← Daftar isi 2 Korintus (2) · bab 8/20

MINISTRI ROH ITU SEBAGAI SUPLAI HAYAT DAN KEBENARAN SEBAGAI EKSPRESI ALLAH (2)

Pembacaan Alkitab:

2Kor. 3:8-9, 18; 5:21; Kol. 3:10;

1Kor. 1:30; 15:34; Rm. 8:2, 4; 14:17; Flp. 1:19; 3:9;

Why. 19:7-8; Ef. 4:24; Mat. 5:6, 10, 20

Kita memerlukan definisi yang tepat tentang kebenaran. Orang-orang yang tidak percaya, tentunya tidak mengenal kebenaran dalam Alkitab. Tetapi banyak orang beriman di dalam Kristus juga tidak memiliki pemahaman yang penuh tentang makna kebenaran. Tegasnya, dalam Alkitab kebenaran mengacu kepada ekspresi gambar Allah. Ini berarti, menurut Alkitab, kebenaran adalah Allah diekspresikan.

EKSPRESI ALLAH YANG HIDUP

Bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kebenaran dalam Alkitab adalah ekspresi Allah? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu nampak bahwa dalam firman Tuhan, kebenaran pertama-tama ditujukan kepada menggenapkan hukum Taurat. Jika kita memelihara hukum Taurat dan menggenapkannya, kita adalah benar; kita memiliki kebenaran. Tetapi jika kita melanggar hukum Taurat, atau jika kita bersalah kepada orang lain dengan melanggar hukum Taurat, kita tidak benar; kita tidak memiliki kebenaran. Jadi, makna yang pertama dari kebenaran dalam Alkitab adalah menggenapkan hukum Taurat.

Hukum Taurat menekankan Sepuluh Perintah. Tetapi apakah makna dari Sepuluh Perintah itu? Perjanjian Lama dengan jelas menunjukkan bahwa Sepuluh Perintah itu adalah kesaksian Allah. Tabut perjanjian disebut tabut kesaksian (Kel. 25:16), dan kemah, disebut kemah kesaksian (Kel. 38:21). Kesaksian di sini mengacu kepada hukum Taurat. Karena itu, hukum Taurat adalah kesaksian Allah.

Sebagai kesaksian Allah, Sepuluh Perintah adalah gambar Allah, yaitu gambaran Dia. Ini berarti hukum Taurat adalah gambaran, definisi, dan penjelasan yang jelas tentang Allah. Hukum Taurat mewahyukan Allah kita adalah Allah yang bagaimana.

Jika Anda mempelajari Sepuluh Perintah, Anda akan melihat bahwa Allah kita adalah kudus, Dia tidak umum. Dia itu terpisah, berbeda dengan segala sesuatu di luar diri-Nya. Karena itu salah satu dari perintah-perintah itu menyatakan bahwa kita hanya boleh memiliki satu Allah dan tidak boleh membuat patung-patung atau menyembah berhala. Selain itu, kita tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sia-sia, dan kita harus mengenal bahwa hari Sabat adalah hari peringatan terhadap Allah sebagai Pencipta satu-satunya.

Melalui mempelajari dengan teliti empat perintah yang pertama, kita dapat melihat bahwa perintah-perintah ini menunjukkan bahwa Allah itu cemburu. Dia itu cemburu karena Dia itu kudus dan unik. Alkitab memakai hubungan pernikahan untuk menggambarkan keunikan Allah. Sama seperti seorang istri memiliki satu suami, demikian juga kita, umat Allah, tidak boleh memiliki Allah lainnya. Allah adalah satu-satunya Suami kita, dan kita tidak boleh memiliki Suami lainnya selain Dia. Sama seperti suami seorang perempuan terpisah dari semua laki-laki lainnya dan tidak umum, demikian juga Allah terpisah dari segala sesuatu lainnya dan tidak umum. Ini berarti Allah kita adalah kudus.

Jika kita membaca enam perintah yang terakhir, kita akan melihat bahwa Allah itu benar. Dia adalah Allah yang adil. Selain itu, Dia adalah Allah yang kasih dan terang. Karena itu, menurut gambaran Allah yang terkandung di dalam Sepuluh Perintah itu, Allah itu kudus dan benar, juga adalah Allah yang kasih dan terang. Inilah Allah kita.

Enam perintah terakhir dengan jelas mewahyukan bahwa Allah adalah Allah yang benar dan Allah yang kasih dan terang. Menghormati orang tua itu memang benar. Tidak membunuh, tidak berzina, tidak mencuri, tidak menjadi saksi dusta, dan tidak tamak itu benar. Jika kita menggenapkan perintah-perintah ini, kita akan menjadi benar terhadap orang lain dalam masyarakat. Selain itu, mengenapkan enam perintah ini juga adalah perkara kasih. Orang yang membunuh tentu saja tidak memiliki kasih. Jika Anda mengasihi orang lain, Anda tidak akan berzina, mencuri, atau menjadi saksi dusta. Anda juga tidak akan mengingini harta benda orang lain. Karena itu, Sepuluh Perintah itu menyajikan satu Allah yang kudus, benar, juga penuh dengan kasih dan terang.

Jika kita memelihara Sepuluh Perintah, kita memiliki kebenaran. Kebenaran ini adalah ekspresi Allah, yaitu gambar Allah. Karena itu, menurut makna yang alkitabiah, kebenaran adalah memelihara hukum Taurat untuk menampilkan gambar Allah, ekspresi Allah, kepada orang lain. Dengan demikian kita tahu Allah yang bagaimanakah yang kita sembah. Jika kita benar, penuh dengan kebenaran, kebenaran ini menjadilah ekspresi Allah yang kita sembah dan yang kita layani.

Misalnya seseorang mengaku bahwa dirinya milik Allah, juga mengatakan bahwa ia menyembah Allah dan melayani Allah. Namun, orang ini mencuri, berdusta, dan tamak. Ini akan membuat orang lain mengatakan bahwa mereka tidak mungkin mau percaya kepada Allah orang itu. Orang yang demikian akan memberikan kesan yang salah tentang Allah kepada orang lain. Tetapi jika kita yang menyembah Allah, melayani Allah, dan menyatakan bahwa kita milik Allah, menempuh satu kehidupan yang kudus, terpisah bagi Allah, menempuh satu kehidupan yang benar dan penuh kasih dan terang, bersimpati kepada orang lain; kita menghormati orang tua kita, tidak mencuri, tidak menjadi saksi dusta, dan tidak tamak. Dengan kata lain, kita melayani Allah, menyembah Allah, dan juga benar. Hasilnya, kita memiliki ekspresi, gambar Allah. Maka orang lain akan nampak bahwa Allah kita benar-benar Allah yang sejati. Mereka akan mau menerima Allah ini sebagai Allah mereka.

Kristus, Penebus mustika kita, sekarang tinggal di dalam kita sebagai Roh pemberi hayat untuk menjadi hayat dan suplai hayat kita. Sekarang kita memiliki satu motivasi dan suplai yang ajaib di dalam kita. Sebagai Roh itu, Kristus menyuplai kita, memotivasi kita, dan bahkan memimpin kita sepanjang hari. Jika kita hidup oleh Dia dan memperhidupkan Dia, kehidupan kita akan menjadi kebenaran yang sejati. Kebenaran ini adalah gambar Allah yang hidup, ekspresi Allah yang hidup. Inilah sebabnya kita mengatakan bahwa Roh itu sebagai hayat di dalam kita dan kebenaran adalah ekspresi di luar kita.

Tujuan ministri dari perjanjian yang baru adalah meministrikan Roh pemberi hayat dan kebenaran ke dalam kaum saleh. Roh dan kebenaran itu sebenarnya adalah Kristus sendiri. Kristus yang hidup di dalam kita adalah Roh pemberi hayat, dan Kristus yang diekspresikan melalui kita adalah kebenaran sebagai gambar Allah. Betapa ajaib!

Dalam 2Korintus 3:8 dan 9 Paulus membicarakan Roh lebih dulu dan kemudian kebenaran. Dalam ayat 8 ia berkata, “Betapa lebih besar lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan (ministri) Roh!” Di sini kita membaca tentang ministri Roh. Dalam ayat 9 Paulus selanjutnya berkata, “Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran (kebenaran).” Di sini kita memiliki ministri kebenaran. Inilah alasan kita mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri Roh dan kebenaran.

MINISTRI GAMBAR TUHAN

Dalam 2Korintus 3:18 Paulus memakai satu kata yang merupakan sinonim dari kata kebenaran dalam 2Korintus 3:9. Kata ini adalah gambar. Dalam 2Korintus 3:18 Paulus berkata, “Tetapi kita semua seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan ini datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan” (Tl.). Ketika kita memandang dan memantulkan Tuhan, kita ditransformasi menjadi serupa dengan gambar-Nya. Gambar ini sinonim dengan kebenaran dalam ayat 9. Jadi, ministri kebenaran adalah ministri gambar Tuhan.

Bagaimana kita dapat memiliki gambar ini? Bagaimana kita dapat memiliki satu kebenaran yang hidup yang adalah gambar Tuhan? Kita dapat memiliki gambar ini, kebenaran ini, hanya oleh Roh itu. Menurut ayat 18, kita ditransformasi menjadi serupa dengan gambar Tuhan dari kemuliaan ke kemuliaan, bahkan seperti dari Tuhan Roh. Ini berarti sumber dan substansi dari gambar ini, kebenaran ini adalah Roh itu. Roh itu di dalam kita adalah faktor yang menghasilkan gambar Allah (kebenaran Allah sebagai ekspresi-Nya).

ROH, KEBENARAN, DAN GAMBAR

Saya tidak memahami tentang Roh, kebenaran, dan gambar ini hanya dengan mempelajarinya. Selain bertahun-tahun mempelajari, juga ada bertahun-tahun pengalaman. Melalui pengalaman saya, saya mulai menyadari bahwa ketika saya diinfus dengan Roh pemberi hayat, dengan spontan saya akan memiliki satu kehidupan yang benar dalam setiap hal. Saya dapat melakukan kehendak Allah, saya tidak melukai orang lain, dan saya tidak akan bersalah terhadap mereka. Ketika saya dijenuhi dengan Roh itu, kehidupan saya menjadi ekspresi dari Kristus yang berhuni. Kristus yang berhuni yang diperhidupkan oleh saya adalah kebenaran sebagai ekspresi Allah, dan ekspresi ini adalah gambar Allah.

Pemahaman terhadap kebenaran sebagai gambar Allah ini ditegaskan oleh Efesus 4:24 dan Kolose 3:10. Efesus 4:24 mengatakan, “Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” Di sini Paulus membicarakan tentang kebenaran dalam hubungannya dengan manusia baru. Dalam Kolose 3:10 ia berkata, “Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya.” Jika kita menjajarkan ayat-ayat ini, kita akan nampak bahwa manusia baru diciptakan di dalam gambar Allah dan bahwa pada gambar ini ada kebenaran. Oleh ayat-ayat ini kita nampak bahwa kebenaran yang hidup ini adalah gambar Allah, ekspresi Allah. Gambar ini, ekspresi ini, adalah Kristus sebagai Roh pemberi hayat yang diperhidupkan dari kita.

Tahukah Anda apakah ministri dari perjanjian yang baru ini? Apakah ministri ini mengajar orang lain untuk berbahasa lidah atau menyuruh mereka untuk dibaptis dengan cara tertentu? Tidak, di dalam setiap aspek dan di dalam setiap hal, ministri dari perjanjian yang baru ini menyalurkan Kristus sebagai Roh pemberi hayat ke dalam kita. Roh pemberi hayat ini kemudian menjadi suplai yang limpah lengkap di dalam kita. Secara bersamaan, ministri dari perjanjian yang baru ini menyajikan Kristus kepada kita sebagai kebenaran, sebagai gambar Allah yang hidup untuk menjadi ekspresi-Nya.

DITEMUKAN DI DALAM KRISTUS

Kita tahu dari Kitab Filipi bahwa Paulus ingin ditemukan di dalam Kristus. Dalam Filipi 3:9 Paulus mengumumkan, “Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” Menurut ayat ini, Kristus yang di dalam-Nya Paulus ingin ditemukan adalah kebenaran Allah. Paulus ingin ditemukan di dalam Kristus, bukan dengan kebenarannya sendiri, melainkan dengan memiliki Kristus sebagai kebenaran Allah.

Kita dapat menggambarkan hal ditemukan di dalam Kristus ini dengan hal memakai setelan pakaian tertentu dan dilihat oleh orang lain. Misalnya saya memakai setelan warna abu-abu. Di dalam sidang Anda menemukan saya memakai setelan ini, dan di rumah Anda juga akan menemukan saya memakai setelan pakaian yang sama. Karena saya mengenakannya, maka di mana saja Anda menemukan saya, Anda menemukan saya memakai setelan pakaian ini. Demikian juga, jika kita ingin ditemukan di dalam Kristus, kita perlu mengenakan Kristus yang hidup sebagai pakaian kita, sebagai kebenaran kita. Inilah maksudnya ditemukan di dalam Dia sebagai ekspresi Allah, gambar-Nya.

SASARAN DARI MINISTRI

PERJANJIAN YANG BARU

Sasaran ministri dari perjanjian yang baru ini tidak lain meministrikan Kristus sebagai Roh pemberi hayat yang di dalam dan sebagai kebenaran yang hidup yang di luar. Sekalipun pengalaman kita mungkin agak terbatas, saya percaya bahwa di dalam pemulihan Tuhan, Roh itu dan kebenaran yang hidup ini sedikitnya dalam skala yang kecil telah diministrikan kepada kita melalui ministri dari perjanjian yang baru.

Sebelum saya masuk ke dalam kehidupan gereja, saya sering meministrikan perkara-perkara seperti sepuluh tanduk, sepuluh jari kaki, dan tujuh puluh minggu. Saya sepenuhnya diduduki oleh perkara-perkara itu. Boleh dikatakan, saya mabuk secara rohani. Saya benar-benar perlu “sadar kembali demi kebenaran”, seperti yang dipesankan oleh Paulus kepada orang-orang Korintus dalam 1Korintus 15:34. Dulu, ketika saya bertemu dengan orang Kristen lainnya, saya akan bertanya kepada mereka apakah mereka tahu apa yang diajarkan Alkitab mengenai tujuh puluh minggu. Jika mereka tidak tahu hal itu, saya akan memegang kesempatan itu untuk menjelaskannya kepada mereka. Saya juga mengatakan sejumlah hal tentang keterangkatan. Tetapi terima kasih kepada Tuhan, pada suatu hari saya sadar demi kebenaran dari kemabukan saya, dari keadaan saya yang terbius. Saya tidak lagi menekankan hal-hal seperti sepuluh tanduk, tujuh puluh minggu, dan metode baptisan, melainkan saya mulai hanya memperhatikan Kristus dengan gereja. Sekarang kamus Alkitab saya hanya terdiri atas satu kata, “Kristus”. Selain kata yang unik ini, ada satu catatan kaki yang berbunyi “dan gereja”. Karena itu kamus Alkitab saya adalah kamus Kristus dan gereja. Saya dapat bersaksi bahwa selama saya berada di Amerika Serikat, saya tidak mengajarkan sesuatu selain Kristus dan gereja. Inilah ministri Perjanjian Baru.

Ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri Kristus. Sebaliknya, ministri perjanjian yang lama adalah ministri hukum Taurat. Imam-imam, raja-raja, dan nabi-nabi semuanya meministrikan hukum Taurat kepada umat Allah. Karena hukum Taurat itu membunuh, maka ministrinya adalah ministri kematian. Selain itu, ministrinya juga adalah ministri penghukuman, karena yang mati juga dihukum. Jadi, ministri perjanjian lama yang unik ini adalah ministri kematian dan penghukuman. Tetapi hari ini juga ada satu ministri yang unik, yaitu ministri dari perjanjian yang baru. Ministri ini adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Penting sekali kita semua nampak hal ini. Ministri kita tidak difokuskan kepada hal-hal seperti baptisan atau bahasa lidah. Ministri kita, yaitu ministri dari perjanjian yang baru, meministrikan satu hal, satu perkara, dan satu Persona, yaitu Kristus yang almuhit sebagai Roh pemberi hayat menjadi suplai hayat yang di dalam dan menjadi kebenaran yang di luar. Ketika Kristus hidup di dalam kita, Dia adalah hayat dan suplai hayat kita; ketika kita memperhidupkan Kristus, Dia menjadi kebenaran kita. Dia dijadikan dosa bagi kita, dan sekarang kita menjadi kebenaran Allah di dalam Dia. Inilah ministri dari perjanjian yang baru.