← Daftar isi Kepengurusan Penatua atas Gereja · bab 14/15

PEMERINTAHAN PENATUA (4)

Dalam bab ini kita meneruskan melihat pemerintahan penatua.

e. Mengenal Kebangkitan

Di aspek pembinaan, butir kelima yang harus dilakukan oleh para penatua adalah mengenal kebangkitan. Apa itu kebangkitan? Arti kebangkitan ialah Allah melalui berinkarnasi menjadi manusia, mati dan bangkit, mengakhiri semua unsur kejatuhan di aspek manusia, dan membaurkan diri-Nya ke dalam manusia, menjadi hayat manusia, supaya manusia yang tercipta, jatuh, dan tertebus, bisa hidup di dalam Allah, dengan Allah sebagai hayat. Kebangkitan berarti di hadapan Tuhan manusia sudah mencapai satu taraf, yaitu hidup di dalam Allah, dengan Tuhan sebagai hayat, telah menerima pimpinan, telah mempunyai pengalaman, mengenal masalah kebangkitan. Saat ini di aspek hayat, orang ini sudah mencapai puncaknya. Inilah titik tertinggi dari hayat. Dia bukan hanya sebagai orang yang telah beroleh selamat, tidak hanya mempunyai kehidupan Kristen yang normal, tetapi juga telah berkonsikrasi, belajar pelajaran persekutuan, hidup dalam persekutuan, juga orang yang menerima salib, terlepas dari ciptaan lama, masuk ke dalam kebangkitan. Dia mengerti apa yang disebut orang yang tercipta ditebus oleh Allah, terbaur ke dalam Allah, dengan Allah sebagai hayat. Sebab itu sampai hal mengenal kebangkitan ini, saudara atau saudari tersebut sudah dibawa ke dalam Allah, hidup di dalam Alah, dengan Allah sebagai hayat. Inilah titik tertinggi dari hayat.

f. Mengenal Gereja

Hanya mengenal kebangkitan masih kurang, perlu juga mengenal gereja. Para penatua memimpin orang ke dalam wilayah kebangkitan, tujuannya untuk menggenapkan orang mengenal gereja. Tujuan Allah sepenuhnya berada pada gereja. Allah membawa orang ke dalam diri-Nya, bersatu dengan-Nya, dengan diri-Nya sebagai hayat, hidup dalam kebangkitan, adalah untuk mendapatkan gereja. Gereja adalah inti tujuan Allah, juga tumpuan tujuan Allah. Hanya di sinilah kehendak Allah baru bisa terampungkan. Sebab itu dalam pemerintahan penatua, harus memimpin saudara saudari mengenal gereja. Pekerjaan kepengurusan dalam pemerintahan yang kita bicarakan ini, setiap butirnya sangat sulit, khususnya masalah mengenal gereja. Semoga para saudara yang menjadi penatua, tidak hanya diri sendiri harus mengenal hal-hal itu, tetapi juga membawa saudara saudari masuk ke dalam pengenalan itu. Sekarang saya akan menyinggung delapan butir utama tentang pengenalan terhadap gereja.

(1) Kedudukan Gereja dalam Rencana Allah

Untuk membicarakan rencana Allah terhadap gereja perlu dilihat mulai dari kekekalan yang lampau, dari maksud hati Allah, dari rencana Allah. Semua rencana Allah berada pada gereja. Dalam kekekalan, Allah mempunyai rencana-Nya; rencana itu ialah ingin di alam semesta, di dalam makluk ciptaan, di antara umat manusia, mendapatkan satu gereja sebagai tempat kediaman rahasia Allah, juga menjadi Tubuh Anak-Nya. Inilah kedudukan gereja dalam rencana Allah.

(2) Sifat Gereja

Sifat gereja adalah Kristus. Sifat meja adalah kayu, sifat mikrofon adalah besi, demikian juga, sifat gereja adalah Kristus. Kristus sendiri adalah sifat gereja.

Misalnya, ada seseorang membawa satu buku kepada Anda dan bertanya, buku ini terbuat dari bahan apa? Anda akan menjawab, dari kertas. Lalu ia mengambil sepotong baju dan berkata kepada Anda, ini terbuat dari bahan apa? Anda menjawab, dari kain atau sutra. Kalau orang itu bertanya kepada Anda, apakah sifat gereja itu? Para penatua harus bisa menjawabnya. Para penatua sendiri harus mengenal juga memimpin saudara saudari mengenalnya.

(3) Fungsi Gereja

Apakah fungsi gereja itu? Misalnya, sifat meja mimbar ini adalah kayu, sifat papan tulis juga kayu, sifat kursi juga kayu, meskipun sifatnya atau bahannya sama, tetapi fungsinya berbeda. Meja mimbar dipakai orang untuk berkhotbah, papan tulis dipakai orang untuk menulis sesuatu, kursi dipakai orang untuk duduk. Sifat gereja adalah Kristus, lalu apa fungsinya? Singkatnya, fungsi gereja ada dua: Pertama adalah Tubuh Kristus, untuk mengekspresikan Kristus. Kedua adalah tempat kediaman Allah, untuk memberi Allah tempat kediaman di alam semesta, khususnya di bumi. Inilah fungsi gereja yang ditetapkan oleh Allah. Di satu pihak, Allah hendak mengekspresikan diri-Nya di alam semesta, di dalam segala sesuatu yang Ia ciptakan, dan pengekspresian ini adalah di dalam Anak-Nya, melalui gereja. Di sini gereja menjadi Tubuh Kristus, menjadi sarana Allah mengekspresikan diri di dalam Anak-Nya. Manusia mengekspresikan dirinya melalui tubuh, kalau tubuh disingkirkan, tinggal jiwa, tidak bisa mengekspresikan dirinya. Demikian juga, gereja adalah Tubuh Kristus, adalah ekspresi Kristus atau pernyataan Allah di dalam Anak-Nya. Di lain pihak gereja juga adalah satu tempat kediaman yang Allah dapatkan untuk diri-Nya sendiri di bumi, di alam semesta ini. Gereja adalah tempat kediaman Allah, adalah rumah Allah.

(4) Perwujudan Gereja

Gereja adalah satu hal yang terlalu besar, adalah satu hal yang sangat rahasia, tetapi juga sangat riil, sangat konkret, sebab itu gereja perlu ada satu perwujudan. Sama seperti gelombang elektro di permukaan bumi, di seluruh ruangan dalam alam semesta, adalah satu hal yang abstrak tetapi juga konkret. Supaya gelombang listrik itu konkret, harus mewujudkannya. Misalnya, di sini Anda memiliki sebuah radio, setelah memutarnya pada gelombang yang tepat, gelombang listrik itu akan terwujud. Gereja juga satu hal yang rahasia, yang meliputi waktu dan ruang, juga melampaui waktu dan ruang; meskipun demikian, Anda pun dapat nampak gereja dengan konkret terwujud atas lokalitas. Dalam Alkitab, kita dapat menemukan gereja di Yerusalem, gereja di Antiokhia, gereja di Efesus, gereja di Korintus, gereja yang ada di satu tempat demi satu tempat. Gereja terwujud atas lokalitas.

(5) Tumpuan Gereja

Selain mengenal kedudukan, sifat, fungsi, dan perwujudan gereja di dalam rencana Allah, juga perlu mengenal tumpuan gereja. Demikian, tidak peduli saudara saudari pergi ke mana saja, bisa membedakan keadaan apa barulah gereja.

Hari ini kekristenan sungguh kacau, di mana saja, asal ada orang memasang satu papan nama, lalu mengatakan di sana adalah gereja. Kalau saudara saudari telah menerima pimpinan, tidak akan terselubungi oleh banyak macam variasi ini. Mereka mempunyai daya pembeda yang jelas, mengerti apakah gereja. Sebab itu, tumpuan gereja juga satu masalah yang sangat besar.

(6) Proses dan Keadaan Sekarang dari Gereja

Perlu mengenal proses yang dilewati oleh gereja sejak Hari Raya Pentakosta sampai sekarang. Mengenal garis besar perjalanan gereja di bumi, juga perlu mengenal keadaan gereja sekarang. Perlu memberi tahu saudara saudari, apa yang disebut gereja Roma Katolik, apa yang disebut Protestan, apa yang disebut denominasi dan segala sekte, apa yang disebut gereja yang ingin Allah dapatkan di bumi. Perlu menunjukkan kepada saudara saudari proses perjalanan gereja dan keadaan gereja sekarang ini, supaya mereka mengenalnya.

(7) Pemulihan Gereja

Ketika Anda membawa saudara saudari mengenal proses perjalanan gereja dan keadaan sekarang dari gereja, saudara saudari akan nampak bahwa hari ini gereja telah kehilangan keadaan yang semula. Tetapi Allah ada pemulihan. Pemulihan gereja juga merupakan satu judul yang besar. Anda boleh mulai melihat dari pemulihan Martin Luther, melihat bagaimana empat, lima ratus tahun yang lalu para pelopor reformasi mengadakan pemulihan; terus berjalan melewati Zinsendorf, melewati para saudara di Inggris, sampai di Timur sini, bagaimana Allah memulihkan gereja-Nya. Kesemuanya ini perlu mengeluarkan waktu untuk mencari bahan, bukan saja diri sendiri perlu mengenal, juga membawa saudara saudari mengenal.

(8) Pembangunan Gereja

Terakhir, perlu juga mengenal pembangunan gereja, ini juga adalah satu judul besar. Untuk membina saudara saudari mengenal masalah gereja, sedikitnya ada delapan butir ini, tidak boleh kurang satu butir pun. Kalau para penatua sendiri tidak bisa melakukannya, perlu mengundang orang lain untuk membantunya. Setelah memiliki kedelapan butir pengenalan ini, pekerjaan Allah di bumi akan mempunyai perkembangan yang besar! Kesaksian Allah di tengah-tengah kita akan sangat diperkuat.

g. Mengenal Tubuh

Mengenal gereja sepertinya sama dengan mengenal Tubuh, tetapi ada sedikit perbedaan. Mengenal gereja kebanyakan dititikberatkan pada aspek organisasi, dan mengenal Tubuh dititikberatkan pada aspek rohani. Gereja mempunyai dua aspek seluk-beluk ini, sama seperti manusia mempunyai seluk-beluk jasmani dan rohani. Seorang yang kuat, pastilah secara jasmani dan rohani sama-sama kuat, gereja juga demikian. Gereja juga ada aspek organisasi, dan aspek rohani. Dipandang dari sudut organisasi, gereja adalah “eklesia”; adalah satu “perhimpunan” orang-orang yang terpanggil keluar. Dipandang dari sudut rohani, gereja adalah Tubuh. Kita jangan hanya di aspek “organisasi” memimpin saudara saudari mengenal sifat, fungsi, perwujudan, tumpuan, proses, keadaan sekarang, pemulihan, dan pembangunan gereja, tetapi juga perlu di aspek rohani memimpin mereka mengenal gereja adalah satu organisme, satu Tubuh.

(1) Hayat Tubuh

Harus memimpin saudara saudari mengenal hayat dalam gereja, Tubuh ini, adalah Kristus. Ini perlu ada orang yang mempunyai ministri khusus yang menangani pekerjaan ini. Saya tambahkan beberapa perkataan, saya harap di tengah-tengah kita, saudara-saudara sepenuh waktu yang banyak memikul tanggung jawab pekerjaan, bisa di hadapan Allah menerima beban, juga mengulurkan tangan iman memohon karunia ini kepada Allah, untuk melakukan pekerjaan yang khusus di setiap gereja lokal. Bagaimana memimpin saudara saudari mengenal hayat dalam Tubuh, ini adalah satu pekerjaan yang khusus.

(2) Kedudukan Tubuh

Kedudukan Tubuh adalah kebangkitan dan naik ke surga. Tubuh Kristus ini berada dalam kebangkitan, berada dalam kedudukan naik ke surga. Di sini tidak bisa dijamah oleh maut, segala manusia, perkara, dan benda bumiah berada di bawah kakinya. Dipandang dari aspek organisasi, gereja berada di bumi, muncul di setiap tempat; tetapi dipandang dari aspek rohani, gereja berada dalam kebangkitan, berada dalam wilayah naik ke surga, bukan milik dunia, juga bukan di bumi.

(3) Koordinasi Tubuh

Harus membawa saudara saudari mengenal bahwa dirinya masing-masing adalah satu anggota Tubuh, bersama dengan semua kaum saleh menjadi anggota Tubuh di dalam Tubuh Kristus. Ini berbeda dengan berada dalam rumah Allah. Dalam rumah Allah, Anda adalah satu unit, karena Anda adalah satu saudara atau saudari. Tetapi dalam Tubuh Kristus, Anda tidak bisa berdiri sendiri. Anda tidak bisa menjadi satu unit, Anda adalah satu anggota Tubuh. Anak-anak dalam satu rumah bisa selama tiga bulan tidak pulang, meskipun hidupnya tidak tepat, tetapi masih bisa hidup. Namun lihatlah mata Anda, apakah dia bisa pergi tiga bulan? Misalnya, mata Anda berkata: Aku tidak senang berada di dalam tubuh ini, sama seperti anak yang tidak senang tinggal di rumah. Ketahuilah, jangankan tiga bulan, tiga detik saja tidak boleh meninggalkan tubuh. Begitu anggota tubuh keluar dari tubuh, segera habis. Harus memperlihatkan kepada saudara saudari bahwa kita masing-masing adalah satu anggota Tubuh, tidak bisa berdiri sendiri, sebab itu harus belajar berkoordinasi dengan orang lain, harus saling menjadi anggota Tubuh.

(4) Perasaan Tubuh

Perasaan Tubuh adalah satu perasaan yang halus, adalah perasaan yang diberikan kepada orang ketika Roh Kudus beroperasi di dalam Tubuh Kristus. Dalam tubuh kita ada susunan syaraf, semua perasaan dalam tubuh tergantung pada susunan syaraf, begitu susunan syaraf ini putus, perasaan menjadi mati, tidak ada perasaan. Roh Kudus dalam Tubuh Kristus juga seperti syaraf, semakin kita memberi kedudukan kepada Roh Kudus, perasaan Tubuh semakin peka.

(5) Kehidupan Tubuh

Ini adalah membawa saudara saudari hidup dalam Tubuh. Tidak hanya tidak menyendiri dalam pekerjaan dan dalam pelayanan, tetapi juga dalam kehidupan; senantiasa berpegang pada prinsip Tubuh. Anda dengan saudara saudari tidak hanya berkoordinasi bekerja, berkoordinasi melayani, dalam kehidupan pun juga berkoordinasi.

Kalau dalam hal mengenal gereja dan mengenal Tubuh sudah dibina dengan baik, bagi Allah, gereja di mana Anda berada benar-benar adalah tempat kediaman yang terbangun; bagi Kristus, benar-benar terkordinasi menjadi Tubuh. Dengan kata lain, Anda telah membina saudara saudari menjadi tempat kediaman Allah, menjadi Tubuh Kristus. Tentunya ini perlu mengeluarkan banyak waktu untuk mengurusnya.

Saya ulangi lagi, mengurus gereja bukan masalah yang sederhana, harus belajar apa saja. Misalnya, Anda akan mengurus rumah tangga, tidak hanya harus belajar mencuci pakaian, belajar memasak, bahkan merangkai bunga dalam vas bunga pun harus belajar. Adakalanya kita mengeluarkan banyak uang membeli bunga, tetapi ketika ditancamkan dalam vas, tidak indah, juga tidak saja bertahan lama, lewat dua hari sudah layu. Tetapi bagi orang yang telah belajar merangkai bunga, hanya mengeluarkan sedikit uang, bahkan mungkin tidak perlu mengeluarkan uang, cukup mengambil bunga dari taman lalu ditata dalam vas, kelihatannya sudah cukup indah, juga tidak cepat layu. Jangan sekali-kali mengira, siapa pun bisa merangkai bunga! Tidak begitu sederhana. Jangan sekali-kali mengira, adakah orang yang tidak bisa mengurus gereja? Tidak, mengurus gereja banyak seluk-beluknya. Dalam hal ini banyak aspek yang perlu dipelajari.

Kalau gereja di mana Anda berada telah diurus, begitu memberitakan Injil, orang segera nampak bahwa pemberitaan Injil di sini berbeda dengan yang lain, sudah terlatih dengan baik, tidak liar. Sama seperti kalau Anda pernah belajar merangkai bunga, begitu kita memasuki rumah Anda, segera merasakan rangkaian bunga di rumah Anda tidak sembarangan dirangkai, sudah melalui pelatihan yang baik.

Dulu ada saudara-saudara dari Asia Tenggara mendengar kita di Taipei pernah sekali membaptis ratusan orang, mereka sangat heran, bagaimana bisa melakukannya? Kami membaptis dua puluh orang saja sudah merasa repot, balai sidang menjadi kacau balau, orangnya juga ribut. Memang, saya juga pernah melihat ada gereja yang mengadakan pembaptisan, begitu mulai sudah kacau, terus kacau sampai selesai baptisan. Atas masalah baptisan yang kecil ini saja dalam pemerintahan gereja sudah demikian kacau, apa lagi urusan yang besar, apakah bisa beres? Ini sama seperti tidak ada kepengurusan. Satu gereja yang memiliki kepengurusan, kalau pembaptisannya kacau, esoknya harus segera mengadakan evaluasi, mengapa terjadi kekacauan? Bagaimana baru bisa tidak kacau? Inilah baru disebut mengurus gereja.

Ingin mengurus gereja, perlu berjerih lelah mengelolanya. Tidak ada satu orang pun yang mengelola pabrik, perdagangan, atau usaha tertentu yang bisa dengan mudah mencapai sukses. Kalau seseorang menjalankan satu usaha tetapi rugi, ia pasti tidak bisa tidur nyenyak, pasti mempelajari agar lain kali tidak gagal lagi, cara menjalankan usahanya juga perlu diperbaiki. Namun anehnya, gereja terus menjalankan usaha yang terus merugi. Yang lalu membaptis lima belas orang, kali ini membaptis dua belas orang, selanjutnya membaptis sembilan orang, jumlahnya makin lama makin sedikit, di mana kesalahannya? Kalau mau mengurus gereja harus ada perbaikan.

Ibu yang mengurus rumah tangga pasti tahu bahwa penanganan perkara di rumah tidak bisa digantikan oleh orang lain, harus ditangani sendiri. Piano rusak, diri sendiri tidak bisa memperbaiki, boleh mengundang tukang piano untuk memperbaikinya, tetapi mau diperbaiki atau tidak, orang lain tidak bisa menggantikan Anda mengambil keputusan, harus Anda putuskan sendiri. Mengurus gereja juga demikian, semua harus ditangani sendiri.

Ada orang bersikap berat sebelah, mengira dirinya mengerti sedikit kebenaran, asal mengajar saudara-saudara mengerti kebenaran, semuanya akan beres. Tetapi Anda harus nampak, ini hanya satu bagian saja. Gereja adalah satu rumah (keluarga), satu Tubuh, tidak hanya perlu vitamin A, tetapi juga perlu vitamin-vitamin yang lainnya. Tubuh perlu menerima banyak macam suplai. Mata ada seluk-beluknya, telinga ada seluk-beluknya, hidung juga ada selukbeluknya, perlu banyak seluk-beluknya. Syukur kepada Allah, Dia telah memberi Anda satu karunia, satu amanat. Tetapi Anda sendiri jangan merasa puas dengan bagian itu. Ada orang telah belajar sedikit tentang hayat rohani, ini sangat penting. Tetapi keperluan gereja banyak aspeknya, Anda harus memberi orang lain sedikit kedudukan, dan kesempatan untuk menyalurkan bagiannya. Tidak ada orang yang bisa sendirian mengatasi keperluan satu gereja lokal, gereja adalah satu Tubuh, perlu banyak aspek kepengurusan.

Sama seperti satu keluarga mempunyai banyak aspek keperluan, perlu ada orang yang masak di dapur, perlu ada orang yang mencuci pakaian, anak yang agak besar bekerja di mana, anak yang agak tanggung sekolah di mana, anak yang kecil bermain di mana, selain itu masih perlu memperbaiki peralatan listrik, menjahit pakaian, menanam bunga. Ini adalah satu perumpamaan yang kecil. Mengurus gereja perlu hati yang lapang, pandangan yang jauh. Harus nampak ini bukan pekerjaanku, ini adalah rumah Allah. Kalau hanya pekerjaanku, asal aku terus mengerjakan, sudah cukup; tetapi ini adalah rumah Allah, ini adalah Tubuh Kristus, sebab itu perlu berbagai aspek kepengurusan. Dalam sejarah gereja, orang-orang aliran mistik tidak banyak berkembang, karena mereka terlalu memberatkan aspek penuntutan pribadi, tidak nampak gereja. Hari ini tidak peduli Anda dan saya seberapa mengasihi Tuhan, gairah, rohani, tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan gereja. Hari ini yang ingin Allah dapatkan adalah gereja, bukan perorangan.

3. Pelayanan

Kita pernah mengatakan bahwa arah kepengurusan gereja, memimpin saudara saudari, pertama mengarah kepada Injil, kedua mengarah kepada pembinaan, ketiga mengarah kepada pelayanan. Seharusnya, semakin saudara saudari dipimpin, pengabaran Injilnya semakin baik, keadaan rohaninya semakin maju, begitu juga pelayanannya semakin lincah dan kuat. Apakah satu gereja sudah baik diurus bisa dilihat dari tiga arah ini. Kalau keadaan pengabaran Injilnya telah melewati pelatihan, keadaan saudara saudari juga akan ada urutan: ada yang baru beroleh selamat, ada yang baru dibina, ada yang sedang melewati pos konsikrasi, ada juga yang sudah senior, mengenal salib, mengenal kebangkitan, masih ada orang yang mengenal gereja, telah nampak Tubuh. Anda seharusnya sangat bersukacita, karena gereja ini dalam hal hayat sudah sangat terbina. Kalau pelayanan mereka sangat lincah, sangat kuat, sangat teratur, sangat efisien, Anda dapat menyimpulkan bahwa kepengurusan gereja ini sangat kuat. Kalau satu gereja lokal dalam pengabaran Injil acuh tak acuh, keadaan rohaninya juga biasa-biasa, pelayanannya datar saja, gereja ini pasti kekurangan kepengurusan. Sebab itu ketika kita memimpin saudara saudari, mengurus gereja, harus selalu dengan tiga arah ini sebagai sasaran.

Dalam ketiga sasaran ini, yang paling sederhana adalah pengabaran Injil, pembinaan agak dalam sedikit, yang paling repot adalah pelayanan. Lagi pula sebagian besar unsur dari pengabaran Injil dan pembinaan termasuk dalam pelayanan. Dengan kata lain, kalau arah pelayanan ini tidak dibina dengan baik, penginjilan dan pembinaan sulit dilaksanakan dengan baik. Pelayanan adalah mencakup semuanya, sebab itu paling repot. Kalau dalam penginjilan mengurangi bagian rohaninya, sisanya adalah pelayanan. Bagaimana mempersiapkan traktat Injil, bagaimana mengatur tempat pemberitaan Injil, bagaimana mengundang tamu, bagaimana menyambut orang yang hadir, bagaimana mendampingi mereka, bagaimana mengadakan wawancara, siapa yang bertanggung jawab, semua perkara ini ada dalam pelayanan. Dalam pembinaan juga demikian, banyak bagian tercakup dalam pelayanan.

Sebelum tahun 1940, pemberitaan firman di Utara di tengah-tengah kita sangat rohani, tetapi saat itu tidak menghasilkan orang, karena tidak ada kepengurusan. Sejak tahun 1940 sampai 1943 beberapa tahun itu, meskipun tidak begitu banyak pemberitaan firman, tetapi menghasilkan banyak orang, karena kita mencurahkan tiga per empat tenaga ke atas kepengurusan. Hari ini ada gereja yang ministri firmannya sangat kuat, tetapi keadaannya selalu tidak mapan, seperti seorang yang jiwanya besar, tetapi tidak mempunyai tubuh. Ada juga gereja yang ministri firmannya tidak kuat, tetapi kepengurusannya kuat, akhirnya gereja menjadi kuat. Bukan berarti tidak perlu ministri firman, tetapi kalau hanya ada jiwa saja masih kurang, harus ada tubuh, ini baru kuat. Kepengurusan gereja sangatlah penting.

Surat Kiriman Rasul Paulus dengan jelas terbagi menjadi dua golongan, dari Surat Roma sampai Tesalonika adalah satu golongan, dengan perkataan perumpamaan adalah membicarakan jiwa gereja, yaitu membicarakan aspek kerohanian gereja. Satu dan Dua Timotius serta Titus adalah satu golongan yang lain, khusus membicarakan organisasi gereja. Menyinggung siapa yang boleh menjadi penatua, siapa yang boleh menjadi diaken, bagaimana cara menangani masalah, bagaimana berperilaku dalam rumah Allah, inilah kepengurusan. Sayang hari ini terhadap orang yang membaca Alkitab, begitu membicarakan gereja, selalu memberatkan aspek rohani dan mengabaikan kepengurusan gereja; hanya berputar-putar dalam golongan pertama, tetapi mengabaikan pengajaran dalam tiga Surat Kiriman (satu dan Dua Timotius serta Titus). Seseorang mengalami kematian bukan karena jiwanya lemah, tetapi karena tubuhnya tidak kuat. Gereja juga demikian, bagaimana rohaninya pemberitaan firmannya, kalau kurang kepengurusan, pasti lemah. Ini adalah satu hukum.

Saudara-saudara, tiga puluh tahun yang lalu kita juga mempunyai konsepsi yang tidak tepat ini, mengira asal rohani, semua masalah akan beres. Lewat tahun demi tahun, fakta memberi tahu kita, ini tidak benar. Meskipun rohani itu penting, tetapi masih perlu kepengurusan. Rohani tidak bisa menyelesaikan segala masalah, sama seperti jiwa bukan segala-galanya dari diri seseorang. Adakalanya saya benci kepada tubuh, merasakan tubuh sangat merepotkan, makan sedikit masih merasa lapar, makan agak banyak merasa terlalu kenyang; kekurangan gizi semangatnya kurang; berpakaian agak tebal mudah berkeringat, berpakaian agak tipis mudah masuk angin; sungguh sulit dilayani. Tetapi juga tidak bisa tidak diperhatikan. Kalau tidak diperhatikan tubuh akan rubuh, habislah semuanya. Gereja juga demikian, dari Surat Roma sampai Tesalonika adalah hayat, tiga Surat Kiriman berawal “Ti” adalah kepengurusan. Kalau tubuh tidak dipelihara baik, rohani pun tidak berguna. Tidak peduli berapa hebat rasio Anda, tidak peduli berapa tinggi pendidikan Anda, kalau tubuh mati, semuanya habis. Begitu juga gereja perlu aspek rohani, tetapi juga perlu aspek kepengurusan.

a. Pendirian Gereja

Di aspek pelayanan, pertama perlu memberi tahu saudara saudari bagaimana gereja didirikan. Anda membina mereka, tetapi begitu Tuhan membawa mereka ke tempat yang baru, mereka sendiri bisa mengetahui bagaimana membiarkan Tuhan melalui mereka mendirikan gereja. Ada saudara saudari sudah beroleh selamat bertahun-tahun, tetapi belum mengetahui bagaimana gereja itu didirikan. Dia sudah bertumbuh di dalam rumah ini, tetapi masih belum tahu silsilah, asal usul rumah ini, karena kurang mendapatkan pendidikan tentang hal ini.

Alkitab memperlihatkan kepada kita, rasul keluar memberitakan Injil, begitu ada orang-orang beroleh selamat, mereka mendirikan gereja. Tetapi ini bukan jalan yang cepat, masih ada satu jalan yang lebih cepat, yaitu kaum saleh pergi ke suatu tempat, lalu membawa gereja ke sana. Karena kaum saleh membawa Injil ke tempat tujuan mereka, sampai di sana, Injil juga sampai di sana, ada orang-orang yang beroleh selamat. Orang-orang yang beroleh selamat ini berkumpul, berhimpun di hadapan Tuhan, menyembah Tuhan, membiarkan Tuhan mendapatkan kedudukan, meluaskan pekerjaan Tuhan, saat ini gereja didirikan.