← Daftar isi Ulangan (4) · bab 26/30

KRISTUS DALAM KITAB ULANGAN— TUGU, MEZBAH, DAN KURBAN PERSEMBAHAN

Pembacaan Alkitab: Ul. 27—28

KITAB MENGENAI KRISTUS

Sebelum kita sampai pada berita selanjutnya tentang penetapan perjanjian, saya ingin dalam berita ini memberi perkataan singkat mengenai Kristus yang diwahyukan dalam Kitab Ulangan. Kitab Ulangan adalah kitab mengenai Kristus. Fokus kitab ini, termasuk pasal 27 dan 28, bukan hukum Taurat, melainkan Kristus.

TUGU BAGI TUNTUTAN ALLAH

Dalam 27:1-7 Musa memerintahkan orang Israel untuk mendirikan batu besar, membangun mezbah, dan mempersembahkan kurban bakaran dan kurban pendamaian di atas mezbah ini. Pada hari mereka menyeberang Sungai Yordan, masuk ke tanah yang TUHAN berikan kepada mereka, pada pintu masuk tanah permai, mereka harus mendirikan batu-batu besar, mengapurnya, dan menuliskan di atasnya Sepuluh Perintah. Batu-batu ini dapat dianggap sebagai tugu. Di samping tugu ini, mereka mendirikan mezbah. Maka, dua hal telah didirikan: tugu dan mezbah.

Sepuluh Perintah, yang dituliskan pada tugu, adalah tuntutan Allah. Sebagai tuntutan Allah, Sepuluh Perintah adalah ekspresi Allah sendiri; adalah foto apa adanya Allah. Khususnya, Sepuluh Perintah mewahyukan bahwa Allah adalah kasih, terang, kudus dan adil. Jadi, tugu pada pintu masuk tanah permai sebenarnya adalah Allah sendiri. Allah berdiri di sana, mewahyukan diri-Nya kepada orang Israel dan membuat tuntutan-Nya diketahui mereka. Allah, menurut apa adanya Dia, memiliki tuntutan-Nya, dan bangsa itu harus memuaskan tuntutan ini.

Pada butir ini, saya mau menekankan sekali lagi bahwa karena Kitab Ulangan adalah kitab mengenai Kristus, maka dalam pembacaan kita, kita harus mengubah kata hukum Taurat dan perintah-perintah menjadi Kristus. Tugu batu itu juga adalah Kristus. Kita telah melihat bahwa tugu ini adalah Allah. Sekarang kita perlu melihat bahwa Allah ini diwujudkan di dalam Kristus. Ini berarti Dia yang berdiri di hadapan bangsa itu pada pintu masuk tanah itu adalah Kristus sebagai perwujudan Allah. Ketika Kristus berdiri di hadapan mereka, Dia memperlihatkan kepada mereka apa adanya Dia, dan berdasarkan apa adanya Dia, Dia membuat tuntutan atas mereka.

MEZBAH DI SAMPING TUGU

Mengapa mezbah didirikan di samping tugu? Kita perlu mezbah karena kita tidak dapat memenuhi tuntutan yang ditulis pada tugu. Ini menunjukkan bahwa kita tidak mungkin sepadan dengan Kristus. Kristus, Allah itu, adalah kudus dan adil, dan Dia penuh kasih dan terang. Kita tidak sepadan dengan Dia. Karena itu, kita perlu suatu mezbah, kita perlu salib. Saya tidak mengatakan bahwa mezbah adalah tugu, karena mezbah adalah tempat kurban persembahan dibakar sebagai kurban untuk Allah yang menuntut bangsa itu dan yang menempatkan permintaan atas mereka. Membakar kurban memuaskan Allah yang menuntut.

KURBAN PERSEMBAHAN MEMENUHI TUNTUTAN ALLAH

Kurban persembahan dibakar di atas mezbah sebagai kurban untuk kepuasan Allah yang melambangkan Kristus. Di satu pihak, Kristus adalah Dia yang membuat tuntutan; di pihak lain, Kristus adalah Dia yang memenuhi dan memuaskan tuntutan ini. Kita tidak dapat memenuhi tuntutan-Nya, tetapi Dia sendiri datang menjadi Pengganti kita untuk menggantikan kita dan memenuhi apa yang Dia tuntut dari kita. Ini mewahyukan bahwa Dia adalah Sang Penuntut, juga Sang Penggenap.

PEMANDANGAN YANG MENAKJUBKAN

Hari ini di alam semesta ada pemandangan yang menakjubkan yang menyingkapkan Kristus kepada kita. Ketika kita membaca Ulangan 27 dan memperhatikan tugu, mezbah, dan kurban persembahan, kita dapat melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Pertama, dalam pemandangan ini kita melihat Kristus sebagai perwujudan Allah berdiri di hadapan kita dengan permintaan dan tuntutan-Nya menurut apa adanya Dia. Kedua, kita melihat mezbah, yang melambangkan salib Kristus. Karena kita tidak dapat memenuhi tuntutan-Nya, Dia datang menjadi Penebus kita, untuk menjadi Yang dikutuk karena kita di atas salib (Gal. 3:13). Sang Penuntut adalah Sang Penggenap. Ketika Dia disalibkan, Dia dibakar dengan api sebagai kurban untuk memuaskan Allah dan memenuhi tuntutan-Nya.

Pemandangan menakjubkan ini adalah satu-satunya di alam semesta. Dalam pemandangan ini kita memiliki tugu dan mezbah, yaitu, Sang Penuntut dan Sang Penggenap dan Sang Pemuas. Allah Penuntut datang dalam inkarnasi menjadi Penebus kita sebagai Sang Pemuas. Setelah mengenakan daging melalui inkarnasi. Dia pergi ke salib dalam daging dan bersama daging untuk mati di sana guna memenuhi tuntutan-Nya (Rm. 8:3-4). Sekarang kita dapat melihat tugu, tetapi kita juga dapat melihat mezbah dengan kurban persembahan yang dibakar di atasnya untuk memenuhi apa yang ditulis pada tugu itu. Ini berarti dalam pemandangan yang menakjubkan ini kita melihat Allah yang menuntut dan juga Tuhan Penebus, yang tidak lain adalah Allah yang menuntut itu sendiri.

PINTU MASUK KE DALAM TANAH PERMAI

Pemandangan yang menakjubkan ini, dengan tugu, mezbah, dan kurban persembahan, adalah pintu masuk kita ke dalam tanah permai. Pemandangan ini mewahyukan bahwa melalui tugu, mezbah, dan kurban persembahan, melalui Allah yang menuntut, salib Kristus, dan Kristus sendiri sebagai kurban persembahan, kita masuk ke dalam tanah permai. Melalui tugu, mezbah, dan kurban persembahan juga kita menerima semua berkat yang akan Allah berikan kepada kita di dalam Kristus. Semua berkat ini sebenarnya Allah Tritunggal yang telah melalui proses, yang diwujudkan di dalam Kristus.

Saya harap semua orang beriman akan melihat pemandangan yang ajaib ini. Kita semua perlu melihat bahwa Dia yang berdiri di hadapan kita dengan tuntutan-Nya adalah Allah Tritunggal di dalam Kristus, bahwa mezbah adalah salib Kristus, dan seperti dilambangkan oleh kurban persembahan, Kristus adalah Penebus kita. Dia, Sang Penggenap, “dibakar” di atas salib sebagai kurban untuk memuaskan Sang Penuntut. Semoga kita semua melihat pemandangan menakjubkan ini dengan tugu, mezbah, dan kurban persembahan. Jika kita memiliki visi ini, kita pasti akan berkata, “Haleluya bagi Allah, bagi salib Kristus, dan bagi Kristus, Penebus dan Pengganti kita!”