← Daftar isi 2 Korintus (2) · bab 10/20

PARA MINISTER DAN MINISTRI MENJADI SATU

Pembacaan Alkitab: 2Kor. 3:8-9, 16-18; 4:6-7

Sebelum kita melihat perkara tentang para minister dan ministri menjadi satu, kita perlu memperhatikan perkataan Tuhan Yesus mengenai kebenaran. Ketika Dia mengumumkan undang-undang Kerajaan Surga (Mat. 5:1-7:29), Dia mengatakan hal-hal yang penting mengenai kebenaran. Dia berkali-kali menekankan kebenaran. Dia mengumumkan, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran Allah, karena mereka akan dipuaskan” (Mat. 5:6 Tl.). Kemudian Dia berkata, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga” (Mat. 5:10 Tl.). Dia juga meng-ajarkan murid-murid-Nya, “Jika kebenaranmu tidak melebihi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat. 5:20, Tl.). Tuhan Yesus juga menekankan kebenaran ketika Dia berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33 Tl.). Kita tidak perlu khawatir akan makanan dan pakaian, kita perlu mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Tetapi apakah kebenaran yang ditekankan oleh Tuhan Yesus ini? Kebenaran adalah Kristus yang diperhidupkan dari dalam kita untuk menjadi ekspresi Allah dan Kerajaan Allah. Bila kita memiliki kebenaran ini, tentunya kita akan memiliki kuasa pemerintahan Allah. Kita memiliki pengelolaan, pemerintahan, dan pengaturan Allah. Ini berarti kita memiliki kerajaan dengan damai sejahtera dan sukacita dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam kehidupan keluarga kita, dan dalam kehidupan gereja kita.

Saya ingin berulang-ulang menekankan fakta bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Saya tidak pernah lelah mengulang hal ini. Ministri dari perjanjian yang baru ini adalah ministri dalam pemulihan Tuhan. Dalam pemulihan kita hanya meministrikan Kristus sebagai Roh pemberi hayat dan sebagai kebenaran kita yang hidup.

Jika kita membaca 2Korintus 3:8-9 dan 16-18, kita dapat nampak dengan jelas bahwa pada akhirnya para minister dari perjanjian yang baru akan menjadi satu dengan ministri mereka. Ini berarti para minister adalah ministri itu. Ministri mereka adalah apa adanya mereka, bukan hanya apa yang mereka lakukan atau pekerjaan yang mereka genapkan. Apa adanya para minister dari perjanjian yang baru justru adalah ministri mereka. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa para minister dan ministri itu menjadi satu.

DUA TAHAP DARI MINISTRI

PERJANJIAN YANG BARU

Dua Korintus 3:8-9 mengatakan, “Betapa lebih besar lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada kebenaran.” Perhatikanlah ayat 8 mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru berada dalam kemuliaan, dan ayat 9 mengatakan bahwa ministri ini berlebih (limpah) dalam kemuliaan. Di sini kita melihat dua tahap dari ministri dari perjanjian yang baru. Tahap yang pertama adalah ministri Roh itu, tahap yang kedua adalah ministri kebenaran. Ketika ministri hanya sekadar ministri Roh itu, ministri ini ada dalam tahap pertama. Ini adalah ministri dalam kemuliaan. Ketika ministri ini adalah ministri kebenaran, ministri ini ada dalam tahap kedua. Dalam tahap ini, ministri dari perjanjian yang baru bukan hanya berada dalam kemuliaan, lebih-lebih berlimpah dalam kemuliaan. Alasan ministri ini berlimpah-limpah dalam kemuliaan adalah karena kebenaran itu ditampilkan.

Kedua tahap dari ministri dari perjanjian yang baru ini dapat diterapkan kepada kehidupan keluarga kita. Misalnya seorang saudara, istri, dan anak-anaknya menerima ministri Roh itu. Pada ministri Roh itu ada kemuliaan, tetapi ministri ini tidak berlimpah dalam kemuliaan, karena tidak ada kebenaran. Tetapi mungkin setelah sejangka waktu suami, istri, dan anak-anak semuanya memperhidupkan kebenaran menurut Roh hayat di dalam mereka. Inilah ministri kebenaran yang berlimpah dalam kemuliaan. Siapa pun yang mengunjungi keluarga itu akan dapat menemukan kemuliaan yang menyertai mereka.

Dalam tahap yang pertama, yaitu tahap ministri Roh itu, ministri dari perjanjian yang baru ini berada dalam kemuliaan. Tetapi bila ministri ini menjadi ministri kebenaran, maka ministri ini berlimpah dalam kemuliaan. Ketika ministri Roh itu diperhidupkan di dalam kita dengan ekspresi kebenaran, ministri ini berlimpah dalam kemuliaan.

“Dalam kemuliaan” dan “berlimpah dalam kemuliaan” dalam 3:8-9 keduanya berhubungan dengan ministri itu. Tetapi kemuliaan dalam ayat 16-18 tidak berhubungan dengan ministri, melainkan berhubungan dengan para minister. Dalam ayat 18 Paulus berkata, “Kita semua seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan ini datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan” (Tl.). Dalam ayat ini kata “kita” mengacu kepada para rasul, yang adalah para minister Kristus sebagai teladan dan wakil dari semua orang beriman. Jadi, kemuliaan dalam ayat 8-9 berhubungan dengan ministri itu, sedangkan dalam ayat 18 berhubungan dengan para minister.

Meskipun kemuliaan dalam ayat 8-9 berhubungan dengan ministri itu, dan kemuliaan dalam ayat 18 berhubungan dengan para minister, tetapi bukan berarti ada dua macam kemuliaan. Bukan berarti ada satu kemuliaan yang berkaitan dengan ministri itu dan ada satu kemuliaan lagi berhubungan dengan para minister. Tidak, hanya ada satu macam kemuliaan. Ini membuktikan bahwa pada akhirnya semua minister dari perjanjian yang baru akan menjadi satu dengan ministri mereka. Seluruh diri mereka, apa adanya diri mereka, adalah ministri mereka.

KEHIDUPAN PARA MINISTER

PERJANJIAN YANG BARU

Fakta bahwa para minister dan ministri adalah satu, sepenuhnya dibuktikan dalam 2Korintus 4. Dalam pasal ini Paulus memberikan satu petunjuk yang kuat kepada kita bahwa ministri itu adalah apa adanya para minister dari perjanjian yang baru. Sebenarnya, para minister dalam pasal 4 itu tidak bekerja, mereka hanya hidup. Jadi, kehidupan mereka adalah pekerjaan mereka. Di luar kehidupan mereka, mereka tidak perlu melakukan pekerjaan apa pun, karena kehidupan mereka adalah pekerjaan mereka, ministri mereka. Manusia batiniah mereka sebenarnya adalah ministri mereka. Apa yang terhitung di dalam ministri dari perjanjian yang baru adalah apa adanya para minister dari perjanjian yang baru dalam kehidupan mereka dan dalam segenap diri mereka.

Keadaan para minister dari perjanjian yang baru sangat berbeda dengan kebanyakan pengkhotbah Kristen pada hari ini. Para pelayan dan pengkhotbah umumnya bekerja dalam satu cara, tetapi hidup dalam cara lainnya. Ini berarti apa yang dikerjakan mereka adalah satu hal, dan apa adanya mereka adalah hal lain lagi. Mereka mungkin mengajar orang-orang agar menurut satu standar yang tinggi, tetapi mereka sendiri tidak hidup menurut standar itu. Jadi, ada suatu ketidakcocokan di antara pekerjaan mereka dengan apa adanya mereka. Tetapi para minister dari perjanjian yang baru bersatu dengan ministri mereka. Apa yang mereka lakukan adalah apa adanya mereka. Cara mereka bekerja adalah cara hidup mereka. Kehidupan mereka, apa adanya mereka, adalah ministri mereka. Hasilnya, kemuliaan ministri mereka adalah kemuliaan mereka, dan kemuliaan mereka adalah kemuliaan ministri mereka.

KEMULIAAN YANG TIDAK KELIHATAN

Kemuliaan para minister dari perjanjian yang baru bukanlah sesuatu yang kelihatan atau yang lahiriah. Kemuliaan ini adalah yang batiniah, yang tidak kelihatan; ini adalah perkara Kristus tertampak oleh orang lain dalam kehidupan kita. Misalnya, ketika Anda mengunjungi rumah seorang saudara, Anda mungkin melihat dalam kehidupan keluarganya ada satu kondisi, keadaan kemuliaan. Kemuliaan ini bukanlah Kristus (secara jasmani) terlihat oleh orang lain, melainkan Kristus tertampak oleh mereka ketika mereka mengamati kehidupan sehari-hari dari keluarga ini. Orang lain merasakan bahwa di dalam kehidupan keluarga ini ada sesuatu yang mulia. Inilah kemuliaan para minister dari perjanjian yang baru dan ministri mereka.

Ketika Musa turun dari gunung, kemuliaan bersinar dari wajahnya dan kasat mata. Tetapi tidak ada sinar kemuliaan yang demikian pada wajah Paulus. Pada Musa, kemuliaan itu ada secara lahiriah dan kasat mata. Namun, sinar kemuliaan itu, tidak tahan lama. Pada diri Paulus tidak ada sinar kemuliaan yang lahiriah dan kasat mata. Namun, padanya ada sinar kemuliaan yang rohani dan batini. Siapa saja yang tinggal bersama Paulus untuk sejangka waktu akan menyadari bahwa padanya ada satu sinar yang tidak kelihatan. Meskipun sinar ini tidak kasat mata, tetapi sinar ini dapat dirasakan, direalisasikan. Inilah sinar kemuliaan yang batiniah. Pada diri Paulus tidak ada sinar yang lahiriah, tetapi ada sesuatu yang mulia yang bersinar dari dalam dirinya. Saya berterima kasih kepada Tuhan bahwa pada hari ini juga ada para minister yang tidak memancarkan terang yang lahiriah, melainkan terang yang batiniah, yaitu terang yang memancar dari dalam.

TERANG ALLAH DI DALAM HATI KITA

Saya telah belajar dari pengalaman bahwa para minister dari perjanjian yang baru bersinar secara batiniah dengan kemuliaan yang tidak kelihatan. Namun, karena tidak mau menaruh kepercayaan pada pengalaman saya, saya memeriksa perkara ini menurut Alkitab. Kemudian saya menemukan bahwa dalam 2Korintus 4:6 Paulus berkata, “Sebab Allah yang telah berfirman, ‘Dari dalam gelap akan terbit terang!’ Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang tampak pada wajah Kristus.” Allah yang telah berfirman “dari dalam gelap akan terbit terang” telah bercahaya (bersinar) di dalam hati para minister dari perjanjian yang baru. Terang-Nya di dalam alam semesta ini menghasilkan ciptaan lama. Sekarang terang-Nya di dalam hati para minister dari perjanjian yang baru ini membuat mereka menjadi ciptaan baru. Karena itu, mereka dapat meninggikan Kristus sebagai Tuhan di dalam pemberitaan mereka dan berperilaku sebagai hamba-hamba bagi kaum beriman di dalam pelayanan mereka (ayat 5). Apa yang mereka lakukan bagi Kristus dan apa adanya mereka bagi kaum beriman keduanya dihasilkan dari terang Allah. Terang Allah menghasilkan para minister dari perjanjian yang baru dan menghasilkan ministri mereka.

Dalam ciptaan lama, terang Allah itu bersifat lahiriah. Tetapi bagi kita dalam ciptaan baru, terang Allah itu bersifat batiniah. Allah telah bercahaya di dalam hati kita. Sekarang, terang, kemuliaan, dan cahaya itu ada di dalam kita. Terang Allah di dalam hati kita menghasilkan terang pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang tampak pada wajah Kristus; juga berarti sorotan terang itu membuat kita mengenal kemuliaan Injil Kristus. Terang, cahaya, yang membuat kemuliaan Injil Kristus dapat kita kenal ini dihasilkan dari terang Allah di dalam hati kita.

Banyak dari antara kita yang mengetahui dari pengalaman apa artinya memiliki kemuliaan Tuhan yang bersinar (bercahaya) di dalam hati kita. Pada suatu hari, ada sesuatu yang berasal dari Tuhan mulai bersinar di dalam kita. Sebelum kita mengalami terang batiniah ini, kita berada dalam kegelapan. Inilah keadaan saya di dalam kekristenan yang terorganisir selama bertahun-tahun. Saya mendengar kisah-kisah tentang Kristus dan saya diajar mengenai salib. Tetapi setelah saya beroleh selamat, barulah saya mengalami terang batiniah ini.

Hari ini ada orang-orang beragama yang memiliki konsepsi yang takhayul terhadap salib yang material. Ada yang menaruh salib yang terbuat dari kayu atau beton di atas tempat penyembahan mereka. Yang lainnya memakai kalung salib emas pada leher mereka. Masih ada lagi yang mempraktekkan membuat apa yang disebut tanda salib. Belum lama ini, ada seorang yang datang kepada saya dengan memakai pakaian kependetaan dan memakai kalung salib yang besar. Salib semacam itu tidak dapat menyelamatkan siapa pun, sedikit pun tidak memiliki kekuatan. Meskipun demikian, ada orang yang benar-benar percaya bahwa jika mereka menaruh salib yang material itu ke atas seseorang yang sakit, salib itu memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dia. Sungguh takhayul! Konsepsi yang lahiriah terhadap salib yang material ini sama sekali tidak berhubungan dengan ministri dari perjanjian yang baru.

Ministri dari perjanjian yang baru mutlak berada di dalam Roh itu. Ministri ini tidak berhubungan dengan hal-hal yang dapat dilihat atau yang jasmani. Ministri dari perjanjian yang baru ini tidak kelihatan, walaupun demikian ministri ini merupakan sesuatu yang dapat kita pegang (pertahankan). Ini adalah sesuatu yang riil yang dapat dirasakan, direalisasikan, dialami, dan dinikmati. Inilah kemuliaan, terang, realitas, kekuatan, dan tenaga ministri dari perjanjian yang baru.

HARTA DI DALAM BEJANA TANAH LIAT

Dalam 2Korintus 4:7 Paulus selanjutnya berkata, “Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” Penyorotan Allah dalam hati kita membawakan harta ke dalam kita, yaitu Kristus yang mulia, sebagai perwujudan Allah, untuk menjadi hayat dan segala kita. Tetapi kita yang berisikan harta ini adalah bejana-bejana tanah liat, yang tidak berharga dan getas. Harta tak ternilai ini tersimpan dalam bejana-bejana tak berharga. Ini membuat bejana-bejana tak berharga itu menjadi para minister dari perjanjian yang baru dengan ministri yang tak ternilai. Ini digenapkan oleh kekuatan ilahi di dalam kebangkitan. Kekuatan yang berlimpah-limpah ini pasti berasal dari Allah, bukan dari diri kita. Harta ini, yaitu Kristus yang berhuni di dalam kita, bejana tanah liat, adalah sumber suplai ilahi bagi kehidupan orang Kristen. Oleh kekuatan yang unggul dari harta inilah para rasul sebagai para minister dari perjanjian yang baru dapat menempuh satu kehidupan yang tersalib, sehingga hayat kebangkitan Kristus dapat dinyatakan.

Realitas Kristus yang bercahaya ini adalah harta di dalam kita, bejana-bejana tanah liat. Secara lahiriah kita adalah bejana tanah liat, tetapi secara batiniah kita memiliki harta yang tak ternilai. Harta ini adalah Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk menjadi Roh pemberi hayat yang almuhit di dalam kita. Harta ini memiliki satu kekuatan, dan kekuatan ini adalah kekuatan yang unggul. Kristus sebagai Roh pemberi hayat di dalam kita adalah Dia yang bersinar dan bekerja. Inilah harta yang kita miliki di dalam kita.

Para minister dari perjanjian yang baru dengan ministri mereka adalah bejana-bejana tanah liat yang menampung satu harta yang ajaib. Ministri mereka itu mutlak adalah sesuatu yang berada di dalam Roh itu, sesuatu yang riil dan hidup. Ini merupakan sesuatu yang dapat kita rasakan, kita nikmati, kita realisasikan, dan kita alami. Inilah yang Tuhan dambakan di dalam pemulihan-Nya pada hari ini. Inilah kesaksian Perjanjian Baru, dan inilah yang Allah kehendaki di antara kita. Kita harus berada di dalam pemulihan dari ministri ini. Kita harus menempuh kehidupan semacam ini dan berada di dalam gereja yang memiliki ministri ini. Selain itu, kita harus meministrikan hal ini kepada orang lain terutama bukan dengan apa yang kita lakukan, melainkan dengan apa adanya kita dan dengan cara hidup kita. Inilah para minister dari perjanjian yang baru dengan ministri mereka. Sesungguhnya para minister dan ministri itu adalah satu.