← Daftar isi 1 Yohanes (1) · bab 2/24

SEPATAH KATA MENGENAI TULISAN-TULISAN YOHANES (2)

Dalam berita ini kita akan melanjutkan kata pengantar mengenai tulisan-tulisan Yohanes. Dalam berita yang lalu kita nampak bahwa tulisan-tulisan Yohanes adalah satu wahyu tentang hal-hal ilahi dan tulisan-tulisan ini adalah tambahan bagi wahyu-wahyu dari tulisan-tulisan ilahi yang lain dan melengkapi seluruh wahyu ilahi. Selanjutnya kita akan nampak bahwa tulisan-tulisan Yohanes misterius bagi pengertian manusia dan almuhit mengenai persona Kristus.

MISTERIUS BAGI AKAL BUDI (PENGERTIAN) MANUSIA

Tulisan-tulisan Yohanes bersifat misterius. Hal-hal seperti hayat ilahi dan persekutuan ilahi (1:2-3), pengurapan (2:27), kelahiran ilahi (3:9), dan lainnya tentu saja misterius. Hal-hal semacam ini misterius karena bersifat ilahi.

Pernahkah Anda menyadari bahwa sejak hari Anda menerima Tuhan Yesus, Anda telah menjadi orang yang misterius? Jika seseorang yang telah beroleh selamat tidak misterius, saya ragu apakah ia telah beroleh selamat. Kita tidak perlu bertanya kepada seseorang apakah ia telah beroleh selamat, kita boleh memeriksanya apakah ia misterius atau tidak.

Kita, orang-orang Kristen, misterius karena kita mempunyai hayat ilahi yang misterius dengan sifat ilahi yang misterius. Hayat ilahi dengan sifat ilahi membuat kita menjadi orang yang misterius. Tahukah Anda apakah orang Kristen itu? Orang Kristen adalah orang yang misterius. Karena kita misterius, orang-orang lain tidak mudah memahami kita. Selanjutnya, karena kita misterius, kadang-kadang kita disalahpahami. Dalam hidup gereja dan dalam kehidupan keluarga kita, juga harus ada unsur kemisteriusan. Kita adalah orang-orang yang misterius dengan hayat Allah yang misterius.

ALMUHIT MENGENAI PERSONA KRISTUS

Pengungkapan Keilahian Kristus

Ternyata dalam Keinsanian-Nya

Menjelang akhir abad pertama, ketika Rasul Yohanes menulis kitab Injilnya, Surat-suratnya, dan Kitab Wahyunya, telah ada bidah-bidah mengenai persona Kristus. Salah satu ajaran bidah itu mengatakan Kristus adalah Allah tetapi bukan manusia, dan bidah yang lain adalah Kristus adalah manusia tetapi bukan Allah. Bidah-bidah yang lain menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus. Karena situasi yang demikian, Yohanes berbeban untuk menulis mengenai per-sona Kristus secara almuhit.

Dalam tulisan-tulisan Yohanes kita nampak bahwa Yesus adalah Kristus dan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah juga manusia. Seperti yang akan kita lihat, dalam 1Yohanes 2, Rasul Yohanes menghadapi bidah kaum Cerintus (Cerinthians) yang memisahkan Kristus dari Yesus dan dengan demikian menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus. Bila kita sampai ke pasal 4, kita akan nampak bahwa Yohanes menghadapi bidah kaum Dosetis (Docetists), yang menyangkal bahwa Yesus Kristus telah datang dalam daging. Tulisan-tulisan Yohanes mewahyukan bahwa Kristus bersifat almuhit, Yesus adalah Kristus, dan Dia adalah Allah juga manusia.

Polemik Melawan Bidah

Dalam tulisan-tulisannya Rasul Yohanes berpolemik, bukan melawan hukum Taurat, sunat, atau agama Yahudi, tetapi melawan bidah kaum Gnostik (Gnostics), Cerintus, dan Dosetis. Kata “polemik” di sini mengacu kepada berjuang demi kebenaran dengan berdebat atau membantah. Seseorang yang berpolemik akan mendebat dengan keras dan tajam untuk kepentingan kebenaran. Dia akan berjuang demi kebenaran dan berperang demi kebenaran. Kita perlu mengikuti Yohanes berpolemik melawan bidah.

Kita telah menjelaskan bahwa Yohanes berpolemik melawan bidah-bidah kaum Gnostik, Cerintus, dan Dosetis. Salah satu sumber dari bidah-bidah ini adalah filsafat Yunani. Seperti Paulus berpolemik dalam tulisan-tulisannya melawan masalah-masalah seperti hukum Taurat, sunat, dan agama Yahudi, Yohanes berpolemik melawan konsepsi-konsepsi filsafat yang mengarah kepada bidah.

Menyuntik Kaum Beriman untuk Melawan Semua Doktrin Bidah Mengenai Allah dan Kristus

Tulisan-tulisan Yohanes tidak hanya bersifat almuhit mengenai persona Kristus dan berpolemik melawan bidah, tetapi juga menyuntik kaum beriman untuk melawan semua doktrin (filsafat) bidah mengenai Allah dan Kristus. Tulisan-tulisan semacam ini tidak hanya diperlukan selama abad pertama, tetapi juga diperlukan sepanjang abad. Hari ini pun, dalam abad 20, kita masih memerlukannya. Pada hari-hari yang akan datang, tulisan-tulisan ini masih akan menjadi satu bantuan yang besar dalam memelihara kebenaran mengenai persona Kristus dan dalam menjaga kaum beriman-Nya dalam segala realitas ilahi. Kami mengharapkan pela-jaran-hayat ini dapat menyampaikan maksud yang sama.

Jika kita tidak nampak wahyu tentang hal-hal ilahi yang terkandung dalam tulisan-tulisan Yohanes, kita tidak dapat menjadi sempurna, misterius, almuhit, atau berpolemik demi kebenaran. Selanjutnya kita tidak akan menerima suntikan penangkal yang tepat untuk melawan bidah. Tetapi jika kita nampak wahyu ini, kita akan menjadi misterius, almuhit, dan berpolemik demi kebenaran, dan kita akan menerima suntikan penangkal yang tepat untuk melawan semua bidah.

Di sini saya ingin menjelaskan bahwa ketritunggalan ke-Allahan diwahyukan dengan lebih sempurna dalam Injil Yohanes daripada di tempat-tempat lain dalam Alkitab. Kita mengetahui dari Injil Yohanes bahwa Kristus adalah Allah dalam kekekalan (Yoh. 1:1) dan bahwa Dia menjadi seorang manusia dalam waktu (Yoh. 1:14). Keilahian-Nya lengkap, dan keinsanian-Nya sempurna. Sebab itu, Dia adalah Allah juga manusia (Yoh. 20:28; 19:5), memiliki keilahian dan keinsanian.

Sebagai seorang manusia, Dia diurapi oleh Allah dengan Roh (Yoh. 1:32-33; Mat. 3:16) untuk merampungkan tujuan kekal Allah. Sebab itu, Dia adalah Kristus, Sang Terurap (Yoh. 20:31).

Kristus adalah Putra Allah (Yoh. 20:31), yang adalah gambar Allah (Kol. 1:15), cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah (Ibr. 1:3), hidup dalam rupa Allah dan setara dengan Allah (Flp. 2:6; Yoh. 5:18). Sebagai Putra Allah Dia datang dalam daging dengan (bahasa Yunaninya: para, dari dan dengan) Bapa (Yoh. 6:46) dan dalam nama Bapa (Yoh. 5:43). Sebab itu, Dia disebut Bapa (Yes. 9:5). Dia bersama Allah, dan Dia adalah Allah dalam kekekalan yang lampau (Yoh. 1:1-2), tidak hanya hidup bersama tetapi juga saling huni dengan Bapa sepanjang masa (Yoh. 14:10a, 11a; 17:21). Ketika Dia dalam daging di bumi pun, Bapa bersama Dia (Yoh. 16:32). Sebab itu, Kristus bersatu dengan Bapa (Yoh. 10:30), bekerja dalam nama Bapa dan bersama Bapa (Yoh. 10:25; 14:10b), melakukan kehendak Bapa (Yoh. 6:38; 5:30), mengucapkan perkataan Bapa (Yoh. 3:34a; 14:24), mencari kemuliaan Bapa (Yoh. 7:18), dan mengekspresikan Bapa (Yoh. 14:7-9).

Kristus adalah Allah yang kekal, Dia adalah Pencipta segala sesuatu (Yoh. 1:3); Dia adalah manusia, datang dalam daging (1Yoh. 4:2) dengan darah dan daging (Ibr. 2:14); Dia adalah makhluk ciptaan, Yang Sulung dari semua ciptaan (Kol. 1:15b). Sebab itu, Dia adalah Pencipta juga makhluk ciptaan.

Putra adalah Pengutus dan Pemberi Roh itu (Yoh. 15:26; 16:7; 3:34b), yang diutus Bapa dalam nama-Nya (nama Putra, Yoh. 14:26), Dia adalah Adam yang akhir dalam daging, menjadi Roh pemberi-hayat melalui kematian dan kebangkitan (1Kor. 15:45b; Yoh. 14:16-20). Roh ini menerima segala milik Putra (Yoh. 16:14-15) untuk bersaksi bagi Putra dan memuliakan Putra (Yoh. 15:26; 16:14), Dia juga adalah nafas Putra (Yoh. 20:22). Sebab itu, Putra juga adalah Roh itu (2Kor. 3:17) yang berdiam bersama dan saling huni bersama Putra dan Bapa dalam kaum beriman (Yoh. 14:17, 23), men-jadi Allah Tritunggal yang adalah Roh (Yoh. 4:24), berbaur dengan kaum beriman sebagai satu roh (1Kor. 6:17) dalam roh mereka (Rm. 8:16; 2Tim. 4:22). Akhirnya, Dia menjadi ketujuh Roh Allah (Why. 1:4; 4:5) yang adalah ketujuh mata Putra, Anak Domba (Why. 5:6).

Saya percaya bahwa banyak butir ini memusingkan orang yang memegang teologi sistematis tradisional. Contohnya, bagaimana ketujuh Roh, yang adalah Roh Allah dapat menjadi ketujuh mata Putra, persona kedua dari ke-Allahan? Jika Bapa, Putra, dan Roh dianggap sebagai persona yang terpisah, bagaimana persona ketiga dari ke-Allahan dapat menjadi mata persona yang kedua?

Selanjutnya, dalam Injil Yohanes Tuhan Yesus berkata bahwa Dia datang dalam nama Bapa. Inilah alasannya, menurut Yesaya 9:5, nama-Nya disebut Bapa. Ketika Tuhan Yesus datang, Dia juga datang bersama Bapa. Pernahkah Anda berpikir bahwa ketika Tuhan Yesus turun dari surga, Dia datang bersama Bapa? Beberapa orang Kristen mungkin mempunyai konsepsi bahwa ketika Dia datang, Dia meninggalkan Bapa. Tetapi ketika Tuhan Yesus datang, Bapa juga datang.

Selain itu, Tuhan berkata bahwa Dia datang untuk bekerja dalam nama Bapa. Lalu, siapakah yang bekerja, Putra atau Bapa? Menurut Injil Yohanes, Putra datang dalam nama Bapa, Dia datang bersama Bapa, Dia datang untuk bekerja dalam nama Bapa, dan Dia datang untuk bekerja bersama Bapa. Putra tidak melakukan apa-apa dari kehendak-Nya sendiri. Sebaliknya, Dia melakukan kehendak Bapa. Demikian juga, Dia tidak mengatakan apa-apa dari diri-Nya sendiri, tetapi Dia mengucapkan firman Bapa. Dia juga mencari kemuliaan Bapa dan mengekspresikan Bapa.

Putra dalam Injil Yohanes adalah Pengutus dan Pemberi Roh itu. Tetapi, akhirnya, Dia sendiri menjadi Roh. Roh ini adalah ketujuh Roh Allah, ketujuh mata Anak Domba, Putra.

Memang bodoh bila Filipus mengatakan, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (Yoh. 14:8). Atas permohonan ini Tuhan Yesus menjawab, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (ayat 9). Karena Tuhan Yesus datang dalam nama Bapa dan bersama Bapa, bekerja dalam nama Bapa dan bersama Bapa, melakukan kehendak Bapa, mengucapkan firman Bapa, mencari kemuliaan Bapa, dan mengekspresikan Bapa, maka melihat Putra adalah melihat Bapa.

Jika kita nampak wahyu tentang ketritunggalan dalam tulisan-tulisan Yohanes, tentu saja kita akan berpolemik. Siapa saja yang berpolemik tidak dapat main politik. Akan tetapi, walaupun kita harus berpolemik dalam perjuangan kita demi kebenaran, kita masih perlu berbicara dengan orang-orang lain dalam cara yang tepat.

INTI — MISTERI HAYAT ILAHI

Dalam Kitab Injil-Nya

Inti tulisan-tulisan Yohanes adalah misteri hayat ilahi. Dalam Injilnya, intinya adalah misteri tentang perwujudan hayat ilahi dalam persona Yesus. Hayat tidak dapat dilihat. Namun, menurut Injil Yohanes, hayat ilahi dinyatakan dengan nyata, jasmaniah, dalam persona Yesus. Inilah satu misteri.

Dalam Surat-suratnya

Dalam Surat-surat Yohanes, khususnya dalam Surat 1Yohanes, intinya adalah misteri tentang persekutuan dari hayat ilahi yang ternyata di antara kaum beriman dengan Allah dan dengan sesama orang beriman. Persekutuan ini misterius. Meskipun kita berbeda ras, warna kulit, dan kebangsaan, kita menikmati satu persekutuan dalam hayat ilahi yang ternyata itu. Kita mempunyai kesatuan yang ajaib di antara kita. Inilah misteri persekutuan hayat ilahi.

Dalam Kitab Wahyunya

Suplai Hayat bagi Anak-anak Allah

Dalam Kitab Wahyu fokusnya adalah Kristus menjadi suplai hayat bagi anak-anak Allah untuk ekspresi-Nya dan pusat administrasi alam semesta dari Allah Tritunggal. Dalam Wahyu 2 kita nampak bahwa kita boleh makan Kristus sebagai pohon hayat di dalam Firdaus Allah dan juga sebagai manna yang tersembunyi (ayat 7, 17). Selanjutnya, dalam Wahyu 3:20 kita nampak bahwa kita boleh berpesta bersama Dia. Pohon hayat, manna yang tersembunyi, dan pesta bersama Tuhan, semuanya menyatakan bahwa Kristus adalah suplai hayat kita. Akan tetapi, banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa Kristus adalah pohon hayat kita, manna tersembunyi kita, dan pesta kita. Namun, kita telah nampak wahyu ini. Kita telah nampak dalam Kitab Wahyu bahwa Kristus adalah suplai hayat kita dan bahwa kita boleh makan Dia sebagai manna yang tersembunyi, sebagai pohon hayat, dan menikmati Dia sebagai pesta kita.

Tujuan menikmati Kristus sebagai suplai hayat kita adalah agar kita dapat menjadi kaki pelita yang memancarkan Dia. Dalam gereja, kita adalah kaki pelita yang tersusun dari suplai hayat Tuhan Yesus sebagai pohon hayat, manna yang tersembunyi, dan pesta. Ini misterius, dan membuat kita menjadi misterius.

Pusat Administrasi Alam Semesta Allah Tritunggal

Misteri yang lain dalam Kitab Wahyu adalah tentang Kristus sebagai pusat administrasi alam semesta Allah Tritunggal. Orang-orang dunia mungkin mengira bahwa dunia berada di bawah pemerintahan raja-raja, presiden-presiden, dan para perdana menteri. Sesungguhnya, Kristus adalah Raja atas segala raja, dan alam semesta berada di bawah administrasi-Nya. Dia adalah Pengelola yang sejati, dan semua pengelola bumi berada di bawah pengaturan-Nya. Nasib dunia tidak tergantung pada penguasa manusia. Nasib dunia ada di dalam tangan Yesus Kristus, Raja atas segala raja.

Tulisan-tulisan Yohanes mengungkapkan rentang waktu yang panjang, dari kekekalan yang lampau sampai kekekalan yang akan datang dengan langit baru dan bumi baru dan Yerusalem baru. Dalam ayat pertama Injilnya, Yohanes menulis mengenai kekekalan lampau, dan dalam pasal terakhir Kitab Wahyu dia membicarakan langit baru dan bumi baru, mengacu kepada kekekalan yang akan datang. Dengan ini kita nampak bahwa tulisan-tulisan Yohanes mengungkapkan masa dari kekekalan lampau sampai kekekalan yang akan datang. Pada saat ini kita ada di atas jembatan waktu yang memimpin kita ke arah takdir kekal kita. Ini juga ilahi dan misterius.

VISI YANG JELAS TENTANG HAYAT KEKAL

Saya mengharapkan dalam berita-berita mendatang kita semua akan mempunyai satu visi yang jelas mengenai hal-hal yang luar biasa tentang hayat kekal. Bukan hanya Injil Yohanes yang memberi kita visi yang demikian jelas tentang hayat kekal, tetapi juga Surat 1Yohanes.

Satu Yohanes 1:1-2 mengatakan, “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan yang kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup (hayat) — itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup (hayat) itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup (hayat) kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan telah dinyatakan kepada kami.” Di sini kita mempunyai satu firman yang jelas tentang hayat kekal. Pasal-pasal selanjutnya dari surat ini menegaskan apakah hayat kekal ini. Seperti yang akan kita lihat, 5:20 mengatakan, “Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup (hayat) yang kekal.” Ketika kita memperhatikan ayat ini dengan teliti, kita akan melihat bahwa “Dialah” mengacu kepada Allah yang benar dan Yesus Kristus yang di dalam-Nya kita ada. Firman ini mencakup fakta bahwa kita ada di dalam Dia, Yang benar. Ini menyiratkan bahwa dalam makna yang sesungguhnya, hayat kekal adalah Allah yang di dalam-Nya kita ada secara pengalaman. Ini tentu saja adalah masalah pengalaman, bukan masalah doktrin atau teologi.

Di antara 1:1-2 dan 5:20 kita mempunyai persekutuan hayat ilahi, pengajaran pengurapan mengenai Allah Tritunggal, dan kelahiran ilahi dengan benih ilahi yang mendatangkan segala kebajikan ilahi. Kita semua perlu nampak dengan jelas bahwa hayat kekal adalah Allah Tritunggal yang kita alami dalam persekutuan hayat ilahi, menurut pengurapan, dan oleh kebajikan-kebajikan kelahiran ilahi dengan benih ilahi. Saya berbeban agar kita semua melihat visi ini. Jika kita tidak mempunyai visi yang dasar dan penting ini, kita mungkin dapat melihat banyak hal lain dalam Surat Yohanes, tetapi kita akan menyimpang dari sasaran. Karena itu, sangatlah penting bahwa dalam berita-berita ini kita nampak dari Surat Yohanes apakah sebenarnya hayat kekal itu.