← Daftar isi Kolose (2) · bab 16/21

KRISTUS ADALAH SEMUA ANGGOTA DAN DI DALAM SEMUA ANGGOTA DALAM MANUSIA BARU

Pembacaan Alkitab:

Kol. 3:5-11; 1 Kor. 12:12-13; Gal. 3:27-28

Dalam Kolose 2 kita nampak bahwa Kristus adalah rahasia Allah (ayat 2), perwujudan kepenuhan ke-Allahan (ayat 9), dan realitas segala hal positif (ayat 16-17). Sebagai persona yang adalah perwujudan Allah, Kristus adalah rea-litas segala hal positif untuk kita nikmati. Ketika kita me-nikmati Dia secara demikian, kita segera menyadari bahwa Dia adalah Kepala Tubuh (ayat 19). Dalam Kolose 3:4 Paulus melanjutkan berkata bahwa Kristus adalah hayat kita. Pada berita terdahulu telah kita tunjukkan bahwa kita bersatu dengan Kristus dalam posisi, hayat, kehidupan, nasib dan kemuliaan.

MENGALAMI KRISTUS SEBAGAI HAYAT KITA

Kita perlu menaruh perhatian khusus pada masalah “hayat” dalam Kolose 3:4. Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah hayat (hidup LAI) kita. Tidak ada apa pun yang lebih intim dengan kita daripada hayat kita. Sebenarnya ha-yat kita adalah kita sendiri. Kalau kita tidak mempunyai hayat, kita akan berhenti hidup. Mengatakan Kristus men-jadi hayat kita berarti Kristus menjadi kita. Jika Kristus tidak menjadi kita, bagaimana Dia menjadi hayat kita? Ha-yat kita tidak dapat dipisahkan dengan persona kita. Ka-rena Kristus adalah hayat kita, Ia tidak dapat dipisahkan dari kita. Karena hayat kita adalah diri kita sendiri dan karena Kristus adalah hayat kita, boleh kita katakan Kristus telah menjadi kita. Namun, berkata demikian bukan berarti kita membuat diri kita menjadi Allah atau mengajarkan teori “evolusi ke dalam Allah”.

Kita tidak boleh berhenti pada pengetahuan doktrinal tentang Kristus sebagai hayat kita. Kristus harus menjadi hayat kita secara riil dalam pengalaman. Dari hari ke hari kita perlu mengalami Kristus sebagai hayat kita. Kristus harus menjadi hayat kita dalam batin, dan kita harus mempunyai satu hayat dan kehidupan dengan Dia.

Kata-kata manusia tidak mampu mengungkapkan de-ngan memadai apa artinya Kristus menjadi hayat kita. Ini adalah perkara yang dapat kita mengerti, tetapi kita ku-rang mampu mengungkapkannya. Namun, meskipun kita ti-dak mampu mendefinisikannya sepenuhnya, kita dapat meng-alaminya. Kehidupan jasmani kita saja tidak dapat kita jelaskan atau lukiskan secara tuntas. Kita semua memiliki hayat, tetapi kita tidak dapat menjelaskan apa itu hayat. Kalau hayat jasmani kita saja sangat misterius, lebih-lebih Kristus sebagai hayat Allah! Allah itu Pencipta hayat, sumber hayat satu-satunya. Walau kita tidak dapat mende-finisikan hayat atau memahaminya sepenuhnya, tetapi kita benar-benar dapat mengalami dan menikmatinya. Sebagai-mana kita tidak dapat menyangkal fakta hayat jasmani kita, kita pun tidak dapat menyangkal fakta Kristus seba-gai hayat kita. Haleluya, saya memiliki Kristus sebagai ha-yat saya! Karena kita mempunyai hayat lain, yakni Kristus sebagai hayat kita, maka kita dapat memperhidupkan ha-yat jenis lain. Hayat ini ialah Kristus di dalam kita sebagai pengharapan akan kemuliaan kita (1:27). Kristus hari ini adalah hayat kita, dan pengharapan akan kemuliaan kita untuk masa depan.

MENIKMATI MANUSIA BARU

Dalam Kolose 3:10-11 Paulus melanjutkan pembicaraan tentang manusia baru. Manusia baru berasal dari Kristus sebagai rahasia Allah untuk kita nikmati. Ketika kita me-nikmati Kristus sebagai rahasia Allah, perwujudan Allah, dan realitas segala hal positif, maka hasil yang pertama ialah Tubuh Kristus. Kemudian kita mengenal dan meng-alami Kristus sebagai hayat kita, dan kita hidup bersama Dia. Akhirnya, muncullah satu manusia korporat, yakni manusia baru.

Akhir-akhir ini ada saudara-saudara dari lima puluh lebih gereja lokal yang berhimpun bersama untuk berse-kutu. Sewaktu kita bersidang bersama, saya memiliki pera-saan bahwa kita adalah satu manusia baru, bukan satu masyarakat atau organisasi. Kita mengakui bahwa kita ma-sih sangat kurang akan Kristus dalam pengalaman kita. Tetapi dengan Kristus yang kita miliki ini, sudahlah me-mungkinkan kita untuk menikmati manusia baru dengan baik. Kita memiliki pengalaman yang serupa ketika sauda-ra-saudara dari berbagai negara berhimpun bersama. Seka-lipun kita berbicara dengan bahasa yang berbeda-beda dan memerlukan penerjemah agar dapat berkomunikasi, kita tetap merasa bahwa kita adalah satu manusia baru. Menu-rut pengalaman kita atas Kristus saat ini, kita pun mem-punyai sedikit pengertian terhadap manusia baru yang kor-porat. Manusia baru ini adalah hasil dari pengalaman kita atas Kristus sebagai realitas segala hal yang positif, per-wujudan Allah, dan rahasia Allah. Jika di antara kita ada orang yang tidak mempunyai pengalaman atas Kristus dan tanpa kenikmatan atas Kristus, mereka akan menjadi peng-hambat bagi persekutuan kita. Akan tetapi, kita semua mem-punyai sedikit kenikmatan atas Kristus. Bahasa kita boleh jadi berlainan, tetapi kenikmatan kita sama. Kenikmatan yang sedemikianlah yang memungkinkan kita memahami satu sama lain dan mengalami satu manusia baru. Kenik-matan atas Kristus menghasilkan manusia baru.

Dalam Kolose 2 dan 3 kita mempunyai Kristus sebagai rahasia Allah. Kristus ini menjadi kenikmatan kita, dan kenikmatan ini pertama-tama menghasilkan Tubuh dan ke-mudian menghasilkan manusia baru. Urutan di sini sesuai dengan pengalaman kita. Bila kita menikmati Kristus seba-gai realitas segala hal yang positif, kita akan memiliki pe-rasaan Tubuh. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan atas Kristus menghasilkan Tubuh Kristus. Kemudian, ketika kita maju terus mengalami Kristus sebagai hayat kita dan me-miliki satu kehidupan, satu nasib, dan satu kemuliaan dengan Dia, hasilnya tidak saja gereja sebagai Tubuh Kristus, tetapi juga gereja sebagai manusia baru. Saya ulangi, ke-tika kita mengalami Kristus sebagai realitas segala kebu-tuhan sehari-hari kita, hasilnya ialah kehidupan Tubuh. Tetapi, ketika kita mengalami Kristus sebagai hayat kita, hasilnya ialah satu manusia baru.

HIDUP BERSAMA KRISTUS

Jika kita menikmati Kristus sebagai realitas segala hal yang positif, kita akan menerima Dia sebagai makanan, mi-numan, pakaian, kendaraan, dan tempat tinggal kita. Jika kita maju lagi menikmati Dia sebagai hayat yang misterius dalam batin kita dan hidup bersama Dia, kita akan men-cari hal-hal yang di atas, hal-hal yang di surga di mana Kristus sedang mendoakan, melayani, dan melaksanakan ekonomi Allah. Kristus di surga sangat aktif, bahkan lebih sibuk daripada ketika Ia berada di bumi. Dia mendoakan kita, menggembalakan gereja-gereja-Nya, dan melayani ju-taan orang saleh. Sebagai Imam Besar di surga, Ia sedang berdoa bagi kita. Karena kita mempunyai Imam Besar yang sedemikian, maka kita boleh “dengan penuh keberanian meng-hampiri takhta anugerah, supaya kita menerima rahmat dan menemukan anugerah untuk mendapat pertolongan pada waktunya” (Ibr. 4:16). Ketika berdoa syafaat bagi kita, Kristus menyuplaikan hayat surgawi ke dalam kita. Dialah pelayan surgawi yang melayani di surga (Ibr. 8:1-2). Menu-rut Wahyu 5:6, sebagai Anak Domba yang di atas takhta, Kristus melaksanakan pemerintahan Allah yang universal. Karena Kristus begitu aktif bagi kita di surga, maka kita harus mencari hal-hal yang di atas dan memikirkan hal-hal itu. Ya, kita perlu menikmati Kristus sebagai makanan, minuman, pakaian, dan segala sesuatu bagi eksistensi seharihari kita. Tetapi kita masih perlu terus maju untuk mencari hal-hal yang di atas.

Mencari hal-hal yang di atas dan memikirkan hal-hal itu berarti memperhidupkan Kristus, dan menempuh satu kehidupan dengan Dia. Sewaktu Kristus berdoa di surga, kita harus berdoa di bumi. Ini berarti ada suatu transmisi antara Kristus yang berdoa di surga dengan kita yang ber-doa di bumi. Melalui transmisi ini kita dapat berdoa dalam kesatuan dengan Dia. Kita di bumi menjawab doa Kristus di surga. Tidak seorang pun di antara kita yang boleh me-nganggur. Kita semua berkewajiban untuk menjawab trans-misi surgawi Kristus. Kita perlu hidup bersama Kristus melalui mencari hal-hal yang di atas dan memikirkan hal-hal itu. Di surga Kristus berdoa syafaat, melayani, dan meng-atur, sedang kita di bumi menjawab aktivitas Kristus yang di surga itu. Kaum muda, jangan menganggap diri sendiri terlalu muda untuk bekerja sama dengan ministri surgawi Kristus. Para pelajar Sekolah Menengah Atas pun dapat men-cari hal-hal yang di atas. C.H. Spurgeon memulai pelayan-annya di desanya sejak dia berusia tujuh belas tahun dan ketika berumur sembilan belas tahun, dia sudah diundang berkhotbah di jemaat Baptis di London. Bahkan semasih muda, Spurgeon sudah berusaha agar di bumi terlaksana pekerjaan yang Kristus lakukan di surga. Jika Spurgeon dapat memulai pelayanannya kepada Tuhan selagi muda, maka kaum muda dalam gereja-gereja hari ini pun dapat berbuat seperti itu.

Kita semua dapat mengalami Kristus sebagai keperlu-an sehari-hari kita dan menikmati Dia melalui mencari hal-hal yang di atas. Semakin menikmati Kristus sebagai realitas segala hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari, maka kenikmatan ini akan semakin membawa kita ke dalam hidup gereja, ke dalam kehidupan Tubuh. Tetapi kita harus maju terus untuk menikmati Kristus sebagai hayat dan hidup bersama Dia, menempuh kehidupan yang sama dengan Dia. Kristus hari ini hidup di surga untuk berdoa syafaat bagi gereja-gereja, melayani kaum saleh dengan memberikan suplai surgawi, dan melaksanakan pemerintah-an Allah. Akan tetapi, kebanyakan orang Kristen tidak me-nanggapi kehidupan Kristus yang di surga. Mereka ibarat radio yang tidak disetel untuk menerima transmisi gelom-bang radio yang ada di atmosfer. Walau Kristus berada di surga melayankan serta mentransmisikan diri-Nya, banyak orang Kristen tidak menanggapi ministri-Nya atau mene-rima transmisi-Nya. Kita bersyukur kepada Tuhan, hari ini banyak orang dalam gereja-gereja lokal yang membuka dan memasang alat penerima mereka. Ketika mereka me-rasa Kristus sedang berdoa di surga untuk hal-hal terten-tu, mereka lalu mengikuti-Nya berdoa di bumi untuk hal-hal tersebut. Sebagai contoh, ketika mereka merasa Tuhan sedang berdoa demi gereja di Accra, Ghana, mereka lalu mengikuti-Nya berdoa untuk gereja-gereja itu. Berdoa ber-sama Kristus secara demikian ini berarti menempuh satu kehidupan dengan Dia.

MEMATIKAN, MEMBUANG,

MENANGGALKAN, DAN MENGENAKAN

Mencari hal-hal yang di atas dan menempuh satu kehi-dupan dengan Kristus akan menghasilkan gereja sebagai manusia baru. Menurut urutan dalam Kolose 3, pertama-tama kita mengalami Kristus sebagai hayat dan hidup ber-sama Dia. Kemudian, menurut 3:5-9, kita mematikan ang-gota tubuh kita yang di bumi dan menanggalkan manusia lama serta kelakuannya. Berikutnya, kita mengenakan ma-nusia baru (ayat 10). Dalam ayat 5 Paulus menyuruh kita untuk “mematikan”; dalam ayat 8, “membuang” hal negatif tertentu; dan dalam ayat 9 “menanggalkan manusia lama serta kelakuannya”. Menurut ayat 5, kita harus mematikan hawa nafsu tubuh kita yang telah jatuh. Menurut ayat 8, kita harus membuang hal-hal yang buruk dari jiwa kita yang telah jatuh. Terakhir, menurut ayat 9, kita harus me-nanggalkan manusia lama secara keseluruhan. Menanggal-kan manusia lama seperti menanggalkan pakaian yang lama. Hanya melalui hidup bersama Kristus barulah kita dapat merampungkan hal-hal tersebut. Ketika kita hidup bersa-ma Kristus, kita dapat menanggalkan hawa nafsu daging, membuang aspek-aspek buruk dari jiwa yang telah jatuh, dan menanggalkan keseluruhan manusia lama kita. Kemu-dian, secara positif, kita dapat mengenakan manusia baru. Melalui hidup bersama Kristus, melalui mengalami Dia se-bagai hayat kita, dan mencari hal-hal yang di atas, kita membuang semua hal negatif dan mengenakan manusia baru. Hanya melalui hidup bersama Kristus, menikmati Dia seba-gai hayat, dan mencari hal-hal yang di atas, barulah kita dapat mengenakan manusia baru.

DIDUDUKI OLEH USAHA MAJIKAN KITA

Jika kita mencari hal-hal yang di atas dan menempuh satu kehidupan dengan Kristus, kita akan diduduki selu-ruhnya oleh usaha Majikan kita. Hati kita akan beserta dengan Dia di surga, tempat Dia berdoa syafaat bagi gereja-gereja, menyuplai kaum saleh, dan melaksanakan pemerin-tahan Allah. Hal-hal inilah yang akan menjadi perhatian dan kedambaan kita. Jika kita menerima Kristus sebagai hayat dan mencari hal-hal yang di atas sedemikian rupa, maka anggota-anggota tubuh kita yang nafsani akan dima-tikan, unsur-unsur jahat dalam jiwa kita yang telah jatuh akan disingkirkan, dan manusia lama kita akan ditanggal-kan. Lagi pula, kita akan dengan otomatis mengenakan manusia baru.

Bagi kita, Kitab Kolose hendaknya bukan hanya kitab doktrin, tetapi kitab pengalaman. Walaupun Kristus yang diwahyukan dalam kitab ini sangat dalam, alwasi, dan al-muhit, kita tetap dapat mengalami Dia. Kita dapat menik-mati Dia sebagai keperluan sehari-hari kita, menerima Dia sebagai hayat kita, dan hidup bersama Dia. Tidak hanya demikian, kita dapat mencari hal-hal yang di atas dan me-mikirkan hal-hal yang di atas. Apakah Anda tidak damba bersatu dengan Tuhan di surga dan bersatu hati dengan Dia? Tidakkah Anda ingin bersatu dengan Dia dalam imamat-Nya, ministri-Nya, dan pemerintahan-Nya? Saya ingin men-dorong semua orang muda khususnya untuk memperhati-kan kehendak Allah melalui mencari hal-hal yang di atas dan hidup bersama Kristus.

Kita berharap melalui menikmati Kristus, satu manusia baru akan muncul dan terekspresi secara riil. Kita tidak ingin manusia baru hanya dalam doktrin, tetapi dalam rea-litas dan praktek. Manusia baru tidak muncul secara orga-nisasi. Sesuatu yang diorganisasikan mungkin adalah satu masyarakat atau agama, tetapi itu bukan manusia baru. Manusia baru timbul hanya melalui menerima Kristus se-bagai hayat kita dan hidup bersama Dia.

Menikmati Kristus sebagai realitas kebutuhan seharihari kita memang sungguh ajaib, tetapi menerima Dia sebagai hayat kita dan hidup bersama Dia itu jauh lebih ajaib. Saya dapat bersaksi, semakin memperhidupkan Kristus dan memperhatikan apa yang menjadi perhatian-Nya, kita akan semakin gembira. Satu-satunya perhatian saya ialah pemulihan Tuhan dengan semua gereja dan kaum saleh. Kedambaan saya ialah agar kaum saleh dapat mengalami Kristus dan bertumbuh dalam hayat. Saya tidak memiliki beban lain dan perhatian lain. Saya sepenuhnya diduduki oleh kehendak Allah. Karena saya dipenuhi oleh perhatian Kristus, maka saya sangat gembira. Dalam diri saya tidak ada tempat bagi hal-hal yang negatif. Diduduki oleh kepentingan Tuhan membuat saya sangat sehat.

Saya merasa senang karena ada begitu banyak orang muda dalam pemulihan Tuhan. Pemulihan pasti mempu-nyai masa depan yang mulia. Kita semua perlu memperha-tikan kepentingan Tuhan. Sementara Dia berdoa di surga, kita menjawab dalam doa di bumi. Dengan demikian, kita akan mengalami transmisi antara Kristus dengan kita, sa-tu transmisi yang membuat kita gembira dan penuh dengan sukacita. Kristus bekerja di surga, kita bekerja di bumi. Dengan jalan ini, kita tidak saja menikmati Kristus sebagai realitas kebutuhan kita, tetapi juga menerima Dia sebagai hayat kita dan menempuh satu kehidupan dengan Dia.

Hidup bersama Kristus bukan tanpa sasaran, melain-kan ada satu tujuan yang tegas. Tujuan ini ialah bersatu dengan Kristus di dalam doa syafaat-Nya bagi semua ge-reja, dalam ministri-Nya yang menyuplaikan hayat surgawi kepada kaum saleh, dan dalam administrasi-Nya atas pe-merintahan Allah. Kita telah menunjukkan berkali-kali bah-wa akibat dari hidup bersama Tuhan yang sedemikian itu ialah manusia baru. Kita tidak dapat menghasilkan manu-sia baru melalui organisasi. Manusia baru ini merupakan hasil yang spontan dari menerima Kristus sebagai hayat dan memperhidupkan Dia.

Kedambaan hati Allah ialah memperoleh manusia baru. Ini adalah rencana-Nya sejak kekekalan lampau, dan inilah alasan Dia menciptakan alam semesta dan merampungkan penebusan bagi kita di dalam Kristus. Begitu juga pemberi-taan Injil dan ciptaan baru bagi manusia baru. Saatnya te-lah tiba bagi Allah untuk memperoleh manusia baru yang terekspresi di bumi. Jika kita menerima Kristus sebagai ha-yat kita dan hidup bersama Dia, manusia baru akan mun-cul sehingga kedambaan hati Allah terpuaskan.

KRISTUS ADALAH SETIAP ANGGOTA

Dalam manusia baru, Kristus adalah setiap anggota. Mengenai hal ini Paulus berkata dalam Kolose 3:11, “Da-lam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Ini berarti di dalam manusia baru tidak ada kedudukan atau tempat bagi manu-sia alamiah yang mana pun. Tidak ada tempat bagi perbe-daan-perbedaan regional, kultural, atau nasional. Sebagai contoh, dalam manusia baru tidak ada orang China atau Amerika, orang California atau orang Texas. Demikian pula, dalam manusia baru tidak ada tempat bagi orang Yahudi atau Yunani, orang yang agamis atau orang yang tidak agamis, orang yang berbudaya atau tidak berbudaya, orang merdeka atau budak. Tidak ada tempat bagi suku, kebang-saan, budaya, atau status sosial yang mana pun. Dalam ma-nusia baru ini hanya ada tempat bagi Kristus. Kristus be-nar-benar adalah semua anggota dari manusia baru.

Mungkin Anda heran bagaimana Kristus dapat men-jadi segalanya dalam manusia baru. Untuk mewujudkan hal ini, haruslah kita menerima Kristus sebagai hayat kita dan memperhidupkan Dia, bukan memperhidupkan diri kita sendiri. Jika Kristus adalah kehidupan semua orang kudus, maka di dalam manusia baru hanya ada Kristus. Orang-orang yang berasal dari Amerika tidak lagi menempuh ke-hidupan orang Amerika, orang-orang yang dari Jepang ti-dak lagi menempuh kehidupan orang Jepang. Semua orang kudus akan memperhidupkan Kristus, tidak peduli kebang-saan mereka apa. Kemudian, secara riil, dalam pelaksana-an, Kristus akan menjadi setiap anggota dari manusia baru, Kristus akan menjadi Anda, dan Kristus akan menjadi saya. Karena kita semua memperhidupkan Kristus, tidak mem-perhidupkan diri sendiri, maka Kristus akan menjadi kita semua, yakni menjadi setiap anggota dari manusia baru.

Dalam gereja-gereja lokal kita tidak memperhatikan membantu orang lain memperbaiki hayat alamiah mereka. Kita lebih suka membantu mereka menyalibkan manusia alamiah mereka dan menguburnya, agar mereka dapat memperhidupkan Kristus. Kematian manusia alamiah kita akan membawa kita ke dalam kebangkitan, di mana kita dapat menerima Kristus sebagai hayat. Saya dapat bersak-si, semakin saya mengalami penyaliban bersama Kristus, saya akan semakin menerima Kristus sebagai hayat dalam kebangkitan, dan memperhidupkan Dia.

Tidak peduli berapa banyak penentangan yang kita ha-dapi dari pihak agama, saya yakin bahwa manusia baru pasti akan muncul. Kaum saleh belajar memperhidupkan Kristus, dan mereka akan tersusun oleh Kristus. Sidang demi sidang, Kristus akan tergarap ke dalam diri kaum saleh. Saya dapat bersaksi tentang beberapa saudara yang telah saya kenal beberapa tahun, mereka benar-benar telah tersusun oleh Kristus dengan mulianya. Mereka benar-be-nar telah mengalami transformasi dari Tuhan. Tidak ada satu hal yang lebih menggembirakan saya daripada melihat kaum saleh menerima Kristus sebagai hayat, memperhi-dupkan Dia, dan mencari hal-hal yang di atas untuk peng-genapan kehendak kekal Allah.

KRISTUS DI DALAM SETIAP ANGGOTA

Dalam Kolose 3:11 Paulus tidak saja mengatakan Kristus adalah semua, juga mengatakan Dia di dalam segala sesua-tu. Dengan perkataan lain, Kristus di satu aspek adalah se-mua anggota, di aspek lain Dia juga berada di dalam semua anggota. Kalau Paulus mengatakan Kristus itu semua, mengapa ia harus mengatakan Kristus di dalam segala se-suatu? Jika Paulus tidak mengatakan Kristus di dalam se-gala sesuatu, kita mungkin mengira di dalam manusia baru hanya memerlukan Kristus, tidak memerlukan kita. Kita tidak seharusnya beranggapan, karena Kristus adalah se-mua anggota dalam manusia baru, maka kita bukan apa-apa dan tidak diperlukan. Di satu pihak, Alkitab mengatakan bahwa dalam manusia baru tidak ada tempat bagi manusia alamiah, sebab Kristus adalah semua anggota. Tetapi di pi-hak lain Paulus mengatakan bahwa Kristus berada di dalam semua anggota. Fakta bahwa Kristus ada di dalam anggota manusia baru menunjukkan bahwa semua anggota masih tetap ada.

Ketika kita menerima Kristus sebagai hayat kita dan hidup bersama Dia, mencari hal-hal yang di atas, maka kita merasa dalam lubuk batin kita bahwa kita bersatu de-ngan Kristus dan Kristus adalah kita. Tetapi saat itu pula kita bahkan mempunyai satu perasaan yang lebih dalam lagi bahwa Kristus berada di dalam kita. Sebab itu, mengatakan Kristus di dalam kita dan Dia adalah kita itu benar. Kita adalah bagian dari manusia baru dengan Kristus di dalam kita. Kita eksis terus, tetapi kita tidak eksis tanpa Kristus. Kita adalah orang-orang yang dihuni oleh Kristus. Seka-rang kita dapat bergembira dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, ketika aku menerima Engkau sebagai hayat dan hidup bersama-Mu, Engkau adalah aku. Aku sepenuh-nya bersatu dengan-Mu. Tetapi, Tuhan, aku tetap ada di sini, sebab Engkau ada di dalamku. Aku ada di sini, tetapi aku ada di sini bersama-Mu.” Menurut pengalaman kita, kita semua dapat memberi kesaksian yang sedemikian. Bila kita memperhidupkan Kristus dan bersatu dengan Dia, kita berkata, “Tuhan Yesus, ini bukan aku, melainkan Engkau.” Namun, pada waktu itu pula, kita mempunyai perasaan bahwa kita bersama Tuhan dan Dia ada di dalam kita.

Dalam manusia baru, Kristus adalah setiap orang dan Dia juga berada di dalam setiap orang. Alangkah ajaibnya! Ini berarti mengalami Kristus tidak saja sebagai realitas keperluan sehari-hari kita, tetapi juga memiliki Dia sebagai hayat kita dan bersatu dengan Dia dalam usaha ilahi. Ke-tika kita bersatu dengan Dia sedemikian rupa, Dia menjadi kita dan kita hidup bersama Dia di dalam kita. Kita hidup, tetapi tidak sendirian, melainkan bersama Kristus di dalam kita. Saya percaya bahwa kehendak Tuhan ialah agar kita hari demi hari lebih banyak mengalami hal ini, menerima Kristus sebagai hayat kita, hidup bersama Dia, mencari hal-hal yang di atas, dan bekerja sama dengan Dia demi melaksanakan kehendak kekal Allah. Kemudian kita semua akan dapat berkata bahwa bagi kita hidup adalah Kristus dan Kristus hidup di dalam kita.