← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 14/24

INKARNASI KRISTUS

Pembacaan Alkitab

Mat. 1:20-23; Luk. 1:32, 35; 2:21-24; Mat. 1:1; 9:6; Rm. 8:3; 2 Kor. 5:21; Ibr. 4:15; Kol. 2:9; Yoh. 1:1, 14.

Garis Besar

I. Sebagai Allah

A. Kristus adalah Allah berinkarnasi

B. Kristus adalah Putra Allah

II. Sebagai manusia

A. Kristus adalah manusia

B. Kristus adalah Anak Manusia

C. Kristus menjadi daging namun tanpa dosa

III. Kristus adalah perbauran antara Allah dan manusia

Inkarnasi adalah langkah utama yang pertama yang diambil Kristus untuk menggenapkan tujuan Allah. Ketika kita mengatakan bahwa Allah berinkarnasi kita mengartikannya bahwa Allah menjadi manusia; Dia mengambil daging dan darah. Ini adalah kejadian yang sangat besar, yang paling besar di dalam seluruh sejarah manusia. Allah yang perkasa yang ada di dalam kekekalan menjadi manusia yang rendah di dalam waktu. Kristus melakukan ini bukan hanya untuk menjadi Juru Selamat kita, tapi yang lebih penting untuk membawa Allah ke dalam manusia, keilahian ke dalam keinsanian. Semakin Anda memperhatikan inkarnasi Kristus, Anda akan semakin ditakjubkan. Bayi kecil yang lahir di Betlehem itu adalah Allah seluruh alam semesta! Pengenalan yang tepat dari inkarnasi Kristus adalah langkah yang pertama dan penting bagi pemahaman kita akan Persona dan pekerjaan Kristus.

I. SEBAGAI ALLAH

A. Kristus adalah Allah Berinkarnasi

Uraian tentang pengandunagan dan kelahiran Kristus di dalam Matius dan Lukas dengan jelas menyatakan bahwa Dia adalah Allah itu sendiri. Matius 1:20-23 berkata, "Sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Immanuel, yang berarti: Allah menyertai kita."

Dalam kutipan ini ada tiga butir utama yang dengan kuat membuktikan bahwa Tuhan Yesus kita adalah Allah itu sendiri:

1) Dia lahir melalui pengandungan dari Roh Kudus. Roh Kudus adalah Diri Allah sendiri. Maka, karena Yesus lahir melalui pengandungan dari Roh Kudus, itu berarti bahwa Dia adalah Allah berinkarnasi. Roh Kudus masuk ke dalam Maria dan Yesus Putra itu keluar. Esensi Yesus adalah Allah. Pernyataan ini tepat sesuai dengan Yohanes 1:1 dan 14, yang mengatakan bahwa Dia adalah Allah yang menjadi daging.

2) Allah menetapkan namaNya supaya dipanggil Yesus. "Yesus" dalam bahasa Yunani adalah sama dengan "Yosua" dalam Ibrani (Bil. 13:16; Ibr. 4:8), yang artinya "Yehova Penyelamat." Ini memberitahu kita bahwa Yesus ini adalah Allah Yehova yang menjadi Juruselamat kita. Maka, Dia adalah Allah itu sendiri. Di dalam Perjanjian Lama Dia hanyalah Yehova saja. Tapi puji Tuhan, melalui inkarnasi Dia menjadi Yesus, Yehova Juruselamat kita!

3) Allah tidak hanya menetapkan namaNya Yesus, tetapi manusia juga memanggil Dia dengan nama Immanuel. Immanuel artinya "Allah menyertai kita." Ini juga membuktikan bahwa Dia adalah Allah. Dia yang menjadi daging dan tinggal di antara manusia adalah Allah menyertai manusia.

B. Kristus adalah Putra Allah

Ketika Yesus akan dikandung, Allah mengutus malaikat Gabriel yang berkata, "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Putra Allah Yang Mahatinggi...sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Putra Allah" (Luk. 1:32, 35). Pada seluruh Injil, Yesus dipanggil Putra Allah (Mat. 3:17; 14:33; 16:16; 27:54; Yoh. 1:34, 49). Gelar ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah ilahi dan bahwa Dia sama dengan Allah (Yoh. 5:17-18). Karena butir-butir ini kita tidak seharusnya bimbang bahwa Kristus adalah Allah yang berinkarnasi.

II. SEBAGAI MANUSIA

A. Kristus adalah Manusia

Sisi lain dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa inkarnasi itu terjadi melalui Maria, seorang dara insan. Kejadian ini memberikan Yesus esensi insan. Dia seratus persen adalah manusia. Dia adalah Allah yang telah menjadi manusia. Tetapi Dia menjadi manusia bukan dengan tiba-tiba. Dia tinggal di dalam rahim seorang wanita seperti bayi-bayi pada umumnya. Bayangkan itu! Allah dibatasi dalam rahim wanita selama sembilan bulan! Kemudian Dia dilahirkan dan dibesarkan seperti anak-anak Yahudi lainnya (Luk. 2:21-24). Segala sesuatu terjadi sesuai dengan cara manusia biasa, membuktikan bahwa Dia telah benar-benar menjadi manusia.

B. Kristus adalah Anak Manusia

Walaupun Dia adalah Putra Allah, seringkali Yesus menyebut DiriNya sendiri "Anak Manusia" (Mat. 8:20; 9:6; 26:64; Yoh. 1:51; 3:13; 6:27). Matius 1 memberikan silsilah (garis keturunan) Yesus Kristus. Dia adalah Anak Abraham dan Anak Daud (Mat. 1:1). Oleh karena itu, Yesus adalah seorang manusia sejati.

C. Kristus Menjadi Daging Namun Tanpa Dosa

Walaupun Tuhan menjadi daging, Dia tanpa dosa. Kristus dibuat "serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa" (Rm. 8:3), tetapi Dia tidak berpartisipasi dalam dosa dari daging. Semua keturunan Adam telah mewarisi sifat dosa Adam (Rm. 5:12, 19); setiap orang dilahirkan dalam dosa dalam Adam. Inilah sebabnya mengapa kelahiran Tuhan yang murni ini sangat penting. Meskipun Tuhan memiliki keserupaan dengan Adam, Dia tidak mewarisi sifat dosa Adam. Dia tidak dilahirkan dalam Adam. Dia dikandung dari Roh Kudus di dalam dara Maria. Seperti yang akan kita lihat pada pelajaran yang berikutnya, adalah penting bagi Kristus untuk tidak mengenal dosa (2 Kor. 5:21) dan tanpa dosa (Ibr. 4:15) supaya Dia menggenapkan penebusan.

III. KRISTUS ADALAH PERBAURAN ANTARA ALLAH DAN MANUSIA

Inkarnasi Kristus memiliki makna yang lebih dari kelahiran sebagai Juruselamat. Selama empat ribu tahun setelah Adam diciptakan, Allah tetap Allah, dan manusia tetap manusia. Ya, manusia memiliki hubungan dengan Allah, dan Allah kadang-kadang berkontak dengan manusia, namun keduanya tetap terpisah. Namun, ketika Kristus lahir sebagai manusia, terjadilah suatu kejadian yang aneh dan menakjubkan---Allah dibawa masuk ke dalam manusia dan dengan demikian terbentuklah perbauran antara keilahian denga keinsanian. Yesus adalah Allah dan Dia adalah manusia; Dia adalah seorang manusia-Allah.

Karena Dia dikandung dari Roh Kudus, Yesus memiliki esens ilahi; dan karena Dia dikandung di dalam seorang dara insani, Yesus memiliki esensi insani. Oleh karena itu, Dia adalah Persona yang memiliki dua esensi---ilahi dan insani---dibaurkan bersama. Tidaklah mungkin bagi pikiran alamiah kita bahwa pada suatu satu hari Allah yang Mahakuasa membaurkan DiriNya sendiri dengan manusia. Tapi ingatlah apa tujuan kekal Allah itu---Allah ingin masuk ke dalam manusia sehingga manusia bisa mengekspresikan Allah dengan penuh. Inilah perbauran itu. Jika Adam makan dari pohon hayat, dia tentu telah menjadi seorang manusia-Allah, seorang manusia yang bersatu sepenuh dengan Allah. Dia tak hanya sebagai seorang manusia yang baik tapi sebagai manusia-Allah. Walaupun Adam gagal, Kristus, melalui inkarnasiNya, menjadi mungkin yang pertama kali dibaurkan dengan Allah. Puji Tuhan! Tuhan Yesus adalah Allah Tritunggal diwujudkan dalam manusia. Seluruh kepenuhan Keallahan secara jasmani berdiam dalam Dia (Kol. 2:9).

"Pada mulanya adalah Firman...dan Firman itu adalah Allah...dan Firman itu telah menjadi daging" (Yoh. 1:1, 14). Belum pernah hal sedemikian terjadi di dalam sejarah alam semesta. Anda seharusnya sangat terkesan dengan makna inkarnasi yang besar. Sedemikian besarnya sehingga menyebabkan sejumlah besar bala tentara malaikat yang bersukacita menyambut dari sorga dan memuji Allah (Luk. 2:8-14). Empat ribu tahun setelah kejatuhan manusia, Allah menjadi Yesus (Yehova Penyelamat kita) dan Immanuel (Allah menyertai kita).

Haleluyah! Allah menyertai kita! Inkarnasi Kristus mengilhami Charles Wesley untuk menulis suatu kidung yang menakjubkan. Dua bait pertama adalah sebagai berikut

1 Dengar, m'laikat memuji,

"Mulia bagi Sang Raja";

Sejahtera di bumi;

Allah, insan, damailah.

Bangkitlah, hai, s'mua bangsa!

Ikutlah pujian sorga!

Semua memproklamirkan:

Dia lahir di Betlehem!

(Ulangi dua baris terakhir)

2 Kristuslah gambar Allah,

Kristuslah Raja Kekal,

dalam waktu, Dia datang,

lahir dari sang dara,

kenakan tubuh daging,

Allah berinkarnasi,

tinggal di tengah insan,

Yesuslah Immanuel.

(Ulangi dua baris terakhir)

(Kidung, 35)

Allah bukan lagi hanya Allah---Dia adalah Allah di dalam manusia. Allah telah dibawa masuk ke dalam manusia; keilahian dibaurkan dengan keinsanian. Inkarnasi yang menakjubkan!

Pertanyaan

1. Ayat-ayat apakah yang membuktikan bahwa Yesus diperanakkan dari Roh Kudus?

2. Mewahyukan apakah gelar "Putra Allah"?

3. Mewahyukan apakah gelar "Anak Manusia"?

4. Mengapakah begitu penting bagi Kristus untuk memiliki daging dan darah namun tanpa dosa?