← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 21/24

KENAIKAN KRISTUS

Pembacaan Alkitab

Ef. 4:8; Mrk. 16:19; Ibr. 2:9; Flp. 2:9; Kis. 2:36; Why. 1:5; Ef. 1:22; Kis. 5:31; Why. 19:16; Kis. 7:55-56; Why. 2:1; 5:6; Ibr. 4:14-15; 7:25.

Garis Besar

I. Dijadikan Tuhan

II. Dijadikan Kristus

III. Pelantikan Tuhan

IV. Ministri surgawi Kristus

A. Kristus sebagai Penguasa

B. Kristus sebagai Kepala

C. Kristus sebagai Imam Besar kita

V. Kerjasama kita

Setelah kebangkitanNya, Kristus naik ke tingkat-tingkat langit kepada Allah Bapa. Ini adalah langkah besar yang terakhir dari proses yang Dia lalui. Efesus 4:8 mengatakan Dia "naik ke tempat tinggi." Sekarang Kristus berada di tempat yang paling tinggi di alam semesta. Markus 16:19 mengatakan bahwa Tuhan "terangkat ke langit dan duduk di sebelah kanan Allah." Duduk di sebelah kanan Allah berarti Kristus berada pada tempat yang paling terhormat dan otoritas paling tinggi. Di sana Dia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Ibr. 2:9), ditinggikan jauh di atas segala sesuatu, dan telah menerima nama di atas segala nama (Flp. 2:9).

I. DIJADIKAN TUHAN

Dalam kenaikanNya, Kristus dijadikan Tuhan (Kis. 2:36), Penguasa atas raja-raja di bumi (Why. 1:5), juga sebagai Kepala di atas segala yang ada (Ef. 1:22). Ini berarti bahwa Dia adalah Penguasa alam semesta, yang berkuasa di atas takhta pemerintahan Allah. Dia adalah tuan tanah atas seluruh alam semesta! Mungkin Anda tidak begitu terkesan akan hal ini. Anda mungkin berpendapat bahwa karena Kristus adalah Allah, Pencipta, Dia sudah merupakan Tuhan dan Penguasa alam semesta. Tetapi Anda harus menyadari bahwa Kristus yang adalah Tuhan hari ini bukan hanya Tuhan yang menciptakan alam semesta. Kristus yang adalah Tuhan hari ini adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Dalam kebangkitan dan kenaikanNya, Dia masih merupakan seorang manusia. Jadi sekarang, ada seorang manusia di tingkat-tingkat langit, ditinggikan dan ditetapkan sebagai Tuhan atas alam semesta!. Allah mudah bagi kita untuk mempercayai bahwa Allah Pencipta adalah Tuhan. Tetapi dapatkah Anda percaya bahwa manusia Yesus, tukang kayu yang miskin, kini berada di atas takhta atas seluruh alam semesta? Seorang manusia kecil dari desa kecil Nazaret telah dijadikan Kepala atas segala yang ada!

II. DIJADIKAN KRISTUS

Kisah Para Rasul 2:36 mengatakan bahwa dalam kenaikanNya Yesus juga dijadikan Kristus. "Kristus" berarti bahwa Dia adalah Yang diurapi Allah; Dia adalah Yang ditunjuk Allah untuk menggenapkan rencana Allah. Bapa mengutus Putra untuk melakukan semua pekerjaan penebusan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan Allah. Maka, Putra disebut Kristus. Tetapi bukankah Dia sebelum kenaikanNya adalah Kristus? Ya, Dia adalah Kristus, tetapi tidak secara resmi. Dalam kenaikanNya, Tuhan secara resmi dijadikan Kristus.

III. PELANTIKAN TUHAN

Suatu cara yang baik untuk memahami kenaikan Tuhan adalah menganggapnya sebagai pelantikanNya. Apabila di Amerika Serikat seorang presiden baru telah terpilih, dia harus dilantik. Sebelum pelantikan dia adalah presiden, tetapi tidak secara resmi. Harus ada pernyataan umum, suatu pelantikan, sehingga dia resmi menjadi presiden. Kenaikan Kristus adalah sama demikian. Dia adalah Kristus dan Tuhan, tetapi itu belum resmi sampai pada kenaikanNya. Kenyataannya, Dia bukanlah Juruselamat yang resmi sampai kenaikanNya (Kis. 5:31). Puji Tuhan atas kenaikanNya! Yesus orang Nazaret yang kecil kini menjadi Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan (Why. 19:16). Ketika Presiden Amerika Serikat dilantik, ribuan orang berpawai melalui Washington, D.C. Siapa yang tahu berapa banyak malaikat yang berpawai di tingkat-tingkat langit ketika Yesus dilantik menjadi Tuhan atas segala yang ada!

IV. MINISTRI SURGAWI KRISTUS

Di atas bumi Tuhan Yesus pasti memiliki penghidupan yang berbuah. Kita menyebut pekerjaanNya di atas bumi sebagai ministriNya di atas bumi. Melalui inkarnasi, penghidupan insani, kematian, dan kebangkitan, Tuhan sepenuhnya menggenapkan pekerjaan penebusan. Inilah sebabnya mengapa kita membaca banyak ayat Alkitab yang mengatakan bahwa Kristus duduk setelah kenaikanNya. Karena ministriNya di atas bumi merupakan suatu sukses besar, Dia sekarang duduk, istirahat di sebelah kanan Allah.

Namun, ini hanya sebagian. Kristus juga memiliki suatu pekerjaan yang besar dari tingkat-tingkat langit; Dia memiliki ministri surgawi. Ketika Stefanus dilempari dengan batu, dia menatap ke langit dan melihat "Yesus berdiri di sebelah kanan Allah" (Kis. 7:55-56). Di dalam Wahyu 2:1 Yohanes melihat Tuhan berjalan di tengah-tengah tujuh kaki dian emas. Dalam Wahyu 5:6 dia melihat Tuhan sebagai Domba berdiri di tengah-tengah takhta. Jangan mengira bahwa Kristus sedang duduk di tingkat-tingkat langit tanpa melakukan apa-apa! Dia sangat aktif dalam ministri surgawiNya. Setelah dilantik ke dalam jabatan, Dia memiliki tugas-tugas yang penting. Dari berbagai jabatan yang ke dalamnya Dia dilantik pada waktu kenaikanNya, tiga yang terbesar adalah bahwa Dia adalah Penguasa atas raja-raja di bumi, Kepala atas segala yang ada bagi gereja, dan Imam Besar Agung kita.

A. Kristus sebagai Penguasa

Sebagai Penguasa atas semua raja, Kristus sedang mengatur administrasi (mengontrol dan menata) semua pemerintahan dan kejadian di bumi ini. Tujuan pengaturan ini, tidak diragukan lagi, adalah untuk penyebaran injil. Melalui cara ini umat pilihan Allah sedang dikumpulkan. Melalui mempelajari sejarah dunia kita dapat melihat bahwa jalur dari kejadian-kejadian telah ditata untuk penyebaran injil. Kalendar kita, yang digunakan di seluruh dunia, adalah berdasarkan pada kelahiran Kristus. Bahkan negara-negara atheis seperti Rusia dan China menggunakan kalendar ini, menyatakan bahwa mereka berada di bawah pengaturan pemerintahan Kristus. Menurut kalendar Kristus, kita berada dalam tahun 1985. Tanggal ini tidak mengacu kepada kaisar-kaisar Romawi atau kepada kaisar-kaisar Rusia, tetapi kepada kelahiran Kristus. Kristus kita adalah Penguasa atas seluruh bumi untuk penyebaran injilNya!

B. Kristus sebagai Kepala

Disamping kedaulatanNya atas bangsa-bangsa, Kristus juga menjalankan ke-kepala-anNya. Sebagai Kepala atas segala sesuatu bagi gereja, Dia bekerja untuk mendapatkan bejana-bejana pilihanNya. Pertimbangkanlah salah satu bejana, Saulus dari Tarsus. Kitab Kisah Para Rasul menunjukkan kepada kita berapa banyak yang diperbuat Kristus yang telah naik untuk mendapatkan Saulus. Saulus adalah bejana yang penting sekali untuk pergerakan Allah di bumi.

Jangan mengira keselamatan Anda adalah suatu perkara yang kecil. Keselamatan itu genap dikarenakan Tuhan Yesus menjalankan kekuasaanNya. Dia mengatur supaya Anda dilahirkan di negara di mana Anda lahir. Tempat kelahiran Anda itu bukan bersifat kebetulan, tetapi di bawah administrasiNya. Anda dilahirkan di negara yang tepat, kota yang tepat, keluarga yang tepat. Pada waktu yang tepat Dia membawa Anda kepada DiriNya. Mungkin Anda tinggal di Amerika, China, Eropa atau Amerika Selatan. Pada suatu hari Dia mengatur supaya Anda berada pada satu tempat tertentu, kemudian Anda bertobat, percaya, dan diselamatkan. Apabila Anda berada di Moskow, kesempatan untuk diselamatkan dan sekarang sedang membaca pelajaran ini mungkin belum sampai pada Anda. Di bawah kekuasan Rajalah Anda diselamatkan!

C. Kristus sebagai Imam Besar Kita

Kristus yang telah naik juga sedang melayani keperluan batini kita. Pada masa Perjanjian Lama, imam besar melayani Allah atas nama umatNya. Ibrani memberitahu kita bahwa Kristus adalah Imam Besar kita yang dapat merasakan kelemahan-kelemahan kita (4:14-15). Karena Kristus telah menjadi manusia, Dia secara menyeluruh mengetahui titik kelemahan dan problem-problem kita. Tetapi Dia juga adalah Allah, yang tersusun berdasarkan kuasa hayat yang tidak dapat binasa (Ibr. 7:16). Oleh karena itu dalam situasi apa pun Dia sanggup merawat kita (Ibr. 7:25).

Setiap jam kita sungguh memerlukan Dia. Dari jam ke jam kita tidak tahu peristiwa-peristiwa apa yang akan kita hadapi. Kadang-kadang kesulitan datang menimpa kita dan kita menjadi cemas. Sebelum kita diselamatkan, kecemasan-kecemasan ini tidak berakhir. Tetapi kini, ketika pikiran-pikiran yang cemas timbul, kita segera merasakan suatu penghiburan yang menyejukkan, berkata kepada kita, "Mengapa engkau tidak berdoa? Engkau tak perlu kuatir." Kristus mulai berdoa bagi kita, dan ini merupakan akibat yang dihasilkan. Kemudian kita menanggapiNya, "Terima kasih kepadaMu, Tuhan. Engkau memikul kecemasanku. Segala perawatanku berada di tanganMu." Hanya beberapa perkataan yang pendek dan kecemasan tersebut diangkat! Kita dapat menikmati Dia. Ini adalah doa keimaman Kristus bagi kita. Hal tersebut tidak berakhir. Kita seharusnya memiliki banyak pengalaman diingatkan, dihibur, dikuatkan, bahkan dipikul oleh Imam Besar kita.

V. KERJASAMA KITA

Kristus lebih dari bersyarat untuk jabatan-jabatan agung yang Dia pegang dalam ministri surgawiNya. Dia bekerja siang dan malam. Dia mengontrol setiap peristiwa di bumi---dari kebangkitan dan kejatuhan bangsa-bangsa sampai guru bahasa Inggris yang Anda peroleh. Semua ini adalah supaya Dia dapat melaksanakan tujuan kekal Allah yang besar. Namun tanpa kerja sama kita, Kristus yang telah naik hanya mampu berbuat sedikit. Dia adalah Kepala kita yang agung tapi kita adalah TubuhNya. Di atas bumi, Dia dapat bergerak hanya melalui kita, anggota-anggotaNya. Ini adalah suatu perkara yang sangat serius. Kristus memerlukan kerjasama kita.

Dia damba semua manusia diselamatkan tetapi Dia tidak dapat menyelamatkan mereka kecuali jika kita berbicara kepada mereka. Dalam hal ini, Allah yang perkasa tidak dapat berbuat apa-apa kecuali jika kita bekerjasama denganNya. Betapa tanggung jawab yang besar, tetapi merupakan suatu hak yang istimewa! Kita dapat menjadi mereka yang membiarkan Allah bergerak di bumi untuk penggenapan tujuan kekalNya! Kita adalah V.I.P. di alam semesta. Tetapi kita harus setia untuk bekerja sama denganNya.

Pertanyaan

1. Seberapa menakjubkankah Yesus dijadikan Tuhan, Kepala atas segala sesuatu. Mengapa?

2. Bagaimana kenaikan Tuhan merupakan pelantikanNya?

3. Apakah ketiga jabatan terbesar yang kepada mereka Kristus dilantik pada kenaikanNya? Bagaimana Dia melayani di dalam jabatan-jabatan ini?

4. Sebagai Tuhan atas segala sesuatu, dapatkah Kristus melakukan segala sesuatu seorang diri saja? Apakah Dia memerlukan bantuan? Siapakah yang membantuNya? Bagaimana mereka dapat membantu?