DI DALAM KRISTUS DAN MENURUT KRISTUS
Pembacaan Alkitab:
Kol. 2:8-15; 2 Kor. 3:17; 2 Tim. 4:22a; 1 Kor. 6:17; Rm. 8:4
Dalam Kolose 2:8-15 penekanan Paulus ialah kaum beriman berada di dalam Kristus dan harus menurut Kristus. Adanya kita di dalam Kristus merupakan satu fakta. Da-lam ayat 10 Paulus berkata, “Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” Kita juga telah disunat, dibangkitkan, dan dihi-dupkan di dalam Kristus (ayat 11-12). Tulisan Paulus di-rangkai dengan konsepsi pokok bahwa segala sesuatu berada di dalam Kristus. Jika ungkapan “di dalam Dia” digeser da-ri Kolose 2:8-15, maka susunan dari tulisan Paulus akan runtuh.
Dalam Kolose 2:8 Paulus berkata, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafat dan tipuan yang kosong menurut ajaran turun-temurun dan unsur-unsur dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Tl.). Perhatikan ungkapan “menurut Kristus”. Paulus menginginkan agar kita semua hidup dan bertingkah laku menurut Kristus. Disesatkan dari Kristus berarti berperilaku menurut sesua-tu yang bukan Kristus, teristimewa menurut tradisi manu-sia dan unsur-unsur dunia. Kedua hal ini membahas setiap hal yang tidak menurut Kristus. Kaum beriman hari ini serupa dengan orang yang tidak beriman, yaitu menempuh hidup, bertindak, bertingkah laku, dan membawa diri me-nurut tradisi manusia atau menurut unsur-unsur dunia. Orang yang berperilaku menurut Kristus sangat sulit dite-mukan. Namun demikian, orang Kristen seharusnya berpe-rilaku menurut Kristus. Kita memuji Tuhan karena segala kekayaan yang kita miliki di dalam Kristus. Sekarang kita harus terus maju, menempuh hidup dan berperilaku menu-rut Kristus.
FAKTA DAN PENGALAMAN
Dalam Kolose 2:8-15 Paulus mencatat sejumlah fakta rohani yang penting. Berdiamnya segala kepenuhan ke-Allah-an secara jasmaniah di dalam Kristus itu adalah sebuah fakta. Kristus adalah kepala semua penguasa dan pemerin-tah. Kita telah disunat di dalam Kristus, dikubur di dalam Dia, dibangkitkan bersama Dia, dan dihidupkan di dalam Dia. Kesemuanya ini adalah fakta. Terhapusnya surat hu-tang dan ditiadakannya kuasa kegelapan juga adalah suatu fakta. Semua fakta ini berkaitan dengan masalah di dalam Kristus. Akan tetapi, jika kita menghendaki fakta-fakta ini menjadi pengalaman kita, kita tidak saja harus berada di dalam Kristus, tetapi juga harus menurut Kristus. Ungkap-an “di dalam Dia” ditujukan kepada fakta-fakta itu, sedangkan ungkapan “menurut Kristus” ditujukan kepada pengalaman. Semua orang yang telah beroleh selamat mem-punyai posisi di dalam Kristus. Sebagai orang yang telah beroleh selamat semua fakta yang telah disebutkan itu ada-lah milik kita. Kita mempunyai hak, atau hak milik atas semua fakta itu. Tetapi entah kehidupan sehari-hari kita menurut Kristus atau tidak, itu sepenuhnya hal lain. Kita boleh menyatakan dengan keyakinan yang pasti bahwa kita berada di dalam Kristus, tetapi kita mungkin tidak berani mengatakan bahwa kehidupan sehari-hari kita menurut Kristus. Apakah Anda dapat bersaksi dengan yakin bahwa kehidupan sehari-hari Anda menurut Kristus? Kita memang di dalam Kristus, tetapi kita tidak berperilaku menurut Kristus. Kita sangat sering hidup menurut tradisi manusia dan unsur-unsur dunia. Kita mempunyai fakta, tetapi kita kurang pengalaman.
DITAWAN DARI KRISTUS
Dalam Kolose 2 Paulus menunjukkan bahwa Kristus yang kita terima adalah rahasia Allah yang di dalam-Nya tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Kita te-lah berakar di dalam Dia dan sedang dibangun di dalam Dia, kini kita perlu berperilaku di dalam Dia. Setelah me-nyampaikan kata-kata yang demikian. Paulus berpesan ke-pada kita untuk berhati-hati supaya jangan ada yang me-nawan kita. Setelah nampak fakta ajaib betapa kita telah menerima Kristus sebagai rahasia Allah dan berakar di da-lam Dia, kini kita harus waspada supaya kita jangan dita-wan atau dijauhkan dari Kristus yang demikian. Jika Anda tidak dapat mengatakan Anda berperilaku di dalam Kristus, itu menunjukkan bahwa pada hakikatnya Anda telah dita-wan dari Dia. Anda telah menerima Kristus dan telah ber-akar di dalam Dia, tetapi sejauh yang menyangkut kehi-dupan sehari-hari Anda, Anda telah ditawan dari Dia. Gagal berperilaku menurut Kristus berarti kita telah dijauhkan dari Kristus. Asalkan kita dijauhkan dari Kristus, tidak pe-duli jauh sekali atau agak jauh sedikit, sama saja.
Perilaku kita sehari-hari sebagian besar menurut tra-disi manusia dan unsur-unsur dunia, tidak menurut Kristus. Tradisi merupakan komponen utama dari kebudayaan. Tanpa tradisi, kebudayaan tidak mungkin ada. Kita mewarisi ke-budayaan dari praktek-praktek tradisional keluarga, masya-rakat, dan negara kita. Dengan spontan dan di luar kesa-daran, kita hidup menurut tradisi kebudayaan yang kita warisi. Tidak hanya demikian, kita juga hidup menurut unsur-unsur dunia, yaitu asas-asas awal (dasar) kebudaya-an. Tradisi merupakan praktek kebudayaan, sedang unsur-unsur dunia merupakan asas-asas awal dari kebudayaan. Bahkan kita yang mengasihi Kristus dan menuntut Dia pun tetap dikuasai oleh kedua hal tersebut. Saya benci akan setiap aspek kehidupan sehari-hari saya yang menurut tra-disi manusia atau unsur-unsur dunia, dan tidak menurut Kristus. Saya tidak mau berperilaku menurut tradisi China atau ajaran etika Konghucu. Saya sering berdoa, “Tuhan, ampunilah aku sebab aku hidup menurut tradisi manusia, tidak menurut Kristus.” Allah menghendaki agar kita ber-perilaku menurut Kristus. Sebagai contoh, seorang saudari mungkin sangat taat, mengikuti ajaran Alkitab atau stan-dar etika sesuai dengan kebudayaannya, tetapi ketaatan sedemikian itu bukan menurut Kristus. Allah tidak mau setiap kelakuan yang bukan menurut Kristus.
Banyak orang kudus setelah berada dalam gereja se-jangka waktu, mulai bertindak menurut apa yang boleh disebut cara hidup gereja lokal. Di satu aspek, hidup gereja memperhalus sifat insani kita. Sifat insani dari orang-orang dalam gereja-gereja lokal memang sangat tinggi, tetapi mungkin saja kita bertindak menurut sifat insani yang tinggi, dan bukan menurut Kristus. Bukannya memperhi-dupkan Kristus, kita malah menyesuaikan diri dengan stan-dar atau praktek tertentu. Sebagai contoh, seorang saudari yang telah berada dalam hidup gereja sejangka waktu mungkin memutuskan untuk tidak berdandan lagi. Tetapi keputusannya belum tentu ditetapkan menurut Kristus. Dalam hal ini ia tidak bertindak menurut Kristus, malah hanya menyesuaikan diri dengan cara hidup gereja lokal. Contoh lainnya ialah seorang saudara yang memilih potong-an rambut yang pendek, bukan rambut panjang. Jika sau-dara ini tidak berada di dalam hidup gereja, mungkin ia lebih suka memelihara rambut panjang. Tetapi karena ia berada dalam gereja, ia memilih potongan rambut pendek. Namun dalam hal ini ia pun mungkin menyesuaikan diri dengan cara kehidupan tertentu, bukan hidup menurut Kristus. Dalam hidup gereja, kita tidak boleh bersikap “me-niru”, kita harus hidup, bertindak, dan bertingkah laku menurut Kristus. Kehendak hati Allah bukanlah ingin men-dapatkan sekelompok orang yang bersih, rapi, dan luhur. Ia menghendaki sekelompok orang yang berperilaku menurut Kristus. Berada di dalam Kristus saja tidak cukup, kita juga harus berperilaku menurut Kristus. Berada di dalam Kristus adalah masalah posisi, tetapi berperilaku menurut Kristus adalah masalah pengalaman. Kita harus mengena-kan pakaian kita dan mencukur rambut kita menurut Kristus, bukan menurut tradisi manusia atau unsur-unsur dunia.
Allah menghendaki perilaku sehari-hari kita adalah menurut Kristus. Asalkan kita tidak hidup menurut Kristus, berarti kita telah dijauhkan dari Dia. Sebagaimana selem-bar isolasi yang tipis sekalipun dapat menghentikan arus listrik, demikian pula terpisah sejenak saja dari Kristus da-pat membuat kita dijauhkan dari Dia. Untuk dijauhkan dari Kristus, kita tidak perlu menghamburkan hawa nafsu dalam hal-hal duniawi. Bahkan jika Anda mengikuti si-dang-sidang tanpa bertindak menurut Kristus, pada haki-katnya Anda sudah terpisah dari Dia. Dalam masalah dija-uhkan dari Kristus, Anda tidak berbeda dengan orang-orang Kristen yang menghamburkan hawa nafsu dalam hiburan-hiburan duniawi. Kita telah beroleh selamat, dilahirkan kem-bali, dan berakar di dalam Kristus yang alwasi dan almu-hit. Tetapi, kita sangat mudah dijauhkan dari Dia. Hari ini, di manakah orang Kristen yang benar-benar berperi-laku menurut Kristus dan tidak menurut tradisi manusia? Pada hakikatnya semua orang beriman telah dijauhkan dari Kristus dan hidup menurut tradisi tertentu. Di manakah orang Kristen yang melulu, semata-mata, dan secara unik hidup menurut Kristus?
Kaum beriman di Kolose tidak dijauhkan dari Kristus oleh hal-hal dosa. Mereka dijauhkan dari Kristus oleh tra-disi kebudayaan yang baik dan unsur-unsur dunia. Banyak orang Kristen yang serupa dengan orang Kolose. Walaupun mereka mungkin hidup menurut standar yang tinggi, dan mengikuti praktek-praktek yang terbaik, tetapi mereka mung-kin tidak menempuh kehidupan sehari-hari mereka menu-rut Kristus.
HIDUP (BERTINDAK) MENURUT ROH
Roma 8:4 adalah ayat yang sejajar dengan Kolose 2:8 dalam hal menyuruh kita hidup (bertindak) menurut roh. Hidup menurut roh berarti berperilaku menurut Kristus. Jika Anda setiap hari hidup menurut roh, dengan otomatis Anda akan berperilaku menurut Kristus. Jika Anda berpe-rilaku secara demikian, Anda akan melakukan atau meno-lak suatu hal bukan karena menyesuaikan diri dengan praktek gereja-gereja lokal, melainkan karena Anda berperi-laku menurut Kristus.
Dalam Perjanjian Baru terdapat beberapa ayat penting yang menyangkut Roh itu. Dua Korintus 3:17 mengatakan bahwa Tuhan adalah Roh itu; 2 Timotius 4:22 menunjuk-kan bahwa Tuhan beserta dengan roh kita; 1 Korintus 6:17 mengatakan bahwa siapa yang mengikatkan diri dengan Tuhan menjadi satu roh dengan Tuhan; dan Roma 8:4 me-nyuruh kita hidup (bertindak) menurut roh. Roh yang dika-takan dalam 2 Korintus 3:17 adalah Roh yang tercantum dalam Yohanes 7:39, yakni Roh yang “belum ada” sebelum Yesus dimuliakan. Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan men-jadi Roh yang memberikan hayat kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Hari ini Tuhan adalah Roh itu, dan kita memiliki Roh ini dalam roh kita. Puji Tuhan, kita ada-lah satu roh dengan Dia, dan kita bertindak menurut roh!
PERINTAH YANG ALMUHIT
Perintah untuk hidup (bertindak) menurut roh adalah perintah yang almuhit, meliputi apa yang Alkitab katakan tentang para suami harus mengasihi istri mereka, para istri harus taat kepada suami mereka, anak-anak harus menghormati orang tua mereka, dan para orang tua harus memperhatikan anak-anak mereka. Semua kebajikan yang kita perlukan, seperti kerendahan hati, kebaikan, kejujur-an, kesetiaan, dan kasih, tercakup dalam hidup menurut roh. Allah tidak menghendaki kita berusaha dengan giat untuk menjadi orang yang berakhlak, pengasih, atau penu-rut. Dia hanya menghendaki kita hidup menurut roh. Oh, alangkah pentingnya kita nampak hal ini!
Kitab Kolose mewahyukan bahwa Kristus itu almuhit dan alwasi. Di dalam Dia kita mempunyai segala-galanya, sebab di dalam Dia kita menjadi penuh, sempurna, dan leng-kap, dan kita tersuplai serta puas. Sekarang kita harus maju untuk nampak bahwa demi pengalaman kita yang riil, Kristus yang almuhit dan alwasi ini adalah Roh itu. Orang-orang yang tidak memperhatikan pengalaman atas Kristus akan menyangkal Kristus sebagai Roh itu. Tetapi kita yang memperhatikan pengalaman atas Kristus harus nampak bahwa Perjanjian Baru dengan jelas mewahyukan Tuhan kini adalah Roh itu. Sebagai Roh itu, Tuhan berada di dalam roh kita. Jadi, kita mengetahui Tuhan itu apa — Dialah Roh itu — dan kita mengetahui Tuhan itu di mana — Ia di dalam roh kita. Tuhan menghendaki kita dapat menemukan Dia. Dengan mengetahui bahwa Dia sebagai Roh itu ada di dalam roh kita, kita akan lebih mudah untuk berkontak dengan Dia. Jika ada orang bertanya kepada Anda di manakah Kristus yang Anda bicarakan panjang lebar itu, Anda harus menjawab bahwa Dia berhuni di dalam roh Anda.
MENERAPKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Kita perlu menerapkan hidup (bertindak) menurut roh ini dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari kita. Sebagai contoh, saudara-saudara yang tinggal bersama perlu mene-rapkan hal ini pada percakapan antar mereka. Seorang sau-dara mungkin terbiasa berbicara menurut pikirannya, se-dangkan yang lain menurut emosi. Kedua saudara tersebut harus belajar berbicara menurut roh. Ketika bangun pagi, mereka harus berlatih untuk tidak berbicara dari pikiran atau dari emosi, melainkan dari roh. Saudara-saudara itu seharusnya berdoa, “Tuhan, berilah aku anugerah untuk berbicara dari rohku.” Namun, mungkin para saudara ti-dak berbuat demikian, sebaliknya hidup menurut tradisi manusia dan unsur-unsur dunia. Walaupun mereka tidak saling bertengkar, tetapi mereka mungkin hidup menurut sifat insani mereka yang telah diperhalus oleh hidup gereja, bukan menurut Kristus.
Lingkungan yang sangat penting untuk hidup menurut roh kita ialah kehidupan pernikahan kita. Sukar sekali bagi para suami untuk tetap di dalam roh bersama istri mere-ka. Mereka mudah berada dalam pikiran, emosi, atau te-kad. Salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan oleh seorang saudara adalah berpaling ke rohnya di hadapan istri-nya. Tetapi kita, para saudara, perlu belajar hidup menurut roh terhadap istri kita. Jika seorang saudara diperlakukan dengan baik oleh istrinya, ia mungkin merasa gembira. Te-tapi jika istrinya tidak menyenangkan hatinya, ia mungkin akan tersinggung. Ia mungkin tidak berpaling ke roh, me-lainkan memilih untuk tinggal dalam emosinya. Tetapi, en-tah istri kita itu baik atau tidak baik, kita perlu tinggal dalam roh kita. Kalau istri Anda mencela Anda, tinggallah di dalam roh. Jika ia mengatakan Anda baik, tinggallah di dalam roh. Jika Anda tinggal di dalam roh, Anda akan hi-dup menurut Kristus dalam kehidupan pernikahan Anda.
Ketika para istri tinggal bersama-sama dengan suami mereka, mereka pun perlu belajar berada di dalam roh. Hal ini jauh lebih sulit dibanding seorang suami berada di da-lam roh ketika ia tinggal bersama istrinya. Kebanyakan saudari dapat berada di dalam roh ketika mereka tinggal bersama dengan siapa saja kecuali dengan suami mereka. Ketika mereka tinggal bersama suami mereka, mereka bia-sanya berada dalam emosi, bukan dalam roh. Kita perlu be-las kasih dan anugerah Tuhan agar kita berada di dalam roh bila tinggal bersama dengan suami atau istri kita. Kita harus mengakui bahwa kehidupan pernikahan kita sebagian besar tidak menurut Kristus. Marilah kita menengadah ke-pada Tuhan agar Dia memberi kita rahmat dan anugerah supaya kehidupan pernikahan kita menurut roh. Ini sangat penting dan pokok bagi hidup gereja. Kehidupan pernikahan adalah dasar kehidupan keluarga, kehidupan keluarga ada-lah landasan kehidupan sehari-hari, dan kehidupan sehari-hari adalah dasar hidup gereja. Ini menampakkan betapa pentingnya kehidupan pernikahan. Jika kita dapat hidup menurut roh kita dalam kehidupan pernikahan kita, maka banyak kesulitan akan lenyap.
Kita sangat perlu belajar hidup menurut roh kita di rumah. Seorang saudara boleh jadi sangat berhati-hati un-tuk berada di dalam roh ketika tinggal bersama dengan kaum saleh, tetapi tidaklah demikian terhadap anak-anak-nya. Sebenarnya kita harus lebih berlatih berada di dalam roh ketika tinggal bersama dengan anak-anak kita daripada dengan saudara dan saudari. Jika dalam kehidupan sehari-hari di rumah kita, kita berlatih hidup, bertindak, dan ber-tingkah laku menurut roh kita, maka kehidupan kita akan menurut Kristus, tidak menurut tradisi manusia atau un-sur-unsur dunia. Kalau kehidupan sehari-hari kita menurut roh, kita akan mengetahui dengan spontan apa yang harus kita katakan dan lakukan. Kita tidak perlu membuat ke-tentuan-ketentuan atau suatu standar perilaku. Roh yang berada dalam roh kita akan menjadi ketentuan kita yang unik dan hidup. Bila kita hidup menurut Roh ilahi yang berbaur dengan roh insani kita, kita akan berperilaku me-nurut Kristus. Kemudian kita bukan hanya akan berada dalam Kristus, tetapi juga menurut Kristus. Semoga Tuhan mengaruniai kita anugerah untuk maju dari sekadar ber-ada di dalam Kristus kepada hidup menurut Kristus. Puji Tuhan, kita kini berada di dalam Dia. Sekarang Dia sedang menunggu kita untuk memuaskan hati-Nya melalui berpe-rilaku menurut Dia.