DI DALAM KRISTUS DIPENUHI, DISUNAT, DIBANGKITKAN, DAN DIHIDUPKAN BERSAMA DENGAN DIA
Pembacaan Alkitab: Kol. 2:8-15
Kolose 2:8-15 membentuk satu bagian yang lengkap dari kitab ini. Bagian ini dimulai dengan perkataan pe-ringatan: “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafat dan tipuan yang kosong menurut ajaran turun-temurun (tradisi manusia) dan unsur-unsur dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (ayat 8 Tl.). Bagian ini juga diikuti oleh peringatan lain: “Jangan biarkan orang menghakimi kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat” (ayat 16). Peringatan dalam ayat 8 berdasar pada ayat-ayat yang mendahuluinya. Menurut ayat-ayat ini, Kristus adalah ra-hasia Allah, yang di dalam-Nya tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan (ayat 2-3). Dalam ayat 6 Paulus mengatakan bahwa jika kita telah menerima Kristus, kita harus berperilaku di dalam Dia. Untuk berperilaku di dalam Kristus, kita harus memenuhi dua syarat yang dikatakan dalam ayat 7: kita harus berakar di dalam Dia dan berada dalam proses sedang dibangun di dalam Dia. Kemudian kita harus hati-hati, jangan sampai ada orang yang menawan kita dari Kristus yang adalah rahasia Allah dan yang di da-lam-Nya kita harus berperilaku. Kita telah menerima Kristus yang ajaib, yang adalah rahasia Allah dan segala harta hikmat dan pengetahuan. Kini, setelah berakar di dalam Dia dan sedang dibangun di dalam Dia, kita harus berperi-laku di dalam Dia.
GAMBARAN DARI TANAH ITU
Bagian Kitab Kolose yang mencakup 2:8-15 cukup ru-mit, memuat sejumlah butir penting. Sebagian besar dari butir-butir ini berkaitan dengan Kristus sebagai tanah per-mai, sebagai tanah kaya yang di dalamnya kita telah ber-akar. Ungkapan “telah berakar” dalam ayat 7 menyiratkan adanya tanah. Ayat 8-15 merupakan gambaran lengkap dari Kristus sebagai tanah yang di dalamnya kita telah berakar. Setelah berakar di dalam tanah ini, kita bertumbuh dengan unsur-unsur yang kita serap dari tanah. Kita tahu bahwa Kristus sebagai tanah berada di dalam roh kita. Kini kita harus maju untuk melihat dari ayat 8-15, suatu gambaran dari tanah yang di dalamnya kita telah berakar. Ayat-ayat ini menampilkan suatu gambaran dan definisi lengkap dari tanah tersebut.
Aspek pertama dari tanah yang sangat istimewa ini terdapat dalam ayat 9: “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” (Tl.). Kita telah berakar di dalam Dia, yang di dalam-Nya berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. Kita tidak boleh mengizinkan siapa pun menjauhkan kita dari tanah ini. Dijauhkan dari tanah ini berarti dicabut darinya. Ketika Kitab Kolose ditulis, ada beberapa orang yang mencoba men-cabut kaum beriman dari Kristus. Kaum beriman telah berakar di dalam Kristus sebagai tanah permai, sebagai Dia yang di dalam-Nya berdiam secara jasmaniah seluruh kepe-nuhan ke-Allahan. Jangan biarkan siapa pun menjauhkan kita dari tanah ini, kita harus berakar terus di dalamnya.
Dalam ayat 10 Paulus melanjutkan, “Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.” Di sini kita lihat lebih banyak tentang substansi Kristus sebagai tanah. Satu aspek dari tanah ini ialah ke-penuhan ke-Allahan; aspek lainnya ialah Kristus sebagai kepala semua pemerintah dan penguasa. Dalam Kristus se-bagai tanah permai kita mempunyai sejumlah unsur yang berbeda-beda. Unsur pertama ialah semua kepenuhan ke-Allahan, dan unsur kedua ialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
Dalam ayat 11-15 kita menemukan lebih banyak un-sur. Ayat 11 mengatakan, “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan tubuh yang berdosa.” Tanah ini juga mencakup sunat Kristus, yang menandakan pengeratan dan pembunuhan. Jadi, da-lam tanah ini ada unsur pembunuh. Ayat 12, yang menga-takan bahwa kita telah dikubur bersama dengan Kristus dalam baptisan, menunjukkan bahwa tanah ini juga menca-kup unsur penguburan. Dalam Kristus sebagai tanah ini ada satu substansi yang menyebabkan kita dikubur. Sete-lah dikubur, kita dibangkitkan. Dalam ayat 12 Paulus mem-bicarakan tentang Allah yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati. Ungkapan ini menunjukkan bahwa di dalam Kristus sebagai tanah ini terdapat satu unsur yang membangkitkan kita. Dalam ayat 13, kita juga dihidupkan. Ada unsur dalam tanah ini yang memberikan hayat kepada kita, menghidupkan kita. Dalam 1 Korintus 15:45, Paulus membicarakan Roh pemberi-hayat. Dalam Kolose 2:13 dia menggunakan istilah Yunani yang sama bagi pemberian hayat, hanya saja dalam bentuk kala lampau. Sebagai ta-nah itu, Kristus telah membuat kita hidup; Dia memberi kita hayat.
Dalam ayat 14-15 Paulus melanjutkan, “Dengan meng-hapuskan surat hutang yang dengan ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiada-kan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” Di sini kita mempunyai lebih banyak unsur yang terdapat dalam Kristus sebagai tanah itu. Peng-hapusan surat hutang dalam ketentuan-ketentuan merupakan unsur dalam tanah itu. Demikian juga pelucutan pemerin-tah-pemerintah dan penguasa-penguasa, menjadikan mere-ka tontonan umum, dan dalam kemenangan atas mereka dalam salib. Sebagai tanah, Kristus mencakup segala unsur yang ajaib ini. Puji Tuhan, karena Dia adalah sebidang tanah yang demikian kaya! Kita telah berakar di dalam ta-nah ini. Dari hari ke hari, akar kita perlu menyusup lebih dalam ke tanah Kristus sebagai tanah unik ini.
DIPENUHI DI DALAM KRISTUS
Ketika kita berakar di dalam Kristus sebagai tanah, hal pertama yang terjadi ialah kita dipenuhi di dalam Dia (2:10). Frase “dipenuhi” menyiratkan makna yang melim-pah, yang perlu diterjemahkan secara cermat, agar makna-nya yang riil terungkap. Kata Yunani ini menyiratkan ke-lengkapan, kesempurnaan, kepuasan, dan kegenapan yang penuh. Dalam Kristus sebagai tanah ini kita dipenuhi, di-lengkapi, disempurnakan, dipuaskan, dan disuplai sepenuh-nya. Kita telah menunjukkan bahwa unsur pertama dari tanah ini ialah kepenuhan ke-Allahan. Ketika kita menye-rap gizi kaya dari tanah ini ke dalam diri kita, kita menik-mati kepenuhan ini. Kemudian kepenuhan ini membuat kita penuh, melengkapi kita, menyempurnakan kita, me-muaskan kita, menggenapkan segala sesuatu bagi kita, dan menyuplai setiap keperluan kita.
Pada butir ini kita perlu meninjau lebih lanjut arti dari kepenuhan. Apakah kepenuhan yang dikatakan dalam Kolose 2:9? Seperti ditunjukkan dalam Kolose 1, kepenuhan adalah ekspresi Allah. Ekspresi ini berkaitan dengan gam-bar Allah (1:15). Sebagai gambar Allah yang tidak kelihat-an, Kristus adalah yang sulung dari segala yang diciptakan, juga yang pertama bangkit dari antara orang mati (1:15, 18). Ke-Allahan mula-mula diekspresikan dalam ciptaan la-ma, kemudian dalam ciptaan baru, yaitu gereja. Karena se-gala sesuatu diciptakan di dalam Kristus, melalui Kristus, dan untuk Kristus, dan karena segala sesuatu berkelang-sungan di dalam Kristus, maka dalam ciptaan lama ada ekspresi ke-Allahan, Sang ilahi itu. Ciptaan baru ialah ge-reja, manusia baru yang di dalamnya Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu (3:10-11). Karena itu, kepenuh-an Allah ialah ekspresi Allah dalam ciptaan lama dan cip-taan baru. Ekspresi Allah ini, kepenuhan Sang ilahi ini, adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Kita telah me-nunjukkan dahulu bahwa dalam 1:15 frase “yang sulung dari segala yang diciptakan” merupakan keterangan tam-bahan dari ungkapan “gambar Allah yang tidak kelihatan”. Ini menunjukkan bahwa yang sulung dari segala yang di-ciptakan sama dengan gambar Allah yang tidak kelihatan. Kristus diekspresikan dalam setiap hal dalam ciptaan lama. Demikian pula dengan ciptaan baru, sebab Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati. Kristus, yang dikasihi Allah, adalah gambar Allah yang tidak kelihatan yang diekspresikan dalam ciptaan lama dan ciptaan baru. Ekspresi ini adalah kepenuhan ke-Allahan.
Kepenuhan ini tidak habis dipakai. Kepenuhan yang tidak kunjung habis ini merupakan unsur pertama dari ta-nah kaya yang di dalamnya kita berakar. Allah telah me-nanam kita ke dalam tanah yang kaya. Aspek pertama dari tanah ini ialah kepenuhan ke-Allahan, ekspresi Allah dalam ciptaan lama dan ciptaan baru. Karena itu, kepenuhan me-nyiratkan ekspresi Allah dalam ciptaan lama dan ciptaan baru. Setelah ditanam ke dalam tanah yang demikian kaya ini, kita menyerap makanan dari tanah ini. Unsur pertama kekayaan tanah ini ialah kepenuhan. Dalam kepenuhan ini kita telah dipenuhi. Jadi, kita tidak kekurangan apa pun.
Paulus ingin kaum beriman Kolose mengetahui bahwa karena mereka telah dipenuhi di dalam Kristus, maka me-reka tidak perlu menyembah malaikat-malaikat. Kristus ada-lah kepala dari semua pemerintah dan penguasa, dan malaikat hanya salah satu makhluk dari ciptaan Allah. Da-lam kepenuhan itu kita telah dipenuhi, lengkap, dan sem-purna. Setiap keperluan kita digenapi, dan kita telah disuplai dan dipuaskan. Oh, kepenuhan ini bersifat almuhit, meli-puti keadilan, pembenaran, kesucian, pengudusan, dan apa saja yang kita perlukan. Setelah kita ditanam ke dalam kepenuhan ini, kita hanya perlu menyerap makanan dari-nya. Jika kita berbuat demikian, kita akan menemukan bah-wa kita tidak kekurangan apa pun. Pengalaman penyaliban dan kebangkitan berada dalam kepenuhan. Puji Tuhan bah-wa kita boleh menikmati kepenuhan almuhit yang univer-sal, kekal, dan alwasi. Kepenuhan ini tinggal di dalam Kristus secara jasmaniah. Karena Kristus adalah tanah per-mai yang di dalam-Nya kita telah berakar, kita telah ber-akar di dalam kepenuhan ini: di dalamnya kita telah dipe-nuhi, lengkap, dan sempurna. Kita tidak kekurangan apa-apa.
Sebelum kita berakar di dalam Kristus sebagai tanah permai, kita tidak mempunyai apa-apa yang positif. Seba-liknya, kita dipengaruhi oleh daging, peraturan-peraturan, dan kuasa kegelapan. Tetapi sekarang karena kita telah berakar di dalam tanah permai, kepenuhan itu telah men-jadi kepunyaan kita, dan kita telah disuplai dengan setiap hal yang positif. Dalam kepenuhan yang almuhit dan alwasi ini, kita mempunyai segalanya. Kita mempunyai Allah, kita mempunyai keinsanian yang ditinggikan, dan kita mempu-nyai atribut-atribut ilahi dan kebajikan-kebajikan insani. Apakah Anda perlu hayat? Hayat terdapat dalam kepenuh-an ini. Apakah Anda perlu kasih atau kesabaran? Itu pun tercakup dalam kepenuhan ini. Karena kepenuhan ini al-muhit, kepenuhan ini menggenapkan segala sesuatu bagi kita, memuaskan dan menyuplai kita sepenuhnya, dan mem-buat kita penuh, sempurna, dan lengkap. Betapa kayanya tanah yang di dalamnya kita berakar ini! Tanah ini me-nyuplai kita dengan segala sesuatu, dan kita tidak ada ke-kurangan. Kita memiliki kepenuhan yang almuhit dan yang tak kunjung habis. Dalam alam semesta ini ada hal yang sedemikian ini yang disebut Paulus “kepenuhan” dalam Kitab Kolose. Kepenuhan ini berhuni di dalam Kristus se-cara jasmaniah. Di dalam Dia, perwujudan kepenuhan ke-Allahan, kita telah dipenuhi.
DAGING, KETENTUAN-KETENTUAN,
SERTA PEMERINTAH-PEMERINTAH
DAN PENGUASA-PENGUASA
Tetapi, di pihak negatif, seperti diterangkan dalam Kolose 2:11-15, kita mempunyai daging, ketentuan-ketentuan, pe-merintah-pemerintah dan penguasa-penguasa. Yang muda atau tua, laki-laki atau perempuan, berkebudayaan atau tidak berkebudayaan, semua telah dirongrong oleh ketiga macam hal negatif ini. Kita semua mempunyai daging, kita semua mempunyai ketentuan tertentu, dan kita semua tunduk ke-pada penguasa-penguasa jahat yang di angkasa. Dosa, ke-duniawian, dan pelanggaran-pelanggaran bersumber pada hal-hal negatif ini. Puji Tuhan, dalam Kristus sebagai ta-nah ini kita memiliki unsur sunat yang mengerat daging hingga mati! Dalam Kristus sebagai tanah ini ada kuasa pembunuh. Unsur pembunuh ini dapat diibaratkan seperti garam, yang jika dibubuhi ke dalam tanah dapat membu-nuh kerusakan dan kebejatan. Di dalam tanah dari tanah permai yang di dalamnya kita berakar ini terdapat “garam” sunat. Unsur ini tidak membantu pertumbuhan, tetapi sangat efektif membunuh kuman-kuman penyakit. Unsur ini mengerat daging dan membunuhnya.
Setelah pembunuhan, kita perlu penguburan. Dalam Kristus sebagai tanah ini terdapat satu unsur yang dapat mengubur kita. Tidak hanya demikian, masih ada unsur lain yang membangkitkan kita. Jadi, unsur dalam Kristus seba-gai tanah ini mula-mula mengubur kita, kemudian mem-bangkitkan kita. Dalam Kristus sebagai tanah, kita dimati-kan, dikubur, dibangkitkan, dan diberi hayat. Pembunuhan dan penguburan menyingkirkan hal-hal yang negatif, se-dang kebangkitan membawa kita meninggalkan hal-hal ne-gatif. Kemudian, unsur dalam tanah yang memberi hayat itu membuat kita hidup. Jadi, dalam Kristus sebagai tanah ada unsur-unsur yang membunuh kita, mengubur kita, membangkitkan kita, dan menghidupkan kita.
Menurut Kolose 2:14 surat hutang dalam ketentuanketentuan, yang mendakwa dan mengancam kita telah dihapus, telah dipaku di kayu salib. Dalam tanah ini juga ada unsur untuk menghapus ketentuan-ketentuan.
Kita semua mempunyai beberapa jenis ketentuan ten-tang cara hidup kita sehari-hari. Ketentuan-ketentuan ini mungkin tidak tertulis, tetapi terukir dalam mentalitas kita. Boleh jadi Anda tidak pernah menyadari hal ini, tetapi ketentuan-ketentuan telah menghambat pertumbuhan ha-yat Anda. Untuk bertumbuh secara wajar, ketentuan-kete-ntuan itu perlu dihapus, dipaku di kayu salib. Saya dapat bersaksi, ketika saya menyerap gizi dari Kristus sebagai tanah ini, ketentuan-ketentuan saya terhapus. Hari ini kita tidak perlu ketentuan-ketentuan, kita hanya perlu menyerap kekayaan dari tanah ini agar kita dapat bertumbuh dan dibangun.
Dalam tanah ini juga ada unsur yang melucuti peme-rintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan mengalah-kan mereka (2:15). Unsur ini menang atas roh-roh jahat di udara. Baik orang percaya maupun orang tidak percaya menyadari adanya sesuatu yang jahat di sekitar mereka. Manusia mencoba berbuat baik, tetapi ada sesuatu yang menyebabkan mereka berbuat jahat. Mereka dikurung oleh atmosfer yang jahat. Jika kita mencoba sendiri untuk me-merangi kuasa kegelapan di udara, kita pasti akan kalah. Tetapi dalam Kristus sebagai tanah ini ada satu unsur yang dapat mengalahkan roh-roh jahat. Ketika kita senantiasa berakar di dalam tanah ini dan menyerap unsurnya yang kaya, pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di udara akan dilucuti. Dalam tanah ini ada satu unsur yang melu-cuti kuasa kegelapan. Kita telah ditanam ke dalam tanah ini, sekarang kita harus menikmati segala kekayaannya.
Dalam Kolose 2:10-15 Paulus memakai sejumlah kata kerja dengan bentuk kala lampau atau kala purna untuk menunjukkan berbagai fakta yang telah rampung. Fakta-fakta ini harus pula menjadi pengalaman kita. Menurut ke-percayaan kita, hal-hal dalam ayat 10-15 adalah fakta. Te-tapi ketika kita berkontak dengan Tuhan yang menjadi Roh almuhit dalam roh kita, fakta-fakta ini menjadi pengalaman kita. Kita tidak boleh berhenti pada tahap mempercayai fakta-fakta ini saja. Kita harus menggunakan waktu untuk menikmati Tuhan yang adalah tanah yang almuhit, agar fakta-fakta ini boleh menjadi pengalaman kita.
MENGGUNAKAN WAKTU
UNTUK MENYERAP TUHAN
Kalau kita menggunakan waktu untuk menikmati Tuhan, kita harus memakai waktu yang cukup yang me-nyerap Dia. Kita telah mendengar sejumlah berita tentang siapa, apa, dan di mana Tuhan. Kita pun telah belajar ba-gaimana melatih roh kita untuk berkontak dengan Dia. Te-tapi sekarang kita harus menggunakan waktu yang cukup untuk menyerap Dia. Kita tidak boleh malas atau lamban dalam hal ini. Dari pengalaman saya dapat bersaksi dengan tegas, bila kita menggunakan waktu untuk menikmati Tuhan, semua unsur tanah yang kaya itu terserap ke da-lam kita.
Setelah saya beroleh selamat, saya segera mengasihi Tuhan dan mulai menuntut Tuhan. Sebagai penuntut Tuhan, saya sangat damba menjadi pemenang. Saya membaca bu-ku-buku yang mengajar saya untuk menghitung diri saya mati terhadap dosa. Namun, walaupun saya berusaha, da-lam pengalaman saya tidaklah manjur. Bertahun-tahun la-manya saya meraba-raba untuk mendapatkan jalan keme-nangan. Pada akhirnya saya nampak bahwa penyaliban bersama Kristus yang tercantum dalam Roma 6 hanya dapat kita alami di dalam roh, seperti yang diwahyukan dalam Roma 8. Sejumlah orang kudus yang berpengalaman dalam Tuhan dapat bersaksi bahwa hal ini benar. Kalau kita ingin menang, kita harus menggunakan waktu untuk menyerap Tuhan. Ketika kita menyerap Dia ke dalam kita untuk kenikmatan kita, kita akan mempunyai kepenuhan, sunat, penguburan, kebangkitan, penyaluran hayat, peng-hapusan ketentuan-ketentuan, dan pelucutan kuasa kegelapan. Dari hari ke hari kita boleh menikmati Kristus yang kaya melalui menyerap Dia ke dalam kita.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah membukakan Kolose 2:7 kepada kita, menunjukkan bahwa kita telah berakar di dalam Kristus, tanah yang kaya ini. Saya juga bersyukur karena nampak dari Kolose 2:8-15, di tanah yang bagaimana kita telah berakar. Jika Anda nam-pak bahwa kita telah berakar di dalam Kristus yang ada-lah tanah yang kaya ini, Anda akan terhibur dan terdo-rong. Jangan resah karena kelemahan Anda. Renungkanlah tanah yang kaya yang di dalamnya Anda telah berakar. Da-lam tanah ini apakah Anda tidak mempunyai kepenuhan, sunat, penguburan, kebangkitan, pemberian hayat, pengha-pusan ketentuan-ketentuan, dan pelucutan kuasa-kuasa ke-gelapan? Lupakan situasi Anda, kondisi Anda, kegagalan Anda, dan kelemahan Anda, gunakan saja waktu untuk me-nikmati Tuhan. Gunakan waktu untuk menyerap Dia, me-nyerap unsur yang kaya dari Dia yang adalah tanah. Jika Anda menggunakan waktu untuk menyerap Tuhan, Anda akan dapat bersaksi bahwa di dalam Kristus Anda tidak akan ada kekurangan.
Tiap pagi kita perlu menggunakan waktu secukupnya untuk menyerap Tuhan. Walaupun hanya sepuluh menit juga baik, lebih baik lagi menggunakan tiga puluh menit untuk menikmati Dia pada permulaan tiap hari yang baru. Jika Anda menggunakan tiga puluh menit untuk menyerap Tuhan dan menikmati Dia di pagi hari, Anda tidak akan diresahkan oleh hal-hal negatif selama sehari itu. “Lalatlalat” dan “kalajengking-kalajengking” tidak akan mengganggu Anda, sebab unsur dalam tanah itu akan mengusir mereka. Akan tetapi, jika Anda tidak menyerap Tuhan di pagi hari, Anda mudah sekali diganggu oleh “lalat-lalat” dan kalajengking-kalajengking”. Banyak orang kudus dapat bersaksi bahwa menyerap Tuhan di pagi hari akan me-nyuplai mereka dengan obat pembunuh serangga yang ter-baik. Tetapi, kita harus menggunakan waktu untuk beserta dengan Tuhan tidak saja di pagi hari, tetapi juga sepanjang hari. Jika kita mempunyai waktu yang baik untuk beserta dengan Tuhan pada pagi, siang, dan petang, kita tidak saja tersuplai dengan pengontrol hama yang paling efektif, juga akan menikmati satu pesta. Akan tetapi, jika kita tidak setia menggunakan waktu untuk menyerap Tuhan, maka kondisi kita akan berangsur-angsur merosot. Pengalaman kita membuktikan hal ini. Marilah kita berpaling dari pi-kiran, emosi, dan tekad kita, dan bukalah diri kita kepada Tuhan, latihlah roh kita dan berkata, “O, Tuhan Yesus, aku mengasihi Engkau, aku menyembah Engkau, dan aku me-muja Engkau. Tuhan, aku persembahkan diriku kepada-Mu. Aku serahkan hatiku dan setiap hal pada pagi hari ini kepada-Mu.” Ketika Anda berkontak dengan Tuhan sedemi-kian, janganlah tergesa-gesa. Gunakanlah waktu, lebih ba-nyak lebih baik. Ketika Anda menggunakan waktu berkon-tak dengan Tuhan, dengan spontan Anda akan menyerap kekayaan tanah itu ke dalam Anda. Kepenuhan, sunat, penguburan, kebangkitan, penyaluran hayat, penghapusan ketentuan-ketentuan, dan pelucutan penguasa-penguasa itu akan menjadi milik Anda. Semua fakta dalam Kitab Kolose ini akan menjadi pengalaman Anda.
SATU ROH DENGAN TUHAN
Fakta-fakta adalah di dalam Kristus, pengalaman ada-lah oleh Kristus. Kita mengalami hal-hal ini ketika kita berkontak dengan Tuhan dan menjadi satu dengan Dia se-cara riil. Akhir-akhir ini setiap pagi saya berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, berilah aku anugerah untuk hidup satu roh dengan-Mu. Tuhan, aku tidak ragu bahwa Engkau satu roh denganku. Tetapi, Tuhan, aku mohon Engkau mengingatkan aku bahwa aku satu roh dengan-Mu.” Semakin kita hidup satu roh dengan Tuhan, kita akan semakin mengalami Kristus yang almuhit dan alwasi yang diwahyukan dalam Kitab Kolose. Jadi, semua hal yang merupakan fakta dalam Kristus akan menjadi pengalaman kita oleh Dia dan ber-sama Dia. Oh, marilah kita menyerap Dia, menikmati Dia, dan mengalami Dia! Terpujilah Dia, karena kita telah ber-akar di dalam tanah yang kaya dan subur yang dipenuhi dengan atribut-atribut ilahi dan kebajikan-kebajikan insani yang telah ditinggikan! Setiap hal yang kita perlukan ber-ada dalam tanah ini, dalam tanah permai yang di dalam-nya kita telah berakar. Demi pelaksanaan hidup gereja, marilah kita terus berakar dalam tanah ini dan menyerap segala kekayaannya.