← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 16/24

PENYALIBAN KRISTUS (1)

Pembacaan Alkitab

Yoh. 10:15; Ibr. 12:2; Yoh. 1:29; Ibr. 10:10-12; 9:28; 1 Yoh. 1:9; Yoh. 3:15; Ibr. 2:14; Rm. 8:3; 2 Kor. 5:21; Ibr. 4:15

Garis Besar

I. Domba Allah

II. Ular tembaga

Setelah menempuh suatu kehidupan insani yang sangat baik selama tigapuluh tiga setengah tahun setelah inkarnasiNya, Tuhan Yesus pergi ke salib. Pada waktu itu penyaliban adalah cara yang paling kejam dan paling memalukan untuk mati. Namun kita tidak seharusnya menganggap kematian Tuhan sebagai suatu kejadian yang menyedihkan dan tragis. KematianNya adalah kematian yang paling besar dan paling menakjubkan di seluruh alam semesta. Bahkan kenyataannya salib adalah sasaran inkarnasi dan penghidupan insani Kristus. Di satu pihak Tuhan disalibkan oleh manusia, tetapi di lain pihak Dia rela pergi ke salib untuk menggenapkan tujuan kekal Allah (Yoh. 10:15; Ibr. 12:2). Salib adalah tempat dimana Dia menggenapkan seluruh pekerjaan penebusanNya supaya manusia dapat dibawa kembali kepada Allah.

Allah mungkin tahu bahwa Kristus tersalib bagi dosa-dosa kita. Itu benar-benar menakjubkan, tetapi kematianNya telah menggenapkan lebih daripada itu. Supaya nampak ini, kita akan menggunakan dua pelajaran berikutnya untuk melihat lima hal yang adalah jati diri Tuhan ketika Dia mati di atas salib. Alkitab memberitahu kita bahwa Dia mati sebagai Domba Allah, ular tembaga, Adam yang akhir, pendamai, dan biji gandum.

I. DOMBA ALLAH

Di dalam Yohanes 1:29 ketika Yohanes pembaptis melihat Yesus, dia mengatakan kepada setiap orang: "Lihatlah Domba Allah, yang menghapuskan dosa dunia!" Ketika manusia jatuh dari Allah, Allah selayaknya menuntut manusia untuk membayar dosa-dosa itu melalui pencurahan darah (dengan memberikan nyawanya). Tetapi karena kasihNya, Allah memberitahukan kepada orang-orang bahwa mereka dapat menggunakan domba-domba dan ternak-ternak yang lain, untuk pengganti, sebagai korban bagi dosa-dosa mereka. Melalui melakukan itu, umat diampuni dari penghakiman Allah.

Korban-korban Perjanjian Lama itu adalah gambaran (lambang) Kristus. Allah menuntut supaya domba-domba korban itu tanpa noda dan cemar (Kel. 12:5). Kita telah melihat di dalam Pelajaran Limabelas bahwa Dia benar-benar tanpa noda dan cemar. Kristus datang sebagai Domba Allah yang riil. Sebelumnya, umat harus terus menerus mempersembahkan korban-korban. Dosa-dosa mereka sebenarnya tidak dihapus; mereka hanya ditutupi (Ibr. 10:11). Tetapi lihatlah Domba Allah yang menghapus dosa-dosa kita! Yesus mempersembahkan DiriNya sekali untuk selamanya (Ibr. 9:28; 10:10, 12) untuk pengampunan semuanya (Mat. 26:28). Karena kita telah melakukan banyak dosa, Allah menuntut pencurahan darah kita. Tetapi Kristus mencurahkan darahNya bagi kita. Melalui percaya dalam Tuhan Yesus, kita diampuni sepenuhnya dari dosa-dosa kita dan dibebaskan dari hukuman mati Allah.

Maksud Allah adalah supaya kita berjalan dalam kekudusan, tapi kita masih berdosa. Perbuatan dosa dapat merusak persekutuan kita dengan Tuhan, tetapi kematian Kristus sebagai Domba Allah dengan tuntas telah menyelesaikan masalah ini. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yoh. 1:9). Allah benar-benar adil. Karena Kristus telah mati bagi kita, Dia harus segera mengampuni kita ketika kita mengakui dosa-dosa kita. Setelah itu, kita seharusnya tidak merasa bersalah. Jika kita merasa bersalah, itu adalah dusta Iblis. Kita seharusnya memberitahu dia, "Hai Iblis, kau adalah pendusta. Saya telah dicuci oleh darah Domba. Saya dapat dengan penuh menikmati Tuhan!" Beginilah caranya bagaimana kita dapat menikmati kematian Tuhan sebagai Domba Allah.

II. ULAR TEMBAGA

Ketika Adam makan dari pohon terlarang di dalam Kejadian 3, Satan, si ular tua, menginjeksikan sifat jahatnya ke dalam manusia. Sifat kita diracuni dengan sifat Satan dan kita menjadi penuh dosa, menyerupai ular. Inilah sebabnya mengapa kita sering bertingkah laku seperti sekarang---seperti ular. Kita juga melihat tingkah laku ini di sekeliling kita.

Di dalam Perjanjian Lama, ketika bangsa Israel berdosa melawan Allah, banyak dari antara mereka dipagut ular-ular dan mati. Ketika mereka berseru kepada Musa, Tuhan memberitahu dia untuk meninggikan seekor ular tembaga pada sebuah tiang. Barangsiapa yang melihat pada ular itu diampuni, disembuhkan, dan hidup (Bil. 21:4-9). Di dalam Yohanes 3:14 Tuhan berkata, "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan." Ini berarti bahwa ketika Tuhan Yesus disalibkan di atas salib, Dia ditinggikan sebagai ular tembaga. Dia mati seperti ini supaya si ular dapat dihancurkan. Sebagai Domba, Dia mati di atas salib untuk menghapus dosa-dosa kita. Tetapi sebagai ular tembaga, Dia mati di atas salib untuk menghancurkan si ular tua, Satan, si Iblis (Ibr. 2:14).

Ular tembaga hanya memiliki keserupaan dari ular. Ular tembaga tidak memiliki sifat beracun. Dalam cara yang sama, Kristus dibuat serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa (Rm. 8:3) namun Dia tidak memiliki dosa (2 Kor. 5:21; Ibr. 4:15). Ketika Kristus menghancurkan Satan, Dia juga menyingkitkan sifat setani di dalam daging kita.

Satan juga adalah penguasa dunia. Dunia adalah sistem di sekeliling kita yang mengalihkan kita dari Allah; dunia tersebut adalah kerajaan kegelapan. Karena Kristus telah menghancurkan Satan, Dia juga telah menghancurkan dunia, kerajaannya yang jahat. Sebagai ular tembaga, Kristus mengakhiri Satan, sifat setani kita, dan dunia.

Itu adalah pekerjaan Kristus yang telah selesai. Namun setiap hari kita masih diganggu oleh daging kita yang penuh dosa dan dunia. Dunia senantiasa mencoba untuk menjauhkan kita dari Tuhan dengan membangkitkan nafsu daging kita. Maka, kita harus menerapkan Kristus sebagai ular tembaga pada pengalaman sehari-hari kita. Galatia 5:24 mengatakan bahwa "barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya." Roma 8:13 mengatakan bahwa oleh Roh kita dapat mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita.

Kita akan menggunakan menonton televisi sebagai contoh. Anda mungkin menyadari bahwa banyak hal di televisi yang tidak sehat dan kotor bagi pikiran-pikiran kita. Anda mungkin juga tahu bahwa itu dapat merupakan pemborosan waktu Anda. Namun, Anda mungkin mengalami keinginan yang tidak terkontrol untuk menontonnya, bahkan melawan keinginan orang tua Anda. Hasrat tersebut datang dari penggerakan kegemaran dan nafsu daging Anda. Bagaimanakah Anda dapat diselamatkan dari hal tersebut? Anda dapat diselamatkan melalui berpaling kepada Tuhan, yang adalah Roh di dalam roh Anda. Roh itu berisi segala sesuatu yang dilakukan Kristus, termasuk kematianNya sebagai ular tembaga. Ketika Anda menyeru kepadaNya, Roh itu datang bersama penyaliban Kristus untuk mematikan daging Anda. Inilah caranya mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita oleh Roh itu. Inilah caranya kita mengakhiri nafsu dan daging. Mungkin kadang-kadang Anda jatuh---itulah sebabnya mengapa kita memiliki darah. Tetapi jangan menggunakannya sebagai alasan untuk berdosa. Kita semua perlu menyeru pada nama Tuhan yang kekasih untuk menyalibkan daging. Sungguh memalukan bagi si Iblis! Usaha-usahanya yang menggunakan dunia untuk menarik daging kita hanya akan menyebabkan kita semakin menyeru kepada Tuhan! Haleluya! Kristus adalah Pemenang!

Pertanyaan

1. Apakah sasaran inkarnasi dan penghidupan insani Kristus?

2. Mengapa Kristus harus mati sebagai Domba Allah dan juga sebagai ular tembaga?

3. Bagaimana kita dapat menerapkan apa yang telah digenapkan Kristus pada kehidupan kita?