MINISTRI ROH ITU SEBAGAI SUPLAI HAYAT DAN KEBENARAN SEBAGAI EKSPRESI ALLAH (3)
Pembacaan Alkitab:
2Kor. 3:8-9, 18; 5:21; Kol. 3:10;
1Kor. 1:30; Rm. 8:2, 4; 14:17; Flp. 1:19; 3:9;
Why. 19:7-8; Ef. 4:24; Mat. 5:6, 10, 20
Untuk pemahaman yang lebih baik terhadap ministri Roh itu dalam 2Korintus 3 ini, kita perlu melihat beberapa ayat-ayat kunci dalam Roma 8. Dalam Roma 8:2 Paulus mengatakan bahwa hukum Roh hayat memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut. Frase kunci dalam ayat ini adalah “Roh hayat”. Dalam Roma 8:4 Paulus selanjutnya membicarakan tentang bertindak menurut roh. Hal ini melibatkan bertindak menurut Roh hayat yang disinggung dalam ayat 2. Kita harus bertindak menurut Roh hayat supaya tuntutan keadilan hukum Taurat dapat digenapkan di dalam kita. Ini bukan berarti kita harus berusaha memelihara hukum Taurat, melainkan berarti bahwa hukum Taurat itu dengan spontan dan tanpa kita sadari dapat digenapkan di dalam kita saat kita bertindak menurut Roh.
TUNTUTAN HUKUM TAURAT DIGENAPKAN DI DALAM KITA
Jika kita tidak hidup di dalam Roh hayat, tidak bertindak menurut Roh ini, namun berusaha untuk memelihara hukum Taurat, kita tidak akan berhasil. Sekalipun kita secara luaran berhasil memelihara hukum Taurat, kita tetap tidak akan memiliki kebenaran. Tetapi bila kita hidup di dalam Roh hayat, bertindak menurut Roh hayat, secara otomatis kita akan dapat memelihara hukum Taurat, sekalipun kita mungkin tidak bermaksud melakukannya. Dengan spontan, semua tuntutan hukum Taurat akan digenapkan di atas diri kita.
Sekarang marilah kita melihat lebih rinci tentang bagaimana hukum Allah ini, Sepuluh Perintah, digenapkan di dalam kita ketika kita bertindak menurut Roh hayat. Bila kita hidup dan bertindak di dalam Roh, kita pasti memiliki hanya satu Allah. Kita tidak mungkin memiliki Allah lain selain Allah kita. Ini berarti kita dengan spontan dapat menggenapkan perintah yang pertama.
Selain itu, kita tidak mungkin membuat berhala seperti patung untuk disembah. Kita tidak akan membuat gambar yang kelihatan atau pun yang tidak kelihatan. Kadang-kadang kita membuat gambar yang tidak kelihatan di dalam imajinasi kita atau di dalam khayalan kita. Misalnya, seseorang mungkin berpikir bahwa di masa yang akan datang ia akan menjadi seorang dokter yang kaya raya, seorang milyuner yang memiliki lahan yang luas. Khayalan ini akan membuat orang itu membuat satu berhala yang tidak kelihatan, gambar yang tidak kelihatan. Kemudian ia akan berusaha sekuatnya untuk memenuhi impian itu. Ini adalah menyembah gambar yang tidak kelihatan.
Adalah mudah khususnya bagi orang-orang muda untuk membuat berhala di dalam imajinasi mereka. Seorang saudara mungkin memimpikan seorang gadis muda yang cantik yang akan dinikahinya pada suatu hari. Kemudian ia mungkin akan mencari seseorang untuk menggenapkan impiannya itu. Ketika ia datang ke sidang-sidang gereja, ia mungkin akan mencari seorang istri yang sempurna yang ada di benaknya. Impian itu bagi saudara itu adalah berhala yang tidak kelihatan. Jika kita bertindak menurut Roh, kita akan menghukum impian-impian semacam itu. Namun, orang-orang yang tidak bertindak menurut Roh mungkin akan menghamburkan banyak waktu terbuai dalam impian mereka dan menikmatinya. Melalui bertindak menurut Roh, dengan spontan kita akan memenuhi perintah yang kedua.
Sama halnya dengan perintah yang ketiga, perintah tentang tidak menyebut nama Tuhan dengan sia-sia. Jika kita hidup dan bertindak di dalam Roh hayat, kita tidak mungkin menyebut nama ilahi, yaitu nama yang kudus ini dengan sia-sia. Sebaliknya kita akan selalu menyebut nama Tuhan dalam realitas dan dengan satu tujuan yang pasti. Juga dengan spontan kita akan memelihara hari peringatan terhadap Tuhan, dan dengan demikian kita akan menggenapkan perintah yang keempat. Jadi, bila kita bertindak menurut Roh hayat, maka keempat perintah yang pertama ini akan digenapkan di dalam kita.
Bagaimana keempat perintah yang pertama, demikian pulalah keenam perintah yang terakhir. Bila kita hidup dan bertindak menurut Roh, keenam perintah yang terakhir, yaitu yang berkenaan dengan hubungan kita dengan orang lain, akan digenapkan dengan spontan. Perintah yang kelima menuntut agar kita menghormati orang tua kita. Jika kita bertindak menurut Roh, secara otomatis kita akan menghormati orang tua kita. Kita tidak perlu memutuskan untuk menghormati mereka atau berusaha untuk melakukan hal ini. Seorang muda tidak perlu berkata kepada dirinya sendiri, “Dulu aku tidak memiliki satu sikap yang tepat terhadap ibu dan ayahku. Sekarang karena aku adalah orang Kristen, maka aku harus memiliki sikap yang benar. Aku akan berperilaku dengan tepat, dan aku akan menjadi teladan yang baik bagi adik-adik laki-laki dan perempuanku.” Siapa saja yang memutuskan untuk menghormati orang tuanya secara demikian tidak akan berhasil. Ini dapat dibandingkan dengan seekor kucing yang berusaha untuk terbang di udara seperti burung. Kucing adalah kucing, dan ia tidak dapat terbang. Kucing tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk terbang. Sama halnya dengan orang-orang yang berusaha di dalam hayat alamiahnya untuk memenuhi perintah yang kelima ini. Tetapi jika kita memperhidupkan Kristus, jika kita hidup dan bertindak di dalam Roh hayat, dengan spontan dan tanpa kita sadari, kita akan menghormati orang tua kita. Bila orang tua kita melihat hal ini, mereka mungkin akan sangat terkejut dan heran akan apa yang telah terjadi pada kita.
Dalam 2Korintus 3:3 Paulus mengatakan bahwa orang-orang Korintus adalah surat Kristus yang ditulis oleh penunaian ministri para rasul. Dengan memiliki Kristus yang dituliskan ke dalam kita, kita juga menjadi surat-surat Kristus yang dapat dibaca oleh orang lain. Saya mengetahui banyak kasus tentang orang-orang muda yang telah dibaca oleh orang tua mereka. Pada awalnya, orang tua mereka menentang mereka karena mereka telah berpaling kepada Tuhan atau telah masuk ke dalam kehidupan gereja. Tetapi bahkan sewaktu ditentang orang tua, orang tua mereka membaca apa yang telah dituliskan dari Kristus ke dalam mereka. Hasilnya, setelah sejangka waktu, banyak dari orang tua yang menentang itu berpaling kepada jalan Tuhan. Saya telah mendengar banyak kesaksian yang ajaib semacam ini.
Sekalipun orang tua Anda menentang Anda, tetapi mereka tetap mengamati Anda, membaca Anda sebagai surat Kristus. Akhirnya, jika Anda hidup dan bertindak di dalam Roh hayat dalam hubungan Anda dengan orang tua Anda, mereka akan diyakinkan. Meskipun Anda mungkin tidak bermaksud untuk berusaha menghormati orang tua Anda, tetapi karena Anda bertindak menurut Roh, dengan spontan Anda akan memberikan penghormatan yang paling unggul dan menakjubkan kepada mereka. Orang tua Anda akan memperhatikan hal ini, mengapresiasinya, dan akhirnya dapat diyakinkan dan ditundukkan olehnya.
Selama lebih dari lima puluh tahun dalam kehidupan gereja, saya telah melihat banyak kasus seperti ini. Pada awalnya, orang-orang kudus tertentu ditentang oleh orang tua mereka. Dalam beberapa kasus itu ada orang tua yang beragama lain; dalam kasus lainnya, orang tua mereka itu adalah orang-orang Kristen. Karena jalan pemulihan Tuhan itu baru bagi mereka dan aneh bagi pemahaman mereka, mereka menentang anak-anak mereka. Ada yang berkata, “Orang Kristen lain datang ke gereja seminggu sekali. Mengapa kamu harus bersidang beberapa kali dalam seminggu? Apakah yang menarik kamu hingga kamu begitu sering pergi ke gereja? Sebelumnya kamu menyenangi banyak hal, tetapi sekarang kelihatannya kamu tidak mempedulikannya lagi. Apa yang telah terjadi padamu? Apakah kamu telah tidak waras? Pengaruh apa yang dimiliki gereja ini atas kamu?” Ketika anak-anak mereka menyenangi hal-hal duniawi, orang tua mereka senang terhadap mereka. Tetapi ketika mereka berhenti menyenangi hal-hal itu, orang tua mereka bingung. Karena tidak tahu apa yang telah terjadi pada anak-anak mereka, mereka memutuskan untuk menentang gereja dan melakukan segala sesuatu yang memungkinkan untuk menjauhkan mereka dari kehidupan gereja. Hal semacam ini telah terjadi ratusan kali di China dan juga di Amerika Serikat. Tetapi di hadapan Tuhan saya dapat bersaksi bahwa dalam banyak kasus tersebut, para orang tua itu pada akhirnya berpaling kepada Tuhan dan kepada jalan-Nya. Ada yang berpaling setelah beberapa tahun, ada yang berpaling setelah lebih dari tiga puluh tahun. Dalam beberapa peristiwa para orang tua itu datang ke sidang-sidang gereja, dan dengan cucuran air mata, berdiri untuk memberi kesaksian tentang bagaimana mereka telah menentang gereja melalui menentang anak-anak mereka. Kemudian mereka selanjutnya mengatakan bahwa mereka diyakinkan oleh kehidupan anak-anak mereka dan mereka pun bertobat.
Mengapa Tuhan mendapatkan kemenangan dalam begitu banyak kasus ini? Dia menang karena kaum saleh itu hidup di dalam Roh hayat dan bertindak menurut Roh. Dengan otomatis, mereka menghargai dan menghormati orang tua mereka sedemikian rupa sehingga orang tua mereka diyakinkan bahwa jalan yang telah diambil oleh anak-anak mereka itu berasal dari Tuhan.
Jika kita bertindak menurut Roh, kita juga akan menggenapkan perintah-perintah jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan menjadi saksi dusta, dan jangan mengingini. Jika kita memutuskan untuk mematuhi perintah-perintah ini, kita tidak akan berhasil sepenuhnya. Dalam Roma 7 Paulus memberi tahu kita bahwa ia berusaha untuk mengatasi nafsu mengingini, tetapi ia tidak mampu melakukannya. Sebaliknya ia dibunuh oleh perintah ini. Kemudian ia menyalahkan dirinya sendiri dan berseru, “Aku manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku?” (Rm. 7:24). Kemudian dalam Roma 8 ia dapat mengumumkan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Sebab Roh yang memberi hidup (hukum roh hayat) telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (ayat 1-2). Paulus juga dapat menyadari bahwa tuntutan keadilan hukum Taurat dapat digenapi di dalamnya secara otomatis jika ia bertindak menurut Roh hayat. Ini juga dapat menjadi pengalaman kita pada hari ini. Kita tidak perlu sengaja ingin menggenapkan Sepuluh Perintah itu. Sekali lagi saya katakan bahwa jika kita bertindak menurut Roh hayat, setiap perintah itu akan digenapkan di dalam kita tanpa kita sadari dan dengan spontan. Setiap perintah itu akan sepenuhnya digenapkan di dalam kita.
EKSPRESI ALLAH
Ketika tuntutan keadilan hukum Taurat itu telah terpenuhi di dalam kita karena kita bertindak menurut Roh, kita akan memiliki kebenaran. Kebenaran ini, seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, menandakan ekspresi Allah, yaitu gambar-Nya. Ketika kita memiliki kebenaran, kita memiliki ekspresi Allah yang kita layani dan yang kita sembah. Karena kita memiliki ekspresi ini sebagai kebenaran yang spontan yang kita perhidupkan oleh Roh hayat, orang lain dapat diyakinkan dan ditundukkan. Karena alasan ini, orang-orang yang menentang kita pada akhirnya dapat diyakinkan melalui melihat ekspresi Allah yang diperhidupkan dari diri kita.
Dalam Roma 8:4 Paulus membicarakan tentang tuntutan keadilan hukum Taurat, dan dalam ayat 29 ia membicarakan tentang gambar Putra Allah: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Jika kita menjajarkan ayat ini bersama-sama dengan ayat 2 dan 4, kita akan memiliki Roh, kebenaran, dan gambar. Hari demi hari, kita perlu bertindak menurut Roh hayat supaya kita dapat menggenapkan kebenaran hukum Taurat. Ini sama dengan diserupakan dengan gambar Putra Allah.
Kita mungkin bingung bagaimana kita dapat diserupakan dengan gambar Putra Allah. Jalan untuk diserupakan dengan gambar-Nya adalah bertindak menurut Roh hayat supaya tuntutan keadilan hukum Taurat dapat digenapi di dalam kita. Kemudian kita akan memiliki kebenaran, dan kebenaran ini adalah gambar Putra Allah. Karena itu, Roh itu menghasilkan kebenaran, dan kebenaran adalah gambar.
KEBENARAN DAN KERAJAAN
Roma 14:17 mengatakan, “Sebab Kerajaan Allah bukan-lah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus.” Dalam ayat ini Paulus memberikan aspek lainnya dari kebenaran kepada kita. Dalam Roma 8 kita memiliki kebenaran yang berhubungan dengan Roh hayat dan menghasilkan gambar Putra Allah. Tetapi dalam Roma 14:17 kebenaran ini berhubungan dengan Kerajaan Allah. Dalam pasal ini Kerajaan Allah menunjukkan kehidupan gereja. Sidang-sidang gereja adalah satu pameran dari Kerajaan Allah. Dalam kehidupan gereja ini kita memiliki satu keadaan dan situasi yang memperlihatkan kepada orang lain apakah Kerajaan Allah itu. Kehidupan gereja adalah Kerajaan Allah, dan Kerajaan Allah adalah kebenaran.
Perkataan Paulus dalam Roma 14:17 ini berhubungan dengan yang ditulis dalam Perjanjian Lama. Menurut Mazmur 89:15, kebenaran (keadilan) adalah pondasi (tumpuan) takhta Allah. Ayat ini dapat juga diterjemahkan bahwa kebenaran adalah pendirian takhta Allah. Takhta Allah didirikan dengan kebenaran sebagai pondasinya. Kitab Yesaya juga banyak membicarakan tentang kebenaran. Yesaya 32:1 mengatakan, “Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran.” Di sini kebenaran sekali lagi berhubungan dengan kerajaan. Di mana ada kebenaran Allah, di sana juga ada kerajaan. Selain itu, Ibrani 1:8-9 mengatakan, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan.” Ayat-ayat ini adalah kutipan dari Mazmur 45.
Dalam Perjanjian Lama, kebenaran sering kali sinonim dengan kerajaan. Karena itu kebenaran berhubungan dengan pengelolaan, pemerintahan, peraturan, dan pengendalian. Kebenaran berarti hal-hal itu didirikan dan tetap terpelihara pada susunan yang baik. Di mana ada kebenaran, segala sesuatunya akan dengan tepat berada di bawah suatu pengaturan kepala. Inilah kerajaan.
Kebenaran pertama-tama menghasilkan gambar Allah. Kemudian kebenaran ini mendirikan Kerajaan Allah. Dalam Roma 8 kita memiliki kebenaran dan gambar Allah, dan dalam Roma 14 kita memiliki kebenaran dan Kerajaan Allah. Gambar dan kerajaan bertumpu pada kebenaran. Sekarang marilah kita menerapkan aspek kebenaran ini kepada kehidupan keluarga dan kehidupan gereja kita. Ketika suami dan istri tidak bahagia satu dengan yang lainnya dan situasi di rumah tidak menyenangkan, itu berarti tidak ada kebenaran, tidak ada gambar Putra di dalam kehidupan keluarga mereka. Demikian juga, Kerajaan Allah tidak akan ada, karena Kerajaan Allah adalah kebenaran. Orang lain yang melihat situasi itu tidak akan menerima kesan apa pun terhadap gambar Kristus, ekspresi Allah. Namun, misalnya seorang saudara dan istrinya hidup di dalam Roh dan bertindak menurut Roh. Mereka akan bahagia, dan anak-anak mereka juga akan bahagia. Betapa mulianya kehidupan keluarga yang demikian! Orang lain akan dapat melihat gambar Allah dan menyadari bahwa Kerajaan Allah ada di dalam keluarga itu. Inilah kebenaran di dalam kehidupan keluarga.
Misalnya kaum saleh gereja tertentu bersungut-sungut, mengkritik, dan bergosip. Selain itu, misalnya di dalam sidang-sidangnya ada kekacauan. Jika satu gereja berada dalam keadaan yang demikian, di situ tidak ada ekspresi Allah dan Kerajaan Allah. Tetapi misalnya tidak ada sungut-sungut, kritikan, atau gosip, malahan ada kesabar-an, pujian, berseru kepada Tuhan, dan persekutuan. Selain itu, sidang-sidangnya hidup, tertib dan teratur, kaya dalam fungsinya, tentunya di dalam gereja yang demikian kita dapat melihat Kerajaan Allah yang penuh dengan kebenaran. Di sini segala sesuatunya teratur dan penuh dengan damai sejahtera.
Sasaran ministri dari perjanjian yang baru adalah meministrikan Roh yang almuhit dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses ke dalam orang lain untuk menjadi suplai mereka. Secara bersamaan, ministri ini juga menyalurkan Kristus ke dalam kaum beriman sebagai kebenaran mereka. Kemudian, ketika kaum beriman ini hidup dan bertindak menurut Roh, mereka akan berada di dalam keadaan yang mengekspresikan Allah dan memberikan kesan Putra Allah kepada orang. Selain itu, mereka benar-benar akan menjadi Kerajaan Allah yang didirikan di atas kebenaran, dibangun secara teratur, dan dikepalai dengan tepat. Mereka juga akan memiliki damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus. Inilah hasil ministri dari perjanjian yang baru. Berbeda dengan hasil dari ministri-ministri yang bermacam-macam pada hari ini yang menghasilkan perbedaan opini, perpecahan, dan keadaan yang tidak teratur.
DIDANDANI DENGAN KEBENARAN
Wahyu 19:7-8 mengatakan, “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih! (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” Pengantin perempuan di sini mengacu kepada manusia yang telah ditebus dan ditransformasi. Pengantin perempuan ini akan memakai kain lenan halus yang adalah kebenaran orang-orang kudus.
Jika kita ingin berbagian dalam pengantin perempuan, yang didandani dengan kebenaran yang berkilau-kilauan dan putih bersih, kita perlu mendandani diri kita dengan kebenaran. Hari demi hari kita perlu mempersiapkan pakaian lenan halus yang berkilau-kilauan untuk menutupi diri kita. Ini adalah kebenaran kita setiap hari. Bagaimana kita dapat menghasilkan pakaian kebenaran yang demikian? Kita dapat menghasilkannya dengan setiap hari bertindak menurut Roh hayat dan dengan menempuh satu kehidupan yang berasal dari Roh. Jika kita mempersiapkan pakaian pernikahan kita hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun dengan menempuh satu kehidupan yang demikian di dalam Roh, kita tidak akan kedapatan telanjang pada waktu Tuhan datang kembali. Sebaliknya, pada waktu kedatangan-Nya kita akan memakai pakaian pernikahan yang berkilau-kilauan dan putih bersih.
Akhirnya, pengantin perempuan dalam Wahyu 19 ini akan menjadi Yerusalem Baru dalam Wahyu 21 dan 22. Kota Yerusalem Baru akan mengemban penampilan yaspis. Berbicara tentang Yerusalem Baru, Wahyu 21:11 mengatakan, “Cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.” Menurut Wahyu 21:18, “Tembok itu terbuat dari permata yaspis.” Pondasi yang pertama dari Yerusalem Baru juga adalah yaspis (Why. 21:19). Karena itu, penampilan kota itu adalah yaspis. Wahyu 4 menunjukkan bahwa Allah yang duduk di takhta di surga itu juga memiliki penampilan yaspis. Jadi, yaspis menunjukkan gambar Allah, yaitu ekspresi-Nya. Fakta bahwa yaspis adalah penampilan Allah dan Yerusalem Baru, itu menunjukkan bahwa kota kudus ini akan mengemban penampilan yang sama dengan Allah. Seluruh kota itu akan mengekspresikan Allah.
Yaspis Yerusalem Baru sama dengan kebenaran pengantin perempuan. Hari ini kita sedang mempersiapkan gaun pengantin kita, gaun yang akan memiliki penampilan kebenaran, yang adalah ekspresi Allah. Akhirnya, di dalam Yerusalem Baru, kebenaran ini akan menjadi penampilan yaspis.
KEBENARAN YANG TERDAPAT
DI LANGIT BARU DAN BUMI BARU
Dua Petrus 3:13 mengatakan, “Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” Kata kebenaran yang dipakai dalam ayat ini kaya maknanya. Mengatakan bahwa kebenaran akan tinggal di langit baru dan bumi baru berarti segala sesuatunya akan menjadi teratur, berada di bawah satu kepala, dan rapi. Segala sesuatu akan dikendalikan, dikontrol, dan berada di bawah pemerintahan yang tepat, karena takhta Allah, kerajaan, dan pemerintahan ilahi ada di sana. Hasilnya akan ada damai sejahtera dan sukacita.
Ketika kebenaran ini tinggal di langit baru dan bumi baru, maka situasinya akan menjadi sangat berbeda dengan apa yang ada pada hari ini. Pada zaman sekarang ini hampir tidak ada kebenaran di bumi ini. Sebaliknya ada ketidakbenaran, ketidakaturan, dan kekacauan. Tetapi puji Tuhan bahwa di dalam gereja, di mana kita dapat mencicipi langit baru dan bumi baru, kebenaran itu tinggal! Selain itu, kita harus dapat mengatakan bahwa oleh belas kasihan Tuhan, kebenaran itu juga akan tinggal di dalam kehidupan keluarga kita.
Hari ini, banyak orang Kristen yang mengabaikan ministri dari perjanjian yang baru ini. Mereka tidak meministrikan Roh itu dan kebenaran kepada orang lain, sebaliknya malah berdebat tentang hal-hal seperti metode baptisan. Mereka berdebat soal apakah seseorang itu harus dibaptis ke depan atau ke belakang, satu kali atau tiga kali, di dalam nama Yesus atau di dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Berbagai macam hal yang disebut ministri itu telah memecah belah anak-anak Allah. Ministri-ministri yang memecah belah itu bukanlah ministri dari perjanjian yang baru. Ministri dari perjanjian yang baru hanya meministrikan Kristus kepada orang lain sebagai Roh itu untuk menjadi suplai hayat yang di dalam dan sebagai kebenaran yang di luar untuk ekspresi Allah. Ekspresi Allah sebagai kebenaran, gambar Allah ini, mendatangkan kerajaan, di mana segala sesuatunya teratur, rapi, dan berada di bawah satu kepala. Ini akan memberikan pencicipan atas kerajaan yang akan datang kepada kita dan pencicipan atas Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru. Inilah fungsi dari ministri dari perjanjian yang baru.
Bukan hanya sekerja-sekerja dan para penatua di dalam gereja-gereja, tetapi juga semua orang kudus, termasuk orang-orang muda, harus menjadi minister-minister dari perjanjian yang baru pada hari ini. Ini berarti kita semua harus melaksanakan ministri ini untuk meministrikan Kristus sebagai Roh pemberi hayat dan sebagai kebenaran.