← Daftar isi Kolose (2) · bab 17/21

BERSATU DENGAN KRISTUS DALAM HAL-HAL YANG DI ATAS

Pembacaan Alkitab: Kol. 3:1-3; Ibr. 4:14; 7:24-26; 8:1-2

Ketika menulis Surat-surat Kiriman seperti Efesus dan Kolose, Paulus pertama-tama memberikan satu wahyu, ter-utama tentang Kristus dan gereja, kemudian membicarakan perilaku orang Kristen. Ketiga pasal pertama Kitab Efesus membahas wahyu tentang gereja. Ketiga pasal terakhir mem-bahas mengenai kehidupan yang sepadan dengan panggilan Allah. Demikian pula, kedua pasal pertama Kitab Kolose menyajikan wahyu yang dalam tentang Kristus almuhit dan alwasi, sedangkan kedua pasal terakhir membahas kehidup-an orang Kristen yang tepat.

Dalam Kolose 1 dan 2 Paulus membahas banyak aspek dari Kristus yang almuhit. Ia memperlihatkan kepada kita betapa Kristus adalah bagian dari semua orang kudus, gam-bar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari segala yang diciptakan, yang pertama bangkit dari antara orang mati, dan rahasia Allah. Menurut Kolose 1:27, Kristus yang sedemikian ini berhuni di dalam kita sebagai pengharapan akan kemuliaan kita.

Kolose 3:1 mengatakan, “Karena itu, apabila kamu di-bangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.” Pemakaian kata “karena itu” oleh Paulus dalam ayat ini menunjukkan bahwa pasal 3 dan 4 merupakan akibat dari pasal 1 dan 2 dan berdasar pada pasal-pasal tersebut. Sete-lah menyajikan begitu banyak kebenaran yang ajaib ten-tang Kristus, Paulus memberi tahu kita, karena itu kita harus mencari hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada.

Dalam Kolose 3:3 Paulus mengatakan bahwa “hidupmu (hayatmu) tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” Perhatikanlah, Paulus tidak mengatakan bahwa ha-yat kita tersembunyi bersama Kristus di dalam surga. Se-baliknya, ia memberi tahu kita bahwa hayat kita tersem-bunyi bersama Kristus di dalam Allah, yakni di dalam persona ilahi yang hidup. Ini menunjukkan bahwa Allah sendiri me-rupakan alam lingkungan di mana kita harus hidup dan bertindak.

LIMA HAL PENTING

Dalam berita ini kita akan nampak bahwa kita bersatu dengan Kristus dalam hal-hal yang di atas. Dalam berita-berita berikutnya kita akan membahas perihal pembaruan manusia baru, damai sejahtera Kristus menjadi juri, per-kataan Kristus berdiam di batin kita, dan bertekun dalam doa. Jika kita bersatu dengan Kristus dalam hal-hal yang di atas, kita akan mengalami pembaruan manusia. Kemudian secara riil manusia baru akan diwujudkan melalui damai sejahtera Kristus menjadi juri. Lalu kita akan mengalami perkataan Kristus berdiam di batin kita, dan kita akan ber-tekun dalam doa. Kelima hal ini merupakan aspek yang penting dari Kolose pasal 3 dan 4. Jika hal-hal ini dising-kirkan dari Kolose 3 dan 4, maka pasal-pasal ini akan ke-kurangan isinya.

Kelima hal yang penting ini erat sekali sangkut-paut-nya dengan perilaku orang Kristen. Semua ini sangat ber-beda dengan dari ajaran-ajaran etis yang lazim diterima oleh orang-orang Kristen. Menurut ajaran etis mereka, kaum beriman dianjuri untuk memperbaiki kelakuan mereka, harus menjadi tetangga yang baik, harus patuh, dan harus mengasihi orang. Tidak usah disangsikan, semua itu ada di dalam Alkitab. Namun, itu semua mudah sekali dimengerti menurut konsepsi alamiah. Pikiran alamiah manusia tidak pernah memikirkan hal-hal seperti bersatu dengan Kristus dalam hal-hal yang di atas, mengalami pembaruan manusia baru, atau memiliki damai sejahtera Kristus yang menjadi juri di dalam kita. Tentu saja, dalam Kitab Kolose Paulus juga menyinggung tentang masalah suami dan istri, hamba dan majikan, orang tua dan anak-anak. Tetapi kata-kata-nya itu berkaitan dengan manusia baru, damai sejahtera Kristus, perkataan Kristus, dan bertekun dalam doa.

KITA TIDAK MAMPU MEMENUHI

TUNTUTAN ALLAH

Saudara-saudara yang telah menikah tahu betapa sulitnya bagi suami untuk benar-benar mengasihi istri, dan saudari-saudari yang telah menikah juga tahu betapa su-litnya bagi istri untuk benar-benar mematuhi suami. Ingin menjadi suami atau istri yang tepat sungguh sangat sulit. Bahkan sulit pula untuk menjadi seorang manusia. Karena manusia diciptakan untuk mengekspresikan Allah dan me-wakili Dia, maka menjadi seorang manusia yang normal ber-arti menjadi ekspresi dan wakil Allah. Tetapi untuk mewa-kili orang lain atau suatu organisasi saja sudah cukup sulit, lebih-lebih mewakili Allah. Jika ingin menjadi seorang ma-nusia sudah begitu sulit, lebih-lebih menjadi orang Kristen, khususnya menjadi orang Kristen yang memperhidupkan Kristus. Paulus dapat berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus” (Flp. 1:21). Di antara kita, siapa yang dapat berkata bahwa kita dapat memperhidupkan Kristus? Jika kita melihat standar Allah, kita akan menyerah, sebab kita menyadari bahwa di dalam diri kita sendiri, kita tidak dapat meme-nuhi tuntutan Allah. Walaupun kita mustahil memenuhi standar Allah di dalam diri kita sendiri, tetapi dengan Kristus kita dapat. Bila kita menyadari bahwa kita tidak mampu memenuhi tuntutan Allah, kita dapat membuka diri untuk menerima anugerah. Anugerah adalah Allah Tritunggal ma-suk ke dalam kita untuk mengekspresikan diri-Nya, untuk mewakili diri-Nya, dan untuk memperhidupkan diri-Nya di dalam dan melalui kita. Mengalami anugerah Allah sedemi-kian ini sama sekali berbeda dengan mencoba memperbaiki kelakuan kita atau mencoba memenuhi tuntutan Allah di dalam diri kita sendiri.

Dalam Pelajaran-Hayat Kitab Keluaran telah kita tun-jukkan bahwa dalam keselamatan-Nya Allah tidak meng-hendaki kita berbuat apa-apa atau menjadi apa-apa. Sebaliknya, Dia ingin melakukan segala sesuatu bagi kita dan menjadi segala sesuatu kita. Ini ditunjukkan oleh fakta bahwa setelah Allah membawa umat Israel keluar dari Mesir, Ia mengubah makanan mereka. Ketika umat Allah tinggal di Mesir, mereka makan makanan Mesir; mereka memakan daging, ikan, bawang prei, bawang putih, dan mentimun Mesir. Mereka tersusun oleh makanan Mesir yang mereka makan. Tetapi dalam Keluaran 16 Allah telah menyediakan manna bagi umat Israel untuk dimakan. Makanan mereka telah diubah dari makanan orang Mesir kepada makanan surgawi. Manna adalah satu lambang dari Kristus sebagai suplai hayat kita. Jika kita memakan Kristus yang dilambangkan oleh manna, kita akan disusun oleh Kristus. Dengan cara inilah, susunan kita akan diubah, dan daging kita akan ditanggulangi benar-benar dan menyeluruh.

Kita tidak boleh mengira bahwa dalam diri kita, kita dapat menjadi seorang suami atau istri yang tepat. Namun, persona yang telah masuk dan hidup di dalam kita ini dapat. Persona ini ialah Kristus, pengharapan akan kemuliaan kita.

BERSAMA KRISTUS DI DALAM ALLAH

Dalam pasal 3 Paulus meneruskan berkata bahwa kita bersama Kristus di dalam Allah. Mula-mula, Kristus di da-lam kita, tetapi akhirnya kita bersama Kristus di dalam Allah. Tidak hanya demikian, menurut Kolose 3:4, Kristus yang diam di dalam kita adalah hayat kita. Kita mempu-nyai Kristus sebagai hayat kita pada aspek batiniah, dan kita mempunyai Allah sebagai alam lingkungan atau ruang lingkup kita pada aspek lahiriah. Kadang-kadang ketika saya bepergian dengan kendaraan saya merasa bahwa saya sebe-tulnya sedang bepergian di dalam Allah. Dia adalah ruang lingkup yang di dalamnya kita hidup dan bertindak. Kristus yang di dalam kita adalah hayat, tetapi Allah yang di da-lam-Nya kita tersembunyi bersama Kristus adalah ruang lingkup kehidupan kita. Kita harus dapat bersaksi bahwa kita tidak hidup di bumi atau hanya di dalam surga saja, tetapi juga di dalam Allah.

Dalam diri sendiri, kita tidak mungkin ada di dalam Allah. Kita hanya dapat tersembunyi bersama Kristus di da-lam Allah. Banyak yang telah beroleh bantuan untuk nam-pak bahwa melalui inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan Kristus, Allah telah tergarap ke dalam kita. Tetapi tidak banyak yang nampak dengan jelas bahwa kita pun telah dibawa ke dalam Allah. Karena Allah di dalam kita dan kita di dalam Dia, maka ada lalu lintas dua arah di antara Allah dengan kita. Di satu pihak, Kitab Kolose memberi ta-hu kita bahwa Kristus ada di dalam kita. Ini menunjukkan bahwa Allah telah tergarap ke dalam kita. Karena Kristus ada di dalam kita, Allah telah tergarap ke dalam kita. Te-tapi dalam pasal 3 kita diberi tahu bahwa kita ada bersama Kristus di dalam Allah. Ini menunjukkan bahwa kita telah dibawa ke dalam Allah. Sebab itu, sekarang Allah di dalam kita sebagai hayat kita, dan kita di dalam Allah sebagai ruang lingkup kehidupan kita.

Kita harus memuji Tuhan tidak hanya karena Allah Tritunggal ada di dalam kita, tetapi juga karena kita ada di dalam Allah Tritunggal. Melalui inkarnasi Kristus datang untuk membawa Allah ke dalam kita, dan melalui penyaliban dan kebangkitan Dia kembali kepada Allah untuk membawa kita ke dalam Allah. Mengenai lalu lintas dua arah ini, kita tidak seharusnya dibatasi oleh konsepsi alamiah kita. Penting sekali kita nampak bahwa Kristus datang untuk menggarapkan Allah ke dalam kita dan juga membawa kita ke dalam Allah.

Karena kita telah dibawa ke dalam Allah dan tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah, maka Allah seharusnya menjadi ruang lingkup kehidupan kita. Jika kita hidup dan bertindak di dalam Allah, kita akan menjadi orang surgawi. Tetapi, dalam Kitab Kolose Paulus tidak membicarakan surga, juga tidak memakai istilah surgawi, sebaliknya ia menyebutkan hal-hal yang di atas. Kita perlu mencari hal-hal yang di atas dan memikirkan hal-hal tersebut.

TIDAK DISELEWENGKAN

OLEH UNSUR-UNSUR DUNIA

Kata “karena itu” dalam 3:1 menunjukkan bahwa kita perlu meninjau ke belakang pada pasal 1 dan 2, sebab per-kataan Paulus dalam pasal 3 dan 4 berdasar pada apa yang telah ia katakan dalam kedua pasal yang pertama. Menurut Kolose 1 dan 2, orang-orang Kolose telah diselewengkan dan memperhatikan unsur-unsur dunia (2:8). Unsur-unsur ini termasuk liturgi agama Yahudi, filsafat Gnostik, mistikis-me, dan pertapaan. Paulus menghendaki orang-orang per-caya di Kolose nampak bahwa isme-isme itu adalah unsur-unsur dunia dan kaum saleh tidak boleh diselewengkan oleh semuanya itu. Karena Kristus telah tergarap ke dalam kita menjadi hayat kita, dan kita telah dibawa ke dalam Allah, di mana hayat kita tersembunyi bersama Kristus, maka kita tidak boleh diduduki lagi oleh unsur-unsur dunia. Se-baliknya, kita harus tetap berada di dalam Allah dan men-cari hal-hal yang di atas. Allah adalah ruang lingkup kita. Karena Dia adalah ruang lingkup di mana kita hidup dan bertindak, maka kita tidak boleh memperhatikan unsur-un-sur dunia lagi.

MANUSIA YANG KHAS

Dari tulisan Paulus kita dapat melihat bahwa orang Kristen adalah manusia yang khas yang tidak memerlukan ajaran agama, juga tidak memerlukan nasihat etika. Yang membuat orang Kristen menjadi khas ialah kita memiliki Kristus di dalam kita sebagai hayat kita, dan kita memiliki Allah, persona yang hidup sebagai ruang lingkup kita. Kita harus memuji Tuhan bahwa kita tidak umum, melainkan khas. Kaum muda perlu bersaksi kepada orang tua mereka bahwa mereka adalah pemuda pemudi yang memiliki Kristus di dalam mereka, dan mereka bersama Kristus di dalam Allah.

Jika kita nampak visi, wahyu, bahwa Kristus berada di dalam kita sebagai hayat kita dan kita berada di dalam Allah sebagai ruang lingkup kita, kita pasti akan berubah. Kita akan memahami bahwa kita tidak perlu ajaran-ajaran agama atau etika. Apakah perlunya kita mempunyai unsur-unsur dunia, agama Yahudi, Gnostikisme, mistikisme, atau pertapaan? Kita tidak umum, kita mempunyai Kristus, dan kita berada di dalam Allah. Alangkah baiknya jika seorang suami dan istri dapat saling bersaksi bahwa mereka khas, karena mereka memiliki Kristus dan hidup di dalam Allah. Jika seorang suami dan istri mempunyai kesadaran yang sedemikian dan saling berkata tentang itu, tidak akan ada tempat bagi pertengkaran atau bagi ekspresi opini. Oh, se-moga kita semua menyadari bahwa menurut Alkitab, Kristus berada di dalam kita sebagai pengharapan akan kemuliaan kita dan kita bersama Kristus tersembunyi di dalam Allah! Sekarang kita harus hidup dan bertindak di dalam Allah. Wahyu manakah yang lebih tinggi dan lebih mustika dari-pada ini? Semoga hari demi hari kita menikmati dan meng-alami adanya Kristus di dalam kita dan mengalami tinggal bersama Kristus di dalam Allah.

KEDUA MINISTRI KRISTUS

Dengan ini sebagai landasan, sekarang kita telah siap untuk melihat apa artinya bersatu dengan Kristus dalam hal-hal yang di atas. Hal-hal yang di atas berkaitan dengan ministri Kristus yang kedua. Aspek pertama dari ministri Kristus ialah ministri-Nya yang di bumi. Ministri ini ber-langsung selama tiga puluh tiga setengah tahun, mulai dari inkarnasi Kristus dan berakhir dengan penyaliban-Nya. Selama Dia ada di bumi, Kristus telah menggenapkan ba-nyak hal dalam ministri-Nya. Melalui kematian-Nya di atas salib, Ia menggenapkan penebusan bagi kita. Semua orang Kristen sangat mengenal ministri Yesus yang di bumi dan menilainya sangat tinggi, sebab kita telah diselamatkan melalui ministri ini.

Ministri Kristus di bumi memang penting, tetapi aspek utama dari ministri-Nya bukan ini, melainkan ministri-Nya yang di surga. Melalui ministri-Nya yang di bumi, Ia menebus kita, menyelamatkan kita, dan melahirkan kita kembali. Tetapi melalui ministri surgawi-Nya, Ia memba-ngun gereja. Tubuh Kristus memerlukan ministri Kristus yang surgawi, yaitu ministri Kristus yang di atas, agar dapat terbangun.

Kristus hari ini di surga lebih sibuk daripada waktu Ia di bumi. Bertahun-tahun yang lampau, beberapa orang meng-ajari saya bahwa setelah Kristus merampungkan usaha penebusan-Nya, Ia lalu naik ke surga di mana Ia sekarang beristirahat, dan menantikan musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya. Menurut ajaran itu, pekerjaan Kristus telah sele-sai, dan Ia tidak melakukan apa-apa lagi. Meskipun saya menerima pengajaran itu pada awalnya, tetapi akhirnya saya tahu bahwa itu hanya merupakan sebagian dari kebenaran. Ya, sejauh yang menyangkut ministri Kristus yang di bumi untuk penebusan, memang pekerjaan-Nya telah rampung, dan Ia telah beristirahat. Ia tidak perlu melakukan apa-apa lagi untuk menebus kita. Namun, sasaran Tuhan bukan hanya menebus kita dan melahirkan kita kembali, sasaran-Nya ialah memperoleh gereja, Tubuh, Mempelai Perem-puan. Sasaran ini jauh lebih sulit dicapai daripada sasaran penggenapan penebusan. Pekerjaan penebusan Kristus yang di bumi paling-paling menghabiskan waktu tiga puluh tiga setengah tahun, tetapi pekerjaan-Nya untuk membangun Tubuh-Nya telah berlangsung lebih dari sembilan belas abad, dan masih belum rampung. Sungguh banyak sekali yang di-lakukan Kristus di surga.

BERDOA SYAFAAT DAN MENYUPLAI

Boleh jadi Anda heran apakah yang sedang dilakukan Tuhan Yesus di surga untuk mencapai sasaran pembangunan Tubuh-Nya. Menurut Kitab Ibrani, Kristus hari ini adalah Imam Besar Agung, dan pelayan surgawi (2:17; 4:14; 7:26; 8:1-2). Sebagai Imam Besar Agung, Dia sedang berdoa syafaat bagi kita, dan sebagai pelayan surgawi, Ia sedang menyuplai kita dengan kekayaan Allah. Dalam doa syafaat-Nya, Kristus membawa kita serta kepenuhan kita kepada Allah. Dalam ministri-Nya Ia membawa kekayaan Allah kepada kita.

Ministri surgawi Kristus sangat berkaitan dengan ke-hidupan sehari-hari kita yang riil. Kita telah menunjukkan bahwa menjadi seorang suami yang baik dalam hidup gereja sangatlah sulit. Menyadari kekurangan atau kelemahan mereka, banyak saudara mungkin mengaku kepada Tuhan bahwa mereka tidak mampu menjadi suami yang baik. Bila seorang saudara mengakui keperluannya kepada Tuhan se-demikian, maka sebagai Imam Besar Agung, Tuhan segera berdoa syafaat baginya dan membawa keperluannya kepada Allah. Kemudian, selaku pelayan surgawi, Ia akan menyup-laikan segala yang diperlukannya untuk menjadi seorang suami yang baik. Terhadap Allah, Kristus adalah Imam Besar bagi kita; terhadap kita, Dia adalah pelayan surgawi bagi Allah. Karena Kristus berdoa syafaat bagi kita dan me-nyuplaikan kekayaan-Nya ke dalam kita, maka seorang saudara dapat menyadari bahwa segera setelah ia mengaku dirinya tidak dapat menjadi seorang suami yang baik, ia pun mempunyai satu perasaan yang manis dan keyakinan yang dalam bahwa ia dapat menjadi suami yang baik. Ke-yakinan atau jaminan batin yang manis ini berasal dari ministri surgawi Kristus, dari doa syafaat-Nya bagi keperluan kita, dan dari ministri-Nya yang menyuplaikan hayat yang kaya ke dalam kita.

Saya anjurkan Anda untuk memberi tahu Tuhan bah-wa Anda justru tidak mampu melakukan hal-hal tertentu. Ini akan membangkitkan Dia untuk berdoa bagi Anda. Se-bagai contoh, ketika Anda gagal, Anda mungkin mengaku, “Tuhan, aku benar-benar tidak mampu menjadi orang yang suci.” Serta merta Ia akan berdoa syafaat bagi Anda dan melayankan kekayaan-Nya kepada Anda. Jadi, akan ada satu transmisi, lalu lintas, dan persekutuan rohani di an-tara Allah dengan Anda karena ministri Kristus sebagai Imam Besar Agung dan pelayan. Hasil dari ministri surga-wi Kristus, Anda akan merasa dalam batin bahwa walau-pun di dalam diri Anda sendiri Anda tidak mampu menjadi suci, tetapi Anda tetap berkemungkinan menjadi suci di da-lam Dia.

DIPERBARUI MELALUI MENCARI

HAL-HAL YANG DI ATAS

Hal-hal yang di atas yang disebut dalam Kolose 3 ada-lah hal-hal yang berkaitan dengan ministri surgawi Kristus, dengan ministri Kristus sebagai Imam Besar kita dan pela-yan Allah. Jangan mau diduduki oleh hal-hal yang di bumi dan unsur-unsur dunia, tetapi ketahuilah bahwa kita ter-sembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Kita wajib men-cari hal-hal yang di atas dan memikirkan hal-hal tersebut. Kita harus memikirkan doa syafaat Kristus dan ministri-Nya bagi pembangunan Tubuh-Nya.

Ketika kita mencari hal-hal yang di atas, manusia baru akan diperbarui sepenuhnya. Pada hakikatnya, ma-nusia baru terwujud melalui kita mencari hal-hal yang di atas. Karena itu, jika manusia baru ingin terekspresi di bu-mi ini perlulah kita nampak Kristus sebagai Imam Besar dan pelayan surgawi serta mengalami lalu lintas dua arah antara Kristus yang surgawi dengan kita.

MENANGGAPI MINISTRI SURGAWI KRISTUS

Kita perlu menjadi orang-orang yang menanggapi (me-respons) ministri surgawi Kristus. Selama berabad-abad Kristus telah berusaha mendapatkan sekelompok manusia untuk menanggapi ministri-Nya yang di surga, tetapi tanpa hasil yang memadai. Bersandarkan belas kasihan dan anu-gerah-Nya, ada sekelompok manusia di bumi hari ini, yakni dalam pemulihan Tuhan, yang menanggapi ministri surga-wi Kristus. Semoga kita menjadi orang-orang yang memberi tahu Tuhan bahwa kita bersatu dengan Dia dalam ministri ini. Siang dan malam, kita perlu menanggapi Kristus yang berada di atas segala sesuatu. Bila saya menjawab Tuhan, “Amin, Tuhan,” dalam lubuk batin saya yakin bahwa Kristus sedang berdoa syafaat dan melayani, dan Dia sedang men-transmisikan kekayaan-Nya ke dalam saya, dan menginfus saya dengan unsur-unsur Allah. Karena transmisi dan infusi ini, saya dipenuhi dan dikobarkan demi kepentingan Tuhan. Kadang-kadang saya menjadi lupa diri karena suka-cita, sehingga saya hampir tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Inilah artinya mencari hal-hal yang di atas.

Jika kita mencari hal-hal yang di atas dan bersatu dengan Kristus dalam hal-hal yang di atas, kita akan tidak menghiraukan agama, filsafat, atau ajaran-ajaran etika, yang adalah unsur-unsur dunia. Sebaliknya, kita hanya akan memperhatikan doa syafaat Kristus bagi Tubuh-Nya, dan bagi transmisi kekayaan-Nya ke dalam semua anggota-Nya. Saya yakin sepenuhnya bahwa banyak orang saleh dalam gereja-gereja lokal yang sedang mengalami transfusi keka-yaan Kristus. Karena kita mempunyai transfusi yang sede-mikian, kita tidak perlu etika, kebudayaan, atau agama. Kita hanya perlu lebih banyak bersatu dengan Kristus da-lam ministri surgawi-Nya. Puji Tuhan bagi doa syafaat-Nya, bagi ministri-Nya, dan bagi lalu lintas dua arah antara surga dengan bumi!

Kita perlu terkesan oleh fakta bahwa Kristus sangat sibuk di surga. Coba pikir, berapa banyak gereja lokal yang Ia perhatikan di seluruh dunia. Ministri Kristus di surga sepenuhnya untuk sasaran pembangunan Tubuh, dan pem-bentukan mempelai perempuan-Nya. Tetapi, ministri Kristus di surga memerlukan tanggapan kita. Kita perlu menjadi refleksi (pantulan, cerminan) ministri surgawi itu di bumi. Bila kita mencari hal-hal yang di atas, berarti kita menang-gapi ministri surgawi Tuhan dan merefleksikannya. Peng-alaman kita mengkonfirmasikan hal ini. Jika dalam doa kita, kita sudi melupakan hal-hal yang tidak berarti, dan memperhatikan hal-hal yang di atas, kita akan merasakan lalu lintas antara kita dengan Kristus di surga. Kita akan merasakan adanya satu arus yang mengalir bolak-balik an-tara Dia dengan kita. Melalui doa-doa semacam inilah keka-yaan-kekayaan ilahi diinfuskan ke dalam kita. Ini memung-kinkan kita bersatu dengan orang lain dan mempunyai hubungan yang tepat dengan setiap orang. Ini pun menghasilkan pembaruan manusia baru. Melalui transmisi dan transfusi surgawi, manusia baru akan muncul secara riil. Jadi, manusia baru bukan dihasilkan melalui ajaran, melainkan melalui persekutuan, lalu lintas, dan transfusi surgawi.

TEMPAT DI MANA KITA HARUS BERADA

Beban saya dalam berita ini ialah menunjukkan tem-pat di mana kita harus berada, yakni bersatu dengan Kristus dalam ministri surgawi-Nya. Kita semua harus menjaga diri kita untuk bersatu dengan Kristus dalam hal-hal yang di atas. Kita tidak seharusnya diselewengkan oleh nasihat-nasihat etika yang mana pun. Semua nasihat itu adalah unsur-unsur dunia. Kita hanya wajib memperhatikan Kristus dan ministri-Nya yang di surga. Kristus yang duduk di sur-ga sedang bekerja, berdoa syafaat, dan melayani. Marilah kita bersatu dengan Dia dalam hal-hal ini. Ini berarti ber-satu dengan Kristus dalam hal-hal yang di atas. Bila kita bersatu dengan Dia dalam hal-hal yang di atas, kita akan mengalami satu transfusi ilahi. Kemudian kita akan diba-wa ke dalam Allah, dan Allah akan dibawa ke dalam kita. Ini berasal dari doa syafaat dan pelayanan Kristus yang almuhit.