← Daftar isi 2 Korintus (2) · bab 7/20

MINISTRI ROH ITU SEBAGAI SUPLAI HAYAT DAN KEBENARAN SEBAGAI EKSPRESI ALLAH (1)

Pembacaan Alkitab:

2Kor. 3:8-9, 18; 5:21; Kol. 3:10;

1Kor. 1:30; 15:34; Rm. 8:2, 4; 14:17; Flp. 1:19; 3:9;

Why. 19:7-8; Ef. 4:24; Mat. 5:6, 10, 20

Ministri dari perjanjian yang baru adalah satu perkara yang sangat besar. Ministri ini meliputi dua puluh tujuh kitab Perjanjian Baru. Dalam berita sebelumnya kita telah melihat dari 2Korintus 3 bahwa dalam zaman Perjanjian Lama ada satu ministri, yaitu ministri yang disebut dalam 2Korintus 3 sebagai ministri kematian dan penghukuman. Namun, orang-orang Kristen sering menganggap bahwa dalam Perjanjian Lama ada tiga jenis ministri yang berbeda: ministri imam, ministri raja, dan ministri nabi. Orang-orang Kristen memiliki konsepsi ini karena Perjanjian Lama membicarakan tentang tiga kelas orang imam-imam, raja-raja, dan nabi-nabi. Karena ketiga macam orang ini ditemukan dalam Perjanjian Lama, maka banyak pelajar dan guru Alkitab memiliki pemikiran bahwa dalam Perjanjian Lama ada tiga macam ministri.

Paulus menganggap seluruh Perjanjian Lama sebagai hukum Taurat. Dalam 1Korintus 14:21 ia berkata, “Dalam hukum Taurat ada tertulis: ‘Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.’” Dalam ayat ini Paulus mengutip satu bagian dari kitab Yesaya. Meskipun Yesaya adalah seorang nabi, tetapi Paulus menyebut kitab Yesaya sebagai hukum Taurat. Ini menunjukkan bahwa kitab-kitab para nabi juga dianggap sebagai bagian dari hukum Taurat. Sebenarnya seluruh Perjanjian Lama dianggap sebagai hukum Taurat. Ini adalah satu bukti bahwa dalam zaman Perjanjian Lama ada satu ministri yang unik. Ministri ini adalah ministri perjanjian yang lama, ministri kematian dan penghukuman.

MINISTRI YANG UNIK

DALAM PERJANJIAN BARU

Dalam Perjanjian Baru juga ada satu ministri yang unik. Kedua belas rasul menerima ministri yang unik ini. Setelah Yudas mengkhianati Tuhan dan bunuh diri, Petrus berdiri dan mengatakan bahwa Yudas termasuk salah seorang dari mereka dan “mengambil bagian dalam pelayanan (ministri) ini” (Kis. 1:17). Kemudian mereka berdoa supaya Tuhan menunjukkan siapa yang Dia pilih “untuk menerima jabatan pelayanan dan kerasulan” (ayat 25). Ini menunjukkan bahwa rasul-rasul hanya memiliki satu ministri. Ini bukan berarti Petrus memiliki satu ministri, Yohanes memiliki ministri lainnya, dan Yakobus juga memiliki ministri lainnya. Jika demikian, maka kedua belas Rasul itu akan memiliki dua belas ministri yang berbeda-beda. Tidak, mereka memiliki satu ministri, yaitu ministri yang unik itu. Pada akhirnya, lebih banyak rasul dibangkitkan oleh Tuhan. Yang terutama dari antara mereka adalah Paulus. Paulus dan sekerja-sekerjanya juga memiliki ministri yang sama, yaitu ministri perjanjian baru yang unik. Karena itu, dalam Perjanjian Baru ada banyak rasul, tetapi hanya ada satu ministri. Ministri dari perjanjian yang baru ini adalah ministri Roh itu dan kebenaran.

Sepanjang abad ini hanya ada dua ministri: ministri dari perjanjian yang lama dan ministri dari perjanjian yang baru. Namun, di antara orang-orang Kristen pada hari ini ada banyak ministri yang berbeda-beda. Alasan orang-orang Kristen terpecah-belah menjadi kelompok-kelompok dan denominasi-denominasi adalah karena mereka telah menciptakan berbagai macam ministri. Setiap denominasi memiliki ministrinya sendiri. Episkopalian memiliki ministri Episkopalian; Metodis memiliki ministri Metodis; Baptis, Presbiterian, dan Pentakosta memiliki ministri mereka masing-masing.

Hari ini beberapa orang yang menganggap dirinya sebagai orang yang berpandangan luas ingin merangkul semua ministri yang berbeda-beda ini untuk membuktikan bahwa mereka tidak sempit, bersekte, atau terpecah-belah. Mereka ingin menjadi yang almuhit dan menerima ministri-ministri dari Katholik, Gereja Yunani Ortodoks, denominasi-denominasi Protestan, dan semua kelompok bebas. Ini sangat kontras dengan ministri dari perjanjian yang baru, yang unik. Ministri dari perjanjian yang baru ini unik dalam sifat, esens, fungsi, dan tujuan.

Dalam ministri yang bagaimanakah kita? Khususnya, ministri apakah yang Anda miliki? Sesungguhnya tidak ada seorang pun dari antara kita yang mengatakan bahwa kita berada di dalam ministri perjanjian yang lama yang memimpin kepada kematian dan penghukuman. Apakah Anda berada dalam ministri Katholik? Atau gereja ortodoks? Atau salah satu dari denominasi Protestan?

Orang-orang yang memiliki ministri Baptis tentunya akan menekankan baptisan selam. Orang-orang yang berada di dalam ministri Episkopalian tentunya menyukai uskup-uskup. Demikian juga, orang-orang yang memiliki ministri Presbiterian tentunya akan menyukai administrasi penatua. Orang-orang yang berada di dalam denominasi-denominasi itu mempraktekkan ministri-ministri yang demikian. Lagi pula, denominasi-denominasi itu memang didirikan untuk melaksanakan ministri-ministrinya masing-masing. Pentakosta juga memiliki ministrinya sendiri, ministri yang menekankan perihal berbahasa lidah, kesembuhan, dan mujizat-mujizat. Tetapi tidak satu pun dari ministri-ministri ini adalah ministri dari perjanjian yang baru yang unik. Apakah ministri dari perjanjian yang baru ini adalah ministri baptisan selam? Ministri uskup, penatua, atau bahasa lidah? Sesungguhnya jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini adalah tidak. Ministri dari perjanjian yang baru mutlak adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Ini adalah ministri yang unik dalam Perjanjian Baru.

Sewaktu kita mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru ini unik, bukan berarti ministri ini adalah ministri dari satu orang saja. Misalnya, menuduh saya dengan mengatakan bahwa ministri yang unik pada hari ini adalah ministri Witness Lee, itu merupakan satu fitnah. Kita tidak berkata demikian dan kita tidak bermaksud demikian. Yang kita sebut ministri yang unik ini ialah ministri dari perjanjian yang baru, adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Siapa saja yang meministrikan Roh itu dan kebenaran kepada orang lain adalah orang yang berada di dalam ministri yang unik ini, tidak peduli siapa dia. Petrus, Yohanes, Yakobus, Paulus, Timotius, Titus, Apolos mereka semua memiliki satu ministri ini. Ministerministernya banyak, tetapi ministrinya adalah unik. Selama Anda meministrikan Roh itu dan kebenaran kepada orang lain, Anda berada di dalam ministri yang unik ini.

Saya sering ditanya seperti ini: “Saudara Lee, Anda mengatakan bahwa ministri ini unik. Ini berarti hanya ada satu ministri. Ketika Anda mengatakan bahwa ada satu ministri, dan bahwa ministri ini unik, apakah berarti ministri Anda adalah ministri yang unik ini?” Beberapa orang yang menanyakan saya seperti ini mungkin memiliki konsepsi bahwa saya menganggap diri saya seperti Joseph Smith, pendiri aliran Mormon. Saya selalu menjawab pertanyaan ini dengan berkata, “Tidak, saya benar-benar tidak bermaksud mengatakan bahwa ministri saya adalah ministri yang unik.”

Orang lain mungkin selanjutnya bertanya, apakah kita menerima semua ministri? Jawabannya adalah: kita tidak menerima ministri-ministri yang berbeda-beda. Kemudian, ada orang akan berkata, “Di satu pihak, Anda mengatakan bahwa ministri Anda bukanlah ministri yang unik. Di pihak lain, Anda tidak menerima ministri-ministri. Lalu, bagaimana pelaksanaan Anda atas ministri ini?” Karena orang-orang yang mengajukan pertanyaan ini mungkin kekurangan pengenalan dan juga mungkin berada di bawah pengaruh racun konsepsi tradisional, maka tidaklah mudah menjelaskan perkara ini kepada mereka. Saya akan berkata kepada diri saya sendiri, “Aku adalah aku. Tetapi kalian telah teracuni dan tidak dapat memahami apa yang dikatakan Perjanjian Baru mengenai ministri ini.” Ministri dari perjanjian yang baru ini unik; ini adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Meskipun kita tidak menerima semua ministri yang bermacam-macam itu, tetapi kita menerima ministri dari siapa pun yang benar-benar meministrikan Roh itu dan kebenaran.

Apa yang saya katakan dalam berita ini mengenai ministri ini adalah sesuatu yang baru dan juga sesuatu yang lama. Ministri ini lama karena ministri ini telah ada dua ribu tahun yang lalu. Di pihak lain, ministri ini adalah sesuatu yang baru karena ini adalah perkara yang telah hilang dan sekarang dipulihkan. Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia telah memulihkan kebenaran mengenai ministri ini. Kita bersyukur kepada-Nya yang memperlihatkan kepada kita dari 2Korintus 3 bahwa dalam Alkitab ada dua ministri: ministri perjanjian yang lama ministri kematian dan penghukuman, dan ministri dari perjanjian yang baru ministri Roh dan kebenaran.

Sebagai seorang Kristen, atau sebagai seorang yang menganggap dirinya memiliki ministri tertentu, ministri apakah yang Anda miliki? Jika Anda tidak berada di dalam ministri dari perjanjian yang baru, yaitu di dalam ministri yang meministrikan Kristus sebagai Roh pemberi hayat dan sebagai kebenaran kepada orang lain, Anda harus memberi tahu kami ministri apakah yang Anda miliki. Anda berada di dalam ministri yang bagaimana? Jika Anda tidak berada di dalam ministri Roh itu dan kebenaran dan tidak berada di dalam ministri kematian dan penghukuman, lalu Anda berada di dalam ministri macam apa? Ada yang mengatakan bahwa mereka memiliki ministri pemberitaan Injil. Jawaban ini tidak cukup. Anda seharusnya mengatakan bahwa ministri pemberitaan Injil Anda adalah satu bagian dari ministri dari perjanjian yang baru yang unik, yang di dalamnya Anda meministrikan Kristus kepada orang lain sebagai Roh itu dan kebenaran. Adalah lebih baik bila kita tidak mengatakan bahwa kita memiliki ministri pemberitaan Injil. Sebaliknya, kita harus mengatakan bahwa pemberitaan Injil kita adalah bagian dari ministri perjanjian baru yang unik ini.

ROH ITU SEBAGAI SUPLAI HAYAT

Ada orang Kristen yang memandang ministri Roh itu terutama sebagai ministri Roh kekuatan. Mereka berharap ketika mereka berbicara dalam kekuatan Roh itu, akan ada sejumlah besar orang yang didapatkan bagi Tuhan. Tetapi ministri Roh itu dalam 2Korintus 3 ini adalah ministri Roh itu sebagai hayat dan suplai hayat. Dasar saya dalam mengatakan hal ini ada dalam ayat 6, di mana Paulus mengatakan bahwa Allah “membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.” Di sini Paulus tidak mengatakan bahwa Roh itu memberi kekuatan, mengadakan mujizat-mujizat, atau membagikan karunia-karunia. Ia mengatakan bahwa Roh itu memberi hayat. Di tempat lainnya dalam pasal ini Roh itu juga berhubungan dengan hayat, bukan dengan kekuatan, karuniakarunia, atau mujizat-mujizat.

Pemahaman tentang Roh sebagai suplai hayat ditegaskan oleh perkataan Paulus dalam Filipi 1:19: “Karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan suplaian limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus” (Tl.). Dalam ayat ini Paulus tidak mengatakan kuasa yang limpah atau kekuatan yang limpah. Melainkan, ia mengatakan suplai limpah lengkap dari Roh itu.

Saya menekankan butir ini karena banyak orang Kristen mempunyai konsepsi yang salah tentang Roh itu dan menganggap Roh itu terutama sebagai satu sumber kuasa, kekuatan, atau daya dobrak. Misalnya, ada kelompok yang menekankan perkara yang disebut “terbunuh di dalam Roh”. Ada seorang perempuan yang benar-benar terkenal dalam perkara ini. Apakah hal itu adalah Roh itu sebagai suplai hayat? Tentu bukan.

Tidak lama setelah saya mulai melayani di Amerika Serikat pada tahun 1962, saya diundang untuk berbicara di satu kelompok Kristen di San Diego. Beberapa orang di sana mendorong saya untuk pergi ke tempat tertentu di Texas di mana kabarnya ada banyak hal mujizat yang terjadi. Ada pernyataan yang menyatakan bahwa ada gigi seseorang yang secara ajaib menjadi emas semuanya, bahkan orang lain yang menghadiri sidang itu pun dapat mencium bau emas itu. Namun, ketika saya bertanya kepada mereka, mereka tidak dapat menegaskan laporan itu. Selain itu, saya memberi tahu mereka bahwa jika hal itu benar-benar terjadi, hal itu tentu diberitakan di surat kabar. Jika Allah kita ingin memperbaiki gigi kita, mengapa ia tidak memulihkannya dengan tepat, bukannya memakai emas? Allah kita tentunya tidak akan pernah menambal gigi seseorang dengan emas. Janganlah mendengarkan berita-berita palsu semacam ini.

Dalam 2Korintus Paulus tidak membicarakan tentang karunia-karunia atau mujizat-mujizat, melainkan ia mengatakan bahwa Roh itu memberi hayat. Misalnya, dalam 1Korintus Paulus menyinggung tentang berbahasa lidah, dengan maksud untuk membatasi praktek ini di dalam sidang-sidang gereja. Tetapi dalam 2Korintus ia tidak mengatakan tentang berbahasa lidah. Penekanan dalam kitab ini adalah tentang Roh itu sebagai suplai hayat. Ministri dari perjanjian yang baru adalah perkara Roh itu sebagai suplai secara batiniah dan perkara kebenaran sebagai ekspresi Allah secara lahiriah.

MINISTRI KEBENARAN

Dalam 2Korintus 3:8 Paulus menyinggung tentang ministri Roh, dan dalam ayat 9 menyinggung tentang ministri kebenaran. Kita mungkin memahami apa ministri Roh itu, tetapi apa ministri kebenaran itu? Tahukah Anda apakah yang dimaksud Paulus dengan hal ini? Bertahun-tahun, saya tidak dapat memahami apa yang dimaksud Paulus dengan ministri kebenaran. Saya mengira ministri kebenaran yang dimaksudkannya adalah ministri pembenaran, karena dalam pasal ini kelihatannya ada satu perbandingan antara penghukuman dengan pembenaran, yang adalah lawan dari penghukuman. Tetapi di sini Paulus membicarakan tentang kebenaran, bukan pembenaran. Jika ia mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri pembenaran, kita akan mudah memahami maksudnya. Kita akan segera melihat bahwa ministri hukum Taurat adalah menghukum: yaitu ministri penghukuman. Tetapi ministri dari perjanjian yang baru adalah membenarkan orang: ini adalah ministri pembenaran. Karena dalam 2Korintus 3 Paulus mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri kebenaran, bukan ministri pembenaran, maka kita harus berusaha memahami maksudnya. Sungguh bermakna bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri Roh dan kebenaran.

Jika kita ingin memahami apa ministri kebenaran itu, terlebih dulu kita harus mempunyai pemahaman yang tepat tentang kebenaran ini. Kebenaran adalah perkara yang benar. Ketika Roh itu dengan riil dan sejati hidup, bergerak, dan bertindak di dalam kita, secara otomatis kita akan benar terhadap Allah, terhadap orang lain, dan terhadap diri kita sendiri. Pemahaman terhadap kebenaran ini tepat, tetapi masih kurang. Karena itu, kita harus maju lagi untuk melihat lebih jauh mengenai kebenaran.

SADAR DEMI KEBENARAN

Dalam 1Korintus 15:34 Paulus berkata, “Sadarlah demi kebenaran dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah” (Tl.). Dalam ayat ini, sadar adalah sadar kembali dari kelelapan kemabukan, tidak lagi mabuk demi kebenaran. Seorang yang secara rohani tertidur itu tidak benar terhadap Allah, terhadap orang lain, terhadap diri sendiri, maupun terhadap gereja. Konteks dari ayat ini adalah perkataan Paulus mengenai kebangkitan. Mengatakan tidak ada kebangkitan itu menyalahi Allah dan manusia, itu adalah berbuat dosa dan tidak benar. Karena itu, rasul menasihati orang-orang Korintus yang menyimpang agar sadar dari dosa ini dan memulihkan hubungan yang benar dengan Allah dan manusia. Mereka pernah, menuruti ketidakbenaran, mabuk dan terlelap dalam bidah tidak ada kebangkitan; mereka perlu berhenti dari kemabukan ini.

Menerima pemikiran bidah yang mengatakan “tidak ada kebangkitan” sama dengan membiarkan diri sendiri diracuni, berada dalam keadaan terkena racun. Ini juga berarti tertidur. Orang-orang yang berada dalam keadaan yang demikian terkena racun dan mabuk, berbicara dengan sembarangan tentang kebangkitan. Akibatnya, mereka tidak benar terhadap Allah, terhadap gereja, atau terhadap diri sendiri. Sebaliknya, mereka menyerang Allah, gereja, dan bahkan orang-orang dalam keluarga mereka. Orang-orang yang terkena racun sering kali menimbulkan kesulitan tanpa menyadarinya. Karena itu Paulus berpesan kepada orang-orang Korintus untuk bangun, dan sadar kembali demi kebenaran.

Apakah arti sadar demi kebenaran? Ini berarti menjadi sadar sedemikian rupa hingga kita benar terhadap Allah, terhadap orang lain, dan terhadap diri kita sendiri. Seorang beriman yang sadar demi kebenaran akan benar terhadap istrinya, terhadap anak-anaknya, terhadap tetangga-tetangganya, terhadap semua orang kudus, terhadap gereja, dan juga terhadap diri sendiri. Orang-orang yang tidak benar dalam hal-hal ini berada dalam kemabukan.

MENGALAMI MINISTRI ROH ITU

DALAM KEHIDUPAN GEREJA

Jika kita tidak memiliki ministri dari perjanjian yang baru, kita tidak akan memiliki Roh itu dan tidak akan memiliki kebenaran. Sebelum Anda masuk ke dalam kehidupan gereja dan menerima ministri dalam pemulihan Tuhan, berapa banyak Anda mengalami Roh itu sebagai suplai hayat di dalam Anda? Tentunya, sebagai orang yang telah diselamatkan, Anda memiliki Roh itu yang berhuni di dalam Anda. Tetapi Anda mungkin tidak terlalu menyadari bahwa Roh itu hidup, aktif, riil, dan sejati di dalam Anda. Banyak dari antara kita yang dapat bersaksi bahwa setelah masuk ke dalam kehidupan gereja, kita mulai menyadari bahwa ada sesuatu di dalam kita yang hidup, riil, dan sejati. Ini adalah Roh itu di dalam kita yang bekerja dan membuat kita penuh dengan sukacita, damai sejahtera, dan perhentian. Ini adalah Roh hayat yang diministrikan ke dalam kita sebagai suplai hayat oleh ministri di dalam pemulihan Tuhan.

Sebelum Anda mengalami Roh itu secara demikian, Anda mungkin mudah sekali berdebat dengan istri atau suami Anda. Tetapi jika Anda mengalami Roh itu sebagai suplai hayat Anda, akan ada sesuatu di dalam Anda yang menahan Anda ketika Anda ingin berdebat. Misalnya, seorang saudari mungkin tergoda untuk menyalahkan suaminya, tetapi di lubuk hatinya ia menyadari bahwa ia harus masuk ke kamarnya dan berdoa. Pengalaman ini berasal dari Roh itu sebagai suplai hayat yang diministrikan ke dalam kita melalui ministri dari perjanjian yang baru.

Mungkin topik yang dibicarakan di dalam suatu sidang gereja bukanlah Roh itu sebagai suplai hayat. Anda mungkin tidak merasa bahwa Roh itu telah diministrikan ke dalam Anda. Meskipun tidak dikatakan mengenai hal ini, tetapi ada satu fakta bahwa di dalam sidang itu Roh itu diministrikan kepada Anda. Ada satu ministri di dalam pemulihan Tuhan yang menuliskan Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi hayat ke dalam diri kita.

Sering kali di dalam sidang-sidang gereja kita menerima suplai dari Roh itu tanpa menyadari fakta ini. Saya dapat bersaksi bahwa sering kali ketika saya pulang ke rumah setelah sidang, saya merasa agak tidak senang. Kelihatannya saya tidak senang terhadap setiap orang dan terhadap segala sesuatu. Namun, ada sesuatu di dalam saya yang bergerak dan hidup. Inilah Roh pemberi hayat yang saya alami di dalam sidang itu. Bahkan ketika saya marah atau tidak senang, Roh ini tetap bekerja di dalam saya. Ketika kita berpaling kepada Tuhan dan berkata, “O, Tuhan,” kegundahan atau kemarahan kita akan tertelan. Ini berasal dari Roh pemberi hayat yang telah diministrikan ke dalam kita tanpa kita menyadari hal itu.

Karena saya menerima suplai dari Roh pemberi hayat di dalam sidang-sidang gereja, saya jarang sekali melewatkan sidang-sidang. Siapa saja yang berbicara di dalam suatu sidang, bagi saya itu tidak menjadi masalah. Kedambaan saya satu-satunya adalah berada di dalam sidang itu dan menerima suplai. Terutama, saya menikmati sidang doa gereja di Anaheim. Selama sidang itu, saya diinfus dan dijenuhi dengan Roh itu. Setelah itu, kelihatannya segala sesuatu adalah emas dan bahwa di dalam saya pohon hayat sedang bertumbuh dan sungai hayat sedang mengalir. Meskipun tidak ada berita dan bahkan tidak ada perkataan dorongan, tetapi Roh pemberi hayat itu diministrikan ke dalam diri saya. Banyak di antara kita yang dapat bersaksi tentang pengalaman semacam ini.

MENJADI BENAR

Hasil dari mengalami Roh itu yang hidup dan bekerja di dalam kita ini, kita menjadi benar. Dengan spontan batin kita menjadi transparan, jernih seperti kristal, dan kita dapat mengenal hati Allah. Dengan segera, tanpa harus giat berusaha, kita dapat mengenal pikiran Tuhan dan memiliki pemahaman yang jelas terhadap kehendak dan pekerjaan-Nya. Kemudian apa yang kita lakukan akan menurut pikiran dan kehendak Tuhan. Inilah kebenaran.

Banyak orang Kristen memiliki konsepsi bahwa bila kita melakukan sesuatu yang salah, maka kita tidak benar terhadap Allah. Konsepsi terhadap kebenaran semacam ini terlalu dangkal. Sekalipun kita tidak melakukan sesuatu yang salah, kita mungkin tetap tidak benar terhadap Allah, karena diri kita tidak berada di dalam pikiran dan kehendak Tuhan. Kelihatannya kita tidak salah dalam segala hal; namun, seluruh diri kita mungkin sangat tidak benar terhadap Allah. Kita mungkin tidak sesuai dengan pikiran Tuhan dan apa yang kita lakukan mungkin bukanlah kehendak-Nya. Selama kita tidak melakukan kehendak Allah, maka kita tidak benar. Malahan kita menghamburkan hidup kita dan menghamburkan segala sesuatu yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Misalnya ada seorang muda di sekolah yang tidak berbuat kesalahan. Tetapi ia tidak belajar dengan tepat. Lagi pula, ketika ia duduk di kelas, ia melamun. Sekalipun ia mungkin tidak melakukan sesuatu yang salah, ia lebih salah daripada murid-murid lainnya. Secara luaran ia mungkin tidak salah, tetapi secara batiniah seluruh dirinya adalah salah. Sama prinsipnya, secara luaran banyak orang kudus yang tidak bersalah dalam segala hal. Sebenarnya, diri mereka tidak berada di dalam kehendak Tuhan. Pemahaman tentang benar terhadap Allah ini bukan sekadar menurut doktrin, tetapi bahkan lebih daripada itu, ini adalah menurut pengalaman.

Jika Anda diinfus dan dijenuhi oleh Roh pemberi hayat, batin Anda akan menjadi transparan. Kemudian Anda akan tahu apakah pikiran Tuhan. Anda juga akan mengerti apakah kehendak Tuhan. Dengan spontan, Anda akan berada di dalam kehendak-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Hasilnya, Anda menjadi benar terhadap Dia. Selain itu, Anda akan menyadari bagaimana seharusnya Anda berperilaku terhadap orang lain dan bagaimana seharusnya Anda menanggulangi harta benda Anda. Anda akan menjadi seorang yang benar, seorang yang benar di dalam hal yang kecil dan juga di dalam hal yang besar, seorang yang benar terhadap Allah, terhadap orang lain, dan terhadap diri sendiri. Ini adalah seorang yang mengekspresikan Allah, karena kebenarannya adalah gambar Allah, yaitu Allah yang diekspresikan.