Daftar isi Kolose (3) · Berita Kelima Puluh Dua · bab 8/21

Berita Kelima Puluh Dua

TELAH BERAKAR DI DALAM KRISTUS DAN SEDANG DIBANGUN DI DALAM DIA (2)

Pembacaan Alkitab:

Kol. 2:7a, 19; 3:10-11; 1 Kor. 3:6, 9; 6:17; Ef. 2:21; 4:13b, 15-16

Ketika membaca dan mempelajari Alkitab, mudah sekali kita menganggap semuanya memang seharusnya demikian. Mungkin kita membaca sebuah ayat seperti Kolose 2:7, yang mengatakan bahwa kita telah berakar di dalam Kristus dan sedang dibangun di dalam Dia, dan kita mengira kita sudah memahaminya, padahal pemahaman kita sangatlah dangkal. Demikian pula dengan ayat-ayat seperti Yohanes 3:16. Di satu pihak, kita memang mempunyai sedikit pemahaman atas ayat ini. Tetapi di pihak lain, kita mungkin menganggapnya memang seharusnya demikian. Tidak hanya demikian, ketika kita membaca Alkitab, kita mungkin memiliki kecenderungan untuk menghindari kesulitan. Kita mungkin lebih suka untuk tidak menggali ayat-ayat tertentu, berdoa tentang ayat-ayat itu, dan meminta Tuhan membukanya untuk kita. Bila kita menelaah sejumlah ayat dari Kitab Kolose, 1 Korintus, dan Efesus, kita tidak boleh menganggap semuanya memang seharusnya demikian, dan janganlah menghindari kesulitan apa pun yang ditampilkan oleh ayat-ayat itu. Beban saya khusus untuk menunjukkan kepada kita makna yang tersirat dalam ayat-ayat tersebut.

BERAKAR, BERTUMBUH, DAN DIBANGUN

Dalam Kolose 2:7 Paulus mengatakan tentang telah berakar dan sedang dibangun di dalam Kristus. Kata berakar menyiratkan makna yang sangat kaya. Berakar benar-benar merupakan masalah hayat. Satu tanaman yang telah berakar dalam tanah, bertumbuh di dalam tanah, bahkan masuk ke dalam tanah. Inilah satu organisme hidup yang bertumbuh di dalam tanah. Sebaliknya, jika sebatang tongkat mati ditancapkan ke dalam tanah, tongkat itu tidak dapat dikatakan berakar di dalam tanah.

Ketika akar-akar suatu tanaman berkembang ke dalam tanah, akar-akar itu menyerap kekayaan dari tanah. Makanan yang diserap ke dalam tanaman menjadi unsur yang olehnya tanaman itu bertumbuh. Jika sebatang pohon ingin bertumbuh, pohon ini harus menerima zat atau unsur tertentu melalui akar-akarnya. Melalui zat-zat itulah pohon ini bertumbuh besar.

Sebagai kaum beriman, kita telah berakar di dalam Kristus. Ini menyiratkan bahwa kita adalah organisme yang hidup, bukan tongkat yang mati dan tanpa akar yang tertancap di dalam tanah. Karena kita telah berakar di dalam Kristus, maka kita sekarang dapat menyerap kekayaan Kristus ke dalam kita. Kekayaan ini diserap dari Kristus sebagai tanah, menjadi unsur yang memungkinkan kita bertumbuh.

Kolose 2:7 membicarakan tentang telah berakar di dalam Kristus dan sedang dibangun di dalam Dia. Semakin sebuah tanaman bertumbuh, tanaman itu semakin membangun dirinya sendiri. Sebagai contoh, sebatang pohon membangun dirinya melalui menyerap makanan dari tanah ke dalam dirinya sendiri. Ini menyiratkan aktivitas organik. Melalui aktivitas ini, makanan dari tanah diserap ke dalam pohon.

Sangatlah bermakna bahwa dalam 2:7 Paulus menyinggung bersama masalah berakar dan dibangun. Alasannya ialah karena berakar untuk pertumbuhan, dan pertumbuhan adalah pembangunan yang sejati. Pertumbuhan tidak saja untuk pembangunan, tetapi sebenarnya adalah pembangunan itu sendiri. Pada waktu sebuah pohon bertumbuh, ia membangun dirinya sendiri. Demikian pula manusia. Para ibu memahami, semakin anak-anak diberi makan dengan makanan yang sehat, anak-anak semakin bertumbuh, dan melalui pertumbuhan mereka dibangun. Aktivitas organik yang terjadi di dalam mereka menyebabkan mereka bertumbuh. Pertumbuhan ini adalah pembangunan tubuh jasmani mereka.

Berakar mendatangkan pertumbuhan, pertumbuhan adalah pembangunan. Jika kita tidak bertumbuh, kita tidak memperoleh pembangunan apa pun. Kita bertumbuh melalui menyerap unsur tanah yang kaya dan bergizi. Kita telah berakar di dalam Kristus, kini kita sedang dibangun di dalam Dia. Kita telah berakar di dalam Kristus, dan kita bertumbuh melalui menyerap kekayaan-Nya ke dalam kita. Hal ini membawa kepada pertumbuhan, yaitu pembangunan diri sendiri di dalam Kristus.

BERPEGANG TEGUH KEPADA KEPALA

Dalam Kolose 2:19 Paulus membicarakan tentang “Berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh yang ditopang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, bertumbuh dengan pertumbuhan Allah” (Tl.). Berpegang teguh kepada Kepala sama dengan berhuni di dalam Kristus. Tentu saja, berpegang kepada Kepala menyiratkan kita tidak terpisah atau terputus dari-Nya. Pada waktu Paulus menulis surat kepada orang-orang Kolose, mereka telah sedikit terpisah dari Kristus karena kebudayaan mereka. Kebudayaan dapat menjadi sejenis isolasi yang menjauhkan kita dari Kristus. Berpegang teguh kepada Kepala berarti menetap di dalam Kristus, tanpa isolasi apa pun di antara kita dengan Dia.

Kata “dari mana” dalam ayat 19 menunjukkan bahwa ada sesuatu yang berasal dari Kepala yang menyebabkan Tubuh bertumbuh. Pertumbuhan Tubuh tergantung pada apa yang berasal dari Kristus sebagai Kepala, seperti halnya pertumbuhan sebuah tanaman tergantung pada apa yang masuk ke dalamnya dari tanah. Jika sebuah tanaman tidak menyerap zat-zat gizi dari tanah, ia tidak mungkin bertumbuh. Demikian pula, jika kita tidak menerima apa yang berasal dari Kristus sebagai Kepala, Tubuh tidak dapat bertumbuh. Karena itu berpegang teguh kepada Kepala sama dengan berakar dalam Kristus sebagai tanah.

BERTUMBUH DENGAN PERTUMBUHAN ALLAH

Dalam Kolose 2:19 Paulus mengatakan bahwa Tubuh “bertumbuh dengan pertumbuhan Allah” (Tl.). Allah sendiri tidak perlu bertumbuh, sebab Dia selamanya lengkap dan sempurna. Namun, Tubuh tetap perlu bertumbuh dengan pertumbuhan atau pertambahan Allah di dalam kita. Semakin banyak Allah bertambah di dalam kita, kita akan semakin bertumbuh. Inilah artinya bertumbuh dengan pertumbuhan Allah.

Bagi organisme hidup mana pun, untuk bertumbuh perlu ada beberapa unsur yang menyebabkan ia bertumbuh. Kita harus mempunyai sesuatu yang dengannya dan oleh-nya kita bertumbuh. Sebagai contoh, jika anak-anak tidak mau makan, mereka tidak dapat bertumbuh. Jalan kita untuk pertumbuhan rohani ialah bertambahnya Allah di dalam kita. Ini berarti kita bertumbuh dengan pertambahan atau perbanyakan Allah, yaitu dengan bertambahnya Allah ke dalam diri kita.

Kata “dengan” yang pendek dalam Kolose 2:19 sangatlah penting. Dengan apakah Tubuh dapat bertumbuh? Apakah ia bertumbuh dengan doktrin atau pengetahuan Alkitab? Tidak. Tubuh bertumbuh dengan pertumbuhan Allah. Kita bertumbuh dengan pertambahan Allah di dalam kita. Allah lengkap dan sempurna dalam diri-Nya sendiri, tetapi Ia masih perlu bertambah di batin kita.

Ketika saya “mendoakan” Kolose 2:19, Tuhan menunjukkan kepada saya walaupun Dia selamanya sempurna dan lengkap, tetapi di dalam saya, kadarnya tidak terlalu banyak. Saya sadar bahwa Allah perlu bertumbuh di dalam saya, Allah perlu ditambahkan ke dalam saya. Pada waktu itu saya beroleh terang dan tampak makna ungkapan Paulus dalam 2:19 “bertumbuh dengan pertumbuhan Allah”. Kita semua perlu Allah ditambahkan ke dalam kita lebih banyak. Kita perlu Dia bertumbuh dan bertambah di dalam kita.

Sewaktu kita membahas 2:19, kita harus paham bahwa firman Allah bukan hanya sebuah istilah, dan Allah sendiri bukan hanya objek penyembahan kita. Allah kaya dalam setiap aspek. Dia kaya dalam kemuliaan dan dalam segala atribut-atribut ilahi. Dia kaya dalam kasih, kebaikan hati, belas kasih, terang, hayat, kekuatan, dan kekuasaan. Oh, kekayaan Allah sungguh tidak ada habisnya! Kini Allah yang kaya ini sedang menambahkan diri-Nya ke dalam kita. Ini tersirat dalam frase “bertumbuh dengan pertumbuhan Allah”. Kekayaan Allah merupakan unsur dan substansi yang olehnya kita bertumbuh.

MANUSIA BARU

Dalam Kolose 3:10-11 Paulus membicarakan tentang manusia baru, “Dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Dalam manusia baru Kristus adalah semua anggota, dan Dia berada dalam setiap anggota. Tidak ada tempat bagi manusia alamiah. Tidak ada tempat bagi orang Amerika atau China, Inggris atau Perancis, Anda atau saya. Dalam manusia baru Kristus adalah semua. Dalam gereja sebagai manusia baru, Kristus adalah segala sesuatu. Ini menyiratkan bahwa Dia adalah setiap saudara dan setiap saudari. Ini pun menyiratkan bahwa setiap saudara dan saudari harus disusun dengan Kristus. Dalam manusia baru tidak bisa ada anggota Yahudi dan anggota bukan Yahudi hanya bisa ada anggota Kristus. Jika kita ingin disusun dengan Kristus, Kristus harus ditambahkan ke dalam kita lebih banyak. Kita harus dijenuhi dengan Kristus, diresapi dengan Kristus dan mengalami Kristus tergarap secara organik ke dalam diri kita. Akhirnya, kita akan digantikan oleh Kristus. Kemudian dalam realitasnya, Dia akan menjadi semua dan di dalam segala sesuatu. Dia akan menjadi setiap anggota, setiap bagian dari manusia baru.

Manusia baru bukan terjadi melalui berkumpulnya orang-orang Kristen dari berbagai negara. Itu adalah satu organisasi baru, bukan manusia baru. Manusia baru terjadi setelah kita diresapi, dipenuhi, dan dijenuhi dengan Kristus dan digantikan oleh-Nya melalui suatu proses organik. Manusia baru adalah Kristus yang di dalam semua orang kudus meresapi kita dan menggantikan kita sampai semua perbedaan alamiah itu terhapus dan setiap orang tersusun dengan Kristus.

Kristus sebagai semua dan di dalam segala sesuatu dalam manusia baru tidak boleh menjadi doktrin belaka. Sebaliknya, Kristus yang kaya dan nyata ini harus benar-benar tergarap ke dalam kita secara organik hingga Dia menggantikan diri alamiah kita dengan diri-Nya sendiri. Ini hanya dapat terjadi bila kita tetap berakar di dalam Dia dan menyerap kekayaan-Nya ke dalam kita. Kekayaan-kekayaan ini kemudian menjadi substansi, unsur yang akan menjenuhi kita secara organik. Kemudian, Kristus akan menjadi kita, dan kita akan tersusun dengan Kristus. Ini bukan hanya bertumbuh oleh Kristus, tetapi juga dibangun di dalam Kristus.

MENYERAP KEKAYAAN DARI TANAH

Baik pertumbuhan maupun pembangunan tergantung pada berakar. Itulah sebabnya Paulus menggunakan bentuk kala purna untuk mengatakan “telah berakar”. Kristus, tanah permai, adalah bagian, tanah, dari orang kudus. Sebagai tanah permai, Dia sendiri kaya dan subur. Setelah kita berakar di dalam Dia, kita harus menyerap makanan Kristus yang kaya ke dalam kita dari hari ke hari menjadi unsur yang mempertumbuhkan kita. Sepanjang hari akar-akar yang lembut harus menyerap kekayaan Kristus sebagai tanah. Semakin kita menyerap kekayaan-kekayaan ini, kita akan semakin dijenuhi oleh Kristus dan digantikan oleh-Nya secara organik. Inilah artinya bertumbuh dan dibangun di dalam Kristus.

DITANAM KE DALAM KRISTUS

Dalam 1 Korintus 3:9 Paulus mengatakan bahwa kaum saleh adalah ladang Allah. Dalam 1 Korintus 3:6 dia berkata, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan.” Ayat ini menunjukkan bahwa kaum beriman adalah ladang Allah dan Paulus adalah seorang pembantu dari Sang pengusaha ilahi. Allah adalah petani yang sejati, dan Paulus adalah salah satu rekan sekerja-Nya (2 Kor. 6:1). Paulus bekerja sama dengan Allah untuk menanam kaum beriman ke dalam Kristus. Kristus adalah tanah. Konteks Kitab 1 Korintus menunjukkan hal ini. Dalam 1 Korintus 1:9 dikatakan bahwa kita telah dipanggil ke dalam persekutuan Anak Allah, dan dalam ayat 30 dikatakan bahwa oleh Allah kita kini berada dalam Kristus Yesus, yang menjadi hikmat bagi kita. Dia adalah kebenaran, untuk masa lampau, pengudusan untuk masa sekarang, dan penebusan untuk masa kelak. Melalui pemberitaan Injil dan ministri firman Paulus, banyak orang telah ditanam ke dalam Kristus. Karena itu, Paulus dapat mengatakan bahwa ia menanam. Kemudian, Apolos datang menyirami apa yang telah ditanam Paulus. Walaupun Paulus menanam, dan Apolos menyiram, tetapi Allahlah yang menumbuhkan.

BAGAIMANA ALLAH MENUMBUHKAN MANUSIA

Sekarang kita harus bertanya, bagaimana Allah menumbuhkan manusia. Dia menumbuhkan manusia dengan cara masuk ke dalam manusia. Semakin banyak Allah bertambah ke dalam kita, semakin banyak pula pertumbuhan kita. Seperti telah kita lihat, tanpa pertambahan Allah di dalam kita, tidak mungkin ada pertumbuhan. Pertumbuhan Tubuh tergantung pada pertumbuhan Allah, pertambahan Allah, dan perbanyakan Allah di batin kita. Jadi, Allah menumbuhkan melalui memberikan diri-Nya sendiri ke dalam kita dengan cara yang sangat subjektif.

Karena Allah menumbuhkan secara demikian, maka kita perlu mengeluarkan waktu untuk menyerap Dia. Sebuah kidung yang terkenal menganjuri kita untuk “mengeluarkan waktu untuk menjadi kudus”. Sebenarnya keperluan kita ialah mengeluarkan waktu untuk menyerap Allah. Setiap hari kita mengeluarkan waktu untuk makan, setiap hari kita pun harus menyerap Tuhan, mengeluarkan waktu untuk menyerap kekayaan Kristus. Kontak kita dengan Tuhan tidak boleh tergesa-gesa. Jika kita tergesa-gesa, kita tidak mungkin dapat menyerap banyak kekayaan-Nya. Kita perlu mempunyai waktu cukup banyak untuk berdoa. Ini akan memungkinkan kita menyerap kekayaan Allah kita lebih banyak.

Seperti telah kita tunjukkan, Allah bukan sekadar satu istilah atau satu objek penyembahan. Dia itu riil, kaya, dan sungguh; kita perlu menyerap Dia. Allah kita hari ini adalah Roh yang almuhit yang telah melalui proses dan kita memiliki satu roh untuk menyerap Dia. Karena itu, kita harus melatih roh kita untuk tinggal di hadirat-Nya untuk menyerap Dia. Hal ini memerlukan waktu. Walau kita semua telah mengalami menyerap kekayaan Allah, tetapi pengalaman kita belum memadai. Karena alasan inilah kita harus memakai lebih banyak waktu untuk menyerap Dia. Jangan memakai waktu begitu banyak dalam pikiran, emosi, dan tekad Anda, tetapi pakailah lebih banyak waktu dalam roh Anda untuk menyembah, memuji, bersyukur, dan berbicara kepada-Nya dengan leluasa. Ketika Anda bersekutu demikian dengan-Nya, Anda akan menyerap kekayaan-Nya, dan Dia akan menambahkan diri-Nya ke dalam Anda. Semakin banyak Allah menambahkan diri-Nya ke dalam kita, semakin banyaklah pertumbuhan yang Ia berikan kepada kita. Inilah cara Allah menumbuhkan.

Hanya Allah yang dapat menumbuhkan. Dalam ministri saya yang dapat saya lakukan paling banyak hanya menanam atau menyiram. Saya tidak dapat menumbuhkan siapa pun, sebab saya tidak dapat memberikan Allah. Hanya Allah yang dapat memberikan diri-Nya kepada Anda. Tanpa Dia, kita tidak dapat bertumbuh. Allah sendiri adalah makanan kita, dan kita perlu mencari Dia di meja makan-Nya, di mana kita harus mengeluarkan waktu untuk memakan Dia pelan-pelan. Kemudian Ia akan menambahkan diri-Nya lebih banyak ke dalam kita. Penambahan Allah ke dalam kita ini berarti pertumbuhan yang Dia berikan. Allah menumbuhkan kita sebenarnya berarti Dia memberikan diri-Nya sendiri kepada kita.

SATU ROH DENGAN TUHAN

Salah satu ayat yang terbesar dalam Alkitab, yaitu 1 Korintus 6:17 mengatakan, “Siapa yang mengikatkan diri-nya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Makna yang terkandung dalam ayat ini sangat ajaib dan mendalam sekali. Sebagai kaum beriman, kita menjadi satu roh dengan Tuhan. Alangkah ajaib! Ini menyiratkan bahwa kita berada di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Ini juga menyiratkan kita dan Dia telah berbaur, bercampur secara organik, menjadi satu dalam hayat. Menjadi satu roh dengan Tuhan menyiratkan bahwa kita dengan Dia merupakan satu wujud hidup. Kita tidak memiliki perkataan untuk menjelaskan makna ayat ini. Mengatakan kita adalah satu roh dengan Tuhan sama sekali tidak berarti kita menjadi Allah. Akan tetapi, ini benar-benar menyiratkan perbauran sifat ilahi dengan sifat insani. Dalam kidung No. 382 tercatat, “Maha kudus, Mahainsan, dalam rohku jadi (berkat) bah’gia”. Menjadi satu roh dengan Tuhan berarti kita bercampur secara organik dengan Dia dan berbaur dengan Dia dalam hayat. Kita benar-benar memerlukan lebih banyak pengalaman atas hal ini. Kita perlu selalu berakar di dalam Kristus dan menyerap segala apa ada-Nya ke dalam kita. Kemudian, kita dengan Dia, Dia dengan kita, akan berbaur bersama-sama dalam hayat secara organik menjadi satu roh. Alangkah dalam! Alangkah ajaib!

Ketika kita menjadi satu roh dengan Tuhan, kita tidak dapat terpengaruh oleh hal-hal yang negatif. Dosa, dunia, Iblis, dan alam maut tidak ada hubungannya lagi dengan kita, sebab kita menjadi satu roh dengan Allah Tritunggal. Ini tidak boleh menjadi doktrin belaka. Dalam pengalaman kita, hal ini harus hidup dan organik. Bagian kita yang rohani, yaitu manusia batiniah kita, roh yang telah dilahirkan kembali harus diluapi dengan Tuhan dan berbaur dengan Dia, dan membentuk satu wujud yang tunggal dan hidup. Ini akan mendatangkan pertumbuhan dan pembangunan.

PERTUMBUHAN DARI PEMBANGUNAN

Dalam Kitab Efesus Paulus juga mengatakan tentang pertumbuhan dan pembangunan. Dalam Efesus 2:21 dia berkata, “Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.” Ayat ini ditujukan kepada gereja universal. Dalam pandangan Allah, gereja universal merupakan satu bangunan. Bangunan ini bertumbuh melalui menyerap kekayaan Kristus.

MENCAPAI KEDEWASAAN PENUH

Dalam Efesus 4:13 Paulus mengatakan tentang mencapai kedewasaan penuh, mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Tubuh Kristus adalah kepenuhan-Nya. Kepenuhan ini mempunyai satu perawakan, dan perawakan ini mempunyai satu ukuran. Jadi, kepenuhan Kristus ialah Tubuh Kristus, ekspresi-Nya. Kita mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus melalui pertumbuhan dan pembangunan yang berasal dari makan Kristus. Ketika kita makan Kristus, maka lebih banyak Kristus bertambah ke dalam kita bagi pertumbuhan dan pembangunan. Akhirnya, kita akan memiliki perawakan kepenuhan Kristus. Perawakan ini adalah kedewasaan penuh dari manusia baru. Karena alasan inilah Paulus mengatakan mencapai kedewasaan penuh.

BERTUMBUH DAN DIBANGUN

Dalam Efesus 4:15-16 Paulus berkata lebih lanjut, “Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah (dalam) Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Konsepsi di sini mirip dengan di Kolose 2:19. Kita harus berpegang kepada kebenaran di dalam kasih agar kita dapat bertumbuh dalam segala hal ke dalam Kepala dalam segala hal. Dari Sang Kepala yang di dalam-Nya kita bertumbuh itu kita mendapat makanan, seperti yang ditunjukkan oleh kata “pelayanan”. Lewat pelayanan (suplai) yang berasal dari Kepala, Tubuh bertumbuh dan membangun dirinya di dalam kasih. Makna yang terkandung di sini sangat kaya. Penekanan yang tersirat dalam Efesus 4:15-16 ialah kita harus berakar di dalam Kristus dan menyerap makanan-Nya ke dalam diri kita untuk menjadi unsur dan zat yang mempertumbuhkan dan membangun kita.

Mula-mula kita bertumbuh secara individual, kemudian secara korporat. Pertumbuhan individual menjadi pertumbuhan korporat. Jadi, tidak saja anggota-anggota dibangun secara individual, tetapi Tubuh pun dibangun secara korporat. Tubuh jasmani kita dapat menerangkan hal ini. Tubuh Anda dibangun melalui pertumbuhan dari tiap-tiap anggota secara individual. Jika anggota-anggota tidak bertumbuh, tubuh pun tidak dapat bertumbuh. Tanpa pertumbuhan, anggota-anggota tubuh tidak dapat membangun diri-nya sendiri. Bila demikian, Tubuh tidak mungkin dibangun secara keseluruhan. Sebab itu, pembangunan tubuh tergantung pada pembangunan individual anggota-anggota tubuh. Jika semua anggota bertumbuh dan membangun dirinya secara individual, Tubuh akan terbangun secara korporat.

Setelah sebuah gereja berdiri di suatu lokal sejangka waktu lamanya, mungkin terjadi gesekan di antara kaum saleh, bahkan di antara para pemimpin. Bagaimana gereja dapat terbangun jika terdapat gesekan seperti itu? Di samping ada gesekan, harus pula ada pertumbuhan. Pertumbuhan akan melenyapkan efek gesekan itu. Saya dapat bersaksi bahwa selama bertahun-tahun dalam hidup gereja, banyak sekali gesekan yang ditimbulkan oleh musuh. Tetapi pertumbuhan di dalam Kristus telah menghapus segala gesekan tersebut. Sebab itu, kita dapat bergembira bersama dan benar-benar bersatu. Kelemahan-kelemahan atau kekurangan di antara kita telah ditutupi oleh kekayaan Kristus. Kemudian, kita bertumbuh baik secara individual maupun korporat. Inilah pembangunan gereja yang sejati. Pembangunan gereja tergantung pada pembangunan anggota secara individual. Tidak hanya demikian, pembangunan tiap-tiap anggota tergantung pada pertumbuhan mereka masing-masing, yang juga tergantung pada berakar di dalam Kristus dan menyerap kekayaan Kristus untuk menjadi unsur yang olehnya tiap-tiap anggota bertumbuh.