← Daftar isi Mengenal Zaman ini · bab 1/6

MENGENAL ZAMAN INI

Pembacaan Alkitab :

Yoh. 7:39; 1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17-18;

Kel. 30:23-25; Rm. 8:2, 9-11; Why. 1:4; 3: 1; 4:5; 5:6

GARIS BESAR

I. Tidak ada satu pun teologi hari ini, termasuk Pengakuan Iman Rasuli (Nicea), yang secara memadai menekankan kelima butir penting berikut ini mengenai Roh Allah dalam pergerakan ekonomi kekal Allah :

A. Roh yang memberi hayat belum ada sebelum pemuliaan (kebangkitan) Kristus - Yohanes 7:39.

B. Adam yang akhir (Kristus di dalam daging) telah menjadi Roh pernberi hayat (penggenapan Yohanes 7:39) - I Kor. 15:45b. Karena itu, 2 Korintus 3:17 mengatakan bahwa "Tuhan adalah Roh itu" dan ayat berikutnya menyebutkan "Tuhan Roh" sebagai suatu sebutan ilahi yang majemuk.

C. Roh majernuk dilambangkan oleh minyak urapan (ramuan yang terdiri atas satu hin minyak zaitun dan empat macam rempah-rempah serta khasiatnya) dalam Keluaran 30: 23-25.

D. Roh hayat, Roh Allah, Roh Kristus, Kristus sendiri, dan Roh yang berhuni yang ada dalam Roma 8:2, 9-11 semuanya mengacu kepada Roh majemuk yang memberikan hayat.

E. Tujuh Roh Allah (Roh yang diperkuat tujuh ganda, cf. terang matahari tujuh kali ganda - Yes. 30:26) - Why. 1:4; 3: 1; 4:5; 5:6.

II. Gereja Katolik, denorninasi-denominasi Protestan, Perhimpunan-perhimpunan kaum Saudara, gereja-gereja Pentakosta, dan semua kelompok bebas, tidak mengenal wahyu inti Allah karena teologi mereka yang tidak sempurna dan tidak sesuai dengan Alkitab; mereka juga tidak dapat menyempurnakan ekonomi kekal Allah karena mereka kehilangan, mengabaikan, dan menentang kelima butir penting mengenai Roh Allah yang disebutkan di atas.

III. Allah harus mendapatkan sekelompok orang yang adalah manusia Allah untuk menjadi para pemenang-Nya agar Dia dapat merampungkan ekonomi kekal-Nya mengenai gereja yang akan menghasilkan Tubuh Kristus dan merampungkan Yerusalem Baru.

Doa : Tuhan, kami menyembah-Mu karena pertemuan ini. Hanya Engkau yang dapat mengadakan pertemuan semacam ini. Tuhan, untuk pertemuan ini kami perlu diri-Mu yang diperkuat tujuh ganda. Tuhan, datanglah dan singkapkanlah diri-Mu kepada kami agar kami pun dapat terbuka kepada-Mu. Kami mohon agar antara, kami dengan Engkau terjadi transaksi, terjadi hubungan. Tuhan, lepaskanlah kami dari keusangan. Bebaskanlah kami dari pengetahuan usang dan dari tradisi, yaitu hal-hal yang telah kami pertahankan selama bertahun-tahun. Tuhan, ampunilah kami, basuhlah kami, dan naungilah kami dengan darah-Mu yang unggul terhadap musuh dalam segala hal. Menyampaikan firman-Mu adalah suatu peperangan, karena itu Tuhan, kami menyembunyikan diri kami di dalam Engkau. Kami menyembunyikan diri di bawah naungan darah Anak Domba. Tuhan, kuatkanlah kami dan curahkanlah diri-Mu ke atas diri kami tujuh kali ganda. Tuhan, jamahlah kami dan berbicaralah kepada kami, jadikanlah kami satu roh dengan Engkau. Terima kasih. Amin.

Judul berita ini adalah "Mengenal Zaman Ini". Istilah zaman yang kami gunakan di sini bukan ditujukan kepada zaman dunia secara, umum tetapi kepada zaman kekristenan hari ini, khususnya yang berhubungan dengan wahyu Alkitab, kebenaran-kebenaran ilahi, dan teologi yang murni dan tepat.

Perkara pertama yang dibahas dalam Alkitab adalah diri Allah. Wahyu mengenai Allah meliputi persona Allah dan persona Allah sangat misterius. Ia satu tetapi tiga; karena, itu, Ia adalah Tritunggal. Pernahaman yang berbeda-beda terhadap Trinitas Ilahi sudah menjadi faktor utama, unsur tersembunyi, dari semua masalah dalam kekristenan hari ini. Kekristenan telah terbagi-bagi karena konsep yang berbeda-beda mengenai Trinitas Ilahi.

Memahami "yang kedua" (Kristus) dan "yang ketiga" (Roh itu) dari Trinitas Ilahi paling merepotkan dan sulit. Siapakah Kristus? Untuk menjawab pertanyaan ini, kebanyakan orang Kristen akan mengatakan bahwa Kristus adalah Anak Allah. Tetapi banyak orang beriman yang tidak mengenal bahwa Kristus bukan hanya Putra tunggal Allah (Yoh. 3:16) tetapi juga Putra sulung Allah (Rm. 8:29; Kol. 1:18; lbr. 1:6; Why. 1:5). Bagaimana mungkin Putra tunggal dapat menjadi Putra sulung? Sebagai Putra tunggal, Ia pasti Putra satu-satunya dan tidak mungkin menjadi yang sulung, dan sebagai Putra sulung, Ia adalah Putra sulung dan tidak mungkin menjadi Putra tunggal. Bagaimana seharusnya kita menerangkan hal ini?

Ahli-ahli teologi menyatakan bahwa persona-persona Trinitas seharusnya tidak dicampuradukkan. Namun demikian, kita perlu menanyakan beberapa pertanyaan. Apakah Kristus itu Putra saja dan bukan Roh juga? Apakah Roh itu hanyalah Roh? Bukankah Roh itu juga berhubungan dengan Kristus dan berpadu dengan Putra? Persoalan yang lain adalah mengenai ketujuh Roh (Why. 1:4; 3: 1; 4:5; 5:6). Menurut Wahyu 5:6 ketujuh Roh itu adalah ketujuh mata Anak domba. Anak domba dan ketujuh Roh itu sebenamya satu persona atau dua persona? Tentu saja Mereka itu dua, namun ketujuh Roh itu adalah ketujuh mata Anak Domba. Jadi Mereka itu satu atau dua? Jika kita mengatakan bahwa Anak Domba dan ketujuh Roh sebagai ketujuh mata Anak Domba adalah satu, maka orang lain yang menegaskan bahwa Roh itu adalah Roh dan Putra adalah Putra akan menuduh kita mencampur aduk persona-persona dari Trinitas Ilahi. Tetapi dalam Wahyu 5:6, "yang ketiga" dari Trinitas Ilahi adalah mata dari yang kedua. Lalu, bagaimana mungkin Roh itu terpisah dari Putra? Apakah mata Anda terpisah dari diri Anda? Ketika mata Anda sedang melihat seseorang, Andalah yang sedang melihat orang tersebut. Tidak seorang pun akan mengatakan, "Hanya mata sayalab yang melihat Anda; saya sendiri tidak melihat Anda." Mata Anda adalah Anda. Karena itu jika mata Anda melihat sesuatu, hal itu berarti Andalah yang sedang melihat. Inilah gambaran singkat mengenai kekurangan-kekurangan teologi dalam kekristenan hari ini.

Karena perihal Putra dan Roh itu dalam Trinitas Ilahi sangat sulit dan rumit, dengan terpaksa kami memberi sebutan khusus untuk Kristus - Kristus yang almuhit (meliputi segala sesuatu). Kristus itu almuhit, karena Ia adalah segala sesuatu. Ia adalah Allah, Ia adalah Bapa (Yes. 9:5), Ia adalah Putra, dan Ia adalah Roh itu. Menurut wahyu dalam Perjanjian Baru, Bapa diwujudkan dalam Putra (Kol. 2:9), dan Putra dinyatakan oleh Roh itu (Yoh. 14:17, 20). Karena itu, Putra adalah perwujudan Bapa, dan Roh itu adalah penyataan Putra. Tentu saja hal ini adalah bahasa. yang ilahi dan surgawi.

Yohanes 1: 1 mengatakan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Karena Firman itu adalah Allah, apa perlunya Ia ada di sana bersama-sama dengan Allah? Tidak seorang pun dapat menjelaskan hal ini dengan memadai karena kita tidak mempunyai bahasa untuk mengekspresikan "kebudayaan" semacam ini.

I. TIDAK ADA SATU PUN TEOLOGI HARI INI,

TERMASUK PENGAKUAN IMAN RASULI (NICEA),

YANG SECARA MEMADAI MENEKANKAN

KELIMA BUTIR PENTING BERIKUT INI MENGENAI ROH ALLAH

DALAM PERGERAKAN EKONOMI KEKAL ALLAH

A. Roh yang Memberi Hayat Belum Ada

Sebelum Pemuliaan (Kebangkitan) Kristus

Roh yang memberi hayat belum ada sebelum pemuliaan (kebangkitan) Kristus (Yoh. 7:39b). Yohanes 7:37-39 mengatakan, "Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru : 'Barangsiapa haus, baiklah Ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci : Dari dalam hatinya akan mengalir atiran-aliran air hidup.' Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan." Latar belakang historis perkataan Tuhan berhubungan dengan hari raya Pondok Daun (perjamuan tabernakel), hari raya tahunan orang Yahudi yang terakhir dan terbesar. Hari raya Pondok Daun adalah hari raya yang sangat menyenangkan. Hari raya itu diadakan pada saat bangsa Israel berkumpul untuk menikmati hasil tuaian mereka. Mereka bergembira bersama selama tujuh hari. Hari yang terakhir adalah puncak hari raya itu. Hari itu, di luar dugaan orang-orang yang hadir, Tuhan Yesus berdiri dan berseru, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!" Perkataan ini mempunyai makna yang sangat dalam karena hal itu menun ukkan bahwa orang-orang yang sedang merayakan hari raya Pondok Daun itu masih dahaga, tidak ada yang meleraikan dahaga mereka.

Baik di masa lalu maupun saat ini, banyak orang-orang besar yang setelah sukses dalam karir maupun usaha atau setelah menjadi terkenal merasa bahwa hidup mereka masih merupakan kesia-siaan. Mereka dapat mengatakan seperti raja Salomo, "Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. ... Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin" (Pkh. 1:2, 14). Memiliki perasaan semacam itu berarti merasa haus dan tidak puas. Tuhan Yesus menyadari bahwa orang-orang itu belum dipuaskan dan dahaga mereka belum dileraikan, karena itu Ia berdiri dan berseru pada puncak hari raya itu, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!" Sungguh suatu perkataan yang luar biasa! Hanya Tuhan Yesus yang bersyarat mengucapkan perkataan semacam itu. Hanya Dia, seorang manusia berusia tiga puluh tahun lebih sedikit, yang dapat mengatakan, "Barangsiapa yang percaya kepada-Ku ... dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Dalam ayat 39, rasul Yohanes penulis Injil Yohanes mengatakan, "Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya." Di sini Yohanes tidak membicarakan Roh Allah, atau Roh Yehova, atau Roh Kudus, tetapi hanya Roh, memberi tahu kita bahwa "Roh itu belum datang (belum ada - T1.), karena Yesus belum dimuliakan". Perkataan ini menandakan suatu pengharapan – suatu pengharapan yang menyatakan bahwa meskipun Roh itu "belum ada", waktunya akan datang, yaitu saat Roh itu ada di sana. Waktu itu adalah waktu pemuliaan Yesus, waktu kebangkitan Yesus (Luk. 24:26). Tuhan Yesus adalah Allah itu sendiri yang penuh kemuliaan. Tetapi, Ia menjadi daging sehingga, kemuliaan ilahi-Nya tersembunyi dalam kelongsong dagingnya, kelongsong insani-Nya. Ketika Ia mati, kelongsong ini pecah; dan ketika Ia bangkit, kemuliaan yang tersembunyi di dalam-Nya dilepaskan. Dari sini kita dapat melihat bahwa kebangkitan-Nya adalah pemuliaan-Nya. Karena itu, pengharapan dalam. Yohanes 7:39 adalah ketika Tuhan Yesus dimuliakan melalui kebangkitan, Roh yang "belum ada" itu akan menjadi Roh yang sekarang sudah ada.

B. Adam yang Akhir (Kristus di dalam Daging)

Telah Menjadi Roh Pemberi Hayat

Butir penting kedua mengenai Roh Allah yang tidak ditekankan secara memadai dalam teologi hari ini adalah seperti yang diwahyukan dalam I Korintus 15:45b, yaitu dalam kebangkitan, Adam yang akhir (Kristus di dalam daging) menjadi Roh pemberi hayat (penggenapan Yohanes 7:39). Karena itu, 2 Korintus 3:17 mengatakan bahwa "Tuhan adalah Roh," dan ayat berikutnya menggunakan istilah "Tuhan Roh (Tuhan yang adalah Roh - LAI) sebagai sebutan ilahi yang majemuk. Perkataan dalam I Korintus 15:45b mengenai Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat adalah penggenapan yang tegas terhadap nubuat dalam Yohanes 7:39 mengenai Roh yang belum ada karena Yesus belum dimuliakan, dibangkitkan. Dalam kebangkitan, Kristus menjadi Roh pemberi hayat.

Banyak pastor, misionaris, ahli teologi, dan profesor yang menentang kita karena mengajarkan bahwa menurut I Korintus 15:45b, Kristus sebagai Adam yang akhir di dalam daging menjadi Roh pemberi hayat dalam kebangkitan. Bahkan ada dua orang sekerja telah menentang kita karena hal ini. Salah seorang sekerja yang pada akhimya menjadi penentang kita mengatakan bahwa ia tidak percaya kalau Kristus sang Putra. dapat menjadi Roh pernberi hayat. Suatu ketika, orang ini memberi tahu saya bahwa ia percaya kalau Bapa, Putra, dan Roh itu adalah tiga Allah. Ketika saya mendengar dia mengatakan hal ini, saya memberi tahu dia bahwa ia sedang mengajarkan ajaran bidah mengenai Triteisme. Saya melanjutkan dengan menunjukkan bahwa Alkitab memberi tahu kita kalau Allah itu benar-benar satu. Sekerja yang lain sangat tidak senang dengan tiga kidung mengenai Kristus sebagai Roh itu yang saya gubah (Hymns, #493, 539, dan 745). Ia mengakui bahwa Alkitab memang mengatakan bahwa Kristus menjadi Roh pemberi hayat, tetapi ia memperingatkan saya, kalau saya mengajarkan hal ini maka kekristenan akan menolak kita. Saya mengatakan, "Saudara, saya datang ke negara ini dengan beban untuk memberitakan dan mengajarkan hal ini. Kalau engkau setuju bahwa mengatakan Kristus telah menjadi Roh pernberi hayat itu adalah sesuai dengan Alkitab, berilah saya kebebasan untuk mengajarkan kebenaran ini."

Perjanjian Baru membicarakan "dua menjadi" atas diri Kristus. Yohanes 1: 14 mengatakan bahwa sebagai Firman, Allah menjadi daging; dan I Korintus 15:45 mengatakan bahwa Kristus sebagai Adam yang akhir di dalam daging menjadi Roh pernberi hayat. Kita seharusnya percaya dan mengajarkan keduanya, yaitu Allah menjadi daging dan Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat.

C. Roh Majemuk Dilambangkan oleh Minyak Urapan

Ketiga, tidak ada satu pun teologi hari ini yang menekankan secara memadai butir penting mengenai Roh majernuk yang dilambangkan oleh minyak urapan (campuran dari satu hin minyak zaitun dengan empat macam rempah-rempah serta. khasiatnya) dalam Keluaran 30:23-25. Roh pemberi hayat tidaklah sederhana, Roh ini adalah satu Roh yang telah dicampur. Adam yang akhir adalah seorang manusia dan Roh pemberi hayat itu ilahi. Jadi Roh ini pasti adalah Roh yang memiliki dua sifat - sifat insani dan sifat ilahi. Kedua sifat ini tidak hanya berbaur tetapi juga majernuk seperti yang ditunjukkan oleh larnbang dalam Keluaran 30:23-25 yang mencatat perintah Allah untuk meramu minyak urapan.

Minyak urapan ini bukanlah satu unsur tunggal melainkan sesuatu yang majernuk. Unsur tunggal tidak akan dapat menjadi minyak urapan. Minyak urapan dalam Keluaran 30 adalah campuran dari satu unsur utama - satu hin minyak zaitun - dengan empat macam rempah-rempah : mur, kayu manis, tebu, dan kayu teja. Dalam perlambangan, minyak melambangkan Roh Allah. Mur yang mengalir menandakan kematian Kristus, dan kayu manis menandakan kemanisan dan khasiat kematian-Nya. Tebu, buluh yang tumbuh di rawa-rawa, atau tanah berlumpur, tumbuh tegak menjulang ke langit, menandakan kebangkitan. Kayu teja menandakan kekuatan untuk menangkal dan khasiat dari kebangkitan Kristus. Kayu teja adalah sejenis kulit kayu yang digunakan sebagai penangkal racun ular dan serangga. Karena itu, kayu teja menandakan kekuatan kebangkitan Kristus, khususnya kekuatan untuk menangkal. Kebangkitan-Nya mempunyai kekuatan untuk menangkal Satan, si ular. Keempat macam rempah-rempah ini dicampur dengan minyak zaitun satu hin sehingga menjadi satu minyak urapan yang terdiri atas lima unsur.

Pada minyak urapan ini, kita mempunyai angka satu (satu hin minyak zaitun) yang menandakan satu Allah dan angka empat (empat rempah-rempah) yang menandakan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Kita juga mempunyai angka tiga, terlihat pada berat rempah-rempah yang terdiri atas tiga satuan, masing-masing lima ratus syikal : mur - lima ratus syikal; kayu manis - dua ratus lima puluh syikal; tebu - dua ratus lima puluh syikal; dan kayu teja - lima ratus syikal. Jadi, berat rempahrempah itu terdiri atas tiga satuan lima ratus syikal, atau lima ratus syikal kali tiga. Angka tiga menandakan Allah Tritunggal. Di sini, kita perlu memperhatikan bahwa satuan lima ratus syikal yang kedua dibagi menjadi dua bagian (melambangkan Kristus sebagai yang tengah dari Trinitas Ilahi telah terluka di atas salib), masing-masing dua ratus lima puluh syikal. Dalam. Alkitab, angka dua adalah angka kesaksian. Selain itu, pada minyak urapan ini kita mempunyai angka lima, didapatkan dari menambahkan satu hin minyak zaitun dengan empat macam rempahrempah. Angka lima juga terlihat pada lima ratus syikal. Dalam Alkitab, lima menandakan tanggung jawab. Contohnya, Seputuh Perintah Allah ditulis pada dua loh batu, masing-masing lima perintah. Dalam Matius 25, kesepuluh anak dara dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri atas lima dara yang bijaksana dan lima dara yang bodoh. Dari semua penjelasan sebelumnya, kita dapat melihat bahwa angka satu, dua, tiga, empat, dan lima semuanya digunakan pada lambang minyak urapan dalam Keluaran 30.

Lambang Perjanjian Lama yang sesungguhnya merupakan nubuat ini harus ada penggenapannya dalam Perjanjian Baru. Lambang minyak urapan ini sepenuhnya digenapkan dalam Roh pemberi hayat yang dihasilkan oleh kebangkitan Kristus. Roh pemberi hayat yang asalnya adalah Adam yang akhir, mengandung keilahian Kristus, insani-Nya, kemanisan dan khasiat kematian-Nya, kuat kuasa dan khasiat kebangkitan-Nya. Karena itu, Roh pemberi hayat adalah Roh majernuk yang dilambangkan oleh minyak urapan dalam Perjanjian Lama.

D. Roh Hayat, Roh Allah, Roh Kristus, Kristus Sendiri,

dan Roh yang Berhuni,

Semuanya Mengacu kepada Roh Majemuk yang Memberikan Hayat

Kristus adalah Kristus; Ia juga adalah Roh, karena Ia telah dipneumatikkan dan telah menjadi Kristus yang pneumatik (Kristus yang berwujud roh). Mengenai Kristus yang pneumatik, kita perlu nampak bahwa Roh hayat, Roh Allah, Roh Kristus, Kristus sendiri, dan Roh yang berhuni seperti yang tercanturn dalam Roma 8:2, 9-11 semuanya mengacu kepada Roh majemuk yang memberikan hayat. Dalam ayat 2 ada Roh hayat; dan dalam ayat 9 sampai I I ada Roh Allah, Roh Kristus, Kristus sendiri, dan Roh yang berhuni. Semuanya itu lima atau satu? Roh pemberi hayat disebut Roh hayat, Roh hayat adalah Roh Allah, Roh Allah adalah Roh Kristus, Roh Kristus justru adalah Kristus itu sendiri. Selain itu, Roh ini yang berasal dari hayat, dari Allah, dari Kristus; dan Kristus itu sendiri berhuni di dalam kita sebagai Roh yang berhuni untuk membagikan (dispense) hayat kepada kita setiap waktu. Inilah Kristus yangpneumalik.

Dua Korintus 3:17 mengatakan, "Tuhan adalah Roh," dan ayat 18 mengatakan bahwa kita diubah (transformed) "dari Tuhan Roh (dari Tuhan yang adalah Roh - LAI)". Sama seperti istilah Bapa Allah, istilah Tuhan Roh adalah sebutan ilahi yang majemuk. Ia adalah Tuhan, dan Ia juga adalah Roh. Hari ini, Kristus kita adalah Kristus yang pneumatik, Kristus yang dipneumatikkan, Kristus yang adalah Tuhan sekaligus Roh.

Pada Roh itu sendiri tidak ada sifat insani. Demikian juga, Roh itu tidak mencakup unsur-unsur kematian Kristus, khasiat kematian Kristus, kebangkitan Kristus, dan kuat kuasa kebangkitan Kristus. Tetapi unsur insani Kristus, dan unsur-unsur kematian-Nya, khasiat kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kuat kuasa kebangkitan-Nya, semuanya. telah ditambahkan dan dicampur dengan Roh Allah untuk menghasilkan Roh majemuk. Hari ini, Kristus yang pneumatik adalah Roh pemberi hayat yang rampung sedemikian.

E. Ketujah Roh Allah

Butir penting kelima yang kurang ditekankan oteh teologi hari ini mengenai Roh Allah dalam pergerakan ekonomi kekal Allah adalah ketujuh Roh Allah (Roh yang diperkuat tujuh ganda, cf terang matahari terik akan tujuh kali ganda - Yes. 30:26) (Why. 1:4; 3: 1; 4:5; 5:6).

Sebagai Adam yang akhir di datarn daging, Kristus akan menjadi Penebus kita, tetapi Ia tidak dapat masuk ke dalam kita untuk membagikan diri-Nya sendiri sebagai hayat kepada kita. Setelah menjadi Roh, Ia dapat masuk ke dalam kita sebagai Roh hayat untuk menyelamatkan kita secara organik, melaksanakan keselamatan organik-Nya di dalam kita sebagai Roh yang memberi hayat. Secara khusus, Ia adalah Roh pemberi hayat untuk menghasilkan gereja. Tetapi, tidak lama setelah gereja dihasilkan, gereja menjadi merosot. Kitab Wahyu, kitab yang terakhir dalam Alkitab, membicarakan kemerosotan gereja. Karena kemerosotan ini, Roh pemberi hayat yang adalah Kristus dan Roh itu diperkuat tujuh ganda.

Yesaya 30:26, nubuat yang berkenaan dengan milenium mengatakan, "Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda." Sementara dalam Yesaya kita mempunyai terang matahari yang tujuh kali ganda, dalam kitab Wahyu kita mempunyai Roh yang diperkuat tujuh ganda. Untuk menghasilkan gereja, Roh pemberi hayat sudah cukup kuat, tetapi karena kernerosotan gereja, Roh yang kuat ini telah diperkuat tujuh ganda. Jadi, Kristus tidak hanya menjadi Roh pemberi hayat, tetapi juga Roh yang diperkuat tujuh ganda. Ketujuh Roh itu adalah ketujuh mata Anak Domba (Why. 5:6), menandakan bahwa Kristus dan ketujuh Roh itu adalah satu.

II. TIDAK MENGENAL WAHYU INTI ALLAH

KARENA TEOLOGI MEREKA YANG TIDAK SEMPURNA

DAN TIDAK SESUAI DENGAN ALKITAB

DAN TIDAK DAPAT MENYEMPURNAKAN

EKONOMI KEKAL ALLAH

Gereja Katolik, denominasi-denominasi Protestan, Pertemuan-pertemuan kaum Saudara, gereja-gereja Pentakosta, dan semua kelompok bebas tidak mengenal wahyu inti Allah karena teologi mereka yang tidak sempurna dan tidak sesuai dengan Alkitab; mereka juga tidak dapat menyempurnakan ekonomi kekal Allah karena mereka kehilangan, mengabaikan, dan menentang kelima butir penting mengenai Roh Allah yang disebutkan di atas.

Kita semua perlu mempunyai pandangan yang jelas mengenai wahyu inti Allah. Wahyu inti Allah adalah Allah menjadi daging, daging menjadi Roh pemberi hayat, dan Roh pemberi hayat diperkuat tujuh ganda untuk membangun gereja demi menghasilkan Tubuh Kristus dan merampungkan Yerusalem Baru. Kita perlu melihat bahwa Allah Tritunggal menjadi daging, dan daging ini menjadi Roh pemberi hayat, dan Roh pemberi hayat menjadi Roh yang diperkuat tujuh ganda. Roh ini adalah untuk membangun gereja yang menjadi Tubuh Kristus demi merampungkan Yerusalem Baru sebagai sasaran akhir ekonomi Allah. Wahyu inti ini sama sekali telah diabaikan oleh teologi hari ini. Gereja Katolik, denominasi-denominasi Protestan, Pertemuan-pertemuan kaum Saudara, gereja-gereja Pentakosta, dan semua kelompok bebas tidak dapat menyempurnakan ekonomi kekal Allah karena mereka kehilangan, mengabaikan, dan menentang kelima butir penting mengenai Roh Allah yang telah kita bahas dalam berita ini. Pemulihan Tuhan hari ini justru adalah pemulihan butir-butir penting mengenai Roh Allah ini dalam pergerakan ekonomi kekal Allah.

Saya sangat prihatin dengan semua sekerja dan penatua. Mungkin banyak di antara mereka yang tidak mempunyai pengertian lengkap mengenai apakah pemulihan Tuhan itu. Hari ini, jika kita diminta untuk menerangkan apakah pemulihan, kita harus dapat menjawab dengan satu kalimat sederhana: Pemulihan Tuhan adalah Allah menjadi daging, daging menjadi Roh pemberi hayat, dan Roh pemberi hayat menjadi Roh yang diperkuat tujuh ganda untuk membangun gereja yang menjadi Tubuh Kristus dan yang merampungkan Yerusalem Baru. Berkenaan dengan pemulihan Tuhan saat ini, saya harap tidak seorang pun di antara kalian yang terhalang oleh teologi Anda yang usang atau oleh pemahaman Anda yang usang terhadap pemulihan.

III. ALLAH MENDAPATKAN SEKELOMPOK ORANG

YANG ADALAH MANUSIA ALLAH

UNTUK MENJADI PARA PEMENANG-NYA

Allah harus mendapatkan sekelompok orang yang adalah manusia Allah untuk menjadi para pemenang-Nya agar Dia dapat merampungkan ekonomi kekal-Nya mengenai gereja yang akan menghasilkan Tubuh Kristus dan merampungkan Yerusalem Baru.