← Daftar isi Kristus dan Kekristenan · bab 2/4

ADA KRISTUS BARU ADA DOKTRIN

Telah kita katakan bahwa, kekristenan tidak menitikberatkan pada doktrin, melainkan menitikberatkan persona Kristus. Pula, ketika doktrin-doktrin yang hanya sedikit itu diuraikan, selalu mengacu balik kepada diri seseorang. Kalau Anda membuka keempat kitab Injil, Anda akan tercengang melihat semua yang tercatat di sana, tidak lain merupakan gambaran siapa Yesus dari Nazaret itu. Setelah mengetahui siapakah Yesus dari Nazaret, barulah kekristenan memiliki doktrin untuk dibahas. Setelah kita tegas terhadap status Yesus Kristus, selanjutnya kita akan melihat sedikit doktrin dalam kekristenan.

PERBANDINGAN DALAM DOKTRIN

Dalam Perjanjian Baru, dalam keempat Kitab Injil, Anda tidak akan menemukan terlalu banyak doktrin. Demikian pula dalam Kisah Para Rasul, setelah Kitab Roma barulah ada beberapa doktrin. Tepat seperti yang telah kita katakan sebelumnya bahwa terlebih dulu Anda harus mengenal siapakah Yesus Kristus, kemudian baru dapat memahami bagaimanakah doktrin-doktrin-Nya.

Tentang doktrin Kristus, juga berbeda dengan apa yang dikatakan oleh agama-agama lainnya. Di sini saya akan tegaskan lagi bahwa fakta diri saya sebagai orang Kristen bukan berarti Anda harus merasa dan memandang segala hal seperti saya. Saya tidak mau menjadi seorang yang bersikap menang sendiri. Saya hanya ingin menyajikan faktafakta kepada Anda, yang memperlihatkan perbedaan kekristenan dengan agama-agama lain. Saya sendiri tidak akan mengatakan benar atau salah, saya hanya mengundang Anda meneliti fakta-fakta itu. Kalau Anda merasa ini benar, percayalah kepada-Nya. Kalau Anda merasa ini tidak benar, pilih saja sesuka Anda. Di sini tidak diperlukan perkataan yang penuh emosi. Maka, saya tidak akan membujuk atau berpamrih.

Amatilah semua agama yang ada di sekitar kita. Yang ditekankan agama-agama itu adalah doktrin, bukan persona dari seseorang. Baik Kong Hu Cu atau Lau Tse, yang mereka ajarkan berbeda dengan apa adanya mereka. Keduanya mutlak terpisah. Doktrin-doktrin mereka tidak banyak kaitannya dengan persona mereka. Kalau mengeluarkan orang tersebut dari agamanya, tidak akan terlalu banyak pengaruhnya. Orang tersebut hanya memberitakan doktrin, dan setelah itu, dirinya terpisah dari yang dia beritakan.

Tidaklah demikian dengan kekristenan. Kapan doktrin kekristenan dimulai? Yaitu setelah kematian, kebangkitan dan keterangkatan persona Kristus dari dunia, doktrin tersebut mulai ada, semua doktrin menyusul kemudian. Dan doktrin-doktrin ini berada di atas diri Kristus. Kristus dan doktrin-doktrin itu adalah kesatuan yang tak terpisahkan. Setelah memiliki Dia, baru memiliki doktrin-Nya.

KESATUAN ANTARA ALLAH DAN MANUSIA

Misalnya, dalam kekristenan ada doktrin yang membahas kesatuan antara Allah dan manusia; doktrin ini sangat penting. Kalau Anda melihat Alkitab untuk memeriksa bagaimana hal itu bisa terjadi, Anda akan melihat bahwa sumber doktrin semacam itu adalah fakta Allah menjadi manusia, yaitu Yesus, Dialah Allah yang berbaur dengan manusia.

Alkitab tidak memberitakan doktrin tentang bagaimana Allah menyatu dengan manusia, melainkan menunjukkan kepada Anda persona Yesus dari Nazaret, yang adalah contoh dari Allah menjadi satu dengan manusia. Semula Allah dan manusia terpisah; ada suatu jurang besar di antara keduanya. Tidak ada kemungkinan untuk bersatu. Kini Orang Nazaret itu datang. Dialah Allah yang datang menjadi manusia. Dialah jembatan antara manusia dengan Allah, menghubungkan keduanya menjadi satu. Dia bukan doktrin yang mengajarkan orang bersatu dengan Allah melainkan fakta; bahwa sejak saat itu, asal seseorang ada di dalam Kristus, ia dapat menjadi satu dengan Allah.

DOKTRIN TENTANG MAUT (KEMATIAN)

Satu doktrin penting lainnya di dalam Alkitab adalah doktrin tentang kematian. Alkitab melukiskan manusia telah rusak sama sekali, tanpa kemungkinan dibentuk kembali, satu-satunya penyelesaian adalah kematian. Seperti sebatang kayu yang telah dimakan rayap, tidak mungkin lagi diukir atau dibentuk. Nasibnya hanya untuk dibakar. Mati adalah penyelesaiannya. Hanya orang mati yang tidak akan menjadi sombong, meskipun dipuji ribuan kali. Hanya orang mati yang tidak akan marah walau dimaki ribuan kali. Hanya orang mati yang tidak akan tergoda oleh dosa, dan karenanya tidak akan berdosa. Kematian membereskan segala persoalan tentang dosa.

Akan tetapi, bagaimana manusia bisa mati? Bagaimana ini terjadi? Kalau dalam suatu agama, agama itu akan menganjuri Anda untuk mati. Matilah! Kalau Anda mati, dosa tidak akan lagi mendapat mangsa! Namun, bagaimana seseorang mati? Dengan bunuh diri? Dengan melempar diri ke laut? Atau seperti dikatakan oleh pujangga Tiongkok tua, menganggap segala hal yang telah lampau sebagai hari kemarin yang telah mati? Tidak! Semua itu adalah cara agama pada umumnya, bukan ajaran kekristenan.

DAPAT MATI KARENA KRISTUS

Doktrin tentang kematian ini pun mutlak berhubungan dengan Kristus. Bagaimana persona-Nya, demikian pula doktrin-Nya. Yesus mati. Lalu apa yang Alkitab katakan tentang ini? Alkitab mengatakan bahwa seluruh orang dunia mati bersama-Nya. Ia mati terhadap dosa, maka seluruh orang dunia mati terhadap dosa. Semula seluruh orang dunia berada dalam dosa, mati di dalamnya. Hanya Yesus tidak terpengaruh oleh dosa, Ia tidak mati karena dosa, melainkan Ia mati terhadap dosa. Kalau kita bersatu dengan Dia, kita pun mati terhadap dosa oleh kematian-Nya. Dosa tidak menemukan sasaran untuk digarap. Semua persoalan dosa di dalam kita akan terselesaikan.

Itulah doktrin yang ada dalam kekristenan, satu fakta yang secara mutlak berhubungan dengan persona Kristus. Kekristenan bukan anjuran untuk menempuh hidup bermoral dan menyesali kesalahan, yang demikian bukan doktrin kekristenan. Karena Kristus telah mati, maka Anda yang ada di dalam-Nya juga sudah mati, benar-benar mati terhadap dosa. Dosa tidak lagi mencengkeram Anda. Kalau tidak ada kematian Kristus, maka tidak akan ada doktrin ini. Semua pengalaman, semua doktrin, didasarkan pada persona Yesus Kristus ini.

DOKTRIN TENTANG KEBANGKITAN

Fakta lain yang kita miliki adalah kebangkitan Yesus Kristus. Ia telah mati, tetapi juga telah bangkit. Jadi, di pihak kita, kita tidak hanya mati terhadap dosa, terlepas dari dosa dan seluk-beluknya, bahkan lebih dari itu, yaitu dilahirkan kembali dan menjadi suatu ciptaan baru dalam kebangkitan Kristus.

Semua itu erat hubunganannya dengan persona Yesus Kristus. Semua itu tidak ada yang digenapkan oleh kita sendiri, melainkan tergantung pada Dia.

PENGAJARAN JUGA BERHUBUNGAN DENGAN KRISTUS

Dalam kekristenan bukan tidak ada pengajaran. Namun, semua ajaran juga berdasar pada persona Kristus Yesus. Bila Dia mengalami sesuatu barulah ada doktrin atau ajaran tertentu. Setiap ajaran atau doktrin berhubungan dengan pengalaman pribadi-Nya. Karena Ia berinkarnasi menjadi manusia, maka ada kesatuan antara Allah dengan manusia. Dan karena kematian-Nya, maka kita dapat mati terhadap dosa dan diri sendiri, untuk menempuh suatu hidup yang kudus. Ada kebangkitan-Nya, maka kita mendapatkan satu kehidupan baru. Semua yang kita peroleh adalah yang telah digenapkan-Nya. Doktrin-doktrin itu didasarkan pada persona itu dan berhubungan dengan persona itu. Itulah kekristenan yang asli yang sangat berbeda dengan agama-agama lain.

DIA ADALAH JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP

Suatu kali, ketika Kristus Yesus akan meninggalkan dunia, Ia mengatakan doktrin yang sangat mengherankan orang-orang, dan tentu saja doktrin ini berhubungan erat dengan Dia. Kata-Nya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6). Mungkin Anda pernah mendengar orang mengutip perkataan itu.

Dia berkata bahwa Dia adalah Jalan. Dialah Jalan untuk mengalahkan dosa. Dialah Jalan untuk mengatasi godaan dunia, Dia adalah ajaran-Nya sendiri! Segala jalan menuju kemenangan adalah Dia.

Dia pun berkata, Dia adalah Kebenaran. Sering kali kita dengar orang berkata bahwa dalam perkataan si anu ada kebenaran. Kadang-kadang bila seseorang memaparkan suatu teori, kita menyebutnya kebenaran. Atau dalam geometri ketika kita membuktikan bahwa A sama dengan B, kita mengatakan kita sudah menemukan kebenaran. Akan tetapi kebenaran yang Kristus Yesus bicarakan bukan demikian, kebenaran yang dikatakan-Nya adalah diri-Nya. Dialah Kebenaran.

Bersamaan dengan itu, Dia juga adalah Hidup. Ia tidak hanya memberitakan doktrin kepada Anda dan meminta Anda sendiri melaksanakannya; Dialah kekuatan bagi Anda untuk melaksanakan yang diberitakan-Nya. Agama menyuruh Anda jujur, melarang Anda berdusta. Mungkin seseorang datang dan berkata kepada Anda, “Berlatihlah tidak berdusta. Setiap kali engkau berdusta, gigitlah lidahmu sekali.” Saya kira kalau kita bisa menyadari akan setiap dusta yang kita ucapkan, lidah kita akan tergigit putus sebelum hari berganti! Karena hayat manusia kita, tidak mungkin tidak berdusta atau tidak berdosa; hayat manusia mutlak tak berdaya melaksanakannya. Hanya memberi Anda doktrin indah yang tinggi dan menyuruh Anda mengerjakannya sendiri, itu bukanlah kekristenan.

Kekristenan adalah Ia membuat Anda sanggup. Kesanggupan itu berasal dari Kristus. Asal Anda berada di dalam Dia, Dialah hayat Anda. Ia dapat membuat Anda tidak berdusta, tidak peduli orang macam apa Anda!

APA YANG TIDAK DAPAT DILAKUKAAN PENDIRI AGAMA LAIN

Tidak ada pendiri agama yang cukup besar mengemban tiga hal ini: Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Pula, semua pengalaman manusia tercakup dalam tiga hal ini. Setiap kali Anda akan melakukan sesuatu, Anda selalu memutuskan apakah hal itu patut dilakukan. Pertimbangan itu adalah pertimbangan kebenaran. Setelah diputuskan, Anda mencari jalan (cara). Dan setelah ada jalan, Anda perlu kekuatan untuk melaksanakan. Bila Anda merencanakan melakukan sesuatu, Anda harus selalu menempuh tiga langkah ini: jalan, kebenaran, dan hidup.

Ketiga hal ini juga tidak dipisahkan. Anda tidak diberi kebenaran dulu, lalu diberi jalan, kemudian membiarkan Anda sendiri mencari hidup. Ketiga hal itu ada di dalam satu Orang ini. Bila Anda memiliki Dia, setiap persoalan akan terselesaikan, Inilah Yesus. Inilah kekristenan. Asal ada jalan yang membawa masuk ke dalam-Nya, maka segalanya ada.

TINGGAL SAJA DI DALAM KRISTUS

Nyatalah kepada kita, ketika kita melihat beberapa potongan Alkitab. Dengan mudah akan menemukan bahwa bila Alkitab menyebutkan beberapa doktrin, itu selalu dikatakan di dalam Kristus. “Di dalam Kristus”, “di dalam Kristus”, selalu dikatakan “di dalam Kristus”. Di beberapa tempat dikatakan “oleh Kristus”. Tetapi, “oleh Kristus” bukan terjemahan yang terbaik, lebih baik kita terjemahkan sebagai “melalui Kristus”. Allah tidak memberi kita sesuatu secara langsung; tetapi harus “melalui Kristus”. Selain itu ada juga kata-kata “bersama dengan Kristus”. Frase-frase itu menunjukkan kedudukan Kristus di dalam kekristenan bahwa segala sesuatu harus melalui Dia. Mendapatkan Dia, barulah mendapatkan doktrin-Nya. Tanpa mendapatkan Dia, kalaupun memiliki doktrin-Nya juga tidak ada gunanya.

PARA PENDIRI AGAMA TAK ADA SANGKUT PAUTNYA

DENGAN KREDO MEREKA

Tidaklah demikian dengan agama-agama lain. Anda dapat menjadi penganut suatu agama dengan sangat baik, sangat sesuai dengan kredonya (ajaran tentang kepercayaan), tetapi belum tentu berhubungan dengan pendiri agama tersebut.

Dalam aritmatika, ada tabel yang disebut tabel perkalian. Anda dapat menemukan hasil perkalian dua bilangan dari satu sampai sembilan dari tabel itu. Semuanya tersusun rapi. Tahukah Anda siapa yang merumuskannya? Mungkin jutaan orang yang memakai tabel itu tidak pernah tahu orang yang pertama kali membuatnya. Akan tetapi Anda dapat memakai tabel itu tanpa mengetahui orang yang membuatnya. Begitulah gambaran agama-agama pada umumnya, Anda tidak perlu berhubungan dengan pendiri agama tersebut, tetapi Anda dapat menerapkan doktrin mereka. Doktrin dan orang yang memberitakannya tidak berhubungan satu sama lain.

Di Kai Feng saya bertemu dengan seorang anggota misi asing. Ia pernah mendengar pemberitaan saya. Saya lihat ia adalah orang yang berhubungan dengan doktrin Kristus tetapi tidak berhubungan dengan persona-Nya. Ia memberi tahu salah seorang teman sekolah saya dulu, yang kini juga menjadi sekerja saya, tentang cara mempraktekkan ajaran Kristus dan bagaimana menguraikan teologia dalam Alkitab. Sekerja saya bertanya kepadanya, “Dapatkah Anda menjamah orang dengan hal-hal itu? Adakah orang yang bertobat, meninggalkan dosa-dosanya, dan mengalami perubahan dalam hidupnya melalui pemberitaanmu? Adakah Anda kuasa semacam itu?” Mendengar pertanyaan demikian, ia tidak bisa menjawab apa-apa.

MUTIARA DOKTRIN-DOKTRIN ITU ADALAH KRISTUS

Sumber kepercayaan kita adalah Kristus. Tanpa berhubungan dengan Kristus, tiadalah kuasa. Doktrin-doktrin Kristus mutlak berhubungan dengan persona Kristus. Mutiara doktrin-doktrin itu terletak di dalam Kristus. Sia-sialah kalau hanya membahas dan mereka-reka secara luaran.

Mari kita mulai dengan melihat Kitab Roma dalam Perjanjian Baru. Saya tidak akan memberikan banyak penjelasan, sebaliknya saya hanya menyajikan fakta-fakta kepada Anda, lihatlah apa yang dikatakan Alkitab.

Roma 3:22, 24, “Yaitu pembenaran oleh Allah melalui iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan . . . dan oleh anugerah telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus.” Ayat-ayat ini memberi tahu kita bahwa manusia bisa menerima pengampunan dosa dan pembenaran di hadapan Allah, oleh penebusan Kristus Yesus. Kedua hal itu, pengampunan dan pembenaran, didasarkan pada hubungan dengan Kristus; kalau tidak, dosa manusia tidak dapat diampuni.

MELALUI KRISTUS YESUS

Roma 5:1, “Sebab itu, kita yang dibenarkan berdasarkan iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan kita, Yesus Kristus.”

Ayat 2, “Melalui Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman ke dalam anugerah ini. Di dalam anugerah ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.”

Ayat 10, “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”

Ayat 11, “Bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab melalui Dia kita telah menerima pendamaian itu.”

Segala yang telah kita peroleh seperti pembenaran, pendamaian, berdiri dalam kasih karunia, keselamatan, sukacita di dalam Allah, dan sebagainya, semuanya kita terima melalui Yesus Kristus. Hanya dengan melalui Dia kita mewarisi semuanya.

MENERIMA ANUGERAH KARENA DIA

Roma 5:15, “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang banyak orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi anugerah Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas banyak orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.”

Ayat 17, “Sebab, jika karena pelanggaran satu orang, maut telah berkuasa melalui satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan anugerah dan karunia kebenaran, akan hidup dan berkuasa karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”

Karena Yesus Kristuslah, anugerah, dan karunia Allah dapat terlimpah atas semua orang. Karena Dia pula kita dapat memerintah dalam hayat. Seperti yang dikatakan Roma 5:21, “Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian anugerah akan berkuasa oleh pembenaran untuk hidup yang kekal, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.” Penerimaan hidup yang kekal terlaksana melalui Dia, tidak tergantung pada kelakuan baik atau buruk dari manusia.

DISALIB BERSAMA-NYA

Roma 6:6, “Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.”

Roma 6:17, “Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah menaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.”

Hal ini dapat dikatakan sebagai satu doktrin yang penting dalam kepercayaan kita: bahwa karena iman kita disalib bersama Kristus, dan manusia lama kita telah diakhiri. Bukan aku yang menyalibkan diri sendiri, melainkan tatkala Kristus tersalib, aku pun tersalib bersama-Nya. Dengan fakta itu, aku bebas dari dosa, tidak lagi menjadi hamba dosa. Dengan demikian, aku dapat menganggap diriku mati terhadap dosa, dan hidup terhadap Allah di dalam Kristus. Doktrin yang demikian besar, juga berhubungan dengan persona Kristus.

DIBEBASKAN DI DALAM DIA

Bacalah Roma 7:24-26, “Aku, manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita! Jadi, dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi sebagai manusia yang bersifat daging aku melayani hukum dosa.”

Di sini ada seseorang yang terus-menerus dikalahkan oleh nafsu dagingnya sendiri. Dan ketika ia hampir putus asa, dan sedang berteriak minta kelepasan, ia melihat jalan keselamatan; dibebaskan oleh Tuhan Yesus Kristus. Kuasa pembebasan itu juga ada di dalam Tuhan.

DI DALAM DIA, TIDAK LAGI TAK BERDAYA

Roma 8:1 mengatakan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

Tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Penghukuman di sini tidak mengacu kepada penghukuman yang biasa. Menurut naskah lama Alkitab yang belum lama ini ditemukan di Mesir, kata itu mempunyai dua arti. Yang pertama dipakai sebagai istilah hukum, dan yang kedua sebagai ungkapan umum sehari-hari. Dalam konteks hukum, kata itu berarti penghukuman. Akan tetapi, dalam pemakaian sehari-hari kata itu berarti tidak berdaya, atau tidak bertenaga, terikat dan sebagainya. Sebab itu, saya menerjemahkan potongan ayat tersebut demikian, “Sebab itu, sekarang tidak ada lagi tak berdaya . . . “ Tidak ada lagi kelemahan dan ketidakmampuan.

Pasal 8:2, “Sebab hukum Roh hayat telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Tl.).

Pada ayat di atas terlihat dua hukum. Semula kita semua berada di bawah hukum dosa dan hukum maut, tidak dapat keluar. Kini hukum roh hayat telah memerdekakan kita; kita tidak lagi berada di bawah kendali hukum dosa dan hukum maut. Dan hukum roh hayat tersebut ada di dalam Kristus Yesus. Sudahkah Anda memahaminya? Sekali lagi hal itu menunjukkan, berhubungan dengan Dialah yang membuat kita bebas.

Pasal 8:10, “Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena pembenaran.” Karena Kristus ada di dalamku, aku dapat hidup.

DI DALAM DIA MENANG DENGAN BERKELIMPAHAN

Roma 8:35, 37, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesengsaraan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? . . . Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, melalui Dia yang telah mengasihi kita.”

Meskipun banyak sekali persoalan di luar kita, kita masih melebihi para pemenang. Kekuatan itu tetap oleh karena Kristus. Bukan kita yang mampu, melainkan semuanya oleh Dia dan melalui Dia.

Demikian pula, ayat 38-39 mengatakan, “Sebab aku yakin bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Mengapa tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya? Bukan karena baik atau buruknya kita, melainkan karena “kasih ini ada di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita!” Kembali kasih ini dihubungkan dengan persona Kristus. Bila kita ada di dalam Kristus, kita ada di dalam kasih yang tak terpisahkan ini.

KRISTUS MENJADI HIKMAT KITA

Mari kita lihat surat 1 Korintus.

Satu Korintus 1:30 mengatakan, “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita: kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita” (Tl.).

Saya pribadi menerima banyak bantuan dari ayat di atas. Oleh Allah kita dapat berada di dalam Kristus Yesus. Bukan itu saja, Allah telah membuat Kristus menjadi hikmat kita . . . dan sebagainya. Kita mengira otak kita tidak begitu baik, kurang pandai, tetapi asal kita membaca banyak buku, sering membaca Alkitab, mendengar banyak khotbah, maka kita akan lebih pandai. Namun, bukan itu yang Allah katakan. Allah telah membuat Kristus menjadi hikmat Anda. Anda lihat, hikmat juga dikaitkan dengan persona Kristus. Ia menjadi hikmat manusia.

Kita mengatakan, kita tidak benar, karena itu kita tidak dapat melihat Allah. Namun apa yang dikatakan Alkitab? Allah telah membuat Kristus menjadi kebenaran kita. Kini Anda dapat melihat Allah, di hadapan Allah Anda seperti orang yang tidak berdosa.

Selain itu, kita merasa bahwa diri kita terlalu bobrok, berpikiran najis, sombong, sering berbohong, tidak memiliki kekudusan. Akan tetapi Allah telah membuat Kristus menjadi kekudusan Anda. Ia dapat disalurkan ke dalam Anda melalui Kristus, untuk menjadi kekudusan Anda. Banyak orang telah mengalami, kalau bukan Kristus, maka selamanya tidak akan ada kekudusan.

Tentang penebusan, sebagian ditujukan pada masa yang akan datang, sementara ini tidak kita singgung. Walaupun demikian, Anda dapat melihat bahwa Kristus adalah hikmat, kebenaran, kekudusan, dan penebusan kita dari awal hingga akhir.

DILAHIRKAN DAN BERTUMBUH DI DALAM DIA

Satu Korintus 3:1 mengatakan, “Dan aku, Saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.” Menurut Alkitab, usia jasmani Anda tidaklah penting. Yang penting adalah kedewasaan Anda di dalam Kristus. Ukuran ini sekali lagi berada di dalam Kristus.

Satu Korintus 4:15, “Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapak. Akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapakmu karena Injil” (Tl.). Hanya di dalam Kristus seseorang dapat dilahirkan kembali, dapat melalui Injil melahirkan orang lain.

MENEMPUH HIDUP DI DALAM DIA

Satu Korintus 4:17, “Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang terkasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan mengingatkan kamu akan cara hidupku dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.”

Di sini ada seorang yang menempuh hidup di dalam Kristus. Anda akan menemukan tidak hanya di sini, tetapi juga dalam banyak potongan Alkitab bahwa penempuhan hidup orang Kristen seharusnya di dalam Kristus.

DOKTRIN-NYA ADALAH HAKIKI-NYA

Mari kita lihat lagi sesuatu yang penting atas kepercayaan kita:

1 Korintus 15:12-14 mengatakan, “Jadi, bilamana diberitakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Seandainya tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”

Ayat 16-17 mengatakan, “Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”

Ayat-ayat di atas tidak mengatakan apa yang akan Anda peroleh, atau kelakuan Anda yang baik atau buruk. Segala sesuatu dalam kepercayaan kita didasarkan pada persona Kristus. Kalau Ia mati dan tidak bangkit lagi, maka doktrin-doktrin-Nya juga akan mati, lenyap, dan kepercayaan kita tidak akan berguna. Anda lihat, bagaimana Dia, doktrin-Nya juga bagaimana.

Tetapi puji Tuhan, Ia sudah bangkit. Maka, pemberitaan kita tidaklah sia-sia, semuanya riil. Segala hal dalam kepercayaan kita berhubungan dengan diri Tuhan yang bangkit.

DOKTRIN-DOKTRIN BERASAL DARI KRISTUS YANG BANGKIT

Karena surat berikutnya, 2 Korintus, bukanlah buku yang membahas doktrin, kita akan melewatinya. Kitabkitab yang membahas doktrin adalah Galatia, Efesus, dan Kolose. Namun, kita hanya akan menyebutnya secara ringkas. Akan kita tunjukkan bahwa semua doktrin berasal dari persona Kristus.

Galatia 2:4 mengatakan, “Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhamba kita.” Kebebasan kita adalah di dalam Kristus.

Galatia 2:16-17 mengatakan, “Kita tahu bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya melalui iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu, kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan karena iman dalam Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘Tidak ada seorang pun yang dibenarkan’ karena melakukan hukum Taurat. Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak!”

Pembenaran sama sekali tergantung pada beradanya kita di dalam Kristus, bukan karena tingkah laku kita. Begitu kita melekat padu dengan Kristus, kita dibenarkan.

KARENA SAYA DI DALAM DIA

Galatia 2:19b-20 adalah ayat lain yang mustika, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Saya tidak membunuh diri, melainkan saya tersalib bersama Dia. Ketika Dia mati di atas salib, saya pun mati, karena saya di dalam Dia.

SEGALA BERKAT ROHANI DIBERIKAN DI DALAM DIA

Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga.” Segala berkat rohani diberikan kepada kita di dalam Kristus. Karena itu segala hal yang menyusul kemudian, kita terima di dalam Dia.

Ayat 4-7 mengatakan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula melalui Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah anugerah-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia kita beroleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya.”

Bacalah lagi Kolose 1:14, “Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” Penebusan dan pengampunan dosa ada di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Kolose 3:1-3, “Karena itu, apabila kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” Kembali, hanya dengan Kristus kita dapat menerima hayat kebangkitan. Hubungan Allah dengan kita selalu berkaitan dengan hubungan antara Allah dengan Kristus.

SEMUA AJARAN DAN DOKTRIN BERHUBUNGAN

DENGAN PERSONA KRISTUS

Dari Kitab Roma dan seterusnya, telah kita temukan satu fakta bahwa tidak ada satu doktrin dan ajaran tentang kepercayaan kita yang berhubungan dengan pekerjaan kita; sebaliknya, setiap hal itu berhubungan dengan persona Kristus. Baik itu pengampunan dosa, dilahirkan kembali, kekudusan, atau kebebasan, dan sebagainya, tidak ada satu doktrin pun yang terlepas dari Kristus. Tanpa Kristus, kita tidak memiliki kepercayaan. Tanpa Kristus kita tidak memiliki bahan pemberitaan. Di sinilah perbedaan antara kepercayaan kita dengan agama-agama lain. Tanpa melalui Kristus, Anda tidak dapat melakukan apa-apa. Tanpa berhubungan dengan Dia, Anda tidak dapat mempunyai doktrin apa pun. Semuanya adalah pada-Nya

Mungkin ada orang bertanya, apakah dalam Alkitab tidak ada anjuran? Apakah kekristenan tidak mempedulikan benar dan salahnya sesuatu? Ada, dalam Alkitab ada kata-kata anjuran, juga memberi tahu orang bagaimana bertindak dan berlaku. Misalnya, Surat Roma mencantumkan pula beberapa anjuran, dan ajaran; namun semuanya ada setelah pasal 12. Lalu, apa yang ada sebelum pasal 12? Semua doktrin berhubungan dengan Kristus dan bagaimana kita dapat bersatu dengan-Nya. Setelah itu ada anjuran bagaimana hidup dan berperilaku.

PENEKANANNYA PADA HUBUNGAN KITA DENGAN KRISTUS

Juga di Kitab Efesus, dalam pasal 1—3, mula-mula dibicarakan doktrin dan hubungan antara Allah, Kristus, dan kita, kemudian dalam pasal 4—6, dibahas ajaran tentang perilaku. Ketika membicarakan hidup kita pun, dasarnya adalah hubungan kita dengan Kristus. Demikian pula dengan kitab-kitab lainnya.

Maka, kekristenan yang sejati bukan terlebih dulu menganjuri Anda melakukan sesuatu, melainkan memberi tahu Anda untuk menetapkan hubungan dengan Kristus. Setelah ada hubungan itu, barulah ada pelaksanaannya.