← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 15/24

PENGHIDUPAN INSANI KRISTUS

Pembacaan Alkitab

Yoh. 1:45; Mat. 13:54-56; 9:10-11; Yoh. 4:6-7; 11:33, 35; Luk 2:51; Mrk 10:45; Mat 11:29; Yoh. 6:57; 5:30; Mat 12:28; 2 Tim. 2:22.

Garis Besar

I. Kristus adalah manusia sejati

II. Kristus adalah manusia yang sempurna dan terbaik

A. Kepatuhan

B. Pelayanan

C. Tidak memiliki penampilan kejahatan

D. Memiliki kepribadian yang paling baik

III. Keilahian diekspresikan melalui keinsanian

IV. Hidup oleh Bapa dan oleh Roh Kudus

V. Keinsanian yang tepat untuk gereja

Kita telah nampak bahwa melalui inkarnasi Allah yang perkasa menjadi manusia. Yesus adalah Allah Tritunggal yang diwujudkan dalam daging. Dari kelahiran hingga kematianNya Tuhan hidup di bumi selama kira-kira tigapuluh tiga setengah tahun. Kehidupan Tuhan yang dilukiskan di dalam keempat Injil menunjukkan kepada kita bahwa Dia hidup sebagai seorang manusia sejati. Lebih jauh lagi, penghidupan insaniNya itu sempurna, tanpa cacat. PenghidupanNya sesuai dengan standar yang paling baik dan paling tinggi. Di dalam pelajaran ini kita akan melihat bagaimana keinsanian Kristus merupakan contoh bagi penghidupan insani kita.

I. KRISTUS ADALAH MANUSIA SEJATI

Kita telah melihat sebelumnya bagaimana inkarnasi Kristus menunjukkan bahwa Dia adalah manusia sejati. Masa kecil dan pertambahan usiaNya juga membuktikan bahwa Dia sungguh-sungguh adalah manusia. Sebagai bayi, Yesus disunat, diberi nama, dan dipersembahkan kepada Allah pada hari kedelapan. Hukum Yahudi mengharuskan hal ini untuk semua anak laki-laki Yahudi. Filipus melihat Dia sebagai "anak Yusuf, dari Nazaret," seorang manusia yang riil (Yoh. 1:45). Orang-orang sekampung halamanNya menyebut Dia "orang ini." Mereka mengenal Dia sebagai "anak tukang kayu," dengan seorang "ibu," "saudara-saudara," dan "saudaa-saudara perempuani" (Mat. 13:54-56). Fakta-fakta ini dengan kuat membuktikan bahwa Dia adalah manusia, tidak ada sedikitpun perbedaannya dengan manusia biasa. Dia makan dengan orang-orang (Mat. 9:10-11; Luk. 7:36; Yoh. 12:2). Dia, "letih oleh perjalanan" dan haus, meminta minum kepada seorang perempuan (Yoh. 4:6-7). Dia "menangis" sebagaimana mereka yang hadir pada waktu itu juga menangis (Yoh. 11:33, 35). Semua perbuatan-perbuatan ini membuktikan Dia adalah manusia.

II. KRISTUS ADALAH MANUSIA YANG SEMPURNA DAN TERBAIK

Di satu pihak Dia adalah biasa, tapi di pihak lain Dia adalah unik. Setiap bagian dari penghidupan insani Yesus mutlak tepat dan sempurna.

A. Kepatuhan

Kitab Lukas memberitahu kita bahwa ketika Yesus berumur duabelas tahun, Dia tahu bagaimana memelihara keinginan BapaNya dan pada saat yang sama patuh kepada orang tua alamiahNya. Dia menjelaskan kepada orang tuaNya mengapa Dia tinggal di bait suci, tapi Dia masih tetap patuh kepada mereka. Dia bertanya, "Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah BapaKu?" (Luk.2:49). Namun ayat 51 mengatakan bahwa Dia pergi bersama mereka dan patuh kepada mereka. Beberapa orang muda mungkin berkata, "Saya adalah untuk Allah!"; tapi di rumah mereka tidak patuh kepada orang tua mereka. Ini bukan keinsanian Yesus yang baik, yang seimbang.

B. Pelayanan

Di dalam Markus 10:45 Tuhan berkata, "Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani." Banyak orang, khususnya beberapa orang muda yang tinggal di rumah, ingin dilayani, tapi mereka tidak pernah melayani. Mereka tidak membersihkan rumah; mereka tidak mencuci piring; mereka tidak merawat pakaian mereka; bahkan mereka tidak membereskan tempat tidur mereka; mereka tidak melakukan apapun juga. Mereka hanya suka makan, tidur, dan bersenang-senang. Ini bukanlah keinsanian Yesus. Keinsanian Yesus adalah keinsanian yang melayani, bukan untuk dilayani. Kita memerlukan roh yang seperti itu untuk melayani orang lain dengan tekun.

C. Tidak Memiliki Penampilan Kejahatan

Di dalam ministriNya, Tuhan berhubungan dengan banyak jenis orang. Meskipun Dia sangat memperhatikan keselamatan mereka, Dia selalu berhubungan dengan mereka dengan cara yang tidak menampilkan penampilan kejahatan. Di dalam Yohanes 3, Yesus bersedia untuk menemui seorang pemimpin agama di tengah malam. Tetapi di dalam pasal 4, ketika Dia berbicara dengan seorang perempuan, Dia melakukannya di siang hari, di tempat yang sangat terbuka dan umum. Dia sangat berhati-hati bukan hanya untuk menghindari kejahatan, tetapi juga untuk menghindari sekedar penampilan kejahatan. Dia lebih daripada tepat ketika Dia berhadapan dengan lawan jenis. Jenis keinsanian yang tepat seperti ini sangat diabaikan dan bahkan dicemoohkan dalam masyarakat hari ini. Sebagai akibatnya, banyak orang muda telah jatuh ke dalam perangkap asusila yang merusak.

D. Memiliki Kepribadian yang Paling Baik

Kepribadian Tuhan adalah yang paling baik. Dia lemah lembut dan rendah hati (Mat. 11:29). Dia tidak mengatakan bahwa Dia lemah lembut dan rendah hati di dalam penampilan, tapi di dalam hati. Dia begitu lemah lembut sehingga anak-anak kecil pun dapat datang kepadaNya (Mat. 19:14). Dia demikian rendah hati sehingga seorang wanita yang hina dan berdosa boleh datang dan menangis di kakiNya (Luk. 7:38-39). Dia begitu lemah lembut sehingga Yohanes, seorang murid, dapat bersandar di dadaNya selama makan bersama (Yoh. 13:23). Namun Dia membalikkan meja-meja penukar uang yang jahat di bait (Mat. 21:12-13). Dia juga tahu saat untuk bergembira dan saat untuk menangis. Dia bergembira dalam kehendak Bapa (Luk. 10:21), tapi Dia menangisi keadaan umat Allah (Luk. 19:41). Dalam segala hal manusia Yesus ini begitu baik dan seimbang.

III. KEILAHIAN DIEKSPRESIKAN MELALUI KEINSANIAN

Kita akan memerlukan banyak pelajaran untuk mempertimbangkan setiap aspek kehidupan Yesus. Semakin kita membaca tentang Dia semakin kita akan terpikat padaNya. Bagaimanakah seseorang dapat memiliki penghidupan insani yang demikian sempurna? Hanya dengan menjadi seorang manusia-Allah. Tuhan Yesus bukan hanya seorang manusia yang baik; Dia adalah seseorang yang dipenuhi Allah. KeilahianNya terekspresi melalui keinsanianNya. Inilah sebabnya kita begitu terpesona oleh kebaikan, keindahan dan keseimbangan keinsaniNya. KehidupanNya tidak dapat ditiru. Untuk menempuh penghidupan seperti yang dilakukan Yesus, Anda harus dipenuhi dengan Allah. Tujuan Allah adalah supaya manusia dapat mengekspresikan Allah. Karena itulah Dia membuat Adam menurut gambarNya dan berkeinginan bahwa dia seharusnya makan dari pohon hayat. Jika Adam telah melakukannya, Dia tentu telah menjadi seorang manusia yang berbaur dengan Allah dan mengekspresikan Allah.

Injil Lukas menunjukkan kepada kita banyak contoh yang di dalamnya keilahian Tuhan terekspresikan di dalam kualitas keinsaniNya. Di dalam 7:11-17 kita melihat Tuhan menunjukkan rasa kasihan pada seorang ibu yang meratap melalui membangkitkan anak laki-lakinya yang mati. Ayat 12 berkata, "Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung keluar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu." Keadaan ini sangat menyedihkan, dan tak seorangpun dapat melakukan sesuatu untuk menghibur janda yang berduka itu. Mula-mula ia kehilangan suaminya, dan sekarang dia kehilangan anak tunggalnya.

Lukas 7:13-15 berkata, "Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: Jangan menangis! Sambil menghampiri usungan (peti mati) itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: Hai anak muda, Aku berkata kepadamu bangkitlah! Maka bangunlah anak itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya pada ibunya." Di sini kita melihat rasa belas kasihan Tuhan dalam perkataanNya kepada janda itu dan dalam menyentuh usungan itu. Maukah Anda menyentuh usungan di mana ada orang mati di dalamnya? Tuhan tergerak untuk melakukan ini oleh belas kasihan insaniNya. Kemudian keilahianNya terekspresikan melalui belas kasihan insaniNya ini melalui membangkitkan anak muda itu dari kematian. Di sini kita nampak bahwa Yesus, manusia-Allah itu, penuh dengan keinsanian yang tertinggi dengan keilahian.

IV. HIDUP OLEH BAPA DAN OLEH ROH KUDUS

Tuhan Yesus secara penuh memperhidupkan kehidupan insaniNya oleh Bapa (Yoh. 6:57). Walaupun Dia adalah Allah dalam daging, Dia tidak pernah mengambil posisi Allah. Dia hidup sebagai seorang manusia yang untuk Allah dan bersama Allah. Di dalam Injil Yohanes, Yesus berkata, "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari DiriKu sendiri...Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku" (5:30); "AjaranKu tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku" (7:16); "Aku tidak mencari hormat bagiKu" (8:50); "Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada Dia" (8:29b); dan "Aku dan Bapa adalah satu" (10:30).

Tuhan Yesus bekerja bukan dengan kekuatanNya sendiri tetapi oleh Roh Kudus. Dia berkata di dalam Matius 12:28, "Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah." Di dalam Lukas, Dia dipenuhi Roh, dipimpin oleh Roh, dan datang dalam kuasa Roh (4:1; 4:14). Dari butir-butir ini kita melihat bahwa penghidupan insani Tuhan sepenuhnya dalam Allah, oleh Allah, bersama Allah, dan bagi Allah.

V. KEINSANIAN YANG TEPAT UNTUK GEREJA

Allah menginginkan sekelompok orang yang dipenuhi dengan Dia dan mengekspresikan Dia---seperti Tuhan Yesus. Untuk itu kita harus mempunyai keinsanian yang tepat, yang adalah struktur dan kekuatan yang mendasar dari gereja. Setan berusaha untuk merusak tujuan Allah melalui menyerang keinsanian manusia. Khususnya dia menyerang orang-orang muda dengan keasusilaan, obat-obatan, dan penyakit mental (pikiran). Hal-hal ini dapat merusak orang-orang muda hingga titik dimana mereka menjadi tidak terpakai untuk ekspresi Allah. Kita tidak seharusnya mengabaikan taktik-taktik musuh. Sangat banyak orang muda yang telah dirusak dan bahkan dibunuh oleh obat-obatan dan alkohol.

Tuhan Yesus tinggal di dalam kita. Anda seharusnya merasakan Tuhan berkeberatan di dalam hati nurani Anda ketika Anda mulai bertindak terlalu jauh dalam hal-hal yang Anda perbuat, hal-hal yang Anda lihat, dan bahkan pakaian yang Anda kenakan. Sangat banyak hal di dalam dunia ini dirancang untuk merangsang nafsu orang-orang---nafsu yang digunakan Setan untuk merusak keinsanian. Dalam perkara-perkara seperti ini Anda tidak seharusnya terlalu "rohani," mengira bahwa Anda dapat menolak segala godaan. Pertama, larilah! Kemudian, carilah Tuhan dengan mereka semua yang berseru kepada Dia dengan hati yang murni (2 Tim. 2:22).

Hal-hal yang kita sebutkan di atas harus lebih dari jelas kepada kita. Kita juga harus menyadari bahwa bahkan kecerobohan dan kemalasan kita dapat menghalang-halangi Tuhan. Anda seharusnya merasakan Tuhan berkeberatan di dalam Anda ketika Anda melemparkan kaos kaki Anda ke lantai. Adalah lebih mudah untuk meninggalkan mereka di sana, tetapi itu bukan keinsanian manusia-Allah; itu adalah diri Anda yang malas. Apa yang akan teman-teman Anda lihat ketika mereka mengunjungi kamar Anda? Anda mungkin sering mengabarkan tentang Tuhan kepada mereka tetapi mereka hanya akan mengingat kamar Anda yang berantakan. Betapa kita perlu menikmati keinsanian Tuhan yang baik! Kita, sebagai gereja, harus sangat berbeda dari masyarakat hari ini yang terus merosot sehingga Allah dapat terekspresikan melalui keinsanian yang tertinggi.

Jangan berkata, "Saya bukan Yesus, saya tidak dapat seperti Dia. Bilamana saya sudah bertambah tua saya akan menjadi lebih baik." Tidak! Hari ini, ketika Anda nampak bahwa Anda kekurangan standar keinsanian Yesus, Anda dapat terbuka kepadaNya, berseru kepadaNya, dan menerima Roh itu. Kita tidak dapat meniru penghidupan insani Tuhan, tapi penghidupan insani Tuhan itu dapat menjadi milik kita melalui kita mengambil Dia masuk ke dalam kita. Kami telah berulang kali mengatakan bahwa segala apa adanya Kristus dan segala yang telah dilakukanNya sekarang berada dalam Roh pemberi hayat. Hari ini Roh itu adalah Roh manusia Yesus. Tidak hanya ada keilahian di dalam Roh itu bahkan keinsanian Yesus juga ada. Inilah jalan untuk bertumbuh dewasa ke dalam Kristus dalam segala hal. Anda tidak dapat menjadi seperti Kristus melalui peniruan, tetapi Anda juga tidak seharusnya menantikan masa depan untuk menjadi seperti Dia. Hari ini adalah hari di mana kita dapat mengambil Dia masuk, menampilkan Dia, dan menjadi manusia yang "Yesus." KeinsanianNya yang tertinggi, terbaik, dan sempurna merupakan keperluan kita hari ini bagi kehidupan gereja. Kemudian Allah akan terekspresi melalui manusia untuk kesaksian Yesus. Bilamana kita memiliki penghidupan yang demikian, orang lain akan terjamah dan akan tertarik kepada gereja.

Pertanyaan

1. Ayat-ayat manakah yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia yang sejati?

2. Ayat-ayat manakah yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia sempurna?

3. Ayat-ayat manakah yang menunjukkan bahwa Yesus hidup oleh hayat Bapa dan bekerja dengan kuasa Roh?

4. Jelaskan bagaimana keinsanian Yesus yang tertinggi, terbaik, dan sempurna adalah keperluan kita sekarang ini bagi penghidupan gereja.