MENERIMA KRISTUS
Pembacaan Alkitab: Kol. 2:1-6; Yoh. 1:1-4, 11-18
Dalam Kolose 2:6 Paulus berkata, “Kamu telah mene-rima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hi-dupmu tetap di dalam Dia” Hidup di dalam Kristus berda-sar pada menerima Kristus. Hidup di dalam Dia berasal dari menerima Dia.
Banyak orang Kristen mengira menerima Kristus hanya berarti percaya kepada-Nya. Tetapi, menerima Kristus tidak sesederhana itu. Untuk memahami makna menerima Kristus secara tepat, sejati, dan memadai kita perlu mengenal Kristus yang kita terima ini. Menurut konsepsi kita dan menurut doktrin tradisional, Kristus agak sederhana. Ba-nyak orang beriman hanya mengenal Kristus, Anak Allah, adalah Juruselamat yang mengasihi kita dan mati untuk kita. Jika kita percaya ke dalam Kristus, kita diselamat-kan. Namun, menerima Kristus dalam kitab seperti Kolose mengandung makna yang lebih besar daripada itu. Kita te-lah menunjukkan bahwa Kitab Kolose memberi kita satu wahyu yang luas tentang Kristus yang almuhit. Kristus ini lebih luas daripada alam semesta. Menurut Efesus 3, Kristus ialah lebar, panjang, tinggi, dan dalam. Kristus yang kita terima tidak dapat diduga. Ia seluas alam semesta.
Walaupun kita telah menerima Kristus, tetapi pene-rimaan kita atas Dia bukanlah satu penerimaan awal yang sekali untuk selamanya. Sebaliknya, kita akan terus-mene-rus menerima Dia sampai selama-lamanya. Menerima Kristus dapat diibaratkan seperti bernapas. Sebagaimana bernapas merupakan satu proses yang terus-menerus, demikian pula perihal menerima Kristus. Tetapi, sayang sekali, sebagian besar orang Kristen hanya memiliki penerimaan awal saja atas Kristus. Mereka tidak menerima Dia secara terus-me-nerus. Banyak orang beriman dapat mengatakan bahwa pada suatu saat di masa lampau mereka telah menerima Kristus. Tetapi mereka tidak terus-menerus menerima Dia. Jika kita tidak menerima Kristus terus-menerus, kita tidak akan dapat menikmati manfaat penuh dari Kristus yang te-lah kita terima itu. Banyak orang Kristen tidak terus-me-nerus menerima Kristus. Jadi, kita harus mengenal bahwa penerimaan kita atas Kristus harus konsisten dan terus-menerus.
RAHASIA ALLAH
Kristus yang telah kita terima menurut Kolose 2:1-6 adalah rahasia Allah yang dibicarakan dalam 2:2. Fakta Kristus sebagai rahasia Allah menunjukkan Dia itu tidak sederhana. Sebaliknya, Dia tidak terduga dan sangat mis-terius. Allah pasti tidak sederhana. Dia tidak terukur, tidak terbatas, dan kekal. Lalu, mana mungkin Kristus, rahasia Allah ini sederhana? Sebagai rahasia Allah, Kristus adalah Allah yang tidak terukur, tidak terbatas, dan kekal.
Walaupun Allah itu kekal, Ia mempunyai satu sejarah. Tentu saja, mengatakan Allah mempunyai sejarah adalah berbicara dengan istilah manusia untuk pengertian kita. Pada mulanya, dalam kekekalan yang lampau, Allah mem-punyai suatu perkenan yang indah, kedambaan hati-Nya. Semakin hidup dan lincah seseorang, makin besarlah ke-inginannya untuk perkenannya. Jadi, sebagai Allah yang paling hidup, Allah memiliki keinginan yang paling besar. Allah itu hidup, agresif, dan penuh semangat. Sebagai Sang hidup sedemikian, Ia mempunyai satu perkenan yang in-dah. Berdasarkan perkenan yang indah ini, yaitu keinginan hati-Nya, Allah membuat satu rencana. Istilah Alkitab un-tuk rencana tersebut ialah kehendak. Allah penuh dengan kehendak; Ia mempunyai satu kehendak kekal yang berda-sar pada perkenan-Nya yang indah. Kehendak ini ialah ingin memiliki sekelompok manusia yang hidup untuk menjadi ekspresi-Nya yang korporat.
ALLAH MENCIPTAKAN SEBUAH
PENERIMA BAGI MANUSIA
Untuk menjadikan sekelompok manusia yang sedemikian, Allah telah menciptakan langit, bumi, dan jutaan benda. Inti ciptaan Allah adalah manusia; ketika manusia diciptakan, pada dirinya ada sebuah penerima, yaitu roh manusia. Sebagaimana sebuah penerima radio mempunyai kapasitas untuk menerima gelombang radio, demikian pula roh kita mempunyai kapasitas untuk menerima Allah. Misalkan, seseorang yang berasal dari bagian dunia yang primitif untuk kali pertama melihat sebuah radio transistor dan diberi tahu bahwa radio itu dapat mengeluarkan suara yang dikirimkan melalui udara. Jika radio disetel dengan tepat, orang itu akan takjub mendengar suara-suara radio itu. Tetapi jika penerimanya tidak berfungsi, ia mungkin membantah fakta adanya gelombang radio di udara. Sebuah radio transistor mungkin mempunyai sebuah kotak yang cantik, tetapi jika penerimanya tidak berfungsi, radio itu tidak berguna. Laksaan manusia hari ini ibarat radio-radio transistor yang rusak. Pada lahiriahnya mereka sangat baik, tetapi roh mereka telah rusak. Penerima di dalam mereka tidak berfungsi dengan tepat. Inilah alasannya kaum ateis mengatakan tidak ada Allah. Karena penerima mereka tidak berfungsi untuk mewujudkan Allah, mereka mengatakan Allah tidak ada. Kalau penerima pesawat radio yang rusak itu telah diperbaiki, maka radio itu akan berfungsi lagi. Demikian pula, bila penerima kita yang rusak — roh insani kita — dilahirkan kembali, dapatlah ia berfungsi untuk mewujudkan Allah.
Menurut Zakharia 12:1, Allah membentangkan langit, meletakkan dasar bumi, dan menciptakan roh dalam diri manusia. Dalam ayat ini roh manusia disejajarkan dengan langit dan bumi. Ini memperlihatkan makna yang sangat penting dari roh manusia. Roh manusia dengan sengaja dan khusus diciptakan untuk menjadi satu penerima guna menerima Allah itu sendiri. Agar manusia hidup dengan se-buah roh untuk menerima Allah, perlu ada bumi dan langit. Langit untuk bumi, bumi untuk manusia, dan manusia de-ngan rohnya, penerimanya, adalah untuk Allah. Melalui pekerjaan penciptaan-Nya, Allah telah menghasilkan lingkungan yang diperlukan bagi penggenapan kehendak-Nya.
INKARNASI, PENYALIBAN, DAN KEBANGKITAN
Sebelum Allah dapat diterima oleh manusia, Ia harus menjadi manusia lebih dulu. Sebab itu, penciptaan diikuti dengan inkarnasi. Dalam proses inkarnasi, Allah menjadi manusia, dilahirkan oleh dara Maria dengan cara yang sangat rendah dan sederhana. Menurut Yesaya 9:5, anak yang dilahirkan bagi kita ialah Allah yang perkasa. Ini ber-arti anak yang dilahirkan di palungan di Betlehem itu ada-lah Allah yang perkasa itu sendiri. Sebagai seorang anak, Ia dibesarkan di Nazaret, di wilayah Galilea yang dianggap hina. Ia tidak tinggal di rumah gedung orang kaya, tetapi di rumah seorang tukang kayu yang miskin. Bayangkanlah Yesus, Allah yang perkasa yang berinkarnasi, hidup di rumah tukang kayu di Nazaret kira-kira tiga puluh tahun! Pen-cipta alam semesta telah hidup di bumi sedemikian rupa. Ini merupakan bagian yang penting dari sejarah Allah.
Hingga hari ini, orang-orang Yahudi tidak percaya Allah tidak berinkarnasi. Sebaliknya, mereka menyatakan bahwa Allah mereka tidak sekecil itu. Tetapi, kita percaya dan mengumumkan bahwa Allah kita telah menjadi manusia yang kecil dan hidup di bumi selama tiga puluh tiga se-tengah tahun. Menurut Yesaya 53 dan keempat kitab Injil, Tuhan Yesus menjadi manusia yang tidak tampan. Lagi pu-la, Allah yang berkata, “Jadilah terang” dan yang meman-carkan terang dari kegelapan adalah Dia yang bekerja ber-tahun-tahun sebagai tukang kayu.
Pada akhir kehidupan-Nya di bumi, Tuhan Yesus disalibkan. Kita perlu memahami bahwa Dia yang tersalib adalah Allah itu sendiri. Dalam sebuah kidung karangan Charles Wesley terdapat kalimat-kalimat sebagai berikut: (Kidung No: 234).
Kasih ajaib! B’tapa Tuhan,
Allah, mati bagi aku!
Allah telah tersalib dan tergantung di kayu salib bagi kita. Setelah itu, Ia dikubur dalam makam dan berpiknik dalam alam kubur, daerah maut. Walau Iblis melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menahan Dia, tetapi pada hari ketiga Dia bangkit dari antara orang mati, dan keluar dari kubur dalam kebangkitan. Sekarang, dalam kebangkitan, Dia adalah Roh pemberi-hayat. Melalui inkarnasi Allah menjadi seorang manusia, dan dalam kebangkitan Dia menjadi Roh pemberi-hayat.
Setelah kebangkitan-Nya, Kristus menyatakan diri-Nya beberapa kali kepada murid-murid-Nya. Dia dinyatakan ke-pada mereka pada hari kebangkitan, ketika mereka berhim-pun dalam rumah yang pintunya tertutup rapat. Sekonyong-konyong, Dia muncul dengan tubuh yang berdaging dan bertulang. Karena mengira Dia itu hantu, maka para mu-rid ketakutan. Lalu Dia berkata, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, ka-rena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Luk. 24:39). Delapan hari kemu-dian Ia muncul lagi, khususnya untuk kepentingan Tomas, yang mengatakan sebelum ia melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum ia menaruh jarinya ke dalam bekas paku itu dan menaruh tangannya ke lambungnya, ia sekali-kali tidak akan percaya (Yoh. 20:25). Setelah menam-pakkan diri, maka Kristus yang telah dibangkitkan itu se-konyong-konyong menghilang lagi. Kemudian, ketika bebe-rapa murid, di bawah pimpinan Petrus, menangkap ikan, Ia menyatakan diri lagi dan bertanya kepada mereka apa-kah mereka mempunyai makanan. Ketika mereka menjawab tidak ada makanan, Dia menyuruh mereka melemparkan jala ke sebelah kanan perahu. Mereka berbuat demikian dan memperoleh ikan banyak sekali (Yoh. 21:6). Kemudian, murid-murid menikmati sarapan pagi yang limpah bersa-ma-sama dengan Tuhan, dan setelah itu Dia menghilang lagi. Pada kesempatan lain, Tuhan mengadakan satu sidang istimewa dengan mereka di atas puncak bukit, tempat yang telah ditunjukkan-Nya. Terakhir, para murid menyaksikan kenaikan Kristus yang telah dibangkitkan ini. Sepuluh hari kemudian, Dia turun ke atas mereka dengan cara yang ajaib sebagai Roh yang almuhit. Seperti yang kita semua ketahui, melalui pengabaran Injil yang mereka lakukan, ri-buan orang ditambahkan kepada mereka.
Bila kita merenungkan semua aspek sejarah Allah ini, kita nampak bahwa sejarah Allah ialah Kristus. Sebagai sejarah Allah, Kristus adalah rahasia Allah. Karena orang-orang Yahudi tidak mempunyai Kristus, maka Allah yang mereka percayai tidak mempunyai sejarah sedemikian. Di luar Kristus, tidak ada sejarah maupun rahasia Allah.
Kalau Kristus itu sejarah Allah, maka gereja adalah sejarah Kristus. Sebagai sejarah Kristus, gereja adalah ra-hasia Kristus. Dalam gereja kita adalah kelanjutan dari sejarah ini.
Kita telah menunjukkan bahwa Kristus yang telah kita terima adalah rahasia Allah dan sejarah Allah. Kristus yang telah kita terima adalah Allah berikut sejarah-Nya yang ajaib. Sebagai Sang almuhit, Kristus mencakup sifat ilahi, sifat insani, kehidupan insani, penyaliban, kebangkit-an, kenaikan, pemuliaan, dan penobatan. Dia mencakup se-mua atribut ilahi dan kebajikan insani. Dialah yang telah kita semua terima.
PENGENALAN YANG PENUH
DAN KEYAKINAN YANG PENUH
Dalam Kolose 2:1-2 Paulus berkata bahwa dia telah me-lakukan perjuangan berat bagi kaum saleh agar “hati me-reka terhibur dan mereka terjalin bersama dalam kasih, se-hingga mereka memperoleh segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian dan pengenalan yang penuh akan rahasia Allah, yaitu Kristus.” (Tl.). Kita juga perlu keyakinan yang penuh akan pengertian, agar dapat dengan penuh me-ngenal Kristus sebagai rahasia Allah. Tetapi, bahkan di an-tara kita pun tidak banyak yang mempunyai pengenalan yang penuh ini. Kita perlu pengenalan yang penuh dengan keyakinan yang penuh akan pengertian bahwa kita telah menerima Kristus yang ajaib, tidak terbatas, tidak terukur, dan luas.
Kristus dalam Kitab Kolose jauh lebih luas daripada Kristus yang dipercayai kebanyakan orang Kristen. Allah telah memberi kita satu karunia yang lebih luas daripada alam semesta. Jika kita memiliki keyakinan yang penuh akan pengertian tentang Kristus, kita akan berkata, “Tuhan Yesus, Engkau adalah segala sesuatu bagiku. Engkau adalah rahasia Allah. Karena Engkau adalah segala sesua-tu, aku tidak menginginkan apa pun yang bukan Engkau, dan aku tidak perlu apa pun.” Sebagai rahasia Allah, Kristus yang almuhit mencakup inkarnasi, penyaliban, kebangkit-an, kenaikan, pemuliaan, sifat ilahi, dan sifat insani. Dia adalah realitas segala hal yang positif dalam alam semesta: makanan, minuman, hari raya, bulan baru, hari-hari ku-dus, hari Sabat, sandang, papan, kendaraan, terang, dan seterusnya. Rasul Paulus berjuang demi orang-orang Kolose yang diselewengkan dan ditipu, untuk membantu mereka memiliki pengenalan yang penuh akan Kristus. Paulus se-olah-olah mengatakan, “Orang-orang Kolose, kalian memi-liki Kristus yang almuhit. Mengapa kalian beralih ke Gnos-tikisme, agama Yahudi, dan pertapaan? Mengapa kalian menaklukkan diri kepada begitu banyak peraturan? Kalian memiliki Sang almuhit, Sang luas, dan Sang rahasia Allah. Semoga mata kalian tercelik, nampak Kristus yang kalian terima ini.” Oh, kita semua perlu satu visi dari Kristus yang sedemikian ini!
SATU KALI MENERIMA SEDIKIT KRISTUS
Kita bersyukur kepada Tuhan karena kita semua telah menerima Kristus pada tahap awal. Seperti telah kita tun-jukkan, penerimaan ini juga bersifat terus-menerus; lebih banyak daripada sekali untuk selamanya. Sebagaimana kita bernapas terus-menerus, kita pun perlu menerima Kristus terus-menerus, bahkan selama-lamanya.
Dalam berita terdahulu telah kita tunjukkan bahwa salah satu syarat untuk hidup di dalam Kristus ialah berakar di dalam Dia. Berakar di dalam Kristus sama dengan mene-rima Kristus. Sebatang pohon besar menyerap cairan mela-lui bulu akar yang kecil. Penyerapan tergantung pada peng-akaran, tergantung pada penerimaan. Janganlah berpikir untuk menerima Kristus terlalu banyak dalam satu waktu. Yang kita perlukan adalah penerimaan yang terus-menerus. Pada dasarnya, mengatakan makin banyak menerima Kristus makin baik, itu memang benar. Tetapi dalam prakteknya kita tidak seharusnya berpikir untuk menerima terlalu ba-nyak sekaligus. Kita makan sedikit demi sedikit. Demikian pula, kita menerima Kristus juga sedikit demi sedikit.
Kita telah nampak bahwa Kristus yang kita terima adalah rahasia Allah, sejarah Allah. Boleh jadi dalam tahap awal kita menerima Kristus, kita tidak mempunyai pema-haman ini terhadap Kristus. Tetapi ketika kita maju ke depan mengikuti Tuhan, kita akan paham bahwa Kristus adalah segala keperluan kita. Karena Dia adalah segala se-suatu kita, maka kita harus terus-menerus menerima Dia, tanpa berkeputusan.
DOA DAN MELATIH ROH
Sekarang kita tiba pada masalah yang teramat penting, yaitu bagaimana menerima Kristus. Menerima Kristus me-merlukan latihan roh kita. Jika sebuah pesawat radio transis-tor ingin menerima gelombang radio, alat penerimanya harus berfungsi dengan tepat. Demikian pula, walaupun memper-baiki tingkah laku merupakan hal yang baik, tetapi yang penting adalah kita menyetel atau mengatur roh kita. Roh kita harus bersih, terbuka, dan diarahkan dengan tepat.
Jalan yang unik untuk melatih roh kita ialah berdoa. Ketika kita melatih roh kita dalam doa, sasaran kita ha-ruslah berkontak dengan Tuhan, janganlah mendoakan orang atau hal tertentu lebih dahulu. Berkontaklah dengan Tuhan dan biarkan Dia membebani Anda untuk mendoakan orang atau urusan tertentu. Jangan menghadap Tuhan de-ngan pikiran Anda yang penuh dengan urusan untuk didoa-kan. Jika Anda mencoba menghubungi Tuhan sedemikian, Anda akan menutupi roh Anda. Kita harus menghadap Tuhan dengan satu roh yang terbuka sepenuhnya, menyem-bah Dia, memuji Dia, dan bersyukur kepada-Nya. Kemu-dian kita akan mengetahui apa yang harus kita doakan, dan kita akan mempunyai banyak hal untuk diutarakan ke-pada Tuhan dalam doa kita.
Ketika kita menerima transmisi surgawi yang demi-kian dari Tuhan, kita tidak saja menerima kekayaan Kristus, tetapi juga mengalami kepenuhan-Nya. Ini berarti kita dipe-nuhi sampai meluap. Kepenuhan berkaitan dengan kekaya-an. Tetapi, kita mungkin memiliki kekayaan tanpa kepenuh-an. Dapat tidaknya kekayaan Kristus menjadi kepenuhan tergantung pada dipenuhi atau tidaknya kita dengan keka-yaan itu sampai batas kapasitas kita. Jika kekayaan itu melampaui permintaan, kekayaan itu merupakan kepenuh-an. Tetapi jika kekayaan itu kurang dari permintaan, ke-kayaan itu pasti bukan kepenuhan. Kekayaan Kristus yang seluas alam semesta itu tidak pernah kurang dari permin-taan. Berapa pun kapasitas kita untuk menerima, kekaya-an Kristus akan melebihi kapasitas kita. Kekayaan Kristus selalu dapat memenuhi kita sampai meluap keluar. Boleh jadi ada orang yang sangat kaya, bahkan menjadi miliarder. Tetapi jika harta kekayaannya hanya cukup untuk memberikan satu dolar kepada setiap orang di dunia, kekayaannya tidak dapat dianggap sebagai kepenuhan. Ia tidak memiliki kekayaan yang cukup untuk membuat setiap orang menjadi kaya melimpah. Akan tetapi kekayaan Kristus seluas alam semesta, cukup untuk memenuhi setiap orang sebesar kapasitasnya.
Yohanes 1:14 mengatakan bahwa Firman telah men-jadi daging, penuh dengan anugerah dan realitas. Menurut Yohanes 1:16, dari kepenuhan-Nya kita semua telah mene-rima anugerah demi anugerah. Menurut Yohanes 1, Tuhan yang telah kita terima adalah Firman yang kekal, Firman yang beserta dengan Allah dan yang adalah Allah, dan Fir-man yang melalui-Nya segala sesuatu dijadikan. Dalam Fir-man ini ada hayat. Pada suatu hari, Firman ini menjadi daging dan berkemah di antara kita, penuh dengan anuge-rah. Ini adalah bagian dari sejarah Allah, satu aspek dari rahasia-Nya. Rahasia Allah ialah Kristus yang penuh de-ngan anugerah. Tidak ada permintaan yang dapat mengha-biskan kepenuhan-Nya; tidak ada kapasitas yang dapat me-nerima Dia dapat menghabiskan suplai-Nya. Kepenuhan Kristus tidak mungkin dihabiskan oleh keperluan atau ka-pasitas kita. Kristus yang kita terima adalah Kristus yang penuh. Sebab itu, kita perlu terus-menerus menerima Dia melalui melatih roh kita untuk berkontak langsung dengan-Nya. Ketika kita berdoa dari roh kita yang terbuka dan di-arahkan dengan baik, kita akan menerima sumber yang tidak terbatas sebagai suplai kita. Kemudian kita akan me-miliki kepenuhan, dan dalam kepenuhan ini kita akan ber-akar dan dibangun. Kemudian kita akan hidup (berperilaku) di dalam Dia.