← Daftar isi Kisah para Rasul (3) · bab 17/22

PERKEMBANGBIAKAN DI ASIA KECIL DAN EROPA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK SEKERJA PAULUS (33)

Pembacaan Alkitab:

Kis. 26:1-32; Ef. 2:14-16; 3:8, 17; Flp. 3:4-8;

Kol. 3:10-11; Ibr. 10:14, 18; Kis. 21:20, 23-24

Dalam 26:1-29 Paulus membela diri di hadapan Agripa. Kemudian dalam 26:30-32 ada penghakiman Agripa. Sebelum sampai kepada 26:1-32, saya ingin mengatakan lebih jauh tentang beban Paulus dalam keempat Surat Kiriman Efesus, Filipi, Kolose, dan Ibrani.

EMPAT SURAT KIRIMAN YANG PENTING

MENGENAI PERALIHAN ZAMAN

Dalam Kisah Para Rasul 21—26 Paulus melalui banyak penderitaan, pengujian, dan pencobaan. Surat-surat Kiriman Efesus, Filipi, Kolose, dan Ibrani adalah ungkapan isi hati Paulus selama periode waktu dari Kisah Para Rasul 21—26 ini.

Seperti yang telah kita tunjukkan, Paulus menulis Efesus, Kolose, dan Filipi selama pemenjaraannya yang pertama di Roma. Setelah pemenjaraan itu, ia menulis Surat Ibrani. Kita tidak seharusnya menganggap bahwa Suratsurat Kiriman ini ditulis secara kebetulan. Sebaliknya, Surat-surat Kiriman ini ditulis setelah ada sejangka waktu perenungan dan persiapan. Saya percaya bahwa dua tahun di dalam tahanan di Kaisarea adalah waktu persiapan bagi Paulus. Semakin ia melihat situasi mengenai agama Yahudi, politik Romawi, dan gereja, pula membandingkan situasi itu dengan apa yang telah ia terima dari Tuhan, semakin ia berbeban untuk menuliskan wahyu yang telah ia lihat. Paulus tidak memiliki kesempatan untuk membicarakan isi hatinya. Tak diragukan lagi, ia ingin mencari waktu dalam suatu lingkungan yang tenang di mana ia dapat menuliskan wahyu mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ia pasti terus mencari kesempatan untuk menuliskan segala sesuatu yang telah ia lihat dari Tuhan mengenai ekonomi ilahi, untuk kemudian mengirimkan tulisan-tulisan ini kepada gereja-gereja, dan disimpan di sana.

Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia memberi Paulus waktu dan tempat untuk menulis surat Efesus, Filipi, Kolose, dan Ibrani, dan bahwa kita memiliki keempat Surat Kiriman ini pada hari ini. Dalam keempat kitab ini kita melihat sejumlah butir penting mengenai peralihan zaman yang telah kita tekankan dalam berita-berita ini. Peralihan zaman ini adalah satu perkara yang besar.

MEMBATALKAN KETENTUAN-KETENTUAN

Dalam Efesus 2:14-16 Paulus berkata, “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan kematian-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah melalui salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.” Di sini kita melihat bahwa di atas salib Kristus telah membatalkan semua ketentuan. Tidak diragukan lagi, pembatalan ketentuan-ketentuan ini mencakup hal-hal mengenai sunat, peraturan tentang makanan, dan Sabat.

Meskipun Kristus telah membatalkan ketentuan-keten-tuan itu, Yakobus dalam Kisah Para Rasul 21 masih mem-promosikannya. Ketentuan-ketentuan yang dibatalkan oleh Kristus di atas salib juga termasuk nazar orang Nazir. Tidakkah Anda percaya bahwa ketika Kristus membatalkan ketentuan-ketentuan, Dia membatalkan ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan nazar? Jika kita memiliki pemahaman yang tepat terhadap Efesus 2 dan Kisah Para Rasul 21, kita akan melihat bahwa apa yang Yakobus lakukan dalam Kisah Para Rasul 21 itu berkebalikan dengan apa yang telah digenapkan oleh Kristus di atas salib. Kristus telah membatalkan ketentuan-ketentuan itu, tetapi Yakobus memegangnya dan mempromosikannya.

Kita boleh mengatakan bahwa perkara pembatalan ketentuan-ketentuan itu adalah satu aspek negatif dari wahyu dalam kitab Efesus. Di aspek positif, kita memiliki perkataan Paulus mengenai kekayaan Kristus yang tidak terduga: “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah diberikan anugerah ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu” (3:8). Namun sekarang, kita akan me-nekankan bahwa dalam Kitab Efesus, Paulus dengan jelas mengatakan bahwa di atas salib Kristus telah membatalkan semua ketentuan Yudaisme Perjanjian Lama.

MENGANGGAP HAL-HAL YUDAISME

SEBAGAI SAMPAH

Dalam Filipi 3 kita melihat Paulus menganggap hal-hal Yudaisme sebagai sampah. Meskipun Paulus adalah “orang Ibrani asli,” dan “tentang pendirian terhadap hukum Taurat, adalah seorang Farisi” (ay. 5), ia dapat bersaksi, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang ku-anggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu ku anggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhan-ku, lebih mulia daripada semuanya. Karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (ay. 7-8). Paulus menyadari bahwa di pandangan Allah dan dalam ekonomi Perjanjian Baru, semua hal Yudaisme adalah sampah. Perkataan Paulus dalam Filipi 3 menunjukkan visi macam apa yang ada di dalamnya. Namun, meskipun Paulus mengganggap hal-hal Yudaisme itu sampah, tetapi Yakobus masih terus mempromosikannya, ini sungguh memalukan.

MANUSIA BARU

Dalam Kolose 3:10-11 Paulus membicarakan tentang manusia baru: “Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya; dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang ber-sunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Di sini kita melihat bahwa dalam manusia baru hanya ada kedudukan bagi Kristus. “Semua” dalam ayat 11 mengacu kepada semua ang-gota yang menyusun manusia baru. Kristus adalah semua anggota manusia baru dan di dalam semua anggota manusia baru itu. Dia adalah segala sesuatu di dalam manusia baru. Betapa hebatnya wahyu ini! Menurut perkataan Paulus dalam Kolose 3:10-11, tidak ada tempat sedikit pun bagi Yudaisme.

KURBAN YANG UNIK

Kitab Ibrani mewahyukan bahwa Kristus adalah segala sesuatu. Kristus adalah Allah dan manusia, dan Dia lebih unggul daripada Musa, Yosua, dan Harun. Sebagai Imam Besar kita, Kristus telah menggantikan semua kurban Perjanjian Lama dengan diri-Nya sendiri sebagai kurban yang unik. Kristus adalah satu-satunya kurban yang diperhatikan Allah, sedangkan semua kurban Perjanjian Lama hanyalah lambang-lambang dari kurban yang unik ini. Sekarang karena Kristus telah datang, semua kurban lainnya harus diakhiri, dan pada faktanya kurban-kurban itu telah digantikan dan diakhiri. Mengenai hal ini, Ibrani 10:14 mengatakan, “Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang dikuduskan,” dan ayat 18 selanjutnya mengatakan, “Jadi, apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan kurban karena dosa.” Selain itu, perjanjian yang lama telah digantikan oleh perjanjian yang baru. Karena itu, hal-hal dari Perjanjian Lama itu telah berlalu.

Saya meminta Anda membandingkan wahyu dalam surat Efesus, Filipi, Kolose, dan Ibrani dengan perkataan Yakobus dalam Kisah Para Rasul 21. Dalam 21:20 Yakobus berkata kepada Paulus, “Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.” Kemudian Yakobus meminta Paulus untuk menanggung biaya empat orang yang telah mengucapkan nazar orang Nazir: “Di antara kami ada empat orang yang bernazar. Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah upacara penyucian diri bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat” (ay. 23-24). Betapa kontrasnya perkataan Yakobus dengan wahyu Paulus mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah! Perbandingan ini memudahkan kita untuk memiliki satu pandangan yang jelas tentang situasi Paulus dalam pasal-pasal dari kitab Kisah Para Rasul ini.

PEMAKAIAN YANG TIDAK TEPAT ATAS SURAT

SURAT EFESUS, FILIPI, KOLOSE, DAN IBRANI

Berita macam apa yang Anda dengar tentang kitab Efesus sebelum Anda masuk ke dalam pemulihan Tuhan? Satu ayat favorit dari mereka yang menekankan pemberi-taan Injil adalah Efesus 2:8. Ayat ini memberi tahu kita bahwa oleh kasih karunia kita diselamatkan melalui iman. Banyak juga khotbah yang disampaikan berdasarkan Efesus 5:22-25 tentang istri-istri tunduk kepada suami-suami mereka, dan suami-suami mengasihi istri-istri mereka. Sering kali selama sidang pernikahan seorang pendeta me-ngutip ayat-ayat dari Efesus 5 ini. Tetapi pernahkah Anda mendengar khotbah yang memberi tahu Anda bahwa di atas salib, Kristus telah membatalkan semua ketentuan, khususnya, Dia telah membatalkan perbedaan-perbedaan di antara ras-ras? Meskipun ketentuan-ketentuan dan semua perbedaan rasial telah dibatalkan oleh Kristus di atas salib, tetapi hari ini siapakah yang memberitakan perkataan ini? Sebenarnya, bahkan pada abad kedua puluh, perbedaan-perbedaan rasial itu masih tetap dipromosikan untuk mempertahankan pemisahan ras-ras. Dari hal ini kita melihat bahwa kitab Efesus ini telah disalahgunakan oleh banyak orang beriman. Mereka memilih ayat-ayat tertentu dari kitab ini tanpa memperhatikan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Banyak orang yang belum pernah melihat bahwa Efesus adalah sebuah kitab yang berkaitan dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Di pihak negatif, Efesus 2 mewahyukan bahwa ketentuan-ketentuan itu telah dibatalkan. Di pihak positif, dalam Efesus 3 kita melihat bahwa Paulus memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga supaya Kristus dapat membuat tempat tinggal-Nya di dalam hati kita (ay. 8, 17). Pernahkah Anda mendengar khotbah tentang perkara ini sebelum Anda masuk ke dalam kehidupan gereja? Banyak orang yang belajar di sekolah Alkitab dan seminari dapat bersaksi bahwa mereka tidak pernah diajar bahwa Kristus dengan kekayaan-Nya yang tidak terduga damba untuk membuat tempat tinggal-Nya di dalam hati kita. Betapa menyedihkan situasi hari ini sehubungan dengan wahyu yang dalam dan rahasia dalam kitab Efesus!

Kita telah melihat bahwa dalam Filipi 3 Paulus menganggap semua hal agamawi sebagai sampah. Namun, hari ini tidak banyak yang memakai ayat-ayat ini dengan tepat. Sebaliknya, ayat-ayat ini umumnya diambil dari surat Filipi untuk mengajar kaum beriman agar meniru Tuhan Yesus dengan memiliki pemikiran yang sama seperti Dia.

Dalam Kolose 3 Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah segala sesuatu di dalam manusia baru. Perkara ini sama sekali tidak ditekankan di antara orang-orang Kristen pada hari ini. Sebenarnya, sulit dikatakan bagaimana kebanyakan orang beriman menerapkan kitab Kolose ini.

Orang-orang Kristen sering mengutip Ibrani 13:8: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Beberapa orang bahkan memakai ayat ini dalam usahanya untuk melawan kebenaran bahwa Kristus hari ini adalah Roh pemberi-hayat. Menurut Kitab Suci, kita mengajarkan bahwa sebagai Allah, Kristus menjadi seorang manusia, dan kemudian, sebagai manusia, Dia, Adam yang akhir, di dalam kebangkitan menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Ada beberapa orang dengan salah menuduh kita mengatakan bahwa Kristus selalu berubah, dan kemudian mereka mengutip Ibrani 13:8, memakainya dalam usahanya untuk membuktikan bahwa Kristus tidak mungkin menjadi Roh pemberi-hayat di dalam kebangkitan. Pemakaian Ibrani 13:8 dengan cara demikian menunjukkan bahwa situasi pada hari ini sangat kasihan.

Keempat kitab ini: Efesus, Filipi, Kolose, dan Ibrani telah dipakai dengan tidak tepat dan tidak positif oleh kebanyakan orang Kristen, sehingga menghilangkan beban Paulus dalam Surat-surat Kiriman ini mengenai pelaksanaan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Mereka tidak memakai kitab-kitab ini menurut maksud penulisnya, malah banyak yang memilih ayat-ayat tertentu dan kemudian menafsir-kannya untuk mengangkat situasi yang merosot. Itu adalah satu tanda kemiskinan dari apa yang disebut gereja-gereja. Sebenarnya, situasi pada hari ini lebih buruk daripada situasi yang ada di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 21.

MENERIMA BEBAN UNTUK MELAKSANAKAN EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH

Kita telah menunjukkan bahwa selama tahun-tahun ia berada di dalam tahanan di Kaisarea, Paulus memiliki waktu untuk merenungkan situasi para agamawan Yahudi, politisi-politisi Romawi, dan kaum beriman di Yerusalem dan membandingkannya dengan wahyu yang telah ia terima dari Tuhan. Kita juga memerlukan waktu untuk merenungkan situasi pada hari ini. Saya mendorong Anda untuk merenungkan dengan tenang bukan hanya situasi politik dunia, tetapi juga situasi di dalam Yudaisme, Katholikisme, dan Protestanisme. Renungkanlah di manakah kedudukan orang-orang Kristen pada hari ini dalam hubungannya dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Tidakkah banyak orang seperti Yakobus, yang telah berkompromi dan yang mem-promosikan hal-hal yang telah ditinggalkan Allah?

Anda juga perlu merenungkan diri Anda sendiri, khususnya di mana Anda berada dalam hubungannya dengan pelaksanaan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Apakah yang ada pada hati Anda? Apakah yang telah Anda lihat mengenai visi surgawi ekonomi ilahi? Bagaimana Anda akan melaksanakan visi yang telah Anda lihat? Marilah kita semua meluangkan waktu di hadapan Tuhan supaya di-penuhi dengan beban tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah. Begitu kita dipenuhi dengan beban ini, maka seperti Paulus, kita harus siap untuk melaksanakannya.

Kita bersyukur kepada Tuhan untuk Surat Efesus, Filipi, Kolose, dan Ibrani. Paulus menulis Surat-surat Kiriman ini supaya ekonomi Perjanjian Baru Allah dapat dilaksanakan. Saya harap kita semua, melalui bantuan Berita-berita dari Pelajaran-Hayat, akan dijenuhi dengan Surat-surat Kiriman ini. Saya juga berharap kita semua akan memiliki satu pandangan yang jelas tentang situasi dan keperluan pada hari ini.

Seperti yang akan kita lihat dalam Kisah Para Rasul 27-28, Paulus menghabiskan banyak waktu dari Kaisarea ke Roma. Sebaliknya, pada hari ini mudah sekali kita menyebarkan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Semoga kita semua menerima beban untuk penyebaran ekonomi Perjanjian Baru Allah dan dengan setia melaksanakan beban ini.