Daftar isi Dua Belas Bakul (5) · bab 3/12

Perasaan Tubuh Kristus

Pembacaan Alkitab:

Roma 12:3-5; 1 Korintus 12:25; Efesus 4:12-13, 15-16

Dalam pembicaraan yang bertopik “Hayat dan Perasaan”, kita sudah melihat bahwa perasaan itu menyatakan hayat. Dalam berita ini, kita akan meninjau sekilas apakah yang disebut perasaan Tubuh Kristus.

MENGASIHI SAUDARA

Terlebih dulu kita meninjaunya dari aspek kasih. Ada satu perkara yang amat menakjubkan yaitu, “Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara seiman kita” (1 Yoh. 3:14). Semua orang yang sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup pasti bisa saling mengasihi; semua orang yang menjadi anggota Tubuh pasti bisa saling mengasihi. Kasih ini berasal dari hayat, dan ternyata secara spontan. Jika ada seorang saudara tidak dapat mengasihi saudara yang lain, dan baru berusaha mengasihi orang lain setelah ada orang lain memberitahukan atau menganjurkannya, itu menyatakan orang itu tidak mirip dengan anak-anak Allah. Jika seseorang benar-benar telah dilahirkan oleh Allah, memiliki hayat Allah, dan beroleh penyelamatan Allah, maka secara otomatis ia dapat mengasihi semua orang yang bersama-sama menjadi anggota Tubuh. Anda memberitahunya atau tidak untuk mengasihi, ia pasti mempunyai perasaan kasih terhadap semua orang yang menjadi saudaranya. Memang, adakalanya ia perlu diperingatkan agar mengasihi saudara yang lain, akan tetapi hal itu tidak berarti menambahkan sesuatu yang tadinya tidak ada padanya, melainkan agar ia lebih mengasihi. Kasih adalah suatu hal yang sangat riil, kalau ada ya ada, kalau tidak ada ya tidak ada. Saat Anda berjumpa dengan seorang saudara — seorang milik Allah, ajaib sekali, dengan sendirinya Anda dapat mengasihinya. Di dalam diri Anda ada kasih, di dalam Anda ada perasaan.

Ada seorang saudara yang mempunyai seorang anak. Orang lain bertanya kepadanya, “Sekarang Anda telah menjadi seorang ayah, apakah Anda mengasihi anak Anda?” Saudara itu menjawab, “Satu minggu sebelum menjadi ayah, aku selalu berpikir bagaimana aku dapat mengasihi anak itu? Tetapi setelah anak itu dilahirkan dan aku melihatnya, secara otomatis hatiku seolah-olah ingin berlari merangkulnya. Demikianlah aku mengasihinya.” Kasih ialah suatu perasaan yang timbul dari dalam batin, bukan diperoleh dari pelajaran di luar. Demikian juga setiap orang yang telah dibeli dengan darah adi Tuhan, yang telah memperoleh hayat-Nya dan dibaptis masuk ke dalam Tubuh Kristus, tidak dapat tidak mengasihi orang-orang yang sama-sama menjadi anggota Tubuh. Sering kali tatkala Anda berjumpa dengan seseorang yang benar-benar telah dimiliki Allah, baik yang berasal dari luar kota maupun dari dalam kota, tidak peduli pendidikannya tinggi atau rendah, berbangsa atau berprofesi apa, asal Anda tahu dia adalah orang Kristen, dengan sendirinya Anda dapat mengasihinya. Jadi, kasih adalah perasaan hayat. Asal Anda berada di dalam Tubuh, pasti Anda mempunyai perasaan ini.

TIDAK MEMECAH-BELAH

Orang yang telah tampak Tubuh Kristus, yang telah mempunyai perasaan Tubuh, bagaimanapun halnya, ia tidak akan dapat membenarkan adanya perpecahan di antara anak-anak Allah. Ia tidak dapat memecah-belah anak-anak Allah karena ia mengasihi semua orang milik Allah. Di dalam Tubuh, perasaan kasih timbul dengan sendirinya; di dalam Tubuh, perpecahan itu tidaklah wajar. Misalkan seorang mempunyai dua tangan, walaupun tangan kanannya mempunyai banyak alasan untuk mencela tangan kirinya, ia tidak akan dapat memisahkannya dari tubuh; pemisahan itu adalah hal yang tidak mungkin. Mungkin ada orang yang mengira dirinya sudah terlepas dari segala sekte, dan karenanya ia mengira dirinya sudah mengerti Tubuh Kristus. Tetapi faktanya, orang yang telah terlepas dari segala sekte belum tentu sudah tampak Tubuh Kristus. Sebaliknya, orang yang telah tampak Tubuh Kristus tentu akan melepaskan diri dari sekte. Kita tidak dapat mengatakan, karena sudah terlepas dari sekte, maka kita telah tampak Tubuh Kristus. Banyak orang kalau dipandang dari luar seakan-akan sudah terlepas dari sekte, tetapi sebenarnya ia mendirikan satu sekte lain bagi dirinya sendiri. Jika demikian, keterlepasannya dari sekte itu hanya berarti menyatakan “keistimewaan”-nya sendiri, tetapi ia tidak tampak bahwa semua anggota Tubuh adalah saudara-saudara yang patut dikasihi. Karena itu, segala semangat sekte, segala sikap perpecahan, segala aktivitas dan pikiran yang menyebabkan anak-anak Allah terpecah-belah, itu semua merupakan pernyataan tidak tampak Tubuh Kristus.

Tubuh Kristus akan menyelamatkan kita dari segala sekte serta semangat perpecahan, juga akan menyelamatkan kita dari pribadi (diri sendiri) dan sikap individualistis. Banyak orang yang hidupnya berdasarkan diri sendiri, tidak berdasarkan Tubuh. Prinsip diri sendiri itu dapat Anda temukan di banyak tempat dan waktu. Misalnya dalam sidang doa. Ada orang yang hanya dapat berdoa seorang diri, dan tidak dapat berdoa bersama saudara lainnya. Tubuhnya saja yang berlutut bersama saudara lainnya, tetapi perasaannya tetap sendirian saja. Hanya doanya saja yang dapat didengar oleh saudara yang lain, tetapi doa orang lain tidak dapat didengarnya; ia tidak bisa menerima doa orang lain, tidak dapat mengaminkan doa saudara lain. Hal ini disebabkan perasaannya tidak dapat dipadukan dengan perasaan orang lain. Doanya hanya untuk dirinya sendiri, dan doa orang lain hanya untuk orang lain. Doanya seolah-olah tidak ada sangkut pautnya dengan doa orang lain. Ia datang berkumpul hanya untuk mengeluarkan perkataannya sendiri, ia sama sekali tidak menghiraukan orang atau hal lain. Bagaimana doa, beban, dan perasaan orang lain sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya. Inilah yang dimaksud dengan prinsip diri sendiri. Karena ia tidak tampak Tubuh, maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan bersama saudara yang lain. Misalnya ada 3 saudara, 5 saudara, atau 10 saudara sedang berkumpul dan bercakap-cakap. Ada orang yang hanya dapat membicarakan urusannya sendiri, dan tidak berminat membicarakan urusan orang lain, tidak berminat mendengarkan perkara orang lain. Bila Anda duduk bersama dia dan berbincang-bincang dengannya 1 atau 2 jam lamanya, ia akan sangat bersemangat membicarakan masalah mengenai dirinya, tetapi ketika membicarakan masalah orang lain, ia acuh tak acuh, tidak senang mendengarnya. Dalam hal yang sekecil ini saja kita sudah dapat menyatakan apakah seseorang telah tampak Tubuh Kristus atau belum.

Sikap individualistis juga dapat meluas dari hanya seorang diri kepada beberapa orang. Di antara saudara-saudara dalam gereja, Anda bisa menemukan adanya beberapa saudara berkumpul di dalam satu kelompok kecil. Hanya dengan orang-orang dalam kelompok kecil itu mereka dapat bergaul, seia sekata, dan saling mengasihi, tetapi dengan orang lain mereka tidak dapat bergaul. Ini menunjukkan bahwa mereka belum tampak Tubuh Kristus. Tubuh Kristus hanya ada satu, tidak bisa lebih dari satu. Jika seseorang telah tampak Tubuh Kristus, niscaya ia tidak dapat mendirikan sekte macam apa pun, dan perasaannya akan menyalahkan segala perlakuan tersebut. Jika Anda telah tampak Tubuh Kristus, dan Anda ingin melakukan hal-hal yang individualistis, baik secara pribadi maupun kelompok, niscaya perasaan Tubuh ini akan menimbulkan perasaan bahwa bertindak begitu tidaklah benar, sehingga Anda tidak berani bergerak lagi. Ketika Anda secara pribadi atau berkelompok ingin melakukan suatu aktivitas, perasaan Tubuh ini akan membuat Anda berperasaan bahwa aktivitas ini tidak akan selaras dengan saudara saudari lainnya; dan perasaan Tubuh ini tidak akan membiarkan Anda lewat. Seolah-olah ada sesuatu yang menahan Anda, seolah-olah ada yang berkata, bahkan menegur dan menyalahkan Anda. Perasaan yang timbul dari hayat ini dapat membuat kita terlepas dari perpecahan.

TERLEPAS DARI PEKERJAAN YANG INDIVIDUALISTIS

Jika kita mempunyai perasaan Tubuh, kita akan segera melihat kesatuan Tubuh. Dengan demikian, dalam pekerjaan rohani, kita pun tidak akan melakukannya secara individualistis. Orang yang ingin mempunyai bagian dalam pekerjaan Tuhan harus membereskan masalah ini — pekerjaan pribadi. Ada orang beranggapan bahwa semua pekerjaan harus ditangani olehnya, tanpa dia semuanya seakan-akan tidak beres; ia juga menganggap bahwa apa yang dikerjakan oleh dirinya sendiri sangat bernilai rohani, yang dikerjakan oleh orang lain tidak bernilai rohani. Kalau khotbahnya sendiri tidak membuahkan hasil, ia merasa sayang; tetapi jika khotbah orang lain membuahkan hasil; ia merasa ada sesuatu yang ganjil. Inilah yang disebut memandang semua pekerjaan sebagai milik pribadi. Begitu anak-anak Allah tampak kesatuan Tubuh Kristus, mereka akan tampak kesatuan pekerjaan-Nya; begitu anak-anak Allah tampak kesatuan Tubuh Kristus, mereka akan segera terlepas dari perbuatan yang individual. Ini bukan berarti Anda tidak bekerja lagi, melainkan Anda tidak lagi memandang pekerjaan itu seperti milik pribadi. Atas pekerjaan tertentu, baik Anda maupun orang lain yang mengerjakannya, semua itu tidak jadi masalah; yang penting ada orang yang mengerjakan pekerjaan itu.

Memang, sebagai orang Kristen, kita harus mempunyai minat dan tuntutan rohani, tetapi tidak boleh mengandung hati yang selalu ingin menang atau selalu iri. Sikap kita terhadap pekerjaan seharusnya demikian: apa yang dapat saya kerjakan, kiranya orang lain juga dapat mengerjakan; apa yang tidak dapat saya kerjakan, semoga ada orang lain yang dapat mengerjakan; saya ingin mengerjakannya lebih banyak, saya pun senang kalau orang lain juga demikian. Dalam pekerjaan ini saya hanya satu bejana, saya tidak seharusnya menguasai pekerjaan ini, saya pun tidak seharusnya membawa hasil pekerjaan untuk diri sendiri. Jika saya menganggap pekerjaan itu hanya dapat dikerjakan oleh saya, itu menunjukkan bahwa saya masih belum tampak Tubuh Kristus. Begitu saya tampak Tubuh, saya segera tampak bahwa pekerjaan saya maupun pekerjaan orang lain adalah sama-sama bagi Sang Kepala; pekerjaan saya maupun pekerjaan orang lain adalah sama-sama bagi Tubuh. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan, dan semua berkat hanya bagi gereja.

Tuhan telah membagi-bagikan pekerjaan-Nya kepada masing-masing orang, sehingga tiap-tiap orang mempunyai bagiannya masing-masing. Kita tidak dapat memandang diri sendiri melebihi apa yang ada pada diri kita. Jika Tuhan sudah membagikan bagian ini kepada saya, saya harus setia mengerjakan bagian saya ini; jika Tuhan membagikan bagian itu kepada dia, maka saya harus menghargai dan menghormati bagiannya. Saudara-saudara yang masih muda suka membanding-bandingkan. Mereka membandingkan bagiannya sendiri dengan bagian orang lain, atau membandingkan bagian orang lain dengan bagiannya sendiri. Sebenarnya hal-hal demikian tidak bisa dibandingkan. Ini bisa diumpamakan seperti pertanyaan: Sebuah meja ditambah sebuah kursi sama dengan berapa, sebuah atau dua buah? Kalau sebuah meja ditambah sebuah kursi, hasilnya pastilah sebuah meja dengan sebuah kursi. Anda bertanya, “Mana yang lebih baik, tangan atau mata?” Kita hanya dapat menjawab, “Baik tangan maupun mata, keduanya sama baik.” Orang yang telah tampak Tubuh, tentu akan tampak bahwa tiap-tiap anggota mempunyai fungsinya masing-masing, dan akan tampak bahwa diri sendiri hanyalah salah satu dari anggota-anggota Tubuh itu. Dengan demikian, ia tidak akan menonjolkan diri sendiri dan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, apalagi merebut kedudukan orang lain.

Seorang Kristen yang telah tampak Tubuh pasti tidak akan menyombongkan diri sendiri atau iri hati. Karena Tubuh itu satu, maka pekerjaan yang dikerjakan oleh Anda sendiri atau orang lain adalah sama saja, tidak ada bedanya. Pekerjaan itu dikerjakan oleh Anda atau orang lain, hasilnya tidak lain hanya untuk kemuliaan Tuhan dan berkat bagi Tubuh. Kalau Anda telah tampak Tubuh Kristus, dengan sendirinya Anda mempunyai perasaan ini, yaitu Tubuh itu hanya satu dan pekerjaannya pun satu.

TAMPAK PENTINGNYA PERSEKUTUAN

Orang yang telah tampak Tubuh, dengan sendirinya juga tampak betapa pentingnya persekutuan, sehingga ia merasakan setiap aktivitas yang individualistis tidaklah pada tempatnya. Persekutuan itu bukan hanya pergaulan lahir yang biasa, lebih-lebih merupakan suatu tuntutan spontan dari hayat Tubuh. Umumnya, anak-anak Allah mengira bahwa persekutuan adalah percakapan atau tukar pikiran antara saudara saudari di waktu luang. Tetapi arti persekutuan yang benar ialah, saya tampak bahwa saya sendirian tidak berdaya apa-apa, karena itu dalam segala perkara saya perlu bekerja bersama saudara-saudara lainnya; saya perlu bekerja bersama Tubuh. Memang, banyak perkara yang tidak dapat saya bawa ke hadapan semua saudara dalam gereja, tetapi saya bisa melakukannya berdasarkan prinsip Tubuh, yaitu bekerja bersama dua atau tiga saudara. Sering kali, dalam hal berdoa kita harus belajar bersekutu; dalam menghadapi kesukaran, perlu belajar bersekutu; mencari kehendak Allah, perlu belajar bersekutu; terhadap masa depan diri sendiri yang entah bagaimana, perlu belajar bersekutu; membaca Alkitab tidak paham, perlu belajar bersekutu. Jadi, bersekutu itu berarti saya sendiri kurang dalam hal berdoa, sebab itu saya mencari beberapa saudara untuk berdoa bersama saya; saya sendirian tidak dapat menghadapi kesukaran itu, sebab itu saya mencari beberapa saudara untuk bersama-sama menghadapinya; saya sendirian tidak mampu memahami kehendak Allah, maka saya mencari beberapa saudara untuk bersama-sama memahaminya; saya sendiri sangat kabur terhadap masa depan saya, sebab itu saya mencari beberapa saudara untuk bersekutu tentang bagaimana saya menghadapi masa depan; saya sendiri tidak bisa mengerti firman Allah, sebab itu saya mencari beberapa saudara untuk bersama membacanya. Jadi, bersekutu itu berarti saya mengakui bahwa saya sendiri tidak cukup, saya sendiri tidak mampu; saya mengakui bahwa saya sangat memerlukan Tubuh, dengan Tubuh barulah saya cukup. Bersekutu juga berarti saya mengakui diri sendiri sangat terbatas, diri sendiri sangat mudah salah, karena itu saya memerlukan bantuan saudara-saudara yang bervisi dalam hal rohani. (Bukan meminta bantuan orang-orang yang ada hubungan baik dengan Anda). Bagaimanapun, jika saya seorang diri tidak bisa, saya memerlukan bantuan saudara-saudara yang lain.

Tubuh Kristus adalah hayat dan juga perasaan. Anda sendiri dapat merasakan bahwa tanpa persekutuan, Anda tidak akan bisa lewat.

MENJADI SALAH SATU ANGGOTA

Jika seseorang sudah mempunyai perasaan Tubuh, pasti ia mengetahui bahwa kedudukannya di dalam Tubuh itu hanyalah sebagai salah satu anggota. Tiap-tiap anggota

mempunyai kegunaannya masing-masing. Anggota tubuh berbeda dengan sel-sel tubuh. Kalau kekurangan satu sel, itu tidak mengapa; tetapi kita tidak bisa kekurangan salah satu anggota tubuh. Memang, sel-sel tubuh itu ada gunanya, tetapi Alkitab mengatakan bahwa kita di dalam Tubuh itu bukan menjadi sel, melainkan menjadi anggota. Tapi sayang sekali, banyak orang Kristen yang seakan-akan menjadi sel-sel, bukan menjadi anggota-anggota Tubuh. Di dalam Tubuh Kristus mereka tidak mempunyai fungsi khusus, tidak menunaikan kewajiban yang seharusnya ditanggungnya. Sewaktu berkumpul, seakan-akan ada dia tidak lebih banyak, tidak ada pun tidak menjadi kurang. Jadi di dalam Tubuh ia tidak ada gunanya, tidak dapat menunaikan fungsi, karena ia tidak tampak Tubuh. Dalam berkumpul ia tidak tampak, bahkan sedikit pun tidak mengetahui apa jabatannya dan apa yang wajib dilakukan. Jika ia telah tampak Tubuh, dengan sendirinya ia tahu bahwa dirinya adalah salah satu anggota dan juga tahu jika ia tidak menyuplaikan hayat ke dalam Tubuh, maka Tubuh itu akan menderita kerugian. Saudara saudari, dalam gereja tidak ada seorang pun yang boleh menjadi anggota pasif. Jika Anda adalah salah satu anggota, maka Anda sekali-kali tidak dapat menjadi anggota pasif dalam gereja. Sebaliknya, jika Anda sadar bahwa Anda adalah salah satu anggota, Anda harus berdoa. Baik berdoa dengan bersuara maupun tidak, setidak-tidaknya Anda berdoa, Anda menyuplaikan hayat ke dalam gereja. Ada juga orang Kristen yang begitu datang ke suatu sidang lalu bisa menyuplaikan hayat ke dalam sidang; meskipun ia tidak berbicara apa-apa, tetapi tiap kali ia hadir, sidang itu mendapat bantuannya. Di mana ia berada, di situ ada suplai hayat, dan di situ pula kematian tertelan.

Kita adalah anggota Tubuh Kristus, dan kita masing-masing saling beranggota, karena itu kita berusaha sedemikian rupa agar Tubuh Kristus mendapatkan faedah; bagaimana agar Tubuh Kristus memperoleh hayat, bagaimana agar Tubuh Kristus memperoleh kekuatan. Di dalam sidang, meskipun kita tidak membuka mulut berbicara, kita dapat secara diam-diam berdoa, menengadah kepada Allah. Inilah perasaan Tubuh. Jika Anda telah tampak Tubuh, Anda pasti tidak akan menganggap bahwa diri Anda itu tidak penting dan tidak mengapa kalau tidak ada Anda. Jika Anda tampak Tubuh, Anda akan berkata, “Aku adalah anggota Tubuh, karena itu aku wajib menunaikan bagianku, aku harus menyampaikan apa yang harus kusampaikan, aku harus berdoa. Dalam sidang, aku tidak dapat bertopang dagu saja, aku harus melakukan apa yang Allah kehendaki aku lakukan. Saudara saudari, jika kita telah tampak Tubuh, kita tidak dapat tidak berbuat demikian. Ketika kita melaksanakannya, maka hayat dalam seluruh sidang itu akan menelan segala macam bentuk maut. Sering kali sidang tidak begitu kuat, ini dikarenakan banyaknya kematian yang tidak dapat ditanggung oleh sidang itu dan banyak orang yang hanya bertopang dagu.

TAAT PADA KEKUASAAN

Jika Anda tampak Tubuh, Anda akan mempunyai satu perasaan bahwa Anda berada di bawah kuasa Sang Kepala. Anda akan merasa, semua anak Allah patut dikasihi, betapa tidak benarnya perpecahan itu, betapa pentingnya persekutuan, dan Anda sebagai anggota Tubuh haruslah menunaikan kewajiban. Semua perasaan itu adalah perasaan Tubuh. Begitu pula, jika Anda merasa berada di dalam Tubuh, maka Anda pasti merasa berada di bawah kuasa Sang Kepala. Jadi, merasa berada di dalam Tubuh juga berarti merasa berada di bawah Sang Kepala. Seorang yang telah mengenal hayat Tubuh Kristus, yang merasa bahwa dirinya adalah salah satu anggota Tubuh, pasti juga merasakan kekuasaan Kepala.

Kita tidak saja harus mematuhi kuasa Sang Kepala secara langsung, juga harus mematuhi kuasa Sang Kepala yang tidak langsung. Misalnya, telapak tangan saya ini bukan hanya berada di bawah kuasa kepala saya, tetapi juga berada di bawah kuasa lengan saya. Tatkala lengan saya bergerak, telapak tangan saya pun harus bergerak. Jadi, telapak tangan itu mematuhi kuasa kepala melalui lengan. Orang yang telah tampak Tubuh Kristus, tentu juga tampak kuasa-kuasa yang Allah dirikan dalam Tubuh itu yang wajib ia taati.

Kadangkala, ada seorang saudara menyuruh Anda melakukan suatu hal. Tetapi setelah Anda berdoa, Anda merasa bahwa Tuhan tidak menghendaki Anda melakukannya, lalu Anda tidak melakukannya. Anda memiliki sukacita dan merasa sepatutnyalah Anda mendengarkan Allah lebih daripada mendengarkan manusia. Akan tetapi, pernahkah sekali atau beberapa kali, ketika Anda tidak menaati saudara tertentu, Anda merasa bahwa hubungan Anda dengan Tuhan ada suatu sekatan? Pernahkah sekali atau beberapa kali, Anda merasa bahwa orang ini, atau beberapa orang ini, adalah orang-orang yang mengenal Tuhan, yang diatur Allah untuk mewakili kuasa-Nya? Jika Anda ada masalah terhadap mereka, Anda merasa seolah-olah telah berdosa kepada Allah? Jika Anda tampak Tubuh, tampak kuasa Kepala, niscaya Anda tampak bahwa di dalam Tubuh itu ada seorang atau beberapa orang, yang berada di depan Anda, harus Anda taati. Anda tidak saja harus tampak Kepala, juga harus tampak wakil-wakil Kepala yang ditetapkan Allah. Sebab kalau Anda bermasalah dengan mereka berarti Anda bermasalah dengan Allah.

Saudara saudari, jika mata kalian dicelikkan oleh Tuhan sehingga tampak apakah Tubuh, Anda tentu tampak kuasa itu. Lihatlah tubuh manusia, mengapa tiap-tiap bagiannya bisa begitu selarasnya? Mengapa segenap tubuh itu dapat bersatu demikian baiknya? Itu karena di dalam tubuh ada suatu kekuasaan. Jika di atas tubuh tidak ada kuasa, pasti seluruh tubuh akan kacau balau. Misalnya, perut saya lapar, ingin makan. Tetapi mulut saya tidak mau menaatinya, tidak mau makan. Jika demikian, bagaimana akibatnya? Di atas tubuh seseorang, asal ada sebagian saja yang tidak mau menaati kuasa tubuh, tubuh itu pasti akan menderita, ada penyakit. Ada satu jenis penyakit yang sangat berbahaya, yang disebut penyakit kanker. Bagaimana asal-usul penyakit ini? Penyakit ini berasal dari adanya sel-sel tubuh yang bertumbuh di luar hukum tubuh. Sebenarnya tubuh tidak menghendakinya bertumbuh, tetapi sel-sel itu selalu terus bertumbuh. Sel-sel itu menyerap banyak gizi dan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh untuk diri sendiri, dan hanya memperhatikan pertumbuhannya sendiri tanpa menghiraukan apakah pertumbuhannya itu dikehendaki tubuh atau tidak. Penyakit ini tidak mau menaati kekuasaan tubuh, dia menuruti kemauannya sendiri. Akibatnya, semakin besar ia bertumbuh, semakin menderitalah tubuh; bahkan akhirnya seluruh tubuh dapat dibinasakannya. Karena itu kekuasaan adalah hukum dari tubuh. Kalau ada yang tidak mau menaati kuasa, ini menyatakan tubuh itu ada penyakitnya. Seseorang yang tidak mengenal kuasa, bagaimana bisa mengatakan mengenal Tubuh Kristus? Orang yang mengenal Tubuh, sekalipun sedang berkumpul dengan tiga atau lima saudara, ia dapat mengenal siapa di antara mereka yang menjadi wakil kuasa yang wajib ditaati. Tiap-tiap orang mempunyai kuasa yang harus ditaati, seperti halnya jari-jari tangan taat kepada telapak tangan, telapak tangan taat kepada lengan dan lengan taat kepada bahu; ini sangat wajar dan indah. Jika demikian, meskipun di antara tiga atau lima orang saja, kita dapat melihat adanya Tubuh Kristus.

Ada orang Kristen yang berbicara dan bertindak sembarangan, tidak mau mendengarkan perkataan orang lain, seakan-akan dialah yang paling besar, sehingga tidak ada seorang pun yang patut ditaatinya. Ini membuktikan bahwa orang itu tidak pernah terkendali oleh Tubuh, dia tidak pernah tunduk di bawah kuasa Kepala. Semoga Allah membelaskasihani orang seperti itu! Kalau kita benar-benar telah ditanggulangi di hadapan Allah, daging kita benar-benar telah ditanggulangi, tulang punggung hayat alamiah kita benar-benar telah dipukul putus oleh Tuhan, maka kita akan tampak bahwa tangan kita tidak bebas lagi, mulut kita tidak begitu leluasa berbicara lagi. Ada Tubuh yang mengendalikan kita, dan kita tidak dapat tidak taat kepada kuasa yang Allah dirikan.

Semoga Allah tidak membiarkan kita berhenti pada teori saja, melainkan membawa kita mencapai satu taraf mengenal Tubuh Kristus. Kiranya perasaan itu senantiasa mengikuti kita, sehingga kita tidak dapat berbuat apa pun menurut kemauan sendiri, dan kita tidak lagi melewati hari demi hari dengan sembarangan saja. Dengan demikian, kita dapat menerima suplaian yang kaya limpah melalui Tubuh ini, dan juga menyatakan kesaksian Tuhan di bumi.