KEBANGKITAN KRISTUS (1)
Pembacaan Alkitab
Yoh. 11:25; 1 Kor. 15:45b; Why. 1:17-18; Yoh. 10:17-18; Kis. 2:32; Rm. 4:25; 10:9;
Ibr. 7:16; Kis. 2:24; Ibr. 2:14; Yoh. 12:31; 1 Kor. 15:54-55.
Garis Besar
I. Pembenaran dan kepuasan Allah terhadap pekerjaan dan persona Kristus
II. Kemenangan kebangkitan Kristus
A. Atas maut dan alam maut
B. Atas Satan dan dunia
Kristus mati untuk menggenapkan penebusan dan membersihkan semua perkara-perkara negatif di dalam alam semesta. Dia telah melakukan pekerjaan yang lengkap; tak satupun yang masih belum diselesaikan. Setelah penyaliban dan penguburanNya Dia bangkit. Baik maut maupun kubur tidak dapat menahan Yang satu ini karena Dia sendiri adalah kebangkitan (Yoh. 11:25). HayatNya adalah hayat yang menaklukkan maut dan menundukkan maut Bahkan hayat ini adalah hayat yang menelan maut (1 Kor. 15:45): semakin banyak maut yang dia hadapi, semakin dia menjadi hidup. Oleh karena itu Tuhan Yesus berkata, "Aku adalah...Yang Hidup Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut" (Why. 1:17-18).
Yang Hidup yang telah masuk ke dalam maut ini adalah Allah juga manusia. bahkan setelah kebangkitanNya, Dia masih Allah dan manusia. KebangkitanNya memiliki makna yang luar biasa. Di dalam pelajaran ini kita akan melihat bahwa kebangkitan Kristus adalah pembenaran dan kemenanganNya.
I. PEMBENARAN DAN KEPUASAN ALLAH
PADA PEKERJAAN DAN PERSONA KRISTUS
Di satu pihak, Kristus adalah Allah; sebagai Allah Dia memberikan nyawaNya dan menerimanya kembali (Yoh. 10:17-18). Di pihak lain, Dia ini adalah seorang manusia yang dibangkitkan Allah dari kematian (Kis. 2:32; 3:15). Kebangkitan manusia Yesus Kristus menunjukkan persetujuan Allah pada Persona dan pekerjaanNya. Sejak masa mudaNya Yesus dikasihi Allah (Luk. 2:52). Allah membenarkan penyaliban Kristus dengan membangkitkanNya dari kematian. Ini berarti semua yang telah diperbuat oleh Kristus diterima dan dihargai Allah Bapa.
Dalam Adam kita dikutuk untuk mati karena upah dosa adalah maut (Rm. 6:23). Tetapi Kristus mati sebagai pengganti kita: Dia dengan penuh membayar harga bagi dosa-dosa kita. Bagaimana kita tahu bahwa Allah telah menerima pembayaran Kristus? KebangkitanNya adalah "tanda terima" kita, yang membuktikan bahwa Allah telah sepenuhnya menerima pembayaran Kristus bagi dosa-dosa kita. Misalnya seorang penjahat dijatuhi hukuman penjara untuk sejangka waktu. Bagaimana kita dapat mengetahui apakah dia telah menjalani hukumannya? Kita akan tahu pada saat dia dibebaskan. Oleh karena itu kebangkitan mengakhiri kematian. Melalui percaya dalam Kristus, kita tidak lagi merupakan orang-orang berdosa yang sangat kasihan. Kita mutlak dibenarkan, diperkenan oleh Allah sesuai dengan standar kebenaranNya. Tidak hanya demikian, sebagai Yang Bangkit, Dia juga berada di dalam kita untuk memperhidupkan suatu kehidupan bagi kita yang dapat dibenarkan oleh Allah dan selalu dapat diterima Allah. Oleh karena itu, Roma 4:25 mengatakan bahwa Kristus dibangkitkan karena pembenaran kita. Sebenarnya, bagi keselamatan kita, hal utama yang kita percayai adalah kebangkitan Kristus (Rom. 10:9).
II. KEMENANGAN KEBANGKITAN KRISTUS
Di samping Allah, maut adalah hal yang paling berkuasa di alam semesta. Tak seorang pun dapat menolak maut. Tak seorangpun, kecuali Tuhan Yesus. Dialah satu-satunya yang telah masuk ke dalam maut dan keluar hidup-hidup, tak pernah kembali kepada maut. Dia adalah Allah juga kebangkitan (Yoh. 1:1; 11:25), memiliki hayat yang tidak dapat binasa (Ibr. 7:16). Karena Dia adalah Yang hidup selamanya, maut tidak dapat menahan Dia. Dia memberikan DiriNya kepada maut, tetapi maut tidak mempunyai jalan untuk menahanNya (Kis. 2:24).
A. Atas Maut dan Alam Maut
Tuhan Yesus berada di dalam wilayah maut selama tiga hari. Dia memperhatikan maut dan menemukan bahwa maut tak berkuasa menahanNya. Sehingga pada hari yang ketiga Tuhan Yesus meninggalkan maut. Dia mungkin telah berkata, "Maut, Aku telah menyelesaikan misiKu; engkau tidak dapat melakukan apa-apa terhadapKu dan Aku tidak takut padamu. Sekarang adalah saatnya bagiku untuk meninggalkan wilayahmu. Aku tidak sedang tergesa-gesa. Aku bisa tinggal di sini sehari lagi apabila Aku mau, tetapi sekarang adalah saatnya untuk pergi." Dia tidak takut kepada maut, melarikan diri dari kubur; sebaliknya, Dia dengan tenang meluangkan waktu untuk menggulung kain peluhNya dan meletakkan mereka dengan rapi (Yoh. 20:7). Sungguh suatu kesaksian akan kemenanganNya atas maut!
Dalam kebangkitanNya, Tuhan Yesus juga mengambil otoritas maut dan alam maut. Inilah sebabnya dalam Wahyu 1:18 Tuhan berkata, "Aku memegang segala kunci maut dan alam (kerajaan) maut." Karena manusia jatuh ke dalam dosa, maut masuk dan sekarang sedang bekerja di atas bumi untuk mengumpulkan seluruh umat manusia. Maut menyerupai sebuah pengki yang digunakan untuk mengumpulkan debu dari lantai, dan alam maut menyerupai tong sampah. Apa saja yang dikumpulkan pengki dimasukkan ke dalam tong sampah. Maka, maut adalah kolektor dan alam maut adalah penjaga. Maut dan alam maut telah mencoba sekuat tenaga, tetapi mereka tidak dapat menahan Kristus di dalam wilayah mereka. Puji Tuhan, maut tunduk kepadaNya dan alam maut ada di bawah pengendalianNya. Haleluya! Kristus memegang segala kunci maut dan alam maut.
B. Atas Satan dan Dunia
Kebangkitan Kristus juga merupakan suatu kesaksian akan kemenanganNya atas Satan dan dunia. Dalam ketersalibanNya Kristus membereskan Satan. Ibrani 2:14 mengatakan bahwa "oleh kematianNya Dia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut." Juga ketika Tuhan berbicara kepada murid-muridNya tentang ketersalibanNya yang mendatang, Dia berkata, "Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia akan dilemparkan ke luar" (Yoh. 12:31). Tuhan tidak hanya membereskan Satan, tetapi juga sistem Satan, dunia. Kristus dengan jaya keluar dari maut dan alam maut setelah menyelesaikan tugas yang demikian besar di atas salib. Tetapi Satan dan dunia tidak selamat. Kristus mengalahkan mereka melalui kematianNya dan meninggalkan mereka di dalam kubur. KebangkitanNya adalah demonstrasi kemenangan itu.
Apakah anda terkesan dengan kebangkitan Kristus? Kita telah mengalahkan musuh yang terkuat---maut. Kadang-kadang anda mungkin merasa sepertinya Anda mati dan dikubur. Tetapi ingatlah Tuhan Yesus. Dia benar-benar masuk ke dalam maut dan alam maut, dan keluar dengan jaya. Situasi Anda tidak akan pernah lebih buruk dibandingkan yang telah dialami Tuhan Yesus. Sekarang, Yang Hidup ini berada di dalam rohmu. Ketika Anda merasa tertekan dan lemah, jangan berdoa supaya Tuhan menguatkan Anda. Apa yang perlu Anda lakukan adalah dengan berani memproklamirkan, "Kristus telah bangkit! Dia telah mengalahkan maut dan alam maut. Puji Dia, Dia adalah Pemenang!" Setelah doa yang demikian, Anda akan memproklamirkan seperti yang dilakukan Paulus: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (1 Kor. 15:54-55). Puji Tuhan! Kematian tidak dapat menahan Kristus; juga tidak dapat menahan mereka yang berada di dalamNya.
Pertanyaan