← Daftar isi Ulangan (4) · bab 5/30

KITAB ULANGAN— KITAB MENGENAI KRISTUS

Pembacaan Alkitab:

Ul. 8:1-10;Mat. 4:4; Yoh. 1:1, 14; Gal. 2:19-b20; 1Kor. 6:17b; 15:10; 2Kor. 13:13

Dalam berita yang lalu kita telah membahas tiga hal: pendahuluan untuk Pelajaran-Hayat Ulangan, butir-butir penting dalam Kitab Ulangan, dan mengulang hal-hal yang lampau. Dalam berita ini kita akan sedikit melihat Kristus yang diungkapkan dalam Kitab Ulangan.

KITAB ULANGAN MENGUNGKAPKAN

KRISTUS TERUTAMA DALAM DUA ASPEK

Kitab Ulangan mengungkapkan Kristus terutama dalam dua aspek. Pertama, kitab ini memperlihatkan kepada kita Kristus adalah sasaran yang disiapkan untuk kita oleh Allah (8:7-10). Sebagai sasaran ini, Kristus adalah tanah permai yang almuhit. Tanah permai, tanah Kanaan, adalah lambang Kristus yang almuhit, Kristus yang adalah segala sesuatu kita. Tanah permai menyediakan apa pun yang orang Israel perlukan: air, gandum, jelai, anggur, pohon ara, delima, pohon zaitun, hewan, susu, madu, batu, besi, tembaga. Semua butir ini, kebanyakan disebutkan dalam 8:7-10, adalah lambang Kristus. Kristus adalah air yang mengalir di lembah dan gunung-gunung. Dia adalah gandum, yang melambangkan Kristus yang berinkarnasi dan tersalib, dan jelai, yang melambangkan Kristus yang bangkit. Anggur melambangkan Kristus sebagai Dia yang dikurbankan yang menyenangkan Allah dan manusia; pohon ara, kemanisan dan kepuasan Kristus sebagai suplai hayat kita; delima, kelimpahan dan keindahan hayat Kristus; pohon zaitun, Kristus sebagai manusia yang penuh dengan Roh dan diurapi dengan Roh sebagai minyak kegirangan; hayat hewan, Kristus dengan hayat penebusan-Nya; susu dan madu, Kristus dalam kekayaan dan kemanisan-Nya; batu, besi, dan tembaga, Kristus sebagai bahan-bahan untuk bangunan dan peperangan. Kristus yang almuhit ini, Kristus yang dilambangkan oleh tanah permai, adalah sasaran kita.

Selanjutnya, Kitab Ulangan mengungkapkan Kristus sebagai hayat dengan kekuatan dan kemampuan untuk mencapai sasaran yang ditunjukkan Allah. Karena itu, Kristus adalah sasaran kita, bersamaan dengan ini, juga adalah hayat, kekuatan, dan kemampuan kita untuk mencapai sasaran.

MENYATAKAN ALLAH, MENYINGKAPKAN

MANUSIA, MENGUNGKAPKAN KRISTUS

Dalam Kitab Ulangan, seperti Alkitab secara keseluruhan, Allah, menyingkapkan manusia, dan mengungkapkan Kristus. Kita lebih mudah melihat bahwa Alkitab menyatakan Allah kepada kita, memperlihatkan kepada kita bahwa Allah adalah Allah yang mengasihi, yang adil, dan yang setia dan bahwa Dia adalah Allah yang memberkati. Karena Alkitab sepenuhnya menyingkapkan kita, ketika kita datang kepada Alkitab, kita juga mudah melihat siapa kita dan di mana kita berada. Namun, kita tidak mudah melihat bahwa Alkitab mengungkapkan Kristus. Banyak pembaca Alkitab dapat melihat bahwa Alkitab menyatakan Allah dan menyingkapkan manusia, tetapi tidak melihat bahwa Alkitab mengungkapkan Kristus. Karena itu, banyak orang Kristen dapat menerapkan penyataan Allah dan penyingkapan manusia dalam Alkitab, tetapi sedikit yang dapat menerapkan pengungkapan Kristus dalam firman.

RENCANA ALLAH DALAM EKONOMI-NYA

Pada butir ini, kita perlu memperhatikan ekonomi Allah dan apa yang Allah rencanakan untuk dilakukan dalam ekonomi-Nya.

Agar Diri-Nya Diekspresikan Melalui Manusia

Dalam ekonomi kekal-Nya Allah telah berencana agar diri-Nya diekspresikan, dinyatakan, melalui manusia. Supaya memiliki ekspresi demikian, Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya berarti Dia menciptakan manusia menurut atribut-atribut-Nya, khususnya menurut atribut-atribut kasih, terang, kekudusan, dan kebenaran-Nya. Karena manusia diciptakan menurut atribut-atribut Allah, sekalipun kita jatuh dan rusak oleh dosa, kita masih dapat memiliki kecenderungan untuk mengasihi orang lain, ada di dalam terang, melakukan apa yang baik, yang benar, dan menempuh hidup yang bermoral.

Menebus Manusia yang Jatuh

Karena manusia jatuh, Allah dalam ekonomi-Nya juga merencanakan menebus manusia dan membawa manusia kembali kepada diri-Nya. Penebusan ini telah dirampungkan dalam Kristus.

Menihilkan Manusia

Dalam ekonomi-Nya, Allah juga bermaksud menihilkan manusia melalui kematian. Apakah cara Allah melakukan ini? Cara Allah menihilkan kita adalah menyalibkan kita di dalam Kristus dan bersama Kristus (Rm. 6:6).

Agar Manusia Memenuhi Tuntutan-Nya

Melalui Menjadi Satu dengan Kristus

Akhirnya, dalam ekonomi-Nya Allah merencanakan bahwa manusia harus melakukan segala sesuatu yang Allah tuntut darinya. Namun, Allah tidak ingin manusia melakukan semua itu berdasarkan diri sendiri; Dia ingin manusia melakukannya dengan Kristus, di dalam Kristus, bersama Kristus, melalui Kristus, dan melalui bersatu dengan Kristus. Ini berarti kita perlu bersatu secara rohani, secara organik, dengan Kristus. Supaya kita dapat masuk ke dalam kesatuan yang demikian dengan Kristus, Allah menginginkan kita bukan saja percaya kepada Kristus, tetapi juga percaya ke dalam Kristus (Yoh. 3:15, 16, 18). Percaya ke dalam Kristus adalah bersatu secara organik dengan Kristus, menjadi satu roh dengan Dia (1Kor. 6:17b). Dalam kesatuan ini kita bersatu dengan Kristus, kita adalah satu dengan Dia, dan kita ada di dalam Dia. Sekarang sebagai orang yang bersatu dengan Dia dan di dalam Dia, kita perlu melakukan semua yang Allah tuntut oleh Kristus dan melalui Kristus. Kita seharusnya tidak perlu hidup sendiri dan melakukan semuanya sendiri, tetapi kita harus hidup oleh Kristus dan melakukan segala sesuatu oleh Kristus.

Karena Paulus memiliki kesadaran ini secara menyeluruh, dia dapat menyatakan, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Di sini Paulus menyatakan, “Aku telah mati di dalam Kristus melalui kematian-Nya, tetapi sekarang Dia hidup di dalam aku melalui kebangkitan-Nya. Hidupnya Dia di dalam aku seluruhnya oleh Dia yang adalah Roh pemberi-hayat.” Bagi Paulus ini adalah realitas, tetapi bagi banyak orang Kristen bukan realitas. Kita semua perlu memiliki realitas Galatia 2:19b-20, menyadari bahwa Allah tidak menginginkan kita hidup bagi Dia oleh diri kita sendiri, tetapi hidup bagi Dia oleh Kristus, di dalam Kristus, dengan Kristus, melalui Kristus, dan melalui bersatu dengan Kristus.

MENERIMA KRISTUS MELALUI MENGHIRUP DIA

Kitab Ulangan sebenarnya menyatakan Allah dan menyingkapkan kita. Kitab ini menyatakan Allah sebagai Allah yang mengasihi dalam hati-Nya, adil dalam tangan-Nya atau perbuatan-Nya, dan setia dalam mulut-Nya atau perkataan-Nya. Selain itu, kitab ini menyatakan Allah sebagai Dia yang memberkati kita melalui mata-Nya. Ini adalah Allah yang dinyatakan dalam Kitab Ulangan. Ketika kita membaca kitab ini hari ini, kita perlu melihat bahwa kitab ini bukan hanya berhubungan dengan bangsa Israel, tetapi juga berhubungan dengan kita. Kitab ini menyingkapkan kita, sebab ini adalah foto dari orang macam apa kita ini. Semakin disingkapkan, kita akan semakin melihat bahwa kita tanpa pengharapan, kita bukan apa-apa dan tidak dapat berbuat apa-apa, dan tidak mungkin memenuhi tuntutan Allah yang kudus, benar, dan setia.

Setelah disingkapkan secara demikian, apa yang harus kita lakukan? Ke mana kita harus pergi untuk mencari bantuan? Bantuan kita ada di dalam Kristus sebagai firman. Dalam Kitab Ulangan ungkapan seperti Hukum Taurat, perintah, ketetapan, peraturan, dan keputusan adalah sinonim Kristus. Dari mulut Allah keluar hukum Taurat, perintah, ketetapan, peraturan, dan keputusan, dan semua ini adalah Kristus. Kristus adalah hukum Taurat kita dan perintah kita; Dia adalah ketetapan kita, peraturan kita, dan keputusan kita. Kita harus dengan sederhana menerima Dia, memelihara Dia, dan berpegang teguh kepada Dia. Jika kita melakukan hal ini, kita akan menikmati Dia.

Di manakah Kristus yang harus kita terima, pelihara, pegang teguh, dan nikmati? Dia ada dalam Alkitab, karena Dia adalah firman Allah yang unik. Hukum Taurat, perintah, ketetapan, peraturan, keputusan, semua ini adalah firman Allah. Ini dibuktikan oleh Mazmur 119, yang dengan jelas menunjukkan bahwa ungkapan-ungkapan ini adalah istilah yang lain untuk firman Allah. Semua ini adalah yang dikatakan oleh Allah dan dengan demikian adalah hal-hal yang keluar dari mulut Allah (Ul. 8:3). Sekarang kita perlu melihat bahwa perkataan yang keluar dari mulut Allah adalah Kristus. Kristus adalah totalitas, keseluruhan, firman Allah. Inilah alasannya Dia bahkan disebut Firman (Yoh. 1:1, 14). Pada mulanya ada Firman, Firman itu adalah Allah, Firman berinkarnasi, dan Firman yang berinkarnasi ini adalah Yesus Kristus.

Firman Allah telah ditulis dalam Alkitab. Tahukah Anda apakah Alkitab? Alkitab adalah perwujudan Kristus. Kristus adalah setiap firman, frasa, klausa, dan kalimat. “Seluruh Kitab Suci adalah embusan Allah” (2Tim. 3:16a Tl.). Karena itu, kita dapat berkata bahwa Alkitab adalah sesuatu yang diembuskan Allah. Sekarang kita perlu menghirup apa yang Allah embuskan. Ketika kita menghirup firman Allah dan firman itu masuk ke dalam diri kita, firman yang kita hirup ini menjadi Roh. Ketika kita mengembuskan apa yang kita hirup dari Alkitab melalui membicarakannya kepada orang lain, yang kita embuskan adalah firman. Ketika orang lain menghirup firman ini, firman ini menjadi Roh bagi mereka. Melalui Kristus sebagai firman yang kita hirup, kita dapat memenuhi tuntutan Allah.

BUKAN AKU, MELAINKAN ANUGERAH ALLAH

Dalam Galatia 2:20 Paulus mengatakan, “tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus”; dalam 1Korintus 15:10 dia mengatakan, “Bukannya aku, melainkan anugerah Allah.” Dalam bagian pertama ayat ini Paulus mengatakan, “Tetapi karena anugerah Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.” Anugerah ini adalah Kristus yang bangkit menjadi Roh pemberi-hayat untuk membawa Allah Tritunggal yang telah melalui proses dalam kebangkitan masuk ke dalam kita menjadi hayat dan suplai hayat kita, supaya kita dapat hidup dalam kebangkitan. Jadi, anugerah adalah Allah Tritunggal menjadi hayat dan segala sesuatu kita.

Dalam 2Korintus 13:13 anugerah dihubungkan dengan kasih dan persekutuan “Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Kasih, anugerah, dan persekutuan di sini berhubungan dengan Bapa, Putra, dan Roh dalam Matius 28:19. Di satu pihak, kita membaptis orang ke dalam Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Di pihak lain, kita juga dapat mengatakan bahwa kita membaptis orang ke dalam kasih, anugerah, dan persekutuan. Pada Bapa kita memiliki kasih; pada Putra, kasih dan anugerah; dan pada Roh Kudus, kasih, anugerah, dan persekutuan. Ini berarti memiliki persekutuan Roh Kudus adalah memiliki anugerah Tuhan Yesus Kristus dengan kasih Allah. Ini adalah Allah Tri-tunggal yang melaluinya kita memenuhi tuntutan Allah untuk melaksanakan ekonomi-Nya.

HIDUP, BERTINDAK, BERPERILAKU,

DAN BEKERJA DI DALAM KRISTUS DAN BERDASARKAN KRISTUS

Perkara penting yang perlu kita lihat ialah Allah menginginkan kita hidup, berperilaku, bekerja, dan membawa diri dalam Kristus, oleh Kristus, dengan Kristus, melalui Kristus, dan dalam keesaan dengan Kristus. Kita semua seharusnya dapat berkata, “Bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.” Setiap pelayan Tuhan harus menyesuaikan diri (sepadan) dengan Dia. Namun, dalam diri kita sendiri dan dengan diri kita sendiri, kita tidak dapat menyesuaikan diri dengan Dia atau melayani Dia. Kita benar-benar kekurangan kapasitas untuk melakukan hal ini. Kita bukan apa-apa, kita tidak memiliki apa-apa, dan kita tidak dapat melakukan apa-apa. Bagaimanakah kita dapat menyesuaikan diri dengan Allah atau melayani Dia? Ditinjau dari pihak kita, ini tidak mungkin, tetapi menjadi mungkin melalui Allah Tritunggal yang diwujudkan dalam Putra, yang direalisasikan sebagai Roh. Roh ini ada di mana-mana, namun Dia diwujudkan dalam Alkitab untuk kita hirup, supaya kita dapat melakukan segala sesuatu di dalam Kristus dan berdasarkan Kristus.

Kita seharusnya tidak mencoba melakukan segala sesuatu untuk Allah dalam diri sendiri. Sebaliknya, kita seharusnya membenci dan menolak usaha kita untuk melayani Allah dan menyesuaikan diri dengan Dia, sebab hal itu sebenarnya menjijikkan di mata Allah. Betul, Allah menginginkan kita menggenapkan ekonomi-Nya, tetapi Dia tidak ingin kita melakukannya sendiri. Kedambaan Allah adalah kita mencampakkan diri kita sendiri, melupakan diri kita sendiri, dan menggenapkan ekonomi-Nya oleh Roh, yaitu, melalui merealisasikan Putra, yang adalah perwujudan Bapa. Kita harus hidup, bertindak, berperilaku, bekerja, dan membawa diri oleh Kristus yang adalah Roh pemberi-hayat. Kemudian bukan lagi kita sendiri yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam kita.

Dalam Roma 10:8 Paulus menyinggung “firman iman yang kami beritakan”. Firman iman ini mencakup pertobatan, kembali kepada Allah, berpegang teguh kepada Allah, dan percaya ke dalam Allah Tritunggal supaya bisa bersatu secara organik dengan Dia dan hidup bersama serta bersatu dengan Dia. Apakah Anda hidup? Apakah Anda berperilaku dan bekerja? Untuk pertanyaan-pertanyaan ini kita harus dapat mengatakan, “Betul, aku hidup, berperilaku, dan bekerja, tetapi aku lakukan ini bukan dalam diriku sendiri dan berdasarkan diriku sendiri, tetapi dalam Kristus dan berdasarkan Kristus. Aku hidup dalam kesatuan organik dengan Allah Tritunggal.” Ini adalah kehidupan orang Kristen, ini adalah hidup gereja, Tubuh Kristus; akhirnya, ini akan menjadi kehidupan kita selama-lamanya dalam Yerusalem Baru. Dalam kehidupan orang Kristen dan hidup gereja, bukan lagi kita yang hidup, tetapi Kristus hidup di dalam kita.