← Daftar isi Mengenal Zaman ini · bab 2/6

MASUK KE DALAM ALAM MISTERIUS DARI MINISTRI SURGAWI KRISTUS GARIS BESAR

I. Melalui alam fisik ministri Kristus di bumi :

A. Dalam alam fisik ministri-Nya di bumi, Kristus adalah Kristus di dalam tubuh daging :

1. Dari inkamasi-Nya untuk menjadi daging sampai kematian-Nya yang almuhit selama tiga puluh tiga setengah tahun.

2. Dalam daging-Nya (Kol. 1:22) Kristus telah melaksanakan ministri-Nya di bumi dengan merampungkan penebusan yuridis Allah, yang secara objektif menghasilkan :

a. Pengampunan dosa-dosa kaum beriman - Ef. 1:7.

b. Pembasuhan dosa-dosa kaum beriman - Ibr. 1:3.

c. Pembenaran kaum beriman - Rm. 3:24.

d. Pendamaian kaum beriman yang dulunya adalah musuh Allah kepada diri-Nya sendiri - Rm. 5:10a.

e. Pengudusan kaum beriman secara kedudukan kepada diri-Nya sendiri sebagai umat kudus-Nya - Ibr. 13:12; 10:29.

3. Sebagai prosedur keselamatan Allah yang lengkap bagi kaum beriman untuk mengambil bagian dalam keselamatan organik Allah yang adalah tujuan keselamatan Allah yang lengkap.

B. Orang yang telah mengalami penebusan yuridis Allah dapat dianggap telah beroleh selamat hanya melalui ditebus, tetapi ia masih perlu diselamatkan lebih lanjut oleh keselamatan organik Allah dalam merampungkan ekonomi Allah.

II. Masuk ke dalam alam misterius dari ministri surgawi Kristus :

A. Dalam alam misterius dari ministri surgawi-Nya, Kristus adalah Kristus sebagai Roh pernberi hayat :

1. Dari kebangkitan-Nya yang membuat Dia menjadi Roh pemberi hayat sampai kekekalan.

2. Sebagai Roh pemberi hayat (Rm. 8:9-10; 2 Kor. 3:17-18), Kristus sedang melaksanakan ministri surgawi-Nya dengan merampungkan keselamatan organik Allah secara subjektif dalam delapan langkah :

a. Kelahiran kembali - melahirkan kembali kaum beriman yang telah ditebus dengan hayat ilahi-Nya agar mereka dapat dilahirkan dari Dia untuk menjadi anak-anak-Nya menurut jenis-Nya -Yoh. 1: 12-13; 3:6b.

b. Pemberian makan - memberi makan bayi-bayi yang baru lahir melalui kelahiran kembali saat Ia menggembalakan kawanan domba-Nya melalui perawatan dan pengasuhan (Ef. 5:29) agar domba-domba-Nya dapat bertumbuh dan mencapai kematangan dalam hayat ilahi - Yoh. 10:10-11, 14-16; 21:15-17; Ibr. 13:20; 1 Ptr. 5:4; 2:25.

c. Pengudusan watak - menguduskan watak kaum beriman yang sedang bertumbuh dalam hayat ilahi dengan sifat kudus Allah - Rm. 15:16; 6:19, 22; 1 Tes. 5:23.

d. Pembaruan - mengubah pikiran mereka mengenai agama, logika, dan filsafat yang berkenaan dengan alam semesta, umat manusia, Allah, dan lain-lain melalui Roh kebenaran serta wahyu-wahyu Kitab Suci, bahkan hingga pikiran Kristus menggantikan pikiran mereka melalui pekerjaan salib yang menamatkan - Titus. 3:5; Rm. 12:2b; Ef. 4:23; Rm. 8:6; Flp. 2:5; 2 Kor. 4:16.

e. Pengubahan - bukan hanya sifat batin yang diubah tetapi lebih-lebih penampilan luar untuk ekspresi. Ini bukan suatu perbaikan atau sekadar perubahan di lahir (luaran), tetapi suatu metabolisme yang di dalam melalui memperoleh lebih banyak unsur hayat ilahi yang ditambahkan kepada kaum beriman untuk ekspresi yang di luar - Rm. 12:2b; 2 Kor. 3:18.

f. Pembangunan - pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi dan keterikatan mereka dengan kaum beriman yang lain dalam hayat ilahi (Ef. 4:15-16). Pembaruan menghasilkan pengubaban dan pengubahan menghasilkan pembangunan. Hal ini sepenuhnya dinyatakan oleh tembok Yerusalem Baru beserta fondasi-fondasinya. Tembok Yerusalem Baru terbuat dari yaspis, mengekspresikan penampilan Allah (Why. 4:3). Pada saat batu-batu yaspis diubah, mereka disatukan dan dibangun menjadi tembok.

g. Penyerupaan - diserupakan dengan gambar yang sempurna dari Putra sulung Allah yang adalah Manusia Allah pertama sebagai model awal untuk reproduksi massal. Dia adalah Allah yang berbaur dengan manusia dan manusia yang berbaur dengan Allah untuk menempuh kehidupan manusia Allah yang mengekspresikan semua atribut Allah sebagai kebajikan-kebajikan insani bagi ekspresi kemuliaan ilahi dalam keinsanian, yang perampungan akhirnya dan yang kematangannya dalam hayat ilahi adalah Yerusalem Baru - Rm. 8:29; 1:4; Ef 4:14; Why. 21.

h. Pemuliaan - dari dalam, dijenuhi dengan kemuliaan ilahi dalam kematangan hayat ilahi; dari luar, dimuliakan oleh dan dengan kemulian ilahi sebagai pencapaian akhir penebusan tubuh kaum beriman oleh Allah secara yuridis dan sebagai bagian puncak dari keputraan ilahi dalam keselamatan organik Allah - Rm. 8:30; lbr. 2:10; Flp. 3:2 1; Ef 4:3 0; Rm. 8:23.

B. Kita harus senantiasa diingatkan bahwa Kristus merampungkan keselamatan organik Allah bukan oleh diri-Nya sendiri sebagai Kristus di dalam daging melainkan oleh diri-Nya sebagai Roh itu.

C. Kita juga harus ingat bahwa,semua butir keselamatan organik Allah bukanlah dilaksanakan oleh ministri Kristus di bumi secara yuridis dan objektif melainkan oleh ministri surgawi-Nya secara organik dan subjektif.

Doa : Tuhan, kami menyembah-Mu karena Engkau telah menyusun kami menjadi orang-orang yang istimewa, umat istimewa kepunyaan-Mu. Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkau telah memilih kami dan bahkan telah memberi kami amanat untuk melaksanakan ekonomi kekal-Mu. Oh, pekerjaan yang luar biasa! Berdasarkan diri sendiri, kami sama sekali tidak layak, tetapi Engkau telah memberi kami amanat. Apa yang harus kami katakan? Kami hanya menengadah kepada-Mu. Tuhan bukalah isi hati-Mu kepada kami sekali lagi dan wahyukanlah apa yang tersembunyi dalam lubuk hati-Mu. Tuhan, kami ingin terbuka kepada-Mu. Kami tidak ingin ada sesuatu yang menudungi kami. Tuhan, kami mohon Engkau menyingkirkan semua selubung, semua logika, teologi, filsafat, dan ajaran-ajaran tradisional. Tuhan, singkirkanlah selubung itu dari diri kami selapis demi selapis. Tuhan, kami rindu untuk dilepaskan, dibebaskan, dari semua belenggu ini. Kami tidak ingin tertahan atau tidak dapat melaksanakan ekonomi-Mu. Terima kasih Tuhan, karena Engkau telah memperlakukan kami sebagai pengikut-Mu yang kekasih. Kami percaya bahwa Engkau ada di sini, duduk dengan kami, ingin memiliki percakapan yang intim, berhadapan wajah, mengenai pekerjaan-Mu menurut ekonoml kekal-Mu. Tuhan, berbicaralah kepada kami. Kami mohon agar kami boleh mendengar suara-Mu dan melihat visi-Mu. Amin, Tuhan.

Judul berita ini adalah "Masuk ke dalam Alam Misterius dari Ministri Surgawi Kristus." Kata "alam" di smi mempunyai makna yang sangat dalam. Selain alam, kita boleh menggunakan istilah kerajaan dan dengan demikian membicarakan kerajaan misterius dari ministri surgawi Kristus. Jika kita ingin masuk ke dalam alam ministri surgawi Kristus, suatu alam yang benar-benar misterius, kita perlu mengenal Kristus yang misterius.

Dalam persona-Nya, Kristus itu misterius. Mengenai inkarnasi Kristus, ada dua macam catatan dalam Per anjian Baru catatan fisik dan catatan misterius. Dalam Injil Sinoptis, Injil Matius, Markus, dan Lukas, catatan mengenai inkamasi Tuhan benar-benar bersifat fisik. Kita diberi tahu bahwa Ia dilahirkan dari seorang anak dara, dibaringkan. di palungan, para gembala datang untuk menyembah Dia, Ia dibawa dari Israel ke Mesir, dan Ia dibesarkan di Nazaret. Semua ini adalah catatan fisik. Catatan dalam Injil Yohanes mutlak berbeda. Contohnya adalah pasal satu, pasal ini bukan catatan. fisik melainkan catatan. misterius. Ayat 1 dan 14 mengatakan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ... Firman itu telah menjadi manusia (daging - TI.) dan diam (berkemah - T1.) di antara kita, ... penuh kasih karunia dan kebenaran." Membicarakan inkarnasi dengan cara yang demikian ini sungguh ajaib dan misterius. "Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia" (ay. 16). Hal ini juga misterius. Catatan Yohanes mengenai inkarnasi Kristus benar-benar misterius.

Sesungguhnya, seluruh Injil Yohanes bersifat misterius. "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Firman], ... Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia" (1:3, 4). Ini misterius. Dia adalah "Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia", dan ke atas-Nya Roh turun "dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya" (ay. 29, 32). Ini juga misterius. Barangsiapa percaya kepada-Nya menjadi batu (ay. 42). Membicarakan diri-Nya sendiri sebagai tangga surgawi, Kristus berkata, "Sesungguhnya Engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia" (ay. 51). Tentu saja semua perkara ini misterius. Kristus sebagai rumah Allah (2:16-21) adalah misterius, dan kelahiran kembali juga misterius. "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh" (3:6b). Akibat kelahiran kembali adalah menghasilkan mempelai perempuan yang adalah perbesaran mempelai laki-laki (ay. 29-30). Sekali lagi, ini adalah perkara. yang misterius. "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan" (ay. 14). Perkara Kristus tergantung di atas salib sebagai ular tembaga benar-benar misterius. Dalam 4:10 dan 14 Kristus memberi tahu kita, jika kita minum air hidup yang hanya Dia sendiri yang dapat memberikannya kepada kita, maka di dalam kita air ini akan menjadi "mata air yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Kemudian Ia melanjutkan mengatakan, "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (ay. 24). Semua ini misterius.

Semua orang kudus dalam pemulihan Tuhan, khususnya para sekerja dan para penatua, perlu memiliki pandangan yang jelas mengenai alam fisik dan alam misterius. Para sekerja dan para penatua yang memimpin dalam pemulihan Tuhan, harus menyadari bahwa pemulihan Tuhan terletak di atas pundak mereka. Pemulihan akan menjadi seperti apa tergantung pada mereka menjadi seperti apa. Saya benar-benar berbeban berat untuk hal ini. Karena ini adalah beban saya, saya tidak dapat memberi Anda ajaran-ajaran yang biasa. Sebaliknya, saya harus menyampaikan sesuatu yang khusus. Anda perlu mengenal zaman ini dan menyadari bahwa zaman ini adalah zaman ketidak-pedulian, zaman orang-orang Kristen dibutakan dan dihalangi oleh teologi tradisional. Karena itu, saya berbeban untuk memberi tahu Anda bahwa Anda perlu masuk ke dalam suatu alam, ruang lingkup, kerajaan, yang jauh lebih tinggi daripada alam tempat Anda berada sekarang. Alam yang lebih tinggi ini adalah alam misterius dari ministri surgawi Kristus.

I. MELALUI ALAM FISIK

MINISTRI KRISTUS DI BUMI

Mula-mula, kita harus melalui alam fisik ministri Kristus di bumi. Yang bersifat fisik pasti adalah milik bumi. Kita jangan berlambat-lambat dalam alam ini, kita harus melewatinya secepatnya seperti orang-orang yang naik kereta cepat.

A. Dalam Alam Fisik Ministri-Nya di Bumi,

Kristus Adalah Kristus di dalam Tubuh Daging

Pernahkah Anda mendengar, ketika Kristus di bumi, Ia adalah Kristus di dalam tubuh daging? Dalam Alkitab, daging adalah istilah yang sangat negatif Menurut Kejadian 6:3, ketika manusia jatuh sampai ke tingkat yang demikian sehingga menjadi daging, Allah memutuskan untuk melenyapkan manusia dari muka bumi. Namun Yohanes 1:14 bukannya mengatakan bahwa Firman itu menjadi manusia atau Firman itu menjadi seseorang melainkan Firman itu menjadi daging (terjemahan menurut bahasa aslinya). Karena daging adalah sesuatu yang dihukum oleh Allah, maka banyak orang Kristen tidak mempunyai keberanian untuk mengajarkan bahwa Kristus adalah daging. Ada orang mungkin mengatakan bahwa Allah menjadi manusia, tetapi Alkitab mengatakan bahwa Allah menjadi daging. Dalam Roma 8:3 Paulus memberi tahu kita bahwa Putra Allah datang "serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa (serupa dengan daging dosa - TI.)". Kristus serupa dengan daging dosa tetapi tidak mempunyai sifat dosa, sama seperti ular tembaga yang mempunyai bentuk ular tetapi tidak mempunyai hakiki racun ular (Yoh. 3:14; Bil. 21:4-9). Perjanjiwi Baru dengan jelas mewahyukan bahwa Kristus adalah daging, namun tanpa dosa; Ia tidak pernah berbuat dosa (Ibr. 2:14; 4:15). Kita bahkan diberi tahu bahwa Allah telah membuat Kristus menjadi dosa karena kita, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita" (2 Kor. 5:21). Inilah wahyu Firman Allah yang asti, jelas, dan murni.

1. Dari Inkarnasi-Nya untuk Menjadi Daging

sampai Kematian-Nya yang Almuhit

Kristus di dalam daging selama tiga puluh tiga setengah tahun, yaitu dari inkarnasi-Nya menjadi daging sampai kematian-Nya yang almuhit.

2. Dalam Daging-Nya

Kristus Telah Melaksanakan Ministri-Nya di Bumi

dengan Merampungkan Penebusan Yuridis Allah

Dalam daging-Nya (Kol. 1:22) Kristus telah melaksanakan ministri-Nya di bumi dengan merampungkan penebusan yuridis Allah. Penebusan ini secara objektif menghasilkan pengampunan dosa-dosa kaum beriman (Ef. 1:7), pernbasuhan dosa-dosa kaum beriman (Ibr. 1:3), pembenaran kaum beriman (Rm. 3:24), pendamaian kaum beriman yang dulunya adalah musuh Allah kepada diri-Nya sendiri (Rm. 5:10a), dan pengudusan kaum beriman secara kedudukan kepada diri-Nya sendiri sebagai umat kudus-Nya (Ibr. 13:12; 10:29). Semua perkara ini sangat baik, tetapi bersifat fisik, milik bumi, yuridis, dan objektif.

3. Sebagai Prosedur Keselamatan Allah yang Lengkap

Apa yang dilaksanakan Kristus dalam ministri-Nya di bumi adalah prosedur dari keselamatan Allah yang lengkap bagi kaum beriman agar mereka mengambil bagian dalam keselamatan organik Allah sebagai tujuan keselamatan Allah yang lengkap. Prosedur ini dapat diumpamakan sebagai tangga berjalan yang membawa kita dari satu tingkat ke tingkat lain. Meskipun tangga berjalan itu berguna, tetapi seseorang tidak seharusnya tinggal terlalu lama pada tangga berjalan itu. Namun, kebanyakan orang Kristen hari ini berlambat-lambat di "tangga berjalan" dari prosedur keselamatan Allah yang lengkap. Bahkan ada yang belum sampai pada tangga berjalan, tetapi masih di "lantai dasar"; mereka bahkan belum mulai mengalami prosedur tersebut.

Sangatlah penting bagi kita untuk membedakan prosedur keselamatan Allah yang lengkap dengan tujuan keselamatanNya. Prosedurnya adalah yuridis dan tujuannya adalah organik. Selain itu, prosedurnya ada dalam alam fisik dan tujuannya ida dalam alam misterius.

B. Orang yang Telah Mengalami Penebusan Yuridis Allah

Dapat Dianggap Telah Beroleh Selamat

Orang yang telah mengalami penebusan yuridis Allah dapat dianggap telah beroleh selamat hanya melalui ditebus, tetapi ia masih perlu diselamatkan lebih lanjut oleh keselamatan organik Allah dalam merampungkan ekonomi Allah.

II. MASUK KE DALAM ALAM MISTERIUS

MINISTRI SURGAWI KRISTUS

Kita perlu melewati alam fisik ministri Kristus di bumi dan masuk ke dalam alam yang lebih tinggi - alam misterius ministri surgawi Kristus.

A. Dalam Alam Misterius Ministri Surgawi-Nya,

Kristus Adalah Kristus Sebagai Roh Pemberi Hayat

Menjadi Roh pemberi hayat adalah syarat utama bagi Kristus untuk melaksanakan ministri surgawi-Nya. Ketika Ia ada di dalam daging, Ia tidak dapat masuk ke dalam kita sebagai hayat. Sebagai seorang Kristen muda saat itu, saya sangat terganggu ketika mendengar bahwa menurut Alkitab, Kristus ada di dalam kita. Saya heran, bagaimana mungkin, Kristus dapat berada di dalam saya. Pada saat itu, saya tidak menyadari bahwa di dalam dan melalui kebangkitan, Kristus yang di dalam daging menjadi Roh pemberi hayat. Kemudian saya mulai nampak, Perjanjian Baru mewahyukan fakta bahwa Dia yang mati di atas salib sebagai Juruselamat kita telah dibangkitkan, dan dalam kebangkitan Ia menjadi Roh pemberi hayat. Sekarang, Ia bersyarat untuk metaksanakan ministri surgawi-Nya dalam alam misterius.

1. Dari Kebangkilan-Nya sampai Kekekalan

Dalam alam misterius dari ministri surgawi-Nya, Kristus adalah Roh pemberi hayat, hal ini dimulai dari kebangkitan-Nya yang membuat Ia men adi Roh pemberi hayat sampai kekekalan.

2. Merampungkan Keselamatan Organik Allah

secara Subjektif dalam Delapan Langkah

Sebagai Roh pemberi hayat (Rm. 8:9-10; 2 Kor. 3:17-18), Kristus melaksanakan ministri surgawi-Nya dengan merampungkan keselamatan organik Allah dalam delapan langkah. Di sini kita dapat melihat perbedaan yang mencolok : bumi lawan surga, fisik lawan misterius, yuridis lawan organik, dan objektif lawan sub ektif. Kedelapan aspek keselamatan organik Allah ini semuanya bersifat subjektif.

a. Kelahiran Kembali

Kelahiran kembali adalah melahirkan kembali kaum beriman yang telah ditebus dengan hayat ilahi-Nya agar mereka dapat dilahirkan dari Dia untuk menjadi anak-anak-Nya menurut jenis-Nya (Yoh. 1:12-13; 3:6b). Sebagai Anak-anak Allah, kita adalah menurut jenis-Nya, spesies-Nya. Karena itu, kita adalah allah-allah, memiliki hayat dan sifat Allah tetapi tidak memiliki ke-Allahan-Nya.

b. Pemberian Makan

Pemberian makan adalah memberi makan bayi-bayi yang baru lahir melalui kelahiran kembali saat Ia menggembalakan kawanan domba-Nya melalui perawatan dan pengasuhan (Ef. 5:29) agar domba-domba-Nya dapat bertumbuh dan mencapai kematangan dalam hayat ilahi (Yoh. 10:10-11, 14-16; 21:157 17; Ibr. 13:20; 1 Ptr. 5:4; 2:25). Pemberian makan pasti bersifat organik.

c. Pengudusan Watak

Pengudusan watak adalah menguduskan watak kaum beriman yang sedang bertumbuh dalam hayat ilahi dengan sifat kudus Allah (Rm. 15:16; 6:19, 22; 1 Tes. 5:23). Watak alamiah kita itu bobrok, bejat, dan rusak, namun dapat dikuduskan dan diperbaiki, bukan dengan ajaran melainkan dengan sifat kudus Allah.

d. Pembaruan

Pernbaruan adalah mengubah pikiran mereka mengenai agama, logika, dan filsafat yang berkenaan dengan alam semesta, tunat manusia, Allah, dan lain-lain, melalui Roh kebenaran serta wahyu-wahyu Kitab Suci, bahkan hingga pikiran Kristus menggantikan pikiran mereka metalui pekerjaan salib yang menamatkan (Titus. 3:5; Rm. 12:2b; Ef 4:23; Rm. 8:6; Flp. 2:5; 2 Kor. 4:16).

Para misionaris yang datang ke Cina banyak membicarakan kasih, memberi tahu kita bahwa kita harus mengasihi orang lain. Setelah beroleh selamat, secara bertahap saya mulai diterangi untuk melihat bahwa semua kebajikan orang Kristen, termasuk kasih, berbecia dengan kebajikan alamiah manusia. Setiap kebajikan orang Kristen harus memenuhi syarat empat ganda : harus melalui salib, harus oleh Roh, harus melayankan (ministering) Kristus, harus menghasilkan gereja. Kasih yang diajarkan dalam Pedanjian Baru adalah kasih yang melalui salib, menyingkirkan diri (ego), oteh Roh, dan melayankan Kristus derni menghasilkan gereja. Setelah jelas mengenai hat ini, saya menyadari bahwa ajaran para misionaris itu salah karena mereka mengajarkan kasih secara keliru, tetapi menyatakan bahwa ajaran mereka itu sesuai dengan Alkitab. Kasih yang diwahyukan dalam Alkitab bukan kasih alainiah manusia (mengasihi manusia tanpa keegoisan) seperti yang diajarkan oleh Konghucu.

Demikian juga dengan prinsip ketaatan. Ketaatan saudari kepada suaminya haruslah ketaatan yang melalui salib, oleh Roh, ketaatan yang melayankan atau membagikan (dispenses) Kristus, dan demi menghasilkan serta membangun gereja. Ketaatan semacam ini sarna sekali berbecia dengan ketaatan yang diajarkan oleh Konghucu. Ketaatan jenis Konghucu adalah melatui hayat alamiah, tidak ada hubungannya dengan salib, Roh, dan penyaluran Kristus serta tidak mempunyai tujuan untuk menghasilkan gereja.

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa semua kebajikan yang diajarkan oleh Alkitab adalah melalui salib, oleh Roh, dan melayankan Kristus demi menghasilkan gereja-gereja bagi pembangunan Tubuh. Untuk hat ini, pikiran kita perlu diperbarui.

e. Pengubahan (Transformation)

Pengubahan adalah hasil dari pembaruan (Rm. 12:2). Bukan hanya sifat batin yang diubah tetapi lebih-lebih penampilan luar untuk ekspresi. Ini bukan suatu perbaikan atau sekadar perubahan di lahir (luaran), tetapi suatu metabolisme yang di dalam melalui memperoleh lebih banyak unsur hayat ilahi yang ditambahkan kepada kaum beriman untuk ekspresi yang di luar (Rm. 12:2b; 2 Kor. 3:18). Ingatlah bahwa pengubahan bukan hanya perubahan di lahir, melainkan suatu perubahan metabolisme melalui penambahan hayat ilahi, yang mengubah kita ke dalam gambaran Kristus.

f. Pembangunan

Pembangunan adalah perkara pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi dan keterikatan mereka dengan kaum beriman yang lain dalam hayat ilahi (Ef 4:15-16). Pernbaruan menghasilkan pengubahan, pengubahan menghasilkan pembangunan. Hal ini sepenuhnya dinyatakan oleh tembok Yerusalem Baru beserta fondasi-fondasinya. Tembok Yerusalem Baru terbuat dari yaspis, mengekspresikan penampilan Allah (Why. 4:3). Pada saat batu-batu yaspis diubah, mereka disatukan dan dibangun menjadi tembok.

Kita tidak seharusnya mengira bahwa dibangun berarti hanya mempunyai hubungan dekat dengan kaum beriman lain secara alamiah. Ini bukan cara pembangunan. Cara yang tepat untuk dibangun adalah bertumbuh bersama dalam hayat ilahi. Ketika kita sedang bertumbuh, pertumbuhan ini menggabungkan kita semua menjadi satu.

g. Penyerupaan

Penyerupaan adalah diserupakan dengan gambar yang penuh dari Putra sulung Allah, yang adalah Manusia Allah pertama, sebagai model awal untuk reproduksi massal. Dia adalah Allah yang berbaur dengan manusia dan manusia yang berbaur dengan Allah untuk menempuh kehidupan manusia Allah yang mengekspresikan semua atribut Allah sebagai kebajikan-kebajikan insani bagi ekspresi kemuliaan ilahi dalam keinsanian, yang perampungan akhimya, yaitu kematangan dalam hayat ilahi adalah Yerusalem Baru (Rm. 8:29; 1:4; Ef 4:14; Why. 2 1).

h. Pemuliaan

Pemuliaan adalah dijenuhi dengan kemuliaan ilahi dalam kematangan hayat ilahi dari dalam; dan dari luar, dimuliakan oleh dan dengan kemulian ilahi sebagai pencapaian akhir penebusan tubuh kaum beriman oleh Allah secara yuridis dan sebagai bagian puncak dari keputraan ilahi dalam keselamatan organik Allah (Rm. 8:3 0; Ibr. 2: 10; Flp. 3:2 1; Ef 4:3 0; Rm. 8:23).

Efesus 4:30 mengatakan bahwa kita telah dimeteraikan dengan Roh Kudus "menjelang hari penyelamatan". Penyelamatan (penebusan - TI.) di sini ditujukan kepada penebusan tubuh kita. Di dalam kita, Roh Kudus terus-menerus memeterai kita dengan unsur Allah hingga tubuh kita tertebus, yaitu diubah (transfigured) dan dimuliakan. Hal ini berarti pemuliaan adalah perkara penjenuhan. Kita dapat mengumpamakan Roh Kudus seperti tinta yang meresapi dan menjenuhi halaman-halaman buku. Kita semua telah "ditulisi" dengan Roh Kudus, dan dari tahun ketahun serta dari hari ke hari "penulisan" yang dilakukan-Nya, penyaluran hayat ilahi yang dilakukan-Nya, secara bertahap menjenuhi kita sampai kita dimuliakan. Kita telah "ditulisi" dengan Roh Kudus yang adalah kemuliaan Allah. Jadi kita telah "ditulisi" dengan kemuliaan Allah, dan "tulisan" kemuliaan Allah ini menyebabkan kemuliaan-Nya meresapi kita hingga menjenuhi seluruh diri kita. Rka kita melihat hat ini, kita akan menyadari bahwa pemuliaan fidak hanya objektif tetapi sangat subjektif.

Setelah kita telah dijenuhi sepenuhnya, maka saat itu akan menjadi saat penebusan tubuh kita. Roh kita telah dilahirkan kembali dan sekarang jiwa kita sedang diubah, tetapi tubuh kita masih tetap ciptaan lama. Karena itulah tubuh lama kita perlu ditebus. Tahap terakhir penebusan, penebusan tubuh kita, akan menjadi bagian puncak keputraan kita.

Jika kita tidak mengendalikan tubuh kita dengan tepat sesuai dengan atribut ilahi yang diekspresikan melalui kebajikan-kebajikan insani, tubuh kita akan menjadi barang jelek. Sebagai seorang yang lebih tua, tubuh saya sangat lemah dan kelemahan tubuh ini mengganggu saya. Saya masih dapat bergerak dan bekerja, tetapi karena kelemahan fisik saya, setiap hari saya menderita. Dalam batin, saya mengatakan, "Tuhan Yesus, suatu hari saya akan dimuliakan. Kemudian, saya akan dibebaskan dari tubuh lama yang tidak ada bagian sedikit pun dalam keputraan ilahi ini."

Keputraan berasal dari Roh, dan Roh itu menjenuhi kita dengan keputraan sampai tubuh kita dijenuhi dengan keputraan. Kemudian, kita akan mengalami keputraan yang utuh, "diputrakan" sepenuhnya, yaitu penebusan tubuh kita. Kita masih mempunyai sebagian - tubuh jasmani kita - yang belum "diputrakan", karena itu, kita menanti hari itu, yaitu ketika tubuh kita menjadi bagian dari keputraan ilahi.

B. Diingatkan bahwa Kristus

Merampungkan Keselamatan Organik Allah

Melalui Diri-Nya sebagai Roh Itu

Kita harus senantiasa diingatkan bahwa Kristus merampungkan keselamatan organik Allah bukan oleh diri-Nya sendiri sebagai Kristus di dalam daging melainkan oleh diri-Nya sebagai Roh itu.

C. Mengingat bahwa

Semua Butir Keselamatan Organik Allah

Dilaksanakan oleh Ministri Surgawi Kristus

Kita juga harus ingat bahwa semua butir keselamatan organik Allah bukan dilaksanakan oleh ministri Kristus di burni secara yuridis dan objektif melainkan oleh ministri surgawi-Nya secara organik dan subjektif. Ada perbedaan yang besar antara ministri Kristus di bumi dengan ministri surgawi-Nya. Hari ini, kita bukan diselamatkan secara yuridis dan objektif oleh ministri Kristus di bumi di dalam daging. Kita diselamatkan secara organik dan subjektif melalui ministri surgawi Kristus yang adalah Roh pemberi hayat. Untuk mengalami keselmnatan yang organik ini, kita semua perlu masuk ke dalam alam misterius dari ministri surgawi Kristus.