← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 20/24

KEBANGKITAN KRISTUS (2)

Pembacaan Alkitab

Yoh. 17:1; Rm. 1:3-4; Yoh. 1:18; Kis. 13:33; Ibr. 1:5; Yoh. 7:37-39; 1 Kor. 15:45b;

2 Kor. 3:17; Yoh. 20:17; 1 Ptr. 1:3; Rm. 8:29; Ibr. 2:11; Yoh. 12:24;

1 Kor. 10:17; Ef. 1:22-23.

Garis Besar

III. Pemuliaan hayat ilahi Kristus

IV. Penunjukan keinsanian Kristus

V. TransfigurasiNya menjadi Roh pemberi hayat

VI. Dia menghasilkan gereja

Dalam pelajaran yang lalu kita nampak dua aspek kebangkitan Kristus. Pertama, Persona Kristus dan pekerjaan penebusanNya dibenarkan dan diterima sepenuhnya oleh Allah. Kedua, Kristus memenangkan suatu kemenangan yang mutlak atas maut, alam maut, Satan, dan dunia. Mari kita melihat empat aspek lagi dari kebangkitanNya yang menakjubkan.

III. PEMULIAAN HAYAT ILAHI KRISTUS

Ketika Kristus berada di atas bumi, Dia adalah Allah yang tersembunyi di dalam tubuh fisik. Di dalam ada Allah, tetapi di luar ada daging. Ketika orang lain melihat Kristus, mereka tidak dapat melihat sesuatu yang istimewa tentang Dia (Mrk. 6:3; Yoh. 10:33). Tetapi melalui kematian dan kebangkitan Kristus, Allah yang tersembunyi di dalamNya terbebaskan dan diberitakan. Penampilan ini adalah apa yang kita sebut pemuliaan Kristus. Inilah yang didoakanNya sebelum kematianNya yaitu ketika Dia berkata, "Bapa, telah tiba saatNya, permuliakanlah AnakMu supaya AnakMu mempermuliakan Engkau" (Yoh. 17:1).

Misalnya kita memiliki bibit bunga. Walaupun di dalam hayat bibit bunga tersebut terdapat banyak kecantikan, bagaimanakah kecantikan tersebut dapat dimanifestasikan? Benih itu harus mati. Jika benih itu jatuh ke dalam tanah, mati, dan tumbuh, seluruh kecantikan yang ada di dalamnya akan termanifestasikan. Itulah kemuliaanNya, pemuliaan hayat di dalam benih itu. Demikian juga, pada suatu saat Allah tersembunyi di dalam daging Tuhan. Tuhan harus mati supaya Allah yang di dalamNya bisa terbebaskan, di manifestasikan, dan dimuliakan dalam kebangkitan.

Ketika Kristus berada di dalam daging selama tigapuluh tiga setengah tahunNya di bumi, Dia benar-benar seperti benih bunga. Walaupun Putra Allah ada di dalam Dia, tak seorangpun dapat mengenali hal ini dengan mudah. Dengan ditabur ke dalam kematian dan tumbuh dalam kebangkitan, Dia mekar---yaitu, hayat ilahi di dalamNya ditampilkan, dimuliakan sepenuhnya.

IV. PENUNJUKAN KEINSANIAN KRISTUS

Roma 1:3 dan 4 berkata: "Tentang AnakNya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh Kekudusan dinyatakan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati...Yesus Kristus Tuhan kita." Di dalam kebangkitan, Kristus dalam keinsanian ditunjuk sebagai Putra Allah. Sebelum inkarnasiNya, Kristus, sebagai Persona ilahi, sudah merupakan Putra Allah (Yoh. 1:18). Dia adalah Putra Allah sebelum inkarnasiNya, bahkan Roma 8:3 mengatakan, "Allah mengutus PutraNya sendiri." Kristus adalah Putra Allah, lalu mengapa Dia perlu ditunjuk sebagai Putra Allah melalui kebangkitan? Karena melalui inkarnasi Dia telah mengenakan daging, sifat alamiah yang tidak ada hubungannya dengan keilahian. Sebagai Persona yang ilahi, Kristus adalah Putra Allah sebelum inkarnasiNya; tetapi bagian dari Dia yang adalah Yesus dengan daging, lahir dari Maria, bukanlah Putra Allah. BagianNya itu adalah insani. Melalui kebangkitanNya, Kristus telah menguduskan dan mempertinggi sifat insaniNya, keinsanianNya; Dia ditunjuk pada waktu kebangkitanNya sebagai Putra Allah dengan sifat insani ini. jadi, dalam pengertian ini Alkitab mengatakan bahwa Dia diperanakkan sebagai Anak Allah dalam kebangkitanNya (Kis. 13:33; Ibr. 1:5).

Di dalam kebangkitanNya, Kristus masih manusia; sebagai manusia Dia telah ditunjuk sebagai Putra Allah. Ini bukanlah suatu perkara yang remeh. Inkarnasi membawa Allah ke dalam manusia, tetapi kebangkitan membawa manusia ke dalam Allah. Dikarenakan proses yang telah dilalui Kristus, seorang manusia dibawa ke dalam Keallahan. Benar, sekarang seorang manusia berada di dalam Keallahan! Kristus dalam sifat insaniNya telah ditunjuk sebagai Anak Allah.

V. TRANSFIGURASINYA MENJADI ROH PEMBERI HAYAT

Selanjutnya kita akan melihat bahwa dalam kebangkitanNya Kristus menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b). Walaupun Tuhan Yesus bangkit dengan tubuh fisik, tubuh dengan daging dan tulang (Luk. 24:39), Dia juga dibangkitkan secara rohani. Ini berarti bahwa dalam kebangkitanNya Dia ditransfigurasi menjadi Roh itu (Yoh. 7:37-39; 1 Kor. 15:45; 2 Kor. 3:17). Kita tidak dapat menjelaskan bagaimana pada waktu yang sama Dia bisa memiliki tubuh juga menjadi Roh itu, tetapi itulah yang dikatakan Alkitab. Ini adalah butir yang benar dalam Alkitab. Kita melihat bahwa Kristus sedang duduk di atas takhta di tingkat-tingkat langit dengan tubuh fisik, namun pada saat yang sama, Dia berhuni di dalam kita sebagai Roh pemberi hayat. Ekonomi Allah adalah untuk mendispensikan diriNya ke dalam kita. KematianNya menebus kita, tetapi tanpa kebangkitanNya Dia tidak dapat mendispensikan hayatNya ke dalam kita. Kita tidak hanya penuh dosa, kita juga telah mati (Ef. 2:1). Sebagai Domba Allah, Kristus dapat menebus kita. Tetapi sebagai Roh pemberi hayat Dia dapat menghidupkan dan melahirulangkan kita untuk menjadi anak-anak Allah. Kini, hari demi hari, kita dapat menikmati suplai hayat yang limpah yang ada di dalam Roh itu. Kita dapat berdoa, menyeru namaNya, dan mendoa-bacakan Firman. Sekarang oleh karena kebangkitanNya; Kristus tersedia bagi kita. Kebangkitan Kristus bukan hanya merupakan suatu kejadian yang bersejarah; itu sangat berarti bagi pengalaman dan kenikmatan batiniah kita atas Kristus.

VI. DIA MENGHASILKAN GEREJA

Kematian dan kebangkitan Kristus adalah langkah-langkah yang sangat produktif dalam ekonomi Allah: Dia melepaskan hayat ilahiNya dan memperbanyak (menyebarkan) DiriNya ke dalam banyak orang untuk membuat mereka menjadi gereja. Menurut Injil Yohanes, sebelum kebangkitanNya, Tuhan tidak pernah memanggil murid-muridNya "saudara-saudara." Istilah yang paling intim yang digunakannya adalah "sahabat-sahabat." Tetapi setelah kebangkitanNya, "Sahabat-sahabat"-Nya dilahirkan kembali menjadi "saudara-saudara"-Nya (Yoh. 20:17; 1 Ptr. 1:3). Di malam hari kebangkitanNya, Kristus kembali pada murid-muridNya sebagai Roh dan menghembuskan DiriNya sendiri ke dalam mereka untuk menjadi hayat mereka. Melalui kebangkitanNyalah Tuhan dapat membagikan DiriNya sendiri sebagai Roh pemberi hayat ke dalam semua muridNya. Melalui menerima hayatNya, mereka dilahirulangkan dan menjadi saudara-saudaraNya. Oleh karena itu, dalam kebangkitanNya, Putra tunggal menjadi "Putra Sulung di antara banyak saudara" ( Rm.8:29).

Melalui kebangkitan Kristus, hayat ilahi Bapa telah dibagikan ke dalam kita. Dengan demikian, kita semua telah menjadi putra-putra Allah dan saudara-saudara Kristus. Puji Tuhan karena Kristus, manusia-Allah itu, adalah kakak kita! Dia tidak malu menyebut kita saudara-saudaraNya (Ibr. 2:11). Betapa ajaib! Apakah Anda menyadari siapa diri Anda? Anda adalah saudara Kristus! Ini adalah prinsip yang sama seperti biji gandum yang terdapat di dalam Yohanes 12:24. Banyak saudara adalah banyak biji gandum, dan banyak biji ini dibaurkan bersama untuk membentuk gereja. Oleh karena itu 1 Korintus 10:17 memberi tahu kita bahwa "Kita sekalipun banyak adalah satu roti, satu Tubuh." Biji yang banyak itu telah menjadi satu roti, satu Tubuh. Sudah pasti satu Tubuh mengacu kepada gereja sebagai Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23). Gereja adalah gandaan dan perbanyakan Kristus.

Puji Tuhan untuk kebangkitanNya! Banyak orang Kristen berbicara banyak tentang kematian Kristus di atas salib, tetapi mereka jarang berbicara tentang kebangkitan Kristus. Ketika mereka membicarakannya, mereka hanya berbicara tentang bagaimana Tuhan bangkit dari kubur. Mereka menganggap kebangkitanNya hanya sebagai kejadian bersejarah yang terjadi dua ribu tahun yang lalu. Mereka merayakannya sehari dalam setahun. Itu terlalu dangkal! Hanya dalam dua pelajaran kita telah nampak beberapa butir yang luar biasa dari kebangkitan Kristus. Kita harus berterima kasih atas kekayaan yang menakjubkan yang telah Tuhan perlihatkan kepada kita dari FirmanNya pada hari-hari ini. Kami mendorong Anda untuk lebih menggali ke dalam perkara-perkara ini dan untuk menikmati Kristus sebagai Yang Bangkit di dalam kita.

Pertanyaan

1. Jelaskan bagaimana hayat ilahi Kristus dimuliakan!

2. Kristus adalah Putra Allah sebelum kebangkitanNya. Mengapa Roma 1:3-4 mengatakan bahwa Dia ditunjuk sebagai Putra Allah pada waktu kebangkitan?

3. Dua ayat yang mana yang dengan jelas memberitahu kita bahwa Kristus sekarang adalah Roh itu?

4. Mengapa di dalam Yohanes 1:18 Kristus disebut "Anak tunggal," tetapi di dalam Roma 8:29 disebut "Anak sulung."