-mula, Allah berubah melalui inkarnasi, Ia menjadi daging; lalu Ia berubah sekali lagi, yaitu saat kebangkitan, Ia menjadi Roh pemberi hayat, dan Roh ini adalah Roh yang telah rampung. Saya harap siapa saja yang ada di bawah pengaruh teologi yang usang dan tradisional bersedia untuk mempelajari apa yang diwahyukan dalam Alkitab, otoritas tertinggi kita, mengenai Roh yang telah rampung.

Alkitab juga telah mewahyukan bahwa Kristus menjadi Kristus yang pneumatik. Dalam kekekalan, Kristus adalah Allah sebagai Roh, tetapi kemudian Ia menjadi daging. Roma 1:3 dan 4 mengatakan bahwa Ia "menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud" tetapi Ia "menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa". Sebutan Roh Kekudusan ditujukan kepada keilahian Kristus, esens ilahi-Nya. Satu Petrus 3:18 membicarakan ketersaliban Kristus; mengatakan bahwa di satu pihak, Ia "dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi di pihak lain, dibangkitkan menurut Roh (dibunuh di dalam daging, tetapi dihidupkan di dalam Roh - Tl.)". Ketersaliban hanyalah membunuh Kristus di dalam daging-Nya, bukan dalam Roh-Nya yang adalah keilahian-Nya. Roh-Nya yang adalah keilahian-Nya, tidak mati di kayu salib ketika daging-Nya mati; sebaliknya, Roh-Nya yang adalah keilahian-Nya dijadikan hidup, dihidupkan dengan kekuatan baru dari hayat. Jadi, ketika insani-Nya mati dan bahkan setelah Ia dikubur, Roh-Nya yang adalah keilahian-Nya tetap aktif.

Dalam Yohanes 12:24 Tuhan Yesus menyebut diri-Nya sendiri sebagai sebutir biji gandurn, "Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Ketika Ia jatuh ke dalam tanah sebagai sebutir biji gandum, kematian segera dimulai. Tetapi pada saat "tubuh luar-Nya" sedang mati, hayat ilahi di dalam-Nya sedang bertumbuh. Dari sini kita melihat bahwa ketika Tuhan Yesus sedang mati, Ia juga sedang bertumbuh. Tanpa tindakan sernacarn ini, Ia tidak akan dapat dibangkitkan.

Daging Yesus disalibkan dan dikubur. Bagaimana mungkin daging itu dapat dibangkitkan? Dalam Yohanes 20 Petrus dan Yohanes datang ke dalam kubur tempat Tuhan dikubur. Petrus "masuk ke dalam kubur itu" dan melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain dan sudah tergulung" (ay. 6-7). Tentu saja hal ini membuktikan bahwa tubuh-Nya bukan dicuri. Lalu, bagaimana mungkin daging Tuhan yang sudah mati dan dikubur dapat dibangkitkan? Jawabannya adalah: menurut daging-Nya, Ia telah dikubur di sana, tetapi menurut keilahian-Nya, Ia tetap, sangat aktif Di antara waktu penguburan dan kebangkitan-Nya, RohNya yang adalah keilahian-Nya sedang bekerja untuk membangkitkan insani-Nya, meninggikan-Nya, dan membawanya ke dalam keilahian sehingga insani-Nya dapat dilahirkan dari Allah. Menurut Kisah Para Rasul 13:33, dalam kebangkitan itulah Allah memperanakkan Yesus untuk menjadi Anak Allah. Jadi, melalui insani-Nya yang dipertinggi untuk masuk ke dalam keilahian dan bahkan dibawa ke dalam keputraan ilahi, Ia diperanakkan menjadi Putra sulung Allah. Selanjutnya, Ia menjadi Roh pemberi hayat dan dengan dernikian menjadi Kristus yang pneumatik.

Kita sudah melihat bahwa Roh itu telah rampung dan Kris(us telah menjadi Roh pernberi hayat, Kristus yang pneumatik. Jadi, sekarang kita dapat membicarakan alam ilahi dan misterius dari Roh yang telah rampung dan dari Kristus yang pneumatik. Suatu alam yang luar biasa!

Kita telah menunjukkan bahwa ketiganya dari Trinitas Ilahi itu swaada, kekal ada, dan saling huni, dan dengan dernikian Bapa, Putra, dan Roh itu adalah suatu alam yang ilahi dan misterius. Pada Allah Tritunggal sendiri sebagai alam misterius tidak ada "kerumitan", tetapi dalam alam ilahi dan misterius dari Roh yang telah rampung dan Kristus yang pneumatik, ada sejurnlah "kerumitan", semuanya adalah berkat bagi kita.

Allah ingin kita ada di dalam Dia. Jika Ia hanya Allah Tritunggal tanpa insani, kematian, dan kebangkitan Kristus, dan jika kita dapat masuk ke dalam Dia, maka kita akan menernukan Bapa, Putra, dan Roh, tetapi tidak menernukan insani, kematian, dan kebangkitan. Tetapi, ketika kita masuk ke dalam alam ilahi dan misterius dari Roh yang telah rampung dan Kristus yang pneumatik ini, kita tidak hanya memiliki keilahian tetapi juga insard Kristus, kematian Kristus dengan khasiatnya, dan kebangkitan Kristus dengan kekuatan penawarnya. Segala sesuatu ada di dalam alam yang menakjubkan ini.

Meskipun saya dilahirkan di Cina dan telah menjadi seorang warga negara Amerika, saya dapat bersaksi bahwa saya tidak mempunyai perasaan bahwa saya adalah orang Cina ataupun orang Amerika. Alam-Ku bukanlah Cina atau Amerika alamku adalah Allah Tritunggal yang rurnit dan membingungkan. Saya ada di sini bersama Bapa, bersarna Putra yang telah disalibkan dan dibangkitkan, dan bersarna Roh yang telah rampung. Karena, saya berada di dalmn Allah Tritunggal yang dernikian, saya mempunyai apa pun yang saya perlukan. Jika saya pertu ketersaliban, saya menernukan bahwa dalam alam ini saya telah disalibkan. Jika saya perlu kebangkitan, di dalam alam inilah saya telah dibangkitkan. Puji Tuhan untuk alam yang ilahi dan misterius ini!

Pada persimpangan ini, marilah kita membahas apakah yang diwahyukan dalam Yohanes 14 mengenai alam yang ilahi dan misterius dari Roh yang telah rampung dan Kristus yang pneumatik. Ayat I mengatakan, "Janganlah gelisah hatimu." Dalam alam apakah kita gelisah? Kita gelisah di bumi, di dunia (16:33), dalam alam fisik.

Dalam ayat ini (14:1) Tuhan Yesus melanjutkan berkata, "Percayalah kepada (ke dalam - TI.) Allah dan percayalah juga kepada-Ku (ke dalam-Ku - TI.)." Kata depan ke dalam pada ayat ini sangat penting. Kita seharusnya percaya bukan hanya kepada Allah dan kepada Kristus, tetapi kita seharusnya percaya ke dalam Allah dan ke dalam Kristus. Hati kita gelisah karena kita ada di dalam dunia. Kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan masuk ke dalam Kristus melalui percaya ke dalam Dia. Di sini kita dapat melihat dua alam: alam fisik - dunia tempat semua kegelisahan - dan alam misterius dari Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh, tempat damai sejahtera.

Dalam 16:33 Tuhan Yesus berkata, "Semuanya itu Kukatakan kepada-Mu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Di sini kita sekali lagi melihat alam fisik ("dunia") dan alam misterius ("Aku").

Yohanes pasal empat belas, lima belas, dan enam belas adalah satu bagian. Pada permulaan bagian ini, yaitu dalam 14:1 Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Ia bermaksud mengatakan sesuatu untuk menolong kita agar percaya ke dalam Dia. Kita tidak seharusnya mengira bahwa percaya ke dalam Kristus adalah perkara yang sederhana. Jika Ia tidak mati di atas salib untuk menghapus dosa-dosa kita, menyalibkan daging kita, dan menamatkan manusia larna kita, dan jika Ia tidak bangkit untuk menjadi Roh pemberi hayat, maka Ia tidak akan mempunyai jalan untuk masuk ke dalam kita dan membawa kita ke dalam Dia.

Jika kita ada di sana, saat Tuhan Yesus mengatakan mengenai percaya ke dalam Allah dan ke dalam-Nya, kita mungkin berkata, "Tuhan, saya ingin masuk ke dalam-Mu. Tunjukkanlah kepada saya bagaimana caranya percaya ke dalam Engkau." Seperti yang diwahyukan dalam ayat berikutnya, agar kita dapat masuk ke dalam Dia maka Ia harus mati dan dibangkitkan untuk menjadi Roh pemberi hayat sehingga kita dapat menerima Dia melalui percaya ke dalam Dia dan berseru, "0 Tuhan Yesus".

Di antara 14:1 dan 16:33 kita mempunyai ajaran Tuhan mengenai cara percaya ke dalam Dia. Yohanes 14:2a mengatakan, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal." Dalam 14:1 Tuhan Yesus berbicara mengenai percaya ke dalam Allah dan ke dalam Dia, tetapi di sini Ia tiba-tiba membicarakan rumah Bapa-Nya. Rumah Bapa tentu saja bukan rumah surgawi yang besar, melainkan sesuatu yang misterius. Menurut penafsiran dalam 2:16, 2 1, "rumah Bapa-Ku" mengacu kepada bait, perbesaran Kristus dalam kebangkitan-Nya untuk menjadi gereja, Tubuh-Nya, sebagai tempat kediaman Allah (I Tim. 3:15; Ef 2:21-22). Pada mulanya, tubuh Kristus hanyalah tubuh individu, tetapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya, tubuh Kristus diperbesar menjadi Tubuh korporat-Nya, yaitu gereja, rumah Allah (I Tim. 3:15), bait Allah (Ef 2:21). Pemahkah Anda menyadari, ketika Anda percaya ke dalam Allah dan ke dalam Putra, Anda masuk ke dalam gereja?

Yohanes 14:2 memberi tahu kita bahwa dalam rumah Bapa ada "banyak tempat tinggal". Tempat tinggal ini adalah kaum beriman, anggota-anggota Tubuh Kristus. Setiap orang beriman adalah suatu tempat tinggal, seperti yang dinyatakan dalam ayat 23.

Pada bagian berikutnya dari ayat 2 Tuhan Yesus berkata, "Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Istilah Aku pergi berarti "Aku mati". Dengan mengatakan "Aku pergi" Ia sedang membicarakan kematian-Nya secara misterius.

Pada butir ini, saya hendak mengingatkan Anda bahwa Injil Yohanes adalah suatu kitab misterius dan seluruh catatan dalam Injil Yohanes adalah suatu catatan misterius. Membicarakan inkamasi dengan mengatakan "Firman menjadi daging" (1:14) adalah berbicara secara misterius. Demikian juga, membicarakan air hidup menjadi mata air di dalam kita yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (4:10, 14) juga berbicara secara. misterius. Karena Yohanes adalah kitab misterius, ketika kita membacanya kita perlu memahaminya secara misterius.

Dalam Yohanes 14:3 Tuhan Yesus melanjutkan, "Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada." Di sini Ia membicarakan kepergian-Nya maupun kedatangan-Nya. "Aku akan datang kembali (I am coming)" adalah menggunakan bentuk kala sedang (present continual), menunjukkan bahwa ketika Tuhan Yesus mengucapkan perkataan ini, Ia sedang datang. Ketika Ia sedang berbicara, Ia sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam kebangkitan. "Aku pergi" adalah mati dan "Aku akan datang kembali" adalah dibangkitkan. Sebelurn Ia mati, Ia tahu bahwa Ia a,kan datang kembali. Di sini, kepergian-Nya dan kedatangan-Nya, kematian dan kebangkitan-Nya, dikatakan-Nya secara misterius.

Dalam ayat ini Tuhan Yesus berkata, "Aku akan ... membawa kamu ke tempat-Ku (menerima kamu kepada diri-Ku sendiri - TI.)." Jika kita ada di sana, kita mungkin mengatakan, "Tuhan, bukankah Engkau akan menerima saya ke dalam rumah Bapa? Mengapa Engkau mengatakan bahwa Engkau akan menerima saya kepada diri-Mu sendiri?" Jawabannya adalah rumah Bapajustru adalah Kristus itu sendiri.

Ayat 3 diakhiri dengan perkataan di mana Aku berada, kamu pun berada. Ia ada di dalam Bapa. Jadi, agar kita berada di tempat Ia berada berarti kita juga akan ada di dalam Bapa, alam i1ahi dan misterius.

Tuhan Yesus melanjutkan berkata, "Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ" (ay. 4). Kemudian Tomas berkata, "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; bagaimana kami tahu jalan ke situ?" (ay. 5). Menurut ayat 6 Yesus berkata kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Di sini Tuhan tidak mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang datang ke rumah Bapa"; Ia mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa." Datang kepada Bapa adalah datang ke rumah Bapa, karena Bapa. adalah rumah. Frase kalau tidak melalui Aku mewahyukan bahwa kita dapat datang kepada Bapa sebagai rumah. hanya melalui Kristus sebagaijalan.

Dalam ayat berikutnya Tuhan Yesus mengatakan, "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan. kamu telah melihat Dia." Ketika Filipus mendengar hal ini, ia berkata, "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami" (ay. 8). Ayat 9 dan 10 melanjutkan, "Kata Yesus kepadanya : Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah. melihat Bapa; bagaimana engkau berkata : Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diarn di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya." Di sini kita melihat bahwa perkataan Putra. sesungguhnya adalah perkataan Bapa, cara. Bapa bekerja adalah melalui tinggal di dalam Dia. Ini benar-benar misterius.

Kami telah menekankan fakta bahwa Allah Tritunggal adalah suatu alam yang ilahi dan misterius. Seperti yang diwahyukan pada bagian pertama dari Yohanes 14, Putra ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Putra. Dalam ayat 16 sampai 18 kita mempunyai firman. bukan hanya mengenai Bapa dan Putra tetapi juga mengenai Roh : "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak dapat melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu." Penghibur pertama adalah Kristus di dalam daging dan penghibur yang lain adalah Roh kebenaran. "Dia" yang adalah Roh kebenaran dalam ayat 17 menjadi "Aku" yang adalah Tuhan sendiri dalam ayat 18. Ini berarti bahwa Kristus yang dulunya ada di dalam daging telah melalui kematian dan kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi hayat, Kristus yang pneumatik. Ini bukan hanya rohani - ini misterius. Kita tidak dapat mengatakan bahwa Roh kebenaran itu rohani dan Kristus yang dulunya ada di dalam daging itu tidak rohani, karena ketika Ia ada di dalam daging, Kristus sang Putra tentu saja rohani. Apa yang perlu kita lihat di sini adalah sesuatu yang bukan hanya rohani tetapi juga misterius.

Ayat 19 melanjutkan, "Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup." Ini ditujukan kepada kebangkitan Kristus. Ia hidup dalam kebangkitan, maka kita juga hidup, karena kita dilahirkan kembali dalam kebangkitan-Nya seperti yang diwahyukan dalam I Petrus 1:3.

Dalam Yohanes 14:20 Tuhan Yesus mengatakan "pada waktu itulah." "Pada waktu itulah" adalah waktu kebangkitanNya (20:19), yaitu saat Ia menjadi Kristus yang pneumatik, Kristus yang dipneumatikkan. Karena itu, pada waktu itulah sesungguhnya berarti "pada hari kebangkitan".

Mari kita sekarang membaca seluruh ayat 20, "Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Hal ini ditujukan kepada alam ilahi dan misterius, tempat Bapa, Putra, dan Roh berada, dan bukan hanya itu saja, tetapi juga tempat kaum beriman berada. Puji Tuhan, karena sebagai kaum beriman di dalam Kristus, kita sekarang berada dalam alam ilahi dan misterius dari Roh yang rampung dan Kristus yang pneumatik!

II. ALAM ILAHI DAN MISTERIUS

DARI ROH YANG RAMPUNG DAN

KRISTUS YANG PNEUMATIK

Kita semua perlu masuk bukan hanya ke dalam alam ilahi dan misterius dari Allah Tritunggal, tetapi juga dari Roh yang rampung dan Kristus yang pneumatik (Flp. 1:19; Rm. 8:9; 2 Kor. 3:17-18).

A. Penghibur yang Lain, Roh Kebenaran,

Menjadi Realitas Putra

Yohanes 14:16-18 membicarakan Penghibur yang lain, Roh kebenaran, menjadi realitas Putra yang diwujudkan sebagai kehadiran Putra di dalam kaum beriman. Roh itu adalah realitas, Putra, dan kehadiran Putra di dalam kita adalah Roh itu.

B. Putra Ada di dalam Bapa,

Kaum Beriman Ada di dalam Putra,

dan Putra Ada di dalam Kaum Beriman

Pada hari kebangkitan Putra, ketika Putra menjadi Roh pernberi hayat (I Kor. 15:45b), Dia datang kepada murid-murid pada malam hari itu untuk mengembus ke dalam mereka dan menyuruh mereka menerima Roh Kudus (Yoh. 20:22). Jika Ia bukan Roh itu, bagaimana Ia dapat menyuruh murid-murid yang telah Ia embusi untuk menerima Roh? Melalui semua ini kita dapat mengenal bahwa Putra ada di dalam Bapa, kaum beriman ada di dalam Putra, dan Putra ada di dalam kaum beriman (Yoh. 14:19-20).

III. SEBELUM DAN SETELAH

HARI KEBANGKITAN KRISTUS

A. Sebelum Hari Kebangkitan Kristus

Sebelum hari kebangkitan Kristus, Ia masih memiliki banyak hal yang harus diungkapkan kepada murid-murid-Nya. Tetapi murid-murid-Nya tidak sanggup menerimanya (Yoh. 16:12) karena mereka belum menerima Roh kebangkitan Kristus dan belum masuk ke dalam alam ilahi dan misterius.

B. Setelah Hari Kebangkitan Kristus

Tuhan Yesus mengatakan, apabila Roh kebenaran itu datang, Dia akan membimbing murid-murid (saat itu mereka ada di dalam Roh kebangkitan Kristus) ke dalam semua realitas mengenai ekonomi Allah bagi Tubuh Kristus, yaitu Kristus yang pneumatik dan Roh yang rampung. Roh kebenaran akan membicarakan apa yang telah Dia dengar dari Kristus dan akan memberitakannya kepada murid-murid dalam kedua puluh dua surat rasul dalam Perjanjian Baru dari Roma sampai Wahyu (Yoh. 16:13).

IV. PERALIHAN ILAHI

BAGI EKONOMI KEKAL TRINITAS ILAHI

A. Segala Kepunyann Bapa Menjadi Kepunyaan Putra

Segala yang dimiliki Bapa adalah kepunyaan Putra, terwujud dalam Putra.

B. Segala Kepunyaan Putra Direalisasikan oleh Roh Itu

Segala kepunyaan Putra diterima oleh Roh itu, direalisasikan oleh Roh itu yang telah menjadi Roh pemberi hayat di dalam kebangkitan Kristus bagi realisasi Kristus yang pneumatik.

C. Roh Itu Menerima Segala yang Dimiliki Kristus

dan Memberitakannya kepada Murid-murid

Roh itu menerima segala yang dimiliki Kristus dan memberitakannya kepada murid-murid (mereka pada saat itu berada dalam realitas kebangkitan Kristus dan dalam alam ilahi dan misterius dari Kristus yang pneumatik) untuk memproduksi gereja-gereja yang menghasilkan Tubuh Kristus, yang merampungkan Yerusalem Baru untuk mengekspresikan Kristus yang almuhit bagi pemuliaan-Nya dalam kekekalan (ay. 14-15). Pada mulanya, segala sesuatu adalah milik Bapa. Kemudian segala milik Bapa menjadi milik Kristus. Selanjutnya, segala milik Kristus diberitakan dan diterima oleh Roh itu, yang memberitakan semua perkara ini kepada kaum beriman. Ini adalah peralihan ilahi bagi ekonomi kekal Trinitas Ilahi.

V. KAUM BERIMAN

ADA DALAM ALAM ILAHI DAN MISTERIUS

DARI ROH YANG RAMPUNG

BAGI PEMELIHARAAN KEESAAN

Seluruh kaum beriman harus berada dalam alam ilahi dan misterius dari Roh yang rampung ini untuk dibaurkan dengan Allah Tritunggal bagi pemeliharaan keesaan.

A. Kaum Beriman Tinggal di dalam Putra

Seluruh kaum beriman harus tinggal di dalam Putra agar Putra dapat tinggal di dalam mereka sehingga mereka dapat berbuah banyak bagi pemuliaan (ekspresi) Bapa (15:4-5, 8). Dalam pasal empat belas, Tuhan Yesus menyediakan banyak tempat, tempat tinggal-tempat tinggal. Dalam pasal lima belas kita perlu tinggal di dalam Dia sebagai tempat tinggal kita sehingga Ia dapat tinggal di dalam kita sebagai tempat tinggalNya.

B. Seluruh Kaum Beriman Menjadi Satu

Seluruh kaum beriman harus menjadi satu, sama seperti Bapa ada di dalam Putra dan Putra ada di dalam Bapa sehingga mereka juga dapat berada di dalam Bapa dan Putra. Putra ada di dalam kaum beriman dan Bapa ada di dalam Putra sehingga mereka dapat disempumakan menjadi satu (17:21, 23). Keesaan kita harus sama seperti keesaan di antara ketiganya dari Allah Tritunggal. Sesungguhnya, keesaan kaum beriman adalah keesaan Allah Tritunggal. Di dalam Allah Tritunggal itulah kita dapat disempumakan menjadi satu. Karena itu, keesaan yang sejati adalah di dalam Allah Tritunggal.

Dalam Yohanes 14-16 Tuhan Yesus menyampaikan berita kepada murid-murid-Nya, kemudian dalam Yohanes 17 Ia berdoa kepada Bapa. Dalam doa penutup-Nya, Ia menunjukkan babwa keesaan kita seharusnya ada di dalam Allah Tritunggal, dengan Kristus yang pneumatik dan Roh yang rainpung. Keesaan ini adalah keesaan sejati, perbauran kaum beriman dengan Allah Tritunggal. Untuk memiliki keesaan demikian, kaum beriman harus ada dalam Allah Tritunggal sebagai alain yang ilahi dan misterius. Di sini, Bapa ada di dalam Putra, Putra di dalam kaum beriman, dan kaum beriman di dalam Putra yang ada di dalam Bapa. Ini berarti, kaum beriman adalah satu dengan Allah Tritunggal, dalam alam ilahi dan misterius dari Kristus yang pneumatik dan Roh yang rampung.

VI. MINISTRI SURGAWI KRISTUS

DILAKSANAKAN DALAM ALAM MISTERIUS INI

Ministri surgawi Kristus dilaksanakan dalam alam misterius ini, dan keselmnatan organik Allah itu secara praktis digenapi dalam almn ini. Jika kita tidak berada dalmn alam ini, kita tidak dapat berbagian dalam ministri surgawi Kristus atau menikmati keselmnatan organik Allah.

VII. KAUM BERIMAN

HARUS MEMPERTIMBANGKAN BAIK-BAIK

JALAN MASUK KE DALAM ALAM INI

Kaum beriman harus mempertimbangkan baik-baik jalan masuk ke dalam alam ini yaitu dengan menyadari bahwa tanpa Kristus menjadi Roh pemberi hayat, tanpa Kristus sebagai Kristus yang pneumatik, tanpa Kristus sebagai Tuhan Roh, dan tanpa Kristus sebagai Kristus yang berada di dalam kebangkitan dan bukan hanya di dalam daging, maka mutlak tidak ada jalan bagi kaum beriman untuk berbagian dalam, mengalami, dan menikmati bagian organik dari keselamatan sempuma Allah di dalam Kristus.