KEMATIAN KRISTUS SEBAGAI SEORANG MANUSIA-ALLAH
Pembacaan Alkitab
Rm. 3:23; 6:23; Ibr. 9:22; 2:14; 4:15; 1 Ptr. 1:19; Ibr. 9:12;
Mat. 27:46; 3:16-17; 1 Ptr. 3:18.
Garis Besar
I. Mati sebagai seorang manusia
A. Memperoleh darah manusia
B. Tanpa dosa
II. Mati sebagai Allah
A. Untuk penebusan kekal
B. Untuk memberikan hayat kekal
III. Bidah mengenai Kristus
IV. Kristus adalah Allah secara esensi dan memiliki Roh secara ekonomi
Kejatuhan manusia mencipkan suatu dilema yang besar bagi Allah. Manusia adalah inti kedambaan Allah, dijadikan untuk mengekspresikan Dia. Namun karena dosa manusia, kebenaran Allah menuntut manusia untuk dihukum. Di dalam pelajaran ini kita akan melihat bahwa cara pemecahan Allah terhadap dilemaNya sungguh sempurna dan tuntas. Tuhan Yesus adalah Persona yang unik yang layak untuk mati bagi penebusan kita.
I. MATI SEBAGAI SEORANG MANUSIA
A. Memperoleh Darah Manusia
Semua manusia telah berdosa dan upah dosa adalah maut (Rm. 3:23; 6:23). Untuk dosa manusia, Allah menuntut bayaran darah manusia. Ibrani 9:22 mengatakan, "Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." Inilah sebabnya mengapa Tuhan Yesus harus menjadi seorang manusia. Darah manusialah yang dituntut, sehingga Allah harus memperoleh darah yang demikian. Allah tidak mempunyai darah; tetapi melalui inkarnasiNya, Dia mengambil darah dan daging (Ibr. 2:14). Sebagai manusia Yesus, Dia dapat menumpahkan darah manusia yang sejati demi kita.
B. Tanpa Dosa
Allah tidak saja harus menjadi manusia, tetapi seorang manusia tanpa dosa. Apabila Yesus memiliki dosa, sekalipun hanya satu, Dia tidak akan pernah dapat mati bagi dosa-dosa orang lain karena Dia harus mati bagi dosaNya sendiri. Oleh karena itu Kristus tidak mengenal dosa (2 Kor. 5:21; Ibr. 4:15). Dia dibuat hanya serupa dengan daging yang dikuasai dosa (Rm. 8:3). Dia tanpa noda atau cacat (1 Ptr. 1:19). Dari sini kita dapat nampak bahwa Kristus benar-benar memenuhi syarat untuk mati bagi manusia. Dia dapat menumpahkan darah insani dan Dia dapat mati bagi orang lain karena Dia tidak memiliki dosa.
II. MATI SEBAGAI ALLAH
A. Untuk Penebusan Kekal
Namun jika Yesus hanyalah seorang manusia yang tidak berdosa, kita masih akan memiliki problem yang besar. KematianNya hanya berguna bagi satu orang manusia saja; malah, kematian itu hanya berguna bagi satu dosa saja. Akan kami jelaskan. Allah menuntut manusia untuk mati karena dosa---sekalipun hanya satu dosa. Misalnya di dalam sepanjang hidup Anda, Anda hanya melakukan satu dosa saja. Sebagai manusia yang tidak berdosa, Yesus dapat mati sebagai pengganti untuk dosa itu. Tetapi jika Anda berdosa lagi, Anda harus mati karena dosa yang kedua itu. Baiklah, Anda tahu bahwa di dalam penghidupan Anda, Anda telah berdosa lebih dari sekali! Bagaimanakah satu orang manusia, Yesus, dapat mati bagi semua dosa Anda dan bagi semua dosa umat manusia? Dan bagaimanakah kematian itu dapat bekerja bagi kita dua ribu tahun setelah kematianNya?
Kami telah menunjukkan sebelumnya bahwa walaupun Kristus menjadi manusia, Dia masih tetap Allah. Dia adalah manusia sejati, namun juga Allah yang lengkap. Sebagai Allah, Dia telah menambahkan elemen kekal pada darah penebusanNya. Ibrani 9:14 mengatakan bahwa Tuhan oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan DiriNya sendiri. Dia telah menggenapkan penebusan kekal bagi kita (Ibr. 9:12). Sekarang darah Yesus berlaku bagi semua orang dari segala zaman. Darah itu dapat membasuh setiap dosa dosa setiap manusia di bumi.
B. Untuk Memberikan Hayat Kekal
Tetapi sasaran pekerjaan Tuhan bukanlah penebusan itu saja. Sasaran akhirNya adalah untuk mendispensikan hayat ilahiNya ke dalam manusia. Inilah aspek kematian Kristus sebagai biji gandum, yang telah kita lihat sebelumnya. Siapakah yang dapat memberikan kepada manusia hayat yang ilahi dan kekal kecuali Allah sendiri? Inilah alasan yang kedua mengapa Kristus harus sebagai Allah: hanya Allah yang dapat melepaskan hayat ilahi ke dalam manusia.
Puji Tuhan Yesus! Dia adalah manusia-Allah yang unik. Tidak seorangpun dapat melakukan apa yang telah Dia lakukan bagi kita. Sebagai manusia tanpa dosa, Dia layak untuk menumpahkan darahNya bagi kita. Sebagai Allah, Dia telah menjadikan kematianNya berlaku selamanya. Dia telah menggenapkan penebusan kekal dan Dia telah membebaskan hayat ilahi Allah ke dalam kita.
III. BIDAH MENGENAI KRISTUS
Jika kita jelas mengenai butir-butir yang sebelumnya, kita akan menyadari betapa suatu kesalahan yang serius untuk mengatakan bahwa Kristus bukanlah manusia yang riil atau bahwa Dia bukanlah Allah. Jika salah satu di antaranya adalah benar, maka pekerjaan penebusan Kristus akan sama sekali dibatalkan. Kita semua akan binasa.
Namun, betapapun mustahilnya ajaran itu, di dalam seluruh sejarah Kekristenan ada orang-orang yang mengajarkan bidah yang demikian. Bahkan hari ini ada yang mengatakan bahwa Kristus adalah Allah tetapi bukanlah manusia yang sesungguhnya. Jika itu benar, berarti Kristus tidak dapat menumpahkan darah insani bagi dosa manusia. Yang lain berkata Kristus adalah manusia tetapi bukan Allah, dan Dia mati hanya sebagai seorang martir. Jika benar demikian, kematianNya tidak akan berlaku untuk selamanya dan Dia tidak akan pernah dapat menaruh hayat Allah ke dalam kita. Ada juga yang mengatakan bahwa Kristus bukan Allah juga bukan manusia tetapi suatu jenis yang ketiga. Ini sama menggelikannya dengan ajaran-ajaran lain itu. Alkitab tidak pernah memberikan dasar pada bidah-bidah yang demikian. Sekarang Anda seharusnya sangat jelas bahwa Tuhan Yesus itu benar-benar Allah dan benar-benar manusia. Dia adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sejati. Dia adalah manusia-Allah. KematianNya adalah penggenapan penebusan bagi seluruh umat manusia.
IV. KRISTUS ADALAH ALLAH SECARA ESENSI
DAN MEMILIKI ROH SECARA EKONOMI
Pengajaran-pengajaran bidah tentang Kristus timbul dari pemahaman yang tidak memadai akan gambaran Alkitab tentang Dia. Matius 27:46 adalah satu ayat yang secara khusus telah membingungkan orang-orang. Di atas salib, menjelang kematianNya, Tuhan berteriak, "AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Orang-orang telah menyalahgunakan ayat ini untuk mengatakan bahwa Kristus bukanlah Allah karena Allah telah meninggalkan Dia di atas salib. Mereka juga mungkin menujukkan Matius 3, di mana Roh Kudus turun ke atas Yesus pada pembaptisanNya. Mereka bertanya, "Jika Yesus adalah Allah, mengapa Dia membutuhkan Roh Kudus turun ke atasNya?" Pertanyaan sejenis ini dapat dijawab secara tepat dengan apa yang dikatakan Alkitab.
Karena Tuhan dikandung dari Roh Kudus, Dia memiliki esensi ilahi (Pelajaran Empatbelas). Anda dapat mengatakan bahwa Dia memiliki Roh Kudus sebagai esensiNya, sebagai bagian dari DiriNya. Secara esensi Dia adalah Allah. Lalu mengapa pada waktu pembaptisanNya Roh Kudus turun ke atas Dia? Ini diperlukan bagi Tuhan Yesus untuk melaksanakan pekerjaanNya. PembaptisanNya adalah permulaan dari ministriNya yang tiga setengah tahun di atas bumi. Selama waktu itu Dia melakukan banyak pekerjaan yang menakjubkan seperti mengajar dan melakukan banyak mujizat. Di dalam keempat Injil Dia menyembuhkan yang sakit dan lumpuh; Dia memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan; Dia mengusir roh-roh jahat keluar dari orang-orang dan meredakan angin ribut dan laut yang bergelora; bahkan Dia membangkitkan yang mati. Untuk melakukan semua perkara-perkara ini Dia memerlukan otoritas dan kuasa Roh Kudus. Kita menyebut aspek Roh ini "Roh ekonomi." Ini adalah Roh yang diterima Yesus pada waktu pembaptisanNya. Dia memiliki Roh secara esensi untuk hayat pada waktu kelahiranNya dan Dia menerima Roh secara ekonomi untuk kuasa pada waktu pembaptisanNya.
Ketika Yesus disalibkan di atas salib, dosa-dosa ras manusia dikenakan padaNya; Dia dibuat menjadi dosa karena kita (1 Ptr. 2:24; 2 Kor. 5:21). Kebenaran Allah menghakimi Yesus bagi dosa-dosa manusia. Pada saat itu, Allah melihat semua dosa dunia pada Yesus. Allah Kudus harus pergi (berpaling), dan Roh ekonomi meninggalkan Yesus. Maka Yesus berteriak, "AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
Kemudian kita membaca di dalam 1 Petrus 3:18 bahwa, di atas salib, Kristus "dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh." Ketika Yesus mati di atas salib bagi orang-orang berdosa,secara ekonomi Allah meninggalkan Dia. Tetapi menurut ayat ini, Allah melewati penyaliban bersama Dia secara esensi. Manusia-Allah ini dimatikan dalam daging insaniNya, tetapi dihidupkan dalam roh ilahiNya. Dari kelahiran sampai kematian, Dia memiliki esens Allah. Diri esensiNya tidak pernah berubah; dalam esensNya Dia masih Allah dan masih manusia.
Ini seharusnya menolong kita untuk memahami siapakah Kristus di atas salib: Dia adalah Allah juga manusia. Kita tidak seharusnya ragu bahwa Tuhan Yesus adalah benar-benar dan secara unik memenuhi syarat untuk mati bagi umat manusia. Puji Dia untuk kematianNya yang menakjubkan sebagai manusia-Allah! Karena penggenapanNya di atas salib kita telah diselamatkan dan sedang diselamatkan. Haleluya!
Pertanyaan
1. Terangkan makna Kristus mati sebagai seorang manusia. Sebagai Allah.
2. Diskusikan akibat dari pengajaran bidah yang menyatakan bahwa Kristus adalah Allah tetapi bukan manusia atau manusia tetapi bukan Allah.